Senin, 11 Oktober 2010
Daun Sembung Kikis Bronkitis
Selama 8 tahun suara batuk itu menyayat hati. Wajah Icin tampak merah kebiruan menahan sakit. Tubuhnya pun membungkuk untuk mengurangi nyeri di dada. Sesekali napasnya terengah-engah. Panas tinggi, sesak napas, serta batuk berdahak benar-benar menyiksa hidupnya. Wanita asal Bandung itu memang divonis mengidap bronkitis akut. Infeksi cabang tenggorokan yang ia alami telah menahun. Lendir kental kehijauan selalu membanjiri saluran pernapasannya. Setiap 5-10 menit, batuk berdahak menghujam tenggorokannya. Alhasil sepanjang hari, ibu 8 anak itu hanya duduk terkulai lemas. Seluruh badannya terasa remuk. "Memasak pun kadang tak sanggup," katanya. Kegiatan sehari-harinya sebagai ibu rumah tangga terbengkalai. Selain bronkitis, Icin menderita darah tinggi, jantung, dan asam urat, sehingga ibu kelahiran 1929 itu tak mampu bergerak leluasa. Sesak napas akibat batuk membuatnya harus rebahan sambil menahan nyeri di dada. "Berjalan 5 m saja, saya terengah-engah," tutur Icin.
Bukan tanpa usaha ia menghadapi penderitaan. Hampir seluruh dokter di daerahnya, Majalaya, telah didatangi. Setiap minggu sekali Icin kontrol ke rumah sakit. Rawat inap pun pernah dijalani di RS Hasan Sadikin, Bandung. "Ibu tak sanggup kalau terus-terusan berobat. Obatnya mahal, minimal Rp300-ribu sekali berobat. Itu pun hanya 1/2 resep saja," kata Ia Maria, anak bungsunya, yang biasa menebus resep.
Namun, semua biaya itu tak dihiraukan demi kesembuhan. Sampai-sampai sawah warisan keluarga rela dijual untuk biaya pengobatan. Tanah miliknya seluas 20 tumbak (280 m2, red) di Rancaekek, Bandung juga dilepas sebagai ongkos pemeriksaan dokter dan menebus obat. Celakanya, kesembuhan yang ia dambakan tak kunjung datang. Malah peradangan pada batang tenggorokan semakin menjadi. Daya tahan tubuhnya turun drastis. Wanita bercucu 11 itu menjalani hari-hari dengan kenelangsaan.
Berkat sembung
Hingga akhirnya, 2 bulan lalu Ia Maria, si bungsu yang kuliah di Bandung, mengabari ramuan daun sembung bisa digunakan untuk pengobatan bronkitis. Icin pun segera mencarinya di sekitar rumah. Sayang Blumea balsamifera itu tidak ditemukan walau dicari hingga ke Solokan Garut, Majalaya.
Berprinsip pantang menyerah, Icin meminta si bungsu untuk mencari tanaman anggota keluarga Asteraceae itu di Bandung. Mulai dari kos-kosan, lingkungan kampus STKIP hingga Bale Endah, ditelusuri untuk mendapatkan daun sembung. Berhasil. Ia memperoleh ramuan daun sembung dalam bentuk cairan dari pengobat, Sarah Kriswanti. Si bungsu membeli 2 botol yang masing-masing berisi 1 liter.
Icin kemudian mencoba ramuan itu. Ia meminumnya setelah dihangatkan, 2 seloki atau 1/3 gelas sekali minum. Rasa hangat menjalar di tenggorokannya. "Sanajan pait saeutik tapina haneut kana awak jeung tikoro (Walaupun sedikit pahit tetapi hangat di badan dan tenggorokan, red)," kata Icin.
Selama 2 minggu Icin rutin meminumnya, 3 kali sehari setelah makan. Khasiat ramuan itu mulai dirasakan istri H Adang As'ad itu. "Sejak minum ramuan daun sembung badan ibu agak enak," ucap Ia Maria kepada Trubus. Batuk berdahak disertai sesak napas pun sirna.
Dokter spesialis
Begitu pula dengan Arda. Sejak 2 bulan lalu, siswa kelas 1 SD Darul Hikam itu divonis terkena bronkitis. Batuk disertai demam tinggi sepanjang malam membuat anak itu tampak kurus. "Bobot badannya turun drastis sejak batuk-batuk," papar ibunya. Saat tengah malam, erangan kesakitan Arda memuncak. Batuk kering memecah keheningan malam. "Buuu�perut Arda sakiit, bu�," rintih Arda di sela-sela batuknya.
Keesokan hari, ibunya memeriksakan Arda ke dokter spesialis anak. "Ini sudah ke-16 kalinya Arda berobat. Sekali berobat minimal Rp150-ribu untuk dokter saja," paparnya. Itu dilakukan tiap 3 hari sekali selama 2 bulan nonstop. Berbagai macam obat batuk pun telah dicobakan untuk putranya. Namun, hasilnya nihil, batuk Arda tak kunjung reda.
Oleh karena itu kesedihan Nia, sang ibu, tak dapat disembunyikan. Terkadang tangisan menyeruak tatkala menatap wajah anak 7 tahun itu yang pucat dan tampak kecapekan saat batuk. Sesaat setelah batuk Arda pun duduk terkulai lemas. "Dada dan perut sakit sekali kalo batuk. Capek banget, " ucapnya polos sambil memegang dadanya yang nyeri.
Tanpa sengaja, ibu yang bekerja di Dinas Pertanian Bandung itu bertemu dengan Sarah Kriswanti dalam sebuah perhelatan. Ia pun berkeluh-kesah mengenai kesehatan anaknya. Pengobat di Bandung itu memberikan resep daun sembung. Hanya dalam 2 hari, kesehatan Arda berangsur pulih.
Ramuan daun sembung ia minum 3 kali sehari sebanyak 1 seloki. "Ramuan itu memang mujarab. Arda betul-betul terbebas dari batuk," kata ibu beranak 2 itu sembari mengusap sayang kepala Arda. Sejak saat itu, Nia tak pernah lagi mendengar Arda batuk-batuk. Meminum obat pun ditinggalkan, termasuk antibiotik. Dokter spesialis yang biasa menangani hanya tersenyum menyaksikan kesembuhan Arda.
Gunung Wayang
Menurut Sarah, ramuan itu dibuat dari campuran daun sembung kering 15 g, adas manis 1 sendok teh muncung, cengkih 4 butir, sebatang kayu manis 3 cm, kapulaga india 10 butir, kemukus 4 butir, dan gula aren serta garam secukupnya. Setiap orang bisa membuat sendiri. Toh bahanbahannya dengan mudah ditemukan di sekitar tempat tinggal. "Semua tersedia di alam. Murah dan mudah didapatkan," kata Sarah Kriswanti.
Tanaman sembung banyak ditemukan liar di alam. "Di tanah berpasir, pinggir kali sampai di gunung pun ada," kata Sarah. Untuk menolong penderita bronkitis, ia sendiri mengambil daun sembung dari Gunung Wayang, Sumedang Utara. Di sana, tanaman perdu itu tumbuh subur.
Semua bahan direbus dalam 600 cc air selama 15 menit dalam panci tertutup. "Selama direbus, panci tidak boleh dibuka agar kandungan minyak asiri tidak menguap keluar," tuturnya. Minyak asiri sangat berguna untuk mempercepat kesembuhan. Hasil rebusan diminum 3 kali sehari sesudah makan: pagi, siang, dan malam menjelang tidur. Untuk dewasa, ramuan diminum dengan dosis 2 seloki atau 1/3 gelas. Sedangkan untuk anak-anak cukup 1 seloki; balita cukup 1 sendok makan.
Minggu, 28 Desember 2008
Makanan, yang dikenal kaya flavonoid ini secara historis diyakini mampu bertindak sebagai antioksidan. Penelitian bahkan menunjukkan zat aktif ini dapat mengaktifkan bagian otak yang berfungsi mengontrol pembelajaran dan memori.
Dr. Jeremy Spencer, dari Departemen Biosains Makanan di Universitas Reading mengatakan,"Ilmuwan telah lama mengetahui potensi dan manfaat makanan ini untuk kesehatan."
"Penelitian kami menyediakan bukti ilmiah menunjukkan bahwa blueberi merupakan makanan yang bagus dan terbukti berpotensi meningkatkan kapasitas memori."
Jeremy menyebutkan bahwa temuan yang dipublikasi di Free RAdical Biology dan Medicine Journal ini akan dilanjutkan ke tingkat berikutnya untuk meneliti efek flavonoid secara individu pada mereka yang mengalami lemah memori dan kemungkinan menderita Alzheimer.
1. Nyeri otot atau persendian
Coba: Jahe
Jahe mengandung gingerol yang bersifat antioksidan atau pelindung tubuh dari radikal bebas dan menekan produksi senyawa penyebab pembengkakan. Studi di Odense University, Denmark membuktikan bahwa 75 persen pasien artritis dan nyeri otot mengalami perbaikan dari nyeri dan pembengkakan setelah mendapat asupan jahe.
Dosis: sepertiga sendok teh jahe bubuk atau satu sendok teh jahe segar dalam minuman atau makanan tiga kali sehari.
2. Migrain
Coba: Ikan laut dalam
Peneliti dari Brown University, AS, mendapatkan bahwa ikan laut dalam kaya akan asam lemak omega 3 yang menghambat produksi prostaglandin dalam tubuh. Prostaglandin adalah hormon seperti zat kimia yang terkait dengan serangan migrain.
3. Napas bau
Coba: Teh hitam
Studi dari University of Illinois, AS, menemukan bahwa senyawa polifenol dalam teh hitam menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau mulut.
4. Tekanan darah tinggi
Coba: Seledri
Seledri mengandung 3-n-butyl phthalide, komponen yang tak hanya memberi rasa dan bau khusus pada seledri, tetapi juga mengurangi tekanan darah tinggi. Para peneliti dari University of Chicago, AS, membuktikan bahwa makan seledri setiap hari dapat menurunkan tekanan darah sampai 12 persen.
Dosis: empat batang seledri setiap hari untuk mendapatkan efeknya.
5. Kekebalan tubuh rendah
Coba: Ginseng
Ginseng dapat meningkatkan kemampuan tubuh dalam menghalau demam dan flu. Para peneliti dari University of Milan, Italia, memberi 100 mg tablet ginseng pada sekelompok orang sebelum memberi suntikan antiflu. Hanya 15 persen orang yang kena flu.
Buah pepaya memiliki kadar serat yang tinggi. Itu sebabnya saat mengalami sulit buang air besar, pepaya adalah buah yang pas untuk dikonsumsi. Tentu, khasiat pepaya tak hanya pada buahnya saja. Linda misalnya. Ibu rumah tangga yang tinggal di Jakarta ini pernah membuat ramuan alami untuk mengatasi gejala cacingan pada anaknya yang berusia 3 tahun dengan memanfaatkan akar kering pepaya dicampur dengan bawang putih. Hasilnya tak kalah dengan obat cacing yang banyak dijual di toko.
Munaroh, juga ibu rumah tangga, pernah merasakan manfaat daun papaya untuk menambah nafsu makan anaknya yang sempat menurun setelah sakit. Hasilnya lumayan, berkat ramuan daun pepaya segar seukuran telapak tangan, sedikit garam, dan air hangat setengah cangkir yang kemudian diblender dan disaring guna diambil airnya untuk diminumkan, nafsu makan anaknya jadi bertambah.
Kandungan Papain
Buah, daun, dan akar papaya memang dapat dimanfaatkan mencegah gangguan ginjal, sakit kandung kemih, tekanan darah tinggi, dan gangguan haid. Sementara biji pepaya bermanfaat mengobati cacing gelang, gangguan pencernaan, masuk angin, dan diare.
Dari beberapa penelitian dijelaskan, batang dan daun pada tumbuhan pepaya mengandung banyak getah putih seperti susu (white milky latex) yang berpeluang dikembangkan sebagai antikanker. Manfaat getah pepaya untuk kesehatan dibuktikan Bouchut secara ilmiah, seperti dikutip Journal Society of Biology, yang menyatakan papain bersifat antitumor atau kanker.
Peran itu dimungkinkan oleh kandungan senyawa karpain, alkaloid bercincin laktonat dengan tujuh kelompok rantai metilen. Dengan konfigurasi itu, tak hanya tumor dan penyakit kulit yang disembuhkan, karpain ternyata juga ampuh menghambat kinerja beberapa mikroorganisme yang menggangu fungsi pencernaan, sehingga efektif untuk menekan penyebab tifus.
Lebih dari 50 asam amino terkandung dalam getah pepaya, antara lain asam aspartat, treonin, serin, asam glutamat, prolin, glisin, alanin, valine, isoleusin, leusin, tirosin, fenilalanin, histidin, lysin, arginin, tritophan, dan sistein. Mereka bersatu padu menjadi bahan baku industri kosmetik untuk menghaluskan kulit, menguatkan jaringan agar lebih kenyal, dan menjaga gigi dari timbunan plak.
Selama ini getah pepaya yang terdapat pada daun memang lebih dimanfaatkan untuk pengempukan daging dengan cara membungkus daging mentah dengan daun tersebut selama beberapa jam dalam suhu kamar. Selain itu, daun pepaya dapat langsung digosok-gosokkan pada permukaan daging. Penggosokan daun pada daging dimaksudkan untuk mengeluarkan getah (lateks) yang terdapat pada daun agar keluar, kemudian masuk dalam daging.
Bentuk Kemasan
Di beberapa daerah, daging dimasak langsung bersama daun dan buah pepaya mentah untuk mendapatkan daging yang lunak dan mudah dicerna. Saat ini, getah yang terdapat dalam daun dan buah pepaya mentah diekstrak untuk dimanfaatkan sebagai bahan campuran pengempuk daging secara komersial. Tepung getah pepaya sebagai pengempuk daging banyak dijual dalam bentuk kemasan di super market atau di toko bahan kimia.
Penggunaan getah tersebut bisa dengan penyuntikan secara langsung pada ternak setengah jam sebelum disembelih agar dagingnya lebih lunak. Enzim papain akan menghidrolisis kolagen dalam daging, sehingga bentuknya menjadi kendur dan daging akan lebih empuk. Enzim papain inilah yang merombak protein (kolagen) menjadi beberapa bagian.
Dalam buku Taman Obat Keluarga edisi III terbitan Departemen Kesehatan disebutkan, pepaya termasuk tanaman yang cepat tumbuh dan berbuah banyak. Di daerah tropis, pembuahan pertama dapat berlangsung kurang dari satu tahun dan kemudian berbuah sepanjang tahun. Jumlah buah bisa mencapai 50-150 per pohon setahun.
Jika selama ini Anda termasuk penggemar buah pepaya, tentu sepakat bahwa manfaat dan nilai gizinya bagi kesehatan sangatlah besar. Tidak sekadar memiliki serat tinggi, pepaya juga mengandung berbagai jenis enzim, vitamin, dan mineral. Malah kandungan vitamin A-nya lebih banyak daripada wortel, dan vitamin C-nya lebih tinggi daripada jeruk. Kaya pula dengan vitamin B kompleks dan vitamin E.
Hebatnya lagi, kandungan enzim papain dalam buah pepaya berfungsi mempercepat proses pencernaan protein. Kadar protein dalam buah pepaya tidak terlalu tinggi, hanya 4-6 gram per kilogram berat buah, tetapi hampir seluruhnya dapat dicerna dan diserap tubuh. Ini disebabkan enzim papain dalam buah pepaya mampu mencerna zat sebanyak 35 kali lebih besar dari ukurannya sendiri.
Meramu Idola Sepanjang Musim
Karena mudah dipelihara dan tidak mengenal musim, harga pepaya memang jauh lebih murah dibandingkan dengan buah lain. Meski harganya murah, manfaat yang dikandungnya ternyata sangatlah besar. Bahkan, setiap bagian tanaman, mulai dari biji, buah, daun, hingga getahnya, dapat dimanfaatkan untuk beragam keluhan. Tak heran, pepaya bisa disebut sebagai buah idola sepanjang musim.
Berikut beberapa contoh meramunya.
Biji
- Mengunyah satu sendok teh biji pepaya mentah dalam kondisi perut masih kosong setiap hari dapat mencegah dan membasmi cacing serta parasit lainnya. Biji pepaya ini dapat dipergunakan dalam keadaan basah maupun kering. Jika rasanya terlalu kuat, bisa dicampur dengan kurma atau madu. Bisa saja biji pepaya ini diblender dan dicampur dengan sedikit air, baru diminum. Sebagai program antiparasit, makanlah biji pepaya ini setiap hari selama seminggu, selanjutnya diulang dua minggu kemudian.
- Cara lainnya, ambil biji pepaya kering berupa serbuk 10 gram. Serbuk ini dididihkan bersama air 150 ml, sampai diperoleh larutan 75 ml setelah disaring. Hasil ini bisa diminum sekaligus dua jam sebelum makan malam.
Akar
- Untuk obat cacing, gunakan akar pepaya kering 10 gram, bawang putih 1 gram, dan air 100 ml. Bahan dipotong-potong, kemudian dididihkan dengan air selama 15 menit, baru disaring. Bila perlu, tambahkan air matang sehingga diperoleh hasil saringan 75 ml.
- Sebagai minuman penyegar, ambil dua potong akar dan satu lembar daun pepaya. Kedua bahan tersebut ditumbuk halus, kemudian direbus dengan satu liter air sampai mendidih, lalu saring. Bila perlu, campurkan madu atau jahe agar rasanya lebih segar.
- Untuk mencegah risiko batu ginjal, ambil tiga potong akar pepaya, kemudian rebus dengan satu liter air sampai mendidih, kemudian saring. Setelah dingin, campur dengan sedikit madu, lalu minum.
Getah
- Untuk obat luka bakar maupun gatal-gatal di kulit (sebagai obat luar). Oleskan getah dari buah pepaya yang masih muda. Agar tidak terjadi infeksi, bersihkan dulu kulit sebelum diolesi.
- Sebagai pelunak daging, daun pepaya dapat langsung digosok-gosokkan pada permukaan daging. Penggosokan daun pada daging tersebut dimaksudkan untuk mengeluarkan getah (lateks) yang terdapat pada daun agar keluar, kemudian masuk dalam daging.
Daun
- Sebagai pengontrol tekanan darah, ambil 5 lembar daun pepaya, rebus dengan 1/2 liter air hingga tinggal tiga perempatnya. Dinginkan sebelum diminum. Jika perlu, tambahkan gula merah atau madu agar terasa lebih manis sebelum diminum layaknya teh.
- Untuk obat demam berdarah, campur 5 lembar daun pepaya, temulawak, meniran secukupnya, dan gula merah. Rebus hingga masak untuk kemudian didinginkan sebelum siap diminum.
- Obat nyeri perut saat haid, ambil 1 lembar daun pepaya, buah asam, dan garam secukupnya. Rebus hingga masak untuk kemudian dinginkan dan diminum dalam satu gelas.
Buah mentah
- Untuk memperlancar ASI, mengatasi sembelit, gangguan haid, maupun gangguan lambung, manfaatkan buah pepaya sebagai bahan dasar sayuran. Sayuran buah pepaya ini biasanya dimasak seperti halnya membuat sayur lodeh. Sebagai selingan, dapat dicampur dengan daging atau tempe. Jangan lupa, sebelum memasak, cuci buah untuk membersihkan kotoran dan mengurangi getahnya.
Buah masak
- Untuk meningkatkan asupan serat yang membantu menjaga organ pencernaan sekaligus memperlancar BAB. Dapat dimakan langsung atau dibuat jus dengan dicampur buah lain serta ditambah madu atau gula.
PRODUK sintetis memang sering kali menimbulkan masalah bagi tubuh. Aspartam pun termasuk salah satu produk yang memicu kontroversi karena dianggap bisa menimbulkan banyak efek negatif bagi tubuh.
Melihat kondisi ini, spesialis gizi klinik Medikal Plaza International Klinik, Samuel Oentoro menyarankan agar masyarakat kini mulai berpaling ke produk-produk herbal. Ini adalah produk alami yang berasal dari sari-sari tanaman. Untuk produk herbal zat pemanis pengganti gula, Samuel menyarankan untuk menggunakan stevia.
Stevia adalah produk gula alami yang berasal dari tanaman bernama Stevia Rebaudiana Bertoni. Daun dari tanaman ini mengandung bahan pemanis alami nonkalori, dan mampu menghasilkan rasa manis 70 hingga 400 kali dari manisnya gula tebu. "Pemanis ini paling aman untuk kesehatan, baik penderita diabetes melitus atau yang mengalami obesitas," kata Samuel.
Selasa, 26 Agustus 2008
"Ada dua hal yang perlu diwaspadai. Pertama, peredaran produk jamu yang tidak memiliki izin edar dan jamu yang mengandung kimia obat," kata Kepala Dinkesos Kotabaru drg Cipta Waspada, Sabtu (19/7).
Ia menjelaskan, ada sejumlah merek jamu yang dilarang beredar, di antaranya jamu asam urat, flu tulang, gemuk sehat, serta beberapa merek lainnya. "Jamu-jamu tersebut mengandung paracetamol, antalgin, dan dexamethason yang berbahaya bagi tubuh manusia jika dikonsumsi tidak sesuai dosis," kata Cipta. Dia tidak menyebutkan perusahaan yang memproduksi jamu-jamu tersebut.
Menurut Surya, apoteker yang juga staf Pelayanan Kesehatan Dasar dan Farmasi, jika jamu-jamu tersebut dikonsumsi dalam waktu lama tanpa menggunakan dosis tepat akan berakibat gangguan fungsi ginjal, lever, dan jantung.
"Karena di dalam jamu tersebut mengandung paracetamol, antalgin, dan dexametason dan dosisnya tidak sesuai dengan orang yang mengonsumsi, maka akan membahayakan tubuh yang mengonsumsinya," ujar Surya.
Sedikitnya dua toko obat yang terindikasi menjual jamu yang terlarang, dan toko obat tersebut kini telah mendapat pembinaan dari Dinkesos Kotabaru. "Ada beberapa toko obat di daerah kami yang masih menjual jamu-jamu yang mengandung paracetamol, antalgin, dan dexametason. Namun, toko-toko tersebut telah kami beri pembinaan. Jika masih terus menjual, toko tersebut izinnya akan dibekukan," ujarnya.
Obat tersebut, yang akan menyusun reaksi kekebalan pasien untuk memerangi sel-sel tumor mereka sendiri, dibuat dengan menggunakan pendekatan baru yang mengubah secara genetika tanaman tembakau yang direkayasa menjadi pabrik vaksin tertentu. Lymphoma adalah sejenis kanker yang melibatkan sel-sel sistem kekebalan.
"Ini untuk pertama kali sejenis tanaman telah digunakan untuk menghasilkan protein guna disuntikkan kepada manusia," kata Dr Ron Levy dari Stanford University School of Medicina di California, yang penelitiannya diterbitkan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences. "Ini akan menjadi cara mengobati kanker tanpa dampak," kata Levy.
Tim Levy menguji vaksin itu pada 16 pasien yang baru-baru ini didiagnosis menderita lymphoma follicular B-cell, yakni penyakit kronis yang tak dapat diobati.
Menurut Studi itu, tak seorang pasien pun mengalami dampak mencolok dan lebih dari 70 persen pasien tersebut mengembangkan reaksi kekebalan. Meskipun mereka belum memastikan apakah reaksi kekebalan tersebut cukup untuk menghancurkan kanker, para peneliti itu berharap teknik tersebut suatu hari dapat mengarah kepada pengobatan setidak beberapa jenis penyakit mematikan itu.
"Setiap pasien lymphoma memilki sasaran pada sel tumor mereka, tapi masing-masing tumor pasien memiliki versi sasaran yang berbeda," kata Levy dalam suatu wawancara.
Studi dilakukan para peneliti dengan menggurat daun tembakau dengan virus yang dibalut gen untuk menulari tanaman tersebut. Selanjtunya, daun itu menghasilkan protein anti-bodi yang juga terlihat di dalam tumor pasien. Daun itu dipetik beberapa hari kemudian dan ditumbuk jadi bubuk hijau. Dari daun itu, anti-bodi diambil dan dijernihkan. "Bahan itu kemudian disuntikkan kembali ke tubuh pasien," kata Levy.
"Teknologi ini khusus karena cepat dan sangat cocok bagi pendekatan tertentu yang khusus ini karena masing-masin tanaman dapat membuat (vaksin) manusia yang berbeda," kata Levy kepada AFP. Ini adalah pertama kali vaksin kanker dari tanaman telah diujicoba pada manusia.
Vaksin yang berasal dari tanaman memiliki sejumlah keunggulan. Vaksin tersebut dapat dikembangkan jauh lebih cepat dan jauh lebih murah. Vaksin itu tak berisi resiko infeksi seandainya sel-sel hewan tercemar. Dan antibodi yang dihasilkan juga dapat menimbulkan reaksi kekebalan yang lebih kuat dibandingkan dengan yang dikembangkan pada sel-sel hewan.
Nama helianthus diambil dari kata helios yang berarti matahari dan anthos berarti bunga. Alasan yang paling masuk akal kenapa disebut bunga matahari adalah karena bunga ini selalu menghadap ke arah datangnya sinar matahari. Ia bergerak mengikuti sumber cahaya terbesar tersebut. Fenomena seperti ini dikenal dengan istilah heliotropism.
Di Cina bunga ini dikenal dengan nama Xiang ri kui. Sementara di Indonesia sendiri ia mendapat banyak sebutan, di antaranya bunga panca matoari, teleng matoari, ledomata, kembang srengenge, kembang tampongare, bungong matuhori, sungeng, hingga purbanegara.
Rendah Kolesterol
Pada umumnya, bunga matahari ditanam oleh banyak keluarga untuk menghias taman atau halaman depan rumahnya. Bunganya yang kuning lebar seperti matahari lengkap dengan ornamen menyerupai sinar di sekelilingnya, membuat tanaman ini lebih cocok sebagai pemanis mata.
Herba yang berumur pendek (kurang dari setahun) ini tumbuh tegak setinggi 1 hingga 3 meter dengan bulu-bulu halus di seluruh bagiannya. Daunnya tunggal berbentuk jantung dengan bunga besar menyerupai cawan. Mahkota bunganya berbentuk mirip pita yang menyelimuti cawan di tepinya. Tepat di tengah-tengahnya terdapat bunga-bunga kecil yang berbentuk tabung dan berwarna coklat. Dan meski termasuk tanaman berbatang basah, bunga matahari ternyata justru lebih "nyaman" ditanam di area yang banyak mendapat sinar matahari.
Berdasarkan data dari Direktorat Gizi Departemen Kesehatan, biji bunga matahari ternyata mengandung gizi yang cukup lengkap. Ia mengandung minyak nabati dengan kadar kolesterol rendah, sehingga cocok dikonsumsi mereka yang memiliki tekanan darah tinggi atau mengalami kelainan jantung.
Setara Minyak Zairun
Minyak biji bunga matahari kualitasnya dinilai hampir setara dengan minyak zaitun. Karena itu ia digunakan secara luas sebagai pengganti minyak-minyak sayur. Dan kualatis terbaik dari minyak bunga matahari ini didapat dari varietas biji hitam dengan kandungan minyak sekitar 50 hingga 60 persen.
Dari beberapa literatur juga diketahui, biji bunga matahari berkhasiat diuretic (peluruh kencing), expectorant, dan bisa digunakan untuk meringankan demam, flu, batuk, sakit tenggorokan, atau penyakit paru-paru. Menurut Hartwell (1967–1971), pakar botani dan pengobatan herbal dari Amerika, bunga dan biji bunga matahari telah lama digunakan sebagai obat tradisional oleh warga Venezuela untuk mengobati kanker. Kadang, mereka juga mencampurnya dengan anggur.
Sementara itu, di mata Dr Setiawan Dalimarta, penulis tumbuhan obat dan juga ketua Bidang Pelayanan Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional (Sentra P3T) DKI Jakarta, seluruh bagian bunga matahari ternyata memiliki khasiat obat. Katanya, "Bunganya bisa untuk menurunkan tekanan darah tinggi dan mengurangi nyeri atau bersifat analgesik. Misalnya, untuk mengurangi sakit kepala, sakit gigi, nyeri menstruasi, atau nyeri lambung."
Ia menambahkan, bijinya bisa untuk meningkatkan nafsu makan, mengobati disentri berdarah, meringankan sakit campak, atau meningkatkan gairah. Dari beberapa sumber, Dr Setiawan juga mengetahui bahwa akarnya bermanfaat untuk infeksi saluran kencing, radang saluran napas, batuk rejan dan keputihan. Daunnya bermanfaat untuk malaria dan anti radang.
Dalam suatu percobaan diketahui, sumsum dari batang dan dasar bunga (reseptaculum) yang berisi hemicellulose ternyata berhasil menghambat sarcoma dan ehrlich asitic carcinoma pada tikus percobaan. "Karena itu ia juga bisa dimanfaatkan untuk mengobati kanker, misalnya kaker lambung dan kanker esophagus," kata Dr Setiawan.
Biji bunga matahari merupakan salah satu sumber minyak terbesar, khususnya minyak yang bisa dimakan. Tapi selain itu minyak bunga matahari biasanya juga digunakan sebagai bahan margarin, sabun, minyak pelumas, penerangan, serta saus salad. Bila dicampur dengan minyak biji rami, minyak bunga matahari yang setengah jadi biasanya juga diajadikan sebagai bahan cat atau pernis.
Tak hanya itu. Daun bunga matahari ternyata juga biasa dimanfaatkan untuk makanan ternak. Sedang batangnya mengandung serat yang sering digunakan untuk bahan kertas. Saat ini, juga sedang dilakukan penelitian tentang kemungkinan penggunaan minyak bunga matahari untuk bahan bakar diesel.
Bahaya Bagi Ibu Hamil
Dengan segala manfaatnya, ternyata ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika mengkonsumsi atau menggunakan minyak bunga matahari. "Yang paling penting adalah, jangan sampai diminum oleh ibu yang sedang hamil atau sedang menyusui," pesan Dr. Amarullah H. Siregar, MSc, PhD, ahli naturopati dan homeopati. Hal itu disebabkan karena dalam bunga matahari terkandung zat yang disebut inulin yang berfungsi untuk melebarkan dan melancarkan organ atau saluran pernapasan, sehingga bisa berbahaya bagi bayinya.
Tapi, menurut Dr. Siregar, sampai saat ini ia belum terdengar kasus keracunan bagi orang dewasa yang mengkonsumsinya. "Bisa dibilang bunga matahari ini relatif aman. Apalagi ia banyak mengandung mineral, besi, kalium, kalsium, fosfor, magnesium dan natrium yang bermanfaat buat tubuh," ujarnya. Cuma, ia mengingatkan, pemakaian bunga matahari atau obat-obatan tradisional lainnya akan lebih aman jika dikonsultasikan dengan dokter atau ahli
Beberapa Resep Bunga Matahari:
Berikut beberapa contoh resep pengobatan dengan bunga matahari yang dihimpun dari berbagai sumber:
1. Sakit kepala: bunga 25-30 gram direbus bersama 1 telor ayam (tidak dipecahkan) dalam 3 gelas air hingga tinggal setengah gelas. Minum sesudah makan, 2 kali sehari.
2. Radang payudara (mastitis): ambil beberapa kepala bunga (tanpa biji) dipotong halus, lalu dijemur. Setelah kering, disangrai sampai hangus kemudian digiling sampai halus (jadi tepung). Ambil 10-15 gram, campur dengan sedikit arak putih, gula secukupnya, dan setengah gelas air hangat. Minum 3 kali sehari.
3. Rematik: kepala bunga digodok sampai jadi seperti kanji, dinginkan lalu tempelkan (borehkan) pada tempat yang sakit.
4. Sulit buang air besar dan air kecil: rebus 15-30 gram akar segar dengan 4 gelas air hingga menyisakan 2 gelas. Dinginkan dan saring. Minum 2 kali masing-masing 1 gelas.
5. Disentri : 30 gram biji diseduh, kemudian ditim selama 1 jam. Setelah diangkat, tambahkan gula batu secukupnya lalu minum.
PROSPEK obat herbal di Indonesia di masa mendatang akan cerah. Bila bahan-bahan herbal ini telah memenuhi syarat evidence based medicine, maka obat herbal akan menjadi jenis obat yang diminati masyarakat karena harganya terjangkau dan bahannya mudah didapat.
"Karena bila standarisasi bahan yang terkandung dalam syarat evidence based medicine itu dipenuhi, maka obat herbal dengan harga terjangkau dan bahan yang mudah didapat bisa terpenuhi," ujar Shierly dari Direktorat Obat Asli Indonesia Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam workshop Obat Herbal untuk Pembangunan Kesehatan di Mega Glodok Kemayoran, Jakarta Utara, Senin (11/8).
Menurut Shierly, hal yang paling mendasar yaitu standard operational procedur (SOP) dalam penanaman tumbuhan obat herbal.
"Karena kandungan logam berat bisa saja terdapat dalam tanaman obat karena jenis tanah yang sudah tercemar, ini yang harus diperhatikan, bagaimana standarisasi itu diperlukan untuk menjaga kualitas obat herbal," paparnya.
"Kalau obat herbal ini kan dari tanaman yang biasanya sudah digunakan masyarakat kita, jadi percobaan tidak perlu dimulai dari hewan, karena langsung pada manusia ya masyarakat itu sudah coba langsung ratusan tahun lalu dan tidak ada efek samping," tambahnya Shierly.
Sementara itu farmakolog Prof Amir Syarif dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) menyatakan bahwa keragaman tumbuhan darat dan laut sudah diolah dan dipasarkan, tetapi hampir sebagian besar dokter di Indonesia belum merekomendasikan penggunaan obat tradisional karena belum memenuhi standar akademik ilmiah (evidence based medicine).
"Di negara kita jumlah tanaman obat itu beraneka macam, tetapi sebagian besar dokter kita belum merekomendasikannya karena harus ada standarisasi bahan yang terkandung dalam obat herbal, itu syarat evidence based medicine," ujar Amir.
Standarisasi diperlukan, dikatakan Amir, harus ada hubungan antara dosis dengan efek obat herbal. "Kalau tidak distandarisasi maka dosisnya tidak bisa dipastikan, demikian pula efeknya," tutur Amir.
Demikian diungkapkan guru besar pensiun Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Dr Wahyuning Ramelan, Sp.And dalam seminar "Obat Herbal dalam Pembangunan Kesehatan" di Business Center, Mega Glodok Kemayoran, Jakarta, Senin (11/8).
"Pemerintah seharusnya mendorong lomba penelitian khusus jamu atau obat herbal, mendorong pihak swasta untuk ikut berperan mendanai penelitian bidang ini," kata Ramelan.
Selain itu, menurut Ramelan, pemerintah juga perlu memberi peralatan untuk penelitian obat tradisional pada lembaga pendidikan tinggi atau lembaga penelitian.
Peran lembaga pendidikan tinggi, menurut Prof Dr Sidik dari Universitas Padjajaran, juga signifikan untuk mendorong fakultas meneliti efek farmakologik obat tradisional.
"Obat herbal ini bisa menjadi potensi besar bangsa kita bila diketahui secara akademik ilmiah semua efek farmako-logiknya, efek sampingnya dan berbagai cara masuk yang efektif ke tubuh," ujar Sidik.
Ia mengatakan, penelitian obat herbal itu sangat penting tapi hasil penelitian itu juga dapat dikemas menjadi produk berorientasi paten dan pasar.
"Ini tak mudah karena dibutuhkan kerjasama lintas disiplin, antara dokter yang akan menyarankan penggunaan obat herbal, peneliti dan industri obat," tutur Sidik.
Ia menandaskan tidak adanya kerjasama dan integrasi antara peneliti (universitas), industri dan pemerintah itulah yang masih menjadi kendala obat herbal dapat diterima secara medis.
Seperti diungkap DR.Drs.Suprapto Ma'at, Apt, MS, di Jakarta, Kamis (21/8), ektrak meniran berpotensi meningkatkan harapan kesembuhan para penderita HIV/AIDS karena terbukti dapat meningkatkan kadar salah satu jenis sel pertahanan tubuh Limfosit T - terutama sel T helper (sel Th).
"Ekstrak meniran untuk penderita HIV AIDS bersifat sebagai adjuvant, terutama untuk meningkatkan T-helpernya. Saya akan rencanakan untuk menelitinya lebih lanjut dan sangat yakin hasilnya akan baik," ungkap DR. Suprapto dalam diskusi Kolaborasi Jangka Panjang Penelitian dan Industri Farmasi yang digagas PT. Dexa-Medica .
Ektrak menir, jelas Suprapto, pada prinsipnya dapat digunakan sebagai terapi adjuvant pada pengobatan infeksi yang membandel seperti infeksi virus, infeksi jamur, infeksi bakteri, intraseluler dan penyakit infeksi kronis lainnya.
"Adjuvant artinya membantu dalam menanggulangi suatu infeksi. Selain diberikan obat standar, ditambah dengan stimulan. Dengan terapi adjuvant, proses penyembuhan penyakit bisa lebih cepat dan yang lebih penting adalah menghilangkan proses kekambuhan," papar peneliti yang baru mendapat penghargaan BJ Habibie Technology Award 2008 atas riset aplikatifnya tentang tanaman Meniran untuk Stimuno itu.
Kasus unik
Keyakinan DR.Suprapto akan prospek cerah esktrak meniran bagi pengobatan AIDS makin bulat setelah ia menemukan kasus peningkatan sel Th secara signifikan pada seorang pasien di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya belum lama ini.
"Beberapa bulan lalu, ada seorang pasien asal Denpasar yang juga anak seorang dokter kandungan. Sakit yang dialami pasien ini awalnya belum diketahui penyebabnya, namun tiga bulan terakhir suhu tubuhnya tak pernah di bawah 39 derajat celcius," ungkapnya.
Pasien ini, lanjut DR Suprapto, sempat dicurigai menderita enfeksi malaria dan TBC, tetapi upaya pengobatan tak kunjung membuahan hasil. Tim dokter yang terdiri dari beberapa ahli akhirnya menyimpulkan bahwa pasien ini mengalami masalah kekebalan tubuh, sehingga harus diperiksa kadar limfositnya - terutama sel Th (T-helper atau CD4+).
Sel Th ini berfungsi mengaktifkan dan mengatur sel-sel lainnya pada sistem kekebalan (misalnya limfosit B, makrofag dan limfosit T sitotoksik) yang semuanya membantu menghancurkan sel-sel ganas dan organisme asing.
Hasil pemeriksaan T-helper ternyata menunjukkan bahwa kadarnya sangat rendah yakni 52, yang bisa dikategorikan pasien sudah mengidap AIDS stadium lanjut. Dokter lalu memberikan ekstrak manira dengan penambahan dosis secara bertahap setiap bulan dan ternyata jumlah sel Th terus meningkat sebelum akhirnya kembali normal memasuki bulan ketiga.
"Dengan kasus ini, ada rencana untuk melakukan penelitian penggunaan ekstrak meniran di antara pasien HIV/AIDS, terutama AIDS," ujarnya
DR Suprapto juga telah meminta kepada RSUD Dr Soetomo untuk membantu pasien HIV/AIDS tidak mampu dengan memberikan ekstrak filantus sebagai terapi adjuvant bersama obat atretroviral.
"Saya yakin ekstrak menir nanti akan dapat membantu, bukan mengobati, penyembuhan HIV/AIDS. Atau paling tidak memperbaiki kualitas hidup dan memperpanjang umur penderita," tegasnya.
BANYAK orangtua panik bila mendapati suhu tubuh anaknya di atas rata-rata atau sering disebut demam. Sebagai pertolongan pertama, umumnya diberikan obat penurun panas yang berbahan dasar kimia seperti golongan parasetamol, asam salisilat, ibuprofen, dan lain-lain. Jarang sekali orangtua yang langsung teringat memberikan obat-obatan tradisional.
Padahal, obat-obatan tradisional yang berasal dari tanaman obat ini tak kalah ampuhnya sebagai pengusir demam. Malah, obat-obatan tradisional memiliki kelebihan, yaitu toksisitasnya relatif lebih rendah dibanding obat-obatan kimia. Jadi, relatif lebih aman, bahkan tidak ada efek samping bila penggunaannya benar. Soalnya, kandungan tanaman obat bersifat kompleks dan organis sehingga dapat disetarakan dengan makanan, suatu bahan yang dikonsumsi dengan maksud merekonstruksi organ atau sistem yang rusak. Selain itu, harganya pun lebih murah.
Tiga Jenis Demam
Namun, sebelum mengenal lebih jauh tentang tanaman obat penurun panas, perlu dipahami lebih dulu pengertian demam. Demam pada anak dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1. Demam karena infeksi yang suhunya bisa mencapai lebih dari 38°C. Penyebabnya beragam, yakni infeksi virus (seperti flu, cacar, campak, SARS, flu burung, demam berdarah, dan lain-lain) dan bakteri (tifus, radang tenggorokan, dan lain-lain).
2. Demam noninfeksi, seperti kanker, tumor, atau adanya penyakit autoimun seseorang (rematik, lupus, dan lain-lain).
3. Demam fisiologis, seperti kekurangan cairan (dehidrasi), suhu udara yang terlalu panas, dan lain-lain.
Nah, dari ketiganya, hanya demam yang disebabkan oleh infeksi dan noninfeksi sajalah yang memerlukan obat penurun panas. Untuk mempercepat proses penurunan panasnya, selain ramuan tradisional yang diminum, dapat juga diberikan baluran atau kompres untuk membantu.
Akan halnya demam fisiologis, tak diperlukan obat-obatan penurun panas karena umumnya jarang melebihi 380°C. Untuk menurunkan suhu tubuh, cukup diberikan minum yang banyak dan diusahakan berada dalam ruangan berventilasi baik atau berpendingin.
Aneka Obat Tradisional Penurun Panas
Inilah beberapa pilihan obat penurun panas tradisional yang dapat dicoba. Penting diperhatikan, dosis yang tercantum pada ramuan berikut adalah dosis untuk orang dewasa. Bila ingin diberikan kepada anak, bacalah aturan dosis bagi anak dan sesuaikan dengan tingkatan usianya. (Lihat boks: Dosis Aman untuk Anak.)
1. Lempuyang Emprit (Zingiber amaricans)
Memiliki kandungan senyawa minyak atsiri, yaitu sekuiterpenketon yang bermanfaat untuk menurunkan panas. Umumnya yang digunakan adalah rimpangnya; warnanya putih kekuningan dan rasanya pahit.
Caranya: Cuci bersih 10 gram umbi lempuyang emprit. Parut dan tambahkan 1/2 gelas air panas, aduk rata. Setelah dingin, peras, ambil sarinya. Campur dengan 2 sendok makan (sdm) madu bunga kapuk, aduk rata. Berikan 3 kali sehari.
2. Kunyit (Curcuma longa)
Memiliki kandungan minyak atsiri, curcumin, turmeron dan zingiberen yang dapat bermanfaat sebagai antibakteri, antioksidan, dan antiinflamasi (anti-peradangan). Selain sebagai penurun panas, campuran ini juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Umumnya yang digunakan adalah rimpangnya; warnanya oranye.
Caranya: Cuci bersih 10 gram umbi kunyit. Parut dan tambahkan 1/2 gelas air panas, aduk rata. Setelah dingin, peras, ambil sarinya. Tambahkan dengan perasan 1/2 buah jeruk nipis. Campur dengan 2 sdm madu bunga kapuk, aduk rata. Bagi menjadi 3 bagian campuran madu dan kunyit ini, kemudian berikan 3 kali sehari.
3. Sambiloto (Andrographis paniculata)
Seluruh bagian tanamannya dapat digunakan. Memiliki kandungan andrografolid lactones (zat pahit), diterpene, glucosides dan flavonoid yang dapat menurunkan panas. Bahkan pada tahun 1991 pernah diadakan penelitian di Thailand bahwa 6 g sambiloto per hari sama efektifnya dengan parasetamol.
Caranya: Rebus 10 gram daun sambiloto kering, 25 g umbi kunyit kering (2,5 ibu jari), dan 200 cc air. Rebus hingga mendidih dan airnya tinggal 100 cc, kemudian saring. Setelah hangat, tambahkan 100 cc madu bunga kapuk atau mahoni, aduk rata. Bagi menjadi 3 bagian, berikan 3 kali sehari.
4. Pegagan (Centella asiatica L.)
Tumbuhan yang dikenal pula dengan nama daun kaki kuda ini tumbuh merayap menutupi tanah. Daunnya berwarna hijau dan berbentuk seperti kipas ginjal. Memiliki kandungan triterpenoid, saponin, hydrocotyline, dan vellarine. Bermanfaat untuk menurunkan panas, revitalisasi tubuh dan pembuluh darah serta mampu memperkuat struktur jaringan tubuh. Pegagan juga bersifat menyejukkan atau mendinginkan, menambah tenaga dan menimbulkan selera makan.
Caranya : Rebus 1 genggam pegagan segar dengan 2 gelas air hingga mendidih dan airnya tinggal 1 gelas. Bagi menjadi 3 bagian dan diminum 3 kali sehari.
5. Temulawak (Curcuma xanthorhiza Roxb.)
Penampilan temulawak menyerupai temu putih, hanya warna bunga dan rimpangnya berbeda. Bunga temulawak berwarna putih kuning atau kuning muda, sedangkan temu putih berwarna putih dengan tepi merah. Rimpang temulawak berwarna jingga kecokelatan, sedangkan rimpang bagian dalam temu putih berwarna kuning muda.
Temulawak memiliki zat aktif germacrene, xanthorrhizol, alpha betha curcumena, dan lain-lain. Manfaatnya sebagai antiinflamasi (antiperandangan), antibiotik, serta meningkatkan produksi dan sekresi empedu. Temulawak sejak dahulu banyak digunakan sebagai obat penurun panas, merangsang nafsu makan, mengobati sakit kuning, diare, mag, perut kembung dan pegal-pegal.
Caranya : Cuci bersih 10 gram rimpang temulawak. Parut dan tambahkan 1/2 gelas air panas, aduk rata. Setelah dingin, peras, ambil sarinya. Campur dengan 2 sdm madu bunga kapuk, aduk rata. Bagi menjadi 3 campuran madu dan temulawak, kemudian berikan 3 kali sehari.
6. Bawang merah (Allium cepa L.)
Bawang merah sering digunakan sebagai bumbu dapur. Memiliki kandungan minyak atsiri, sikloaliin, metilaliin, kaemferol, kuersetin, dan floroglusin.
Caranya: Kupas 5 butir bawang merah. Parut kasar dan tambahkan dengan minyak kelapa secukupnya, lalu balurkan ke ubun-ubun dan seluruh tubuh.
7. Daun kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis)
Selain daun kembang sepatu, Anda juga dapat memanfaatkan daun kapuk atau daun sirih. Kembang sepatu mengandung flavonoida, saponin dan polifenol. Daun kapuk mengandung flavonoida, saponin dan tanin. Daun sirih mengandung flavonoida, saponin, polifenol, dan minyak atsiri.
Caranya: Cuci bersih daunnya, keringkan dengan lap bersih, panaskan sebentar di atas api agar lemas. Remas-remas sehingga lemas, olesi dengan minyak kelapa, kompreskan pada perut dan kepala.
8. Meniran (Phyllanthus niruri L.)
Tinggi tanamannya mencapai 1 meter, tumbuh liar, daunnya berbentuk bulat tergolong daun majemuk bersirip genap. Seluruh bagian tanaman ini dapat digunakan. Memiliki kandungan lignan, flavonoid, alkaloid, triterpenoid, tanin, vitamin C, dan lain-lain. Bermanfaat untuk menurunkan panas dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Caranya: Rebus 1 genggam meniran segar dengan 2 gelas air hingga mendidih dan airnya tinggal 1 gelas. Bagi menjadi 3 bagian dan diminum 3 kali sehari.
9. Air kelapa muda
Air kelapa muda banyak mengandung mineral, antara lain kalium. Pada saat panas, tubuh akan mengeluarkan banyak keringat untuk menurunkan suhu tubuh. Nah, untuk menggantikan keringat yang keluar, perbanyaklah minum air kelapa.
Dosis Aman untuk Anak
Penggunaan tanaman obat dengan dosis yang tepat tidak akan menimbulkan efek samping dan aman. Berikut dosis yang direkomendasikan untuk anak:
Usia Dosis
Bayi 1/8 dosis dewasa
2-5 tahun 1/4 dosis dewasa
6-9 tahun 1/3 dosis dewasa
10-13 tahun 1/2 dosis dewasa
14-16 tahun 3/4 dosis dewasa
Kamis, 26 Juni 2008
Daun kayu putih misalnya, sejak dulu dimanfaatkan untuk mengurangi rasa sakit maupun bengkak akibat gigitan serangga. Daunnya yang telah dijadikan ekstrak atau dikeringkan biasa dimanfaatkan untuk ramuan penambah stamina.
Pengusir Nyamuk
Fadli, seorang warga di bilangan Cinere, Jakarta, sengaja menanam kayu putih sebagai pengusir nyamuk di halaman samping rumahnya.”Selain ditanam di halaman rumah, saya juga biasa meletakkan di ruangan, dalam pot. Ruangan jadi bebas nyamuk,” ujarnya.
Aroma tanaman inilah yang membuat nyamuk atau serangga tak ingin berada di dekatnya.
Daun kayu putih juga dapat diborehkan langsung ke kulit agar nyamuk tidak sudi hinggap. Cukup dengan meremas-remas atau menumbuk daunnya, lalu membalurkannya ke kulit.
Jika ingin menggunakan tanaman kayu putih secara utuh sebagai pengusir nyamuk, cukup letakkan di dalam ruangan. Supaya efektif daya halaunya, Fadli mencontohkan perbandingan ruangan dengan tanaman, yakni untuk ruangan 2 kali 3 meter cukup diisi satu tanaman kayu putih setinggi satu meter.“Jika lebih luas ruangannya, tentu tanamannya harus lebih banyak,” katanya.
Tanaman bernama Latin Melaleuca leucadendra L. ini secara turun temurun dikenal dalam pengobatan tradisonal, seperti untuk mengatasi batuk rejan. Sukarsih mengaku pernah memiliki pengalaman batuk rejan atau orang biasa menyebutnya batuk seratus hari.
“Orangtua saya sudah membawa ke dokter untuk berobat, tetapi hasilnya belum ada. Suatu hari ketika berkunjung ke tempat saudara, saya disarankan minum ramuan kencur dan minyak kayu putih,” kenangnya.
Cara penggunaannya adalah, dua rimpang kencur ukuran sedang diparut untuk diambil airnya. Campur dengan air hangat secukupnya dan tambahkan beberapa tetes minyak kayu putih.
Ramuan ini diminum setiap pagi dan malam menjelang tidur. “Hasilnya, sewaktu malam tiba, batuknya sudah jauh berkurang,” tuturnya.
Setelah seminggu minum ramuan itu, ia sembuh dari batuk rejan. “Saat ini pengobatan tersebut juga saya terapkan kepada anak-anak, hasilnya tidak mengmengecewakan. Yang pasti lebih murah daripada harus bolak balik ke dokter,” ungkapnya.
Sulingan Daun
Perkembangan teknologi penyulingan telah menggeser penggunaan kayu putih secara utuh. Kandungan utama tanaman ini adalah minyak atsiri, yang dapat diolah setelah melalui proses penyulingan.
Tak heran, dalam setahun produknya mencapai ribuan liter untuk beragam keperluan rumah tangga maupun industri, dari mulai minyak gosok, bahan campuran sabun, parfum, hingga obat.
Kayu putih memang termasuk komoditi yang bernilai ekonomis tinggi. Secara umum sumber sulingan minyak kayu putih berasal dari daunnya, dan biasa dinamakan minyak kayu putih (cajeput oil).
Karena dapat meredakan beragam keluhan, orang menyebut kayu putih sebagai si multiguna. Perhatikan saja, minyaknya biasa dimanfaatkan dari mulai obat gosok untuk mengurangi pembengkakan maupun rasa gatal karena gigitan serangga, sakit gigi, sakit kepala, pegal-pegal, otot kram, perut kembung, luka memar, hingga untuk campuran obat batuk.
Sejumlah penelitian juga membuktikan, tanaman ini berkhasiat diaforetik (peluruh keringat), analgesik (pereda nyeri), desinfektan (pembunuh kuman), ekspektoran (peluruh dahak), dan antispasmodik (pereda nyeri perut).
Tunggal Atau Campuran
Daun kayu putih bisa dimanfaatkan sebagai campuran aneka ramuan. Anda juga bisa menggunakan produk minyak kayu putih yang mudah dijumpai di pasaran, atau dicampur bahan lain.
Berikut contoh penggunaan kayu putih untuk beragam keluhan:
Obat luka
- Lumatkan beberapa lembar daun kayu putih segar. Borehkan ke bagian kulit yang luka karena sengatan atau gigitan serangga untuk mengurangi rasa sakit dan bengkak.
- Segenggam daun kayu putih segar direbus dengan air secukupnya. Bersihkan luka sebelum dicuci dengan air rebusan daun kayu putih. Jangan gunakan air rebusan ini untuk luka lama, agar tidak terjadi infeksi.
Obat batuk
Cuci bersih dua rimpang kencur, parut, lalu peras untuk diambil airnya. Tambahkan beberapa tetes minyak kayu putih. Tambahkan sedikit air hangat dan satu sendok teh madu, kemudian diminum.
Pereda nyeri
Gunakan minyak kayu putih yang dijual di pasaran. Oleskan ke bagian tubuh yang nyeri atau sebagai minyak pijat untuk meredakan perut kembung, sakit kepala, dan masuk angin.
Pengusir nyamuk
- Letakkan tanaman kayu putih di ruangan atau oleskan minyak kayu putih ke lengan dan kaki agar nyamuk tidak mengganggu. Hindari penggunaan minyak sebelum mandi karena justru bisa menyebabkan rasa tidak nyaman.
- Jika Anda menggunakan minyak esensial kayu putih, uapkan dengan tungku yang akan menebarkan aromanya ke seluruh ruangan. Pastikan proses pembakaran dengan tungku ini berlangsung baik, sehingga tidak menimbulkan sesak napas.
Blog Archive
-
2015
(10)
- 10/11 - 10/18 (1)
- 09/13 - 09/20 (1)
- 09/06 - 09/13 (1)
- 07/05 - 07/12 (1)
- 05/17 - 05/24 (6)
-
2014
(1)
- 04/13 - 04/20 (1)
-
2012
(770)
- 02/19 - 02/26 (5)
- 02/12 - 02/19 (10)
- 02/05 - 02/12 (4)
- 01/29 - 02/05 (27)
- 01/22 - 01/29 (88)
- 01/15 - 01/22 (101)
- 01/08 - 01/15 (169)
- 01/01 - 01/08 (366)
-
2011
(4477)
- 12/25 - 01/01 (336)
- 12/18 - 12/25 (62)
- 12/11 - 12/18 (70)
- 12/04 - 12/11 (77)
- 11/27 - 12/04 (40)
- 11/20 - 11/27 (67)
- 11/13 - 11/20 (198)
- 11/06 - 11/13 (187)
- 10/30 - 11/06 (340)
- 10/23 - 10/30 (32)
- 10/16 - 10/23 (109)
- 10/09 - 10/16 (80)
- 08/14 - 08/21 (75)
- 08/07 - 08/14 (81)
- 07/31 - 08/07 (82)
- 07/24 - 07/31 (65)
- 07/17 - 07/24 (91)
- 07/10 - 07/17 (47)
- 07/03 - 07/10 (44)
- 06/26 - 07/03 (53)
- 06/19 - 06/26 (59)
- 06/12 - 06/19 (47)
- 06/05 - 06/12 (65)
- 05/29 - 06/05 (63)
- 05/22 - 05/29 (77)
- 05/15 - 05/22 (115)
- 05/08 - 05/15 (65)
- 05/01 - 05/08 (104)
- 04/24 - 05/01 (45)
- 04/17 - 04/24 (70)
- 04/10 - 04/17 (134)
- 04/03 - 04/10 (72)
- 03/27 - 04/03 (18)
- 03/20 - 03/27 (47)
- 03/13 - 03/20 (68)
- 03/06 - 03/13 (40)
- 02/27 - 03/06 (56)
- 02/20 - 02/27 (77)
- 02/13 - 02/20 (76)
- 02/06 - 02/13 (198)
- 01/30 - 02/06 (194)
- 01/23 - 01/30 (132)
- 01/16 - 01/23 (196)
- 01/09 - 01/16 (202)
- 01/02 - 01/09 (121)
-
2010
(2535)
- 12/26 - 01/02 (156)
- 12/19 - 12/26 (65)
- 12/12 - 12/19 (73)
- 12/05 - 12/12 (84)
- 11/28 - 12/05 (80)
- 11/21 - 11/28 (68)
- 11/14 - 11/21 (63)
- 11/07 - 11/14 (50)
- 10/31 - 11/07 (50)
- 10/24 - 10/31 (36)
- 10/17 - 10/24 (58)
- 10/10 - 10/17 (35)
- 10/03 - 10/10 (31)
- 09/26 - 10/03 (21)
- 09/19 - 09/26 (26)
- 09/12 - 09/19 (55)
- 09/05 - 09/12 (65)
- 08/29 - 09/05 (33)
- 08/22 - 08/29 (70)
- 08/15 - 08/22 (45)
- 08/08 - 08/15 (35)
- 08/01 - 08/08 (37)
- 07/25 - 08/01 (27)
- 07/18 - 07/25 (19)
- 07/11 - 07/18 (30)
- 07/04 - 07/11 (56)
- 06/27 - 07/04 (28)
- 06/20 - 06/27 (22)
- 06/13 - 06/20 (30)
- 06/06 - 06/13 (21)
- 05/30 - 06/06 (5)
- 05/16 - 05/23 (6)
- 05/09 - 05/16 (29)
- 05/02 - 05/09 (59)
- 04/25 - 05/02 (28)
- 04/18 - 04/25 (38)
- 04/11 - 04/18 (70)
- 04/04 - 04/11 (59)
- 03/28 - 04/04 (65)
- 03/21 - 03/28 (89)
- 03/14 - 03/21 (218)
- 03/07 - 03/14 (95)
- 02/28 - 03/07 (135)
- 02/21 - 02/28 (102)
- 01/03 - 01/10 (68)
-
2009
(1652)
- 12/27 - 01/03 (36)
- 12/20 - 12/27 (22)
- 12/13 - 12/20 (100)
- 12/06 - 12/13 (45)
- 11/29 - 12/06 (24)
- 11/22 - 11/29 (22)
- 11/15 - 11/22 (19)
- 11/08 - 11/15 (28)
- 11/01 - 11/08 (11)
- 10/25 - 11/01 (17)
- 10/18 - 10/25 (38)
- 10/11 - 10/18 (33)
- 10/04 - 10/11 (15)
- 09/27 - 10/04 (21)
- 09/20 - 09/27 (7)
- 09/13 - 09/20 (84)
- 09/06 - 09/13 (35)
- 08/30 - 09/06 (48)
- 08/23 - 08/30 (118)
- 08/16 - 08/23 (26)
- 08/09 - 08/16 (34)
- 08/02 - 08/09 (35)
- 07/26 - 08/02 (31)
- 07/19 - 07/26 (14)
- 07/12 - 07/19 (16)
- 07/05 - 07/12 (28)
- 06/28 - 07/05 (26)
- 06/21 - 06/28 (76)
- 06/14 - 06/21 (26)
- 06/07 - 06/14 (21)
- 05/31 - 06/07 (43)
- 05/24 - 05/31 (38)
- 05/17 - 05/24 (26)
- 05/10 - 05/17 (52)
- 05/03 - 05/10 (15)
- 04/26 - 05/03 (38)
- 04/19 - 04/26 (32)
- 04/12 - 04/19 (22)
- 04/05 - 04/12 (20)
- 03/29 - 04/05 (40)
- 03/22 - 03/29 (43)
- 03/15 - 03/22 (18)
- 03/08 - 03/15 (14)
- 03/01 - 03/08 (22)
- 02/22 - 03/01 (12)
- 02/15 - 02/22 (9)
- 02/08 - 02/15 (11)
- 02/01 - 02/08 (19)
- 01/25 - 02/01 (37)
- 01/18 - 01/25 (21)
- 01/11 - 01/18 (33)
- 01/04 - 01/11 (31)
-
2008
(700)
- 12/28 - 01/04 (13)
- 12/21 - 12/28 (9)
- 12/14 - 12/21 (57)
- 12/07 - 12/14 (5)
- 11/30 - 12/07 (18)
- 11/23 - 11/30 (33)
- 11/16 - 11/23 (31)
- 11/09 - 11/16 (23)
- 11/02 - 11/09 (18)
- 10/26 - 11/02 (11)
- 10/19 - 10/26 (15)
- 10/12 - 10/19 (13)
- 10/05 - 10/12 (25)
- 09/28 - 10/05 (2)
- 09/21 - 09/28 (14)
- 09/14 - 09/21 (19)
- 09/07 - 09/14 (43)
- 08/31 - 09/07 (3)
- 08/24 - 08/31 (33)
- 08/17 - 08/24 (65)
- 08/10 - 08/17 (4)
- 08/03 - 08/10 (26)
- 07/27 - 08/03 (6)
- 07/20 - 07/27 (19)
- 07/13 - 07/20 (18)
- 07/06 - 07/13 (60)
- 06/29 - 07/06 (53)
- 06/22 - 06/29 (49)
- 06/15 - 06/22 (11)
- 06/08 - 06/15 (4)
Popular Posts
-
Olahraga teratur sangat penting untuk kesehatan tubuh, mencegah dan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit mulai dari osteoporosis hin...
-
Konsep Teori Transkultural dalam Keperawatan APLIKASI TEORI TRANSCULTURAL NURSING DALAM PROSES KEPERAWATAN Rahayu Iskandar, Ners, M.Kep PEND...
-
Setelah beberapa minggu ini cari materi buat postingan baru, mendadak dapat inspirasi setelah rekan Anton Wijaya menulis di buku tamu Keper...
-
Prelevansi penyakit kulit di Indonesia cukup tinggi baik oleh bakteri, virus atau jamur. Selain itu bergantung pada lingkungan dan kondisi...
-
KTI KEBIDANAN HUBUNGAN USIA TERHADAP PERDARAHAN POSTPARTUM DI RSUD BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan wanita merupakan hal yang s...
-
Mortalitas dan morbiditas pada wanita hamil dan bersalin adalah masalah besar dinegara berkembang dan dinegara miskin. Sekitar 25 – 50% ke...
-
Hematemesis, melena, and hematochezia are symptoms of acute gastrointestinal bleeding. Bleeding that brings the patient to the physician is...
-
Malu banget kan kalo nafas kita bau alias bau mulut apa lagi kalo kita ngomong dengan orang lain lalu tiba-tiba orang tersebut menjauh wah...
-
Mengajarkan senam membantu fisik mendorong istirahat dan relaksasi rutinitis fisik kemudian di buat pada masa antenatal untuk meningkatkan...
-
Jangan kira semua aktivitas menyehatkan benar-benar membuat Anda sehat. Untuk beberapa kebiasaan, hal itu justru bisa membuat Anda s...
© ASUHAN KEPERAWATAN 2013 . Powered by Bootstrap , Blogger templates and RWD Testing Tool Published..Gooyaabi Templates
