• home

ASUHAN KEPERAWATAN

  • HOME
  • DOWNLOAD ASUHAN KEPERAWATAN
  • Cara Mendapatkan Password
Tampilkan postingan dengan label serba-serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label serba-serbi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Juni 2011

MEDITASI DAN RELAKSASI

di 12.13 Label: serba-serbi

Menurut Smith (1975) dalam Prawitasari (2002) Istilah meditasi mengacu pada sekelompok latihan untuk membatasi pikiran dan perhatian. Sementara itu Walsh (1983) dalam Prawitasari (2002) meditasi merupakan tehnik atau metode latihan yang digunakan untuk melatih perhatian untuk dapat meningkatkan taraf kesadaran, yang selanjutnya dapat membawa proses-proses mental yang dapat terkontrol secara sadar.
Menurut Beech (1976) dalam Prawitasari (2002) relaksasi dapat diartikan sebagai partisipasi dalam aktifitas olah raga, menonton TV, dan rekreasi.Sebaliknya ketegangan ketegangan dapat menunjukkan suasana yang bermusuhan, perasaan-perasaan negatif terhadap individu dan sebagainya.
Definisi lain juga menjelaskan bahwa relaksasi bukanlah suatu pekerjaan, seperti membaca buku, menonton TV, atau minum alkohol. Relaksasi adalah keheningan total ; kemampuan untuk melampaui pikiran waktu, dan ruang dengan mencapai suatu moment bersifat kedamaian dan ketenangan batin, tepatnya moment yang ada diantara dua pikiran. Relaksasi hanya bisa terjadi pada saat pikiran dan tubuh hening, ketika ritme otak berubah dari sebuah beta awas ke sebuah ritme alpha rileks. Dalam keadaan itu, reaksi kimia dalam tubuh yang menyebabkan kegelisahan menurun dan aliran darah ke otot-otot juga menurun. Sebaliknya darah mengalir ke otak dan kulit yang akan memproduksi rasa hangat (Handoyo, 2004).

Tujuan Melakukan Relaksasi Melalui Meditasi

Relaksasi untuk meditasi bertujuan untuk melatih tubuh dengan mengatur irama pernafasan secara baik dan benar sehingga pemusatan pikiran dan penghayatan akan lebih cepat mempercepat penyembuhan dan menghilangkan stres (depresi) atau memelihara dan meningkatkan kesehatan. Proses relaksasi dapat memusatkan pikiran (imajinasi pikiran) sehingga pembuluh darah dapat menjadi lebih elastis. Pada saat ini sirkulasi/aliran darah akan lebih lancar sehingga tubuh menjadi rileks dan hangat, kerja jantung akan terasa lebih ringan yang tentunya berpengaruh terhadap kerja organ tubuh lainnya. Relaksasi juga dapat dikatakan sebagai meditasi penenangan dengan nafas yang dikonsentrasikan untuk tingkat pengembalian kondisi (kebugaran) tubuh menjadi lebih baik. Relaksasi akan mencapai ketenangan pikiran, perasaan, kejiwaan serta terbentuknya ketahanan mental selain ketahanan fisik. Relaksasi dengan olah nafas juga sebenarnya merupakan meditasi dengan memusatkan konsentrasi pada irama pernafasan yang teratur, dinamis, dan harmonis (Handoyo, 2004).
Tujuan orang melakukan meditasi cukup beragam, dalam tradisi keagamaan tertentu, meditasi digunakan sebagai upaya untuk meningkatkan kehidupan rohani, mendekatkan diri pada Tuhan atau mencapai mistik atau penyatuan mistik-transendental dengan Tuhan. Selanjutnya menurut Soegoro (1996) dalam Prawitasari (2002) tujuan meditasi adalah keadaan meditative yaitu suatu keadaan dimana seseorang dapat melihat dengan cara baru yang sangat berbeda dengan sebelumnya misalnya, dalam keadaan biasa kita sedang sibuk kita akan merasa tergesa-gesa dan tegang akan tetapi dalam kedaan meditative kita menjadi lebih tenang, lebih santai seolah-olah segala sesuatu berjalan tanpa ada tekanan apapun. Meditasi menghadirkan ketenangan dan kedamaian lahir dan batin.
Secara Psikologi, menurut Wals (1983) dalam Prawitasari (2002) ada tujuan akhir dari praktek meditasi yaitu pertama agar seseorang dapat memiliki insight yang paling dalam tentang proses mental di dalam dirinya, insight tentang kesadaran, identitas, realitas: kedua agar seseorang memperoleh perkembangan kesejahteraan psikologis dan kesadaran yang optimal.

Dasar Pikiran Metode Relaksasi

Di dalam sistem saraf manusia terdapat sistem saraf pusat dan sistem saraf otonom. Fungsi sistem saraf pusat otonom adalah menggerak-gerakkan anggota badan yang dikehendaki, misalnya gerakan tangan, kaki, leher, dan jari-jari. Sistem saraf otonom berfungsi mengendalikan gerakan-gerakan yang otomatis, misalnya sistem digestif, proses kardiovaskuler, dan gairah seksual.
Sistem saraf otonom terdiri dari dua sub sistem yang kerjanya saling berlawanan, yaitu :
a. Sistem saraf simpatis yang bekerja meningkatkan rangsangan atau memacu organ-organ tubuh, memacu meningkatnya denyut jantung dan pernafasan, serta menyebabkan penyempitan pembuluh pembuluh darah tepi (peripheral) dan pembesaran pembuluh darah pusat, serta menurunkan temperatur kulit dan daya tahan kulit, dan juga akan menghambat proses digestif dan seksual.
b. Sistem saraf parasimpatis menstimulasi turunnya semua fungsi yang dinaikkan oleh sistem simpatis. Selama sistem-sistem berfungsi normal dalam keseimbangan, bertambahnya aktivitas sistem yang satu akan menghambat atau menekan efek sistem yang lain. Pada waktu orang mengalami ketegangan dan kecemasan yang bekerja adalah sistem saraf simpatis, sedangkan pada waktu rileks yang bekerja adalah sistem saraf parasimpatis. Dengan demikian relaksasi dapat menekan rasa tegang dan rasa cemas dengan pengolahan nafas, sehingga timbul Counting conditioning dan penghilangan (Bellack dan Hersen, 1977; Prawitasari, 1988).
Menurut Wolpe dan Jacobson (1982) dalam Prawitasari (2002) efek otonomis yang menyertai relaksasi dilawankan dengan ciri-ciri kecemasan dimana denyut nadi dan tekanan darah dapat dikurangi dengan relaksasi otot.

Kegunaan Meditasi Dengan Relaksasi

Menurut Prawitasari (2002) melaporkan beberapa keuntungan yang diperoleh dari latihan relaksasi meditasi antara lain :
  • Relaksasi akan membuat individu lebih mampu menghindari stres yang berlebihan karena adanya stres. Penelitian Dewi (1998) menunjukkan bahwa relaksasi dapat menurunkan ketegangan pada siswa sekolah penerbangan.
  • Masalah-masalah yang berhubungan dengan stres seperti hipertensi, sakit kepala, insomnia dapat dilakukan dengan relaksasi. Penelitian Karyono (1994) menunjukkan bahwa relaksasi dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada penderita hipertensi.
  • Mengurangi tingkat kecemasan. Ada beberapa bukti bahwa individu dengan tingkat kecemasan yang tinggi dapat mengurangi efek psikologis yang positif melalui latihan relaksasi.
  • Pengukuran Elektro Kardiograph (EKG) pada para mediator menunjukkan adanya penurunan denyut jantung yang drastis. Bahkan para beberapa pelaku yoga mereka dapat mengatur detak jantung sendiri dengan sengaja.
  • Walsh (1983) dalam Prawitasari (2002) menyebutkan beberapa efek meditasi terhadap fisik. Antara lain bahwa meditasi dapat menurunkan kadar kolesterol dan cukup efektif untuk penderita asma dan hipertensi.
  • Manfaat dari olah nafas diantaranya yaitu : media mencegah penyakit, mengobati penyakit dalam tubuh salah satunya hipertensi, meningkatkan kemampuan fisik, meningkatkan keseimbangan tubuh dan pikiran, meningkatkan kepekaan dan pengendalian diri (Handoyo, 2003).

Cara Meditasi Dengan Relaksasi.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk bermeditasi. Sebagian besar orang melakukan meditasi dengan cara posisi duduk di lantai dan kaki bersila. Secara tradisional bahkan dianjurkan untuk duduk dengan posisi padmasana (posisi bunga teratai). Dalam posisi ini kaki kanan diletakkan di atas paha kiri dan kaki kiri diletakkan di atas paha kanan. Sikap ini dianggap dapat menyebabkan konsentrasi lebih mendalam, karena dengan tumit yang memberi tekanan pada paha, maka fungsi pusat-pusat energi pada bagian tubuh sebelah bawah menjadi berhenti, sehingga energi yang biasa digunakan untuk mengaktifkan bagian tubuh bawah dapat diarahkan ke atas untuk mencapai konsentrasi yang lebih banyak. Esensi dari semua latihan adalah pemusatan perhatian. Untuk itu pada tahap awal latihan meditasi dibutuhkan sebuah stimulus yang sering disebut dengan objek meditasi. Tehnik meditasi dapat digunakan dengan menggunakan meditasi menghitung pernafasan, meditasi pernafasan, meditasi pernafasan (relaksasi), meditasi visual, dan meditasi dengan mengunakan mantra, meditasi dengan gelembung pikiran, meditasi suara.
Adapun intensitas waktu yang dilakukan untuk latihan paling sedikit 30 menit setiap hari, selama fase tengah dan lanjut dapat dilakukan 15-20 menit. Latihan dapat dilakukan dua atau tiga kali setiap seminggu. Jumlah pertemuan tergantung pada keadaan individu dan stressor yang dialami dalam kehidupannya (Prawitasari, 2002).
Menurut Handoyo (2004) ada beberapa langkah untuk meringankan beban psikis yang akan mempengaruhi sistem kardiovaskuler yang dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

  • Carilah waktu yang dapat membebaskan kita dari segala urusan.
  • Berdoalah kepada Tuhan Yang Maha Pengasih agar kita diberi kekuatan oleh-Nya.
  • Pilih ruangan yang tenang kemudian duduk dengan nyaman di atas lantai atau kursi dengan posisi badan tegak dan rileks.
  • Bernafaslah seperti biasa, pusatkan konsentrasi pada irama pernafasan. Jangan mengatur atau mempengaruhi nafas, serta rasakan saja aliran nafas yang keluar masuk melalui hidung.
  • Jika kita merasa irama nafas berubah menjadi cepat atau lebih lambat, ikuti saja, nafas akan kembali normal dengan sendirinya.
  • Jika pikiran merasa terganggu oleh kejadian-kejadian yang telah dialami, jangan ditahan, perlahan konsentrasikan kembali pada diri anda dengan nafas yang rileks.
  • Latihan relaksasi dengan meditasi ringan, lalu tarik nafas panjang dan hirup udara segar. Berlatih secara baik dapat menurunkan sensasi tubuh dari berlanjutnya keadaan kecemasan karena situasi stres.
  • Tahan sampai sekitar 30 detik dan lanjutkan kondisi rileks tersebut hingga kondisi berkembang selama 30 detik.
  • Setelah berlatih minimal 5 kali, kita akan dengan sendirinya merasakan penurunan ketegangan dan kecemasan.
  • Lanjutkan meditasi ini selama 10-15 menit, kemudian masih dalam keadaan duduk dan mata tertutup, secara berlahan-lahan buka mata dan biarkan indra kita merasakan suasana alam sekitar.

Persiapan-Persiapan dalam Latihan Relaksasi

Sebelum latihan relaksasi dilakukan perlu diperhatikan mengenai lingkungan fisik (Physical Setting) sehingga individu dapat berlatih tenang. Lingkungan fisik tersebut antara lain kondisi lingkungan harus tenang, segar dan nyaman, kursi (dapat menggunkan kursi malas, sofa atau kursi yang ada sandaranya), pakaian yang longgar, selain itu terapis juga harus memberitahu hal-hal yang perlu diperhatikan oleh individu dalam latihan relaksasi meditasi (Prawitasari 2002).
Read More

Jumat, 03 Juni 2011

KONTRASEPSI

di 22.51 Label: Keperawatan , serba-serbi

Kontrasepsi adalah usaha-usaha untuk mencegah terjadinya kehamilan. Usaha-usaha itu dapat bersifat sementara, dapat juga bersifat permanen. Penggunaan kontrasepsi merupakan salah satu variabel yang mempengaruhi fertilitas (Prawitohardjo, 2002).
Efektifitas (daya guna) suatu cara kontrasepsi dapat dinilai pada 2 tingkat, yaitu kemampuan suatu cara kontrasepsi untuk mengurangi terjadinya kehamilan yang tidak diingini, apabila cara tersebut digunakan terus menerus dan sesuai petunjuk yang diberikan; kedua guna pemakaian, yaitu kemampuan suatu cara kontrasepsi dalan keadaan sehari-hari dimana pemakaiannya dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti pemakai tidak hati-hati, kurang taat pada peraturan, dan sebagainya (Prawiroharjo, 2002).

Macam-macam Metode Kontrasepsi
a. Metode Sederhana
1) Tanpa Alat
Pada metode ini ada 2 cara yakni dengan KB alamiah (metode kalender, metode suhu badan basal, metode lendir serviks, metode simpto termal) dan coitus interruptus
2) Dengan Alat
>Ada 2 metode yakni mekanis atau barrier (kondom pria dan barrier intra vaginal) dan kimiawi yakni dengan spermisid (vaginal cream, vaginal foam, vaginal jelly, vaginal suppositoria, dan vaginal tablet).
3) Metode Modern
a) Kontrasepsi hormonal
Pada kontrasepsi hormonal ada tiga metode yakni per-oral (pil oral kombinasi, mini-pil, morning after pil), injeksi atau suntikan, sub-kutis: implant
b) Intra Uterine Devices (IUD)
c) Kontrasepsi mantap
Kontrasepsi mantap pada istri yakni tubektomi, sedangkan pada suami yakni vasektomi.
Tag : Kontrasepsi, Kondom, Sermisid, vaginal cream, vaginal foam, vaginal jelly, vaginal suppositoria, vaginal tablet, Pil KB, IUD
Read More

Senin, 26 April 2010

ZAT GIZI YANG DIPERLUKAN IBU HAMIL

di 16.39 Label: Keperawatan , serba-serbi
a. Energi
Tambahan energi pada wanita selama hamil yang diperlukan untuk komponen fetus maupun perubahan yang terdapat pada diri ibu yaitu sebesar 300 kkal. Kebutuhan energi untuk ibu hamil ini diperkirakan untuk penambahan berat janin, plasenta, jaringan tubuh ibu lain dan kenaikan metabolisme selama hamil (Paath, 2004)
b. Protein
Total protein 60 g/hari adalah dianjurkan. Jumlah ini mudah dipenuhi dengan diet rata-rata di Amerika serikat. Hal ini perlu untuk pertumbuhan normal dari janin, pembesaran uterus dan payudara, pembentukan sel darah dan protein sesuai dengan bertambahnya volume darah, dan produksi dari cairan amnion (Nadesul, 1997)

c. Zat Besi
Menurut Depkes RI (1997) kebutuhan zat besi pada wanita hamil, yaitu wanita memerlukan zat besi lebih dari laki-laki karena menstruasi dengan perdarahan sebanyak 50 sampai 80 cc setiap bulan, dan kehilangan zat besi sebesar 30 sampai 40 mg. Kehamilan memerlukan tambahan zat besi untuk meningkatkan jumlah sel darah merah dan membentuk sel darah merah janin dan plasenta. Makin sering seorang wanita mengalami kehamilan dan melahirkan akan makin banyak kehilangan zat besi dan makin anemis. Sebagai gambaran berapa banyak kebutuhan zat besi selama kehamilan perhatikan bagian berikut :
Meningkatkan sel darah ibu : 500 mg Fe
Terdapat dalam plasenta : 300 mg Fe
Untuk darah janin : 100 mg Fe
Jumlah : 900 mg Fe
Jika persediaan cadangan Fe minimal, maka setiap kehamilan akan menguras persediaan Fe tubuh dan akhirnya menimbulkan anemia pada kehamilan berikutnya. Nutrisi yang terkait untuk Fe atau tambah darah selama kehamilan yaitu 90 tablet.
Zat gizi yang dibutuhkan dalam pembentukan darah adalah zat besi atau Fe, asam folat, vitamin B12 dan protein. Untuk pemenuhan tubuh akan zat besi ini dianjurkan untuk makan makanan yang beraneka ragam (Darmanelly, 2005).
Massa dari sel darah merah mengembang sekitar 15% selama kehamilan, dan ini memerlukan kenaikan substansi zat besi dari ibu. Zat besi juga diperlukan untuk deposisi simpanan janin (Manuaba, 2001).
d. Seng
Absorbsi seng dihambat dengan masuknya zat besi dan asam folat dalam jumlah besar. Wanita yang memakan suplemen zat besi dan asam folat harus mengkonsumsi makanan yang kaya seng setiap hari (Moore1999).
e. Kalsium
Kebutuhan kalsium per hari meningkat pada klasifikasi fetalis ; RDA (Recommended Dietary Allowance) untuk wanita hamil adalah 1200 mg.
f. Asam folat
Masukan asam folat yang dianjurkan meningkat dari 180 gr pada wanita yang tidak hamil menjadi 400 gr pada kehamilan. Hal ini diperlukan baik untuk produksi sel darah merah ibu maupun sintesis DNA(Deoxyribonucleic Acid) pada janin (Manuaba, 2001).
Tag : Hamil, metabolisme selama hamil,  diet Ibu Hamil, kalsium, asam folat, Wanita Hamil, Gizi Hamil, zat besi untuk hamil, manfaat zat besi
Read More

Kamis, 18 Maret 2010

CRITICAL CARE NURSING

di 22.54 Label: Keperawatan , serba-serbi
Merupakan keperawatan individu dan keluarga pada kondisi yang tiba-tiba atau tidak diduga yang mengancam kehidupan. Pengertian ini sangat luas sehingga memerlukan kemampuan untuk deteksi dan manajemen keadaan yang mengancam kehidupan serta masalah kesehatan yang terjadi secara tiba-tiba, dan 20 % Life Threatening. Dimana pendidikan kesehatan memegang peran utama termasuk peningkatan kesehatan dan deteksi dini.
Pelayanan keperawatan kegawatdaruratan adalah pelayanan profesional yang didasarkan pada ilmu dan metodologi keperawatan gawat darurat berbentuk pelayanan bio-psiko-sosio-spiritual yang komperhensif ditujukan kepada klien/pasien yang mempunyai masalah aktual atau resiko yang mengancam kehidupan, terjadi secara mendadak atau tidak dapat diperkirakan, dan tanpa atau disertai kondisi lingkungan yang tidak dapat dikendalikan. Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dikembangkan sedemikian rupa sehingga mampu mencegah kematian atau kecacatan yang mungkin terjadi.

Tag : ICU, keperawatan gawat darurat, critical care,
Read More

Senin, 31 Agustus 2009

International Bloggers Community

di 00.13 Label: serba-serbi
Be a proud member of the International Bloggers Community!
The rules are quite easy.




The Rules:
1. Link the person who tagged you.
2. Copy the image above, the rules and the questionnaire in this post.
3. Post this in one or all of your blogs.
4. Answer the four questions following these Rules.
5. Recruit at least seven (7) friends on your Blog Roll by sharing this with them.
6. Come back to BLoGGiSTa iNFo CoRNeR (PLEASE DO NOT CHANGE THIS LINK) at http://bloggistame.blogspot.com and leave the URL of your Post in order for you/your Blog to be added to the Master List.
7. Have Fun!


Questions & Your Answers:
1. The person who tagged you: BizriL™. Blog
2. His/her site's title and url: http://bizril.blogspot.com/
3. Date when you were tagged: August 30, 2009
4. Persons I tagged:

[1] Ilmu Keperawatan
[2] Trik Frienster
[3] Free Software
[4] Penatalaksanaan Medis
[5] Software Gratis
[6] Woody's Blog
[7] Blog Cerita2

Enjoy & be counted!

For those whom get this award may post them directly, don't forget to post this award in BLoGGiSTa iNFO CORNER link so your link will be installed in their Master Lists.

Thanks,
Best Regards
Read More

Minggu, 02 Agustus 2009

KESEHATAN LANSIA DI INDONESIA

di 00.55 Label: Keperawatan , serba-serbi
KESEHATAN LANSIA DI INDONESIA
SIFAT-SIFAT PENYAKIT PADA LANJUT USIA
Sifat-sifat penyakit pada lansia perlu sekali untuk dikenali supaya kita tidak salah ataupun lambat dalam menegakkan diagnosis, sehingga terapi dan tindakan lainnya yang mengikutinya dengan segera dapat dilaksanakan. Hal ini akan menyangkut beberapa aspek, yaitu; etiologi, diagnosis dan perjalanan penyakit:

ETIOLOGI
  • Sebab penyakit pada lansia lebih bersifat endogen daripan eksogen. Hal ini disebabkan menurunnya berbagai fungsi tubuh karena proses menua.
  • Etiologi sering kali tersembunyi (Occult)
  • Sebab penyakit bersifat ganda (multiple) dan kumulatif, terlepas satu sama lain ataupun saling mempengaruhi.
DIAGNOSIS
Diagnosis penyakit pada lansia umumnya lebih sukar dari pada remaja/dewasa. Karena sering kali tidak khsa gejalanya dan keluhan-keluhan tidak has dan tidak jelas

PERJALANAN PENYAKIT
  • Pada umumnya perjalanan penyakit adalah kronik (menahun) diselingi dengan eksaserbasi akut.
  • Penyakit bersifat progresif, dan sering menyebabkan kecacatan (invalide)
Disabilitas dan invaliditas
Sebagai kriteria mundurnya kemandirian WHO (1989) mengembangkan pengertian/konsep secara bertingkat;

Penyakit/ gangguan
(intrinsic)
|
|
v
Hambatan
(impairment)
(exteriorized)
|
|
v
Disabilitas
(Objectified)
|
|
v
Handicap
(socialized)


Imapirment adalah setiap kehilangan atau kelainan, baik psikologik, fisiologik atupun struktur atau fungsi anatomik.
Disabilitas adalah semua retriksi atau kekurangan dalam kemampuan untuk melakukan kegiatan yang dianggap dapat dilakukan oleh orang normal.
Handicap adalah suatu ketidakmampuan seseorang sebagai akibat impairment atau disabilitas sehingga membatasinya untuk melaksakan peranan hidup secara normal.

Kemunduran dan kelemahan yang diderita lansia.
• Immobility
• Instability (falls)
• Intelectual impairment (dementia)
• Isolation (depresion)
• Incontinence
• Immuno-defeciency
• Ifection
• Inanition (malnutrition)
• Impaction (constipation)
• Iatrogenesis
• Insomnia
• Impairment of (vision, hearing, taste, smell, communication, convalenscence, skin integrity.)

Data penyakit pada lansia di Indonesia (disease pattern of people >55 years)
Diseases Per 100 patients
• Cardiovascular disease
• Musculoskeletal disease
• Tuberculosius of lung
• Bronchitis, asthma & dis. Respiratory
• Acute respir. Tract infection
• Tetth, mouth & digestive system
• Nervous system disease
• Skin infections
• Malaria
• Other infection
15.7
14.5
13.6
12.1
10.2
10.2
5.9
5.2
3.3
2.4

Sumber; Household survey on health, dept. of health (1986)
Tag :Lansia Indonesia, Penyakit Lansia, Sifat penyakit lansia, 10 besar penyakit lansia, penyakit Lanjut usia
Dikutip dari :http://subhankadir.files.wordpress.com/2008/01/kesehatan-lansi-di-indonesia.doc

Read More

Rabu, 10 Juni 2009

Kualitas Perawat Lulusan STIKes

di 17.24 Label: serba-serbi

Tak dapat dipungkiri, menjamurnya STIKes di Indonesia memiliki dua dampak sekaligus yakni positif dan negatif. Pertama, dengan peningkatan jenjang pendidikan dari D III ke S1 cita-cita dari organisasi profesi yang menghendaki kesetaraan perawat dengan tenaga kesehatan lain tentu lebih mudah mewujudkannya. Apalagi PPNI sendiri telah berkomitmen untuk tidak memperbolehkan lagi pembukaan program pendidikan DIII keperawatan. Akan tetapi dengan adanya bergulirnya program D IV Keperawatan, juga masih menimbulkan pro dan kontra. Sehingga organisasi profesi dalam hal ini PPNI hendaknya mengambil sikap yang arif dan bijaksana, sehingga tidak menimbulkan gejolak. Perlu adanya dialog antara kedua pihak, duduk bersama dengan kepala dingin agar terwujud sebuah solusi yang tidak merugikan pihak pihak tertentu.


Adapun dampak negatif yang bisa saja muncul dan gejalanya telah nampak adalah rendahnya kualitas perawat lulusan S1 keperawatan (STIKes) sebagi akibat dari lemahnya kontrol dari pihak-pihak terkait. Masalah akan semakin kompleks manakala latar belakang dari pendirian STIKes bukan didasari untuk mencetak tenaga yang berkualitas dan menyalurkan lulusannya pasca pendidikan atau dengan kata lain hanya semata mata mengejar materi alias bussnis oriented dan gejalanya sekarang ini telah mulai nampak. Kita bisa mengamatinya melalui beberapa parameter, yaitu: pendirinya bukan berlatar belakang perawat dan bukan tenaga kesehatan (meskipun bukan jaminan), jumlah mahasiswa yang tidak rasional, biaya pendidikan yang tidak rasional (mahal sekali atau murah sekali), pengelolaan pendidikan yang kurang/tidak profesional (biasanya penggajian dosen tidak standar/rendah).

Pendapat diatas merupakan pendapat pribadi, saya yakin tentu ada yang setuju dan ada yang tidak setuju. Harapan penulis, dengan semakin bertambahnya STIKes mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas perawat Indonesia. Mari kita cetak perawat yang siap menghadapi era globalisasi, siap melayani sesama yang membutuhkan, siap bekerja hati nurani, siap melayani dengan landasan agama, siap bersusah dulu, siap maju, dan siap bersaing. Bravo Perawat Indonesia!
sumber: http://perawatmuslim.blogspot.com
Read More

Selasa, 26 Mei 2009

Kampanye Edukasi "Ayo Periksa, Sembuhkan Segera" Untuk Tanggulangi Hepatitis Di Indonesia

di 02.37 Label: serba-serbi




25 May 2009
Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Perhimpunan Penelitian Hati Indonesia (PPHI), Blitz Megaplex, Gold Gym dan Roche Indonesia, hari ini memperingati Hari Hepatitis Sedunia 2009 dengan melakukan kegiatan peningkatan kesadaran masyarakat, pemeriksaan, perawatan dan pengobatan Hepatitis C.

Menkes RI, Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K) dalam sambutan yang dibacakan dr. Rachmi Untoro, MPH Staf Ahli Menkes Bidang Mediko Legal pada peluncuran program kegiatan berbasis edukasi melalui kampanye ” Ayo Periksa, Sembuhkan Segera ” di Jakarta (19/05, 2009), mengatakan sekitar 7 juta orang Indonesia hidup dengan Hepatitis C kronik, dan diperkirakan terdapat ribuan infeksi baru muncul setiap tahunnya. Untuk mengatasi hal ini diperlukan kemitraan yang baik antara pemerintah dalam hal ini Departemen Kesehatan, organisasi profesi kesehatan, LSM peduli Hepatitis C dan dunia usaha.

Menkes menambahkan, penyakit Hepatitis C sampai saat ini belum ada vaksin untuk pencegahannya. Sebagai langkah awal, sejak tanggal 1 Oktober 2007 pemerintah bekerja sama dengan PT. Roche Indonesia telah mengumpulkan data Hepatitis C di 21 provinsi dengan melibatkan unit transfusi darah, rumah sakit dan laboratorium. Kegiatan ini dimaksudkan untuk melihat besaran penyakit Hepatitis di Indonesia. Dari data yang telah didapatkan ternyata penderita Hepatitis C di Indonesia cukup banyak.





Hal ini merupakan masalah kesehatan karena penyakit ini menular melalui kontak dengan darah penderita sehingga penularan yang terjadi dikhawatirkan akan terus bertambah. Selain itu kesakitan baru muncul sekitar 10 sampai 30 tahun sehingga seseorang seringkali baru mengetahui tubuhnya terinfeksi setelah berada dalam keadaan sirosis lanjut dengan beberapa komplikasi, seperti bengkak, muntah darah, dan penurunan kesadaran.

Untuk itu marilah kita jadikan peringatan Hari Hepatitis Sedunia ini sebagai langkah awal untuk peningkatan kesadaran masyarakat dalam mengetahui secara dini kondisi kesehatannya, khususnya kesehatan hati dan bagaimana upaya yang harus dilakukan untuk mencegah agar tidak menderita penyakit ini.

Ketua PPHI, dr. Unggul Budihusodo Sp.PD. KGEH, menambahkan, pesan yang disampaikan melalui kampanye tersebut penting untuk diketahui secara luas. Pemahaman bahwa siapapun beresiko terkena dan kesadaran untuk memeriksakan diri secara mandiri tidak saja penting untuk mencegah penyebaran virus lebih lanjut, tetapi juga meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan penyakit Hepatitis C.

Hepatitis C kronik merupakan peradangan hati yang berjalan menahun dan disebabkan oleh virus Hepatitis C yang menyebabkan kerusakan sel hati yang berlanjut menjadi sirosis (pengerasan hati), gagal hati serta kanker hati yang berujung pada kematian. Kemajuan pengobatan telah memberikan peluang besar bagi mereka yang terinfeksi untuk sembuh. Peran dokter umum sangat penting dalam upaya diagnosis dini sehingga pembekalan yang memadai untuk mereka akan sangat membantu menemukan penyakit dan menyelamatkan hidup pasien, tegas dr. Unggul.

Seseorang yang tertular pada masa dewasa kemungkinan menjadi kronik sebesar 80% berbeda dengan Hepatitis B yang akan menjadi kronik hanya kurang dari 10%. Jadi memang kronisitas menjadi sifat dari Hepatitis C. Semua orang berisiko untuk tertular virus Hepatitis C. Selain melalui transfusi darah, virus ini dapat menular melalui hubungan seks yang tidak aman, tato, tindik dan injeksi. Hepatitis C kronik dikenal sebagai “silent killer” karena sekitar 90% kasus hampir tidak bergejala. Situasi ini meningkatkan risiko penularan Hepatitis C yang tidak disadari oleh pembawa virus, ungkap dr. Unggul.

Ditambahkan Dr. Ait Allah Mejri, General Manager PT. Roche Indonesia, masih panjang perjalanan yang harus dilalui untuk bisa mengatasi masalah Hepatitis C, terutama dalam hal pencegahan, penapisan, perbaikan akses terhadap pengobatan dan perawatan terkoordinir bagi mereka yang terkena penyakit hati tahap lanjut akibat Hepatitis C. Oleh sebab itu diperlukan partisipasi dari masyarakat luas untuk bersama-sama menanggulangi penyakit Hepatitis di seluruh dunia.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-52907416-9 dan 52921669, atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.id.
SUMBER : DEPKES RI
Read More

Kamis, 14 Mei 2009

SEBAB-SEBAB MAHASISWA TIDAK DAPAT MASUK KULIAH 100%

di 01.19 Label: serba-serbi

Pada saat ini banyak sekali kita melihat mahasiswa atau mahasiswi yang tidak dapat mengikuti kuliah atau tidak dapat hadir 100% dalam berkuliah. Maka dari itu saya akan mencoba untuk membahasnya.

Mungkin saja mahasiswa yang tidak mengikuti perkuliahan, itu disebabkan oleh beberapa sebab, antara lain: tidak niatnya mahasiswa itu sendiri untuk mengikuti perkuliahan dan menganggap remeh kuliah, mungkin dia sampai membolos kuliah hanya sekedar nongkrong untuk ngopi dan kumpul-kumpul dengan teman-temannya saja. Padahal kuliah itu sangat penting sekali bagi kita semua, karena dengan berkuliah kita bisa mendapatkan keterampilan, ilmu pengetahuan dan menambah wawasan kita untuk berkecimpung didalam masyarakat luas atau bekerja. Selain itu pada zaman sekarang ini biaya untuk berkuliah tidaklah murah, banyak orang yang ingin sekali bisa berkuliah tetapi tidak mampu, karena terhambat dangan mahalnya biaya untuk kuliah.

Sebab yang lainnya yaitu bekerja sambil kuliah. Sekarang ini banyak sekali mahasiswa yang bekerja sambil kuliah hanya untuk menambah kekurangan pembayaran kuliah yang cukup mahal atau bisa juga untuk menambah wawasan, gelar, dan meningkatkan gelar bagi mereka yang sudah bekerja. Hal tersebut bisa menjadi salah satu faktor bagi mahasiswa yang tidak bisa mengikuti perkuliahan dengan maksimal, yang dikarenakan sulitnya mahasiswa tersebut untuk mengatur waktu antara bekerja dan kuliah.
Selain hal-hal tersebut yang bisa menyebabkan mahasiswa tidak bisa mengikuti kuliah 100% yaitu dikarenakan sakit.



Maka dari itu marilah kita semua sadar akan betapa pentingnya kuliah itu, dengan tidak lagi malas dan suka membolos kuliah, karena tidak semua orang beruntung seperti kita semua yang mampu untuk melanjutkan kuliah, yang disebabkan biaya kuliah yang cukup mahal. Karena itu kita harus banyak-banyak bersyukur bisa berkuliah. Semoga saja kita sebagai mahasiswa tidak menyia-nyiakan untuk mengikuti kuliah dikampus ini dan bisa mengikuti perkuliahan dengan maksimal, supaya besok kita semua bisa menjadi orang-orang yang sukses dan berguna bagi nusa dan bangsa. Amien…!
Read More
Postingan Lama Beranda
Lihat versi seluler
Langganan: Postingan ( Atom )
 photo banner300x250-biru.gif

Blog Archive

  • 2016 (1)
    • 09/18 - 09/25 (1)
      • PENGETAHUAN IBU TENTANG BIANG KERINGAT PADA BAYI 0...
  • 2015 (10)
    • 10/11 - 10/18 (1)
    • 09/13 - 09/20 (1)
    • 09/06 - 09/13 (1)
    • 07/05 - 07/12 (1)
    • 05/17 - 05/24 (6)
  • 2014 (1)
    • 04/13 - 04/20 (1)
  • 2012 (770)
    • 02/19 - 02/26 (5)
    • 02/12 - 02/19 (10)
    • 02/05 - 02/12 (4)
    • 01/29 - 02/05 (27)
    • 01/22 - 01/29 (88)
    • 01/15 - 01/22 (101)
    • 01/08 - 01/15 (169)
    • 01/01 - 01/08 (366)
  • 2011 (4477)
    • 12/25 - 01/01 (336)
    • 12/18 - 12/25 (62)
    • 12/11 - 12/18 (70)
    • 12/04 - 12/11 (77)
    • 11/27 - 12/04 (40)
    • 11/20 - 11/27 (67)
    • 11/13 - 11/20 (198)
    • 11/06 - 11/13 (187)
    • 10/30 - 11/06 (340)
    • 10/23 - 10/30 (32)
    • 10/16 - 10/23 (109)
    • 10/09 - 10/16 (80)
    • 08/14 - 08/21 (75)
    • 08/07 - 08/14 (81)
    • 07/31 - 08/07 (82)
    • 07/24 - 07/31 (65)
    • 07/17 - 07/24 (91)
    • 07/10 - 07/17 (47)
    • 07/03 - 07/10 (44)
    • 06/26 - 07/03 (53)
    • 06/19 - 06/26 (59)
    • 06/12 - 06/19 (47)
    • 06/05 - 06/12 (65)
    • 05/29 - 06/05 (63)
    • 05/22 - 05/29 (77)
    • 05/15 - 05/22 (115)
    • 05/08 - 05/15 (65)
    • 05/01 - 05/08 (104)
    • 04/24 - 05/01 (45)
    • 04/17 - 04/24 (70)
    • 04/10 - 04/17 (134)
    • 04/03 - 04/10 (72)
    • 03/27 - 04/03 (18)
    • 03/20 - 03/27 (47)
    • 03/13 - 03/20 (68)
    • 03/06 - 03/13 (40)
    • 02/27 - 03/06 (56)
    • 02/20 - 02/27 (77)
    • 02/13 - 02/20 (76)
    • 02/06 - 02/13 (198)
    • 01/30 - 02/06 (194)
    • 01/23 - 01/30 (132)
    • 01/16 - 01/23 (196)
    • 01/09 - 01/16 (202)
    • 01/02 - 01/09 (121)
  • 2010 (2535)
    • 12/26 - 01/02 (156)
    • 12/19 - 12/26 (65)
    • 12/12 - 12/19 (73)
    • 12/05 - 12/12 (84)
    • 11/28 - 12/05 (80)
    • 11/21 - 11/28 (68)
    • 11/14 - 11/21 (63)
    • 11/07 - 11/14 (50)
    • 10/31 - 11/07 (50)
    • 10/24 - 10/31 (36)
    • 10/17 - 10/24 (58)
    • 10/10 - 10/17 (35)
    • 10/03 - 10/10 (31)
    • 09/26 - 10/03 (21)
    • 09/19 - 09/26 (26)
    • 09/12 - 09/19 (55)
    • 09/05 - 09/12 (65)
    • 08/29 - 09/05 (33)
    • 08/22 - 08/29 (70)
    • 08/15 - 08/22 (45)
    • 08/08 - 08/15 (35)
    • 08/01 - 08/08 (37)
    • 07/25 - 08/01 (27)
    • 07/18 - 07/25 (19)
    • 07/11 - 07/18 (30)
    • 07/04 - 07/11 (56)
    • 06/27 - 07/04 (28)
    • 06/20 - 06/27 (22)
    • 06/13 - 06/20 (30)
    • 06/06 - 06/13 (21)
    • 05/30 - 06/06 (5)
    • 05/16 - 05/23 (6)
    • 05/09 - 05/16 (29)
    • 05/02 - 05/09 (59)
    • 04/25 - 05/02 (28)
    • 04/18 - 04/25 (38)
    • 04/11 - 04/18 (70)
    • 04/04 - 04/11 (59)
    • 03/28 - 04/04 (65)
    • 03/21 - 03/28 (89)
    • 03/14 - 03/21 (218)
    • 03/07 - 03/14 (95)
    • 02/28 - 03/07 (135)
    • 02/21 - 02/28 (102)
    • 01/03 - 01/10 (68)
  • 2009 (1652)
    • 12/27 - 01/03 (36)
    • 12/20 - 12/27 (22)
    • 12/13 - 12/20 (100)
    • 12/06 - 12/13 (45)
    • 11/29 - 12/06 (24)
    • 11/22 - 11/29 (22)
    • 11/15 - 11/22 (19)
    • 11/08 - 11/15 (28)
    • 11/01 - 11/08 (11)
    • 10/25 - 11/01 (17)
    • 10/18 - 10/25 (38)
    • 10/11 - 10/18 (33)
    • 10/04 - 10/11 (15)
    • 09/27 - 10/04 (21)
    • 09/20 - 09/27 (7)
    • 09/13 - 09/20 (84)
    • 09/06 - 09/13 (35)
    • 08/30 - 09/06 (48)
    • 08/23 - 08/30 (118)
    • 08/16 - 08/23 (26)
    • 08/09 - 08/16 (34)
    • 08/02 - 08/09 (35)
    • 07/26 - 08/02 (31)
    • 07/19 - 07/26 (14)
    • 07/12 - 07/19 (16)
    • 07/05 - 07/12 (28)
    • 06/28 - 07/05 (26)
    • 06/21 - 06/28 (76)
    • 06/14 - 06/21 (26)
    • 06/07 - 06/14 (21)
    • 05/31 - 06/07 (43)
    • 05/24 - 05/31 (38)
    • 05/17 - 05/24 (26)
    • 05/10 - 05/17 (52)
    • 05/03 - 05/10 (15)
    • 04/26 - 05/03 (38)
    • 04/19 - 04/26 (32)
    • 04/12 - 04/19 (22)
    • 04/05 - 04/12 (20)
    • 03/29 - 04/05 (40)
    • 03/22 - 03/29 (43)
    • 03/15 - 03/22 (18)
    • 03/08 - 03/15 (14)
    • 03/01 - 03/08 (22)
    • 02/22 - 03/01 (12)
    • 02/15 - 02/22 (9)
    • 02/08 - 02/15 (11)
    • 02/01 - 02/08 (19)
    • 01/25 - 02/01 (37)
    • 01/18 - 01/25 (21)
    • 01/11 - 01/18 (33)
    • 01/04 - 01/11 (31)
  • 2008 (700)
    • 12/28 - 01/04 (13)
    • 12/21 - 12/28 (9)
    • 12/14 - 12/21 (57)
    • 12/07 - 12/14 (5)
    • 11/30 - 12/07 (18)
    • 11/23 - 11/30 (33)
    • 11/16 - 11/23 (31)
    • 11/09 - 11/16 (23)
    • 11/02 - 11/09 (18)
    • 10/26 - 11/02 (11)
    • 10/19 - 10/26 (15)
    • 10/12 - 10/19 (13)
    • 10/05 - 10/12 (25)
    • 09/28 - 10/05 (2)
    • 09/21 - 09/28 (14)
    • 09/14 - 09/21 (19)
    • 09/07 - 09/14 (43)
    • 08/31 - 09/07 (3)
    • 08/24 - 08/31 (33)
    • 08/17 - 08/24 (65)
    • 08/10 - 08/17 (4)
    • 08/03 - 08/10 (26)
    • 07/27 - 08/03 (6)
    • 07/20 - 07/27 (19)
    • 07/13 - 07/20 (18)
    • 07/06 - 07/13 (60)
    • 06/29 - 07/06 (53)
    • 06/22 - 06/29 (49)
    • 06/15 - 06/22 (11)
    • 06/08 - 06/15 (4)

Popular Posts

  • Transkultural dalam Keperawatan
    Konsep Teori Transkultural dalam Keperawatan APLIKASI TEORI TRANSCULTURAL NURSING DALAM PROSES KEPERAWATAN Rahayu Iskandar, Ners, M.Kep PEND...
  • Review Blog Keperawatan
    Setelah beberapa minggu ini cari materi buat postingan baru, mendadak dapat inspirasi setelah rekan Anton Wijaya menulis di buku tamu Keper...
  • Hubungan Usia Terhadap Perdarahan Post Partum Di RSUD
    KTI KEBIDANAN HUBUNGAN USIA TERHADAP PERDARAHAN POSTPARTUM DI RSUD BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan wanita merupakan hal yang s...
  • PATHWAY ASFIKSIA NEONATORUM
    PATHWAY ASFIKSIA NEONATORUM Klik pada gambar untuk melihat pathway Download Pathway Asfiksia Neonatorum Via Ziddu Download Askep Asfiksia N...
  • PROSES KEPERAWATAN KOMUNITAS
    PROSES KEPERAWATAN KOMUNITAS Pengertian - Proses keperawatan adalah serangkaian perbuatan atau tindakan untuk menetapkan, merencana...
  • Diagnosa Keperawatan Aktual
    Konsep Dasar Diagnosa Keperawatan Aktual BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sebagai suatu aspek yang terpenting dalam proses kepera...
  • PENGETAHUAN IBU TENTANG BIANG KERINGAT PADA BAYI 0-1 TAHUN DI BPS XXXX
    Prelevansi penyakit kulit di Indonesia cukup tinggi baik oleh bakteri, virus atau jamur. Selain itu bergantung pada lingkungan dan kondisi...
  • PATHWAY HEMATEMESIS MELENA
    Pathway Hematemesis Melena Klik pada gambar untuk melihat pathway Download Pathway Hematemesis Melena Via Ziddu
  • Ikterus
    DEFINISI Ikterus ialah suatu gejala yang perlu mendapat perhatian sungguh-sungguh pada neonatus. Ikterus ialah suatu diskolorasi kuning pa...
  • Gangguan Masalah Eliminasi ALVI
    Gangguan Masalah Eliminasi ALVI Konstipasi Konstipasi merupakan keadaan individu yang mengalami atau berisiko tinggi mengalami stasis usus b...

Statistik

© ASUHAN KEPERAWATAN 2013 . Powered by Bootstrap , Blogger templates and RWD Testing Tool Published..Gooyaabi Templates