• home

ASUHAN KEPERAWATAN

  • HOME
  • DOWNLOAD ASUHAN KEPERAWATAN
  • Cara Mendapatkan Password
Tampilkan postingan dengan label Obat-obatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Obat-obatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Mei 2011

Captopril

di 12.14 Label: Obat-obatan
Deskripsi:
Captopril adalah grup obat yang disebut angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor, yang bekerja dengan cara mengurangi zat kimia yang menyempitkan pembuluh darah.

Indikasi:
Untukmengobati tekanan darah tinggi (hipertensi), gagal jantung kongestive,masalah ginjal yang disebabkan oleh diabetes, dan untuk meningkatkankelangsungan hidup setelah serangan jantung.

Dosis:
  1. Dosis awal: 6.25-12.5 mg melalui mulut (per oral), 3 kali sehari.
  2. Sesuaikan dosis secara bertahap berdasarkan reaksi yang muncul.
  3. Dosis rumatan: 25-50 mg melalui mulut (per oral), 2-3 kali sehari atau 75 mg melalui mulut (per oral), 2 kali sehari
  4. Dosis maksimum: 150 mg/hari

Efek Samping:
Efek CV (hipotensi, angioedema); Efek CNS (kelelahan, sakit kepala); Efek GI (gangguan perasa); Efek lainnya (batuk kering; upper resp tract symptomps); Efek dermatologis (ruam kulit, erythemamultiforme, toxic epidermal necrolysis); Reaksi hipersensitif; efek ginjal (kerusakan ginjal); gangguan electrolyte (hyperkalemia, hyponatremia); gangguan darah.

Instruksi Khusus:
  1. Pasien dengan HF dan mereka yang kekurangan garam atau air(mengalami diuretik atau dialisis) mungkin mengalami hipotensi selamatingkatan awal terapi ACE inhibitor. (Mulai pengobatan hanyadalam pengawasan ahli; pada pasien ini gunakan dosis rendah danpastikan pasien dalam posisi terlentang)
  2. Mulai dengan dosis rendah dan tingkatkan dosis secara bertahap jika dosis yang lebih rendah tersebut sudah dapat diterima.
  3. Hindari pada pasien dengan aortic stenosis atau outflow tract obstruction dan biasanya harus dihindari pada pasien yang diduga memiliki penyakit renovaskuler aktual (actual renovascular disease).
  4. Tidak boleh diberikan pada pasien jika pasien tersebut pernah mengalami efek samping yang mengancam nyawa (angioedema atau gagal ginjal) selama pemberian obat sebelumnya, pasien hipotensif yang berada pada risiko sedang dari syok kardiogenik.
  5. Gunakan dengan hati-hati pada pasien yang memiliki riwayat keturunan atau idiophatic angioedema.
  6. Periksa tekanan darah (BP), fungsi ginjal dan elektrolit 1-2 minggusetelah penambahan tiap dosis, pada waktu 3 bulan kemudian lakukansetiap 6 bulan. (Diperlukan lebih banyak pengawsaan pada pasien yangpernah atau yang baru mengalami disfungsi ginjal)
  7. NSAIDs harus dihindari karena hal tersebut bisa menutup manfaat dan meningkatkan efek samping dari ACE inhibitor dan mungkin secara sinergis membahayakan fungsi ginjal.
Read More

Cefotaxime

di 12.01 Label: Obat-obatan
Deskripsi:
Cefotaxime adalah kelompok obat yang disebut cephalosporin antibiotics.Cefotaxime bekerja dengan cara memperlemah dan memecah dinding sel,membunuh bakteri. Cefotaxime digunakan untuk mengobati berbagai jenisinfeksi bakteri, termasuk keadaan parah atau yang mengancam nyawa.

Indikasi:
Untuk mengobati infeksi bakteri atau mencegah infeksi bakteri sebelum, selama atau setelah pembedahan tertentu.

Dosis:
  1. 1-2 gr melalui pembuluh darah (intra vascular), lakukan setiap 8-12 jam
  2. Dosis maksimum: 12 gr/hari

Efek Samping:
  1. Reaksi hipersensitivitas (urticaria, pruritus, ruam, reaksi parah seperti anaphylaxis bisa terjadi); Efek GI (diare, N/V, diare/radang usus besar); Efek lainnya (infeksi candidal)
  2. Dosis tinggi bisa dihubungkan dengan efek CNS (encephalopathy, convulsion); Efek hematologis yang jarang; pengaruh terhadap ginjal dan hati juga terjadi.
  3. Perpanjangan PT (prothrombin time), perpanjangan APTT (activated partial thromboplastin time), dan atau hypoprothrombinemia (dengan atau tanpa pendarahan) dikabarkan terjadi, kebanyakan terjadi dengan rangkaian sisi NMTT yang mengandung cephalosporins.

Instruksi Khusus:
  1. Boleh dikonsumsi dengan makanan untuk mengurangi keadaan gastrik.
  2. Gunakan dengan hati-hati pada pasien yang alergi terhadap Penicillin, ada kemungkinan 10% peluang sensitivitas.
  3. Gunakan dengan hati-hati pada pasien kerusakan ginjal.
Read More

Ceftriaxone

di 11.44 Label: Obat-obatan
Deskripsi:
Ceftriaxone adalah kelompok obat yang disebut cephalosporin antibiotics. Ceftriaxone bekerja dengan cara mematikan bakteri dalam tubuh.

Indikasi:
Untuk mengobati berbagai jenis infeksi bakteri, termasuk keadaan parah atau yang mengancam nyawa seperti meningitis.

Dosis:
  1. 1-2 gr melalui otot (intra muscular) atau melalui pembuluh darah(intra vascular), lakukan setiap 24 jam, atau dibagi menjadi setiap 12jam.
  2. Dosis maksimum: 4 gr/hari

Efek Samping:
  1. Reaksi hipersensitivitas (urticaria, pruritus, ruam, reaksi parah seperti anaphylaxis bisa terjadi); Efek GI (diare, N/V, diare/radang usus besar); Efek lainnya (infeksi candidal)
  2. Dosis tinggi bisa dihubungkan dengan efek CNS (encephalopathy, convulsion); Efek hematologis yang jarang; pengaruh terhadap ginjal dan hati juga terjadi.
  3. Perpanjangan PT (prothrombin time), perpanjangan APTT (activated partial thromboplastin time), dan atau hypoprothrombinemia (dengan atau tanpa pendarahan) dikabarkan terjadi, kebanyakan terjadi dengan rangkaian sisi NMTT yang mengandung cephalosporins.

Instruksi Khusus:
  1. Boleh dikonsumsi dengan makanan untuk mengurangi keadaan gastrik.
  2. Gunakan dengan hati-hati pada pasien yang alergi terhadap Penicillin, ada kemungkinan 10% peluang sensitivitas.
  3. Gunakan dengan hati-hati pada pasien kerusakan ginjal.
Read More

Ciprofloxacin

di 11.20 Label: Obat-obatan
Deskripsi:
Ciprofloxacin adalah antibiotik dalam kelompok obat yang disebut fluoroquinolones. Ciprofloxacin bekerja melawan bakteri dalam tubuh.

Indikasi:
Untuk mengobati berbagai jenis infeksi bakteri, juga digunakan untuk mencegah atau memperlambat anthrax setelah kemunculannya.

Dosis:
500-750 mg melalui pembuluh darah (intravenous), ulangi setiap 12 jam.


Efek Samping:
  1. Efek GI (N/v, diare, sakit bagian abdominal, dyspepsia,diare, diare/radang usus besar yang dikaitkan dengan penggunaanantibiotik); Efek CNS (sakit kepala, kepeningan, gangguan tidur,kelelahan, keadaan mengantuk); Efek dermatologis (ruam, pruritus,fotosensitivitas); Reaksi hipersensitivitas yang bisa mencakuphipersensitif ringan (misalnya ruam) hingga hipersensitifparah/mengancam nyawa (seperti sindrom Stevens-Jhonson).
  2. Efek hematologis yang jarang, efek hepatik dan ginjal.
  3. Beberapa quinolol memiliki potensi memperpanjang jarak QT (QT interval).

Instruksi Khusus:
  1. Berikan setidaknya 2 jam sebelum atau 3 jam setelah berisi antacidAl- atau Mg-, mengkonsumsi suplemen yang mengandung Zn atau Fe, ataumenahan persiapan ddl.
  2. Hindari pencahayaan sinar matahari atau pencahayaan waktu tidur yang begitu kuat.
  3. Gunakan dengan hati-hati pada penderita epilepsi atau yang memilikiriwayat gangguan CNS, pada pasien kerusakan fungsi ginjal atau hati danpada mereka yang mengalami kekurangan G6PD.
Read More

Kolkisin (Colchicine)

di 10.45 Label: Obat-obatan
Dosis
Gout akut : 1–1.2 mg diikuti dgn 0.5 – 0.6 g setiap jam atau 1–1.2 mg tiap 2 jam sampai nyeri hilang atau sampai mual, muntah, diare terjadi. Jumlah total untuk satu kali terapi : 4-8 mg. Profilaksis : 0.5 – 0.6 mg/hari 3–4 kali setiap minggu. Bila serangan > 1 X /thn, dosis 0.5-0.6mg setiap hari. Dosis untuk pasien dengan gangguan ginjal & hati perlu penyesuaian, tidak boleh lebih dari 0.6mg/hari.

Indikasi
Gout akut, profilaksis jangka pendek selama terapi awal dgn alupurinol, urikosurik

Kontraindikasi
Gangguan pencernaan, renal & jantung yang parah, hipersensitivitas, diskrasia darah atau kombinasi penyakit hati & ginjal yang serius, pasien yang dihemodialisis

Efek samping
Mual, muntah, nyeri perut, diare, perdarahan saluran cerna, kerusakan ginjal & hati, pada pemakaian jangka panjang dapat terjadi depresi sumsum tulang, dengan agranulositosis, trombositopenia, leukopenia dan anemia aplastik, rambut rontok, ruam, dermatitis vesicular

Interaksi
- Dengan Obat Lain :
  • Vit B12 : Dapat menginduksi malabsorpsi vit B12 secara reversibel.
  • Siklosporin : Timbul gejala efek samping yg parah termasuk toksisitas saluran cerna, hati, renal & neuromuskular. Penelitian pada binatang, kolkisin meningkatkan respon terhadap simpatomimetik dan depresan sistem saraf pusat
- Dengan Makanan : -

Mekanisme kerja
Menghambat fungsi leukosit, menurunkan produksi asam laktat

Bentuk sediaan
Tablet

Parameter monitoring
Uji hitung darah (blood count) secara periodik

Stabilitas penyimpanan
Simpan dalam wadah tertutup rapat, terlindungi dari cahaya

Informasi pasien
Jika terjadi ruam kulit, sakit tenggorokan, demam, perdarahan yg tidak biasa, lemah, lelah, memar, kesemutan hubungi dokter. Hentikan penggunaan obat segera setelah nyeri hilang atau jika terjadi mual, muntah, nyeri perut atau diare. Jika gejala berlanjut, hubungi dokter.
Read More

Asam Mefenamat

di 10.24 Label: Obat-obatan
Nama Dagang

- Analspec - Asam Mefenamat - Asimat - Benostan- Cetalmic - Corstanal - Dolfenal - Dolodon
- Dolos - Dystan - Fargetix - Gitaramin
- Lapistan - Licostan - Mectan - Mefast
- Mefinter - Mefix - Molasic - Nichostan
- Opistan - Pehastan - Ponalar - Poncofen
- Pondex - Ponsamic - Ponstan - Ponstelax
- Solasic - Stanalin - Stelpon - Topgesic
- Ponstel



Dosis
  • Untuknyeri : Dosis awal 500mg, dilanjutkan dengan dosis 250mg setiap 6 jamjika diperlukan. Penggunaan sebaiknya tidak lebih dari 1 minggu.
  • Untuk Dismenore : Penggunaan saat terjadi haid, dan penggunaan sebaiknya tidak lebih dari 2-3 hari


Iindikasi
Nyeri. Dismenore (gangguan nyeri saat haid). Anti-piretik (demam pada anak karena infeksi)


Kontraindikasi
    Adanyariwayat hipersensitif berupa gatal-gatal, angioedem, bronchospasm,rhinitis berat, atau syok oleh Aspirin atau golongan AINS lain. Pasiendengan riwayat gangguan saluran cerna. Pasien hamil trimester ke-3.Pasien menyusui (atau hentikan menyusui).

Efek samping
  • Gangguanlambung : tidak nafsu makan, sakit abdomen, sembelit, diare, dispepsi,kembung, rasa terbakar, mual, tukak lambung, muntah, mulut keringhingga pendarahan lambung.
  • Efek pada darah : penurunan hematokrit(pemakaian jangka lama), anemia, memperpanjang waktu pendarahan,eusinopili, epstaxis, leucopenia, thrombo, cytopenia, trombositopenia,menghambat agregasi platelet.
  • Efek pada sistem syaraf :pusing, sakit kepala, ketakutan, bingung, depresi, bermimpi, sulittidur, cemas, gemetaran, berputar, halusinasi.
  • Efek pada mata / pendengaran : tinitus, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, sembab mata.
  • Efek pada ginjal : abnormalitas fungsi ginjal, disuria, hematouria,hiperkalemia, cystitis, nephrotic sindrom, oligouria / poliuria,proteinuria sampai gagal ginjal.
  • Effek pada hati : peningkatanhasil test fungsi hati (SGOT, SGPT) sekitar >3 kali nilai normal.Hepatitis, jaundice, kerusakan hati, kolik.
  • Efek samping lain: gatal, bentol, kemerahan, fotosensitif, reaksi anafilaksis,Stevens-Johnson sindrome, bengkak, CHF, hipertensi, takikardi, aritmia,hypotensi, miocardial infark, demam, infeksi, sepsis, perubahan beratbadan, asma, hipergikemi, pankreatitis, pneumonia, depresi pernafasan.


Iinteraksi
    - Dengan Obat Lain :
  • Obat yg terikat pada protein plasma : Menggeser ikatan dengan proteinplasma, sehingga dapat meningkatkan efek samping (contoh : hidantoin,sulfonylurea).
  • Obat antikoagulan & antitrombosis : Sedikitmemperpanjang waktu prothrombin & Waktu thromboplastin parsial.Jika Pasien menggunakan antikoagulan (warfarin) atau zat thrombolitik(streptokinase), waktu prothrombin harus dimonitor.
  • Lithium : Meningkatkan toksisitas Lithium dengan menurunkan eliminasi lithium di ginjal.
  • Obat lain yang juga memiliki efek samping pada lambung : Kemungkinandapat meningkatkan efek samping terhadap lambung.
  - Dengan Makanan : Makanan mengurangi kecepatan absorpsi tetapi tidak mengurangi jumlah yang
     diabsorpsi


Bentuk sediaan
 - kapsul 250 mg, kaplet 500 mg
Read More

Selasa, 26 April 2011

Alprenolol

di 01.21 Label: Obat-obatan
Deskripsi:
Alprenolol adalah beta-blocker non-selektif yang digunakan dalam pengobatan hipertensi, edema, ventrikular tachycardias, dan fibrilasi artial. Alprenolol bersifat nonpolar dan hidrofobik, dengan daya larut rendah hingga sedang.Indikasi:Untuk pengobatan hipertensi, kejang dan arrhythmia.Dosis:200-400 mg/hari sesuai dosis yang ditentukan.Efek Samping:Efek CNS (kelelahan, depresi, pusing, kebingungan, gangguan tidur); Efek CV (gagal jantung, sumbatan jantung, kedinginan, impotensi pada laki-laki); Efek berturut-turut (bronchospasma pada pasien yang rentan & obat-obatan dengan beta1 harus digunakan secara selektif pada pasien ini); Efek GI (N/V, diare, konstipasi); Efek metabolik (bisa memproduksi hiper atau hipoglikemia, perubahan dalam serum kolesterol & trigliserid.
Instruksi Khusus: 1. Berkontra-indikasi dengan bradycardia, sebelumnya ada tingkatan AV block yang tinggi, sindrom sakit sinus dan kegagalan LV yang tak stabil. 2. Gunakan dengan hati-hati pada pasien bronchopasma, asma, atau penyakit sumbatan pernapasan. Gunakan dengan hati-hati dengan tingkatan block pertama, depresi, pasien dengan PVD, dan pasien yang menggunakan insulin. 3. Beta-blocker mungkin menutupi gejala hipertiroid & hipoglikemia dan mungkin memperburuk psoriasis. 4. Pasien jangka panjang sebaiknya tidak berhenti dengan tiba-tiba, harus berhenti secara bertahap selama 1-2 minggu.
Read More

Senin, 31 Januari 2011

Chloramphenikol ( Drug of Choice for Typhoid)

di 10.36 Label: Obat-obatan
Kloramfenikol diisolasi pertama kali pada tahun 1947 dari Streptomyces venezuelae.Karena ternyata Kloramfenikol mempunyai daya antimikroba yang kuat makapenggunaan Kloramfenikol meluas dengan cepat sampai pada tahun 1950diketahui bahwa Kloramfenikol dapat menimbulkan anemia aplastik yangfatal.
                                          :: Efek antimikroba ::
Kloramfenikol bekerja dengan jalan menghambat sintesis proteinkuman. Yang dihambat adalah enzim peptidil transferase yang berperansebagai katalisator untuk membentuk ikatan-ikatan peptida pada prosessintesis protein kuman.
Efek toksis Kloramfenikol pada sel mamalia terutama terlihat padasistem hemopoetik/darah dan diduga berhubungan dengan mekanisme kerjaKloramfenikol.
                                                                :: Efek samping ::
1.  Reaksi hematologik
         Terdapat dalam 2 bentuk yaitu;
  • Reaksi toksik dengan manifestasi depresi sumsum tulang.
    Kelainanini berhubungan dengan dosis, menjadi sembuh dan pulih bila pengobatandihentikan. Reaksi ini terlihat bila kadar Kloramfenikol dalam serummelampaui 25 mcg/ml.
  • Bentuk yang kedua bentuknya lebih buruk karena anemia yang terjadibersifat menetap seperti anemia aplastik dengan pansitopenia. Timbulnyatidak tergantung dari besarnya dosis atau lama pengobatan. Efek sampingini diduga disebabkan oleh adanya kelainan genetik.
2.  Reaksi alergi
Kloramfenikol dapat menimbulkan kemerahan kulit, angioudem,urtikaria dan anafilaksis. Kelainan yang menyerupai reaksi Herxheimerdapat terjadi pada pengobatan demam Tifoid walaupun yang terakhir inijarang dijumpai.
3.  Reaksi saluran cerna
Bermanifestasi dalam bentuk mual, muntah, glositis, diare dan enterokolitis.
4.  Sindrom gray
Pada bayi baru lahir, terutama bayi prematur yang mendapat dosistinggi (200 mg/kg BB) dapat timul sindrom Gray, biasanya antara hari ke2 sampai hari ke 9 masa terapi, rata-rata hari ke 4.
Mula-mula bayi muntah, tidak mau menyusui, pernafasan cepat dan tidak teratur, perut kembung, sianosis dan diare dengan tinja berwarna hijau dan bayi tampak sakit berat.
Pada hari berikutnya tubuh bayi menjadi lemas dan berwarna keabu-abuan; terjadi pula hipotermia (kedinginan).
5.  Reaksi neurologik
Dapat terlihat dalam bentuk depresi, bingung, delirium dan sakit kepala.
                                                          :: Penggunaan klinik ::
Banyak perbedaan pendapat mengenai indikasi penggunaankloramfenikol, tetapi sebaiknya obat ini hanya digunakan untukmengobati demam tifoid, salmonelosis lain dan infeksi H. influenzae.Infeksi lain sebaiknya tidak diobati dengan kloramfenikol bila masihada antimikroba lain yang lebih aman dan efektif.
Kloramfenikol tidak boleh digunakan untuk bayi baru lahir, pasiendengan gangguan hati dan pasien yang hipersensitif terhadapnya.
                                                               ::  Sediaan ::
1.  Kloramfenikol
Terbagi dalam bentuk sediaan :
  • Kapsul 250 mg,Dengan cara pakai untuk dewasa 50 mg/kg BB atau 1-2 kapsul 4 kali sehari.
    Untuk infeksi berat dosis dapat ditingkatkan 2 x pada awal terapi sampai didapatkan perbaikan klinis.
  • Salep mata 1 %
  • Obat tetes mata 0,5 %
  • Salep kulit 2 %
  • Obat tetes telinga 1-5 %
    Keempat sediaan di atas dipakai beberapa kali sehari.
2.  Kloramfenikol palmitat atau stearat
Biasanya berupa botol berisi 60 ml suspensi (tiap 5 l mengandungKloramfenikol palmitat atau stearat setara dengan 125 mgkloramfenikol). Dosis ditentukan oleh dokter.
3.  Kloramfenikol natrium suksinat
Vial berisi bubuk kloramfenikol natrium suksinat setara dengan 1 gkloramfenikol yang harus dilarutkan dulu dengan 10 ml aquades sterilatau dektrose 5 % (mengandung 100 mg/ml).
4.  Tiamfenikol
Terbagi dalam bentuk sediaan :
  • Kapsul 250 dan 500 mg.
  • Botol berisi pelarut 60 ml dan bubuk Ttiamfenikol 1.5 g yang setelah dilarutkan mengandung 125 mg Tiamfenikol tiap 5 ml.
Sumber : Buku farmakologi dan Terapi, edisi 4, Bagian farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia 1995.
Untuk pemilihan antibiotika Kloramfenikol dan dosis/cara pakainyayang tepat ada baiknya anda harus periksakan diri dan konsultasi kedokter.
Read More

Ibuprofen 400mg

di 10.21 Label: Obat-obatan
Indikasi
  • Karena efek analgesik dan antiinflamasinya maka dapat digunakanuntuk meringankan gejala-gejala penyakit rematik tulang, sendi dannon-sendi.
  • Juga dapat digunakan untuk meringankan gejala-gejala akibat trauma otot dan tulang/ sendi (trauma muskuloskeletal).
  • Karena efek analgesiknya maka dapat digunakan untuk meringankan nyeri ringan sampai sedang antara lain nyeri pada dismenore primer(nyeri haid), nyeri pada penyakit gigi atau pencabutan gigi, nyeri setelah operasi, sakit kepala.
Kontra Indikasi
  • Penderita dengan ulkus peptikum (tukak lambung dan duodenum) yang berat dan aktif.
  • Penderita dengan riwayat hipersensitif terhadap Ibuprofen dan obat antiinflamasi non-steroid lain.
  • Penderita sindroma polip hidung, angioedema dan penderita dimanabila menggunakan asetosal atau obat antiinflamasi non-steroid lainnyaakan timbul gejala asma,rinitis atau urtikaria.
  • Kehamilan tiga bulan terakhir.
Cara Kerja Obat
Ibuprofen adalah golongan obat antiinflamasi non- steroid yangmempunyai efek antiinflamasi, analgesik dan antipiretik. Obat inimenghambat prostaglandin dan dengan kadar 400 mg atau lebih digunakandimana rasa nyeri dan inflamasi merupakan gejala utama.
Dosis
Dewasa :
Untuk analgesik dan antiinflamasi (rematik tulang, sendi dan non-sendi, trauma otot dan tulang / sendi) :
Dosis yang dianjurkan : sehari 3 – 4 x 400 mg.
Pada permulaan pemakaian sebaiknya menggunakan dosis minimum yang efektif yaitu 400 mg 3 kali sehari.
Untuk analgesik :
Dosis yang dianjurkan : 200 mg sampai 400 mg 3 – 4 kali sehari.
Efek Samping 
  • Walaupun jarang terjadi, tapi timbul efek samping sebagai berikut :gangguan saluran pencernaan termasuk mual, muntah, gangguan pencernaan,diare, konstipasi dan nyeri lambung.
  • Juga pernah dilaporkan terjadi ruam pada kulit, bronchospasme (penyempitan bronkus), trombositopenia (penurunan sel pembeku darah).
Peringatan dan Perhatian 
  • Pada uji klinis, dosis lebih besar dari 400 mg tidak lebih efektif dibanding dosis 400 mg.
  • Tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan.
  • Penggunaan Ibuprofen harus hati-hati pada penderita : Lupus eritematosus sistematik dan  Gangguan fungsi hati dan ginjal.
  • Karena Ibuprofen dapat menyebabkan penyempitan bronkhus (bronchospasme) maka hati-hati pada penderita asma.
  • Karena pernah dilaporkan terjadi retensi cairan dan edema, makahati-hati pada penderita yang pernah menderita penyakit gagal jantung.
  • Pada umumnya pendarahan pada lambung dan/ atau ulcer atau perforasi pada pasien usia lanjut akan lebih berat.
  • Tidak dianjurkan untuk wanita hamil dan menyusui.
  • Selama menggunakan obat ini jangan minum asetosal, juga obat antikoagulan (anti pembekuan darah) golongan warfarin.
  • Penurunan ketajaman penglihatan dan kesulitan membedakan warnadapat terjadi, tetapi sangat jarang dan akan sembuh bila obatdihentikan. Apabila terjadi gangguan penglihatan maka obat harus segeradihentikan dan memeriksakan mata ke dokter.
Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu kamar (25 – 30°C) dalam wadah tertutup rapat.
Read More

Transamin 250mg

di 10.12 Label: Obat-obatan

INDIKASI :
  • Perdarahan yang abnornal & gejala-gejalanya pada penyakit perdarahan.
  • Dahak yang berdarah & batuk darah pada tuberkulosa paru,perdarahan ginjal, perdarahan alat kelamin, perdarahan padaprostatomegali, perdarahan abnormal selama operasi, eritema (kemerahankulit karena pelebaran pembuluh-pembuluh darah), bengkak dangatal-gatal pada eksim dan gejala-gejala yang serupa, urtikaria(biduran/kaligata), toksikoderma, dan erupsi kering.
  • Faringodinia, panas setempat, bengkak, hiperemia (kelebihan darah)pada tonsilitis, faringitis, dan laringitis, stomatodinia dan sariawanmukosa bukal (antara gusi dan pipi) pada radang rongga mulut.
DOSIS :
1-2 kali sehari 1-2 ampul secara intramuskular (IM) atau intravena (IV).
Selama atau sesudah operasi : 2-10 ampul dengan drip infusion IV.
Dapat diberikan sendiri atau bersama dengan larutan Ringer atau glukosa.
PERHATIAN :
Pasien dengan trombosis atau koagulopati pada penderita penyakit paru-paru.
Lansia.
Interaksi obat : resiko penggumpalan darah meningkat jika digunakan dengan kontrasepsi oral yang mengandung Estrogen.
EFEK SAMPING :
Gangguan saluran pencernaan.
KEMASAN :
Ampul 250 mg/5 mL x 10 biji.
Read More
Postingan Lama Beranda
Lihat versi seluler
Langganan: Postingan ( Atom )
 photo banner300x250-biru.gif

Blog Archive

  • 2016 (1)
    • 09/18 - 09/25 (1)
      • PENGETAHUAN IBU TENTANG BIANG KERINGAT PADA BAYI 0...
  • 2015 (10)
    • 10/11 - 10/18 (1)
    • 09/13 - 09/20 (1)
    • 09/06 - 09/13 (1)
    • 07/05 - 07/12 (1)
    • 05/17 - 05/24 (6)
  • 2014 (1)
    • 04/13 - 04/20 (1)
  • 2012 (770)
    • 02/19 - 02/26 (5)
    • 02/12 - 02/19 (10)
    • 02/05 - 02/12 (4)
    • 01/29 - 02/05 (27)
    • 01/22 - 01/29 (88)
    • 01/15 - 01/22 (101)
    • 01/08 - 01/15 (169)
    • 01/01 - 01/08 (366)
  • 2011 (4477)
    • 12/25 - 01/01 (336)
    • 12/18 - 12/25 (62)
    • 12/11 - 12/18 (70)
    • 12/04 - 12/11 (77)
    • 11/27 - 12/04 (40)
    • 11/20 - 11/27 (67)
    • 11/13 - 11/20 (198)
    • 11/06 - 11/13 (187)
    • 10/30 - 11/06 (340)
    • 10/23 - 10/30 (32)
    • 10/16 - 10/23 (109)
    • 10/09 - 10/16 (80)
    • 08/14 - 08/21 (75)
    • 08/07 - 08/14 (81)
    • 07/31 - 08/07 (82)
    • 07/24 - 07/31 (65)
    • 07/17 - 07/24 (91)
    • 07/10 - 07/17 (47)
    • 07/03 - 07/10 (44)
    • 06/26 - 07/03 (53)
    • 06/19 - 06/26 (59)
    • 06/12 - 06/19 (47)
    • 06/05 - 06/12 (65)
    • 05/29 - 06/05 (63)
    • 05/22 - 05/29 (77)
    • 05/15 - 05/22 (115)
    • 05/08 - 05/15 (65)
    • 05/01 - 05/08 (104)
    • 04/24 - 05/01 (45)
    • 04/17 - 04/24 (70)
    • 04/10 - 04/17 (134)
    • 04/03 - 04/10 (72)
    • 03/27 - 04/03 (18)
    • 03/20 - 03/27 (47)
    • 03/13 - 03/20 (68)
    • 03/06 - 03/13 (40)
    • 02/27 - 03/06 (56)
    • 02/20 - 02/27 (77)
    • 02/13 - 02/20 (76)
    • 02/06 - 02/13 (198)
    • 01/30 - 02/06 (194)
    • 01/23 - 01/30 (132)
    • 01/16 - 01/23 (196)
    • 01/09 - 01/16 (202)
    • 01/02 - 01/09 (121)
  • 2010 (2535)
    • 12/26 - 01/02 (156)
    • 12/19 - 12/26 (65)
    • 12/12 - 12/19 (73)
    • 12/05 - 12/12 (84)
    • 11/28 - 12/05 (80)
    • 11/21 - 11/28 (68)
    • 11/14 - 11/21 (63)
    • 11/07 - 11/14 (50)
    • 10/31 - 11/07 (50)
    • 10/24 - 10/31 (36)
    • 10/17 - 10/24 (58)
    • 10/10 - 10/17 (35)
    • 10/03 - 10/10 (31)
    • 09/26 - 10/03 (21)
    • 09/19 - 09/26 (26)
    • 09/12 - 09/19 (55)
    • 09/05 - 09/12 (65)
    • 08/29 - 09/05 (33)
    • 08/22 - 08/29 (70)
    • 08/15 - 08/22 (45)
    • 08/08 - 08/15 (35)
    • 08/01 - 08/08 (37)
    • 07/25 - 08/01 (27)
    • 07/18 - 07/25 (19)
    • 07/11 - 07/18 (30)
    • 07/04 - 07/11 (56)
    • 06/27 - 07/04 (28)
    • 06/20 - 06/27 (22)
    • 06/13 - 06/20 (30)
    • 06/06 - 06/13 (21)
    • 05/30 - 06/06 (5)
    • 05/16 - 05/23 (6)
    • 05/09 - 05/16 (29)
    • 05/02 - 05/09 (59)
    • 04/25 - 05/02 (28)
    • 04/18 - 04/25 (38)
    • 04/11 - 04/18 (70)
    • 04/04 - 04/11 (59)
    • 03/28 - 04/04 (65)
    • 03/21 - 03/28 (89)
    • 03/14 - 03/21 (218)
    • 03/07 - 03/14 (95)
    • 02/28 - 03/07 (135)
    • 02/21 - 02/28 (102)
    • 01/03 - 01/10 (68)
  • 2009 (1652)
    • 12/27 - 01/03 (36)
    • 12/20 - 12/27 (22)
    • 12/13 - 12/20 (100)
    • 12/06 - 12/13 (45)
    • 11/29 - 12/06 (24)
    • 11/22 - 11/29 (22)
    • 11/15 - 11/22 (19)
    • 11/08 - 11/15 (28)
    • 11/01 - 11/08 (11)
    • 10/25 - 11/01 (17)
    • 10/18 - 10/25 (38)
    • 10/11 - 10/18 (33)
    • 10/04 - 10/11 (15)
    • 09/27 - 10/04 (21)
    • 09/20 - 09/27 (7)
    • 09/13 - 09/20 (84)
    • 09/06 - 09/13 (35)
    • 08/30 - 09/06 (48)
    • 08/23 - 08/30 (118)
    • 08/16 - 08/23 (26)
    • 08/09 - 08/16 (34)
    • 08/02 - 08/09 (35)
    • 07/26 - 08/02 (31)
    • 07/19 - 07/26 (14)
    • 07/12 - 07/19 (16)
    • 07/05 - 07/12 (28)
    • 06/28 - 07/05 (26)
    • 06/21 - 06/28 (76)
    • 06/14 - 06/21 (26)
    • 06/07 - 06/14 (21)
    • 05/31 - 06/07 (43)
    • 05/24 - 05/31 (38)
    • 05/17 - 05/24 (26)
    • 05/10 - 05/17 (52)
    • 05/03 - 05/10 (15)
    • 04/26 - 05/03 (38)
    • 04/19 - 04/26 (32)
    • 04/12 - 04/19 (22)
    • 04/05 - 04/12 (20)
    • 03/29 - 04/05 (40)
    • 03/22 - 03/29 (43)
    • 03/15 - 03/22 (18)
    • 03/08 - 03/15 (14)
    • 03/01 - 03/08 (22)
    • 02/22 - 03/01 (12)
    • 02/15 - 02/22 (9)
    • 02/08 - 02/15 (11)
    • 02/01 - 02/08 (19)
    • 01/25 - 02/01 (37)
    • 01/18 - 01/25 (21)
    • 01/11 - 01/18 (33)
    • 01/04 - 01/11 (31)
  • 2008 (700)
    • 12/28 - 01/04 (13)
    • 12/21 - 12/28 (9)
    • 12/14 - 12/21 (57)
    • 12/07 - 12/14 (5)
    • 11/30 - 12/07 (18)
    • 11/23 - 11/30 (33)
    • 11/16 - 11/23 (31)
    • 11/09 - 11/16 (23)
    • 11/02 - 11/09 (18)
    • 10/26 - 11/02 (11)
    • 10/19 - 10/26 (15)
    • 10/12 - 10/19 (13)
    • 10/05 - 10/12 (25)
    • 09/28 - 10/05 (2)
    • 09/21 - 09/28 (14)
    • 09/14 - 09/21 (19)
    • 09/07 - 09/14 (43)
    • 08/31 - 09/07 (3)
    • 08/24 - 08/31 (33)
    • 08/17 - 08/24 (65)
    • 08/10 - 08/17 (4)
    • 08/03 - 08/10 (26)
    • 07/27 - 08/03 (6)
    • 07/20 - 07/27 (19)
    • 07/13 - 07/20 (18)
    • 07/06 - 07/13 (60)
    • 06/29 - 07/06 (53)
    • 06/22 - 06/29 (49)
    • 06/15 - 06/22 (11)
    • 06/08 - 06/15 (4)

Popular Posts

  • Transkultural dalam Keperawatan
    Konsep Teori Transkultural dalam Keperawatan APLIKASI TEORI TRANSCULTURAL NURSING DALAM PROSES KEPERAWATAN Rahayu Iskandar, Ners, M.Kep PEND...
  • Review Blog Keperawatan
    Setelah beberapa minggu ini cari materi buat postingan baru, mendadak dapat inspirasi setelah rekan Anton Wijaya menulis di buku tamu Keper...
  • Hubungan Usia Terhadap Perdarahan Post Partum Di RSUD
    KTI KEBIDANAN HUBUNGAN USIA TERHADAP PERDARAHAN POSTPARTUM DI RSUD BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan wanita merupakan hal yang s...
  • PATHWAY ASFIKSIA NEONATORUM
    PATHWAY ASFIKSIA NEONATORUM Klik pada gambar untuk melihat pathway Download Pathway Asfiksia Neonatorum Via Ziddu Download Askep Asfiksia N...
  • PROSES KEPERAWATAN KOMUNITAS
    PROSES KEPERAWATAN KOMUNITAS Pengertian - Proses keperawatan adalah serangkaian perbuatan atau tindakan untuk menetapkan, merencana...
  • Diagnosa Keperawatan Aktual
    Konsep Dasar Diagnosa Keperawatan Aktual BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sebagai suatu aspek yang terpenting dalam proses kepera...
  • PENGETAHUAN IBU TENTANG BIANG KERINGAT PADA BAYI 0-1 TAHUN DI BPS XXXX
    Prelevansi penyakit kulit di Indonesia cukup tinggi baik oleh bakteri, virus atau jamur. Selain itu bergantung pada lingkungan dan kondisi...
  • PATHWAY HEMATEMESIS MELENA
    Pathway Hematemesis Melena Klik pada gambar untuk melihat pathway Download Pathway Hematemesis Melena Via Ziddu
  • Ikterus
    DEFINISI Ikterus ialah suatu gejala yang perlu mendapat perhatian sungguh-sungguh pada neonatus. Ikterus ialah suatu diskolorasi kuning pa...
  • Gangguan Masalah Eliminasi ALVI
    Gangguan Masalah Eliminasi ALVI Konstipasi Konstipasi merupakan keadaan individu yang mengalami atau berisiko tinggi mengalami stasis usus b...

Statistik

© ASUHAN KEPERAWATAN 2013 . Powered by Bootstrap , Blogger templates and RWD Testing Tool Published..Gooyaabi Templates