Sabtu, 29 November 2008
ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN ISOLASI SOSIAL
ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN ISOLASI SOSIAL
Modul ini berisi panduan agar Saudara dapat menangani pasien dewasa dengan masalah keperawatan isolasi sosial. Saudara dapat mempelajari isi modul ini, mengerjakan latihan sesuai dengan panduan yang diberikan, sehingga Saudara siap menangani pasien gangguan jiwa dengan gejala isolasi sosial yang ada di wilayah binaan Saudara. Selamat mempelajari modul ini.
Pengkajian Pasien Isolasi sosial
Isolasi sosial adalah keadaan di mana seorang individu mengalami penurunan atau bahkan sama sekali tidak mampu berinteraksi dengan orang lain di sekitarnya. Pasien mungkin merasa ditolak, tidak diterima, kesepian, dan tidak mampu membina hubungan yang berarti dengan orang lain.
Untuk mengkaji pasien isolasi sosial Saudara dapat menggunakan wawancara dan observasi kepada pasien dan keluarga
ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN ISOLASI SOSIAL
Read More
Modul ini berisi panduan agar Saudara dapat menangani pasien dewasa dengan masalah keperawatan isolasi sosial. Saudara dapat mempelajari isi modul ini, mengerjakan latihan sesuai dengan panduan yang diberikan, sehingga Saudara siap menangani pasien gangguan jiwa dengan gejala isolasi sosial yang ada di wilayah binaan Saudara. Selamat mempelajari modul ini.
Pengkajian Pasien Isolasi sosial
Isolasi sosial adalah keadaan di mana seorang individu mengalami penurunan atau bahkan sama sekali tidak mampu berinteraksi dengan orang lain di sekitarnya. Pasien mungkin merasa ditolak, tidak diterima, kesepian, dan tidak mampu membina hubungan yang berarti dengan orang lain.
Untuk mengkaji pasien isolasi sosial Saudara dapat menggunakan wawancara dan observasi kepada pasien dan keluarga
ASUHAN KEPERAWATAN SELANJUTNYA LIHAT DIBAWAH
ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN ISOLASI SOSIAL
RESTRAINT
Restraint ( dalam psikiatrik ) secara umum mengacu pada suatu bentuk tindakan menggunakan tali untuk mengekang atau membatasi gerakan ekstrimitas individu yang berperilaku di luar kendali yang bertujuan memberikan keamanan fisik dan psikologis individu.
Restraint ( fisik ) merupakan alternative terakhir intervensi jika dengan intervensi verbal, chemical restraint mengalami kegagalan.
Seklusi merupakan bagian dari restraint fisik yaitu dengan menempatkan klien di sebuah ruangan tersendiri untuk membatasi ruang gerak dengan tujuan meningkatkan keamanan dan kenyamanan klien.
Hal-hal yang penting diperhatikan pada restraint :
Read More
Restraint ( fisik ) merupakan alternative terakhir intervensi jika dengan intervensi verbal, chemical restraint mengalami kegagalan.
Seklusi merupakan bagian dari restraint fisik yaitu dengan menempatkan klien di sebuah ruangan tersendiri untuk membatasi ruang gerak dengan tujuan meningkatkan keamanan dan kenyamanan klien.
Hal-hal yang penting diperhatikan pada restraint :
- Pada kondisi gawat darurat, restraint/seklusi dapat dilakukan tanpa order dokter
- Sesegera mungkin ( < 1 jam ) setelah melakukan restraint/seklusi, perawat melaporkan pada dokter untuk mendapatkan legalitas tindakan baik secara verbal maupun tertulis
- Intervensi restraint/seklusi dibatasi waktu : 4 jam untuk klien berusia > 18 th, 2 jam untuk usia 9-17 th, dan 1 jam untuk umur < 9 tahun
- Evaluasi dilakukan 4 jam I untuk klien > 18 th, 2 jam I untuk anak-anak dan usia 9-17 tahun
- Waktu minimal reevaluasi oleh dokter adalah 8 jam untuk usia > 18 th dan 4 jam untuk usia < 17 tahun
- Selama restraint/seklusi klien diobservasi tiap 10-15 menit, focus obsevasi :
- Tanda-tanda cedera yang berhubungan dengan restraint/seklusi
- Nutirisi dan hidrasi
- Sirkulasi dan range of motion ekstrimitas
- Vital sign
- Hygiene dan eliminasi
- Status fisik dan psikologis
- Kesiapan klien untuk dibebaskan dari restraint dan seklusi
- Baju restraint
- Tali
- Bantalan untuk melindungi tulang yang menonjol
Keselamatan Senjata Api Di Rumah, Apa yang Bisa Anda Lakukan dan Cara-cara Mencegah, Melindungi dan Menghindarkan Keluarga Dari Bahaya Senjata Api
Mengapa keselamatan senjata itu penting?. Kita mungkin pernah mendengar sebuah cerita tentang seorang anak yang terbunuh dengan tidak sengaja oleh senjata api di rumah atau dirumah temannya. Tragedi tersebut sebenarnya dapat kita cegah jika kita mengikuti aturan keselamatan kecil yang sebenarnya sederhana.
Kebanyakan orang tua mengetahhui bahwa toko-toko atau outlet elektrik sebaiknya ditutup dan alat-alat pembersih berkimia dan bahan beracun lainnya sebaiknya dijauhkan dari anak-anak. Akan tetapi, lebih banyak anak-anak dengan usia dibawah 10 tahun terbunuh oleh senjata api daripada oleh bahan beracun atau terbunuh karena faktor dan sebab elektrik. Luka tembak senjata api adalah penyebab timbulnya cedera atau luka yang fatal disamping karena kecelakaan mobil atau kendaraan bermotor. Hal ini berarti bahwa keselamatan senjata api di dalam rumah adalah sama pentingnya menggunakan sabuk pengaman dalam mobil anda.
Apa yang dapat kita lakukan untuk melindungi keluarga anda dari bahaya senjata api?
Jika ada senjata api di dalam rumah anda, jauhkan senjata tersebut dari jangkauan anak-anak dan teman-temannya. Senjata tersebut juga harus dijauhkan dari anggota keluarga yang mengalami depresi, siapa saja yang kejam atau kasar terhadap orang atau anggota keluarga lain, pemakai obta-obat terlarang, peminum minuman keras/alkohol/alkoholisme atau orang dengan penyakit alzheimer.
Anak-anak secara alami mempunyai rasa ingin tahu dan suka mengexplore apa yang ingin mereka tahu atau temui. Jika terdapat senjata api di dalam rumah anda, kondisikan senjata itu dalam keadaan terkunci dan kosong, pisahkan dari peluru, dan dengan kunci/gembok yang hanya tersedia atau diberikan kepada orang dewasa yang bertangung jawab. Ajarakan kepada anak anda apa yang harus dilakukan jika mereka (anak) menemukan senjata api, bahkan jika senjatanya tidak jelas apakah itu senjata asli atau hanya maianan. Ajarakan pada mereka untuk mengingat kata-kata ini: stop",Go away, Don't Touch, Tell an Adult (beritahukan kepada orang dewasa).
Sebelum anak anda bermain ke rumah teman-temannya, rumah tetangga, tanyakan pada yang punya rumah, apakah mereka mempunyai senjata api di dalam rumah dan jika ada, apakah senjata tersebut dalam kondisi kosong dan terkunci.
Pada anak remaja sering bertindak tanpa berpikir terlebih dahulu. Pada saat anak remaja sedang marah atau depresi, mereka lebih mungkin untuk melukai diri mereka sendiri atau melakukan percobaan bunuh diri jika mereka dapat dengan mudah mendapatkan senjata api. Yang terbaik adalah untuk tidak mempunyai senjata api di dalam rumah jika didalam rumah terdapat anggota keluarga yang depresi, berpikir tentang bunuh diri atau sdang dan dalam masalah.
Adakah cara-cara lain untuk menghindarkan kehidupan keluarga anda dari kekerasan dan bahaya akibat senjata api?
Anak-anak belajar bagaimana bertingkah laku melalui dan dengan melihat dan melakukan apa yang orang dewasa disekitar mereka kerjakan. Yang terbaik bagi orang tua adalah berbicara dengan damai/tentram di dalam rumah, menyelesaikan masalah dengan berdiskusi sebagai pengganti marah atau kekerasan fisik dan memperlakukan orang dengan rasa hormat.
Bagi orang yang ingin membesarkan anak-anaknya dengan tentram dan damai mungkin juga memilih untuk tidak membiarkan anak-anak mereka menonton acara tv tentang kekerasan, bermain video game yang terdapat unsur satu tokoh pemain dalam video game melukai tokoh lainnya atau bermain dengan mainan-mainan yang bersenjata bohongan atau seolah-olah bersenjata.
Pada anak-anak yang menonton acara tv tentang kekerasan dan bermain video game kekerasan berkemungkinan untuk memeragakan atau meniru perilaku kekerasan tersebut. Anak-anak yang menonton acara kekerasan dalam tv atau video barangkali mempunyai masalah dalam pemahaman bahwa kekerasan di dalam dunia nyata sebenarnya menyakiti orang.
ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PASIEN DENGAN KRISIS
Definisi Krisis adalah :
Konsep krisis :
Faktor yang berpengaruh :
Faktor resiko :
Macam krisis :
1. Krisis maturasi/krisis perkembangan
Tipe krisis yang lain (Townsend, 2006):
Tahap perkembangan krisis :
Fase 1
INTERVENSI KRISIS
Tujuan intervensi krisis adalah resolusi, berfokus pada pemberian dukungan terhadap individu sehingga individu mencapai tingakat fungsi seperti sebelum krisis, atau bahkan pada tingkat fungsi yang lebih tinggi. Selain itu juga untuk membantu individu memecahkan masalah dan mendapatkan kembali keseimbangan emosionalnya.
Peran intervener adalah membantu individu dalam :
DIAGNOSA KEPERAWATAN
Read More
- Suatu kejadian atau peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba dalam kehidupan seseorang yang mengganggu keseimbangan selama mekanisme coping individu tersebut tidak dapat mecahkan masalah
- Ganggaun internal yang disebabkan oleh kondisi penuh stress atau yang dipersepsikan oleh individu sebagai ancaman
Konsep krisis :
- Krisis terjadi pada semua individu, tidak selalu patologis
- Krisis dipicu oleh peristiwa yang spesifik
- Krisis bersifat personal
- Krisis bersifat akut, tidak kronis, waktu singkat ( 4-6 minggu )
- Krisis berpotensi terhadap perkembangan psikologis atau bahkan akan membaik
Faktor yang berpengaruh :
- Pengalaman problem solving sebelumnya
- Persepsi individu terhadap suatu masalah
- Adanya bantuan atau bahkan hambatan dari orang lain
- Jumlah dan tipe krisis sebelumnya
- Waktu terakhir mengalami krisis
- Kelompok beresiko
- Sense of mastery
- Resilence; factor perlindungan berupa perilaku yang berkontribusi terhadap keberhasilan koping dengan stress lain. Faktor perlindungan antara lain kompetensi social, ketrampilan memecahkan masalah, otonomi, berorientasi pada tujuan, ide belajar, dukungan keluarga, dukungan social. Resilient ( individu yang tabah/ulet ) mempunyai harga diri tinggi, berdaya guna, mempunyai keterampilan memecahkan masalah, mempunyai kepuasan dalam hubungan interpersonal.
Faktor resiko :
- Wanita
- Etnik minoritas
- Kondisi social ekonomi rendah
- Problematik predisaster functioning and personality
Macam krisis :
1. Krisis maturasi/krisis perkembangan
- Dipicu oleh stressor normal dalam proses perkembangan
- Terjadi pada masa transisi proses pertumbuhan dan perkembangan. Setiap tahap perkembangan tergantung pada tahap sebelumnya, setiap tahap perkembangan merupakan tahap krisis bila tidak difasilitasi untuk dapat menyelesaikan tugas perkembangan
- Misal : Masuk sekolah, pubertas, menikah, meninggalan rumah, menjadi orang tua, pensiun dll
- Merupakan respon terhadap peristiwa traumatic yang tiba-tiba dan tidak dapat dihindari yang mempunyai pengaruh besar terhadap peran dan identitas seseorang
- Cenderung mengikuti proses kehilangan, seperti kehilangan pekerjaan, putus sekolah, putus cinta, penyakit terminal, kehamilan/kelahiran yang tidak diinginkan. Respon yang biasa mucul terhadap kehilangan adalah depresi
- Kesulitan dalam beradaptasi dengan krisis situasional ini berhubungan dengan kondisi dimana seseorang sedang berjuang menyelesaikan krisis perkembangan
- Krisis yang terjadi di luar kemampuan individu. Adanya situasi yang diakibatkan kehilangan multiple dan perubahan lingkungan yang luas
- Contoh : terorisme, kebakaran, gempa bumi, banjir, perang
Tipe krisis yang lain (Townsend, 2006):
- Dispisitional crises, merupakan respon akut terhadap stressor eksternal
- Crises of anticipated life transition, suatu transisi siklus kehidupan yang normal yang diantisipasi secara berlebihan oleh individu saat merasa kehilangan kendali
- Crises resulting from traumatic stress, krisis yang dipicu oleh stressor eksternal yang tidak diharapkan sehingga individu merasa menyerah karena kurangnya atau bahkan tidak mempunyai control diri.
- Developmental crises, krisis yang terjadi sebagai respon terhadap situasi yang mencetuskan emosi yang berhubungan dengan konflik kehidupan yang tidak dapat dipecahkan
- Crises reflecting psychopathology, misalnya neurosis, schizophrenia, borderline personality
- Psychiatric emergency, krisis yang secara umum telah mengalami kerusakan yang parah terhadap fungsi kehidupan. Misalnya acute suicide, overdosis, psikosis akut, marah yang tidak terkontrol, intoksikasi alcohol, reaksi terhadap obat-obatan halusinogenik
Tahap perkembangan krisis :
Fase 1
- Individu dihadapkan pada stressor pemicu
- Kecemasan meningkat, individu menggunakan teknik problem solving yang biasa digunakan
- Kecemasan makin meningkat karena kegagalan penggunan teknik problem solving sebelumnya
- Individu merasa tidak nyaman, tak ada harapan, bingung
- Untuk mengatasai krisis individu menggunakan semua sumber untuk memecahkan masalah, baik internal maupun eksternal
- Mencoba menggunakan teknik problem solving baru, jika efektif terjadi resolusi
- Kegagalan resolusi
- Kecemasan berubah menjadi kondisi panic, menurunnya fungsi kognitif, emosi labil, perilaku yang merefleksikan pola pikir psikotik
INTERVENSI KRISIS
Tujuan intervensi krisis adalah resolusi, berfokus pada pemberian dukungan terhadap individu sehingga individu mencapai tingakat fungsi seperti sebelum krisis, atau bahkan pada tingkat fungsi yang lebih tinggi. Selain itu juga untuk membantu individu memecahkan masalah dan mendapatkan kembali keseimbangan emosionalnya.
Peran intervener adalah membantu individu dalam :
- Menganalisa situasi yang penuh stress
- Mengungkapkan perasaan tanpa penilaian
- Mencari cara untuk beradaptasi dengan stress dan kecemasan
- Memecahkan masalah dan mengidentifikasi strategi dan tindakan
- Mencari dukungan ( keluarga, teman, komunitas )
- Menghindari stress yang akan datang dengan anticipatory guidance
DIAGNOSA KEPERAWATAN
- Resiko perilaku kekerasan yang diarahkan pada orang lain diri sendiri
- Koping individu inefektif
- Cemas
- Gangguan proses pikir
- Resiko bunuh diri
- Harga diri rendah situasional
- Koping keluarga inefektif
- Post-trauma respons
- …….
Free Jurnal Kesehatan Jiwa
Jurnal Kesehatan Jiwa
Read More
- FaktorRisikoDepresipadaPasienGeriatridiRSUPN Dr. CiptoMangunkusumo
- Hubungan antara Gangguan Depresi Ibu dengan Gangguan Mental Anaknya yang Berusia 12-47 Bulan dan Menderita Talasemia
- Depresi pada Penyakit Parkinson
- Proporsi Gangguan Depresi pada Penyalahguna Zat yang Menjalani Rehabilitasi
- Dampak Medis dan Psikososial Penyalahgunaan Inhalan
- Diagnosis dan Penggunaan Psikofarmaka pada Fobia Sosial
- Peran Dopamin pada Gangguan Spektrum Autistik
Jumat, 28 November 2008
Memahami dan Mengenal Kesehatan Emosional Remaja, Bantuan Yang Bisa Diberikan, Cara-cara Menyiapkan Remaja, Tanda Bahaya dan Penanganannya
Apa yang sebaiknya kita ketahui tentang kesehatan emosional remaja? Masa usia remaja adalah masa transisi atau peralihan dari masa kanak-kanak/kecil ke masa usia dewasa. Usia remaja sering melawan dengan menjadi tergantung dengan orang tuannya sementara mereka berkeinginan kuat untuk menjadi diri yang mandiri. Mereka juga merasa bingung dengan perubahan-perubahan fisik dan emosional yang mereka lalui.
Pada waktu yang sama, usia remaja mungkin menghadapi berbagai tekanan dari teman-temannya untuk menyesuaikan diri dan dari orang tua mereka serta dari orang dewasa lainnya untuk berbuat baik. Pada usia belasan tahun adalah penting jika anak anda menonjolkan kepribadiannya.
Apa bantuan yang dapat anda berikan?
Komunikasikan rasa cinta anda terhadap anak anda adalah salah satu hal terpenting yang dapat anda lakukan. Anak-anak beranggapan tentang diri mereka sendiri secara global melalui bagaimana orang tua mereka bereaksi terhadap mereka. Untuk alasan ini, merupakan hal penting bagi orang tua untuk membantu buah hati mereka agar merasa senang, gembira, baik tentang diri mereka. Selain itu, penting untuk memberitahukan pentingnya anda dan menentukan batasan-batasan dan harapan seperti meminta dengan tegas dan jujur, pengendalian diri dan rasa hormat terhadap orang lain, sambil tetap membiarkan remaja untuk memiliki keleluasaan atau kelonggaran sendiri.
Seringkali Para orang tua mencari jati diri remaja hanya dari masalah yang mereka buat, dan mereka mungkin memberikan umpan balik yang biasanya bersifat negatif dan kecaman atau kritik pada remaja mereka. Meskipun para remaja memerlukan feedback atau umpan balik, mereka lebih merespon terhadap umpan balik yang positif. Ingatlah agar memberikan pujian tindakan-tindakan dan perilaku yang sesuai, pantas, baik, dan positif agar dapat membantu remaja merasa berharaga dan berprestasi dan memeperkuat nilai-nilai keluarga anda.
Menempatkan hubungan kasih sayang dari awal dalam suatu hubungan orang tua dan anak akan dapat membantu anda dan anak anda melewati masa-masa remaja.
Lembaga pendidikan akademi psikiatri anak dan remaja amerika (The American Academy of Child and Adolescent Psychiatry/AACAP) menyarankan cara-cara bagi para orang tua dalam mempersiapkan anak-anak mereka pada saat usia belasan tahun/remaja. Cara-cara tersebut antara lain:
- Menyediakan suatu lingkungan rumah yang aman dan penuh kasih sayang
- Menciptakan suasana kejujuran, kepercayaan dan saling menghormati
- Memeperbolehkan kebebasan dan ketegasan sesuai umur.
- Mengembangkan suatu hubungan yang mendukung atau mendorong para remaja untuk berbicara pada para orang tua saat mereka gelisah atau dalam masalah.
- Mengajarkan tanggung jawab bagi dan terhadap anak termasuk anda sendiri.
- Mengajarkan tanggung jawab dasar terhadap pekerjaan rumah tangga.
- Mengajarkan pentingnya menerima keterbatasan-keterbatasan yang sudah ditetapkan sesuai usia.
Apa saja tanda-tanda peringatan yang sebaiknya anda perhatikan?
Ingatlah bahwa anak remaja anda mungkin bereksperimen dengan harga dirinya, ide atau pendapatnya, gaya rambut dan cara berpakaian untuk mendefinisikan dan menjelaskan tentang jati diri mereka. Ini adalah tingkah laku yang biasanya normal terjadi pada remaja dan anda tidak perlu mencemaskannya. Akan tetapi, perilaku yang tidak sesuai, tidak pantas dan negatif atau merusak dan merugikan dapat menjadi satu tanda dari masalah dan tanda peringatan untuk diperhatikan.
Usia remaja, khususnya mereka yang merasa kurang harga dirinya atau mempunyai masalah keluarga adalah remaja dengan resiko tinggi untuk timbulnya perilaku-perilaku merugikan, negatif atau merusak diri sendiri seperti penggunaan obat-obat terlarang, alkoholisme atau perilaku seksual yang menyimpang dan tidak aman. Depresi dan gangguan pola makan (tidak teratur) adalah merupakan isu-isu kesehatan yang sering dihadapi para remaja.
Berikut ini mungkin tanda-tanda peringatan atau tanda bahaya bahwa anak anda sedang mempunyai masalah:
- Terlihat resah dan gelisah
- Berat badan turun atau bertambah
- Gangguan konsentrasi
- Perasaan sedih yang terus menerus
- Tidak peduli dengan orang lain atau hal-hal lain.
- Kurang atau tidak memiliki motivasi
- Lemah, lesu, kehilangan energi/tenaga dan kurang atau tidak tertarik dalam beraktifitas.
- Merasa rendah diri dan tidak berharga
- Susah tidur
- Melawan undang-undang atau aturan
Apa yang sebaiknya anda lakukan jika terjadi masalah-masalah diatas?
Bekerja bersama-sama untuk menjaga dan memelihara komunikasi terbuka. Jika anda menduga ada suatu masalah, tanyakan kepada anak remaja anda apa yang mengganggunya. Jangan abaikan suatu masalah dengan harapan masalah tersebut akan pergi dengan sendirinya. Akan lebih mudah untuk menanggulangi masalah-masalah yang ada saat masalah tersebut masih kecil atau ringan. Hal ini juga memberikan anda dan anak anda kesempatan untuk belajar bagaimana bekerja melalui masalah itu secara bersama-bersama. Jangan kuatir untuk meminta bantuan dalam berususan atau berhadapan dengan anak remaja anda. Banyak sekali sumber-sumber bantuan yang dapat anda minta, seperti dokter, psikolog atau konsultan lainnya.
Cholesterol Control Tips
What is Cholesterol?
Cholesterol is a fatty substance found in our blood which is created by the liver. It plays a vital role in metabolic activities as well as formation of hormones and Vitamin D. The level of cholesterol in our body fluctuates depending upon the food we intake.
Causes of High Cholesterol
Cholesterol may be caused due to the following:
1. Excessive Intake of Alcohol
2. Lack of Exercises or Physical activities
3. Consumption of foods rich in fats (saturated) and high in cholesterol
4. Age of above 45 years for men and 55 years for women
5. If your body weight (Body Mass Index) is more than the normal or average weight (Overweight)
6. Family History of High Cholesterol
Effects of High Cholesterol
Although our body requires cholesterol for various functions, the excess of cholesterol level may cause adverse effects. It will damage the arteries which slow down the process of blood flow to our heart. High Cholesterol level leads to cardiac problems such as heart attack, stroke etc.
Tips to control Cholesterol
One has to be very careful in lowering the level of cholesterol in order to prevent themselves from heart diseases and other health issues. One can control high cholesterol level by consuming foods lower in saturated fats, performing exercises combined with intake of medicines. The following can help in controlling Cholesterol:
1. Eat Healthy diet which includes vegetables and fruits
2. Avoid eating junk foods like chips or other foods that are rich in cholesterol or saturated fats
3. Involve in some physical activities (like walking or playing some games)
4. Perform exercise on a daily basis which will not only help to control cholesterol but also help you to maintain an overall healthy body
5. Follow some weight loss plan after consulting a weight loss expert
6. Consult your Doctor who may prescribe some medication to control cholesterol which could be combined along with the dieting & exercises.
7. Avoid smoking and excessive intake of alcohols
(Source:healthtipsite.com)
Read More
Cholesterol is a fatty substance found in our blood which is created by the liver. It plays a vital role in metabolic activities as well as formation of hormones and Vitamin D. The level of cholesterol in our body fluctuates depending upon the food we intake.
Causes of High Cholesterol
Cholesterol may be caused due to the following:
1. Excessive Intake of Alcohol
2. Lack of Exercises or Physical activities
3. Consumption of foods rich in fats (saturated) and high in cholesterol
4. Age of above 45 years for men and 55 years for women
5. If your body weight (Body Mass Index) is more than the normal or average weight (Overweight)
6. Family History of High Cholesterol
Effects of High Cholesterol
Although our body requires cholesterol for various functions, the excess of cholesterol level may cause adverse effects. It will damage the arteries which slow down the process of blood flow to our heart. High Cholesterol level leads to cardiac problems such as heart attack, stroke etc.
Tips to control Cholesterol
One has to be very careful in lowering the level of cholesterol in order to prevent themselves from heart diseases and other health issues. One can control high cholesterol level by consuming foods lower in saturated fats, performing exercises combined with intake of medicines. The following can help in controlling Cholesterol:
1. Eat Healthy diet which includes vegetables and fruits
2. Avoid eating junk foods like chips or other foods that are rich in cholesterol or saturated fats
3. Involve in some physical activities (like walking or playing some games)
4. Perform exercise on a daily basis which will not only help to control cholesterol but also help you to maintain an overall healthy body
5. Follow some weight loss plan after consulting a weight loss expert
6. Consult your Doctor who may prescribe some medication to control cholesterol which could be combined along with the dieting & exercises.
7. Avoid smoking and excessive intake of alcohols
(Source:healthtipsite.com)
Langganan:
Postingan
(
Atom
)
Blog Archive
-
2015
(10)
- 10/11 - 10/18 (1)
- 09/13 - 09/20 (1)
- 09/06 - 09/13 (1)
- 07/05 - 07/12 (1)
- 05/17 - 05/24 (6)
-
2014
(1)
- 04/13 - 04/20 (1)
-
2012
(770)
- 02/19 - 02/26 (5)
- 02/12 - 02/19 (10)
- 02/05 - 02/12 (4)
- 01/29 - 02/05 (27)
- 01/22 - 01/29 (88)
- 01/15 - 01/22 (101)
- 01/08 - 01/15 (169)
- 01/01 - 01/08 (366)
-
2011
(4477)
- 12/25 - 01/01 (336)
- 12/18 - 12/25 (62)
- 12/11 - 12/18 (70)
- 12/04 - 12/11 (77)
- 11/27 - 12/04 (40)
- 11/20 - 11/27 (67)
- 11/13 - 11/20 (198)
- 11/06 - 11/13 (187)
- 10/30 - 11/06 (340)
- 10/23 - 10/30 (32)
- 10/16 - 10/23 (109)
- 10/09 - 10/16 (80)
- 08/14 - 08/21 (75)
- 08/07 - 08/14 (81)
- 07/31 - 08/07 (82)
- 07/24 - 07/31 (65)
- 07/17 - 07/24 (91)
- 07/10 - 07/17 (47)
- 07/03 - 07/10 (44)
- 06/26 - 07/03 (53)
- 06/19 - 06/26 (59)
- 06/12 - 06/19 (47)
- 06/05 - 06/12 (65)
- 05/29 - 06/05 (63)
- 05/22 - 05/29 (77)
- 05/15 - 05/22 (115)
- 05/08 - 05/15 (65)
- 05/01 - 05/08 (104)
- 04/24 - 05/01 (45)
- 04/17 - 04/24 (70)
- 04/10 - 04/17 (134)
- 04/03 - 04/10 (72)
- 03/27 - 04/03 (18)
- 03/20 - 03/27 (47)
- 03/13 - 03/20 (68)
- 03/06 - 03/13 (40)
- 02/27 - 03/06 (56)
- 02/20 - 02/27 (77)
- 02/13 - 02/20 (76)
- 02/06 - 02/13 (198)
- 01/30 - 02/06 (194)
- 01/23 - 01/30 (132)
- 01/16 - 01/23 (196)
- 01/09 - 01/16 (202)
- 01/02 - 01/09 (121)
-
2010
(2535)
- 12/26 - 01/02 (156)
- 12/19 - 12/26 (65)
- 12/12 - 12/19 (73)
- 12/05 - 12/12 (84)
- 11/28 - 12/05 (80)
- 11/21 - 11/28 (68)
- 11/14 - 11/21 (63)
- 11/07 - 11/14 (50)
- 10/31 - 11/07 (50)
- 10/24 - 10/31 (36)
- 10/17 - 10/24 (58)
- 10/10 - 10/17 (35)
- 10/03 - 10/10 (31)
- 09/26 - 10/03 (21)
- 09/19 - 09/26 (26)
- 09/12 - 09/19 (55)
- 09/05 - 09/12 (65)
- 08/29 - 09/05 (33)
- 08/22 - 08/29 (70)
- 08/15 - 08/22 (45)
- 08/08 - 08/15 (35)
- 08/01 - 08/08 (37)
- 07/25 - 08/01 (27)
- 07/18 - 07/25 (19)
- 07/11 - 07/18 (30)
- 07/04 - 07/11 (56)
- 06/27 - 07/04 (28)
- 06/20 - 06/27 (22)
- 06/13 - 06/20 (30)
- 06/06 - 06/13 (21)
- 05/30 - 06/06 (5)
- 05/16 - 05/23 (6)
- 05/09 - 05/16 (29)
- 05/02 - 05/09 (59)
- 04/25 - 05/02 (28)
- 04/18 - 04/25 (38)
- 04/11 - 04/18 (70)
- 04/04 - 04/11 (59)
- 03/28 - 04/04 (65)
- 03/21 - 03/28 (89)
- 03/14 - 03/21 (218)
- 03/07 - 03/14 (95)
- 02/28 - 03/07 (135)
- 02/21 - 02/28 (102)
- 01/03 - 01/10 (68)
-
2009
(1652)
- 12/27 - 01/03 (36)
- 12/20 - 12/27 (22)
- 12/13 - 12/20 (100)
- 12/06 - 12/13 (45)
- 11/29 - 12/06 (24)
- 11/22 - 11/29 (22)
- 11/15 - 11/22 (19)
- 11/08 - 11/15 (28)
- 11/01 - 11/08 (11)
- 10/25 - 11/01 (17)
- 10/18 - 10/25 (38)
- 10/11 - 10/18 (33)
- 10/04 - 10/11 (15)
- 09/27 - 10/04 (21)
- 09/20 - 09/27 (7)
- 09/13 - 09/20 (84)
- 09/06 - 09/13 (35)
- 08/30 - 09/06 (48)
- 08/23 - 08/30 (118)
- 08/16 - 08/23 (26)
- 08/09 - 08/16 (34)
- 08/02 - 08/09 (35)
- 07/26 - 08/02 (31)
- 07/19 - 07/26 (14)
- 07/12 - 07/19 (16)
- 07/05 - 07/12 (28)
- 06/28 - 07/05 (26)
- 06/21 - 06/28 (76)
- 06/14 - 06/21 (26)
- 06/07 - 06/14 (21)
- 05/31 - 06/07 (43)
- 05/24 - 05/31 (38)
- 05/17 - 05/24 (26)
- 05/10 - 05/17 (52)
- 05/03 - 05/10 (15)
- 04/26 - 05/03 (38)
- 04/19 - 04/26 (32)
- 04/12 - 04/19 (22)
- 04/05 - 04/12 (20)
- 03/29 - 04/05 (40)
- 03/22 - 03/29 (43)
- 03/15 - 03/22 (18)
- 03/08 - 03/15 (14)
- 03/01 - 03/08 (22)
- 02/22 - 03/01 (12)
- 02/15 - 02/22 (9)
- 02/08 - 02/15 (11)
- 02/01 - 02/08 (19)
- 01/25 - 02/01 (37)
- 01/18 - 01/25 (21)
- 01/11 - 01/18 (33)
- 01/04 - 01/11 (31)
-
2008
(700)
- 12/28 - 01/04 (13)
- 12/21 - 12/28 (9)
- 12/14 - 12/21 (57)
- 12/07 - 12/14 (5)
- 11/30 - 12/07 (18)
- 11/23 - 11/30 (33)
- 11/16 - 11/23 (31)
- 11/09 - 11/16 (23)
- 11/02 - 11/09 (18)
- 10/26 - 11/02 (11)
- 10/19 - 10/26 (15)
- 10/12 - 10/19 (13)
- 10/05 - 10/12 (25)
- 09/28 - 10/05 (2)
- 09/21 - 09/28 (14)
- 09/14 - 09/21 (19)
- 09/07 - 09/14 (43)
- 08/31 - 09/07 (3)
- 08/24 - 08/31 (33)
- 08/17 - 08/24 (65)
- 08/10 - 08/17 (4)
- 08/03 - 08/10 (26)
- 07/27 - 08/03 (6)
- 07/20 - 07/27 (19)
- 07/13 - 07/20 (18)
- 07/06 - 07/13 (60)
- 06/29 - 07/06 (53)
- 06/22 - 06/29 (49)
- 06/15 - 06/22 (11)
- 06/08 - 06/15 (4)
Popular Posts
-
Konsep Teori Transkultural dalam Keperawatan APLIKASI TEORI TRANSCULTURAL NURSING DALAM PROSES KEPERAWATAN Rahayu Iskandar, Ners, M.Kep PEND...
-
Setelah beberapa minggu ini cari materi buat postingan baru, mendadak dapat inspirasi setelah rekan Anton Wijaya menulis di buku tamu Keper...
-
KTI KEBIDANAN HUBUNGAN USIA TERHADAP PERDARAHAN POSTPARTUM DI RSUD BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan wanita merupakan hal yang s...
-
PATHWAY ASFIKSIA NEONATORUM Klik pada gambar untuk melihat pathway Download Pathway Asfiksia Neonatorum Via Ziddu Download Askep Asfiksia N...
-
PROSES KEPERAWATAN KOMUNITAS Pengertian - Proses keperawatan adalah serangkaian perbuatan atau tindakan untuk menetapkan, merencana...
-
Konsep Dasar Diagnosa Keperawatan Aktual BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sebagai suatu aspek yang terpenting dalam proses kepera...
-
Prelevansi penyakit kulit di Indonesia cukup tinggi baik oleh bakteri, virus atau jamur. Selain itu bergantung pada lingkungan dan kondisi...
-
Pathway Hematemesis Melena Klik pada gambar untuk melihat pathway Download Pathway Hematemesis Melena Via Ziddu
-
DEFINISI Ikterus ialah suatu gejala yang perlu mendapat perhatian sungguh-sungguh pada neonatus. Ikterus ialah suatu diskolorasi kuning pa...
-
Gangguan Masalah Eliminasi ALVI Konstipasi Konstipasi merupakan keadaan individu yang mengalami atau berisiko tinggi mengalami stasis usus b...
© ASUHAN KEPERAWATAN 2013 . Powered by Bootstrap , Blogger templates and RWD Testing Tool Published..Gooyaabi Templates
