Minggu, 22 Mei 2011
Kata-kata Mutiara
- Barang siapa yang memelihara mulutnya dan lidahnya maka ia telah melepaskan dirinya dari beberapa kesusahan.
- Barang siapa yang menyumbat telinganya akan tangisnya orang miskin, maka iapun kelak akan berteriak tetapi tiada yang mendengar akan suaranya.
- Barang siapa yang mengasihani orang meski, ia memberi pinjam kepada Tuhan,maka Tuhanpun akan membalas kebajikannya.
- Barang siapa yang menyembunyikan dengki dengan jalan berbohong dan siapa yang memasyurkan kabar busuk, ia itu bodoh dan jahat adanya.
- Bila pergi membawa bekal, dan bila mati membawa amal.
- Berpikirlah hari ini dan berbuatlah hari esok.
- Berjuanglah dengan orang lain menimbulkan parang tetapi berjuang diri sendiri menimbulkan perdamaian.
- Binatang hanya satu musim saja mengecap cinta, tapi manusia dapat mengecap nikmatnya cinta itu sepanjang waktu,hingga ia jadi tua bangka.
- Beroleh kemenangan lantaran bertambah seorang sahabat lebih berharga dari pada kemenangan cinta dari seorang perempuan.
- Bagi lelaki menerima sama dengan memberi, bagi wanita sama dengan mendapat.
- Betapapun bijaksananya mereka tetapi menjadi tolol dikala bercinta.
- Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik oleh kamu, dan boleh jadi kamu cintai, padahal jahat akibatnya.
- Berbuatlah, hanya dengan begitu kita dabat membuat mungkin apa yang tidak mungkin.
- Seperti anting-anting dijungur babi demikianlah seorang wanita cantik yang tidak bersusila.
- Bekerja, sekali lagi bekerjalah sebab bekerja adalah alat panentram, perangsang tempat pelarian, tempat latihan dan hiburan.
- Bila anda pernah patah hati, maka obat yang mujarab adalah mencintai orang yang pernah patah hati.
- Bila anda ingin jujur kepada orang lain, jujurlah terlebih dahulu terhadap diri sendiri.
- Bukalah lebar-lebar mata dan telinga tapi tutuplah mulut anda.
- Berikanlah senyum pada semua orang tetapi berikanlah cintamu kepada seorang saja.
- Bencilah seseorang itu sekedarnya saja karna suatu saat bisa jadi orang yang paling kamu cintai.
- Cintailah seseorang itu sekedarnya saja karna suatu saat bisa jadi orang yang paling kamu benci.
- Cinta asmara akan merayap dimana air tak bisa lalu.
- Cinta dan perang tidak beraturan.
- Cinta yang mengadakan pertemuan dan cinta pulalah yang membuat perpisahan.
- Cinta itu bermacam-macam tapi yang paling aman dan kekal adalah cinta yang melalui pintu kekasih
- Cinta yang dimulai bengan api semangat yang membakar, sering kali berakhir dingin dan beku.
- Cinta yang sejati tiba–tiba putus tak ubahnya seperti orang tua yang kehilangan tongkat.
- Cinta adalah noda yang menggilas setiap orang yang mengikuti geraknya, tetapi tanpa gilasan cinta tak dapat dirasakan betapa indahnya hidup ini.
- Cemburu adalah dinding antara cinta dan benci.
- Cinta hati itulah sekuat-kuat cinta, tetapi cinta mata tak dapat menahan panas dan hujan.
- Cinta membuat orang lemah menjadi kuat dan orang kuat menjadi lemah.
- Cinta adalah fajar perkawinan adalah senjata percintaan.
- Tangan yang lamban membuat miskin tapi orang yang rajin menjadikan ia kaya.
- Cinta itu adalah sesuatu yang aneh, jika manusia menggenggamnya terlalu longgar maka ia akan lari.
- Cinta menyebabkan si kikir menjadi royal,si pengecut akan lebih berani mati untuk orang yang dikasihi.
- Cinta itu bagaikan api, ia tidak boleh dipermainkan, bila ia dipermainkan dia akan membakar diri anda.
- Cinta itu bukan sumber bahagia,tetapi ketiadaan cinta adalah sumber derita.
- Cinta pada dasarnya memang benar-benar suci, akan tetapi pelaku-pelakunya selalu merusaknya dengan tidak menurutkan saling pengertian.
- Cinta yang paling sejati adalah cinta yang terdiri dari dua orang saja dan tidak ada tempat bagi orang ketiga.
- Cintailah kekasihmu selamanya, namun Tuhan jualah yang harus menumpahkan rasa kasih dan cinta selama kau hidup dan mati.
- Cinta adalah mahkota kehidupan, ia juga memahkotai mereka yang paling hina dina.
- Cinta itu indah, tetapi tidaklah setiap keindahan mengandung cinta.
- Cinta adalah perasaan tarik menarik di dalam hati dua manusia yang berlainan jenis untuk saling merasakan suka duka masing-masing.
- Cinta yang di tanam pada kewajiban yang lurus akan akan terus tumbuh walaupun kejelitaan telah berganti uban dan kekerasan telah menjadi renta.
- Cinta sejati itu seperti hantu, hampir semua orang membicarakannya tapi hanya sedikit orang yang benar-benar menjumpainya.
- Cintailah Tuhanmu dan ia akan tinggal denganmu, taatilah Tuhanmu dan ia akan memperlihatkan rahasia kebenaran yang sejati.
- Jangan menahan kebaikan kepada mereka yang menerimanya.
- Istri yang cakap adalah mahkota suami tapi istri yang membuat malu bagaikan penyakit yang membusukan tulang.
- Ciri-ciri orang yang beradap adalah ia sangat rajin dan suka sekali belajar dari orang-orang yang kedudukannya lebih rendah dari padanya.
- Cara baik untuk membuat anak- anak kita ialah membuat mereka bahagia.
- Diantara hal-hal yang diperjual belikan, cinta tiruan lebih mahal harganya.
- Didalam percintaan hanya permulaan yang menarik itulah sebabnya banyak orang yang sering memulainya kembali.
- Dari segala sesuatu didunia yang terbaik adalah istri yang mencintai dan kepadanya berikan perlakuan dan tempat tinggal yang baik.
- Godaan senantiasa menghalangi setiap orang untuk berbuat baik dari itu tajamkan diri dari tiap pengaruh.
- Gagal dalam perjuangan belum tentu berarti kemunduran.
- Hidup tak ada harganya bagi orang yang tak mempunyai seorang kawan sejati.
- harapan” saya tidak selalu terbukti, tetapi selalu saya mengharap.
- hanya penderitaan hidup yang dapat mengajarkan kepada manusia menghargai kebaikan dan keindahan hidup.
- dari perkataan ada yang lebih keras dari pada jarum dan lebih pahit dari pada empedu dan lebih panas dari pada bara.
- Hari bekarja untuk si pemalas adalah besok, hari liburnya adalah hari ini.
- Hidup tidak menghadiahkan barang sesuatupun kepada manusia tanpa kerja keras.
- Berbahagialah orang yang mendapat hikmah dan pengetahuan karena hal itu lebih berharga dari pada batu permata.
- Hati-hatilah dalam berjanji karena hal itu akan menjadi ukuran sampai dimana keluhuran budimu.
- Hidup miskin dan melarat adalah satu ujian bagi manusia yang ingin menaiki tangga sukses.
- Ilmu pengetahuan adalah mengetahui kedua-duanya,yaitu apa” yang diketahui orang dan apa” yang tidak diketahui orang.
- Ilmu yang tiada diamalkan adalah kosong dan pekerjaan yang tiada diselesaikan adalah sia”.
- Ingatlah! Bahwa yang hari ini anda tak mau mengerjakannya, besokpun anda belum tentu anda mau mengerjakannya.
- Jangan cepat” memberi maaf kepada orang yang melukai hatimu, apabila kau cepat memberinya maaf engkau akan di remehkan orang.
- Jangan hinakan usaha orang lemah, karena terkadang ular yang besar dapat mati dengan sengatan kala jengking saja.
- Jangan bersenang hati bila melihat orang yang membencimu mendapat kesusahan.
- Jika kita tidak memiliki apa yang kita sukai, kita mesti menyukai apa yang kita punyai.
- Jika kamu tak dapat mencapai tujuanmu melalui satu jalan, berusahalah mencarinya dengan jalan yang lain.
- Jikalau anda hendak menghilangkan kekikiran dan kerakusan, maka anda harus memusnahkan dulu ibunya, yaitu kemewahan.
- Jangan membuang waktu semenitpun untuk memikirkan orang” yang tidak kita sukai.
- Jangan anda mau digenggam oleh dunia hingga anda tenggelam didalam kesulitannya, akan tetapi letakkan dunia ditelapak tanganmu sehingga anda dapat menggoncangkan sesuka hatimu.
- Jadikanlah dirimu sebagai lautan yang luas, apapun kejadian itu harus diterima dengan tawakal dan iman yang tebal
- Sahabat yang sejati menaruh kasih setiap waktu dan menjadi saudara dalam kesukaran.
- jangan bersusah hati karena yang tidak mengenalmu, berusahalah agar anda pantas dikenal.
- Jangan melupakan pengalaman” itu dapat menjadi penuntun dikemudian hari.
- Jangan cemas kalau baru gagal sekali, ALFA EDISON gagal 10.000 kali sebelum menyempurnakan bola lampu pijar.
- Jangan membeli teman” dengan hadiah, kalau anda berhenti memberi maka merekapun berhenti mencintai.
- Jangan katakan semua yang diketahui tetapi ketahuilah semua yang dikatakan.
- Jangan mengambil teladan dari orang lain sebagai alasan untuk membenarkan perbuatan anda yang salah.
- Jangan biarkan lidahmu memotong lehermu sendiri.
- Janganlah anda memegahkan dirimu esok hari karena engkau tiada mengetahui apa yang akan terjadi.
- Jawaban yang lemah lembut itu memadamkan kemarahan yang menyala-nyala, tetapi kata”yang tajam merangsang kemarahan.
- Kegagalan adalah celaka kecil dan putus asa adalah celaka besar.
- Kekurangan pengetahuan adalah ibarat malam gelap gulita untuk batin kita, sebagai juga malam yang tidak diterangi oleh bulan dan bintang.
- Kalau kehormatanmu ,menjadi pakaianmu,maka akan tahan seumur hidup, tetapi kalau pakaianmu itu menjadi kehormatanmu, maka akan lekas koyak.
- Kekalahan tidak perlu menyebabkan malu sebab kekalahan adalah suatu perkara biasa dalam menggali emas pribadi.
- Kegagalan dan kesengsaraan adalah guru yang sangat kejam,yang bekerja demi kepentingan kita, yang tahu segi mana yang baik dan sangat mencintai kita, melebihi kita sendiri.
- Kehilangan milik tak begitu penting, kehilangan kehormatan adalah lebih parah, tetapi lebih celaka lagi kehilangan keberanian.
- Keindahan adalah medan pertempuran dimana Tuhan dan setan mempertaruhkan manusia.
- Lebih baik muka buruk daripada buruk lidah mulut.
- Lebih baik melarat dengan terhormat daripada kaya terhina.
- Mengerti dan memaklumi segala-galanya membuat orang menjadi pemaaf dan penyatun.
- Mempunyai uang adalah baik tetapi lebih baik lagi mempunyai sesuatu yang tidak dapat diperoleh dengan uang.
- Orang miskin yang bertabiat dengan tulus hatinya adalah lebih baik daripada orang yang bercabang lidah walau kaya sekalipun.
- Orang baik ialah orang yang malu jika perkataannya melebihi perbuatnnya.
- Orang yang budiman ialah orang yang selalu tau apa yang salah pada dirinya sendiri dan bukan memikirkan apa yang terjadi pada orang lain.
- Obat yang paling mujarap untuk menghilangkan kecemasan adalah kepercayaan kepada agama.
- Perlakukanlah dengan baik orang yang pernah menyakitimu, niscaya pada suatu ketika ia akan minta maaf kepadamu .
- Peliharalah cita-citamu dengan baik karena bila cita- citamu sudah padam maka samalah artinya dengan mati.
- Perkataan yang menyenangkan bagaikan sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang
- Rambut putih itu suatu mahkota didapati kebajikan atau kebaikan dari orang itu.
- Suatu usaha yang anda mulai, janganlah anda hentikan sebelum hasilnya anda rasai.
- Tiap bertambah ilmuku, bertambah pula aku kenal kebodohanku.
- Tragedi paling besar dari hati manusia ialah bahwa ia tidak bisa benar–benar remuk redam sehingga kemampuanya untuk menderita tidak terbatas.
- Hati yang tenang menyegarkan tubuh,tapi iri hati membusukan tulang.
- Tidak ada usaha yang gagal, tetapi kegagalan adalah bekal untuk mencapai kemenangan
- Rahasia dari setiap keberhasilan adalah siap sedia menerkam kesempatan mana kala ada yang muncul.
- Setiap keterburu-buruan menimbulkan penyesalan dan setiap penyesalan betapapun kecilnya akan memedihkan hati
Sabtu, 21 Mei 2011
Mengenal Populasi dan Sampel
Populasi dan Sampel Secara umum dapat diartikan bahwa populasi adalah kumpulan semua individu dalam suatu batas tertentu. Kumpulan individu yang akan diukur atau diamati ciri-cirinya disebut populasi studi. Bila penelitian tidak dilakukan terhadap seluruh individu dalam populasi, tetapi hanya diambil sebagian maka bagian tersebut dinamakan sampel. Individu dalam populasi studi tersebut dinamakan unit dasar.
Populasi studi ditentukan berdasarkan kriteria yang sesuai dengan tujuan penelitian. Cara pengambilan sampel serta besarnya sampel sangat penting artinya dalam penelitian karena hasil pengamatan yang dilakukan pada individu dalam sampel digunakan untuk menafsirkan keadaan populasi dimana sampel tersebut diambil.
Berdasarkan besarnya, populasi dibagi menjadi populasi besar dan populasi kecil.
Populasi besar atau populasi tak terhingga adalah populasi yang memiliki jumlah individu sedemikian banyaknya sehingga sulit untuk tidak mungkin diketahui jumlahnya. Populasi dengan jumlah unit dasar yang tidak banyak hingga mudah untuk dihitung disebut kecil atau populasi terbatas. Untuk populasi kecil tidak terdapat suatu patokan yang baku. Untuk jelasnya dapat diberikan sebuah contoh sebagai berikut.
Bila kita akan mengadakan penelitian tentang pengalaman akseptor KB dalam pemakaian alat kontrasepsi di suatu Kabupaten, maka semua duduk dalam Kabupaten tersebut adalah populasi umum, sedangkan semua ibu-ibu pasangan usia subur peserta KB yang terdapat di Kabupaten tersebut adalah populasi studi. Bila kita ambil sebagian dari akseptor KB yang akan diteliti pengalaman pemakaian kontrasepsinya maka sebagian ibu-ibu tersebut disebut sampel dan ibu pasangan usia subur disebut sebagai unit dasar.
Hasil pengamatan pada sampel ini akan diekstrapolasikan kepada populasi studi, yaitu semua ibu-ibu pasangan usia subur yang akan menjadi akseptor KB di Kabupaten tersebut.
Karena pengamatan hanya dilakukan terhadap sebagian (sampel) dari populasi studi, maka hasilnya tidak sama dengan seluruh populai studi. Perbedaan ini disebut kesalahan sampling (sampling error). Jadi, yang dimaksud dengan kesalahan sampling ialah perbedaan antara hasil sampel dengan hasil sensus yang dilakukan dengan cara yang sama, pada populasinya yang sama, dan oleh pewawancara yang sama.
Kesalahan lain yang tidak berkaitan dengan pengambilan sampel disebut kesalahan tak sampling (non-sampling error). Hal ini berarti bahwa baik hasil sampel maupun sensus terdapat kesalahan yang sama. Hal-hal yang mungkin dapat menimbulkan kesalahan tak sampling antara lain sebagai berikut:
1. Batasan unit dasar yang kurang tepat. Misalnya, pada suatu penelitian tentang obat untuk infark miokard, dimana orang dengan keluhan nyeri dada diambil sebagai unit sampel, meskipun kita ketahui bahwa tidak semua nyeri dada disebabkan infark miokard.
2. Jawaban responden yang salah (respons error) pada sampling survey dengan teknik wawancara atau angket. Hal ini dapat timbul secara tidak sengaja, misalnya mengisi umur anak 4,5 tahun dengan 45 tahun, tetapi hal ini kadang-kadang dilakukan serta sengaja dengan maksud tertentu. Misalnya, dengan sengaja tidak mengaku sebagai akseptor KB karena dilarang suaminya. Respons error dapat pula timbul karena kurangnya informasi tentang hal yang diteliti atau responden yang harus mengingat kejadian masa lampau, misalnya kapan bapak mulai merokok.
3. Kesalahan pada ruang lingkup karena kesalahan dalam batas dan lokasi. Misalnya, dipilih suatu Kecamatan padahal Kecamatan tersebut telah berubah karena sebgian desanya dikembangkan menjadi Kemantren.
4. Kesalahan dalam pengolahan data yang disebabkan human error dan lain-lain.
5. Kesalahan alat ukur yang digunakan dan lain-lain.
Penyimpangan atau kesalahan lain yang dapat timbul dalam suatu penelitian disebut bias. Bias ialah perbedaan antara hasil sesungguhnya dalam populasi dengan hasil semua sampel yang berasal dari populasi tersebut.
Hal-hal yang dapat menimbulkan bias adalah sebagai berikut:
1. Kesalahan dalam pemilihan unit dasar, yaitu unit dasar yang berbeda dengan tujuan penelitian. Misalnya penelitian tentang pemilikan jamban keluarga, dengan unit sampel murid-murid sekolah. Kesalahan tersebut timbul karena ada keluarga yang memiliki seorang anak yang menjadi murid di sekolah tersebut, tetapi ada pula yang memiliki lebih seorang hingga memungkinkan terjadi estimasi yang berlebih (bias) karena setiap murid diperlakukan sama sebagai responden.
Ada dua cara untuk menghindari terjadinya hal tersebut, yaitu sebagai berikut:
a. Mengambil kepala keluarga sebagai unit sampel
b. Mengambil murid yang merupakan anak pertama sebagai unit sampel
2. Untuk penelitian terhadap ciri individu dilakukan pengambilan sampel keluarga dan masing-masing keluarga diambil satu anggota keluarganya sebagai responden. Bias dapat timbul bila dalam suatu keluarga terdapat lebih dari satu orang dewasa, tetapi hanya satu yang diambil sebagai sampel. Misalnya, suatu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pendapat masyarakat tentang sistem pelayanan kesehatan di suatu daerah maka keluarga dengan lebih dari satu orang dewasa akan kurang terwakili dibandingkan dengan keluarga yang hanya memiliki seorang dewasa.
3. Bias dapat pula timbul bila kita mengambil unit terdekat sebagai pengganti non-respons karena ciri unit pengganti belum tentu sama dengan unit non-respons.
4. Non-respons pada pengumpulan data secara angket dianggap memiliki ciri yang sama dengan ciri responden yang mengembalikan angket.
5. Bias dapat pula timbul pada pengambilan sampel non-random.
6. Spesifikasi kurang jelas pada unit sampel, misalnya pendidikan anak antara 8-10 tahun. Disini tidak dijelaskan apakah umur 10 tahun itu termasuk populasi studi atau termasuk juga anak yang kebetulan berada di daerah tersebut.
Jumat, 05 November 2010
METODOLOGI PENELITIAN
Kamis, 01 April 2010
Mengenal Populasi dan Sampel
Populasi dan Sampel Secara umum dapat diartikan bahwa populasi adalah kumpulan semua individu dalam suatu batas tertentu. Kumpulan individu yang akan diukur atau diamati ciri-cirinya disebut populasi studi. Bila penelitian tidak dilakukan terhadap seluruh individu dalam populasi, tetapi hanya diambil sebagian maka bagian tersebut dinamakan sampel. Individu dalam populasi studi tersebut dinamakan unit dasar.
Populasi studi ditentukan berdasarkan kriteria yang sesuai dengan tujuan penelitian. Cara pengambilan sampel serta besarnya sampel sangat penting artinya dalam penelitian karena hasil pengamatan yang dilakukan pada individu dalam sampel digunakan untuk menafsirkan keadaan populasi dimana sampel tersebut diambil.
Berdasarkan besarnya, populasi dibagi menjadi populasi besar dan populasi kecil.
Populasi besar atau populasi tak terhingga adalah populasi yang memiliki jumlah individu sedemikian banyaknya sehingga sulit untuk tidak mungkin diketahui jumlahnya. Populasi dengan jumlah unit dasar yang tidak banyak hingga mudah untuk dihitung disebut kecil atau populasi terbatas. Untuk populasi kecil tidak terdapat suatu patokan yang baku. Untuk jelasnya dapat diberikan sebuah contoh sebagai berikut.
Bila kita akan mengadakan penelitian tentang pengalaman akseptor KB dalam pemakaian alat kontrasepsi di suatu Kabupaten, maka semua duduk dalam Kabupaten tersebut adalah populasi umum, sedangkan semua ibu-ibu pasangan usia subur peserta KB yang terdapat di Kabupaten tersebut adalah populasi studi. Bila kita ambil sebagian dari akseptor KB yang akan diteliti pengalaman pemakaian kontrasepsinya maka sebagian ibu-ibu tersebut disebut sampel dan ibu pasangan usia subur disebut sebagai unit dasar.
Hasil pengamatan pada sampel ini akan diekstrapolasikan kepada populasi studi, yaitu semua ibu-ibu pasangan usia subur yang akan menjadi akseptor KB di Kabupaten tersebut.
Karena pengamatan hanya dilakukan terhadap sebagian (sampel) dari populasi studi, maka hasilnya tidak sama dengan seluruh populai studi. Perbedaan ini disebut kesalahan sampling (sampling error). Jadi, yang dimaksud dengan kesalahan sampling ialah perbedaan antara hasil sampel dengan hasil sensus yang dilakukan dengan cara yang sama, pada populasinya yang sama, dan oleh pewawancara yang sama.
Kesalahan lain yang tidak berkaitan dengan pengambilan sampel disebut kesalahan tak sampling (non-sampling error). Hal ini berarti bahwa baik hasil sampel maupun sensus terdapat kesalahan yang sama. Hal-hal yang mungkin dapat menimbulkan kesalahan tak sampling antara lain sebagai berikut:
1. Batasan unit dasar yang kurang tepat. Misalnya, pada suatu penelitian tentang obat untuk infark miokard, dimana orang dengan keluhan nyeri dada diambil sebagai unit sampel, meskipun kita ketahui bahwa tidak semua nyeri dada disebabkan infark miokard.
2. Jawaban responden yang salah (respons error) pada sampling survey dengan teknik wawancara atau angket. Hal ini dapat timbul secara tidak sengaja, misalnya mengisi umur anak 4,5 tahun dengan 45 tahun, tetapi hal ini kadang-kadang dilakukan serta sengaja dengan maksud tertentu. Misalnya, dengan sengaja tidak mengaku sebagai akseptor KB karena dilarang suaminya. Respons error dapat pula timbul karena kurangnya informasi tentang hal yang diteliti atau responden yang harus mengingat kejadian masa lampau, misalnya kapan bapak mulai merokok.
3. Kesalahan pada ruang lingkup karena kesalahan dalam batas dan lokasi. Misalnya, dipilih suatu Kecamatan padahal Kecamatan tersebut telah berubah karena sebgian desanya dikembangkan menjadi Kemantren.
4. Kesalahan dalam pengolahan data yang disebabkan human error dan lain-lain.
5. Kesalahan alat ukur yang digunakan dan lain-lain.
Penyimpangan atau kesalahan lain yang dapat timbul dalam suatu penelitian disebut bias. Bias ialah perbedaan antara hasil sesungguhnya dalam populasi dengan hasil semua sampel yang berasal dari populasi tersebut.
Hal-hal yang dapat menimbulkan bias adalah sebagai berikut:
1. Kesalahan dalam pemilihan unit dasar, yaitu unit dasar yang berbeda dengan tujuan penelitian. Misalnya penelitian tentang pemilikan jamban keluarga, dengan unit sampel murid-murid sekolah. Kesalahan tersebut timbul karena ada keluarga yang memiliki seorang anak yang menjadi murid di sekolah tersebut, tetapi ada pula yang memiliki lebih seorang hingga memungkinkan terjadi estimasi yang berlebih (bias) karena setiap murid diperlakukan sama sebagai responden.
Ada dua cara untuk menghindari terjadinya hal tersebut, yaitu sebagai berikut:
a. Mengambil kepala keluarga sebagai unit sampel
b. Mengambil murid yang merupakan anak pertama sebagai unit sampel
2. Untuk penelitian terhadap ciri individu dilakukan pengambilan sampel keluarga dan masing-masing keluarga diambil satu anggota keluarganya sebagai responden. Bias dapat timbul bila dalam suatu keluarga terdapat lebih dari satu orang dewasa, tetapi hanya satu yang diambil sebagai sampel. Misalnya, suatu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pendapat masyarakat tentang sistem pelayanan kesehatan di suatu daerah maka keluarga dengan lebih dari satu orang dewasa akan kurang terwakili dibandingkan dengan keluarga yang hanya memiliki seorang dewasa.
3. Bias dapat pula timbul bila kita mengambil unit terdekat sebagai pengganti non-respons karena ciri unit pengganti belum tentu sama dengan unit non-respons.
4. Non-respons pada pengumpulan data secara angket dianggap memiliki ciri yang sama dengan ciri responden yang mengembalikan angket.
5. Bias dapat pula timbul pada pengambilan sampel non-random.
6. Spesifikasi kurang jelas pada unit sampel, misalnya pendidikan anak antara 8-10 tahun. Disini tidak dijelaskan apakah umur 10 tahun itu termasuk populasi studi atau termasuk juga anak yang kebetulan berada di daerah tersebut.
Selasa, 02 Maret 2010
Penyusunan Tinjauan Pustaka
Guna mendukung penetapan masalah penelitian dan pembahasan yang akan diungkapkan, maka diperlukan tinjauan pustaka atau teori yang adekuat. Sebab tinjauan pustaka atau teori akan mendasari pengungkapan masalah dan pembahasan hasil penelitian yang menyeluruh. Tinjauan literatur mencakup dua hal yaitu:
1. Tinjauan teori yang terkait dengan masalah yang akan diteliti
2. Tinjauan hasil penelitian terkait yang pernah dilakukan.
A. Tujuan Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka diperlukan dalam sebuah penelitian dengan tujuan untuk:
1. Mengetahui apakah penelitian yang akan dilaksanakan pernah dilakukan orang lain sehingga tidak terjadi duplikasi.
2. Mengetahui hasil penelitian orang lain dalam bidan yang sama, sehingga dapat memperluas wacara pembahasan penelitian nantinya.
3. Mempertajam penguasaan teori yang terkait dengan penelitian yang akan dilakukan.
4. Memperoleh informasi rancangan penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti lain.
Dengan melakukan tinjauan pustaka maka diperoleh keuntungan beberapa hal penting berikut ini:
1. Mengarahkan pemahaman masalah penelitian, sehingga rumusan masalah penelitian dapat disusun dengan baik.
2. Membantu menentukan rancangan penelitian yang tepat, sehingga penelitian valid dan bermakna.
3. Menghindari pengutipan pndapat orang lain yang tidak tepat.
4. Membantu menyusun kerangka kerja penelitian
B. Tahapan Tinjauan Pustaka
1. Penelusuran Awal
Melakukan pemeriksaan sepitas terhadap sumber pustaka yang tersedia dan dikaitkan dengan masalah penelitian yang akan diteliti. Dengan penelusuran awal ini, bila diperoleh banyak sumber pusataka yang relevan dan mendukung penelitian.
2. Penelusuran Sekunder
Penelusuran dilakukan terhadap sumber pustaka secara lebih mendalam dan kritis dan relevan dengan masalah penelitian. Sumber pustaka yang diperoleh diharapkan yang terbaru dan komprehensif baik berupa buku bacaan rujukan maupun laporan riset.
3. Penelusuran komputer dan manual
Tinjauan pustaka teori dapat telusuri dan disusun dan berbagai sumber lain yang dapat diakses melalui:
a. Komputer, yaitu sumber pustaka yang berasal dari data base perpustakaan maupun dari website yang menyediakan jurnal-jurnal penelitian.
b. Cara manual, yaitu menelusuri pustaka dengan menggunakan indeks dan abstrak penelitian serta katalog buku perpustakaan.
C. Jenis Pustaka
Penelitian yang baik pada dasarnya didukung oleh bahan pustaka yang memadai. Sehingga seseorang yang akan melakukan penelitian harus akrab dengan pustaka. Bahan pustaka tersebut dapat digunakan digolongkan menjadi beberapa jenis yaitu:
1. Buku
Buku yang diterbitkan dan terdaftar pada katalog perpustakaan nasional
2. Penerbitan berkala: majalah, jurnal, buletin
3. Harian atau surat kabar yang memuat artikel terkait topik penelitian.
4. Karangan ilmiah yang tidak diterbitkan seperti makalah ilmiah, skripsi, thesis dan disertasi.
5. Laporan penelitian (LIPI, Litbangkes, Lembaga Riset) .
6. Laporan isnstansi resmi (Profil Kesehatan Provinsi atau Kabupaten, SP2TP Puskesmas).
D. Penulisan Tinjauan Pustaka
Setelah bahan pustaka diperoleh, langkah selanjutnya adalah menyusun dan menulis tinjauan pustaka atau landasan teori. Tinjauan pustaka disusun dan ditulis dengan menggunakan beberapa kaidah seperti kaidah menulis dan mengutip.
Uraian dan contoh penulisan serta pengutipannya sebagai berikut:
1. Mengutip dan menulis rujukan
a. Cara mengutip langsung dan menyebutkan rujukannya.
Kutipan yang berjumlah kurang dari 40 kata, maka harus dicantumkan tanda kutip diawal dan diakhir kutipan.
Contoh: Potter menjelaskan bahwa “berat badan merupakan salah satu indikator keadaan gizi seseorang”, (1998 hal 12)
Apabila kutipan berjumlah lebih dari 40 kata tidak perlu menggunakan tanda kutip dan halam rujukan penulis diakhir kutipan.
Contoh:
Menurut Rahardjo (1992) salah satu cara pemantauan DJJ dapat dilakukan dengan….dst (hal 76).
b. Mengutip tidak langsung dan menyebutkan rujukannya
1) Rujukan yang ditulis oleh satu orang penulis
Apabila penulis menyimpulkan tulisan penulis lain, maka nama akhir atau keluarga penulis yang dikutip ditempatkan dalam kurung pada akhir tulisan disertai dengan tahun penerbitannya.
Contoh: Pengukuran tekanan darah yang dilakukan selama ini masih merupakan cara yang … dst (Kozier, 1996).
Atau menulis nama penulis dan tahun penerbitannya dalam kurung kemudian kesimpulan tulisan.
Contoh: Kozier (1996) menyimpulkan bahwa, pengukuran tekanan darah yang dilakukan selama ini masih merupakan … dst.
2) Rujukan yang ditulis oleh dua orang atau lebih
Tulis kedua nama akhir atau keluarga para penulis tersebut dengan menggunakan simbol “&” atau menggunakan kata “dan”.
Contoh:
a) Penggunaan alkohol pada tali pusat hingga saat ini …dst (Machmud & Brastito, 1995)
b) Machmud dan Brastito (1995) menyatakan bahwa penggunaan alkohol pada tali pusat hingga saat ini … dst.
Atau menulis nama penulis dan tahun penerbitannya dalam kurung kemudian kesimpulan tulisan.
Contoh: Kozier (1996) menyimpulkan bahwa, pengukuran tekanan darah yang dilakukan selama ini masih merupakan … dst.
3) Rujukan yang ditulis tiga sampai dengan lima orang penulis
Untuk pertama kali mengutip tulisan, nama akhir atau keluarga semua penulis ditulis.
Contoh: Erlangga, Prayudi dan Gilrandy (1999) menyimpulkan bahwa …dst
Selanjutnya bila kita mengutip dari rujukan tersebut lagi, maka cukup ditulis nama akhir/keluarga penulis pertama saja ditambah et.al.
Contoh: Erlangga et.al (1999) menyimpulkan bahwa … dst.
4) Rujukan yang ditulis lebih dari lima orang penulis
Sejak pertama kali digunakan sebagai rujukan hanya nama akhir atau keluarga penulis pertama saja yang ditulis ditambah et.al.
Contoh: Sebuah buku dikarang oleh Ananto, Wibowo, Sutopo, Sumpeno, Kartini, dan Anas, maka cara menulis sumber rujukannya adalah: Ananto et.al (1989) menyimpulkan bahwa permasalahan tersebut…dst.
Bila beberapa tulisan dari pengaran yang berbeda digunakan dalam satu bahasan, maka urutan penulisan para pengarang tersebut mengikuti abjad.
Contoh: Beberapa ahli (Abdullah, 1999; Hamzah, 1987; Kartono, 2001) dapat menyimpulkan tentang batasan kepuasan pasien yaitu sebuah ungkapan…dst.
5) Menyebutkan nama penulis yang dikutip oleh penulis buku yang sedang kita rujuk.
Contoh: Suhardi dalam Monica (1997) menyatakan bahwa keterbatasan gerak yang dilakukan oleh pasien pasca Sectio diakibatkan oleh adanya …dst.
2. Menulis Daftar Pustaka
Pengetikan daftar pustaka dengan urutan sebagai berikut: Nama akhir atau keluarga penulis, tahun terbit, judul kota penerbit dan penerbit. Lebih terinci cara penulisannya sebagai berikut:
a. Penulis buku satu orang
Contoh: Sugiyono (1999). Statistik untuk Penelitian. Alfabeta, Bandung.
b. Penulis dua atau tiga orang
Contoh: Aronaga, Kartini & Abdulah (1994). Madu dan Kandungan manfaatnya. Yogyakarta; Andi (Offset).
c. Penulis lebih dari satu orang
Contoh: Nettina et.al (2001). Manual nursing practice. (Second Edition). New York; Mc. Graw Hill.
d. Terjemahan
Contoh: Brockopp (1999). Riset dan aplikasinya. Diterjemahkan oleh Asih. Jakarta; EGC.
e. Buku dengan Editor
Contoh: Tapen (Ed) (2001). Management Concept and leadership. London’ Lippincott.
f. Dokumen
Contoh: Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Permenkes RI Nomor 1239/Permenkes/III/2001. Tentang Praktek Keperawatan. Jakarta.
g. Karya Ilmiah (Thesis, skripsi dan sejenisnya)
Contoh: Saputra (2003). Perbedaan tekanan darah yang diukur berdiri dan berbaring ditempat tidur. Karya tulis ilmiah tidak diterbitkan. Poltekkes Tanjungkarang. Bandar Lampung.
h. Laporan
Contoh: Suyanto (2003). Faktor penghambat dan pendukung penyusunan KTI mahasiswa. Laporan penelitian Poltekkes Tanjungkarang. Bandar Lampung.
i. Buku Tahunan
Contoh: Dinas Kesehatan Provinsi Lampung (2003). Profil Kesehatan Provinsi Lampung tahun 2003. Bandar Lampung.
j. Hasil Seminar/Simposium/Konferensi
Contoh: Setiawan. Seminar Sehari; Perawatan pasien Eklampsia 27 Juli 1996. Bandar Lampung.
k. Karangan dalam majalah/buletin/surat kabar
Contoh: Wahid (1999). Citra Bidan dan Perawat di Kalangan profesi kesehatan. Buletin Medika 5 (2). 34-37.
l. Internet
Contoh:
http://www.nursingcentre.com.Job on Vacancy. Week26.2000.
Sumber: Suyanto & Salamah, Riset Kebidanan. 2008.
Blog Archive
-
2015
(10)
- 10/11 - 10/18 (1)
- 09/13 - 09/20 (1)
- 09/06 - 09/13 (1)
- 07/05 - 07/12 (1)
- 05/17 - 05/24 (6)
-
2014
(1)
- 04/13 - 04/20 (1)
-
2012
(770)
- 02/19 - 02/26 (5)
- 02/12 - 02/19 (10)
- 02/05 - 02/12 (4)
- 01/29 - 02/05 (27)
- 01/22 - 01/29 (88)
- 01/15 - 01/22 (101)
- 01/08 - 01/15 (169)
- 01/01 - 01/08 (366)
-
2011
(4477)
- 12/25 - 01/01 (336)
- 12/18 - 12/25 (62)
- 12/11 - 12/18 (70)
- 12/04 - 12/11 (77)
- 11/27 - 12/04 (40)
- 11/20 - 11/27 (67)
- 11/13 - 11/20 (198)
- 11/06 - 11/13 (187)
- 10/30 - 11/06 (340)
- 10/23 - 10/30 (32)
- 10/16 - 10/23 (109)
- 10/09 - 10/16 (80)
- 08/14 - 08/21 (75)
- 08/07 - 08/14 (81)
- 07/31 - 08/07 (82)
- 07/24 - 07/31 (65)
- 07/17 - 07/24 (91)
- 07/10 - 07/17 (47)
- 07/03 - 07/10 (44)
- 06/26 - 07/03 (53)
- 06/19 - 06/26 (59)
- 06/12 - 06/19 (47)
- 06/05 - 06/12 (65)
- 05/29 - 06/05 (63)
- 05/22 - 05/29 (77)
- 05/15 - 05/22 (115)
- 05/08 - 05/15 (65)
- 05/01 - 05/08 (104)
- 04/24 - 05/01 (45)
- 04/17 - 04/24 (70)
- 04/10 - 04/17 (134)
- 04/03 - 04/10 (72)
- 03/27 - 04/03 (18)
- 03/20 - 03/27 (47)
- 03/13 - 03/20 (68)
- 03/06 - 03/13 (40)
- 02/27 - 03/06 (56)
- 02/20 - 02/27 (77)
- 02/13 - 02/20 (76)
- 02/06 - 02/13 (198)
- 01/30 - 02/06 (194)
- 01/23 - 01/30 (132)
- 01/16 - 01/23 (196)
- 01/09 - 01/16 (202)
- 01/02 - 01/09 (121)
-
2010
(2535)
- 12/26 - 01/02 (156)
- 12/19 - 12/26 (65)
- 12/12 - 12/19 (73)
- 12/05 - 12/12 (84)
- 11/28 - 12/05 (80)
- 11/21 - 11/28 (68)
- 11/14 - 11/21 (63)
- 11/07 - 11/14 (50)
- 10/31 - 11/07 (50)
- 10/24 - 10/31 (36)
- 10/17 - 10/24 (58)
- 10/10 - 10/17 (35)
- 10/03 - 10/10 (31)
- 09/26 - 10/03 (21)
- 09/19 - 09/26 (26)
- 09/12 - 09/19 (55)
- 09/05 - 09/12 (65)
- 08/29 - 09/05 (33)
- 08/22 - 08/29 (70)
- 08/15 - 08/22 (45)
- 08/08 - 08/15 (35)
- 08/01 - 08/08 (37)
- 07/25 - 08/01 (27)
- 07/18 - 07/25 (19)
- 07/11 - 07/18 (30)
- 07/04 - 07/11 (56)
- 06/27 - 07/04 (28)
- 06/20 - 06/27 (22)
- 06/13 - 06/20 (30)
- 06/06 - 06/13 (21)
- 05/30 - 06/06 (5)
- 05/16 - 05/23 (6)
- 05/09 - 05/16 (29)
- 05/02 - 05/09 (59)
- 04/25 - 05/02 (28)
- 04/18 - 04/25 (38)
- 04/11 - 04/18 (70)
- 04/04 - 04/11 (59)
- 03/28 - 04/04 (65)
- 03/21 - 03/28 (89)
- 03/14 - 03/21 (218)
- 03/07 - 03/14 (95)
- 02/28 - 03/07 (135)
- 02/21 - 02/28 (102)
- 01/03 - 01/10 (68)
-
2009
(1652)
- 12/27 - 01/03 (36)
- 12/20 - 12/27 (22)
- 12/13 - 12/20 (100)
- 12/06 - 12/13 (45)
- 11/29 - 12/06 (24)
- 11/22 - 11/29 (22)
- 11/15 - 11/22 (19)
- 11/08 - 11/15 (28)
- 11/01 - 11/08 (11)
- 10/25 - 11/01 (17)
- 10/18 - 10/25 (38)
- 10/11 - 10/18 (33)
- 10/04 - 10/11 (15)
- 09/27 - 10/04 (21)
- 09/20 - 09/27 (7)
- 09/13 - 09/20 (84)
- 09/06 - 09/13 (35)
- 08/30 - 09/06 (48)
- 08/23 - 08/30 (118)
- 08/16 - 08/23 (26)
- 08/09 - 08/16 (34)
- 08/02 - 08/09 (35)
- 07/26 - 08/02 (31)
- 07/19 - 07/26 (14)
- 07/12 - 07/19 (16)
- 07/05 - 07/12 (28)
- 06/28 - 07/05 (26)
- 06/21 - 06/28 (76)
- 06/14 - 06/21 (26)
- 06/07 - 06/14 (21)
- 05/31 - 06/07 (43)
- 05/24 - 05/31 (38)
- 05/17 - 05/24 (26)
- 05/10 - 05/17 (52)
- 05/03 - 05/10 (15)
- 04/26 - 05/03 (38)
- 04/19 - 04/26 (32)
- 04/12 - 04/19 (22)
- 04/05 - 04/12 (20)
- 03/29 - 04/05 (40)
- 03/22 - 03/29 (43)
- 03/15 - 03/22 (18)
- 03/08 - 03/15 (14)
- 03/01 - 03/08 (22)
- 02/22 - 03/01 (12)
- 02/15 - 02/22 (9)
- 02/08 - 02/15 (11)
- 02/01 - 02/08 (19)
- 01/25 - 02/01 (37)
- 01/18 - 01/25 (21)
- 01/11 - 01/18 (33)
- 01/04 - 01/11 (31)
-
2008
(700)
- 12/28 - 01/04 (13)
- 12/21 - 12/28 (9)
- 12/14 - 12/21 (57)
- 12/07 - 12/14 (5)
- 11/30 - 12/07 (18)
- 11/23 - 11/30 (33)
- 11/16 - 11/23 (31)
- 11/09 - 11/16 (23)
- 11/02 - 11/09 (18)
- 10/26 - 11/02 (11)
- 10/19 - 10/26 (15)
- 10/12 - 10/19 (13)
- 10/05 - 10/12 (25)
- 09/28 - 10/05 (2)
- 09/21 - 09/28 (14)
- 09/14 - 09/21 (19)
- 09/07 - 09/14 (43)
- 08/31 - 09/07 (3)
- 08/24 - 08/31 (33)
- 08/17 - 08/24 (65)
- 08/10 - 08/17 (4)
- 08/03 - 08/10 (26)
- 07/27 - 08/03 (6)
- 07/20 - 07/27 (19)
- 07/13 - 07/20 (18)
- 07/06 - 07/13 (60)
- 06/29 - 07/06 (53)
- 06/22 - 06/29 (49)
- 06/15 - 06/22 (11)
- 06/08 - 06/15 (4)
Popular Posts
-
Konsep Teori Transkultural dalam Keperawatan APLIKASI TEORI TRANSCULTURAL NURSING DALAM PROSES KEPERAWATAN Rahayu Iskandar, Ners, M.Kep PEND...
-
Setelah beberapa minggu ini cari materi buat postingan baru, mendadak dapat inspirasi setelah rekan Anton Wijaya menulis di buku tamu Keper...
-
KTI KEBIDANAN HUBUNGAN USIA TERHADAP PERDARAHAN POSTPARTUM DI RSUD BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan wanita merupakan hal yang s...
-
PATHWAY ASFIKSIA NEONATORUM Klik pada gambar untuk melihat pathway Download Pathway Asfiksia Neonatorum Via Ziddu Download Askep Asfiksia N...
-
PROSES KEPERAWATAN KOMUNITAS Pengertian - Proses keperawatan adalah serangkaian perbuatan atau tindakan untuk menetapkan, merencana...
-
Konsep Dasar Diagnosa Keperawatan Aktual BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sebagai suatu aspek yang terpenting dalam proses kepera...
-
Prelevansi penyakit kulit di Indonesia cukup tinggi baik oleh bakteri, virus atau jamur. Selain itu bergantung pada lingkungan dan kondisi...
-
Pathway Hematemesis Melena Klik pada gambar untuk melihat pathway Download Pathway Hematemesis Melena Via Ziddu
-
DEFINISI Ikterus ialah suatu gejala yang perlu mendapat perhatian sungguh-sungguh pada neonatus. Ikterus ialah suatu diskolorasi kuning pa...
-
Gangguan Masalah Eliminasi ALVI Konstipasi Konstipasi merupakan keadaan individu yang mengalami atau berisiko tinggi mengalami stasis usus b...
© ASUHAN KEPERAWATAN 2013 . Powered by Bootstrap , Blogger templates and RWD Testing Tool Published..Gooyaabi Templates
