Sabtu, 12 Maret 2011

Materi Jiwa Terapi Lingkungan

TERAPI LINGKUNGAN


“Menggunakan Lingkungan secara total untuk tujuan pengobatan”

Perkembangan :

1. 1700  “Moral Treatment” (Pinel)
2. 1970  Terapi lingkungan disesuaikan dengan kebutuhan populasi yang dilayani
3. Y.a.d  Lingkungan dikembangkan berdasarkan riset
 Struktur lingkungan yang efektif untuk spesifik group

Tujuan : Mengembangkan keterampilan emosional dan sosial yang akan menguntungkan kehidupan setiap hari.

Mengapa …..Th/ Lingkungan ?

Akibat negatif dari dirawat di Rumah Sakit :


1.  kemampuan berfikir dan bertindak secara mandiri
2. mengadopsi nilai dan sikap dari institusi
3. kehilangan kontak dan hubungan dengan dunia luar

 Keadaan di atas harus diatasi dengan terapi lingkungan.

Karakteristik Umum dari Terapi Lingkungan :
1. Distribusi Kekuatan
P-K-Klg bekerja sama untuk melengkapi data, berbagi tanggung jawab, kerja sama ambil keputusan.
Tujuan untuk : - Independen
- Otonomi 

2. Komunikasi yang terbuka
- Keputusan ada pada klien                      Perlu Komunikasi
- Untuk ambil keputusan Klien                     terbuka
perlu Informasi

3. Struktur Interaksi
Dulu : Semua terserah dokter dan perawat karena mereka > tahu
Sekarang : kerjasama K & staf 
• Identifikasi masalah, tujuan, strategi
• Kontak masing-masing untuk bertanggung jawab

4. Aktifitas Kerja
• Bagaimana proses pengobatan 
• Untuk keuntungan Klien bukan untuk institusi
• Klien memilih
• Sesuai kemungkinan kerja yad
5. Partisipasi Keluarga dan Masyarakat dalam Proses Terapi
Dulu : RSJ jauh dari pemukiman untuk melindungi mas.
Sekarang RSJ :
• Gampang dicapai
• Melindungi klien
• K dipertahankan selama mungkin dalam Kel/mas
• Selama di RSJ – kontak sering
• Proses pulang di koordinasikan oleh keluarga
• Bukan hanya Klien tapi keluarga boleh dirawat

6. Penyesuaian Lingkungan  Sesuai dengan Kebutuhan Perkembangan Klien.
Lingkungan Anak : Mainan, sekolah
Dewasa : Informasi, kerja
Tua : Fasilitas manula

Lima Aspek yang perlu diperhatikan :
1. Aspek Fisik
 Gedung permanen, mudah dijangkau, lengkap dengan kamar tidur, ruang tamu, ruang makan, kamar mandi, WC.
 Kantor perawatan dilengkapi dengan k. pertemuan
 Struktur dan tatanan dalam gedung dirancang sesuai kondisi dan jenis penyakit, tingkat perkembangan klien

Ciri Yang Tetap :
• Bagian dalam dan luar dari gedung dan hubungannya dengan gedung lain.
• Tempat di masyarakat
• Ruang dalam – melindungi privacy dan harga diri
Misal : kamar, kamar mandi, tempat barang klien.
 bebas memilih

½ tetap.
• Kebebasan bergerak dan hubungan dengan penataan ruang.

Jarak/Space yang tidak tetap :
• Dipengaruhi budaya, Misal : jarak intim dan artinya.
2. Aspek Intelektual
Perawat memberi stimulus eksternal yang 
K. dapat memperluas kesadaran diri sehingga menerima keadaan & peran sakit.

Ciri ciri :
• Warna, lampu, suara, temperatur, bau, rasa
• Penataan ruangan tidak komplek (rumit)
Contoh : warna 
Biru, hijau  tenang, teduh u/ yang gaduh
Merah        merangsang yang menarik diri

3. Aspek Sosial
P – P
P – K Harus berkembang pola 
P – Kelg interaksi yang 
Teknik komunikasi diperhatikan

Ciri-ciri lain :
• Peran masing-masing ruangan/bangsal
• Klien bertanggung jawab terhadap perilaku sehat sakitnya.
• Terapis : semua anggota tim mempunyai tujuan untuk  kesehatan klien

4. Aspek Emosional
 Perlihatkan sikap tulus, jujur/dapat dipercaya, hangat,   defensif, peka terhadap perasaan dan kebutuhan klien, empati, bersikap spontan.
• Semua faktor fisik – Intelektual – sosial  menghasilkan suasana emosi
Misal : saya tenang disini

Untuk ini terapis berperan :
• Tidak defensif dan tulus
• Empati
• Menciptakan : hangat, aman, percaya, menerima
• Mendukung, spontan

5. Aspek Spiritual
Ditujukan untuk memaksimalkan manfaat dari pengalaman, pengobatan dan perasaan damai bagi klien 
 Sediakan sarana ibadah.

Ciri-ciri :
• tersedia tempat beribadah, buku suci
• kesempatan dan nara sumber

Peran Perawat dalam Terapi Lingkungan
1. Peran Pengasuh
Memenuhi kebutuhan klien
Mengembangkan kemampuan baru
Membantu klien mengenal batasan-batasan dan menerima risiko akibat perilakunya.

2. Peran Sebagai Manajer
@ Sebelum memberikan askep terlebih dahulu melakukan pengkajian
@ Mengatur dan mengorganisasi semua kegiatan untuk klien
@ Mampu memberikan arahan singkat dan jelas kepada klien, keluarga dan tim kesehatan lain.

Hubungan dengan Praktek Keperawatan :
 Lingkungan Fisik
 Proses Keperawatan

1. Pengkajian : Klien bingung dan pelupa
Masalah : Perubahan proses fikir
Intervensi : - Kunci pintu untuk menjaga keamanan K.
Evaluasi : Keamanan klien terpelihara

2. Pengkajian : Beban kerja staff >>, ADL klien 
Masalah : Defisit perawatan diri : mandi/hygiene, berpakaian/berhias, makan, toileting
Intervensi : Meningkatkan perawatan diri klien sesuai dengan kemampuan
Evaluasi : Penampilan prof. dan hubungan perawat dapat diperbaiki, perawatan diri klien .






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan Lupa Tulis Komentarnya Gan: