• home

ASUHAN KEPERAWATAN

  • HOME
  • DOWNLOAD ASUHAN KEPERAWATAN
  • Cara Mendapatkan Password
Tampilkan postingan dengan label Diabetes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diabetes. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Oktober 2010

Obesitas Abdominal pada Peningkatan Resiko Penyakit Diabetes dan Kardiovaskuler

di 15.16 Label: Diabetes , Kesahatan Jantung
Sebuah studi baru yang publikasikan dalam Medical Journal of Australia telah menunjukkan bahwa para warga Australia yang mengalami kegemukan (obesitas) abdominal (perut) obesitas (lingkar pinggang besar) berisiko tinggi terkena penyakit diabetes tipe 2, sindrom metabolik dan kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah). Study penelitian ini telah melakukan survey pada penduduk australia sejumlah 11.247 orang dewasa pada tahun 1999 dan 2000. Pada tahun 2004, dan 2005 dengan jumlah 6.537 peserta kembali untuk melakukan tindak lanjut pemeriksaan fisik.

Studi ini menemukan bahwa pria dan wanita yang mengalami kegemukan/obesitas lebih dari dua kali lebih mungkin berkembang penyakit diabetes, tekanan darah tinggi, kadar kolesterol darah yang abnormal dan sindrom metabolik pada 5 tahun ke depan dibandingkan dengan mereka yang memiliki lingkar pinggang normal.

Berdasarkan pada hal diatas menunjukkan bahwa risiko untuk masing-masing kondisi tersebut mulai meningkat pada apa yang disebut tingkat normal lingkar pinggang.

Mr Adrian Cameron (Seorang pakar epiodemiolog dari the Baker IDI Heart and Diabetes Institute in Melbourne) menyatakan bahwa "Penelitian kami menegaskan bahwa obesitas perut (Abdominal obesity) berdampak pada peningkatan risiko sangat tinggi pada penyakit diabetes tipe 2, sindrom metabolik, dan penyakit jantung.

Mr. Cameron mengatakan bahwa studi ini menilai empat dari lima risiko utama kesehatan berhubungan dengan obesitas, tetapi tidak termasuk beberapa kondisi lain yang berhubungan dengan obesitas, diantaranya osteoarthritis, kanker, penyakit paru obstruktif kronik, penyakit kandung empedu, gangguan tidur dan depresi.

Mr. Cameron juga mengatakn untuk "Menangani, menanggulangi permasalah epidemi obesitas akan membutuhkan lingkungan dan kebijakan yang memberikan peluang realistis dan dapat dicapai bagi manusia untuk lebih aktif, menghindari terlalu banyak waktu yang dihabiskan untuk duduk dan menghindari makanan yang tidak sehat,"

Mr. Cameron mengatakan, data dari penelitian ini akan digunakan untuk membuat perkiraan yang lebih tepat dari total financial dan beban kesehatan terkait dengan obesitas di Australia. Hal ini juga dapat digunakan untuk menilai kemungkinan dampak dari tindakan-tindakan pencegahan obesitas.

Profesor Paul Zimmet, Direktur dari "Emeritus of Baker IDI Heart and Diabetes Institute" mengatakan bahwa temuan ini sekali lagi menggarisbawahi peran penting penelitian tersebut telah aplikasikan dalam membantu untuk menentukan kepentingan dan strategi untuk pencegahan penyakit jantung (heart disease) dan diabetes di Australia.
Read More

Sabtu, 11 September 2010

Faktor-Faktor Resiko Diabetes Melitus

di 15.16 Label: Diabetes

faktor resiko diabetes melitus Diabetes mellitus mempengaruhi lebih dari 20 juta warga Amerika, dapat dibayangkan bagaimana penyakit ini mengenai jumlah populasi penduduk yang cukup besar. Tentu jumlah ini mempunyai penyebab. Diantara penyebab tersebut, terdapat faktor-faktor resiko yang dapat menimbulkan diabetes

Beberapa faktor resiko diabetes yaitu :

  • Orang yang mempunyai orang tua, saudara, atau saudara perempuan dengan penyakit diabetes
  • Obesitas atau kegemukan
  • Umur lebih dari 45 tahun
  • Beberapa kelompok etnis atau suku (khususnya Afrika Amerika, penduduk asli Amerika, Asia, Kepulauan Pasifik, dan  Amerika Hispanik)
  • Gestational diabetes atau melahirkan bayi dengan berat badan lebih dari  9 pound
  • Tekanan darah tinggi
  • Tingkat trigliserida (molekul lemak) darah yang tinggi
  • Kadar kolesterol darah yang tinggi
  • Orang dengan aktivitas olahraga yang sangat minim

Asosiasi Diabetes Amerika menganjurkan untuk semua orang dewasa yang berumur di atas 45 tahun sebaiknya diperiksa terhadap kemungkinan mengidap penyakit diabetes minimal sekali tiap 3 tahun Orang-orang dengan resiko tinggi sebaiknya diperiksa lebih sering.

Read More

Senin, 06 September 2010

Apa Itu Diabetes Melitus ?

di 14.42 Label: Diabetes

apa itu diabetes melitus Ketika disebutkan diabetes melitus mungkin hanya sedikit dari anda yang tahu, tetapi jika disebut penyakit kencing manis maka pasti anda pernah mendengar atau mungkin tahu.

Diabetes mellitus atau penyakit kencing manis secara sederhana adalah suatu kondisi yang terjadi ketika tubuh anda tidak dapat menggunakan glukosa (salah satu jenis atau fraksi gula) secara normal. Jumlah glukosa dalam tubuh anda berada diatas nilai normal. Seperti yang kita ketahui bahwa glukosa adalah sumber utama energi untuk sel-sel tubuh. Tingkat glukosa dalam darah dikendalikan oleh hormon yang disebut insulin, dan dihasilkan oleh pankreas. Hormon Insulin ini membantu proses masuknya glukosa ke dalam sel.

Pada kasus penyakit diabetes, organ pankreas tidak dapat menghasilkan insulin yang cukup (diabetes tipe 1) atau tubuh tidak dapat merespon secara normal insulin yang dihasilkan (diabetes tipe 2). Hal ini menyebabkan kadar glukosa dalam darah meningkat, dan menimbulkan  gejala seperti buang air kecil meningkat, rasa haus berlebihan, dan penurunan berat badan secara drastis.

Read More

Kamis, 18 Maret 2010

Mereka yang Harus Mengukur Kadar Gula Darahnya

di 21.22 Label: Diabetes , Tes Kesehatan

mengukur kadar gula darah Pentingnya kadar gula darah dalam tubuh, menuntut pemeriksaan kadar gula darah. Lalu siapa saja yang yang dianjurkan memeriksakan kadar gula darahnya ?

Dikutip dari webindia123.com pemeriksaan ini disarankan sebaiknya dilakukan pada individu yang berusia 25 tahun atau lebih. Bahkan jika hasil pemeriksaan yang diperoleh normal, tes masih harus diulangi pada interval tiga tahun berikutnya, untuk memastikan kisaran kadar gula darah masih dalam taraf yang normal dan terkontrol.

Bagi anda yang mempunyai berat badan lebih atau yang termasuk dalam kelompok yang memiliki obesitas (kegemukan) maka anda mungkin harus memeriksa kadar gula darah anda, Mengapa ? karena kemungkinan mengidap penyakit diabetes (kencing manis) tinggi pada mereka yang mempunyai badan gemuk (atau berat badan berlebih)

Lalu jika anda memiliki Ayah, Ibu, atau saudara yang mengidap penyakit diabetes (kencing manis), maka anda juga dianjurkan untuk memeriksa kadar gula darah. Mengapa? karena penyakit diabetes mempunyai hubungan dengan keturunan. Individu dengan sejarah keluarga diabetes, kemungkinan juga akan mengidap diabetes.

Secara sederhana, siapapun anda, sebaiknya mempunyai sikap “menjaga diri” , karena kondisi penyakit yang tahapnya lebih dini ditemukan mempunyai tingkat kesembuhan atau penanganan yang lebih baik dibanding kondisi penyakit yang tahapannya telah sampai pada tingkat lanjut.

Read More

Periksa Kadar Gula Darah Anda

di 19.04 Label: Diabetes , Tes Kesehatan

periksa kadar gula darah Kadar gula darah, atau jumlah gula dalam darah merupakan suatu indikator yang dapat menjadi penentu apakah sesorang sehat atau tidak. Jumlah gula darah berhubungan dengan terjadinya penyakit diabetes mellitus, atau yang sering disebut oleh masyarakat awam sebagai penyakit kencing manis.

Menurut wikipedia.com  gula darah adalah istilah yang mengacu pada tingkat glukosa yang terdapat di dalam darah, dimana gula darah ini secara ketat diatur dalam tubuh. Glukosa yang dialirkan melalui darah kemudian berfungsi sebagai sumber utama energi untuk sel-sel tubuh. Itulah mengapa kemudian kadar gula darah sangat penting untuk kelangsungan hidup sel-sel tubuh.

Kadar gula darah yang rendah dalam dunia kedokteran disebut hipoglikemia yaitu suatu keadaan yang ditandai dengan gejala perasaan lelah, fungsi mental menurun, rasa mudah tersinggung dan hilangnya kesadaran sedangkan jika kadar gula darah meningkat atau yang disebut hiperglikemia, maka nafsu makan akan tertekan dalam waktu yang singkat, dan keadaan inilah yang berhubungan dengan terjadinya penyakit diabetes atau kencing manis. Hiperglikemia dalam jangka panjang dapat menyebabkan masalah-masalah kesehatan serius termasuk kerusakan pada mata, ginjal, dan saraf.

Tingkat normal gula dalam darah sebelum anda makan adalah antara 70 dan 110 mg/dl dan setelah makan akan naik ke tingkat di antara 100-140 mg/dl. Peningkatan kadar gula darah di atas 140 mg/dl dianggap sebagai gejala-gejala penderita diabetes. Kadar gula darah yang rendah yang berkisar dibawah 70 juga hal berbahaya. Hal ini dapat menyebabkan seseorang pingsan.

Terdapat dua pemeriksaan utama yang digunakan untuk mengukur adanya suatu penyakit diabetes (atau: kencing manis) yaitu :

(a) Pemeriksaan Glukosa Plasma Puasa, yaitu pengukuran langsung kadar glukosa dalam darah setelah 8 jam (semalam) cepat.

(b) Pemeriksaan Toleransi Glukosa Oral, yaitu pengukuran kemampuan tubuh untuk menangani kelebihan gula yang disajikan setelah konsumsi minuman dengan kadar glukosa yang tinggi

Pemeriksaan Glukosa Plasma Puasa bernilai positif jika nilai peningkatan kadar gula darah yang diperoleh di atas 140 mg/dl setelah (semalam) cepat. Jika nilai yang diperoleh diatas 140 mg/dl terjadi pada dua kesempatan, maka orang tersebut tidak memiliki penyakit diabetes. Orang normal memiliki kadar gula puasa yang umumnya berkisar antara 70-110 mg/dl.

Pemeriksaan Toleransi Glukosa Oral dilakukan pada interval waktu lebih dari 3 jam. Orang yang diperiksa dalam keadaan berpuasa (tidak makan atau minum kecuali air sekurang-kurangnya 10 jam sebelum pemeriksaan, tetapi tidak lebih dari 16 jam). Gula darah awal diambil dan kemudian orang yang diperiksa diberi minuman dengan kadar gula yang tinggi (75 gram glukosa). Darah orang yang diperiksa diuji lagi dalam interval 30 menit, 1 jam, 2 jam dan 3 jam setelah konsumsi minuman tinggi glukosa. Jika tingkat glukosa plasma yang diperoleh 200 mg/dl atau lebih dalam sampel darah yang diambil selama 2 jam maka hasil pemeriksaan menunjukkan nilai positif.

Read More

Rabu, 13 Agustus 2008

Pencegahan Komplikasi Diabetes dan Tip-tipsnya

di 20.22 Label: Diabetes
Komplikasi diabetes adalah masalah-maslah kesehatan yang disebabkan oleh diabetes. Diabetes disebabkan karena kadar atau tingkat gula darah lebih tinggi dari keadaan normal. Kondisi dimana kadar gula darah yang tinggi dan berlangsung dalam waktu yang lama dapat merusak pembuluh darah dan sistem syaraf. Kerusakan-kerusakan tersebut dapat menyebabkan masalah-masalah di berbagai bagian tubuh. Berikut adalah artikel berisi tentang komplikasi-komplikasi diabetes dan bagaimana tips pencegahannya.

Komplikasi pada Kerusakan Syaraf (diabetic neuropathy)

Komplikasi kerusakan syaraf pada diabetes yang biasanya disebut dengan diabetic neuropathy yang membuat fungsi sistem dalam dalam mengirim pesan-pesan ke otak atau ke bagian tubuh lainnya mengalami kesulitan. Jika penderita kencing manis mempunyai komplikasi kerusakan syaraf, mungkin mereka akan merasakan kehilangan rasa pada bagian tubuhnya atau merasakan sakit yang menggelikan.

Diabetic Neuropathy sering sekali mempengaruhi bagian tungkai dan kaki dan mungkin penderita tidak bisa merasakan adanya lepuh atau luka pada kakinya. Kemudian luka dapat menjadi infektif dan pada beberapa kasus yang serius mungkin harus dilakukan amputasi. Penderita dengan diabetic neuropathy masih bisa berjalan dengan kakinya yang telah mengalami kerusakan sendi dan tulangnya. Hal ini dapat menimbulkan kondisi yang disebut dengan kaki Charcot (Charcot foot) yang menyebabkan kaki terluka dan menjadi berubah bentuk.

Akan tetapi kebanyakan masalah seperti diatas dapat dicegah dan dihindari. (Charcot adalah salah satu penyakit neuron motorik yang progresif). Perlu dilakukan pemeriksaan tiap hari terhadap kaki penderita, jika dalam pemeriksaan terdapat adanya bengkak, warna kemerahan dan terasa panas segera hubungi dokter. Gejala-gejala tersebut bisa jadi merupakan tanda dari Charcot Foot. Sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter sedikitnya satu tahun sekali.

Berikut tanda-tanda bahaya dari kerusakan syaraf

Berikut tanda-tanda bahaya dari kerusakan syaraf dan hubungi dokter secepatnya jika terjadi tanda-tanda bahaya dibawah ini:
  • Mati Rasa
  • Rasa sakit yang tajam atau menggelitik
  • Muncul luka pada kaki
  • Otot menjadi lemah
  • Rasa panas seperti tebakar
  • Tidak mampu ereksi pada pria
Komplikasi pada Mata (diabetic retinopathy)

Retina merupakan bagian mata yang sensitif terhadap sinar dan membantu penglihatan seseorang. Diabetes atau kencing manis dapat merusak dan memperlemah pembuluh darah kecil pada retina. Kerusakan jenis ini disebut dengan diabetic retinopathy.

Pada saat pembuluh darah melemah, mereka dapat mengeluarkan cairan dan menyebabkan timbulnya bengkak pada mata yang mengaburkan penglihatan. Jika kondisi retinopathy menjadi lebih parah dapat berakibat pada kebutaan.

Pembedahan dengan laser sering digunakan untuk mengobati atau memperlambat komplikasi retinopathy, khusunya jika gangguan ini ditemukan lebih awal. Penderita diabetes sebaiknya melakukan pemeriksaan rutin mata sekali dalam satu tahun.

Tanda-tanda bahaya komplikasi pada mata
  • Penglihatan kabur selama lebih dari 2 hari.
  • Dengan tiba-tiba tidak bisa melihat dengan satu atau kedua mata.
  • Terdapat titik hitam, sarang laba-laba atau sorotan cahaya pada penglihatan.
  • Kemerah-merahan pada mata
  • Nyeri atau terasa ada tekanan pada mata.
Komplikasi pada Ginjal (diabetic nephropathy)

Diabetes dapat juga menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di ginjal sehingga berakibat ginjal tidak mampu menyaring sampah untuk dikeluarkan. Komplikasi kerusakan ini disebut dengan diabetic nephropathy. Seorang penderita diabetes dengan komplikasi ini secepatnya memerlukan tindakan dialisis atau transplantasi ginjal. Dialisis (dialysis) adalah suatu pengobatan yang ditujukan untuk mengeluarkan kotoran-kotoran atau sampah dari darah yang biasanya fungsi ini dikerjakan oleh ginjal.

Resiko timbulnya diabetic nephropathy akan semakin tinggi atau meningkat jika terdapat dua kondisi yaitu kondisi diabetes dan tekanan darah tinggi secara bersamaan. Jadi merupakan hal penting untuk mengontrol kedua kondisi tersebut dengan baik.

Tanda awal timbulnya diabetic nephropathy biasanya ditandai adanya protein di dalam urin atau dalam urin terdapat kandungan protein (protein uri). Jadi, sebaiknya lakukan pemeriksaan tahunan mengenai kondisi ini. Hubungi dokter dan dokter akan memberikan pengobatan untuk menjaga dan melindungi ginjal dari kerusakan.

Komplikasi pada penyakit jantung dan stroke

Penderita diabetes mempunyai resiko yang lebih besar timbulnya penyakit jantung dan stroke, resiko bahkan lebih besar bagi orang-orang yang menderita diabetes dan perokok, mepunyai tekanan darah tinggi, overweight atau kelebihan berat badan dan mempunyai riwayat keluarga dengan penyakit jantung.

Penyakit jantung sangat mudah untuk diobati saat penyakit itu ditemukan lebih awal. Pemeriksaan ke dokter ahli adalah sangat penting karena dokter akan melakukan test dan pemeriksaan untuk mendeteksi tanda-tanda penyakit jantung secara dini.

Pengendalian kadar kolesterol agar mendekati normal adalah juga hal yang direkomendsikan pada penderita diabetes karena kolesterol merupakan salah satu faktor pemicu timbulnya penyakit jantung dan stroke. Jika penderita mempunyai tingkat kolesterol tinggi, hubungi dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat, lakukan perubahan-perubahan gaya hidup seperti diet sehat, olahraga teratur untuk mengontrol kadar kolesterol agar dalam batas normal atau mendekati normal.

Tips untuk mencegah atau memperlambat komplikasi diabetes

Untuk mencegah timbulnya komplikasi-komplikasi diatas, pertahankan kadar gula darah hingga mendekati normal dan ikutilah saran anjuran dokter. Berikut beberapa tipsnya:
  • Diet dan makan makanan sehat dengan bervariasi, hindari makanan yang tinggi lemak dan gula.
  • Pertahankan berat badan ideal. Jika penderita overweight atau kelebihan berat badan, maka kurangi berat badan anda (baca mengurangi faktor resiko overweight).
  • Pertahankan dan kontrol kadar kolesterol agar mendekati normal. (Baca mengurangi faktor resiko kolesterol)
  • Pertahankan tekanan darah agar tetap normal dan mendekati normal. (baca mengurangi faktor resiko tekanan darah tinggi)
  • Lakukan olahraga teratur
  • Hentikan merokok ( baca mengurangi faktor resiko merokok)
  • Periksa ke dokter secara rutin, bahkan saat kondisi anda baik. Dokter akan melakukan pemeriksaan akan adanya tanda-tanda komplikasi dengan lebih dini.
  • Segera hubungi dokter jika ada tanda-tanda bahaya seperti diatas.
Read More

Selasa, 12 Agustus 2008

Diabetes dan OlahRaga

di 18.47 Label: Diabetes
Olahraga dapat membantu seseorang dalam mengontrol, menurunkan berat badan pada seorang yang kelebihan berat badan dan juga dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Hal itu dapat menurunkan resiko seseorang dari serangan jantung, suatu kondisi yang biasanya sering terjadi pada orang-orang yang mempunyai diabetes atau kencing manis. Dengan olahraga juga dapat membuat perasaan dan diri menjadi lebih baik dan dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Apa Jenis olahraga yang sebaiknya Dilakukan?

Konsultasikan dengan dokter tentang jenis olahraga yang sebaiknya dilakukan dan tepat bagi seorang penderita diabetes. Jenis olahraga yang dapat dilakukan akan tergantung pada kondisi kesehatan individu penderita atau masalah-masalah kesehatan apa saja yang ada pada diri seseorang.

Kebanyakan dokter menyaranakan untuk melakukan olahraga aerobik, olahraga aerobik akan membuat seseorang bernafas lebih dalam dan membuat kerja jantung menjadi lebih kuat. Beberapa contoh olahraga aerobiok seperti jalan kaki, jogging, dansa aerobik atau bersepeda.

Jika penderita mempunyai masalah pada saraf didaerah kaki mungkin sebaiknya melakukan olahraga aerobik yang tidak memberikan beban lebih pada daerah kaki. Olahraga tersebut misalnya seperti berenang, bersepdeda, mendayung atau olahraga dengan kursi.

Bukan merupakan satu hal yang penting apa jenis olahraga yang dilakukan, sebaiknya lakukan pemanasan sebelum memulai berolahraga dan lakukan pendinginan setelah melakukan olahraga. Sebagai pemanasan, lakukan olahraga dengan intensitas rendah seperti berjalan dengan durasi 5-10 menit. Kemudian dengan perlahan lakukan peregangan selama 5-10 menit. Ulangi langkah-langkah tersebut setelah olahraga untuk pendinginannya.

Saat penderita memulai suatu latihan olahraga, lakukan olahraga dengan pelan-pelan, tahap demi tahap demi keselamatan dalam berolahraga. Secara berangsur-angsur tingkatkan intensitas dan durasi olahraga yang dilakukan sampai pada intensitas dan lama olahraga yang dianjurkan. Sebaiknya lakukan olahraga secara rutin 4-6 kali dalam seminggu dengan durasi waktu 30-60 menit. Bicarakan dengan dokter untuk memperoleh anjuran yang khusus tentang olahraga yang tepat dan cocok secara individual.

Apakah ada resiko-resiko berolahraga bagi penderita diabetes?

Jawaban untuk pertanyaan diatas adalah ya, akan tetapi manfaat yang diperoleh jauh lebih besar dibanding dengan resiko yang harus diambil. Dengan berolahraga akan mempengaruhi tubuh dalam bereaksi terhadap insulin. Olahraga yang teratur menjadikan tubuh bereaksi lebih sensitif atau peka terhadap insulin, dan akan menjadikan kadar gula darah menjadi terlalu rendah atau yang biasa disebut dengan hipoglikemia setelah melakukan olahraga.

Mungkin diperlukan suatu pemeriksaan kadar gula darah sebelum dan sesudah berolahraga dan dokter akan menjelaskan berapa sebaiknya kadar gula darah seseorang sebelum dan sesudah berolahraga.

Jika pada pemeriksaan kadar gula darah anda terlalu rendah atau terlalu tinggi sebelum perencanaan berolahraga, sebaiknya tunggu sampai kadar gula darah membaik baru merencanakan berolahraga. Hal itu khususnya penting untuk melihat kadar gula darah jika olahraga yang dilakukan benar-benar dalam keadaan panas atau dingin, perubahan temperatur atau suhu tubuh mempengaruhi penyerapan insulin oleh tubuh.

Bagaimana mengetahui kadar gula darah terlalu rendah saat olahraga?

Hypoglikemia biasanya terjadi secara bertahap tidak langsung terjadi sehingga indovidu yang berolahraga perlu memperhatikan perasaannya selama berolahraga. Mungkin mereka akan merasakan perasaan seperti perubahan dalam denyut jantung, tiba-tiba keluar keringat yang berlebihan, merasa gemetar, cemas, dan merasa lapar. Jika terjadi perasaan-perasaan tersebut, sebaiknya hentikan olahraga dan ikuti perintah atau advice dokter bagaimana mengobati hipogikemia. Dokter mungkin akan menganjurkan untuk menghindari makanan seperti gula-gula atau sari buah untuk mengobati hipoglikemia.

Apa lagi yang bisa dilakukan untuk berolahraga dengan baik dan selayaknya?

Banyak penderita diabetes mempunyai masalah dengan syaraf pada daerah kaki dan terkadang tanpa diketahui oleh penderita. Jadi sangat penting bagi mereka yang mempunyai masalah tersebut mengenakan sepatu yang cocok dengan ruangan yang longgar didalamnya saat berolahraga. Jika tidak, kemungkinan yang terjadi adalah akan mengalami lepuh atau luka pada kaki yang bisa berkembang menjadi infeksi atau berakibat pada masalah-masalah lain. Sebaiknya sebelum dan setelah berolahraga lakukan pemeriksaan pada kaki untuk memastikan tidak adanya lepuh atau luka pada kaki.

Apakah sebaiknya perlu mengkonsumsi banyak cairan selama Berolahraga?.

Saat seseorang berolahraga, tubuh memerlukan banyak cairan untuk mempertahankan kesegarannya sehingga sebaiknya banyak mengkonsumsi cairan selama olah raga. Pada saat berolahraga akan merasakan perasaan haus, sehingga dapat dan mungkin terjadi dehidrasi. Dehidrasi adalah suatu kondisi dimana tubuh mengalami kekurangan cairan yang dapat mempengaruhi tingkat atau kadar gula darah. Maka minumlah banyak cairan sebelum, selama dan sesudah berolahraga.

Daftar catatan atau tips berolahraga bagi penderita diabetes
  • Bicarakan dan konsultasikan dengan dokter tentang latihan olahraga yang tepat.
  • Perikasalah kadar gula darah sebelum dan sesudah berolahraga
  • Pemeriksaan kaki akan adanya lepuh atau luka sebelum dan setelah berolahraga.
  • Kenakanlah sepatu dan kaus kaki yang cukup longgar atau luas.
  • Minumlah banyak cairan sebelum, selama dan setelah berolahraga.
  • Lakukan pemanasan sebelum berolahraga dan lakukan pendinginan setelah berolahraga.
  • Sediakan atau persiapkan snack atau makanan ringan jika terjadi penurunan kadar gula darah yang terlalu rendah.
Read More
Postingan Lama Beranda
Lihat versi seluler
Langganan: Postingan ( Atom )
 photo banner300x250-biru.gif

Blog Archive

  • 2016 (1)
    • 09/18 - 09/25 (1)
      • PENGETAHUAN IBU TENTANG BIANG KERINGAT PADA BAYI 0...
  • 2015 (10)
    • 10/11 - 10/18 (1)
    • 09/13 - 09/20 (1)
    • 09/06 - 09/13 (1)
    • 07/05 - 07/12 (1)
    • 05/17 - 05/24 (6)
  • 2014 (1)
    • 04/13 - 04/20 (1)
  • 2012 (770)
    • 02/19 - 02/26 (5)
    • 02/12 - 02/19 (10)
    • 02/05 - 02/12 (4)
    • 01/29 - 02/05 (27)
    • 01/22 - 01/29 (88)
    • 01/15 - 01/22 (101)
    • 01/08 - 01/15 (169)
    • 01/01 - 01/08 (366)
  • 2011 (4477)
    • 12/25 - 01/01 (336)
    • 12/18 - 12/25 (62)
    • 12/11 - 12/18 (70)
    • 12/04 - 12/11 (77)
    • 11/27 - 12/04 (40)
    • 11/20 - 11/27 (67)
    • 11/13 - 11/20 (198)
    • 11/06 - 11/13 (187)
    • 10/30 - 11/06 (340)
    • 10/23 - 10/30 (32)
    • 10/16 - 10/23 (109)
    • 10/09 - 10/16 (80)
    • 08/14 - 08/21 (75)
    • 08/07 - 08/14 (81)
    • 07/31 - 08/07 (82)
    • 07/24 - 07/31 (65)
    • 07/17 - 07/24 (91)
    • 07/10 - 07/17 (47)
    • 07/03 - 07/10 (44)
    • 06/26 - 07/03 (53)
    • 06/19 - 06/26 (59)
    • 06/12 - 06/19 (47)
    • 06/05 - 06/12 (65)
    • 05/29 - 06/05 (63)
    • 05/22 - 05/29 (77)
    • 05/15 - 05/22 (115)
    • 05/08 - 05/15 (65)
    • 05/01 - 05/08 (104)
    • 04/24 - 05/01 (45)
    • 04/17 - 04/24 (70)
    • 04/10 - 04/17 (134)
    • 04/03 - 04/10 (72)
    • 03/27 - 04/03 (18)
    • 03/20 - 03/27 (47)
    • 03/13 - 03/20 (68)
    • 03/06 - 03/13 (40)
    • 02/27 - 03/06 (56)
    • 02/20 - 02/27 (77)
    • 02/13 - 02/20 (76)
    • 02/06 - 02/13 (198)
    • 01/30 - 02/06 (194)
    • 01/23 - 01/30 (132)
    • 01/16 - 01/23 (196)
    • 01/09 - 01/16 (202)
    • 01/02 - 01/09 (121)
  • 2010 (2535)
    • 12/26 - 01/02 (156)
    • 12/19 - 12/26 (65)
    • 12/12 - 12/19 (73)
    • 12/05 - 12/12 (84)
    • 11/28 - 12/05 (80)
    • 11/21 - 11/28 (68)
    • 11/14 - 11/21 (63)
    • 11/07 - 11/14 (50)
    • 10/31 - 11/07 (50)
    • 10/24 - 10/31 (36)
    • 10/17 - 10/24 (58)
    • 10/10 - 10/17 (35)
    • 10/03 - 10/10 (31)
    • 09/26 - 10/03 (21)
    • 09/19 - 09/26 (26)
    • 09/12 - 09/19 (55)
    • 09/05 - 09/12 (65)
    • 08/29 - 09/05 (33)
    • 08/22 - 08/29 (70)
    • 08/15 - 08/22 (45)
    • 08/08 - 08/15 (35)
    • 08/01 - 08/08 (37)
    • 07/25 - 08/01 (27)
    • 07/18 - 07/25 (19)
    • 07/11 - 07/18 (30)
    • 07/04 - 07/11 (56)
    • 06/27 - 07/04 (28)
    • 06/20 - 06/27 (22)
    • 06/13 - 06/20 (30)
    • 06/06 - 06/13 (21)
    • 05/30 - 06/06 (5)
    • 05/16 - 05/23 (6)
    • 05/09 - 05/16 (29)
    • 05/02 - 05/09 (59)
    • 04/25 - 05/02 (28)
    • 04/18 - 04/25 (38)
    • 04/11 - 04/18 (70)
    • 04/04 - 04/11 (59)
    • 03/28 - 04/04 (65)
    • 03/21 - 03/28 (89)
    • 03/14 - 03/21 (218)
    • 03/07 - 03/14 (95)
    • 02/28 - 03/07 (135)
    • 02/21 - 02/28 (102)
    • 01/03 - 01/10 (68)
  • 2009 (1652)
    • 12/27 - 01/03 (36)
    • 12/20 - 12/27 (22)
    • 12/13 - 12/20 (100)
    • 12/06 - 12/13 (45)
    • 11/29 - 12/06 (24)
    • 11/22 - 11/29 (22)
    • 11/15 - 11/22 (19)
    • 11/08 - 11/15 (28)
    • 11/01 - 11/08 (11)
    • 10/25 - 11/01 (17)
    • 10/18 - 10/25 (38)
    • 10/11 - 10/18 (33)
    • 10/04 - 10/11 (15)
    • 09/27 - 10/04 (21)
    • 09/20 - 09/27 (7)
    • 09/13 - 09/20 (84)
    • 09/06 - 09/13 (35)
    • 08/30 - 09/06 (48)
    • 08/23 - 08/30 (118)
    • 08/16 - 08/23 (26)
    • 08/09 - 08/16 (34)
    • 08/02 - 08/09 (35)
    • 07/26 - 08/02 (31)
    • 07/19 - 07/26 (14)
    • 07/12 - 07/19 (16)
    • 07/05 - 07/12 (28)
    • 06/28 - 07/05 (26)
    • 06/21 - 06/28 (76)
    • 06/14 - 06/21 (26)
    • 06/07 - 06/14 (21)
    • 05/31 - 06/07 (43)
    • 05/24 - 05/31 (38)
    • 05/17 - 05/24 (26)
    • 05/10 - 05/17 (52)
    • 05/03 - 05/10 (15)
    • 04/26 - 05/03 (38)
    • 04/19 - 04/26 (32)
    • 04/12 - 04/19 (22)
    • 04/05 - 04/12 (20)
    • 03/29 - 04/05 (40)
    • 03/22 - 03/29 (43)
    • 03/15 - 03/22 (18)
    • 03/08 - 03/15 (14)
    • 03/01 - 03/08 (22)
    • 02/22 - 03/01 (12)
    • 02/15 - 02/22 (9)
    • 02/08 - 02/15 (11)
    • 02/01 - 02/08 (19)
    • 01/25 - 02/01 (37)
    • 01/18 - 01/25 (21)
    • 01/11 - 01/18 (33)
    • 01/04 - 01/11 (31)
  • 2008 (700)
    • 12/28 - 01/04 (13)
    • 12/21 - 12/28 (9)
    • 12/14 - 12/21 (57)
    • 12/07 - 12/14 (5)
    • 11/30 - 12/07 (18)
    • 11/23 - 11/30 (33)
    • 11/16 - 11/23 (31)
    • 11/09 - 11/16 (23)
    • 11/02 - 11/09 (18)
    • 10/26 - 11/02 (11)
    • 10/19 - 10/26 (15)
    • 10/12 - 10/19 (13)
    • 10/05 - 10/12 (25)
    • 09/28 - 10/05 (2)
    • 09/21 - 09/28 (14)
    • 09/14 - 09/21 (19)
    • 09/07 - 09/14 (43)
    • 08/31 - 09/07 (3)
    • 08/24 - 08/31 (33)
    • 08/17 - 08/24 (65)
    • 08/10 - 08/17 (4)
    • 08/03 - 08/10 (26)
    • 07/27 - 08/03 (6)
    • 07/20 - 07/27 (19)
    • 07/13 - 07/20 (18)
    • 07/06 - 07/13 (60)
    • 06/29 - 07/06 (53)
    • 06/22 - 06/29 (49)
    • 06/15 - 06/22 (11)
    • 06/08 - 06/15 (4)

Popular Posts

  • Transkultural dalam Keperawatan
    Konsep Teori Transkultural dalam Keperawatan APLIKASI TEORI TRANSCULTURAL NURSING DALAM PROSES KEPERAWATAN Rahayu Iskandar, Ners, M.Kep PEND...
  • Review Blog Keperawatan
    Setelah beberapa minggu ini cari materi buat postingan baru, mendadak dapat inspirasi setelah rekan Anton Wijaya menulis di buku tamu Keper...
  • Hubungan Usia Terhadap Perdarahan Post Partum Di RSUD
    KTI KEBIDANAN HUBUNGAN USIA TERHADAP PERDARAHAN POSTPARTUM DI RSUD BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan wanita merupakan hal yang s...
  • PATHWAY ASFIKSIA NEONATORUM
    PATHWAY ASFIKSIA NEONATORUM Klik pada gambar untuk melihat pathway Download Pathway Asfiksia Neonatorum Via Ziddu Download Askep Asfiksia N...
  • PROSES KEPERAWATAN KOMUNITAS
    PROSES KEPERAWATAN KOMUNITAS Pengertian - Proses keperawatan adalah serangkaian perbuatan atau tindakan untuk menetapkan, merencana...
  • Diagnosa Keperawatan Aktual
    Konsep Dasar Diagnosa Keperawatan Aktual BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sebagai suatu aspek yang terpenting dalam proses kepera...
  • PENGETAHUAN IBU TENTANG BIANG KERINGAT PADA BAYI 0-1 TAHUN DI BPS XXXX
    Prelevansi penyakit kulit di Indonesia cukup tinggi baik oleh bakteri, virus atau jamur. Selain itu bergantung pada lingkungan dan kondisi...
  • PATHWAY HEMATEMESIS MELENA
    Pathway Hematemesis Melena Klik pada gambar untuk melihat pathway Download Pathway Hematemesis Melena Via Ziddu
  • Ikterus
    DEFINISI Ikterus ialah suatu gejala yang perlu mendapat perhatian sungguh-sungguh pada neonatus. Ikterus ialah suatu diskolorasi kuning pa...
  • Gangguan Masalah Eliminasi ALVI
    Gangguan Masalah Eliminasi ALVI Konstipasi Konstipasi merupakan keadaan individu yang mengalami atau berisiko tinggi mengalami stasis usus b...

Statistik

© ASUHAN KEPERAWATAN 2013 . Powered by Bootstrap , Blogger templates and RWD Testing Tool Published..Gooyaabi Templates