Rabu, 28 Desember 2011

Sindrom Orang Tua

Orang tua kita adalah sosok yang paling berjasa dalam kehidupan kita. Beliau mempersiapkan supaya kita lahir ke dunia. Setelah lahir kita diasuh dan dididik agar dapat mandiri dan akhirnya menjadi orang tua yang mampu mendidik anaknya demikian seterusnya. Karena jarak usia orang tua-anak yang relatif besar, maka timbulah potensi konflik yang ditimbulkan oleh gap perubahan jaman. Pola pendidikan yang diberikan orang tua kadang dipersepsikan oleh anaknya yang hidup pada jaman yang berbeda dengan orang tuanya ketika seumurannya. Potensi konflik ini akan pecah menjadi konflik yang berkepanjangan jika tidak ada pemahaman dari kedua belah pihak. Jadilah persengketaan orang tua anak yang tidak pernah berakhir.


Serupa dengan ilustrasi di atas, dalam organisasi atau institusi selalu ada "pendiri" yang melahirkan kemudian membesarkan dan akhirnya akan meninggalkan. Para pendiri dengan segala pengalamannya sadar atau tidak telah memberikan warna dalam pertumbuhan organisasi tersebut. Meskipun demikian, waktu terus berjalan dan jaman berubah, pemikiran-pemikiran para pendiri ini ada saatnya tidak sesuai dengan perkembangan. Mulailah timbul permasalahan-permasalahan.

Permasalahan ini dalam sudut pandang saya terjadi karena biasanya yang muda segan pada yang tua dan yang tua merasa yang muda tidak boleh bicara (ingat iklan salah satu produk rokok). Saya sering mengalami peristiwa seperti ini. Biasanya hal yang sering diungkapkan oleh para pendiri tersebut adalah, "..kalau tidak ada kami, organisasi ini tidak ada..." dan seterusnya. Jika mendengar kalimat tersebut diucapkan atau justru Anda yang mengucapkannya, sadarilah bahwa kita harus segera asertif.

Asertif merupakan suatu bentuk kejujuran yang harus disampaikan. Seperti kata pepatah kejujuran memang menyakitkan. Tetapi itu tetap harus dikatakan. Saya pribadi lebih menyukai mengatakan sekarang meskipun menyakitkan daripada menundanya dan akhirnya tetap menyakitkan.

Menyatakan kebenaran sedini mungkin dapat mencegah berkembangnya permasalah menjadi lebih kompleks dan sulit diselesaikan. Respon yang timbul dapat luar biasa atau biasa saja. Yang lebih penting keduanya akan merumuskan pemecahan yang baru dan lebih spesifik.

Jika memang waktu sudah tidak berpihak pada para pendiri, barangkali menyerahkan pada yang lebih muda akan lebih bermanfaat. Organisasi akan terus dinamis berkembang dan beradaptasi terhadap waktu.

Nah, untuk Anda yang merasa menjadi para pendiri, ada baiknya bijak dalam berpikir dan mengambil keputusan. Jika perlu mungkin perlu membuat suatu organisasi baru yang sesuai dengan pemikiran-pemikiran bijak Anda. Dengan demikian masing-masing akan mendapatkan apa yang diinginkan? Bukankah hasil final dari pendidikan yang kita berika pada anak-anak adalah kemandirian anak itu sendiri?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan Lupa Tulis Komentarnya Gan: