Sabtu, 27 September 2008
Hubungan Penyakit kronis dan Kehidupan Seksual Serta Tips Menjaga Hubungan Seksual dengan Pasangan
Pahami kondisi penyakit kronis anda. Ada banyak buku yang dapat membantu diri anda yang membahas tentang hubungan antara kehidupan seksual dengan penyakit kronis tertentu. Anda dapat juga bergabung dengan suatu kelompok yang membantu memberi dukungan dan bantuan dalam mengenali kondisi penyakit kronis anda.
- Rencanakan aktifitas seksual anda pada saat anda mempunyai cukup tenaga serta masalah kesehatan atau penyakit kronis anda dalam kondisi terkontrol sehingga tidak mengganggu anda dalam melakukan hubungan seksual.
- Pastikan anda dalam keadaan tenang, relax atau santai.
- Tunggu paling tidak 2 jam setelah makan untuk kemudian melakukan hubungan seks dengan pasangan
- Jika dirasakan anda perlu obat-obat anti nyeri karena kondisi penyakit anda agar merasa nyaman dalam melakukan hubungan seks, minumlah obat tersebut 30 menit sebelum hubungan seks atau aktifitas seksual anda lakukan.
- Batasi jumlah alkohol yang anda minum, dan hindari menggunakan produk tembakau dalam bentuk apapun. Produk tembakau dan alkohol dapat mempengaruhi fungsi seksual seseorang.
- Pegang tangannya, peluk dan sentuh pasangan anda. Lakukan hal ini bahkan pada saat anda tidak mempunyai rencana melakukan hubungan seksual. Hal ini dapat membantu kehidupan seksual anda dengan pasangan bertambah harmonis.
- Gunakan indra perasaan anda untuk membuat aktifitas seksual anda lebih nikmat dan menyenangkan. Misalnya, memasang kain satin pada tempat tidur, memasang lampu lilin bau wangi-wangian atau memutar musik tertentu.
- Ceritakan kepada pasangan anda mengenai apa yang anda sukai dan tidak anda sukai dan dengarkan apa yang pasangan anda sukai dan tidak sukai dalam menjalankan hubungan seksual.
- Cobalah melakukan hubungan seksual dengan berbagai macam posisi yang berbeda untuk menemukan posisi hubungan seksual yang nyaman bagi anda dan pasangan anda atau gunakan bantal untuk kenyamanan.
- Jika anda tidak nyaman pada saat melakukan hubungan seksual/persetubuhan atau lebih dikenal dengan sexual intercouse discomfort cobalah gunakan semacam jelly sebagai lubricants (minyak pelicin).
Jumat, 26 September 2008
Best Treatment For Acne.
On the contrary, when does our face clear from acne and the skin seen whiter and clean, someone who look our face certainly feel glad. Acne become a problem especially in adolescent age and middle age. And in many cases there are no cause surely. Therefore acne was became an important problem especially for them that care with appearance. But don't be afraid with Acne Complex, because there are a lot of good therapy and proved.
One of the best therapy is Murad Acne that developed by famous dermatologist doctor Howard Murad. In here you can get a product package for acne therapy to various skin type and to various age with achievable price. You can see several testimony from some people who wear it, it is real and the result proved. You must know that this product doesn't sell in store.
Kamis, 25 September 2008
10 Tips Dalam Memulai Program Aktifitas Fisik-Olahraga Untuk Kesehatan Tubuh
- Pakai pakaian yang nyaman dan sepatu karet yang nyaman atau sepatu standar dengan tali sepatu.
- Mulailah berolahraga secara bertahap dimulai dengan pelan-pelan. Secara bertahap sampai menjadi terbiasa sehingga dapat mencapai sedikitnya 30 menit setiap harinya dalam satu minggu.
- Tiap hari lakukanlah olahraga pada waktu atau jam yang sama dan jadikan itu sebagai bagian dari keteraturan, pola serta gaya hidup anda. Misalnya anda selalu melakukan olahraga atau aktifitas fisik jalan santai setiap hari senin, rabu, jumat dan minggu mulai dari jam 6-7 pagi.
- Minumlah air secukupnya sebelum, selama dan setelah berolahraga atau aktifitas fisik (akan tetapi konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, karena beberapa orang perlu membatasi intake cairannya atau kebutuhan intake yang berbeda-beda karena jenis dan tipe olahraga/aktifitas yang berbeda pula).
- Mintalah teman atau anggota keluarga untuk berolahraga secara bersama-sama, sehingga aktifitas fisik atau olahraga yang anda lakukan akan jauh lebih menyenangkan. Atau anda dapat bergabung dengan kelompok-kelompok olahraga, klub kesehatan dan lain sejenisnya. Ingatlah untuk meminta saran dan petunjuk dari dokter sebelum anda memilih jenis dan tipe olahraga/aktifitas fisik.
- Buatlah suatu catatan tentang aktifitas yang anda lakukan pada suatu kalender. Tulislah jarak atau lama waktu anda beraktifitas/olahraga dan bagaimana perasaan anda setelah sesi olahraga selsesai. Jika anda melewatkan satu hari latihan, rencanakan untuk menambahkan 10-15 menit pada sesi latihan berikutnya.
- Lakukan aktifitas fisik/olahraga yang bervariasi agar anda tidak bosan dan selalu tertarik untuk berolahraga. Misalnya satu hari jalan santai, hari berikutnya berenang, kemudian bersepeda pada akhir pekannya.
- Cobalah dalam setiap harinya untuk melihat banyak peluang untuk menjadi lebih aktif. Misalnya jalan-jalan di mall sebelum berbelanja, memilih melewati tangga manual sebagai ganti eskalator dan banyak kesempatan lainnya dalam beraktifitas sehari-hari.
- Jangan berkecil hati apabila suatu waktu anda berhenti sementara waktu. Mulailah kembali untuk beraktiftas/berolahraga secara bertahap atau pelan-pelan dan lambat laun sampai mencapai satu sesi olahraga yang dianjurkan baik dari segi waktu, intensitas serta jenis olahraga.
- Jangan beraktifitas/olahraga tepat setelah anda makan, atau saat panas/lembab atau saat anda tidak merasa sehat untuk berolahraga.
CARA INTERNETAN GRATIS
NB >>> Download juga Opera Mini 4 Versi bahasa Indonesia dan Opera Mini 3 Modif. “Hanya untuk Indosat”. Dijamin semuanya gratis.
Catatan >>> (Yang gratis Cuma browsing aja! kalo buat downloadmah ntar kali ya!!).
(yang uda nyoba, comment ya!! Ato yang punya trick lain bisa share sama gua).
Riset terbaru Dr Helen Budge, dari Universitas Nottingham menyimpulkan kurangnya asupan kalori semasa hamil ternyata dapat mengubah perilaku sel-sel lemak bayi setelah dilahirkan.
Dengan menggunakan domba sebagai model penelitian, Budge menemukan sel-sel lemak janin domba yang mendapat asupan kalori terlalu sedikit mengalami peradangan yang cukup parah. Peradangan ini diyakini mampu merusak kemampuan tubuh memetabolisme makanan sehingga menempatkan bayi dalam kelompok risiko tinggi mengalami kegemukan atau obesitas.
Dalam risetnya, Budge juga menemukan buruknya kualitas nutrisi selama kehamilan memicu kerusakan sejenis gen lemak disebut FTO, yang dikaitkan dengan 30 persen peningkatan risiko obesitas.
"Sel-sel lemak awalnya dipekirakan sebagai jaringan yang tidak berdaya, tetapi kami sekarang menemukan bahwa mereka melepaskan hormon-hormon penting dalam metabolisme makanan. Jika kadar dari hormon ini terganggu atau jaringan lemak dirusak oleh peradangan, maka terjadilah peningkatan risiko obesitas," ungkap Dr Budge, saat berbicara di hadapan British Association for the Advancement for Science.
Dr Budge dan timnya memakai domba dalam risetnya karena hewan ini adalah model terbaik bagi obesitas pada manusia. Dengan cara merekayasa asupan kalori dan diet para domba semasa kehamilan, para peneliti dapat memantau perubahan yang terjadi dalam bayi domba setelah lahir.
Dr Budge kini tengah berupaya merintis penelitian guna mengurai secara detil jenis makanan apa yang terbaik bagi wanita hamil sekaligus memberikan modal terbaik bagi bayi di kehidupan awal mereka.
"Apa yang dimakan seorang ibu selama hamil dapat memberi dampak besar bagi kesehatan bayi di kemudian hari. Yang menarik adalah kami tak hanya membicarakan bayi yang kekurangan nutrisi semasa kandungan, tetapi juga mereka yang lahir dengan berat rata-rata normal," ujarnya.
Kendati riset Budge lebih menekankan pada sedikitnya jumlah kalori daat kandungan, banyak riset lainnya menunjukkan bahwa terlalu banyak makan selama hamil juga dapat merugikan bayi dan ibu.
"Nasehat terbaik yang dapat kami tawarkan saat ini bagi para ibu hamil adalah makanlah dengan diet yang sehat dan seimbang," ujarnya.
Rabu, 24 September 2008
Herpes Genital Pada Wanita, Siapa Saja yang Beresiko, Tanda dan Gejala, Pencegahan dan Pengobatannya
Siapa saja yang bisa dan beresiko terkena herpes genital?
Penularan herpes genital
Pencegahan herpes genital
Sebaiknya gunakan kondom yang dapat menutup seluruh area yang terinfeksi sehingga dapat membantu mengurangi resiko tertularnya atau menularkan herpes genital. Akan tetapi, kondom mungkin tidak dapat mengkover atau menutup seluruh daerah yang terpengaruh.
Jangan lakukan oral sex atau hubungan sek lewat mulut dengan seseorang yang terkena sariawan karena virus herpes simpleks.
Tanda dan gejala herpes genital
- Nyeri hebat pada luka di daerah genital
- Sakit dan bengkak pada kelenjar getah bening daerah paha
- Pada wanita keluar kotoran pada vagina
- Nyeri hebat berhubungan dengan proses dan sistem perkemihan
- Gatal
Test dan pemeriksaan untuk mengetahui herpes genital
- Pemeriksaan secara visual pada daerah yang terinfeksi
- Pemeriksaan kultur jaringan dari lepuh.
- Scraping jaringan dari daerah yang mungkin terinfeksi.
- Pemeriksaan ulkus atau borok yang timbul di laboratorium
- Kenakan pakain yang longgar
- Jaga daerah genital anda agar tetap kering dan bersih
- Cobalah untuk tidak menyentuh luka yang timbul dan jika anda menyentuhnya, cucilah tangan anda dengan sabun dan air hangat secepatnya.
- Hindari melakukan hubungan seks selama masa oubreaks
Gejala-gejala herpes genital berangsur membaik seiring berjalannya waktu dan pengobatan dapat membantu penderita dalam mengurangi kondisi buruk yang mungkin bisa terjadi pada mereka.
MERASA bahagia dan selalu berpikir positif adalah salah satu kunci penting dalam menjalani kehidupan. Dengan perasaan optimistis dan bahagia, risiko terserang berbagai penyakit pun dapat ditekan seminimal mungkin.
Pentingnya perasaan positif dan bahagia tercermin dari sebuah riset belum lama ini yang dimuat BioMed Central journal BMC Cancer. Hasil riset mengindikasikan wanita yang bahagia dan berpikir positif cenderung berisiko lebih rendah mengidap penyakit kanker payudara.
Dr Ronit Peled dari Ben-Gurion University of the Negev di Beer Sheva, Israel, dalam hasil risetnya menyatakan bahwa kebahagiaan dan optimisme mampu menekan risiko kanker payudara pada wanita hingga 25 persen. Sedangkan pengalaman atau kejadian traumatis seperti perceraian atau kehilangan seseorang yang dicintai dapat memburuk risiko.
“Kami secara hati-hati dapat menyatakan bahwa mengalami satu atau lebih kejadian menyedihkan adalah sebuah faktor risiko kanker payudara pada wanita muda. Di lain pihak, perasaan akan bahagia dan optimisme dapat memberikan perlindungan. Wanita muda yang mengalami sejumlah pengalaman buruk dalam hidupnya dipertimbangkan sebagai kelompok yang berisiko kanker payudara dan oleh sebab itu harus ditangani,'' ungkap Ronit Peled.
Tetapi Peled menekankan bahwa hasil risetnya jangan diartikan bahwa rasa bahagia dan optimisme menjadi gerbang utama untuk terhindar dari penyakit kanker payudara. "Konsumsi makan yang baik dan aktif secara fisik merupakan faktor yang harus diperhitungkan," tambahnya.
Dr Peled dan timnya meneliti sejumlah faktor yang berkaitan dengan stres psikologis seperti kehilangan orangtua sebelum berusia 20 tahun dan kaitannya dengan risiko kanker.Peled melakukan penelitian ini dilatarbelakangi tingginya faktor risiko kanker payudara yang dialami wanita Israel. Lebih-lebih wanita Israel kerap kerap disebut kelompok dengan risiko tertinggi di dunia dalam hal kanker payudara.
Sebanyak 255 wanita usia 25 - 45 tahun yang terindikasi kanker paru dilibatkan bersama 367 wanita usia sama yang tidak mengalami kanker. Peled dan timnya menanyakan sejumlah hal kepada para wanita seperti pandangan akan masa depan dan pengalaman traumatis akibat penyakit, kehilangan pekerjaan, perceraian hingga kematian.
Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang jelas antara cara berpikir wanita dengan risiko mengidap kanker payudara. Mereka yang berpikir optimistis mencatat risiko 25 persen lebih rendah mengidap kanker. Sementra wanita yang mengalami dua atau tiga kejadian atau pengalaman traumatis mengalami peningkatan risiko sebesar 62 persen.
"Ditemukan bahwa perasaaan bahagia dan optimisme memberikan dampak protektif ," ujar peneliti .
Blog Archive
-
2015
(10)
- 10/11 - 10/18 (1)
- 09/13 - 09/20 (1)
- 09/06 - 09/13 (1)
- 07/05 - 07/12 (1)
- 05/17 - 05/24 (6)
-
2014
(1)
- 04/13 - 04/20 (1)
-
2012
(770)
- 02/19 - 02/26 (5)
- 02/12 - 02/19 (10)
- 02/05 - 02/12 (4)
- 01/29 - 02/05 (27)
- 01/22 - 01/29 (88)
- 01/15 - 01/22 (101)
- 01/08 - 01/15 (169)
- 01/01 - 01/08 (366)
-
2011
(4477)
- 12/25 - 01/01 (336)
- 12/18 - 12/25 (62)
- 12/11 - 12/18 (70)
- 12/04 - 12/11 (77)
- 11/27 - 12/04 (40)
- 11/20 - 11/27 (67)
- 11/13 - 11/20 (198)
- 11/06 - 11/13 (187)
- 10/30 - 11/06 (340)
- 10/23 - 10/30 (32)
- 10/16 - 10/23 (109)
- 10/09 - 10/16 (80)
- 08/14 - 08/21 (75)
- 08/07 - 08/14 (81)
- 07/31 - 08/07 (82)
- 07/24 - 07/31 (65)
- 07/17 - 07/24 (91)
- 07/10 - 07/17 (47)
- 07/03 - 07/10 (44)
- 06/26 - 07/03 (53)
- 06/19 - 06/26 (59)
- 06/12 - 06/19 (47)
- 06/05 - 06/12 (65)
- 05/29 - 06/05 (63)
- 05/22 - 05/29 (77)
- 05/15 - 05/22 (115)
- 05/08 - 05/15 (65)
- 05/01 - 05/08 (104)
- 04/24 - 05/01 (45)
- 04/17 - 04/24 (70)
- 04/10 - 04/17 (134)
- 04/03 - 04/10 (72)
- 03/27 - 04/03 (18)
- 03/20 - 03/27 (47)
- 03/13 - 03/20 (68)
- 03/06 - 03/13 (40)
- 02/27 - 03/06 (56)
- 02/20 - 02/27 (77)
- 02/13 - 02/20 (76)
- 02/06 - 02/13 (198)
- 01/30 - 02/06 (194)
- 01/23 - 01/30 (132)
- 01/16 - 01/23 (196)
- 01/09 - 01/16 (202)
- 01/02 - 01/09 (121)
-
2010
(2535)
- 12/26 - 01/02 (156)
- 12/19 - 12/26 (65)
- 12/12 - 12/19 (73)
- 12/05 - 12/12 (84)
- 11/28 - 12/05 (80)
- 11/21 - 11/28 (68)
- 11/14 - 11/21 (63)
- 11/07 - 11/14 (50)
- 10/31 - 11/07 (50)
- 10/24 - 10/31 (36)
- 10/17 - 10/24 (58)
- 10/10 - 10/17 (35)
- 10/03 - 10/10 (31)
- 09/26 - 10/03 (21)
- 09/19 - 09/26 (26)
- 09/12 - 09/19 (55)
- 09/05 - 09/12 (65)
- 08/29 - 09/05 (33)
- 08/22 - 08/29 (70)
- 08/15 - 08/22 (45)
- 08/08 - 08/15 (35)
- 08/01 - 08/08 (37)
- 07/25 - 08/01 (27)
- 07/18 - 07/25 (19)
- 07/11 - 07/18 (30)
- 07/04 - 07/11 (56)
- 06/27 - 07/04 (28)
- 06/20 - 06/27 (22)
- 06/13 - 06/20 (30)
- 06/06 - 06/13 (21)
- 05/30 - 06/06 (5)
- 05/16 - 05/23 (6)
- 05/09 - 05/16 (29)
- 05/02 - 05/09 (59)
- 04/25 - 05/02 (28)
- 04/18 - 04/25 (38)
- 04/11 - 04/18 (70)
- 04/04 - 04/11 (59)
- 03/28 - 04/04 (65)
- 03/21 - 03/28 (89)
- 03/14 - 03/21 (218)
- 03/07 - 03/14 (95)
- 02/28 - 03/07 (135)
- 02/21 - 02/28 (102)
- 01/03 - 01/10 (68)
-
2009
(1652)
- 12/27 - 01/03 (36)
- 12/20 - 12/27 (22)
- 12/13 - 12/20 (100)
- 12/06 - 12/13 (45)
- 11/29 - 12/06 (24)
- 11/22 - 11/29 (22)
- 11/15 - 11/22 (19)
- 11/08 - 11/15 (28)
- 11/01 - 11/08 (11)
- 10/25 - 11/01 (17)
- 10/18 - 10/25 (38)
- 10/11 - 10/18 (33)
- 10/04 - 10/11 (15)
- 09/27 - 10/04 (21)
- 09/20 - 09/27 (7)
- 09/13 - 09/20 (84)
- 09/06 - 09/13 (35)
- 08/30 - 09/06 (48)
- 08/23 - 08/30 (118)
- 08/16 - 08/23 (26)
- 08/09 - 08/16 (34)
- 08/02 - 08/09 (35)
- 07/26 - 08/02 (31)
- 07/19 - 07/26 (14)
- 07/12 - 07/19 (16)
- 07/05 - 07/12 (28)
- 06/28 - 07/05 (26)
- 06/21 - 06/28 (76)
- 06/14 - 06/21 (26)
- 06/07 - 06/14 (21)
- 05/31 - 06/07 (43)
- 05/24 - 05/31 (38)
- 05/17 - 05/24 (26)
- 05/10 - 05/17 (52)
- 05/03 - 05/10 (15)
- 04/26 - 05/03 (38)
- 04/19 - 04/26 (32)
- 04/12 - 04/19 (22)
- 04/05 - 04/12 (20)
- 03/29 - 04/05 (40)
- 03/22 - 03/29 (43)
- 03/15 - 03/22 (18)
- 03/08 - 03/15 (14)
- 03/01 - 03/08 (22)
- 02/22 - 03/01 (12)
- 02/15 - 02/22 (9)
- 02/08 - 02/15 (11)
- 02/01 - 02/08 (19)
- 01/25 - 02/01 (37)
- 01/18 - 01/25 (21)
- 01/11 - 01/18 (33)
- 01/04 - 01/11 (31)
-
2008
(700)
- 12/28 - 01/04 (13)
- 12/21 - 12/28 (9)
- 12/14 - 12/21 (57)
- 12/07 - 12/14 (5)
- 11/30 - 12/07 (18)
- 11/23 - 11/30 (33)
- 11/16 - 11/23 (31)
- 11/09 - 11/16 (23)
- 11/02 - 11/09 (18)
- 10/26 - 11/02 (11)
- 10/19 - 10/26 (15)
- 10/12 - 10/19 (13)
- 10/05 - 10/12 (25)
- 09/28 - 10/05 (2)
- 09/21 - 09/28 (14)
- 09/14 - 09/21 (19)
- 09/07 - 09/14 (43)
- 08/31 - 09/07 (3)
- 08/24 - 08/31 (33)
- 08/17 - 08/24 (65)
- 08/10 - 08/17 (4)
- 08/03 - 08/10 (26)
- 07/27 - 08/03 (6)
- 07/20 - 07/27 (19)
- 07/13 - 07/20 (18)
- 07/06 - 07/13 (60)
- 06/29 - 07/06 (53)
- 06/22 - 06/29 (49)
- 06/15 - 06/22 (11)
- 06/08 - 06/15 (4)
Popular Posts
-
Konsep Teori Transkultural dalam Keperawatan APLIKASI TEORI TRANSCULTURAL NURSING DALAM PROSES KEPERAWATAN Rahayu Iskandar, Ners, M.Kep PEND...
-
Setelah beberapa minggu ini cari materi buat postingan baru, mendadak dapat inspirasi setelah rekan Anton Wijaya menulis di buku tamu Keper...
-
KTI KEBIDANAN HUBUNGAN USIA TERHADAP PERDARAHAN POSTPARTUM DI RSUD BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan wanita merupakan hal yang s...
-
PATHWAY ASFIKSIA NEONATORUM Klik pada gambar untuk melihat pathway Download Pathway Asfiksia Neonatorum Via Ziddu Download Askep Asfiksia N...
-
PROSES KEPERAWATAN KOMUNITAS Pengertian - Proses keperawatan adalah serangkaian perbuatan atau tindakan untuk menetapkan, merencana...
-
Konsep Dasar Diagnosa Keperawatan Aktual BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sebagai suatu aspek yang terpenting dalam proses kepera...
-
Prelevansi penyakit kulit di Indonesia cukup tinggi baik oleh bakteri, virus atau jamur. Selain itu bergantung pada lingkungan dan kondisi...
-
Pathway Hematemesis Melena Klik pada gambar untuk melihat pathway Download Pathway Hematemesis Melena Via Ziddu
-
DEFINISI Ikterus ialah suatu gejala yang perlu mendapat perhatian sungguh-sungguh pada neonatus. Ikterus ialah suatu diskolorasi kuning pa...
-
Gangguan Masalah Eliminasi ALVI Konstipasi Konstipasi merupakan keadaan individu yang mengalami atau berisiko tinggi mengalami stasis usus b...
© ASUHAN KEPERAWATAN 2013 . Powered by Bootstrap , Blogger templates and RWD Testing Tool Published..Gooyaabi Templates
