Tampilkan postingan dengan label Kesehatan dan Kanker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan dan Kanker. Tampilkan semua postingan
Minggu, 19 Desember 2010
Pijat Payudara Menurunkan Resiko Kanker Payudara
Sebuah penelitian terkini dari 4.700 wanita ditemukan bahwa wanita yang memakai bra memiliki kesempatan mengalami peningkatan kanker payudara. Hal ini sangat mungkin bahwa tekanan konstan (menetap dan terus menerus) yang menempatkan bra pada payudara akan membatasi aliran racun yang perlu dikeluarkan, sehingga hal ini berakibat angka resiko kanker menjadi meningkat. Semakin banyak jumlah tekanan lembut pada payudara bisa mendesak pembuluh darah limfatik dan menghentikan aliran racun dari payudara.
Dari penelitian itu ditemukan bahwa angka/jumlah tertinggi kanker payudara adalah pada mereka yang memakai bra selama 24 jam dalam sehari, dan angka/jumlah terendah adalah pada mereka yang tidak pernah memakai bra. Studi tersebut menunjukkan bahwa perempuan sebaiknya memakai bra mereka kurang dari 12 jam sehari.
Pijat Payudara Mandiri (Self care breast massage)
Pemijatan/massage lembut pada payudara akan bermanfaat bagi semua perempuan dan mengurangi risiko kanker payudara. Meremas, memijat payudara dengan pijatan lembut hingga sedang, menggosok/mengusap, dan meremas dengan tangan, hal ini cukup untuk menginduksi peningkatan getah bening dan aliran darah ke payudara.
Bagaimana melakukannya?
Payudara bisa diremas dan diperas dengan membentuk ikatan antara telapak dan jari-jari tangan (agak seperti jabat tangan) atau payudara bisa digosok dan mengelus payudara menggunakan telapak dan jari tangan dengan menggunakan tekanan lembut hingga tekanan sedang.
Payudara Wanita sangat bervariasi pada tekstur dan kepekaan terhadap tekanan. Oleh karena itu, usapan/elusan lembut sebaiknya bagi mereka yang sensitif atau memiliki payudara lebih lembut. Tekanan sedang mungkin lebih efektif bagi mereka dengan payudara lebih kencang bertekstur.
Prosedur ini harus dilakukan setidaknya dua kali seminggu. Hal ini dapat dilakukan dengan kulit telanjang (telanjagn dada), tetapi Anda mungkin bisa menggunakan beberapa minyak sayur agar lebih nyaman (jangan gunakan minyak berbahan dasar mineral atau beraroma).
Kamis, 23 April 2009
Berjuanglah Untuk Hidup Anda; Harapan Baru Untuk Melawan Kanker Payudara
Resiko kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia, tapi demikain juga kebulatan tekad menghindari atau melawan penyakit. Dan para peneliti mengetahui banyak tentang bagaimana menurunkan kemungkinan dari terserang penyakit atau kambuh kembali dari penyakit.
Kurangi lemak
Dalam penelitian di Harvard, para wanita yang menurunkan 20 pound lemak setelah menopause dan menjaganya, mengurangi resiko mereka terserang kanker payudara sekitar 57 %.
Olahraga
Olahraga juga berpengaruh dalam mengurangi resiko anda terserang kanker payudara, dan “tidak ada kata terlambat untuk memulainya” dikutip dari perkataan Anne McTiernan, M.D., Ph.D, dari pusat penelitian kanker Fred Hutchinson di Seatle. Penelitiannya menunjukkan bahwa dua dan setengah jam olahraga ringan mingguan (jalan santai, berenang atau dansa) menurunkan resiko sekitar 20 %. Lebih jelas tentang olahraga dan resiko kanker payudara baca disini.
Sayur dan Buah
Menurut sebuah penelitian pada University of California di San Diego, para penderita yang selamat dari kanker payudara yang melakukan olahraga dan makan sedikitnya 5 porsi buah dan sayuran tiap hari telah mengurangi kemungkinan kambuhnya kanker payudara daripada mereka yang tidak makan buah dan sayuran.
Kurangi lampu penerangan anda
Baru-baru ini sebuah studi di Israel menemukan bahwa, wanita yang tinggal di kota-kota dengan nyala lampu yang terang di malam hari 73 % lebih mungkin beresiko terserang kanker payudara daripada mereka yang menggunakan penerangan yang paling gelap. Oleh sebab itu, jagalah tempat tidur anda agar tetap gelap/redup di malam hari tapi tidak membuat anda sakit mata, atau mengganggu anda dengan penerangan tersebut yang mungkin dapat melindungi kesehatan anda.
Pemeriksaan Mammogram
Pemeriksaan mammogram berarti kesempatan lebhi besar bagi anda untuk tertolong apabila anda terdiagnosa sebagai penderita kanker payudara. Dan jangan biarkan ibu anda meyakinkan anda bahwa dia terlalu tua sehingga tidak perlu dilakukan pemeriksaan dan pengobatan; para peneliti pada University of Texas M.D. Anderson Cancer Center menunjukkan bahwa pemeriksaan Mammography atau mammografi/pencitraan payudara memberi keuntungan dalam kelangsungan hidup pada wanita meskipun mereka berusia 80 tahun. ( Karena pria juga dapat terkena kanker payudara, mereka sebaiknya melakukan pemeriksaan apabila merasakan adanya pembengkakan baru pada payudara apapun bentuknya kepada dokter)
Perhatikan bias umur anda
Beberapa dokter menyarankan dengan hati-hati melakukan chemotherapy/kemoterapi dan radiasi pada wanita yang berusia 50 tahun, 60 tahun atau 70 tahun-walaupun wanita yang lebih tua bisa menerima pengobatan kemoterapi dan radiasi sama baiknya dengan wanita usia 50 tahun. Christa Corn, M.D., seorang ahli bedah payudara pada Phoenix Baptist Hospital & Medical Center di Arizona menyarankan; agar menanyakan semua pilihan pengobatan yang diberikan atau ditawarkan untuk pengobatan kanker payudara, dan apabila dokter anda mengatakan “ tidak pada usia anda”, maka pilih pilihan lain (pilihan terbaik kedua).
Jumat, 27 Maret 2009
Olahraga dan Resiko Kanker Payu Dara: Belum Terlambat.
Olahraga teratur sangat penting untuk kesehatan tubuh, mencegah dan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit mulai dari osteoporosis hingga penyakit jantung. Namun, ketika terjadi kanker payu dara (breast cancer), para ahli bidang kesehatan belum menyepakati apakah olahraga benar-benar mampu mengurangi atau menurunkan resiko berkembangnya kanker payu dara. Kajian atau penelitian pada topik ini menyatakan setuju dan tidak setuju, tapi penelitian terbaru membantu memberikan gambaran mengapa?. Dengan mempertimbangkan semua jenis dan tipe kanker payu dara sebagai satu penyakit tunggal dan dengan menyatukan aktifitas fisik pada semua titik selama seorang wanita tersebut hidup, para peneliti mengalami kehilangan hubungan penting antara kedua faktor tersebut.
Apa, kapan dan mengapa?
Para ahli kesehatan mngetahui bahwa tidak semua kanker payu dara itu sama. Sebagai contoh, beberapa kanker payu dara akan tumbuh lebih cepat dalam merespon adanya hormon-hormon yang terjadi secara alami di dalam tubh, seperti estrogen dan progesteron, dan disebut sebagai kanker payu dara estrogen reseptor positif (ER+) dan/atau kanker payu dara progesteron reseptor positif (PR+).
Kanker payu dara yang tidak merespon terhadap hormon-hormon tersebut disebut kanker estrogen reseptor negatif (ER-) dan/atau progesterone reseptor negatif (PR-). Perbedaan tersebut merupakan hal penting karena perbedaan itu membantu para peneliti memahami mengapa dalam diri seorang wanita berkembang kanker payu dara, perbedaan itu juga membantu para dokter dalam memberikan pengobatan terbaik pada tiap jenis kanker payu dara.
Para peneliti jerman telah meneliti sejumlah 3.414 wanita yang telah menopause (post menopausal) dengan kanker payu dara sebagai kelompok kasus dan sejumlah 6.569 orang wanita tanpa kanker payu dara sebagai kelompok kontrol untuk menentukan bagaimana aktifitas fisik pada waktu yang berbeda pada seorang wanita mempengaruhi resiko mereka terhadap jenis kanker payu dara. Mereka ditanya tentang aktifitas fisik rekreasi dan non rekreasi (termasuk pekerjaan dan aktifitas rumah tangga) antara usia 39 dan 49 serta setelah mereka berusia 50 tahun.
Para peneliti menemukan bahwa, pada wanita yang tercatat dengan tingkat aktifitas fisik rekreasi paling tinggi (olahraga) setelah usia 50 tahun disimpulkan dapat mengurangi resiko berkembangnya kanker payu dara post menopausal sekitar 29%, kanker ER+/PR+, dimana jenis kanker ini adalah kanker yang paling sering terjadi dan berkembang dibandingkan dengan wanita dengan aktifitas fisik paling sedikit setelah usia 50 tahun. Apapun jenis aktifitas fisik, rekreasi ataupun tidak, antara usia 30 dan 49 tahun tidak terlihat adanya pengaruh pada resiko kanker payudara postmenopausal. Untuk jenis kanker payu dara selain ER+/PR+, aktifitas fisik secara teratur tidak menurunkan resiko keduanya.
Hasil penelitian juga menghasilkan, sekitar 75 % dari semua kanker payu dara ER+ dan 2/3 diantaranya adalah juga PR+. Hal ini berarti bahwa aktifitas fisik secara teratur setelah usia 50 tahun, bahkan apabila seorang wanita yang dulunya belum pernah banyak berolahraga, hampir dapat mengurangi atau menurunkan resiko mereka dari berkembangnya jenis kanker yang paling sering terjadi sebesar satu banding 3 atau 1:3 atau 1/3
Berapa lama internsitas aktifitas fisik/olahraga yang dianjurkan?
Pada kajian atau penelitian ini, kelompok dengan aktifitas fisik paling tinggi melakukannya sekitar 2.5 jam aktifitas berjalan dengan kecepatan sedang setiap hari. Ini mungkin terlihat banyak sekali waktu yang digunakan untuk berolahraga, tapi untunglah, seperti apa atau bagaimana wanita beraktifitas tidak terlihat berarti. Waktu 2.5 jam berjalan tersebut hanya semata-mata untuk tujuan perbandingan. Para peneliti secara sederhana menjumlahkan semua aktifitas rekreasi, yang mengandung maksud bahwa anda tidak perlu melakukan aktifitas harian anda selama 2.5 jam dalam suatu waktu.
Suatu contoh, aktifitas fisik ringan, sederhana, seperti jalan santai, berkebun, atau bermain dengan anak-anak anda dan tidak terpaku pada jumlah waktu . Para peneliti juga mencatat sebuah trend atau kecenderungan menurunnya insidensi atau angka kejadian kanker payu dara yang dihubungkan dengan meningkatnya jumlah aktifitas olahraga yang dilakukan, hal ini menjelaskan kepada kita bahwa apapun olahraga yang dilakukan itu lebih baik daripada tidak berolahraga sama sekali. Untuk mendapatkan keuntungan maksimal, cobalah utuk berolahraga sebanyak mungkin dan siap melakukannya setiap hari (apabila mungkin), jangan sampai kelelahan.
Apa pesan terpenting dari penelitian ini?
- Tidak pernah ada kata terlambat untuk meningktkan, memperbaiki kesehatan anda dengan berolahraga.
- Jadilah seorang yang aktif dengan dan dalam berbagai macam kemungkinan cara untuk kesehatan yang lebih baik.
Sumber: Suzanne Dixon, MPH, MS, RD, seorang penulis dan pembicara dan ahli dibidang pencegahan penyakit kronis, epidemiologi, dan nutrisi, pengajar ilmu bidang medis, keperawatan, kesehatan masyarakat dan perkuliahan alternatif medis. (University of Michigan, School of Public Health at Ann Arbor).
Sabtu, 26 Juli 2008
Kanker Pada Testis dan Cara Deteksi Dini Serta Pengobatannya
Tubuh manusia terbuat dari banyak tipe dan jenis sel. Sel-sel tersebut secara normal mengalami proses daur ulang untuk tumbuh, berkembang terklasifikasi dan kemudian mati. Terkadang sel tubuh manusia mengalami mutasi dan perubahan dimana tumbuh dan pengelompokkannya menjadi lebih cepat dari normalnya. Kemudian mati, sel-sel abnormal tersebut terkumpul dan menggumpal bersama dan membentuk tumor.
Jika tumor tersebut berisfat kanker (cancerous) sering disebut dengan maligna tumor atau tumor ganas, dimana mereka dapat menyerang dan membunuh jaringan-jaringan yang sehat pada tubuh seseorang. Dari tomor jenis ini (maligna tumor), sel-sel tumor dapat melakukan metastase atau menyebar dan membentuk tumor baru dibagian tubuh yang lain. Berbeda dengan jenis tumor yang bersifat non cancerous yang sering disebut dengan benigna tumor. Jenis tumor ini tidak bersifat menyebar atau melakukan metastase ke bagian tubuh yang lain.
Kanker pada testis dapat terjadi pada satu atau kedua testis. Testis merupakan alat reproduksi pada pria yang terletak didalam skrotum. Testis berfungsi membuat dan mreproduksi hormon laki-laki dan juga memproduksi sperma. Ukuran testis orang dewasa normal sekitar ukuran bola golf yang halus dan kuat.
Kanker pada testis dapat terjadi pada satu atau kedua testis. Testis merupakan alat reproduksi pada pria yang terletak didalam skrotum. Testis berfungsi membuat dan mreproduksi hormon laki-laki dan juga memproduksi sperma. Ukuran testis orang dewasa normal sekitar ukuran bola golf yang halus dan kuat.Siapa saja yang berpotensi terkena kanker testis?
- Orang kulit putih
- Keturunan, dimana mempunyai ayah atau kakak laki-laki dengan penyakit kanker testis
- Seseorang dengan testis yang tidak turun ke scrotum yang disebut dengan undescended testicle. Faktor ini tetap berlaku meskipun testis sudah diturunkan ke srotum melalui proses pembedahan.
- Seseorang dengan ukuran testis yagn kecil atau bentuk testis yagn tidak normal.
- Seseorang dengan gejala sindroma Klinefelter yaitu kelainan genetik atau bawaan dimana sewaktu lahir pada bayi laki-laki dengan kromosom X ektsra sehingga memiliki kromosom seks XXY.
Tanda-tanda kanker pada testis?
- Testis keras
- Tanda yang paling sering adalah adanya bengkak yang tidak terasa sakit pada testis.
- Nyeri atau nyeri tumpul pada scrotum
- Scrotum terasa bengkak dan berat
- Buah dada lebih besar atau lembek.
Kanker testis sangat bisa untuk diobati jika ditemukan lebih dini. Anda dapat pergi ke dokter ahli untuk melakukan pemeriksaan pada testis anda atau anda dapat juga melakukan pemeriksaan sendiri pada testis (ikuti langkah-langkah pemeriksaan testis untuk mendeteksi secara dini adanya kanker testis). Jika dalam pemeriksaan anda menemukan sesuatu hal yang tidak biasa (tidak normal) selama pemeriksaan yang anda lakukan sendiri seperti adanya pembengkakan atau benjolan, hubungi dokter secepatnya.
Petunjuk pemeriksaan testis untuk mendeteksi adanya kanker testis
- Waktu terbaik dalam melakukan pemeriksaan ini adalah pada waktu m
andi. - Gunakan air hangat untuk membuat kulit pada skrotum lebih terelaksasi sehingga memudahkan dalam melakukan pemeriksaan.
- Periksalah testis sekali pada satu waktu dan gunakan kedua tangan untuk memeriksanya.
- Lengkungkan scrotum dan lihatlah jika ada perubahan-perubahan dari jalannya secara normal (gambar 1)
- Dengan kedua tangan,Tempatkan jari tengan dan ibu jari dibawah testis (ibu jari berada diatas-lihat gambar)
- Dengan lembut putar (gulung) testis diantara ibu jari dan jari-jari anda (ulangi hal tersebut pada testis sebelahnya.
- Rasakan adanya pembengkakan didalam atau sisi luar testis (gambar 2)
- Rasakan daerah antara epididimis (kelembutannya, salurannya, struktur bentuk belakang testis yang menjadi tempat dan pembawa sperma) lihat dan rasakan jika ada pembengkakan atau benjolan (gambar 3)
Satu hal yang wajar jika salah satu testis sedikit lebih besar dari testis yang lainnya. Testis yang normal adalah yang halus dan kuat. Jika dalam pemeriksaan dirasakan adanya benjolan atau pembengkakan, segera hubungi dokter.
Pengobatan kanker testis
- Pengobatan kanker testis dilakukan dengan cara pembedahan untuk mengeluarkan kanker tersebut
- Chemotherapy merupakan pengobatan rekomendasi dimana pengobatan ini disarankan jika kanker yang diderita adalah kanker yang ganas sifatnya atau kanker sudah menyebar atau melakukan metastase ke bagian lain dari tubuh.
Langganan:
Postingan
(
Atom
)
Blog Archive
-
2015
(10)
- 10/11 - 10/18 (1)
- 09/13 - 09/20 (1)
- 09/06 - 09/13 (1)
- 07/05 - 07/12 (1)
- 05/17 - 05/24 (6)
-
2014
(1)
- 04/13 - 04/20 (1)
-
2012
(770)
- 02/19 - 02/26 (5)
- 02/12 - 02/19 (10)
- 02/05 - 02/12 (4)
- 01/29 - 02/05 (27)
- 01/22 - 01/29 (88)
- 01/15 - 01/22 (101)
- 01/08 - 01/15 (169)
- 01/01 - 01/08 (366)
-
2011
(4477)
- 12/25 - 01/01 (336)
- 12/18 - 12/25 (62)
- 12/11 - 12/18 (70)
- 12/04 - 12/11 (77)
- 11/27 - 12/04 (40)
- 11/20 - 11/27 (67)
- 11/13 - 11/20 (198)
- 11/06 - 11/13 (187)
- 10/30 - 11/06 (340)
- 10/23 - 10/30 (32)
- 10/16 - 10/23 (109)
- 10/09 - 10/16 (80)
- 08/14 - 08/21 (75)
- 08/07 - 08/14 (81)
- 07/31 - 08/07 (82)
- 07/24 - 07/31 (65)
- 07/17 - 07/24 (91)
- 07/10 - 07/17 (47)
- 07/03 - 07/10 (44)
- 06/26 - 07/03 (53)
- 06/19 - 06/26 (59)
- 06/12 - 06/19 (47)
- 06/05 - 06/12 (65)
- 05/29 - 06/05 (63)
- 05/22 - 05/29 (77)
- 05/15 - 05/22 (115)
- 05/08 - 05/15 (65)
- 05/01 - 05/08 (104)
- 04/24 - 05/01 (45)
- 04/17 - 04/24 (70)
- 04/10 - 04/17 (134)
- 04/03 - 04/10 (72)
- 03/27 - 04/03 (18)
- 03/20 - 03/27 (47)
- 03/13 - 03/20 (68)
- 03/06 - 03/13 (40)
- 02/27 - 03/06 (56)
- 02/20 - 02/27 (77)
- 02/13 - 02/20 (76)
- 02/06 - 02/13 (198)
- 01/30 - 02/06 (194)
- 01/23 - 01/30 (132)
- 01/16 - 01/23 (196)
- 01/09 - 01/16 (202)
- 01/02 - 01/09 (121)
-
2010
(2535)
- 12/26 - 01/02 (156)
- 12/19 - 12/26 (65)
- 12/12 - 12/19 (73)
- 12/05 - 12/12 (84)
- 11/28 - 12/05 (80)
- 11/21 - 11/28 (68)
- 11/14 - 11/21 (63)
- 11/07 - 11/14 (50)
- 10/31 - 11/07 (50)
- 10/24 - 10/31 (36)
- 10/17 - 10/24 (58)
- 10/10 - 10/17 (35)
- 10/03 - 10/10 (31)
- 09/26 - 10/03 (21)
- 09/19 - 09/26 (26)
- 09/12 - 09/19 (55)
- 09/05 - 09/12 (65)
- 08/29 - 09/05 (33)
- 08/22 - 08/29 (70)
- 08/15 - 08/22 (45)
- 08/08 - 08/15 (35)
- 08/01 - 08/08 (37)
- 07/25 - 08/01 (27)
- 07/18 - 07/25 (19)
- 07/11 - 07/18 (30)
- 07/04 - 07/11 (56)
- 06/27 - 07/04 (28)
- 06/20 - 06/27 (22)
- 06/13 - 06/20 (30)
- 06/06 - 06/13 (21)
- 05/30 - 06/06 (5)
- 05/16 - 05/23 (6)
- 05/09 - 05/16 (29)
- 05/02 - 05/09 (59)
- 04/25 - 05/02 (28)
- 04/18 - 04/25 (38)
- 04/11 - 04/18 (70)
- 04/04 - 04/11 (59)
- 03/28 - 04/04 (65)
- 03/21 - 03/28 (89)
- 03/14 - 03/21 (218)
- 03/07 - 03/14 (95)
- 02/28 - 03/07 (135)
- 02/21 - 02/28 (102)
- 01/03 - 01/10 (68)
-
2009
(1652)
- 12/27 - 01/03 (36)
- 12/20 - 12/27 (22)
- 12/13 - 12/20 (100)
- 12/06 - 12/13 (45)
- 11/29 - 12/06 (24)
- 11/22 - 11/29 (22)
- 11/15 - 11/22 (19)
- 11/08 - 11/15 (28)
- 11/01 - 11/08 (11)
- 10/25 - 11/01 (17)
- 10/18 - 10/25 (38)
- 10/11 - 10/18 (33)
- 10/04 - 10/11 (15)
- 09/27 - 10/04 (21)
- 09/20 - 09/27 (7)
- 09/13 - 09/20 (84)
- 09/06 - 09/13 (35)
- 08/30 - 09/06 (48)
- 08/23 - 08/30 (118)
- 08/16 - 08/23 (26)
- 08/09 - 08/16 (34)
- 08/02 - 08/09 (35)
- 07/26 - 08/02 (31)
- 07/19 - 07/26 (14)
- 07/12 - 07/19 (16)
- 07/05 - 07/12 (28)
- 06/28 - 07/05 (26)
- 06/21 - 06/28 (76)
- 06/14 - 06/21 (26)
- 06/07 - 06/14 (21)
- 05/31 - 06/07 (43)
- 05/24 - 05/31 (38)
- 05/17 - 05/24 (26)
- 05/10 - 05/17 (52)
- 05/03 - 05/10 (15)
- 04/26 - 05/03 (38)
- 04/19 - 04/26 (32)
- 04/12 - 04/19 (22)
- 04/05 - 04/12 (20)
- 03/29 - 04/05 (40)
- 03/22 - 03/29 (43)
- 03/15 - 03/22 (18)
- 03/08 - 03/15 (14)
- 03/01 - 03/08 (22)
- 02/22 - 03/01 (12)
- 02/15 - 02/22 (9)
- 02/08 - 02/15 (11)
- 02/01 - 02/08 (19)
- 01/25 - 02/01 (37)
- 01/18 - 01/25 (21)
- 01/11 - 01/18 (33)
- 01/04 - 01/11 (31)
-
2008
(700)
- 12/28 - 01/04 (13)
- 12/21 - 12/28 (9)
- 12/14 - 12/21 (57)
- 12/07 - 12/14 (5)
- 11/30 - 12/07 (18)
- 11/23 - 11/30 (33)
- 11/16 - 11/23 (31)
- 11/09 - 11/16 (23)
- 11/02 - 11/09 (18)
- 10/26 - 11/02 (11)
- 10/19 - 10/26 (15)
- 10/12 - 10/19 (13)
- 10/05 - 10/12 (25)
- 09/28 - 10/05 (2)
- 09/21 - 09/28 (14)
- 09/14 - 09/21 (19)
- 09/07 - 09/14 (43)
- 08/31 - 09/07 (3)
- 08/24 - 08/31 (33)
- 08/17 - 08/24 (65)
- 08/10 - 08/17 (4)
- 08/03 - 08/10 (26)
- 07/27 - 08/03 (6)
- 07/20 - 07/27 (19)
- 07/13 - 07/20 (18)
- 07/06 - 07/13 (60)
- 06/29 - 07/06 (53)
- 06/22 - 06/29 (49)
- 06/15 - 06/22 (11)
- 06/08 - 06/15 (4)
Popular Posts
-
Konsep Teori Transkultural dalam Keperawatan APLIKASI TEORI TRANSCULTURAL NURSING DALAM PROSES KEPERAWATAN Rahayu Iskandar, Ners, M.Kep PEND...
-
Setelah beberapa minggu ini cari materi buat postingan baru, mendadak dapat inspirasi setelah rekan Anton Wijaya menulis di buku tamu Keper...
-
KTI KEBIDANAN HUBUNGAN USIA TERHADAP PERDARAHAN POSTPARTUM DI RSUD BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan wanita merupakan hal yang s...
-
PATHWAY ASFIKSIA NEONATORUM Klik pada gambar untuk melihat pathway Download Pathway Asfiksia Neonatorum Via Ziddu Download Askep Asfiksia N...
-
PROSES KEPERAWATAN KOMUNITAS Pengertian - Proses keperawatan adalah serangkaian perbuatan atau tindakan untuk menetapkan, merencana...
-
Konsep Dasar Diagnosa Keperawatan Aktual BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sebagai suatu aspek yang terpenting dalam proses kepera...
-
Prelevansi penyakit kulit di Indonesia cukup tinggi baik oleh bakteri, virus atau jamur. Selain itu bergantung pada lingkungan dan kondisi...
-
Pathway Hematemesis Melena Klik pada gambar untuk melihat pathway Download Pathway Hematemesis Melena Via Ziddu
-
DEFINISI Ikterus ialah suatu gejala yang perlu mendapat perhatian sungguh-sungguh pada neonatus. Ikterus ialah suatu diskolorasi kuning pa...
-
Gangguan Masalah Eliminasi ALVI Konstipasi Konstipasi merupakan keadaan individu yang mengalami atau berisiko tinggi mengalami stasis usus b...
© ASUHAN KEPERAWATAN 2013 . Powered by Bootstrap , Blogger templates and RWD Testing Tool Published..Gooyaabi Templates
