Kamis, 17 September 2015
Tanda-tanda Sistem Imun Tubuh Buruk
Tiap orang memiliki sistem imun atau kekebalan tubuh yang berbeda-beda. Semuanya tergantung dari genetik, pola hidup maupun lingkungan. Lalu bagaimana dengan Anda? Kenali tanda-tanda jika sistem imun sudah tubuh terganggu. Sistem imun membantu melindungi tubuh dari zat-zat asing yang bisa membahakan tubuh seperti racun, sel-sel kanker, darah atau jaringan yang tidak seharusnya berada dalam tubuh.Ketika sistem kekebalan seseorang sudah terganggu, berbagai jenis penyakit pun gampang menyerang. Berikut ini adalah tanda-tanda terganggunya atau kurangnya sistem imun tubuh seseorang, seperti Dikutip dari Health.
Infeksi yang tak kunjung sembuh
Normalnya bila seseorang terluka, secara alami tubuh akan menutup luka itu sendiri, namun bagi mereka yang sistem kekebalannya terganggu, menyembuhkan luka membutuhkan waktu yang lebih lama.
Munculnya daging jadi, tumor atau sel kanker
Tubuh yang lemah adalah sasaran empuk zat-zat radikal bebas yang bisa memicu tumbuhnya daging jadi, tumor bahkan kanker. Karena kurangnya zat imun yang bisa melawan radikal bebas itu, tubuh membiarkan zat asing masuk dan berkembang di dalamnya.
Infeksi saluran pernafasan seperti pneumonia dan bronkitis
Saluran pernafasan sangat rawan terserang bakteri, virus dan zat asing lainnya karena berhubungan langsung dengan lingkungan. Oleh karena itu, mereka yang yang rendah daya tahan tubuhnya gampang terserang penyakit seperti bronkitis atau pneumonia.
Penyembuhan penyakit yang lambat
Proses penyembuhan penyakit merupakan proses bekerjanya sistem imun, Namun jika seseorang tak kunjung sembuh jua meski telah diberi berbagai macam obat, mungkin ada yang salah dengan sistem imunnya, contohnya penyakit diabetes.
Ketika tanda-tanda kurangnya sistem imun ditemukan pada diri Anda, segera lakukan sesuatu untuk mengatasinya. Konsumsi makanan bergizi, terutama yang kaya antioksidan, minuman probiotik untuk menjaga saluran pencernaan dan olahraga teratur untuk memperkuat daya tahan tubuh. (sumber: detik.com)
Senin, 06 Juli 2015
6 Kebiasaan Sehat yang Bikin Sakit
Jangan kira semua aktivitas menyehatkan benar-benar membuat Anda sehat. Untuk beberapa kebiasaan, hal itu justru bisa membuat Anda sakit. Menurut Dr. Erika Schwartz, Medical Director of Cinergy Health yang dikutip dari Huffington Post, ada 6 kebiasaan umum yang dianggap orang menyehatkan tapi sebenarnya tidak, bahkan kebiasaan itu akan membuat Anda sakit.1. Olahraga berlebihan
Tubuh dan pikiran sebenarnya tidak membutuhkan 30-45 menit selama 3-4 hari seminggu untuk melakukan aktivitas yang menyehatkan. Olahraga atau aerobik sebaiknya tidak dilakukan berlebihan, cukup dilakukan ketika hari libur jika ingin benar-benar berolahraga. Olahraga yang berlebihan hanya akan membuat Anda keletihan dan mudah sakit. Tapi jika ingin berolahrga tiap hari, sebaiknya cukup jalan kaki atau yoga. Olahraga berenang, tenis, golf atau olahraga tim bisa dilakukan sebulan sekali.
Senin, 15 Agustus 2011
Anemia
Anemia adalah gejala dari kondisi yang mendasari, seperti kehilangan komponen darah, elemen tak adekuat atau kurangnya nutrisi yang dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah, yang mengakibatkan penurunan kapasitas pengangkut oksigen darah (Doenges, 1999).
Anemia adalah istilah yang menunjukan rendahnya hitungan sel darah merah dan kadar hemoglobin dan hematokrit di bawah normal (Smeltzer, 2002 : 935).
Anemia adalah berkurangnya hingga di bawah nilai normal sel darah merah, kualitas hemoglobin dan volume packed red bloods cells (hematokrit) per 100 ml darah (Price, 2006 : 256).
Dengan demikian anemia bukan merupakan suatu diagnosis atau penyakit, melainkan merupakan pencerminan keadaan suatu penyakit atau gangguan fungsi tubuh dan perubahan patotisiologis yang mendasar yang diuraikan melalui anemnesis yang seksama, pemeriksaan fisik dan informasi laboratorium.
Etiologi
Penyebab tersering dari anemia adalah kekurangan zat gizi yang diperlukan untuk sintesis eritrosit, antara lain besi, vitamin B12 dan asam folat. Selebihnya merupakan akibat dari beragam kondisi seperti perdarahan, kelainan genetik, penyakit kronik, keracunan obat, dan sebagainya.
Penyebab umum dari anemia:
- Perdarahan hebat
- Akut (mendadak)
- Kecelakaan
- Pembedahan
- Persalinan
- Pecah pembuluh darah
- Penyakit Kronik (menahun)
- Perdarahan hidung
- Wasir (hemoroid)
- Ulkus peptikum
- Kanker atau polip di saluran pencernaan
- Tumor ginjal atau kandung kemih
- Perdarahan menstruasi yang sangat banyak
- Berkurangnya pembentukan sel darah merah
- Kekurangan zat besi
- Kekurangan vitamin B12
- Kekurangan asam folat
- Kekurangan vitamin C
- Penyakit kronik
- Meningkatnya penghancuran sel darah merah
- Pembesaran limpa
- Kerusakan mekanik pada sel darah merah
- Reaksi autoimun terhadap sel darah merah
- Hemoglobinuria nokturnal paroksismal
- Sferositosis herediter
- Elliptositosis herediter
- Kekurangan G6PD
- Penyakit sel sabit
- Penyakit hemoglobin C
- Penyakit hemoglobin S-C
- Penyakit hemoglobin E
- Thalasemia (Burton, 1990).
Timbulnya anemia mencerminkan adanya kegagalan sum-sum tulang atau kehilangan sel darah merah berlebihan atau keduanya. Kegagalan sum-sum tulang dapt terjadi akibat kekurangan nutrisi, pajanan toksik, inuasi tumor, atau kebanyakan akibat penyebab yang tidak diketahui. Sel darah merah dapat hilang melalui perdarahan atau hemolisis (destruksi) pada kasus yang disebut terakhir, masalah dapat akibat efek sel darah merah yang tidak sesuai dengan ketahanan sel darah merah normal atau akibat beberapa factor diluar sel darah merah yang menyebabkan destruksi sel darah merah.
Lisis sel darah merah (disolusi) terjadi terutama dalam system fagositik atau dalam system retikuloendotelial terutama dalam hati dan limpa. Sebagai hasil samping proses ini bilirubin yang sedang terbentuk dalam fagosit akan masuk dalam aliran darah. Setiap kenaikan destruksi sel darah merah (hemolisis) segera direpleksikan dengan meningkatkan bilirubin plasma (konsentrasi normalnya 1 mg/dl atau kurang ; kadar 1,5 mg/dl mengakibatkan ikterik pada sclera.
Anemia merupakan penyakit kurang darah yang ditandai rendahnya kadar hemoglobin (Hb) dan sel darah merah (eritrosit). Fungsi darah adalah membawa makanan dan oksigen ke seluruh organ tubuh. Jika suplai ini kurang, maka asupan oksigen pun akan kurang. Akibatnya dapat menghambat kerja organ-organ penting, Salah satunya otak. Otak terdiri dari 2,5 miliar sel bioneuron. Jika kapasitasnya kurang, maka otak akan seperti komputer yang memorinya lemah, Lambat menangkap. Dan kalau sudah rusak, tidak bisa diperbaiki (Sjaifoellah, 1998).
Manifestasi klinis
Gejala klinis yang muncul merefleksikan gangguan fungsi dari berbagai sistem dalam tubuh antara lain penurunan kinerja fisik, gangguan neurologik (syaraf) yang dimanifestasikan dalam perubahan perilaku, anorexia (badan kurus kerempeng), pica, serta perkembangan kognitif yang abnormal pada anak. Sering pula terjadi abnormalitas pertumbuhan, gangguan fungsi epitel, dan berkurangnya keasaman lambung. Cara mudah mengenal anemia dengan 5L, yakni lemah, letih, lesu, lelah, lalai. Kalau muncul 5 gejala ini, bisa dipastikan seseorang terkena anemia. Gejala lain adalah munculnya sklera (warna pucat pada bagian kelopak mata bawah).
Anemia bisa menyebabkan kelelahan, kelemahan, kurang tenaga dan kepala terasa melayang. Jika anemia bertambah berat, bisa menyebabkan stroke atau serangan jantung(Sjaifoellah, 1998).
Komplikasi
Anemia juga menyebabkan daya tahan tubuh berkurang. Akibatnya, penderita anemia akan mudah terkena infeksi. Gampang batuk-pilek, gampang flu, atau gampang terkena infeksi saluran napas, jantung juga menjadi gampang lelah, karena harus memompa darah lebih kuat. Pada kasus ibu hamil dengan anemia, jika lambat ditangani dan berkelanjutan dapat menyebabkan kematian, dan berisiko bagi janin. Selain bayi lahir dengan berat badan rendah, anemia bisa juga mengganggu perkembangan organ-organ tubuh, termasuk otak (Sjaifoellah, 1998).
Pemeriksaan penunjang
Jumlah darah lengkap (JDL) : hemoglobin dan hemalokrit menurun.
Jumlah eritrosit : menurun (AP), menurun berat (aplastik); MCV (molume korpuskular rerata) dan MCH (hemoglobin korpuskular rerata) menurun dan mikrositik dengan eritrosit hipokronik (DB), peningkatan (AP). Pansitopenia (aplastik).
Jumlah retikulosit : bervariasi, misal : menurun (AP), meningkat (respons sumsum tulang terhadap kehilangan darah/hemolisis).
Pewarna sel darah merah : mendeteksi perubahan warna dan bentuk (dapat mengindikasikan tipe khusus anemia).
LED : Peningkatan menunjukkan adanya reaksi inflamasi, misal : peningkatan kerusakan sel darah merah : atau penyakit malignasi.
Masa hidup sel darah merah : berguna dalam membedakan diagnosa anemia, misal : pada tipe anemia tertentu, sel darah merah mempunyai waktu hidup lebih pendek.
Tes kerapuhan eritrosit : menurun (DB).
SDP : jumlah sel total sama dengan sel darah merah (diferensial) mungkin meningkat (hemolitik) atau menurun (aplastik).
Jumlah trombosit : menurun caplastik; meningkat (DB); normal atau tinggi (hemolitik)
Hemoglobin elektroforesis : mengidentifikasi tipe struktur hemoglobin.
Bilirubin serum (tak terkonjugasi) : meningkat (AP, hemolitik).
Folat serum dan vitamin B12 membantu mendiagnosa anemia sehubungan dengan defisiensi masukan/absorpsi
Besi serum : tak ada (DB); tinggi (hemolitik)
TBC serum : meningkat (DB)
Feritin serum : meningkat (DB)
Masa perdarahan : memanjang (aplastik)
LDH serum : menurun (DB)
Tes schilling : penurunan eksresi vitamin B12 urine (AP)
Guaiak : mungkin positif untuk darah pada urine, feses, dan isi gaster, menunjukkan perdarahan akut / kronis (DB).
Analisa gaster : penurunan sekresi dengan peningkatan pH dan tak adanya asam hidroklorik bebas (AP).
Aspirasi sumsum tulang/pemeriksaan/biopsi : sel mungkin tampak berubah dalam jumlah, ukuran, dan bentuk, membentuk, membedakan tipe anemia, misal: peningkatan megaloblas (AP), lemak sumsum dengan penurunan sel darah (aplastik).
Pemeriksaan andoskopik dan radiografik : memeriksa sisi perdarahan : perdarahan GI (Doenges, 1999).
Penatalaksanaan Medis
Tindakan umum :
Penatalaksanaan anemia ditunjukan untuk mencari penyebab dan mengganti darah yang hilang :
- Transpalasi sel darah merah.
- Antibiotik diberikan untuk mencegah infeksi.
- Suplemen asam folat dapat merangsang pembentukan sel darah merah.
- Menghindari situasi kekurangan oksigen atau aktivitas yang membutuhkan oksigen.
- Obati penyebab perdarahan abnormal bila ada.
- Diet kaya besi yang mengandung daging dan sayuran hijau.
Pengobatan (untuk pengobatan tergantung dari penyebabnya) :
- Anemia defisiensi besi
Penatalaksanaan :
Mengatur makanan yang mengandung zat besi, usahakan makanan yang diberikan seperti ikan, daging, telur dan sayur.
Pemberian preparat fe
Perrosulfat 3x 200mg/hari/per oral sehabis makan
Peroglukonat 3x 200 mg/hari /oral sehabis makan. - Anemia pernisiosa : pemberian vitamin B12
- Anemia asam folat : asam folat 5 mg/hari/oral
- Anemia karena perdarahan : mengatasi perdarahan dan syok dengan pemberian cairan dan transfusi darah.
Anemia
Anemia adalah gejala dari kondisi yang mendasari, seperti kehilangan komponen darah, elemen tak adekuat atau kurangnya nutrisi yang dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah, yang mengakibatkan penurunan kapasitas pengangkut oksigen darah (Doenges, 1999).
Anemia adalah istilah yang menunjukan rendahnya hitungan sel darah merah dan kadar hemoglobin dan hematokrit di bawah normal (Smeltzer, 2002 : 935).
Anemia adalah berkurangnya hingga di bawah nilai normal sel darah merah, kualitas hemoglobin dan volume packed red bloods cells (hematokrit) per 100 ml darah (Price, 2006 : 256).
Dengan demikian anemia bukan merupakan suatu diagnosis atau penyakit, melainkan merupakan pencerminan keadaan suatu penyakit atau gangguan fungsi tubuh dan perubahan patotisiologis yang mendasar yang diuraikan melalui anemnesis yang seksama, pemeriksaan fisik dan informasi laboratorium.
Etiologi
Penyebab tersering dari anemia adalah kekurangan zat gizi yang diperlukan untuk sintesis eritrosit, antara lain besi, vitamin B12 dan asam folat. Selebihnya merupakan akibat dari beragam kondisi seperti perdarahan, kelainan genetik, penyakit kronik, keracunan obat, dan sebagainya.
Penyebab umum dari anemia:
- Perdarahan hebat
- Akut (mendadak)
- Kecelakaan
- Pembedahan
- Persalinan
- Pecah pembuluh darah
- Penyakit Kronik (menahun)
- Perdarahan hidung
- Wasir (hemoroid)
- Ulkus peptikum
- Kanker atau polip di saluran pencernaan
- Tumor ginjal atau kandung kemih
- Perdarahan menstruasi yang sangat banyak
- Berkurangnya pembentukan sel darah merah
- Kekurangan zat besi
- Kekurangan vitamin B12
- Kekurangan asam folat
- Kekurangan vitamin C
- Penyakit kronik
- Meningkatnya penghancuran sel darah merah
- Pembesaran limpa
- Kerusakan mekanik pada sel darah merah
- Reaksi autoimun terhadap sel darah merah
- Hemoglobinuria nokturnal paroksismal
- Sferositosis herediter
- Elliptositosis herediter
- Kekurangan G6PD
- Penyakit sel sabit
- Penyakit hemoglobin C
- Penyakit hemoglobin S-C
- Penyakit hemoglobin E
- Thalasemia (Burton, 1990).
Timbulnya anemia mencerminkan adanya kegagalan sum-sum tulang atau kehilangan sel darah merah berlebihan atau keduanya. Kegagalan sum-sum tulang dapt terjadi akibat kekurangan nutrisi, pajanan toksik, inuasi tumor, atau kebanyakan akibat penyebab yang tidak diketahui. Sel darah merah dapat hilang melalui perdarahan atau hemolisis (destruksi) pada kasus yang disebut terakhir, masalah dapat akibat efek sel darah merah yang tidak sesuai dengan ketahanan sel darah merah normal atau akibat beberapa factor diluar sel darah merah yang menyebabkan destruksi sel darah merah.
Lisis sel darah merah (disolusi) terjadi terutama dalam system fagositik atau dalam system retikuloendotelial terutama dalam hati dan limpa. Sebagai hasil samping proses ini bilirubin yang sedang terbentuk dalam fagosit akan masuk dalam aliran darah. Setiap kenaikan destruksi sel darah merah (hemolisis) segera direpleksikan dengan meningkatkan bilirubin plasma (konsentrasi normalnya 1 mg/dl atau kurang ; kadar 1,5 mg/dl mengakibatkan ikterik pada sclera.
Anemia merupakan penyakit kurang darah yang ditandai rendahnya kadar hemoglobin (Hb) dan sel darah merah (eritrosit). Fungsi darah adalah membawa makanan dan oksigen ke seluruh organ tubuh. Jika suplai ini kurang, maka asupan oksigen pun akan kurang. Akibatnya dapat menghambat kerja organ-organ penting, Salah satunya otak. Otak terdiri dari 2,5 miliar sel bioneuron. Jika kapasitasnya kurang, maka otak akan seperti komputer yang memorinya lemah, Lambat menangkap. Dan kalau sudah rusak, tidak bisa diperbaiki (Sjaifoellah, 1998).
Manifestasi klinis
Gejala klinis yang muncul merefleksikan gangguan fungsi dari berbagai sistem dalam tubuh antara lain penurunan kinerja fisik, gangguan neurologik (syaraf) yang dimanifestasikan dalam perubahan perilaku, anorexia (badan kurus kerempeng), pica, serta perkembangan kognitif yang abnormal pada anak. Sering pula terjadi abnormalitas pertumbuhan, gangguan fungsi epitel, dan berkurangnya keasaman lambung. Cara mudah mengenal anemia dengan 5L, yakni lemah, letih, lesu, lelah, lalai. Kalau muncul 5 gejala ini, bisa dipastikan seseorang terkena anemia. Gejala lain adalah munculnya sklera (warna pucat pada bagian kelopak mata bawah).
Anemia bisa menyebabkan kelelahan, kelemahan, kurang tenaga dan kepala terasa melayang. Jika anemia bertambah berat, bisa menyebabkan stroke atau serangan jantung(Sjaifoellah, 1998).
Komplikasi
Anemia juga menyebabkan daya tahan tubuh berkurang. Akibatnya, penderita anemia akan mudah terkena infeksi. Gampang batuk-pilek, gampang flu, atau gampang terkena infeksi saluran napas, jantung juga menjadi gampang lelah, karena harus memompa darah lebih kuat. Pada kasus ibu hamil dengan anemia, jika lambat ditangani dan berkelanjutan dapat menyebabkan kematian, dan berisiko bagi janin. Selain bayi lahir dengan berat badan rendah, anemia bisa juga mengganggu perkembangan organ-organ tubuh, termasuk otak (Sjaifoellah, 1998).
Pemeriksaan penunjang
Jumlah darah lengkap (JDL) : hemoglobin dan hemalokrit menurun.
Jumlah eritrosit : menurun (AP), menurun berat (aplastik); MCV (molume korpuskular rerata) dan MCH (hemoglobin korpuskular rerata) menurun dan mikrositik dengan eritrosit hipokronik (DB), peningkatan (AP). Pansitopenia (aplastik).
Jumlah retikulosit : bervariasi, misal : menurun (AP), meningkat (respons sumsum tulang terhadap kehilangan darah/hemolisis).
Pewarna sel darah merah : mendeteksi perubahan warna dan bentuk (dapat mengindikasikan tipe khusus anemia).
LED : Peningkatan menunjukkan adanya reaksi inflamasi, misal : peningkatan kerusakan sel darah merah : atau penyakit malignasi.
Masa hidup sel darah merah : berguna dalam membedakan diagnosa anemia, misal : pada tipe anemia tertentu, sel darah merah mempunyai waktu hidup lebih pendek.
Tes kerapuhan eritrosit : menurun (DB).
SDP : jumlah sel total sama dengan sel darah merah (diferensial) mungkin meningkat (hemolitik) atau menurun (aplastik).
Jumlah trombosit : menurun caplastik; meningkat (DB); normal atau tinggi (hemolitik)
Hemoglobin elektroforesis : mengidentifikasi tipe struktur hemoglobin.
Bilirubin serum (tak terkonjugasi) : meningkat (AP, hemolitik).
Folat serum dan vitamin B12 membantu mendiagnosa anemia sehubungan dengan defisiensi masukan/absorpsi
Besi serum : tak ada (DB); tinggi (hemolitik)
TBC serum : meningkat (DB)
Feritin serum : meningkat (DB)
Masa perdarahan : memanjang (aplastik)
LDH serum : menurun (DB)
Tes schilling : penurunan eksresi vitamin B12 urine (AP)
Guaiak : mungkin positif untuk darah pada urine, feses, dan isi gaster, menunjukkan perdarahan akut / kronis (DB).
Analisa gaster : penurunan sekresi dengan peningkatan pH dan tak adanya asam hidroklorik bebas (AP).
Aspirasi sumsum tulang/pemeriksaan/biopsi : sel mungkin tampak berubah dalam jumlah, ukuran, dan bentuk, membentuk, membedakan tipe anemia, misal: peningkatan megaloblas (AP), lemak sumsum dengan penurunan sel darah (aplastik).
Pemeriksaan andoskopik dan radiografik : memeriksa sisi perdarahan : perdarahan GI (Doenges, 1999).
Penatalaksanaan Medis
Tindakan umum :
Penatalaksanaan anemia ditunjukan untuk mencari penyebab dan mengganti darah yang hilang :
- Transpalasi sel darah merah.
- Antibiotik diberikan untuk mencegah infeksi.
- Suplemen asam folat dapat merangsang pembentukan sel darah merah.
- Menghindari situasi kekurangan oksigen atau aktivitas yang membutuhkan oksigen.
- Obati penyebab perdarahan abnormal bila ada.
- Diet kaya besi yang mengandung daging dan sayuran hijau.
Pengobatan (untuk pengobatan tergantung dari penyebabnya) :
- Anemia defisiensi besi
Penatalaksanaan :
Mengatur makanan yang mengandung zat besi, usahakan makanan yang diberikan seperti ikan, daging, telur dan sayur.
Pemberian preparat fe
Perrosulfat 3x 200mg/hari/per oral sehabis makan
Peroglukonat 3x 200 mg/hari /oral sehabis makan. - Anemia pernisiosa : pemberian vitamin B12
- Anemia asam folat : asam folat 5 mg/hari/oral
- Anemia karena perdarahan : mengatasi perdarahan dan syok dengan pemberian cairan dan transfusi darah.
Minggu, 14 Agustus 2011
Askep Acne = Jerawat
Askep Acne = Jerawat
- Pengertian Jerawat dan Pencegahan Jerawat
Jerawat (bahasa Inggris: acne) adalah kondisi abnormal kulit akibat gangguan berlebihan produksi kelenjar minyak (sebaceous gland) yang menyebabkan penyumbatan saluran folikel rambut dan pori-pori kulit. Daerah yang mudahterkena jerawat ialah di muka, dada, punggung dan tubuh bagian atas lengan. Jerawat digolongkan ringan bila bentuknya masih komedo dengan jumlah lesi kurang dari 30. Apabila jumlah lesi berkisar antara 30-125 maka dinamakan jerawat sedang (papule). Jerawat besar yang disebut nodul atau kista timbul bila lesi di atas 125. Munculnya jerawat sering terjadi pada masa pubertas antara usia 14-19 tahun yang disebabkan oleh perubahan hormone pada remaja. Deteksi jerawat sejak dini sangat sulit sebab sebelum masa pubertas kulit anak akan mengalami pengelupasan tiga minggu sekali. Sedangkan ketika remaja, kulit mengelupas empat minggu sekali. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 85% populasi mengalami jerawat pada usia 12-25 tahun, 15% populasi mengalaminya hingga usia 25 tahun.
Jika tidak teratasi dengan baik, gangguan jerawat dapat menetap hingga usia 40 tahun. Selain menimbulkan bekas jerawat, efek utamanya adalah pada jiwa seseorang, seperti krisis percaya diri atau minder dan depresi. Beberapa macam Jerawat (Acne) Komedo, sifat & penyebabnya Komedo adalah nama ilmiah dari pori2 yg tersumbat, bisa terbuka atau tertutup. Komedo yg terbuka disebut juga sebagai blackhead, terlihat seperti pori2 yg membesar dan menghitam (yang berwarna hitam itu bukan kotoran; sebenarnya itu adalah penyumbat pori yg berubah warna krn teroksidasi dgn udara). Komedo yg tertutup, atau whitehead, memiliki kulit yg tumbuh di atas pori2 yg tersumbat; makanya terlihat spt tonjolan putih kecil2 dibawah kulit. Jerawat jenis komedoini disebabkan oleh sel2 kulit mati dan kelenjar minyak yg berlebihan pd kulit. Bila anda tdk meng-exfoliate (bisa dengan scrub, cuci muka dgn waslap,memakai sabun muka mengandung salicylic acid atau yg mengandung AHA/BHA, dll) kulit wajah secara berkala, sel2 kulit mati menumpuk di kulit; minyak di permukaan kulit kemudian menutup sel2 kulit, terjadilah penyumbatan. Makeup dan produk penataan rambut yang mengandung minyak dapat memperparah keadaan. Berkeringat dan udara yg panas dan lembab dapat juga menyumbat pori2.
- Pencegahan
Cuci selalu wajah pagi dan malam dengan pembersih mengandung salicylic-acid atau AHA/BHA untuk mengelupas sel2 kulit mati. Atau scrub kulit wajah minimal seminggu sekali. Bawalah selalu kertas penyerap minyak untuk menyerap kelebihan minyak di wajah. Gunakan juga masker utk kulit berminyak seminggu sekali.
- Jerawat Biasa, sifat & penyebabnya
Jenis jerawat `klasik' ini mudah dikenal, tonjolan kecil berwarna pink atau kemerahan. Terjadi krn pori2 yg tersumbat terinfeksi dgn bakteri. Bakteri ini bisa yg terdapat dipermukaan kulit, bisa juga dari waslap, kuas makeup, jari tangan, juga telepon. Stress, hormon dan udara yg lembab dpt memperbesar kemungkinan infeksi jerawat, krn menyebabkan kulit memproduksi minyak, yang merupakan tempat berkembang-biaknya bakteri. Jerawat yg disebabkan oleh hormon biasanya muncul di sekitar rahang dan dagu, menurut seorang ahli kulit, yang merekomendasikan pemakaian pil KB yang rendah estrogen, seperti Orthotricyclen, Orthocept dan Alesse. (Untungnya, menurut penelitian ternyata coklat dan French fries tidak mempunyai pengaruh pada berbiaknya jerawat).
- Pencegahan
Untuk membunuh bakteri2 penyebab jerawat, gunakan sabun muka yg mengandung benzoyl-peroxida, atau sabun sulfur. Dan gunakan masker anti bakteri/jerawat seminggu sekali. Kalau obat2 jerawat yg dijual bebas tidak mempan, mintalah ke dokter kulit obat jerawat yg mengandung vitamin A derivatif seperti Retin-A.
- Penyembuhan
Untuk mengurangi peradangan dan membunuh bakteri, pakailah obat jerawat yg mengandung benzoyl-peroksida, atau bila kulit anda tdk tahan, gunakan produk yg mengandung sulfur, spt Neo Medrol atau mujisat tolak jerawat dari SariAyu. Kalau obat2 jerawat tadi tidak mempan juga, mintalah resep salep yang mengandung antibiotik,salah satunya Garamicyn (bisa dibeli bebas). Salep ini bisa membunuh bakteri dan mengurangi pembengkakan juga peradangan. Cystic Acne (Jerawat Batu/Jerawat Jagung), sifat dan penyebabnya Sering disebut sebagai jerawat segede jagung. Bila anda merasa muka anda seperti pizza yg penuh topping, nah.inilah cystic-acne; jerawat yg besar, dgn tonjolan2 yg meradang hebat, berkumpul di seluruh muka (berbeda dgn jerawat biasa yang berkumpul di salah satu bag. muka). Inilah `godfather'nya jerawat, yang paling merusak tidak hanya secara fisik, tapi juga kepercayaan diri. Penderita cystic-acne biasanya juga memiliki keluarga dekat yg juga menderita jerawat jenis ini; secara genetic penderitanya memiliki:
(1) kelenjar minyak yang over-aktif yg membanjiri pori2 dgn minyak
(2) pertumbuhan sel2 kulit yg tidak normal yg tdk bisa beregenerasi secepat kulit normal dan
(3) memiliki respons yg berlebihan terhadap peradangan sehingga meninggalkan bekas di kulit.
- Pencegahan
Obat2 jerawat yg dijual bebas tidak akan mempan buat jerawat jenis ini. Memakai scrub pun tidak akan ada hasilnya. Jalan satu2nya adalah meminta dokter meresepkan pil antibiotik seperti tetracycline. Bila dalam sebulan tidak ada tanda2 perbaikan, mungkin dokter akan memberikan resep Accutane (kurang pasti di Indonesia sudah ada atau belum), obat yg efektif, tapi kontroversial. Meskipun penyembuhannya memakan waktu hingga 5 bln, dan dapat mengakibatkan bayi cacat pada ibu hamil, tapi tetep aja dianggap sebagai obat mujarab pilihan terakhir.
- Pengobatan
Untuk jerawat batu yang satu-satu, penyembuhan yg efektif adalah meminta dokter kulit menyuntik jerawat dengan cortisone, yg membuat jerawat ini sembuh dlm waktu 48 jam. Kalau kasusnya kronis, pil Accutane bisa dicoba, meskipun anda bakal mengalami beberapa side effect, seperti bibir pecah2 yg parah (minta dr.kulit anda meresepkan Acclovate, lip balm anti peradangan) dan kulit yg kering.
- Patofisiologi
etiologi (hormonal,stres,genetik,bakteri) –> masa pubertas –> Hormon androgen menstimulasi kelenjar sebasea –> kelenjar sebasea membesar dan mensekresikan sebum –> sebum merembas naik hingga puncak folikel rambut –> mengalir keluar pada pemukaan kulit –> duktus pilosebaseus tersumbat sebum –>lesi obstruktif –>di latasi folikel sebasea dampaknya dibagi 2 yaitu : 1. penipisan dinding folikular 2.
–>penipisan dinding folikular –> pecah –>isi folikular keluar dan mengiritasi dermis –> lesi baru –>infeksi berulang
–>risiko infeksi
–> mikro komedo dibagi 2 yaitu :
–> komedo terbuka, hitam akibat akumulasi lipid, bakteri dan debris epitel
–> komedo tertutup –>perembasan isi folikel ke dermis –> inflamasi –lesi akne
dampak lesi akne di bagi 3:
–>papula eritematosa \\
====> gangguan integritas kuli, gangguan citra tubuh, ansietas
–> kista inflamatorik //
–> pustyla
Diagnosa Keperawatan
- Gangguan citra tubuh berhubungan dengan inflamasi lesi akne.
- Ansietas berhubungan dengan lesi akne.
- Gangguan integritas kulit yang ditandai dengan adanya papula eritematosa, pustule, dan kista inflamatorik.
- Risiko infeksi berhubungan dengan infeksi bakteri kulit.
- Kurang pengetahuan berhubungan dengan faktor pemicu dan perawatan akne.
askep jerawat yaitu:
- Gangguan citra tubuh berhubungan dengan inflamasi lesi akne.
- Dorong klien untuk menyatakan perasaan tentang penyakitnya pertahankan pendekatan positif, hindari ekspresi menghina atau reaksi berubah mendadak.
- Bersikap realitis dan positif selama pengobatan, pada penyuluhan kesehatan.
- Ansietas berhubungan dengan lesi akne.
- Dorong pasien untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan.
- Berikan lingkungan terbuka dimana pasien merasa aman untuk mendiskusikan perasaan atau
- Gangguan integritas kulit yang ditandai dengan adanya papula eritematosa, pustule, dan kista inflamatorik.
- Pada klien bahwa pengobatan biasanya memerlukan waktu 4-6 minggu atau lebih.
- Dorong klien untuk menghindari semua bentuk friksi (menggaruk, mengutik –ngutik dengan tangan, dll) anjurkan klien untuk menghindari krim kulit apap
- Risiko infeksi berhubungan dengan infeksi bakteri kulit.
- Tekankan klien untuk tidak memijat jerawat atau mengotak-ngatiknya.
- Pertahankan personal hygiene, terutama pada area tangan
- Kurang pengetahuan berhubungan dengan faktor pemicu dan perawatan akne.
- Tekankan pada klien bahwa masalah yang dihadapinya tidak berhubungan dengan ketidakbersihan, kesalahan makan, aktivitas seksual, ataupun kesalahan konsep lainnya yang sering dijumpai.
- Informasikan mengenai obat-obat oral serta topical beserta efek sampingnya yang potensial.
Askep Acne = Jerawat
Askep Acne = Jerawat
- Pengertian Jerawat dan Pencegahan Jerawat
Jerawat (bahasa Inggris: acne) adalah kondisi abnormal kulit akibat gangguan berlebihan produksi kelenjar minyak (sebaceous gland) yang menyebabkan penyumbatan saluran folikel rambut dan pori-pori kulit. Daerah yang mudahterkena jerawat ialah di muka, dada, punggung dan tubuh bagian atas lengan. Jerawat digolongkan ringan bila bentuknya masih komedo dengan jumlah lesi kurang dari 30. Apabila jumlah lesi berkisar antara 30-125 maka dinamakan jerawat sedang (papule). Jerawat besar yang disebut nodul atau kista timbul bila lesi di atas 125. Munculnya jerawat sering terjadi pada masa pubertas antara usia 14-19 tahun yang disebabkan oleh perubahan hormone pada remaja. Deteksi jerawat sejak dini sangat sulit sebab sebelum masa pubertas kulit anak akan mengalami pengelupasan tiga minggu sekali. Sedangkan ketika remaja, kulit mengelupas empat minggu sekali. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 85% populasi mengalami jerawat pada usia 12-25 tahun, 15% populasi mengalaminya hingga usia 25 tahun.
Jika tidak teratasi dengan baik, gangguan jerawat dapat menetap hingga usia 40 tahun. Selain menimbulkan bekas jerawat, efek utamanya adalah pada jiwa seseorang, seperti krisis percaya diri atau minder dan depresi. Beberapa macam Jerawat (Acne) Komedo, sifat & penyebabnya Komedo adalah nama ilmiah dari pori2 yg tersumbat, bisa terbuka atau tertutup. Komedo yg terbuka disebut juga sebagai blackhead, terlihat seperti pori2 yg membesar dan menghitam (yang berwarna hitam itu bukan kotoran; sebenarnya itu adalah penyumbat pori yg berubah warna krn teroksidasi dgn udara). Komedo yg tertutup, atau whitehead, memiliki kulit yg tumbuh di atas pori2 yg tersumbat; makanya terlihat spt tonjolan putih kecil2 dibawah kulit. Jerawat jenis komedoini disebabkan oleh sel2 kulit mati dan kelenjar minyak yg berlebihan pd kulit. Bila anda tdk meng-exfoliate (bisa dengan scrub, cuci muka dgn waslap,memakai sabun muka mengandung salicylic acid atau yg mengandung AHA/BHA, dll) kulit wajah secara berkala, sel2 kulit mati menumpuk di kulit; minyak di permukaan kulit kemudian menutup sel2 kulit, terjadilah penyumbatan. Makeup dan produk penataan rambut yang mengandung minyak dapat memperparah keadaan. Berkeringat dan udara yg panas dan lembab dapat juga menyumbat pori2.
- Pencegahan
Cuci selalu wajah pagi dan malam dengan pembersih mengandung salicylic-acid atau AHA/BHA untuk mengelupas sel2 kulit mati. Atau scrub kulit wajah minimal seminggu sekali. Bawalah selalu kertas penyerap minyak untuk menyerap kelebihan minyak di wajah. Gunakan juga masker utk kulit berminyak seminggu sekali.
- Jerawat Biasa, sifat & penyebabnya
Jenis jerawat `klasik' ini mudah dikenal, tonjolan kecil berwarna pink atau kemerahan. Terjadi krn pori2 yg tersumbat terinfeksi dgn bakteri. Bakteri ini bisa yg terdapat dipermukaan kulit, bisa juga dari waslap, kuas makeup, jari tangan, juga telepon. Stress, hormon dan udara yg lembab dpt memperbesar kemungkinan infeksi jerawat, krn menyebabkan kulit memproduksi minyak, yang merupakan tempat berkembang-biaknya bakteri. Jerawat yg disebabkan oleh hormon biasanya muncul di sekitar rahang dan dagu, menurut seorang ahli kulit, yang merekomendasikan pemakaian pil KB yang rendah estrogen, seperti Orthotricyclen, Orthocept dan Alesse. (Untungnya, menurut penelitian ternyata coklat dan French fries tidak mempunyai pengaruh pada berbiaknya jerawat).
- Pencegahan
Untuk membunuh bakteri2 penyebab jerawat, gunakan sabun muka yg mengandung benzoyl-peroxida, atau sabun sulfur. Dan gunakan masker anti bakteri/jerawat seminggu sekali. Kalau obat2 jerawat yg dijual bebas tidak mempan, mintalah ke dokter kulit obat jerawat yg mengandung vitamin A derivatif seperti Retin-A.
- Penyembuhan
Untuk mengurangi peradangan dan membunuh bakteri, pakailah obat jerawat yg mengandung benzoyl-peroksida, atau bila kulit anda tdk tahan, gunakan produk yg mengandung sulfur, spt Neo Medrol atau mujisat tolak jerawat dari SariAyu. Kalau obat2 jerawat tadi tidak mempan juga, mintalah resep salep yang mengandung antibiotik,salah satunya Garamicyn (bisa dibeli bebas). Salep ini bisa membunuh bakteri dan mengurangi pembengkakan juga peradangan. Cystic Acne (Jerawat Batu/Jerawat Jagung), sifat dan penyebabnya Sering disebut sebagai jerawat segede jagung. Bila anda merasa muka anda seperti pizza yg penuh topping, nah.inilah cystic-acne; jerawat yg besar, dgn tonjolan2 yg meradang hebat, berkumpul di seluruh muka (berbeda dgn jerawat biasa yang berkumpul di salah satu bag. muka). Inilah `godfather'nya jerawat, yang paling merusak tidak hanya secara fisik, tapi juga kepercayaan diri. Penderita cystic-acne biasanya juga memiliki keluarga dekat yg juga menderita jerawat jenis ini; secara genetic penderitanya memiliki:
(1) kelenjar minyak yang over-aktif yg membanjiri pori2 dgn minyak
(2) pertumbuhan sel2 kulit yg tidak normal yg tdk bisa beregenerasi secepat kulit normal dan
(3) memiliki respons yg berlebihan terhadap peradangan sehingga meninggalkan bekas di kulit.
- Pencegahan
Obat2 jerawat yg dijual bebas tidak akan mempan buat jerawat jenis ini. Memakai scrub pun tidak akan ada hasilnya. Jalan satu2nya adalah meminta dokter meresepkan pil antibiotik seperti tetracycline. Bila dalam sebulan tidak ada tanda2 perbaikan, mungkin dokter akan memberikan resep Accutane (kurang pasti di Indonesia sudah ada atau belum), obat yg efektif, tapi kontroversial. Meskipun penyembuhannya memakan waktu hingga 5 bln, dan dapat mengakibatkan bayi cacat pada ibu hamil, tapi tetep aja dianggap sebagai obat mujarab pilihan terakhir.
- Pengobatan
Untuk jerawat batu yang satu-satu, penyembuhan yg efektif adalah meminta dokter kulit menyuntik jerawat dengan cortisone, yg membuat jerawat ini sembuh dlm waktu 48 jam. Kalau kasusnya kronis, pil Accutane bisa dicoba, meskipun anda bakal mengalami beberapa side effect, seperti bibir pecah2 yg parah (minta dr.kulit anda meresepkan Acclovate, lip balm anti peradangan) dan kulit yg kering.
- Patofisiologi
etiologi (hormonal,stres,genetik,bakteri) –> masa pubertas –> Hormon androgen menstimulasi kelenjar sebasea –> kelenjar sebasea membesar dan mensekresikan sebum –> sebum merembas naik hingga puncak folikel rambut –> mengalir keluar pada pemukaan kulit –> duktus pilosebaseus tersumbat sebum –>lesi obstruktif –>di latasi folikel sebasea dampaknya dibagi 2 yaitu : 1. penipisan dinding folikular 2.
–>penipisan dinding folikular –> pecah –>isi folikular keluar dan mengiritasi dermis –> lesi baru –>infeksi berulang
–>risiko infeksi
–> mikro komedo dibagi 2 yaitu :
–> komedo terbuka, hitam akibat akumulasi lipid, bakteri dan debris epitel
–> komedo tertutup –>perembasan isi folikel ke dermis –> inflamasi –lesi akne
dampak lesi akne di bagi 3:
–>papula eritematosa \\
====> gangguan integritas kuli, gangguan citra tubuh, ansietas
–> kista inflamatorik //
–> pustyla
Diagnosa Keperawatan
- Gangguan citra tubuh berhubungan dengan inflamasi lesi akne.
- Ansietas berhubungan dengan lesi akne.
- Gangguan integritas kulit yang ditandai dengan adanya papula eritematosa, pustule, dan kista inflamatorik.
- Risiko infeksi berhubungan dengan infeksi bakteri kulit.
- Kurang pengetahuan berhubungan dengan faktor pemicu dan perawatan akne.
askep jerawat yaitu:
- Gangguan citra tubuh berhubungan dengan inflamasi lesi akne.
- Dorong klien untuk menyatakan perasaan tentang penyakitnya pertahankan pendekatan positif, hindari ekspresi menghina atau reaksi berubah mendadak.
- Bersikap realitis dan positif selama pengobatan, pada penyuluhan kesehatan.
- Ansietas berhubungan dengan lesi akne.
- Dorong pasien untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan.
- Berikan lingkungan terbuka dimana pasien merasa aman untuk mendiskusikan perasaan atau
- Gangguan integritas kulit yang ditandai dengan adanya papula eritematosa, pustule, dan kista inflamatorik.
- Pada klien bahwa pengobatan biasanya memerlukan waktu 4-6 minggu atau lebih.
- Dorong klien untuk menghindari semua bentuk friksi (menggaruk, mengutik –ngutik dengan tangan, dll) anjurkan klien untuk menghindari krim kulit apap
- Risiko infeksi berhubungan dengan infeksi bakteri kulit.
- Tekankan klien untuk tidak memijat jerawat atau mengotak-ngatiknya.
- Pertahankan personal hygiene, terutama pada area tangan
- Kurang pengetahuan berhubungan dengan faktor pemicu dan perawatan akne.
- Tekankan pada klien bahwa masalah yang dihadapinya tidak berhubungan dengan ketidakbersihan, kesalahan makan, aktivitas seksual, ataupun kesalahan konsep lainnya yang sering dijumpai.
- Informasikan mengenai obat-obat oral serta topical beserta efek sampingnya yang potensial.
Rabu, 10 Agustus 2011
SEBERAPA JAUH ANDA MENGENAL RADIASI SINAR MATAHARI
Sinar matahari dapat memberikan efek nyata pada kulit yaitu menyebabkan penuaan dini, cancer kulit dan sejumlah perubahan lain pada kulit yang bersifat merusak. Bila kita terpapar dengan sinar ultraviolet UVA/UVB dari sinar matahari, maka 90% dapat menyebabkan timbulnya penuaan dini pada kulit. Banyak perubahan yang terjadi pada kulit semula diduga karena memang proses penuaan seperti kulit terlihat bercak-bercak, mudah memar, serta timbul garis-garis kerutan, sebenarnya adalah akibat dari terpapar sinar ultraviolet dalam jangka waktu lama.
Kita sering mendengar istilah UV radiasi, namun apakah kita semua sudah memahaminya ?
Matahari memancarkan radisasi ultraviolet yang dibagi atas kategori berdasarkan panjang gelombang :
- UVC 100 – 290 nano meter
- UVB 290 – 320 nano meter
- UVA 320 – 400 nano meter
UVC
Radiasinya hampir selalau diserap kembali oleh lapisan ozon dan tidak mempengaruhi kulit. Namun radiasinya dapat juga ditemukan pada sumber-sumber buatan seperti pada : lampu mercury, dan lampu pembunuh mikroorganisme (biasa digunakan untuk mensterilkan kamar operasi di Rumah Sakit.
UVB
Mempengaruhi lapisan epidermis dan penyebab utama membakar pada kulit, radiasi paling keras radiasinya antara jam 10 pagi dan jam 2 siang saat matahari sedang panas-panasnya, juga akan lebih keras dimusim-musim panas, dapat menyerap kekulit sampai 70%, namun radiasi jenis ini tidak mampu menembus kaca, sehingga aman bila kita berada diruang kaca maupun didalam mobil.
UVA
Semula dikira hanya mempunyai efek kecil terhadap kerusakan kulit, ternyata hasil penelitian sekarang diketahui bahwa radiasi sinar ini merupakan penyebab utama kerusakan kulit, dapat menembus kulit lebih dalam dan bekerja lebih efektif merusak kulit. Intensitas radiasi UVA lebih konstan daripada UVB tanpa ada variasi jam dan musim serta mampu menembus kaca, berdasarkan kondisi ini dapat dipastikan bahwa radiasi UVA lebih sangat berbahaya untuk kulit kita.
Efek merusak dari UVB & UVA
Menyebabkan kerusakan kulit sepeti kerut, penurunan imunitas kulit terhadap kekebalan, dan gangguan yang mempercepat penuaan kulit, tapi kita belum sepenuhnya mengerti proses tersebut, salah satu dari kemungkinan mekanisme kulit yang disebabkan oleh UV adalah kerusakan kolagen, pembentukan radikal bebas, mempengaruhi perbaikan DNA, serta menahan sistem imun kulit.
Kerusakan kolagen
Di lapisan dermis radiasi UV menyebabkan kerusakan kolagen pada tingkat yang lebih tinggi daripada kerusakan yang disebabkan penuaan secara alamiah, cahaya matahari merusak serat kolagen dan menyebabkan penumpukan /akumulasi elastin abnormal. Ketika elastin ini terakumulasi enzim yang disebut metalloproteinases akan diproduksi dalam jumlah besar. Biasanya enzim ini berfungsi memperbaiki kulit yang rusak karena sinar dengan menghasilkan dan membentuk kolagen, tapi proses ini tidak selalu berjalan baik dan sejumlah protein ini malah menghancurkan kolagen, hasilnya adalah munculnya kumpulan serat kolagen yang tidak beraturan dikenal sebagai solar scar. Ketika kulit mengulagi proses perbaikan yang tidak sempurna ini secara berulang-ulang terbentuklah keriput.
Radikal bebas
Penyebab utama radikal bebas adalah radisasi UV, radikal bebas adalah molekul tidak stabil, hanya punya 1 elektron terdapat pada sinar UV, karena elektron harusnya berpasangan molekul ini harus mengambil elektron dari molekul lain, biasanya diambil elektron molekul yang terdapat pada dinding sel kulit. Ketika molekul pada kulit kehilangan elektron oleh elektron molekul radikal bebas, maka molekul sel kulit harus menemukan elektron lain dengan mengulangi proses ini sekali lagi. Proses ini tentu saja menyebabkan kerusakan pada dinding sel dan akan merusak sel sehingga mempengaruhi fungsi sel. Kerusakan sel yang terjadi mencapai keinti sel dan merubah material genetik, RNA dan DNA diinti sel, sehingga dapat mengacaukan proses regenerasi sel maupun dapat memicu pertumbuhan sel yang tidak terkontrol yang merupakan sel kanker. Kerusakan akibat Radikal bebas juga memperparah timbulnya keriput karena kemampuannya mengaktifkan metallopteinase yg merusak kolagen.
Perbaikan DNA
DNA diinti sel kulit maupun diinti sel tubuh kita secara keseluruhan dapat saja mengalami kerusakan, namun DNA mempunyai kemampuan untuk memperbaiki sendiri kerusakan tersebut dengan peranan enzim khusus yang disebut T4 endonuclease 5 (T4N5) . Radiasi UV dpt mempengaruhi kerja enzim tersebut sehingga kemampuan DNA untuk memperbaiki diri akan terganggu tentu saja hal ini menyebabkan tingkat kerusakan sel kulit yang terjadi semakin tinggi.
Efek pada sistem imun
Tubuh memiliki sistem kekebalan untuk menyerang sel-sel kanker yang sedang tumbuh, sistem imun ini termasuk sel darah putih disebut T limfosit, dan sel-sel kulit dilapisan terdapat sel langerhans yang berfungi sebagai imun. Ketika kulit terkena sinar matahari maka sejumlah bahan kimia dari sel kulit dikeluarkan untuk pertahanan diri namun berefek pada penekanan daya imun dari sel langerhans ini.
Kematian sel
Pertahanan terakhir dari sistem imun adalah proses yang disebut apoptosis. Merupakan proses bunuh diri sel, berfungsi membunuh sel rusak parah sehingga sel tersebut tidak menjadi sel kanker. Bunuh diri sel ini terlihat saat mengelupas setelah terbakar matahri. Ada beberapa faktor termasuk terkena UV dapat mencegah terjadi kematian sel yang rusak sehingga menyebabkan sel tersebut dapat berkembang membelah diri dan dapat menjadi kanker.
Perubahan tektur kulit akibat matahari
Terpapar UV menyebabkan penebalan dan penipisan kulit. Kulit tebal dengan kerutan-kerutan kasar biasanya muncul dibelakang leher yang tidak hilang saat kulit ditarik. Kondisi yg disebut solar elastosis ditandai dengan kulit yg tebal, berkeriput dengan kasar dan berwarna kekuningan. Akibat umum terkena UV adalah penipisan kulit yg menyebabkan timbul kerutan halus, mudah memar, dan kulit mengelupas.
Perubahan pembuluh darah akibat matahari
Sinar UV menyebabkan dinding sel pembuluh darah menipis menyebabkan lebih mudah memar hanya disebabkan oleh trauma kecil dikulit yang terkena matahari, contohnya bagian besar dari memar yang terjadi dikulit yang terbakar matahari terjadi dibelakang tangan atas dan lengan bagian luar. Matahari juga dapat menyebabkan munculnya telengiectasias, pembuluh darah kecil dikulit khususnya diwajah berbentuk seperti jaring laba-laba.
Perubahan Pigmen
Yang paling mudah terlihat adalah bintik-bintik hitam dan lentigo. Orang yang berkulit terang lebih cenderung kelihatan frekelnya, frekel disebabkan ketika sel yang menghasilkan melanin atau malanosit rusak akibat sinar UV sehingga menjadi berukuran besar. Frekel besar yang juga dikenal sebagai age spot atau liver spot dapat terlihat dipipi yang menyebar, dibelakang tangan, dada, pundak lengan atau punggung. Mereka tidak disebabkan oleh usia tapi oleh kerusakan karena sinar matahari. Sinar UV juga menghasilkan white spot biasanya ditemukan dikaki, dibelakang tangan dan lengan hal ini terjadi ketika melanosit rusak total.
Tonjolan kulit karena matahari
Radiasi UV menyebabkan peningkatan jumlah moles pada area yg terkena matahari.
Sinar matahari juga menyebabkan lesi precancer yang disebut actinic keratose (dapat dilihat pada gambar dibawah) dapat tumbuh dimuka, kuping dan belakang tangan, berupa benjolan-benjolan mengeras, sering lebih mudah dirasakan daripada dilihat. Actinic keratosis terasa sebagai premaligna lesi karena 1 dari 100 kasus akan berkembang jadi squamous cel karsinoma. Ekpose UV juga menyebabkan sebaroik keratoses yang merupakan lesi yang kelihatannya seperti menempel dikulit. Tidak seperti actinic keratose, seboroik tidak menghasilkan kanker
Kanker kulit karena matahari
Kemampuan matahari menghasilkan kanker kulit sudah diketahui secara umum, ada 3 jenis sel kanker adalah : melanoma, carsinoma sel basal, dan carsinoma sel squamosa.
Malanoma merupakan cancer paling mematikan karena metastase dengan sangat cepat dari jenis kanker lainnya. Diyakini bahwa seseorang yang sering terpapar sinar matahari kekulit sebelum usia 20 merupakan faktor penentu timbulnya melanoma (dapat dilihat pada gambar dibawah)
Sel basal karsinoma adalah kanker kulit yang paling umum dan cenderung bersifat lokal, tidak matastase (dapat dilihat pada gambar dibawah)
Sel karsinoma squamosa jenis kedua kanker umum dan bisa menyebar meskipun tidak seganas melanoma (dapat dilihat pada gambar dibawah)
Resiko terkena basal sel karsinoma atau squamosa sel karsinoma ditentukan oleh terpapar radiasi UV seumur hidup dan perlindungan pigmen seseorang, artinya lebih beresiko pada kulit putih. Karena perlindungan pigmen yang sedikit.
Pemaparan diatas jelas menunjukkan betapa bahayanya radiasi sinar UV matahari, bukan hanya beresiko pada individu yang memang secara langsung beraktivitas dibawah sinar matahari seperti : pengawas lapangan, pemain Golf, beraktivitas dipantai, dan lain-lain, namun beresiko juga pada individu yang berada dalam kendaraan mobil misalnya, karena kemampuan radiasi Sinar UVA mampu menembus kaca, lalu apakah anda masih merasa aman tanpa memperoteksi diri terhadap sinar UV, apakah cukup dengan berpayung atau bertopi ? bagaimana dengan wajah kita yang memang bagian tubuh pertama yang sangat mudah terpapar dengan sinar matahari. Apakah anda berani mempertaruhkan kesehatan kulit anda terutama kuit wajah begitu saja, atau merasa sudah menggunakan suncreen, mulai sekarang coba anda pelajari apakah produk suncreen yang anda pakai saat ini mampu bekerja begitu hebat melindungi kulit anda untuk melawan sinar matahari ???? terutama jenis UVA
Dibawah ini ada beberapa kiat untuk anda semua yang senang bermain dengan cahaya matahari atau memang tuntutan situasi dan pekerjaan yang mengharuskan kita terpapar dengan sinar matahari
- Terpapar pada waktu yang lama dengan sinar UV dapat merusak kulit, bila ingin beraktivitas dibawah sinar matahari yang aman adalah sebelum jam 10 pagi dan sesudah jam 4 sore. Saat dimana sinar matahari tidak terlalu kuat, dan ingat awan tidak bisa mencegah radisasi sinar UV
- Usahakan selalu mencari tempat yang teduh saat anda berada diluar ruangan
- Gunakan topi, setidaknya yang mempunyai tepi 4 inc sekeliling, sehingga efektif menutup wajah, leher dan telinga, bisa juga menggunakan payung kalau tidak terlalu merasa repot
- Sebaiknya menggunakan baju atau pakaian yang panjang dan menutupi permukaan tubuh, dengan bahan yang tebal
- Gunakan sunscreen yang mengandung sun potrection factor (SPF) yang cukup, 15 menit sebelum terpapar matahari, ulangi pemakaian bila anda berenang atau berjemur, pastikan jenis sunscreen yang anda gunakan mampu mencegah radiasi Sinar UV terutama kebagian wajah
- Meskipun anda menggunakan pakaian tetap anda harus tetap mengupayakan untuk mengoleskan sunscreen diarea tertutup
- Hati-hati sinar UV dapat dipantulkan dari air, pasir, salju, dan permukaan yang berwarna terang, jadi rajin-rajin mengoleskan suncreen saat anda berada diarea tersebut
- Ingat radiasi sinar matahari akan menembus kaca dan air, jadi anda tetap membutuhkan perlindungan saat berada didalam ruangan, maupun dikolam renang
- Hindari sinar lampu didalam ruangan dan tanning bed, bisa saja lebih panas untuk kulit anda dibandingkan sinar matahari
SEBERAPA JAUH ANDA MENGENAL RADIASI SINAR MATAHARI
Sinar matahari dapat memberikan efek nyata pada kulit yaitu menyebabkan penuaan dini, cancer kulit dan sejumlah perubahan lain pada kulit yang bersifat merusak. Bila kita terpapar dengan sinar ultraviolet UVA/UVB dari sinar matahari, maka 90% dapat menyebabkan timbulnya penuaan dini pada kulit. Banyak perubahan yang terjadi pada kulit semula diduga karena memang proses penuaan seperti kulit terlihat bercak-bercak, mudah memar, serta timbul garis-garis kerutan, sebenarnya adalah akibat dari terpapar sinar ultraviolet dalam jangka waktu lama.
Kita sering mendengar istilah UV radiasi, namun apakah kita semua sudah memahaminya ?
Matahari memancarkan radisasi ultraviolet yang dibagi atas kategori berdasarkan panjang gelombang :
- UVC 100 – 290 nano meter
- UVB 290 – 320 nano meter
- UVA 320 – 400 nano meter
UVC
Radiasinya hampir selalau diserap kembali oleh lapisan ozon dan tidak mempengaruhi kulit. Namun radiasinya dapat juga ditemukan pada sumber-sumber buatan seperti pada : lampu mercury, dan lampu pembunuh mikroorganisme (biasa digunakan untuk mensterilkan kamar operasi di Rumah Sakit.
UVB
Mempengaruhi lapisan epidermis dan penyebab utama membakar pada kulit, radiasi paling keras radiasinya antara jam 10 pagi dan jam 2 siang saat matahari sedang panas-panasnya, juga akan lebih keras dimusim-musim panas, dapat menyerap kekulit sampai 70%, namun radiasi jenis ini tidak mampu menembus kaca, sehingga aman bila kita berada diruang kaca maupun didalam mobil.
UVA
Semula dikira hanya mempunyai efek kecil terhadap kerusakan kulit, ternyata hasil penelitian sekarang diketahui bahwa radiasi sinar ini merupakan penyebab utama kerusakan kulit, dapat menembus kulit lebih dalam dan bekerja lebih efektif merusak kulit. Intensitas radiasi UVA lebih konstan daripada UVB tanpa ada variasi jam dan musim serta mampu menembus kaca, berdasarkan kondisi ini dapat dipastikan bahwa radiasi UVA lebih sangat berbahaya untuk kulit kita.
Efek merusak dari UVB & UVA
Menyebabkan kerusakan kulit sepeti kerut, penurunan imunitas kulit terhadap kekebalan, dan gangguan yang mempercepat penuaan kulit, tapi kita belum sepenuhnya mengerti proses tersebut, salah satu dari kemungkinan mekanisme kulit yang disebabkan oleh UV adalah kerusakan kolagen, pembentukan radikal bebas, mempengaruhi perbaikan DNA, serta menahan sistem imun kulit.
Kerusakan kolagen
Di lapisan dermis radiasi UV menyebabkan kerusakan kolagen pada tingkat yang lebih tinggi daripada kerusakan yang disebabkan penuaan secara alamiah, cahaya matahari merusak serat kolagen dan menyebabkan penumpukan /akumulasi elastin abnormal. Ketika elastin ini terakumulasi enzim yang disebut metalloproteinases akan diproduksi dalam jumlah besar. Biasanya enzim ini berfungsi memperbaiki kulit yang rusak karena sinar dengan menghasilkan dan membentuk kolagen, tapi proses ini tidak selalu berjalan baik dan sejumlah protein ini malah menghancurkan kolagen, hasilnya adalah munculnya kumpulan serat kolagen yang tidak beraturan dikenal sebagai solar scar. Ketika kulit mengulagi proses perbaikan yang tidak sempurna ini secara berulang-ulang terbentuklah keriput.
Radikal bebas
Penyebab utama radikal bebas adalah radisasi UV, radikal bebas adalah molekul tidak stabil, hanya punya 1 elektron terdapat pada sinar UV, karena elektron harusnya berpasangan molekul ini harus mengambil elektron dari molekul lain, biasanya diambil elektron molekul yang terdapat pada dinding sel kulit. Ketika molekul pada kulit kehilangan elektron oleh elektron molekul radikal bebas, maka molekul sel kulit harus menemukan elektron lain dengan mengulangi proses ini sekali lagi. Proses ini tentu saja menyebabkan kerusakan pada dinding sel dan akan merusak sel sehingga mempengaruhi fungsi sel. Kerusakan sel yang terjadi mencapai keinti sel dan merubah material genetik, RNA dan DNA diinti sel, sehingga dapat mengacaukan proses regenerasi sel maupun dapat memicu pertumbuhan sel yang tidak terkontrol yang merupakan sel kanker. Kerusakan akibat Radikal bebas juga memperparah timbulnya keriput karena kemampuannya mengaktifkan metallopteinase yg merusak kolagen.
Perbaikan DNA
DNA diinti sel kulit maupun diinti sel tubuh kita secara keseluruhan dapat saja mengalami kerusakan, namun DNA mempunyai kemampuan untuk memperbaiki sendiri kerusakan tersebut dengan peranan enzim khusus yang disebut T4 endonuclease 5 (T4N5) . Radiasi UV dpt mempengaruhi kerja enzim tersebut sehingga kemampuan DNA untuk memperbaiki diri akan terganggu tentu saja hal ini menyebabkan tingkat kerusakan sel kulit yang terjadi semakin tinggi.
Efek pada sistem imun
Tubuh memiliki sistem kekebalan untuk menyerang sel-sel kanker yang sedang tumbuh, sistem imun ini termasuk sel darah putih disebut T limfosit, dan sel-sel kulit dilapisan terdapat sel langerhans yang berfungi sebagai imun. Ketika kulit terkena sinar matahari maka sejumlah bahan kimia dari sel kulit dikeluarkan untuk pertahanan diri namun berefek pada penekanan daya imun dari sel langerhans ini.
Kematian sel
Pertahanan terakhir dari sistem imun adalah proses yang disebut apoptosis. Merupakan proses bunuh diri sel, berfungsi membunuh sel rusak parah sehingga sel tersebut tidak menjadi sel kanker. Bunuh diri sel ini terlihat saat mengelupas setelah terbakar matahri. Ada beberapa faktor termasuk terkena UV dapat mencegah terjadi kematian sel yang rusak sehingga menyebabkan sel tersebut dapat berkembang membelah diri dan dapat menjadi kanker.
Perubahan tektur kulit akibat matahari
Terpapar UV menyebabkan penebalan dan penipisan kulit. Kulit tebal dengan kerutan-kerutan kasar biasanya muncul dibelakang leher yang tidak hilang saat kulit ditarik. Kondisi yg disebut solar elastosis ditandai dengan kulit yg tebal, berkeriput dengan kasar dan berwarna kekuningan. Akibat umum terkena UV adalah penipisan kulit yg menyebabkan timbul kerutan halus, mudah memar, dan kulit mengelupas.
Perubahan pembuluh darah akibat matahari
Sinar UV menyebabkan dinding sel pembuluh darah menipis menyebabkan lebih mudah memar hanya disebabkan oleh trauma kecil dikulit yang terkena matahari, contohnya bagian besar dari memar yang terjadi dikulit yang terbakar matahari terjadi dibelakang tangan atas dan lengan bagian luar. Matahari juga dapat menyebabkan munculnya telengiectasias, pembuluh darah kecil dikulit khususnya diwajah berbentuk seperti jaring laba-laba.
Perubahan Pigmen
Yang paling mudah terlihat adalah bintik-bintik hitam dan lentigo. Orang yang berkulit terang lebih cenderung kelihatan frekelnya, frekel disebabkan ketika sel yang menghasilkan melanin atau malanosit rusak akibat sinar UV sehingga menjadi berukuran besar. Frekel besar yang juga dikenal sebagai age spot atau liver spot dapat terlihat dipipi yang menyebar, dibelakang tangan, dada, pundak lengan atau punggung. Mereka tidak disebabkan oleh usia tapi oleh kerusakan karena sinar matahari. Sinar UV juga menghasilkan white spot biasanya ditemukan dikaki, dibelakang tangan dan lengan hal ini terjadi ketika melanosit rusak total.
Tonjolan kulit karena matahari
Radiasi UV menyebabkan peningkatan jumlah moles pada area yg terkena matahari.
Sinar matahari juga menyebabkan lesi precancer yang disebut actinic keratose (dapat dilihat pada gambar dibawah) dapat tumbuh dimuka, kuping dan belakang tangan, berupa benjolan-benjolan mengeras, sering lebih mudah dirasakan daripada dilihat. Actinic keratosis terasa sebagai premaligna lesi karena 1 dari 100 kasus akan berkembang jadi squamous cel karsinoma. Ekpose UV juga menyebabkan sebaroik keratoses yang merupakan lesi yang kelihatannya seperti menempel dikulit. Tidak seperti actinic keratose, seboroik tidak menghasilkan kanker
Kanker kulit karena matahari
Kemampuan matahari menghasilkan kanker kulit sudah diketahui secara umum, ada 3 jenis sel kanker adalah : melanoma, carsinoma sel basal, dan carsinoma sel squamosa.
Malanoma merupakan cancer paling mematikan karena metastase dengan sangat cepat dari jenis kanker lainnya. Diyakini bahwa seseorang yang sering terpapar sinar matahari kekulit sebelum usia 20 merupakan faktor penentu timbulnya melanoma (dapat dilihat pada gambar dibawah)
Sel basal karsinoma adalah kanker kulit yang paling umum dan cenderung bersifat lokal, tidak matastase (dapat dilihat pada gambar dibawah)
Sel karsinoma squamosa jenis kedua kanker umum dan bisa menyebar meskipun tidak seganas melanoma (dapat dilihat pada gambar dibawah)
Resiko terkena basal sel karsinoma atau squamosa sel karsinoma ditentukan oleh terpapar radiasi UV seumur hidup dan perlindungan pigmen seseorang, artinya lebih beresiko pada kulit putih. Karena perlindungan pigmen yang sedikit.
Pemaparan diatas jelas menunjukkan betapa bahayanya radiasi sinar UV matahari, bukan hanya beresiko pada individu yang memang secara langsung beraktivitas dibawah sinar matahari seperti : pengawas lapangan, pemain Golf, beraktivitas dipantai, dan lain-lain, namun beresiko juga pada individu yang berada dalam kendaraan mobil misalnya, karena kemampuan radiasi Sinar UVA mampu menembus kaca, lalu apakah anda masih merasa aman tanpa memperoteksi diri terhadap sinar UV, apakah cukup dengan berpayung atau bertopi ? bagaimana dengan wajah kita yang memang bagian tubuh pertama yang sangat mudah terpapar dengan sinar matahari. Apakah anda berani mempertaruhkan kesehatan kulit anda terutama kuit wajah begitu saja, atau merasa sudah menggunakan suncreen, mulai sekarang coba anda pelajari apakah produk suncreen yang anda pakai saat ini mampu bekerja begitu hebat melindungi kulit anda untuk melawan sinar matahari ???? terutama jenis UVA
Dibawah ini ada beberapa kiat untuk anda semua yang senang bermain dengan cahaya matahari atau memang tuntutan situasi dan pekerjaan yang mengharuskan kita terpapar dengan sinar matahari
- Terpapar pada waktu yang lama dengan sinar UV dapat merusak kulit, bila ingin beraktivitas dibawah sinar matahari yang aman adalah sebelum jam 10 pagi dan sesudah jam 4 sore. Saat dimana sinar matahari tidak terlalu kuat, dan ingat awan tidak bisa mencegah radisasi sinar UV
- Usahakan selalu mencari tempat yang teduh saat anda berada diluar ruangan
- Gunakan topi, setidaknya yang mempunyai tepi 4 inc sekeliling, sehingga efektif menutup wajah, leher dan telinga, bisa juga menggunakan payung kalau tidak terlalu merasa repot
- Sebaiknya menggunakan baju atau pakaian yang panjang dan menutupi permukaan tubuh, dengan bahan yang tebal
- Gunakan sunscreen yang mengandung sun potrection factor (SPF) yang cukup, 15 menit sebelum terpapar matahari, ulangi pemakaian bila anda berenang atau berjemur, pastikan jenis sunscreen yang anda gunakan mampu mencegah radiasi Sinar UV terutama kebagian wajah
- Meskipun anda menggunakan pakaian tetap anda harus tetap mengupayakan untuk mengoleskan sunscreen diarea tertutup
- Hati-hati sinar UV dapat dipantulkan dari air, pasir, salju, dan permukaan yang berwarna terang, jadi rajin-rajin mengoleskan suncreen saat anda berada diarea tersebut
- Ingat radiasi sinar matahari akan menembus kaca dan air, jadi anda tetap membutuhkan perlindungan saat berada didalam ruangan, maupun dikolam renang
- Hindari sinar lampu didalam ruangan dan tanning bed, bisa saja lebih panas untuk kulit anda dibandingkan sinar matahari
Blog Archive
-
2015
(10)
- 10/11 - 10/18 (1)
- 09/13 - 09/20 (1)
- 09/06 - 09/13 (1)
- 07/05 - 07/12 (1)
- 05/17 - 05/24 (6)
-
2014
(1)
- 04/13 - 04/20 (1)
-
2012
(770)
- 02/19 - 02/26 (5)
- 02/12 - 02/19 (10)
- 02/05 - 02/12 (4)
- 01/29 - 02/05 (27)
- 01/22 - 01/29 (88)
- 01/15 - 01/22 (101)
- 01/08 - 01/15 (169)
- 01/01 - 01/08 (366)
-
2011
(4477)
- 12/25 - 01/01 (336)
- 12/18 - 12/25 (62)
- 12/11 - 12/18 (70)
- 12/04 - 12/11 (77)
- 11/27 - 12/04 (40)
- 11/20 - 11/27 (67)
- 11/13 - 11/20 (198)
- 11/06 - 11/13 (187)
- 10/30 - 11/06 (340)
- 10/23 - 10/30 (32)
- 10/16 - 10/23 (109)
- 10/09 - 10/16 (80)
- 08/14 - 08/21 (75)
- 08/07 - 08/14 (81)
- 07/31 - 08/07 (82)
- 07/24 - 07/31 (65)
- 07/17 - 07/24 (91)
- 07/10 - 07/17 (47)
- 07/03 - 07/10 (44)
- 06/26 - 07/03 (53)
- 06/19 - 06/26 (59)
- 06/12 - 06/19 (47)
- 06/05 - 06/12 (65)
- 05/29 - 06/05 (63)
- 05/22 - 05/29 (77)
- 05/15 - 05/22 (115)
- 05/08 - 05/15 (65)
- 05/01 - 05/08 (104)
- 04/24 - 05/01 (45)
- 04/17 - 04/24 (70)
- 04/10 - 04/17 (134)
- 04/03 - 04/10 (72)
- 03/27 - 04/03 (18)
- 03/20 - 03/27 (47)
- 03/13 - 03/20 (68)
- 03/06 - 03/13 (40)
- 02/27 - 03/06 (56)
- 02/20 - 02/27 (77)
- 02/13 - 02/20 (76)
- 02/06 - 02/13 (198)
- 01/30 - 02/06 (194)
- 01/23 - 01/30 (132)
- 01/16 - 01/23 (196)
- 01/09 - 01/16 (202)
- 01/02 - 01/09 (121)
-
2010
(2535)
- 12/26 - 01/02 (156)
- 12/19 - 12/26 (65)
- 12/12 - 12/19 (73)
- 12/05 - 12/12 (84)
- 11/28 - 12/05 (80)
- 11/21 - 11/28 (68)
- 11/14 - 11/21 (63)
- 11/07 - 11/14 (50)
- 10/31 - 11/07 (50)
- 10/24 - 10/31 (36)
- 10/17 - 10/24 (58)
- 10/10 - 10/17 (35)
- 10/03 - 10/10 (31)
- 09/26 - 10/03 (21)
- 09/19 - 09/26 (26)
- 09/12 - 09/19 (55)
- 09/05 - 09/12 (65)
- 08/29 - 09/05 (33)
- 08/22 - 08/29 (70)
- 08/15 - 08/22 (45)
- 08/08 - 08/15 (35)
- 08/01 - 08/08 (37)
- 07/25 - 08/01 (27)
- 07/18 - 07/25 (19)
- 07/11 - 07/18 (30)
- 07/04 - 07/11 (56)
- 06/27 - 07/04 (28)
- 06/20 - 06/27 (22)
- 06/13 - 06/20 (30)
- 06/06 - 06/13 (21)
- 05/30 - 06/06 (5)
- 05/16 - 05/23 (6)
- 05/09 - 05/16 (29)
- 05/02 - 05/09 (59)
- 04/25 - 05/02 (28)
- 04/18 - 04/25 (38)
- 04/11 - 04/18 (70)
- 04/04 - 04/11 (59)
- 03/28 - 04/04 (65)
- 03/21 - 03/28 (89)
- 03/14 - 03/21 (218)
- 03/07 - 03/14 (95)
- 02/28 - 03/07 (135)
- 02/21 - 02/28 (102)
- 01/03 - 01/10 (68)
-
2009
(1652)
- 12/27 - 01/03 (36)
- 12/20 - 12/27 (22)
- 12/13 - 12/20 (100)
- 12/06 - 12/13 (45)
- 11/29 - 12/06 (24)
- 11/22 - 11/29 (22)
- 11/15 - 11/22 (19)
- 11/08 - 11/15 (28)
- 11/01 - 11/08 (11)
- 10/25 - 11/01 (17)
- 10/18 - 10/25 (38)
- 10/11 - 10/18 (33)
- 10/04 - 10/11 (15)
- 09/27 - 10/04 (21)
- 09/20 - 09/27 (7)
- 09/13 - 09/20 (84)
- 09/06 - 09/13 (35)
- 08/30 - 09/06 (48)
- 08/23 - 08/30 (118)
- 08/16 - 08/23 (26)
- 08/09 - 08/16 (34)
- 08/02 - 08/09 (35)
- 07/26 - 08/02 (31)
- 07/19 - 07/26 (14)
- 07/12 - 07/19 (16)
- 07/05 - 07/12 (28)
- 06/28 - 07/05 (26)
- 06/21 - 06/28 (76)
- 06/14 - 06/21 (26)
- 06/07 - 06/14 (21)
- 05/31 - 06/07 (43)
- 05/24 - 05/31 (38)
- 05/17 - 05/24 (26)
- 05/10 - 05/17 (52)
- 05/03 - 05/10 (15)
- 04/26 - 05/03 (38)
- 04/19 - 04/26 (32)
- 04/12 - 04/19 (22)
- 04/05 - 04/12 (20)
- 03/29 - 04/05 (40)
- 03/22 - 03/29 (43)
- 03/15 - 03/22 (18)
- 03/08 - 03/15 (14)
- 03/01 - 03/08 (22)
- 02/22 - 03/01 (12)
- 02/15 - 02/22 (9)
- 02/08 - 02/15 (11)
- 02/01 - 02/08 (19)
- 01/25 - 02/01 (37)
- 01/18 - 01/25 (21)
- 01/11 - 01/18 (33)
- 01/04 - 01/11 (31)
-
2008
(700)
- 12/28 - 01/04 (13)
- 12/21 - 12/28 (9)
- 12/14 - 12/21 (57)
- 12/07 - 12/14 (5)
- 11/30 - 12/07 (18)
- 11/23 - 11/30 (33)
- 11/16 - 11/23 (31)
- 11/09 - 11/16 (23)
- 11/02 - 11/09 (18)
- 10/26 - 11/02 (11)
- 10/19 - 10/26 (15)
- 10/12 - 10/19 (13)
- 10/05 - 10/12 (25)
- 09/28 - 10/05 (2)
- 09/21 - 09/28 (14)
- 09/14 - 09/21 (19)
- 09/07 - 09/14 (43)
- 08/31 - 09/07 (3)
- 08/24 - 08/31 (33)
- 08/17 - 08/24 (65)
- 08/10 - 08/17 (4)
- 08/03 - 08/10 (26)
- 07/27 - 08/03 (6)
- 07/20 - 07/27 (19)
- 07/13 - 07/20 (18)
- 07/06 - 07/13 (60)
- 06/29 - 07/06 (53)
- 06/22 - 06/29 (49)
- 06/15 - 06/22 (11)
- 06/08 - 06/15 (4)
Popular Posts
-
Konsep Teori Transkultural dalam Keperawatan APLIKASI TEORI TRANSCULTURAL NURSING DALAM PROSES KEPERAWATAN Rahayu Iskandar, Ners, M.Kep PEND...
-
Setelah beberapa minggu ini cari materi buat postingan baru, mendadak dapat inspirasi setelah rekan Anton Wijaya menulis di buku tamu Keper...
-
KTI KEBIDANAN HUBUNGAN USIA TERHADAP PERDARAHAN POSTPARTUM DI RSUD BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan wanita merupakan hal yang s...
-
PATHWAY ASFIKSIA NEONATORUM Klik pada gambar untuk melihat pathway Download Pathway Asfiksia Neonatorum Via Ziddu Download Askep Asfiksia N...
-
PROSES KEPERAWATAN KOMUNITAS Pengertian - Proses keperawatan adalah serangkaian perbuatan atau tindakan untuk menetapkan, merencana...
-
Konsep Dasar Diagnosa Keperawatan Aktual BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sebagai suatu aspek yang terpenting dalam proses kepera...
-
Prelevansi penyakit kulit di Indonesia cukup tinggi baik oleh bakteri, virus atau jamur. Selain itu bergantung pada lingkungan dan kondisi...
-
Pathway Hematemesis Melena Klik pada gambar untuk melihat pathway Download Pathway Hematemesis Melena Via Ziddu
-
DEFINISI Ikterus ialah suatu gejala yang perlu mendapat perhatian sungguh-sungguh pada neonatus. Ikterus ialah suatu diskolorasi kuning pa...
-
Gangguan Masalah Eliminasi ALVI Konstipasi Konstipasi merupakan keadaan individu yang mengalami atau berisiko tinggi mengalami stasis usus b...
© ASUHAN KEPERAWATAN 2013 . Powered by Bootstrap , Blogger templates and RWD Testing Tool Published..Gooyaabi Templates
