• home

ASUHAN KEPERAWATAN

  • HOME
  • DOWNLOAD ASUHAN KEPERAWATAN
  • Cara Mendapatkan Password
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Oktober 2008

Penderita Darah Tinggi Meningkat Usai Lebaran
di 04.36 Label: Berita
Jumlah penderita penyakit tekanan darah tinggi, diare dan kelelahan meningkat di Balikpapan usai liburan (cuti bersama) pada Lebaran 1429 H.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan Dyah Muryani di Balikpapan, Selasa mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan Puskesmas di "Kota Minyak" itu jumlah penderita tiga jenis penyakit itu meningkat tajam.

Namun, dia mengaku belum bisa memberikan data pasti, yang jelas semua Puskesmas di Balikpapan melaporkan bahwa jumlah penderita tiga jenis penyakit itu jumlahnya meningkat tajam usai Hari Raya Idul Fitri 1429 H.

"Faktor penyebab, kemungkinan pola makan yang kurang baik. Setelah satu bulan berpuasa, banyak warga yang kemudian ingin mencicipi apa saja makanan kegemarannya," imbuh dia.

Faktor kelelahan dalam perjalanan libur Lebaran 2008, diperkirakan juga menjadi pemicu naiknya tekanan darah tinggi dan sakit kelelahan.

Kelelahan karena mempersiapkan kondisi rumah untuk menerima tamu saat menghadapi Lebaran juga menjadi pemicu naiknya tekanan darah tinggi.

"Saat silaturahmi, banyak makanan mengandung kolestorol tinggi yang disajikan, ini juga menjadi penyebab naiknya tekanan darah tinggi," imbuh dia.

Khusus diare, ia menjelaskan bisa jadi karena warga banyak mengkonsumsi makanan yang tidak sesuai dengan kondisi perut sesuai puasa selama satu bul
Read More

Rabu, 17 September 2008

AIDS Lebih Banyak Diderita Pria
di 05.51 Label: Berita
Data terbaru menyebutkan bahwa kasus AIDS di Indonesia ternyata lebih banyak terjadi pada kaum pria. Dari total 12.688 kasus yang tercatat sejak 1 Januari 1987 hingga 30 Juni 2008, AIDS lebih banyak dialami pria yakni mencapai 9.963 kasus. Sebanyak 2.658 kasus dialami wanita dan 65 kasus lainnya tidak diketahui jenis kelaminnya.

Menurut rincian yang diungkap staf Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Pusat Pusat, Dony Purwadi, dan sesuai data yang dilaporkan ke Departemen Kesehatan RI, secara kumulatif jumlah pasien terinfeksi HIV dan kasus AIDS di Indonesia sejak awal 1987 hingga 30 Juni 2008 mencapai 18.963 kasus. Pasien yang terinfeksi HIV tercatat 6.277 kasus, AIDS mencapai 12.686 kasus, dan pasien yang telah meninggal dunia sebanyak 2.479 orang.

Pada pria, kasus AIDS lebih banyak terjadi karena penularan melalui penggunaan jarum suntik narkoba (IDU) dengan jumlah kasus mencapai 5.797. Sedangkan pada perempuan, penularan melalui IDU mencapai 404 kasus.

Secara kumulatif, kasus HIV/AIDS memang kebanyakan terjadi karena penggunaan jarum suntik narkoba (6.237 kasus), disusul heteroseksual (5.438 kasus), homo-biseksual (482 kasus), transmisi perinatal/kelahiran (228 kasus), tranfusi darah (10 kasus), dan tidak diketahui penyebabnya (291 kasus).

Berdasarkan data Depkes tersebut, jumlah kasus baru yang dilaporkan pada tahun 2008 hingga Juni, mencapai 1.758 kasus, sedangkan pada tahun 2007 lalu dilaporkan sebanyak 3.783 kasus HIV/AIDS baru, dan tahun 2006 sebanyak 3.859 kasus baru.

Pada laporan itu, menurut Dony, disebutkan dalam triwulan April- Juni 2008 dilaporkan terdapat tambahan kasus AIDS dan pengidap infeksi HIV positif untuk HIV sebanyak 148 kasus, dan AIDS 919 kasus.

Provinsi yang melaporkan kasus baru AIDS itu, di antaranya Sulawesi Selatan sebanyak 155 kasus baru, Papua 110 kasus baru, Bali (90 kasus), Jatim (66), Jateng (33), DKI Jakarta (47), Sumbar (30), Jambi (19), dan beberapa provinsi lainnya (tidak termasuk Lampung) melaporkan kasus baru antara satu hingga lebih lima kasus.

Read More
Kolaborasi Philips-UMC dalam Riset Medical Imaging
di 05.47 Label: Berita
Philips pada hari Selasa (16/9) ini mengumumkan nota kesepahaman dilakukannya penelitian jangka panjang dengan University Medical Center Utrecht (UMC), universitas kedokteran terbesar di Belanda.

Philips dan UMC Utrecht akan mencari solusi-solusi baru untuk mendiagnosa, memonitor, dan merawat penyakit yang berpeluang mematikan. Philips dan UMC akan berkolaborasi dalam membangun proyek penelitian dalam medical imaging yang akan diterapkan pada penyakit otak, kanker, jantung, otot, dan paru-paru.

Fokus utama dari penandatanganan nota kesepahaman ini adalah gambaran akan terciptanya sebuah panduan mengenai intervensi dari akar pengobatan penyakit tumor.

"Layanan kesehatan berkualitas tinggi dimulai dari kerjasama tim staf medis dengan pasiennya," ungkap Steve Rusckowski, CEO of Philips Healthcare dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (16/9).

"UMC Utrecht dan Philips, lanjut Rusckowski memiliki sejarah panjang dalam kerjasama membangun teknologi kesehatan mutakhir, meliputi pengaplikasian dalam bidang radiologi, kardiologi, neurologi, dan onkologi. Keduanya akan terus membangun dan fokus pada perkembangan solusi-solusi sepanjang siklus kesehatan mulai dari diagnosa hingga perawatan, pemulihan, dan kontuinitas kesehatan.

Sementara itu Professor Geert Blijham, Chairman of the Board of UMC Utrecht, menyatakan pihaknya akan fokus pada inovasi, perawatan pasien, dan berbagi pengetahuan akan kesehatan.

“Khususnya, kami akan lebih fokus pada perawatan yang diberikan kepada para pasien, dengan penelitian yang memiliki tujuan utama bagi penelitian yang langsung dapat diaplikasikan – menjembatani kekosongan antara penelitian sains yang fundamental dan aplikasi klinis, " ujarnya.
Read More

Minggu, 07 September 2008

Pengawasan Depot Air Minum Perlu Ditingkatkan
di 05.33 Label: Berita
Pengawasan ketat terhadap depot-depot yang menjual air minum isi ulang perlu ditingkatkan agar air yang dihasilkan sehat dan layak konsumsi masyarakat.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sulawesi Tengah, Salman Hadiyanto, Jumat (5/9) mengimbau pengawasan kebersihan dan kesehatan produk air minum isi ulang harus peningkatkan dan dilakukan secara rutin, apalagi saat bulan Ramadhan banyak warga membeli air kemasan isi ulang yang diproduksi secara lokal.

Dikatakannya, selama Puasa hingga Lebaran banyak warga di kota Palu membeli produk air isi ulang karena tidak perlu memasak lagi. Menurutnya,bisnis penjualan air isi ulang menjadi salah satu usaha yang menarik dan dilirik masyarakat untuk meningkatkan pendapatan mereka. Hal itu ditandai dengan semakin banyaknya usaha menjual air minum isi ulang di Kota Palu.

Untuk itulah, ia mengharapkan pemerintah khususnya Pemda setempat untuk tidak hanya mengeluarkan izin usaha untuk depot air minum. Tetapi perlu diikuti dengan sistem kontrol yang ketat terhadap produk yang dihasilkan.

Selain itu, instansi terkait seperti Dinas Kesehatan, maupun Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) harus proaktif melakukan pengawasan agar air yang dijual kepada masyarakat benar-benar memenuhi standar kebersihan dan layak dikomsumsi. Melalui pengawasan itu, diharapkan para pengusaha depot air minum isi ulang benar-benar memperhatikan kelayakan air tesebut melalui uji laboratorium.
Read More
Nestle Bagikan 54.000 Buku Pengetahuan Nutrisi
di 05.30 Label: Berita
Untuk mengantisipasi anak-anak gizi kurang dan gizi buruk, pengetahuan orangtua soal nutrisi dan tumbuh-kembang anak harus ditingkatkan. Ketidakpedulian orangtua terhadap tumbuh kembang anak memicu tingginya potensi anak mengalami gizi buruk. Saat ini dilaporkan empat juta anak Indonesia penderita kurang gizi terancam merosot kondisinya ke gizi buruk jika tidak ditangani semestinya.

Pakar Gizi Nestle Indonesia Erika Wasito mengatakan hal itu, Jumat (5/9) di Jakarta, setelah Nestle Indonesia selama dua bulan terakhir membagi-bagikan buku Medutainment: Senangnya Hatiku Waktu Makan Tiba secara gratis sebanyak 50.000 eksemplar ke rumah-rumah sakit di seluruh Indonesia dan 4.000 eksemplar disebarkan di empat kota besar (Surabaya, Medan, Makassar, Medan, dan Bandung) melalui ibu-ibu gerakan PKK.

Sebelumnya, dalam seminar peluncuran Nestle Dancow Batita, ahli gizi anak dari Institut Pertanian Bogor, Prof Dr Ir Ali Khomsan MS mengungkapkan, kondisi empat juta anak Indonesia yang mengalami gizi kurang sungguh mengkawatirkan. Hal ini disebabkan dari 250.000 posyandu, yang aktif kurang dari 50 persen. Sementara pemerintah hanya mampu menangani 39.000 anak gizi buruk per tahun.

Erika Wasito menjelaskan, jika perilaku orangtua yang tidak peduli perkembangan berat badan anak dalam tiga bulan terakhir tidak diubah, potensi anak mengalami gizi buruk mencapai 70 persen. "Kebanyakan ibu-ibu tidak memperdulikan timbangan anak. Padahal, kalau dalam dua bulan berturut-turut tidak mengalami kenaikan berat badan, harus segera dicurigai mengalami gizi buruk, " ujarnya.

Agar ibu-ibu atau orangtua punya pengetahuan soal nutrisi, Nestle Indonesia melalui program Nestle Cerelac Turut Cerdaskan Para Ibu dan Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup Buah Hati Indonesia, membagi-bagikan buku Medutainment: Senangnya Hatiku Waktu Makan Tiba, dengan harapan dapat mendorong para ibu mengembangkan ide-ide kreatif bagi buah hati masing-masing dalam mendorong dua hal yang paling penting dalam tumbuh kembang anak, yaitu nutrisi dan simulasi.

Dalam buku itu antara lain diungkapkan, di awal penyapihan (usia 6 bulan) kebutuhan 70-80 persen nutrisi bayi dipenuhi dari Air Susu Ibu (ASI), dan sisanya 20-30 persen dari makanan padat.

Seiring bertambahnya usia, perbandingan bergeser hingga usia 1 tahun, di mana ASI memenuhi 20-40 persen kebutuhan, dan 60-80 persen dipenuhi dari makanan padat.

Saat usia 24 bulan, kebutuhan dipenuhi dari makanan keluarga. Perubahan makanan padat terjadi dalam hal tekstur (halus hingga kasar), kondistensi (lunak hingga padat), porsi dan frekuensinya sesuai dengan kemampuan dan perkembangan buah hati.

Setiap anak, lanjut Erika, memiliki keunikan dalam kecepatan dan pencapaian tumbuh kembangnya. Pada saat makan, si buah hati idealnya bukan hanya memperoleh asupan berbagai nutrisi untuk pertumbuhan fisiknya, tetapi juga menerima berbagai stimulasi yang mampu merangsang perkembangan mental dan intelektualnya.

"Yang utama bagaimana orangtua dapat membuat waktu makan menjadi saat yang istimewa dan menyenangkan untuk si kecil, sehingga ia bisa menjadi anak yang sehat, cerdas, dan selalu ceria," katanya.

Dalam konsep Medutainment, makan harus menjadi momentum entertainment bagi sang anak maupun ibu. sehingga saat makan adalah saat berinteraksi yang penuh keceriaan bersama buah hati.

Selain membagi-bagikan buku pengetahuan soal nutrisi secara gratis, Nestle Cerelac bekerjasama dengan sejumlah pasar swalayan, juga menggelar Meduatainment Zone. Medutainment Zone merupakan acara bagi para orangtua dalam memperoleh informasi dan tips seputar tumbuh-kembang anak yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan, melalui tiga zona, yaitu Meal Zone (dapur ibu cemerlang dan info saji nutrisi), Education Zone (talkshow dan pelatihan, games tumbuh kembang), dan Entertainment (bingkai cinta cemerlang, mucic corner, kids play ground).

Read More

Selasa, 26 Agustus 2008

TB Resisten Ternyata Dapat Diobati
di 10.49 Label: Berita

TUBERKULOSIS atau TB yang sudah resisten dengan berbagai perawatan dan pengobatan ternyata dapat diatasi dengan terapi agresif. Resistensi obat yang dialami para penderita TB terkait erat dengan meningkatnya angka kematian. Setidaknya 7 persen kasus infeksi meninggi di seluruh dunia gara-gara resistensi ini.

Kekhawatiran ini sekarang berkurang karena ternyata para ilmuwan menemukan cara baru untuk mengobati TB, yakni dengan terapi kombinasi, sekurangnya lima obat. Demikian laporan dari Jurnal LANCET menyebut.

Para ahli di Inggris sendiri mengatakan bahwa ini merupakan kabar baik. Namun tentu saja, sumber daya perlu dikerahkan untuk penelitian lanjut. Multi Drug Resisten (MDR) pada TB di Inggris sendiri mencapai 50 hingga 70 persen setiap tahun, terutama untuk mereka yang menggunakan obat isoniazid dan rifampin.

Namun dalam kasus TB yang mengalami resisten secara ektensif atau extensively resistant (XDR), sekurangnya dua dari tahap kedua perawatan tidak terlalu bermanfaat untuk dijalankan. Beberapa ahli berspekulasi bahwa XDR TB efektif bila tak diobati. Namun, fakta menunjukkan 52 orang mati dalam 16 hari di Afrika Selatan setelah penyakit ini mewabah di antara para pasien HIV.

Dalam penelitian terakhir yang dilakukan pada 600 pasien yang mengalami resistensi TB di Rusia, para peneliti menemukan bahwa nyaris 5 persen dari mereka mengalami XDR-TB. Setiap pasien dirawat berdasar strain penyakitnya. Tujuannya untuk menyediakan sekurangnya lima obat berdasar strain khusus yang diidap sehingga pengobatannya bisa diterima atau tepat sasaran.

Hampir setengah dari pasien TB jenis XDR dan 67 persen pasien TB MDR teratasi dengan baik. Ketua peneliti, Dr. Salmaan Keshavjee dari Sekolah Kedokteran Harvard, Amerika Serikat mengatakan," Managemen yang agresif atas infeksi yang terjadi sangat mungkin dilakukan dan dapat mencegah meningkatnya kematian dan transmisi yang lebih jauh lagi strain bakteri yang resisten terhadap obat."

Dr. John Moore-Gillon, juru bicara British Lung Foundation mengatakan, kabar buruknya adalah TB jenis XRD sudah muncul dan menyebar. "Masalah yang kita punya adalah kontrol yang tidak memadai atas penyakit ini. Perlu adanya upaya keras untuk mengatasi persoalan ini dengan program yang terstruktur dan menyeluruh."

John mengungkapkan bahwa yang paling penting dari laporan di jurnal ini adalah bahwa TB jenis XDR dapat diselesaikan meski dengan biaya yang sangat mahal. TB- MDR, kata John butuh biaya puluhan ribu. Tapi TB XDR butuh lebih dari itu.

Read More

Minggu, 17 Agustus 2008

Gizi Buruk Ancam 4 Juta Anak Indonesia
di 23.59 Label: Berita
Sebanyak 4 juta anak Indonesia yang menderita kurang gizi terancam jatuh derajadnya ke gizi buruk, jika tidak mendapat penanganan menurut semestinya. Masalahnya, dari 700.000 penderita gizi buruk, kemampuan pemerintah menangani hanya 39.000 anak gizi buruk per tahun. Kondisi ini menjadi ancaman karena dari 250.000 Posyandu yang ada, tidak lebih dari 50 persen yang masih aktif. Demikian benang merah yang dikemukakan ahli gizi anak dari Institut Pertanian Bogor, Prof Dr Ir Ali Khomsan MS dan Tim Ahli Anak dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia Tb Rachmat Sentika, Senin (11/8) di Jakarta.

Ali Khomsan mengatakan, akar masalah yang menyebabkan tingginya angka anak yang menderita kurang gizi, yang mencapai 4 juta, adalah kemiskinan. Jika tidak ditangani, secara sporadis kasus kurang gizi akan semakin bertambah. Bahkan, yang berstatus kurang gizi bisa jatuh ke derajad gizi buruk. Masalah ini, bukan hanya menjadi tanggung jawab departemen kesehatan, tetapi pemerintah secara keseluruhan.

Akibat kemiskinan, anak-anak makan seadanya dan dominan karbohidrat. Bukti kurang gizi berkepanjangan bisa dicermati dari kondisi fisik anak, di mana anak balita posturnya pendek mencapai berkisar 25,8 persen sampai 34,3 persen dari jumlah balita yang ada.

Kemudian, Posyandu perlu direvitalisasi. Tak cukup hanya sebatas lip service, tapi harus diwujudkan dengan tindakan nyata. Misalnya kualitas kader posyandu perlu ditingkatkan, terutama soal pengetahuan tentang gizi. Kenyataan, pengetahuan gizi kader Posyandu umumnya rendah. Apalagi mereka kurang dihargai, dianggap sebagai kerja sukarela.

Senada dengan itu, Rachmat Sentika mengatakan, kualitas asupan gizi balita di Indonesia memprihatinkan. Penyebabnya asupan gizi yang kurang dan perubahan pola asuh keluarga yang tidak terpantau baik. " Dari 250.000 Posyandu yang ada, tidak lebih dari 50 persen yang masih aktif. Berarti cakupan pengendalian kualitas gizi balita di Indonesia tidak lebih dari 50 persen. Dampaknya, probalitas terjadinya gizi buruk sangat tinggi," ujarnya.

Menurut Rachmat, hal mendesak yang harus segera dilakukan adalah operasi sadar gizi dan keluarga berkualitas secara swadaya. Pastikan KMS, KIA, PMT, tenaga dokter, bidan, kader tersedia dan Posyandu berjalan untuk seluruh bayi, balita, ibu hamil, ibu menyusui dan pasangan usia subur. Pastikan Desa Siaga.

" Timbang seluruh balita tanpa kecuali, tetapkan status gizinya, laporkan secara berjenjang dengan jujur. Penderita gizi buruk atau di bawah garis merah segera lakukan reelementasi dengan PMT pemulihan di fasilitas kesehatan terdekat. Gizi buruk yang sudah mendapat pemulihan dikembalikan ke masyarakat melalui kader posyandu, bidan desa, dan puskesmas," paparnya.

Dua Tahun Pertama

Ali Khomsan mengungkapkan, masa-masa penting dalam pertumbuhan bayi adalah dua tahun pertama. Sel otak anak sampai usia 2 tahun akan berkembang baik jika mendapat asupan gizi yang baik pula. Jika mengalami gizi buruk pada usia di bawah 2 tahun, maka perkembangan kecerdasannya akan terganggu. Walaupun diberi asupan gizi, misalnya, sehingga sampai usia 5 tahun tumbuh normal, misalnya, maka di balita tetap berpotensi kurang cerdas.

"Fase cepat tumbuh otak mulai dari janin usia 30 minggu sampai bayi 18 bulan. Otak tumbuh selama balita. Ketika lahir jumlah sel otak 66 persen, dengan bobot total 27 persen," katanya. Tentang angka kecukupan gizi jenis calsium 800-1200 mg. Kontribusi dairy products (AS) 400 mg Ca, kontribusi susu (Indonesia) hanya 23 mg Ca.

Menurut organisasi pangan dunia FAO, masyarakat Indonesia mengongsumsi susu rata-rata sembilan liter setiap tahun per kapita, tertinggal jauh disbanding Malaysia 25,4 liter, Singapura 32 liter, bahkan Vietnam 10,7 liter, dan Philipina 11,3 liter. Rendahnya konsumsi susu di Indonesia, menurut Ali Khomsan, disebabkan banyak faktor. Salah satunya adalah pemahaman yang rendah tentang pentingnya susu bagi kesehatan.

Read More

Jumat, 11 Juli 2008

KB pun Butuh Teknologi Informasi
di 06.17 Label: Berita
Untuk menjawab tantangan zaman dan mempercepat pencapaian target program Keluarga Berencana, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional/BKKBN mulai menggunakan teknologi informasi dan komunikasi/ICT.

"Permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan program KB di era desentralisasi sekarang ini adalah terhambatnya jalur komunikasi antara pusat dengan petugas di lini lapangan, padahal ujung tombak program KB berada di tangan petugas lapangan tersebut," kata Kepala BKKBN Sugiri Syarief saat Seminar Information Communication Technology/ICT Update Pengembangan dan Implementasi ICT pada Program KB Nasional di Jakarta, Rabu (9/7).

Sekarang ini menurut Sugiri Syarief, jalur komunikasi dari lini lapangan ke pusat dan sebaliknya terasa begitu lambat. Oleh karena itu salah satu upaya untuk memperpendek waktu tempuh penyebarluasan data dan informasi adalah melalui pendayagunaan perangkat teknologi informasi dan komunikasi.

Sugiri Syarief pun mencanangkan tanggal 9 Juli 2008 sebagai tonggak sejarah Revolusi budaya kerja berbasis Teknologi Informasi dalam manajemen Program KB Nasional .

Revolusi budaya kerja dalam organisasi yang dimaksud di sini antara lain adalah perubahan perilaku dari sesuatu yang sifatnya manual dan paper based menjadi sesuatu yang bersifat elektronik. Sebagai contoh, sub sistem Pencatatan dan Pelaporan yang selama ini dikembangkan masih menggunakan formulir-formulir yang harus dibuat rekapitulasinya pada setiap tingkatan wilayah.

Bisa dibayangkan betapa panjangnya proses yang harus dilalui, padahal di lain pihak ada teknologi yang dapat membantu kita untuk melakukan rekapitulasi pada masing-masing tingkat wilayah, jadi kita cukup memasukkan data dari tingkat yang paling rendah langsung ke pusat kemudian didistribusikan kembali melalui jaring internet, kata Sugiri Syarief.

Dengan cara ini diharapkan pencapaian program KB dapat diikuti secara cepat sehingga apabila terjadi kekeliruan dapat diketahui secara cepat kemudian dilakukan penyesuaian dengan cepat pula.

Read More
Kesehatan Terkait Erat dengan Ketahanan Nasional
di 06.16 Label: Berita
Kesehatan fisik suatu bangsa sangat terkait erat dengan ketahanan nasionalnya. Oleh karena itu Departemen Kesehatan dan Tentara Nasional Indonesia-Angkatan Darat/TNI-AD menjalin kerjasama terkait dengan ketahanan nasional.

"Perang di masa mendatang bisa jadi tidak lagi menggunakan misil, tetapi bisa saja menggunakan senjata biologis yang berasal dari data biologis," kata Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari seusai penandatangan Kesepakatan kerja sama bidang kesehatan dengan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Agustadi Sasongko Purnomo di Jakarta, Kamis (10/7).

Kesepakatan kerja sama ini merupakan lanjutan kesepakatan terakhir yang ditandatangani pada tahun 1999 dan berakhir pada 2004 lalu. Kerja sama melingkupi penyediaan pelayanan kesehatan dasar dan rujukan, penanggulangan bencana massal, kegiatan bakti sosial, penyediaan obat dan alat kesehatan sesuai kebutuhan, pemenuhan tenaga kesehatan di sarana pelayanan dan penyelenggaraan pendidikan, pelatihan, penelitian, dan pengembangan ilmu peng etahuan dan teknologi di bidang kesehatan.

Pelayanan kesehatan mencakup pula pelayanan di daerah konflik, terpencil, kepulauan dan terasing. Selain itu Depkes dan TNI-AD bekerjasama untuk penyehatan lingkungan, kesehatan matra darat, serta pemberantasan dan penanggulangan penyakit.

"Kesehatan para prajurit TNI itu siapa yang memikirkan mereka? Kalau mereka dimasukkan ke program Jamkesmas, mereka bukan orang miskin, tetapi anggota TNI yang berpangkat prajurit. Kami meminta masukan dari TNI-AD, apa perlu kami dirikan Pos Kesehatan Prajurit?" kata Menkes.

Selain itu, Menkes menegaskan bahwa kerjasama dengan TNI-AD ini memang perlu karena sekarang ini ada beberapa penyakit yang perlu sudut pandang yang tidak sama dengan dulu.

"Indonesia ini negara strategis dan kaya raya yang bisa menjadi sasaran negara lain yang ingin memanfaatkan negara kita, karena itu kerjasama dengan TNI-AD sangat perlu," tutur Menkes.

Menurut Menkes, Indonesia belajar dari keberadaan NAMRU-2 yang berada di bawah Angkatan Laut Amerika Serikat. NAMRU-2 ada di Jakarta itu menunjukkan upaya ketahanan nasional suatu bangsa, dalam hal ini Amerika Serikat. "Ini bisa jadi cermin untuk Depkes dan TNI-AD bekerjasama," kata Menkes.

Read More
Edukasi Seks Jadi Ekstrakurikuler SMA
di 06.08 Label: Berita
PENTINGNYA edukasi atau pendidikan tentang seksualitas khususnya bagi kalangan remaja memang tak terbantahkan lagi. Derasnya arus informasi telah menyebabkan orang tua sulit lagi menahan atau membatasi anak-anaknya dari akses informasi termasuk perihal seksualitas.

Oleh karena itulah, edukasi soal seks kini telah mulai diupayakan untuk menjadi bagian dari pendidikan sekolah, meskipun belum bisa menjadi bagian kurikulum. Berkat inisiatif serta dorongan sejumlah lembaga nirlaba, sekitar 20 Sekolah Menengah Atas (SMA) di lima wilayah Jakarta telah menjadikan edukasi seks sebagai kegiatan ekstrakurikuler yang digelar secara rutin setiap pekannya.

Seperti diugkapkan Direktur Mitra INTI Foundation, Laily Hanifah M.Kes, pihaknya bersama dengan beberapa lembaga non profit lainnya telah berhasil melobi serta mendesak beberapa sekolah menggelar pendidikan seks sebagai kegiatan ekstrakurikuler.

"Ada empat sekolah di tiap wilayah di Jakarta yang telah berinisiatif menjadikan pendidikan seks sebagai bagian ekstrakurikuler. Di antara mereka ada yang sudah mulai, sebagian lain masih dalam persiapan untuk mulai," papar Laily di sela-sela talkshow "Seksualitas di Indonesia : Tabu atau Perlu?" dan acara peluncuran Buku Kesproholic di Jakarta, Kamis (10/7). .

Untuk saat ini, lanjutnya, pendidikan seks sebagai memang belum memungkinkan untuk menjadi bagian kurikulum sekolah menengah mengingat padatnya jadwal serta beban pelajaran. Laily juga menyesalkan pihak pemerintah yang seperti menutup mata terhadap pentingnya pendidikan seks menjadi bagian dari pelajaran di sekolah-sekolah.

"Padahal edukasi seks jelaslah sangat penting mulai SD hingga perguruan tinggi Kenapa pemerintah seperti tidak bertindak apapun. Seharusnya pemerintah yang punya power lebih gencar dalam hal ini. Oleh karena itulah, menjadikannya sebagai kegiatan ekstrakurikuler merupakan langkah awal. Yang penting, ada komitmen dari pihak sekolah dan pendidikan seks di sekolah. Yang memberi materi juga sebaiknya guru sekolah masing-masing supaya berkesinambungan," tambahnya

Bila pilot project ini berhasil, lanjut Laily, diharapkan pemerintah akan semakin terbuka mata. Dengan begitu, pendidikan seks diharapkan akan menjadi mata pelajaran di seluruh sekolah di masa mendatang.
Read More

Minggu, 06 Juli 2008

Kendalikan Stres dan Hipertensi, Raih Produktifitas

di 13.21 Label: Berita
Berdasar Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2001, data Pola Penyebab Kematian Umum di Indonesia, penyakit jantung dan pembuluh darah dianggap sebagai penyakit pembunuh nomor 1 di Indonesia. Dan gangguan jantung dan pembuluh darah seringkali bermula dari hipertensi, atau tekanan darah tinggi. Selain itu, hipertensi yang merupakan suatu kelainan vaskuler awal, dapat menyebabkan gangguan ginjal, merusak kerja mata, dan menimbulkan kelainan atau gangguan kerja otak sehingga dapat menghambat pemanfaatan kemampuan intelegensia secara maksimal.

Diperkirakan 250 orang menghadiri Seminar Pengendalian Hipertensi Berhubungan dengan Stres dan Intelegensi untuk Hidup Berkualitas yang dilaksanakan Rabu, 2 Juli 2008, di Gedung Serbaguna Depkes Blok C, Jl. HR Rasuna Said Jakarta Selatan. Partisipan terdiri dari para pegawai di lingkungan Departemen Kesehatan, Pengurus Dharma Wanita Departemen Kesehatan dan beberapa undangan lain termasuk keluarga para pegawai, terutama yang telah berusia di atas 40 tahun, yang datang untuk mendengarkan penjelasan dari para pembicara yaitu ahli jantung dari RS Mitra Kelapa Gading, ahli kesehatan jiwa dari RSJ Soeharto Heerdjan Grogol, dan Ketua Perhimpunan Hipertensi Indonesia.

Seminar sehari ini dilaksanakan atas kerjasama antara Biro Kepegawaian, Biro Umum, Direktorat Kesehatan Jiwa, Direktorat Penyakit Tidak Menular, Pusat Intelegensia, Pusat Promosi Kesehatan dan Pusat Komunikasi Publik. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Hipertensi Sedunia, 17 Mei 2008, yang puncaknya akan diselenggarakan pada minggu pertama bulan Agustus 2008 di Istana negara. Berbagai pihak terlibat dalam rangkaian acara ini, pemerintah, swasta, pemuda, lembaga swadaya masyarakat dan berbagai kelompok masyarakat. Menurut Sekretaris Jenderal Depkes, dr. Sjafii Ahmad, MPH, dalam sambutan pembukaan seminar, hipertensi sebetulnya merupakan penyakit yang dapat dicegah jika faktor risiko dapat dikendalikan. Pengendalian hipertensi harus didasari partisipasi dan pemberdayaan masyarakat, dengan mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat. Sesjen mengharapkan gahwa seminar dapat menambah wawasan peserta, khususnya pegawai Depkes dan keluargannya. Deteksi dini bagi mereka yang belum teridentifikasi dan kepatuhan minum obat bagi yang sudah terkena hipertensi adalah kunci pengendalian hipertensi. Agar angggota masyarakat dapat menjaga diri dari hipertensi, karena sebetulnya hipertensi dapat dicegah dengan mengendalikan faktor risiko, yang salah satunya adalah keadaan tertekan yang sering disebut stres. Stres dapat memicu peningkatan hormon adrenalin dan kortisol, juga sering membuat orang memiliki kebiasaan makan yang kurang baik, mengkonsumsi rokok atau merokok, dan meninggalkan olah raga. Keadaan-keadaan tersebut jika tidak ditanggulangi, berpotensi menjadi faktor risiko hipertensi. Pengendalian stres berdampak besar pada penurunan tekanan darah. Jadi, mengendalikan tekanan psikologis berarti mengendalikan tekanan darah. Selain itu, hipertensi juga dapat dicegah dengan program hidup sehat tanpa rokok, olah raga cukup, konsumsi makanan berserat, pengurangan asupan garam. Dari pemeriksaan kesehatan terhadap 500 pegawai Departemen Kesehatan, terdeteksi bahwa 99 orang menderita hipertensi. Prevalensi hipertensi di Indonesia diperkirakan mencapai 17-21% dari populasi, dan kebanyakan tidak terdeteksi karena manusia dapat saja mengalami gangguan hipertensi tanpa merasakan gangguan atau gejalanya. Menurut WHO, dari 50% penderita hipertensi yang terdeteksi, hanya 25% mendapat pengobatan, dan hanya 12,5% dapat diobati dengan baik.
Read More
Pemerintah Harus Lebih Maksimal Lindungi Warganya
di 13.02 Label: Berita
Saat ini pemerintah diharapkan memiliki niat baik melindungi warganya dari bahaya tembakau, terutama anak-anak dan remaja. Gempuran iklan rokok di berbagai media harusnya dibendung pemerintah.

Mestinya pemerintah sudah meratifikasi FCTC (Framework Convention on Tobacco Control). Indonesia ini sudah terhina betul dengan tidak mau meratifikasi kesepakatan dunia. "Negara sangat tidak beradab karena pemerintahnya tidak mau melindungi rakyatnya," kata sosiolog Imam Prasodjo dalam diskusi publik bertema Pengendalian Tembakau Ditinjau dari Sisi Agama dan Sosial di Jakarta, Kamis (19/6).

Pada diskusi yang diselenggarakan oleh Forum Parlemen Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan bekerjasama dengan KBR68H, juga ditampilkan pembicara Prof KH Ali Mustafa Yaqub, Wakil Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Menurut Ali Mustafa, Komisi Fatwa MUI sudah mengagendakan untuk membahas persoalan rokok di musyawarh fatwa. "Sebenarnya ini tidak lama, prediksi saya akan dikeluarkan fatwa tentang merokok. Menurut saya, untuk meninggalkan rokok sebenarnya tidak perlu menunggu fatwa MUI, karena sudah jelas mudaratnya," kata KH Ali Mustafa.

Sementara Imam Prasodjo mengatakan, bukan berarti rokok itu haram. Akan tetapi, kebiasaan mengonsumsi zat adiktif seperti rokok itulah yang haram, karena itu sudah seperti narkoba. "Secara ekonomi buat apa kita beli sesuatu yang tidak berguna di tengah ekonomi yang kian sulit," kata Imam.

"Rokok adalah zat adiktif yang membuat orang ketagihan. Jika orang sudah merokok aktif, maka akan sangat sulit menghentikannya. Mereka para perokok ini adalah korban. Bagaimana keluar dari jebakan rokok jika infrastruktur tidak menunjang? Iklan rokok tetap diperbolehkan," ujar Imam.

Karena itu sudah saatnya pemerintah Indonesia meratifikasi FCTC yang telah diratifikasi oleh ratusan negara di dunia. Di dalam FCTC inilah terdapat pasal-pasal mengenai pembatasan iklan, pictorial health warning di bungkus rokok.

Industri rokok juga jangan ofensif masuk ke ruang-ruang publik secara sembarangan. "Di Aceh saya pernah melihat ada papan nama RS yang tertulis sponsor rokok. Ini gila! Pemerintah mengizinkan hal-hal seperti ini kan aneh?," kata Imam Prasodjo.

Read More
Hadiah Jutaan Rupiah untuk Perokok
di 13.00 Label: Berita

MEMBERIKAN iming-iming hadiah sejumlah uang kepada para pecandu supaya mau lepas dari jeratan rokok tampaknya dapat dipertimbangkan menjadi solusi baru, khususnya kepada masyarakat miskin.

Setidaknya upaya tersebut telah mulai dilakukan Depkes Skotlandia di sebuah wilayah itu. Para perokok di wilayah termiskin di kota Dundee ditawari hadiah voucher belanja senilai 150 poundsterling atau sekitar Rp 2,7 juta untuk waktu tiga bulan bila berhasil melepaskan diri dari kecanduan rokok.

Para partisipan akan mendapatkan dana belanja kebutuhan sebesar 12,5 poundsterling per minggu selama 12 pekan dari Depkes kota Tayside jika mereka dinyatakan lolos dalam tes karbon monoksida. Tes inilah yang nantinya akan membuktikan apakah napas dan paru-paru mereka benar-benar bersih dan sudah tidak merokok. Bantuan tersebut akan ditransfer ke dalam sebuah kartu elektronik, dan tidak dapat digunakan untuk membeli rokok atau minuman beralkohol.

Di kota Dundee, terdapat sekitar 36.000 perokok dan hampir setengahnya tinggal di wilayah permukiman miskin. Skema atau model yang sama juga telah diterapkan dalam proyek yang ditujukan mengajak para wanita hamil untuk berhenti merokok. "Tahun lalu Pemerintah Skotlandia menantang depkes di wilayah Tayside untuk mengatasi masalah merokok di wilayah miskin. Proyek ini mencoba untuk memberikan solusi dan jika sukses akan disebarkan secara nasional," ungkap Sandy Watson, Ketua Dewan Kesehatan.

"Rokok adalah masalah yang sulit diatasi di Dundee, tetapi kita berharap dengan pendekatan inovatif ini para perokok akan terpacu berhenti merokok demi kebaikannya. Dan oleh sebab itu pula mereka akan membuat perbedaan besar untuk kesehatannya jangka panjang," tambahnya.

Read More
Lima Jamu Berbahaya Beredar di Yogyakarta
di 12.37 Label: Berita
Terkait public warning Badan POM mengenai beredarnya 54 produk jamu dan obat tradisional yang dicampur dengan bahan kimia obat, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berhasil menemukan lima jenis obat yang beredar di DIY.

Obat-obat itu bermerek Bima Kudra Tablet yang mengandung sidenafil sitrat (24 dus), Ramuan Cina Kapsul mengandung parasetamol (14 dus), Pria Dewasa Ocema Kapsul mengandung sidenafil sitrat (26 dus), Ratu madu plus kapsul (5 sachet), dan Obat Kuat dan Tahan Lama Bulan Madu kapsul (35 bungkus).

Kepala Seksi Layanan Informasi Konsumen Balai POM Yogyakarta Diah Tjahjonowati, Rabu (11/6), mengemukakan, jamu-jamu itu diperoleh dari Januari hingga Juni 2008. "Semua didapat dari pedagang di pingir jalan. Umumnya mereka tidak tahu karena ada produk yang nomor izin edarnya palsu," ujarnya.

Pemantauan terhadap jamu dan produk lainnya, menurut Diah, dilakukan secara berkala. Semua barang yang ditemukan langsung disita dan dimusnahkan. Sedangkan terhadap distributor dan pedagang selalu dilakukan pembinaan. "Untuk perusahaan yang di luar daerah kami bekerja sama dengan Badan POM lain untuk menindak," ucapnya.

Read More
BPOM "Buru" 54 Jamu Berbahaya
di 12.37 Label: Berita
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menarik 54 merek obat tradisional dari peredaran yang terdiri dari obat kuat, pegal linu, asam urat, dan pelangsing tubuh. Semua obat ini terbukti memiliki kandungan bahan kimia berbahaya.

"Kami sudah mulai melakukan penarikan dan pemusnahan sejak tahun 2007 hingga sekarang," ujar Ketua BPOM dr Husniah Rubiana Thamrin saat menyampaikan public warning soal obat tradisonal yang mengandung bahan kimia obat (BKO) di Jakarta, Selasa (10/6).

Ia mengatakan, obat tradisional yang sebagian besar diproduksi dari Cilacap banyak mengandung bahan kimia berbahaya yang dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh, bahkan kematian. Sedikitnya ada sembilan bahan kimia berbahaya pada berbagai obat tersebut, antara lain Sildenafil sitrat yang biasa dipakai dalam obat kuat dan dapat menyebabkan sakit kepala hingga gangguan penglihatan bahkan kematian. Ada pula Metampiron yang biasa ditemukan pada obat asam urat, dapat menyebabkan gangguan darah, ginjal, dan kematian. "Bahan kimia dalam obat-obat tersebut dosisnya sangat besar. Pertama kali minum pasti rasanya cespleng, tapi efek sampingnya organ tubuh akan rusak berat," kata Husniah.

Menurut Husniah, dari 54 merek, 46 produk menggunakan nomor pendaftaran fiktif. Obat-obat tersebut banyak ditemukan di 15 kota besar, yaitu Yogyakarta, Banjarmasin, Medan, Mataram, Kendari, Lampung, Banda Aceh, Pontianak, Pekanbaru, Kupang, Makassar, Bengkulu, Padang, Bandung dan Jakarta.

Kegiatan memproduksi dan atau mengedarkan obat tradisional yang mengandung BKO melanggar Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan dan UU No 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Daftar 54 Obat yang Ditarik dari Peredaran

1. Pacegin Kapsul Alami
2. Neo Gemuk Sehat merek: S.Munir
3. Ganoderma kapsul
4. Sela kapsul
5. Bima Kudra tablet
6. Ajib kapsul
7. Kamasutra kapsul
8. Asam Urat Flu Tulang Cap Unta
9. Akar Baru Kina Tablet
10. Ramuan Cina kapsul
11. Dasa Agung Dua serbuk
12. Sesak Nafas serbuk
13. Sari Bunga Segar Bugar serbuk
14. Jawa Dwipa cap daun Samiroto
15. Pria Dewa ocema kapsul
16. Golden Herbal kapsul
17. Obat Kuat dan Tahan Lama Ratu Madu Plus
18. Pegal Linu Asam Urat cap Burung Gelatik
19. Akar Sakti Asam Urat Flu Tulang Stroke
20. Asam Urat Pegal Linu Cikungunya
21. Asam Urat Flu Tulang Karisma Sehat
22. Sinar Manjur SMR serbuk
23. Runrat tablet
24. Ramuan Shinshe kapsul
24. Sehat Sentosa Gemuk Sehat serbuk
25. Serbuk Dewa
26. Sumber Sehat Perempuan serbuk
27. Sumber Sehat Ambein Sehat serbuk
28. Cakra Sehat Sesak Nafas serbuk
29. Serbuk Halus Asam Urat
30. Karisma Sehat Pria dan Wanita
31. Sumber Urip Pegal Linu
32. Serbuk Segar Asam
33. Super Abad 21 Asam Urat Flu tulang
34. Flu Tulang Pegal Linu Puspita Surya
35. Cap Sarang Lawet serbuk
36. Asam Urat Flu Tulang Akar Sewu
37. Asam Urat Flu Tulang Cakra Wijaya serbuk
38. 26 Sakit Pinggang kapsul
39. Serbuk Halus Asam Urat
40. Zestos kapsul
41. Sari Jagat Manjur Asam Urat kapsul
42. Sari Jagat Manjur Rematik kapsul
43. Dewa Ampuh Serbuk
44. Serbuk Asrema
45. Purba Sentosa Pegal Linu Rematik serbuk
46. Asam Urat Pegal Linu serbuk
47. Ramuan Manjur Pas Flu Tulang serbuk
48. Dua Putri Bayan Asam Urat kapsul
49. Fong Se Wan kapsul
50. Asam Urat Flu Tulang cap Onta Mas kapsul
51. Obat Kuat dan Tahan Lama Bulan Madu kapsul
52. Langsing Ayu Sing Ayu kapsul
53. Chuifong Toukuwan pil
54. Jaka Suna Gemuk Sehat serbuk

Read More

Jumat, 04 Juli 2008

Komunikasi Efektif Tingkatkan Kesembuhan Pasien
di 17.56 Label: Berita
Komunikasi efektif yang selama ini dianggap seni oleh profesional medis justru merupakan obat paling mujarab bagi pasien, bahkan diprediksi bisa meningkatkan angka kesembuhan.

Demikian dikatakan Prof DR Deddy Mulyana dalam pidato pengukuhan sebagai guru besar dalam Ilmu Komunikasi pada Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran di Bandung, Jumat (3/7). Menurut Deddy, ada dugaan bahwa sebagian kasus malpraktik di Indonesia disebabkan miskomunikasi antara dokter dan pasien meski belum ada penelitian intensif mengenai hal itu.

"Hingga kini ratusan kasus malpraktik masih menunggu untuk diselesaikan oleh Lembaga Bantuan Hukum," ungkapnya. Menurut dia, salah satu upaya memperbaiki pelayanan tenaga medis kepada masyarakat adalah dengan meningkatkan keterampilan komunikasi dan memahami faktor-faktor sosial budaya yang memengaruhi komunikasi mereka dengan pasien.

Keterampilan komunikasi, kata Deddy, bukan bawaan melainkan dipelajari, namun sayang banyak tenaga medis khususnya dokter tak menyadari hal ini. Posisi mereka yang istimewa pada masyarakat membuat mereka etnosentrik, menganggap bahwa mereka tak membutuhkan keahlian lain kecuali mendiagnosis penyakit, memberi obat, dan melakukan tindakan medis untuk menyembuhkan penyakit pasien.

"Suatu prinsip dasar komunikasi kesehatan bahwa seorang dokter yang cakap harus juga seorang komunikator yang cakap yang memiliki pemahaman yang jelas mengenai ketidakpastian yang dialami pasien dan keluarganya," katanya.

Terlalu mengandalkan
Ia mengatakan, profesional medis yang terlalu mengandalkan keahlian medis dengan mengabaikan pentingnya komunikasi dengan pasien dianggap arogan namun pada saat yang sama juga membahayakan kehidupan pasien dan karier mereka sendiri.

Komunikasi efektif profesional medis dengan orang lain, termasuk dengan pasien, akan membuat mereka lebih sehat, lebih bahagia, dan lebih sukses dalam karier mereka, kata Deddy.

Ia mengatakan, korelasi positif antara komunikasi yang efektif dengan kesehatan dan usia panjang telah didukung banyak penelitian seperti yang dilakukan Michael Babyak dari Universitas Duke. Dikatakan, salah satu aspek komunikasi nonverbal yang penting dalam dunia medis adalah sentuhan.

Riset dalam komunikasi kesehatan menunjukan, kebutuhan pasien akan sentuhan tidak dipenuhi oleh profesional medis. Pijatan dan sentuhan oleh dokter dan perawat telah menghasilkan efek positif pasa pasien yang dirawat di rumah sakit meskipun efek fisiologis, prilaku dan sikap tidak selalu positif.

Oleh karena itu, dokter dan perawat seyogianya sering menyentuh pasien mereka agar pasien merasa nyaman dan diperhatikan, namun harus tetap memerhatikan bentuk, frekuensi, lokasi sentuhan, jenis kelamin, budaya, dan agama agar pasien merasa nyaman dengan sentuhan tersebut, Dedy menjelaskan.

Kesalahpahaman nonverbal orang-orang yang berbeda budaya berpotensi terjadi dalam komunikasi kesehatan. Dia berpendapat, tidak banyak dokter yang menyadari bahwa penataan ruang pun bersifat simbolik dan memengaruhi hubungan dokter dengan pasien untuk membantu mempercepat proses penyembuhan.
Read More
78 Persen Kepala Gakin Perkotaan Umumnya Perokok
di 17.56 Label: Berita
Industri rokok di Indonesia terbukti mengeksploitasi keluarga miskin di perkotaan melalui adiksi terhadap tembakau dalam rokok. Berdasar data Survei Sosial Ekonomi Nasional 2005-2006, sekitar 78,8 persen kepala keluarga rumah tangga miskin perkotaan adalah perokok. Demikian dikatakan anggota Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi pada Kompas.com dalam jumpa pers di Tea Addict, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (3/7).

Menurut Tulus, pengeluaran keluarga miskin tersebut untuk rokok per minggu 22 persen lebih tinggi dari pengeluaran untuk membeli beras sebesar 19 persen."Kelompok pendapatan terendah (20 persen rumah tangga yang berpendapatan terendah) membelanjakan 12 persen pengeluaran bulanannya untuk membeli rokok, padahal kelompok berpendapatan tertinggi hanya membelanjakan 9,25 persen," ujarnya.

Sedangkan menurut Ketua Badan Khusus Pengendalian Tembakau Widyastuti Soerojo, pemerintah hanya beralasan saja kalau pendapatan industri rokok penyumbang pendapatan terbesar. Menurut Widyastuti, berdasar data dari APBN dan Dirjen Cukai yang dikutip oleh Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI), penerimaan cukai tembakau hanya lima persen dari APBN dari tahun 1997-2007. "Ya, dari situ terlihat ketidakseriusan pemerintah dan membuat-buat alasan dalam mengatasi persoalan ini," tuturnya.
Read More
Pria Transjender Itu Akhirnya Melahirkan
di 17.51 Label: Berita
MASIH ingat dengan Thomas Beatie, pria transjender Amerika Serikat yang menghebohkan dunia dalam beberapa bulan terakhir ini dengan kehamilannya? Beatie akhirnya berhasil menggapai cita-citanya, yakni melahirkan seorang bayi perempuan sehat.

Seperti dilaporkan sejumlah media massa AS, Kamis (3/7), pria berusia 34 tahun itu berhasil mengeluarkan seorang bayi perempuan dari perutnya melalui persalinan caesar di rumah sakit St Charles Medical Center, Bend, Oregon.

Proses persalinannya dilakukan Minggu (29/6) lalu, dan Beatie beserta bayinya dilaporkan dalam keadaan sehat. Kepada majalah People, Beatie menyangkal kabar bahwa ia telah melakukan persalinan caesar. Tetapi ia pun tidak memberikan keterangan lebih jauh mengenai proses persalinannya.

Beatie awalnya dilahirkan sebagai seorang perempuan bernama Tracy Lagondino. Ia lalu memutuskan untuk mengubah statusnya dan menjalani operasi kelamin serta mendapat perawatan hormon sehingga hidup layaknya pria. Meski mengubah status jendernya, Beatie masih mempertahankan organ-organ reproduksinya ketika perubahan itu terjadi 10 tahun lalu.

Bayi perempuan itu adalah hasil kesabaran Beatie mengandung selama sekitar sembilan bulan. Ia memutuskan untuk hamil karena sang istri yang sudah dinikahinya selama lima tahun, Nancy, telah menjalani operasi pengangkatan rahim atau histerektomi. Supaya hamil, Beatie menghentikan suntikan testosteron yang biasanya dilakukan dua bulan sekali. Lalu, ia mengikuti program inseminasi dan menggunakan sperma donor pria tak dikenal untuk membuahi sel telur Beatie sendiri.

Tak bisa beri ASI
Meski sangat bahagia, Beatie mengaku masih ada yang kurang karena ia tak bisa memberikan air susu ibu. "Satu-satunya yang berbeda dari saya adalah tak bisa menyusui bayi saya. Tapi banyak juga ibu yang tak menyusi bayinya," ungkap Beatie yang payudaranya rata akibat operasi.
Read More

Rabu, 02 Juli 2008

Tahun 2010, Angka Kematian Ibu 226 Orang
di 09.05 Label: Berita
KEMATIAN ibu hamil di Indonesia mengalami penurunan. Meski demikian, penurunan yang terjadi belum signifikan dan masih jauh dari harapan. Demikian terungkap dalam Seminar Hasil Penelitian Women Research Institute: Akses dan Pemanfaatan Fasilitas dan Pelayanan Kesehatan Perempuan Miskin, Senin (30/6).

Berdasarkan data Departemen Kesehatan Republik Indonesia, angka kematian ibu hamil banyak kali akibat para ibu tidak mempunyai akses untuk pergi ke bidan maupun dokter yang ada di daerah-daerah.

Menurut Dr. Lukman Laksmono dari Direktorat Bina Kesehatan Ibu Depkes RI, pihaknya telah mengetahui hal ini sejak lama. “Rata-rata, 10 % ibu di Indonesia tidak pernah memeriksakan kandungannya ke petugas kesehatan. Pun, 30 % ibu di Indonesia tidak melahirkan di dokter atau bidan. Mereka lebih memilih untuk melahirkan di dukun,” kata Lukman.

Departemen Kesehatan sendiri menargetkan angka kematian ibu pada 2010 sekitar 226 orang dan pada tahun 2015 menjadi 102 orang per tahun. Untuk mewujudkan hal ini, Depkes sedang menggalakkan program Making Pregnancy Saver (MPS) dengan program antara lain Program Perencanaan ersalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K).

“Kegiatan penanganan komplikasi merupakan hal yang paling vital dalam menyelamatkan ibu hamil, tapi sampai saat ini kinerjanya justru yang paling buruk,” kata Lukman.

Saat ini, berdasarkan data dari Depkes, 70% ibu hamil yang mengalami komplikasi tidak tahu harus ke mana ketika mengalami hal itu. Sementara itu, 30 % sisanya belum tentu tertolong ketika datang ke petugas medis di daerah-daerah. Hal ini karena keterbatasan alat dan keahlian serta pengetahuan yang dimiliki oleh tenaga-tenaga medis di daerah terpencil.

Selain P4K, Depkes juga sedang mengusahakan untuk mengalokasikan dana bagi penyediaan gizi bagi ibu hamil. “Saat ini, kami sedang mencoba memasukkan anggaran bagi penyediaan gizi hamil ke RAPBN, tapi sampai saat ini pemerintah belum mau menyediakannya,” kata Lukman.

Dengan adanya desentralisasi, tambah Lukman, pemerintah daerah diharapkan mampu menyediakan anggaran bagi kesehatan masyarakatnya sendiri tanpa harus menunggu inisiatif dari pemerintah, seperti yang telah dilakukan oleh pemerintah kabupaten kota Lebak dan Jembrana.
Read More

Kamis, 26 Juni 2008

Presiden Instruksikan Beroperasinya BNN di Tiap Daerah
di 23.22 Label: Berita
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan kepada seluruh pimpinan daerah mulai dari provinsi hingga kabupaten kota untuk tak hanya membentuk dan mendirikan Badan Narkotika Nasional (BBN) di tingkat provinsi hingga kabupaten saja, akan tetapi mengoperasionalkannya untuk memerangi peredaran narkoba. Hal itu disampaikan Presiden Yudhoyono saat memberikan sambutan di Puncak Peringatan Hari Antinarkoba Internasional (HANI) 2008 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (26/6) pagi.

Acara ini dihadiri Ibu Negara Ny Ani Bambang Yudhoyono, Ketua DPR Agung Laksono, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sjamsir Siregar dan sejumlah menteri kabinet. Juga Ketua Badan Nasional Narkotika (BNN) Jenderal (Pol) Sutanto serta Ibu Negara Ny Ani Bambang Yudhoyono, Ketua DPR Agung Laksono, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sjamsir Siregar dan sejumlah menteri kabinet lainnya dan pimpinan daerah.

"Saya instruksikan ke pimpinan daerah untuk meningkatkan kepedulian dan kepemimpinan terhadap perang melawan narkoba. Segera bentuk BNN di provinsi hingga ke kabupaten kota sebagaimana sudah ada ketentuan, baik Peraturan Pemerintah (PP) No. 41 Tahun 2007 dan Peraturan Presiden (Perpres) No. 83 Tahun 2007," ujar Presiden. Menurut Presiden, BNN di tiap daerah harus segera terbentuk dan dilaksanakan. "Mari kita berikan atensi khusus terhadap kota-kota besar, termasuk di lingkungan sekolah atau lingkungan kampus dan perguruan tinggi. Kerasnya kehidupan di kota-kota besar, semakin membuat suburnya dan bekembangnya kejahatan narkoba di Indonesia," tambah Presiden.

Presiden Yudhoyono juga menegaskan, "Mari selamatkan kota-kota kita, terutama bagi keselamatan generasi muda." Dikatakan Presiden, tugas memerangi peredaran narkoba bukan hanya tugas BNN saja. Akan tetapi, tugas semua komponen bangsa. "Mulai dari orang tua, pendidik, pemimpin agama, tokoh masyarakat, dunia usaha serta jajaran pemerintah dari pusat hingga ke daerah," demikian Presiden.

Dalam kesempatan itu, Presiden menyerahkan piagam penghargaan warga utama kepada perorangan, institusi dan masyarakat yang dinilai berjasa dalam pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba (P4GN). Mereka yang menerima adalah Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (Sikib) yang dipimpin oleh istri Menko Polhukam, yakni Murniati Widodo AS, Mae Fah Luang Foundation (MFLF) Thailand, yang diterima oleh Sekjen MFLF Mr Mom Rajawongse Disnadda Diskull serta Dirut Telkomsel Kuskendar Suryaharja, Gubernur Provinsi Nangroe Aceh Darrusallam Irwandi Jusuf serta Direktur IV Tindak Pidana Narkoba dan Ketua Bareskrim Polri Brigjen Pol Indra Thanos. Pada peringatan HANI itu, diangkat duta anti narkoba 2008, yaitu siswa SMU Kharisma Bangsa Pondok Cabe Reza Aulia, pembalap Ryan Haryanto dan aktris sinetron Sandra Dewi.

Read More
Postingan Lama Beranda
Lihat versi seluler
Langganan: Postingan ( Atom )
 photo banner300x250-biru.gif

Blog Archive

  • 2016 (1)
    • 09/18 - 09/25 (1)
      • PENGETAHUAN IBU TENTANG BIANG KERINGAT PADA BAYI 0...
  • 2015 (10)
    • 10/11 - 10/18 (1)
    • 09/13 - 09/20 (1)
    • 09/06 - 09/13 (1)
    • 07/05 - 07/12 (1)
    • 05/17 - 05/24 (6)
  • 2014 (1)
    • 04/13 - 04/20 (1)
  • 2012 (770)
    • 02/19 - 02/26 (5)
    • 02/12 - 02/19 (10)
    • 02/05 - 02/12 (4)
    • 01/29 - 02/05 (27)
    • 01/22 - 01/29 (88)
    • 01/15 - 01/22 (101)
    • 01/08 - 01/15 (169)
    • 01/01 - 01/08 (366)
  • 2011 (4477)
    • 12/25 - 01/01 (336)
    • 12/18 - 12/25 (62)
    • 12/11 - 12/18 (70)
    • 12/04 - 12/11 (77)
    • 11/27 - 12/04 (40)
    • 11/20 - 11/27 (67)
    • 11/13 - 11/20 (198)
    • 11/06 - 11/13 (187)
    • 10/30 - 11/06 (340)
    • 10/23 - 10/30 (32)
    • 10/16 - 10/23 (109)
    • 10/09 - 10/16 (80)
    • 08/14 - 08/21 (75)
    • 08/07 - 08/14 (81)
    • 07/31 - 08/07 (82)
    • 07/24 - 07/31 (65)
    • 07/17 - 07/24 (91)
    • 07/10 - 07/17 (47)
    • 07/03 - 07/10 (44)
    • 06/26 - 07/03 (53)
    • 06/19 - 06/26 (59)
    • 06/12 - 06/19 (47)
    • 06/05 - 06/12 (65)
    • 05/29 - 06/05 (63)
    • 05/22 - 05/29 (77)
    • 05/15 - 05/22 (115)
    • 05/08 - 05/15 (65)
    • 05/01 - 05/08 (104)
    • 04/24 - 05/01 (45)
    • 04/17 - 04/24 (70)
    • 04/10 - 04/17 (134)
    • 04/03 - 04/10 (72)
    • 03/27 - 04/03 (18)
    • 03/20 - 03/27 (47)
    • 03/13 - 03/20 (68)
    • 03/06 - 03/13 (40)
    • 02/27 - 03/06 (56)
    • 02/20 - 02/27 (77)
    • 02/13 - 02/20 (76)
    • 02/06 - 02/13 (198)
    • 01/30 - 02/06 (194)
    • 01/23 - 01/30 (132)
    • 01/16 - 01/23 (196)
    • 01/09 - 01/16 (202)
    • 01/02 - 01/09 (121)
  • 2010 (2535)
    • 12/26 - 01/02 (156)
    • 12/19 - 12/26 (65)
    • 12/12 - 12/19 (73)
    • 12/05 - 12/12 (84)
    • 11/28 - 12/05 (80)
    • 11/21 - 11/28 (68)
    • 11/14 - 11/21 (63)
    • 11/07 - 11/14 (50)
    • 10/31 - 11/07 (50)
    • 10/24 - 10/31 (36)
    • 10/17 - 10/24 (58)
    • 10/10 - 10/17 (35)
    • 10/03 - 10/10 (31)
    • 09/26 - 10/03 (21)
    • 09/19 - 09/26 (26)
    • 09/12 - 09/19 (55)
    • 09/05 - 09/12 (65)
    • 08/29 - 09/05 (33)
    • 08/22 - 08/29 (70)
    • 08/15 - 08/22 (45)
    • 08/08 - 08/15 (35)
    • 08/01 - 08/08 (37)
    • 07/25 - 08/01 (27)
    • 07/18 - 07/25 (19)
    • 07/11 - 07/18 (30)
    • 07/04 - 07/11 (56)
    • 06/27 - 07/04 (28)
    • 06/20 - 06/27 (22)
    • 06/13 - 06/20 (30)
    • 06/06 - 06/13 (21)
    • 05/30 - 06/06 (5)
    • 05/16 - 05/23 (6)
    • 05/09 - 05/16 (29)
    • 05/02 - 05/09 (59)
    • 04/25 - 05/02 (28)
    • 04/18 - 04/25 (38)
    • 04/11 - 04/18 (70)
    • 04/04 - 04/11 (59)
    • 03/28 - 04/04 (65)
    • 03/21 - 03/28 (89)
    • 03/14 - 03/21 (218)
    • 03/07 - 03/14 (95)
    • 02/28 - 03/07 (135)
    • 02/21 - 02/28 (102)
    • 01/03 - 01/10 (68)
  • 2009 (1652)
    • 12/27 - 01/03 (36)
    • 12/20 - 12/27 (22)
    • 12/13 - 12/20 (100)
    • 12/06 - 12/13 (45)
    • 11/29 - 12/06 (24)
    • 11/22 - 11/29 (22)
    • 11/15 - 11/22 (19)
    • 11/08 - 11/15 (28)
    • 11/01 - 11/08 (11)
    • 10/25 - 11/01 (17)
    • 10/18 - 10/25 (38)
    • 10/11 - 10/18 (33)
    • 10/04 - 10/11 (15)
    • 09/27 - 10/04 (21)
    • 09/20 - 09/27 (7)
    • 09/13 - 09/20 (84)
    • 09/06 - 09/13 (35)
    • 08/30 - 09/06 (48)
    • 08/23 - 08/30 (118)
    • 08/16 - 08/23 (26)
    • 08/09 - 08/16 (34)
    • 08/02 - 08/09 (35)
    • 07/26 - 08/02 (31)
    • 07/19 - 07/26 (14)
    • 07/12 - 07/19 (16)
    • 07/05 - 07/12 (28)
    • 06/28 - 07/05 (26)
    • 06/21 - 06/28 (76)
    • 06/14 - 06/21 (26)
    • 06/07 - 06/14 (21)
    • 05/31 - 06/07 (43)
    • 05/24 - 05/31 (38)
    • 05/17 - 05/24 (26)
    • 05/10 - 05/17 (52)
    • 05/03 - 05/10 (15)
    • 04/26 - 05/03 (38)
    • 04/19 - 04/26 (32)
    • 04/12 - 04/19 (22)
    • 04/05 - 04/12 (20)
    • 03/29 - 04/05 (40)
    • 03/22 - 03/29 (43)
    • 03/15 - 03/22 (18)
    • 03/08 - 03/15 (14)
    • 03/01 - 03/08 (22)
    • 02/22 - 03/01 (12)
    • 02/15 - 02/22 (9)
    • 02/08 - 02/15 (11)
    • 02/01 - 02/08 (19)
    • 01/25 - 02/01 (37)
    • 01/18 - 01/25 (21)
    • 01/11 - 01/18 (33)
    • 01/04 - 01/11 (31)
  • 2008 (700)
    • 12/28 - 01/04 (13)
    • 12/21 - 12/28 (9)
    • 12/14 - 12/21 (57)
    • 12/07 - 12/14 (5)
    • 11/30 - 12/07 (18)
    • 11/23 - 11/30 (33)
    • 11/16 - 11/23 (31)
    • 11/09 - 11/16 (23)
    • 11/02 - 11/09 (18)
    • 10/26 - 11/02 (11)
    • 10/19 - 10/26 (15)
    • 10/12 - 10/19 (13)
    • 10/05 - 10/12 (25)
    • 09/28 - 10/05 (2)
    • 09/21 - 09/28 (14)
    • 09/14 - 09/21 (19)
    • 09/07 - 09/14 (43)
    • 08/31 - 09/07 (3)
    • 08/24 - 08/31 (33)
    • 08/17 - 08/24 (65)
    • 08/10 - 08/17 (4)
    • 08/03 - 08/10 (26)
    • 07/27 - 08/03 (6)
    • 07/20 - 07/27 (19)
    • 07/13 - 07/20 (18)
    • 07/06 - 07/13 (60)
    • 06/29 - 07/06 (53)
    • 06/22 - 06/29 (49)
    • 06/15 - 06/22 (11)
    • 06/08 - 06/15 (4)

Popular Posts

  • Olahraga dan Resiko Kanker Payu Dara: Belum Terlambat.
    Olahraga teratur sangat penting untuk kesehatan tubuh, mencegah dan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit mulai dari osteoporosis hin...
  • Transkultural dalam Keperawatan
    Konsep Teori Transkultural dalam Keperawatan APLIKASI TEORI TRANSCULTURAL NURSING DALAM PROSES KEPERAWATAN Rahayu Iskandar, Ners, M.Kep PEND...
  • Review Blog Keperawatan
    Setelah beberapa minggu ini cari materi buat postingan baru, mendadak dapat inspirasi setelah rekan Anton Wijaya menulis di buku tamu Keper...
  • PENGETAHUAN IBU TENTANG BIANG KERINGAT PADA BAYI 0-1 TAHUN DI BPS XXXX
    Prelevansi penyakit kulit di Indonesia cukup tinggi baik oleh bakteri, virus atau jamur. Selain itu bergantung pada lingkungan dan kondisi...
  • Hubungan Usia Terhadap Perdarahan Post Partum Di RSUD
    KTI KEBIDANAN HUBUNGAN USIA TERHADAP PERDARAHAN POSTPARTUM DI RSUD BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan wanita merupakan hal yang s...
  • Contoh KTI Pengetahuan ibu primigravida Mengenai kehamilan di RB XXXX
    Mortalitas dan morbiditas pada wanita hamil dan bersalin adalah masalah besar dinegara berkembang dan dinegara miskin. Sekitar 25 – 50% ke...
  • Askep Hematemesis Melena
    Hematemesis, melena, and hematochezia are symptoms of acute gastrointestinal bleeding. Bleeding that brings the patient to the physician is...
  • Bau Mulut
    Malu banget kan kalo nafas kita bau alias bau mulut apa lagi kalo kita ngomong dengan orang lain lalu tiba-tiba orang tersebut menjauh wah...
  • ANALISA SENAM HAMIL PADA IBU HAMIL DI KELAS IBU DI POSYANDU XXXXX
    Mengajarkan senam membantu fisik mendorong istirahat dan relaksasi rutinitis fisik kemudian di buat pada masa antenatal untuk meningkatkan...
  • 6 Kebiasaan Sehat yang Bikin Sakit
    Jangan kira semua aktivitas menyehatkan benar-benar membuat Anda sehat. Untuk beberapa kebiasaan, hal itu justru bisa membuat Anda s...

Statistik

© ASUHAN KEPERAWATAN 2013 . Powered by Bootstrap , Blogger templates and RWD Testing Tool Published..Gooyaabi Templates