• home

ASUHAN KEPERAWATAN

  • HOME
  • DOWNLOAD ASUHAN KEPERAWATAN
  • Cara Mendapatkan Password

Kamis, 13 November 2008

VESICOLITHIASIS

di 16.52 Label: ASUHAN KEPERAWATAN
VESICOLITHIASIS



A. Definisi

Vesicolithiasis adalah adanya batu yang terjadi di bagian bawah traktus urinarius biasanya disebabkan oleh diet protein non hewani. Sedangkan yang bagian atas disebabkan oleh diet protein hewani. Batu dapat berasal dari vesica urinaria à batu primer; atau berasal dari ginjal à batu sekunder.

B. Etiologi

1. Obstruksi kelenjar prostat yang membesar

2. Striktur uretra (penyempitan lumen dari uretra)

3. Neurogenik bladder (lumpuh kandung kemih karena lesi pada neuron yang menginervasi bladder)

4. Benda asing à misalnya kateter

5. Divertikula à urin dapat tertampung pada suatu kantung didinding vesika urinaria

6. Shistomiasis, terutama oleh Shistoma haemotobium à lesi mengarah keganasan

Hal-hal yang disebutkan di atas dapat menimbulkan retensi urin, infeksi, maupun radang. Statis, lithiasis, dan sistitis adalah peristiwa yang saling mempengaruhi. Statis menyebabkan bakteri berkembang à sistitis; urin semakin basa à memberi suasana yang tepat untuk terbentuknya batu MgNH4PO4 (batu infeksi/struvit). Batu yang terbentuk bisa tunggal ataupun banyak.

C. Tanda dan gejala

1. Dapat tanpa keluhan

2. Sakit berhubungan dengan kencing (terutama diakhir kencing)

3. Lokasi sakit terdapat di pangkal penis atau suprapubis kemudian dijalarkan ke ujung penis (pada laki-laki) dan klitoris (pada wanita).

4. Terdapat hematuri pada akhir kencing

5. Disuria (sakit ketika kencing) dan frequensi (sering kebelet kencing walaupun VU belum penuh).

6. Aliran urin berhenti mendadak bila batu menutup orificium uretra interna.

7. Bila batu mneyumbat muara ureter à hidrouereter à hidronefrosis à gagal ginjal

D. Pemeriksaan Diagnostik

1. Laboratorium

a. Darah : ureum/kreatinin, elektrolit, Ca, Phospat anorganik. Alkali Phospate, Asam urat, Protein, Hb

b. Urin : rutin (Midstream urin)

2. Radiologis

a. Foto polos : BNO à tampak opak (90%), lebih baik dilanjutkan dengan IVP untuk mengetahui ada atau tidak kerusakan pada ginjal

b. IVP : Dapat untuk melihat batu di lain tempat, anatomi saluran kencing bagian atas

c. PV (Pem Postvoid) : mengetahui pengosongan kandung kemih

d. USG : Gambaran acustic shadow

3. Sistokopi : Untuk menegakkan diagnosis batu kandung kencing.

4. Fisik : Kurang berarti, kecuali jika batu cukup besar

E. Penatalaksanaan

Tujuan Therapi : membuang batu

1. Secara tertutup

Litotripsi (menghancurkan batu). Tenaga litotripsi bisa berasal dari manusia-mekanik, LASER, atau elektrohidrolik.

2. Secara terbuka

Dengan membuka v.u secara SECTIO ALTA

F. Komplikasi

Komplikasi akibat tindakan litotripsi, adalah:

1. Ruptur v.u

2. Ruptur uretra

3. Prostatitis

4. Pyelonefritis

5. Septikemia

6. Hematuria

G. Diagnosa Keperawatan yang sering muncul

1. PK : Perdarahan

2. Nyeri akut berhubungan dengan agen injury

3. Risiko infeksi berhubungan dengan prosedur invasive, kerusakan jaringan

4. Perubahan eliminasi urin berhubungan dengan obstruksi anatomik



Read More

HIDRONEFROSIS

di 16.49 Label: ASUHAN KEPERAWATAN
A. Definisi

Hidronefrosis adalah dilatasi piala dan kaliks ginjal pada salah satu atau kedua ginjal.

B. Etiologi

Hidronefrosis disebabkan adanya obstruksi.

C. Patofisiologi

Obstruksi pada aliran normal urin menyebabkan urin mengalir balik, sehingga tekanan di ginjal meningkat. Jika obstruksi terjadi di uretra atau kandung kemih, tekanan balik akan mempengaruhi kedua ginjal, tetapi jika obstruksi terjadi di salah satu ureter akibat adanya batu atau kekakuan maka hanya satu ginjal saja yang rusak.

Obstruksi parsial atau intermiten dapat disebabkan oleh batu renal yang terbentuk di piala ginjal tetapi masuk ke ureter dan menghambatnya. Obstruksi dapat diakibatkan oleh tumor yang menekan ureter atau berkas jaringan parut akibat abses atau inflamasi dekat ureter dan menjepit saluran tersebut. Gangguan dapat sebagai akibat dari bentuk abnormal di pangkal ureter atau posisi ginjal yang salah, yang menyebabkan ureter berpilin atau kaku. Pada pria lansia , penyebab tersering adalah obstruksi uretra pada pintu kandung kemih akibat pembesaran prostat. Hidronefrosis juga dapat terjadi pada kehamilan akibat pembesaran uterus.

Apapun penyebabnya adanya akumulasi urin di piala ginjal akan menyebabkan distensi piala dan kaliks ginjal. Pada saat ini atrofi ginjal terjadi. Ketika salah satu ginjal sedang mengalami kerusakan bertahap, maka ginjal yang lain akan membesar secara bertahap (hipertropi kompensatori), akhirnya fungsi renal terganggu.

D. Tanda dan Gejala

1. Rasa sakit dipanggul dan punggung

2. Disuria

3. Menggigil

4. Demam

5. Nyeri tekan

6. Piuria

7. Hematuria

E. Penatalaksanaan

Tujuan : Untuk mengidentifikasi dan memperbaiki penyebab obstruksi, untuk menangani infeksi, dan untuk mempertahankan serta melindungi fungsi renal.

Untuk mengurangi obstruksi urin harus dialihkan dengan tindakan nefrostomi atau tipe diversi lainnya.

Infeksi ditangani dengan agen antimikrobial karena sisa urin dalam kaliks menyebabkan infeksi dan pielonefritis. Pasien disiapkan untuk pembedahan untuk mengankat lesi obstruktif (batu, tumor, obstruksi ureter). Jika salah satu ginjal rusak parah dan fungsinya hancur, nefrektomi dapat dilakukan.







NEFROSTOMI

A. Drainase Nefrostomi

Selang nefrostomi dimasukkan langsung ke dalam ginjal untuk pengalihan aliran urin temporer atau permanen secara percutan atau melalui luka insisi. Sebuah selang tunggal atau selang nefrostomi sirkuler atau U-loop yang dapat tertahan sendiri dapat digunakan. Drainase nefrostomi diperlukan utuk drainase cairan dari ginjal sesudah pembedahan, memelihara atau memulihkan drainase dan memintas obstruksi dalam ureter atau traktus urinarius inferior. Selang nefrostomi dihubungkan ke sebuah system drainase tertutup atau alat uostomi.

B. Nefrostomi Perkutaneus

Pemasangan sebuah selang melalui kulit ke dalam pelvis ginjal. Tindakan ini dilakukan untuk drainase eksternal urin dari ureter yang tersumbat, membuat suatu jalur pemasangan stent ureter, menghancurkan batu ginjal, melebarkan striktur, menutup fistula, memberikan obat, memungkinkan penyisipan alat biopsy bentuk sikat dan nefroskop atau untuk melakukan tindakan bedah tertentu.

Daerah kulit yang akan dinsisi dipersiapkan serta dianestesi, dan pasien diminta untuk menarik nafas serta menahannya pada saat sebuah jarum spinal ditusukkan ke dalam pelvis ginjal. Urin diaspirasi untuk pemeriksaan kultur dan media kontras dapat disuntikkan ke dalam system pielokaliks.Seutas kawat pemandu kateter angografi disisipkan lewat jarum tersebut ke dalam ginjal. Jarum dicabut dan saluran dilebarkan dengan melewatkan selang atau kawat pemandu. Selang nefrostomi dimasukkan dan diatur posisinya dalam ginjal atau ureter, difiksasi dengan jahitan kulit serta dihubungkan dengan system drainase tertutup.

Read More

EFUSI PLEURA

di 16.33 Label: ASUHAN KEPERAWATAN
A. Definisi
Efusi Pleura adalah pengumpulan cairan didalam rongga pleura ( Brunner & Suddarth, 2001).

B. Etiologi
  1. Infeksi tuberculosis
  2. Infeksi nontuberculosis
  3. Keganasan
  4. Trauma
  5. Parapneumonia, Parasit (ameba, paragonimiasis, Echinococcus), Jamur, pneumonia atipik (virus, mikoplasma, Q fever, Legionella).
  6. Keganasan paru
  7. Proses imunologis: pleuritis lupus, pleuritis rheumatoid, sarkoidosis.
  8. Radang sebab lain seperti pankreatitis, asbestosis, pleuritis uremia dan akibat radiasi.

C. Tanda dan Gejala
1. Nafas pendek
2. Nyeri dada pleuritik
3. Takipnea
4. Hipoksemia bila ventilasi terganggu
5. Perkusi : pekak
6. Penurunan bunyi nafas di atas area yang sakit


D. Patofisiologi
Patofisiologi terjadinya efusi pleura tergantung pada keseimbangan antara cairan dan protein
dalam rongga pleura. Dalam keadaan normal cairan pleura dibentuk secara lambat sebagai
filtrasi melalui pembuluh darah kapiler. Filtrasi ini terjadi karena perbedaan tekanan osmotic
plasma dan jaringan interstisial submesotelial, kemudian melalui sel mesotelial masuk ke
dalam rongga pleura. Selain itu cairan pleura dapat melalui limfe sekitar pleura.
Proses penumpukan cairan dalam rongga pleura dapat disebabkan oleh peradangan. Bila
proses radang disebabkan oleh kuman piogenik akan terbentuk pus/nanah, sehingga terjadi
empiema/piotoraks. Bila proses ini mengenai pembuluh darah sekitar pleura dapat
menyebabkan hemotoraks.
Proses terjadinya pneumotoraks karena pecahnya alveoli dekat pleura parietalis sehingga
udara akan masuk ke dalam rongga pleura. Proses ini sering disebabkan oleh trauma dada
atau alveoli pada daerah tersebut yang kurang elastis lagi seperti pada pasien emfisema paru.

E. Pemeriksaan Diagnostik
  1. Rontgen dada / Sinar tembus dada
  2. Ultrasonografi pleura: menentukan adanya cairan dalam rongga pleura.
  3. CT scan dada
  4. Torakosentesis
a. Warna cairan :
Cairan pleura berwarna kekuning-kuningan
Bila agak kemerah-merahan dapat terjadi pada trauma, infark paru, keganasan dan
adanya kebocoran aneurisma aorta.
Bila Kuning kehijauan dan agak purulen, ini menunjukkan adanya empiema.
Bila merah coklat, ini menunjukkan adanya abses karena ameba.
b. Biokimia : basil tahan asam (untuk tuberculosis), hitung sel darah merah dan putih, kadar
pH, glukosa, amilase.
c. Sitologi : sel neutrofil, sel limfosit, sel mesotel, sel mesotel maligna, sel-sel besar dengan
banyak inti, sel lupus eritematosus sistemik.
d. Bakteriologi

5. Biopsi pleura


F. Penanganan

  1. Pengeluaran efusi yang terinfeksi memakai pipa intubasi melalui sela iga.
  2. Irigasi cairan garam fisiologis atau larutan antiseptik (Betadine).
  3. Pleurodesis, untuk mencegah terjadinya lagi efusi pleura setelah aspirasi.
  4. Torasentesis: untuk membuang cairan, mendapatkan spesimen (analisis), menghilangkan dispnea.

G. Komplikasi
  1. Pneumotoraks (karena udara masuk melalui jarum)
  2. Hemotoraks ( karena trauma pada pembuluh darah interkostalis)
  3. Emboli udara (karena adanya laserasi yang cukup dalam, menyebabkan udara dari alveoli masuk ke vena pulmonalis)
  4. Laserasi pleura viseralis

H. Diagnosa Keperawatan yang sering muncul pada klien dengan efusi pleura
  1. Nyeri berhubungan dengan agen injury: fisik
  2. Risiko ketidakseimbangan volume cairan berhubungan dengan factor-faktor risiko lain yang menentukan.
  3. Risiko infeksi berhubungan dengan tidak adekuat pertahanan tubuh primer (cairan tubuh statis).
  4. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan obstruksi jalan nafas.
Read More

DIBALIK LIRIK LAGU EMANG DASARNYA WALI

di 07.34 Label: Kontroversi
,

Pastinya anda semua udah pada denger kan lagu dari group band Wali yang berjudul Emang Dasar? Emang, lagunya cukup enak buat didengar. Dengan aransement yang unik, lagu tersebut mampu membuat orang yang dengernya ikut jingkrak-jingkrak. Tapi sudahkah anda mendengarkan liriknya secara detail? Bagi yang belum denger, berikut ini saia tuliskan sepenggal kalimat dari lagu tersebut yang saia rasa agak tidak pantas untuk dinyanyikan sama group band yang mempunyai nama yang cukup mulia seperti Wali :


Satu pasangan tak cukup, dua simpanan juga tak cukup, emang dasar2x, hey dasar kamu BAJINGAN


Rasanya sangat tidak pantas kata-kata BAJINGAN diselipkan dalam sebuah lagu. Apalagi dengan nama band yang sangat bagus kayak Wali


Ya sudah lah, toh lagunya uda nyebar ke seantero negeri! Tapi seandainya kata BAJINGAN tersebut diganti, kata apa ya yang cocok untuk menggatikannya? I don't know

,






















































Your Name :
Your Email :
Subject :
Message :
Image (case-sensitive):




Read More

PANGANDARAN AKAN SEGERA MEMILIKI WATERBOOM

di 07.28 Label: Kabar Pangandaran

Kota wisata Pangandaran sebentar lagi akan mempunyai tempat tujuan wisata air baru yang cukup menarik berupa Taman Wisata Air. Proyek yang diberi title Pangandaran Water Park ini masih dalam tahap pembangunan. Kayaknya pengerjaan proyek ini dilakukan oleh pihak swasta dech. Lokasi yang dipilihnyapun cukup strategis, yakni terletak di daerah Putra Pinggan (Itu loh, kalo dari arah Ciamismah, setelah Objek wisata Lembah Putri), (Kenapa gak diCijulang aja ya!). Selain tentunya akan memiliki buanyak kolam renang, kalau liat spanduknyamah rencananya tempat tersebut memiliki berbagai permainan yang seru kayak Waterboom, ATV, dll. Jika dilihat dari segi tempatnya, Pangandaran Water Park ini memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan tempat-tempat serupa. Selain lokasinya yang cukup berdekatan dengan Lembah Putri, tempat ini juga sangat dekat dengan pantai. Jadi taman air ini benar-benar sangat indah.
Pengelola menargetkan tempat tersebut dapat mulai dioperasikan pada tahun baru 2009. Menurut sumber, rencananya biaya masuk Pangandaran Water Park ini berkisar antara Rp.35.000. Proyek ini diharapkan mampu menarik ribuan wisatawan, baik lokal maupun internasional dan diharapkan mampu menyaingi tempat wisata serupa yang ada didaerah Purwokerto.


Kita tunggu saja kapan dibukanya objek wisata ini. Mudah-mudahan bisa cepet terealisasikan.

,






















































Your Name :
Your Email :
Subject :
Message :
Image (case-sensitive):



Read More

Rabu, 12 November 2008

Susah Buang Air Besar (Konstipasi/sembelit), Penyebab, Pengobatan, Perlukan Penggunaan Obat Pencahar, Apa yang sebaiknya dimakan serta Tips Pencegahan

di 21.34 Label: Kesehatan dan Pencernaan
Konstipasi adalah masalah yang sering terjadi dan umum pada saluran pencernaan. Dimana anda mengalami kesulitan dalam buang air besar atau anda jarang buang air besar. Tiinja anda mungkin sangat keras, yang membuatnya sulit untuk dikeluarkan sehingga membuat anda harus bersusah payah untuk mengeluarkannya. Atau anda mungkin merasa ingin buang air besar lagi padahal sebelunya anda sudah melakukannya.

Seberapa sering sebaiknya anda buang air besar?
Tidak semua orang mempunyai kebiasaan buang air besar satu hari sekali. Tidak benar satu pernyataan yang menyatakan bahwa anda seharusnya buang air besar setiap harinya untuk dianggap kebiasaan atau pola buang air besar anda teratur. Jarak atau rentang waktu yang normal dalam buang air besar adalah antara 3 kali sehari sampai 3 kali seminggu. Anda mungkin mengalami konstipasi jika anda mulai sering mengalami buang air besar lebih sedikit daripada yang biasanya terjadi.

Apa saja penyabab terjadinya konstipasi atau sembelit?
Ketika makanan yang kita makan masuk melalui saluran pencernaan, tubuh anda mengambil nutrient atau zat-zat gizi dan air dari makanan itu. Proses ini akan menciptakan yang namanya stool yang akan dikeluarkan melalui usus halus lewat kontraksi usus.

Beberapa hal dapat memepengaruhi proses tersebut. Hal-hal tersebut antara lain: tidak cukup dalam konsumsi cairan, aktifitas yang kurang seperti olahraga dan aktifitas lainnya, tidak cukup makan makanan berserat, konsumsi obat-obat tertentu, tidak menyegerakan ke kamar mandi saat anda berkeinginan buang air besar dan secara teratur menggunakan laxatives atau obat pencahar juga bisa menjadi sebab sembelit. Konstipasi atau sembelit juga sering terjadi pada wanita hamil. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab stool bergerak lebih pelan melalui usus halus, yang mengarahkan pada timbulnya konstipasi.

Bagaimana semebelit dapat terobati?
Makan makanan dengan cukup kandungan serat dan minum cukup banyak cairan adalah kunci dalam mengobati konstipasi. Dengan minum cukup banyak cairan dan makanan berserat akan membantu pergerakan stool melalui usus halus dengan meningkatkan sampah pada stool dan membuat stool menjadi lebih lunak. Peningkatan aktifitas fisik juga akan membantu dalam mengatasi sembelit.

Konsultasikan dengan dokter jika terjadi hal-hal dibawah ini:
  • Baru mengalami konstipasi dan tidak biasanya mengalami sembelit.
  • Konstipasi terjadi selama 3 minggu atau lebih meskipun sudah menjalani pengobatan dirumah seperti perubahan diet, peningkatan aktifitas, minum cukup air, dan lain sebagainya
  • Terjadi nyeri perut
  • Terdapat darah didalam stool
  • Anda Kehilangan berat badan tanpa alasan yang jelas.
Beberapa tips pencegahan konstipasi
  • Jangan mengabaikan atau menahan keinginan anda untuk buang air besar.
  • Sisihkan waktu untuk buang air besar. Waktu yang baik mungkin setelah sarapan pagi atau waktu lain.
  • Makanlah lebih banyak makanan berserat seperti sayur-sayuran dan buah-buahan.
  • Minumlah cukup banyak cairan. 8 gelas air per hari sudah baik. Yang termasuk cairan antara lain: air, jus, sop, teh dan minuman lainnya.
  • Jangan mengkonsumsi obat pencahar (laxatives) terlalu sering. Penggunaan laxative secara berlebihan bisa merusak tinja dan bisa membuat konstipasi yang terjadi bertambah parah.
  • Sering berolahraga atau beraktifitas.
  • Batasi makanan yang tinggi lemak dan gula ( seperti yang manis-manis, keju, makanan-makanan yang diolah). Makanan-makanan tersebut bisa menimbulkan konstipasi atau sembelit.
Apa yang sebaiknya kita makan?
Makanlah dengan cukup makanan berserat. Dianjurkan sedikitnya 2 gelas atau 2 setengah gelas sayuran tiap hari. Disarankan pada laki-laki/pria usia 50 tahun atau lebih muda agar mengkonsumsi sedikitnya 38 gram serat tiap harinya. Sementara itu, pada wanita dengan usia 50 tahun atau lebih muda sebaiknya mengkonsumsi serat sedikitnya 25 gram per hari. Tambahan exstra serat pada diet anda dengan memakan biji-bijian yang mengandung dedak (kulit padi) juga dapat membantu.

Apabila anda menambahkan serat pada diet anda, mulailah secara perlahan dan bertingkat dalam menambahkan jumlah seratnya. Hal ini akan membantu dalam mengurangi jumlah gas (kentut) yang disahilakan atau untuk mengurangi kembung karena jumlah gas yang banyak dihasilkan. Pastikan juga, diri anda minum cukup banyak air.

Makanan-makanan yang kaya akan serat antara lain:
  • Dedak dari gandum yang tidak diproses.
  • Breakfast dengan biji-bijian mentah
  • Roti dari golongan Biji-bijian dan Beras merah (brown rice)
  • Buah-buahan segar
  • Buah-buahan yang dikeringkan seperti buah plum/prem yang dikeringkan, aprikot ( pohon dengan buah berwarna kuning dan berbiji besar yang dikeringkan), buah ara.
  • Sayur-sayuran.
  • Kacang-kacangan (kacang merah, kacang hijau, kacang pinto).
Perlukan kita menggunakan obat Pencahar atau laxative?
Obat pencahar atau pencuci perut pada umunya perlu dihindari. Obat pencahar tidak dimaksutkan untuk pengunaan jangka panjang. Kecuali obat pencahar pembentuk sampah.

Obat pencahar pembenuk sampah bekerja secara alami menambahkan sampah dan air pada stool sehingga stool dapat lewat dengan lebih mudah melalui usus halus. Obat pencahar pembentuk sampah dapat digunakan setiap hari, seperti psyllium (nama dagang Metamucil), polycarbophil (FiberCon) dan methylcellulose (Citrucel).

Bagaimana penggunaan obat pencahar pembentuk sampah digunakan?
Jika anda menggunakan obat jenis tersebut, anda harus menggunakannya secara harian agar mereka dapat berfungsi/bekerja. Ikutilah petunjuk-petunjuk pad label penggunaan. Mulailah secara bertahap dan minumlah cukup banyak cairan. Secara bertahap, tingkatkan jumlah pengunaan setiap 3-5 hari (sebagiamana tubuh anda mampu mengunakannya) sampai stool anda menjadi lebih lunak dan lebih mudah untuk dikeluarkan.

Anda dapat membuat rasa dari obat pencahar pembentuk sampah menjadi lebih enak dengan mencampurkannya pada jus buah-buahan.

Apakah obat pencahar pembentuk sampah mempunyai efek samping?
Pada awalnya anda mungkin akan merasa bengkak/penuh, kembung (banyak gas didalam perut) atau kram, khususnya apabila anda pada saat memulai penggunaan obat ini terlalu banyak atau peningkatan jumlah penggunaan yang terlalu cepat. Gejala-gejala tersebut akan menghilang dalam beberapa minggu.

Apakah minyak mineral adalah obat pencahar yang baik?
Mineral oil untuk pencahar biasanya digunakan dokter hanya ketika dokter menganjurkan. Seperti saat anda akan menjalani atau baru saja dilakukan operasi dan sebaiknya tidak boleh ada ketegangan dalam pergerakan tinja. Obat pencahar seperti minyak mineral (mineral oil) sebaiknya tidak digunakaan secara teratur. Jika digunakan secara teratur, hal itu dapat menyebabkan kekurangan vitamin A, D, E dan K.

Apakah anda perlu mencoba Enema?
Enema pada umumnya tidak digunakan dan diperlukan untuk menghilangkan sembelit. Pilihan yang lebih baik adalah membiarkan tubuh anda bekerja secara alami dalam menghilangkan konstipasi.

Apa saja aklibatnya jika kita menggunakan obat pencahar dan enema dalam jangka panjang?
Karena ketergantungan akan obat tersebut, maka anda mungkin harus melatih kembali tubuh anda tanpa obat laxative atau enema jika anda sudah memakainya dalam jangka waktu yang lama. Hal ini berarti memakan makanan yang cukup serat, penggunaan obat pencahar pembentuk sampah, minum cukup cairan, olahraga dan aktifitas yang cukup dan pembelajaran untuk memberikan kepada diri anda waktu dalam kebutuhan eliminasi.

Jika anda telah menggunakan obat pencahar dan enema dalam jangka waktu yang lama, dokter mungkin akan menyarankan kepada anda untuk mengurangi penggunaan secara bertahap untuk memberikan kesempatan pada tubuh anda untuk kembali normal. Kesabaran merupakan hal penting, karena hal itu akan memakan waktu berbulan-bulan agar tinja anda kembali normal jika anda menggunakannya secara teratur. Konsultasikan dengan dokter jika ada masalah-masalah penting bekenaan dengan hal-hal tersebut diatas.
Read More

Puncak HUT PPNI Digelar 17 Maret (Surat Kabar Fajar)

di 15.59
Puncak HUT PPNI Digelar 17 Maret
(21 Feb 2008, 37 x , Komentar)
Laporan: Dian Muhtadina, Makassar

MAKASSAR -- Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Cabang Makassar bakal merayakan ulang tahun yang pertama. Puncak acara rencananya bakal digelar di Balai Prajurit M Jusuf, 17 Maret mendatang.Sekretaris Panitia, NS Abdul Haris, S Kep saat bertandang ke redaksi Fajar mengatakan untuk pertama kalinya, PPNI merayakan ultah. Olehnya itu, acara ini diharapkan menjadi yang terbesar di kawasan Timur Indonesia.

Acara ini bertujuan memperkuat konsolidasi para perawat yang selama ini terkesan tidak mendapatkan ruang dalam memberi kebijakan umum. Padahal, peran dan kontribusinya sangat banyak di masyarakat.

Beberapa kegiatan yang akan digelar di antaranya, pagelaran seni keperawatan, lomba baca puisi, solo vokal, deklarasi jaringan mahasiswa keperawatan se-kawasan Timur Indonesia dan seminar nasional. Seminar tersebut, rencananya akan berlangsung pada 17 Maret dengan dihadiri Dirjen Keperawatan, Walikota Makassar, dan Ketua DPRD Makassar. (m04)
Read More
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Lihat versi seluler
Langganan: Postingan ( Atom )
 photo banner300x250-biru.gif

Blog Archive

  • 2016 (1)
    • 09/18 - 09/25 (1)
      • PENGETAHUAN IBU TENTANG BIANG KERINGAT PADA BAYI 0...
  • 2015 (10)
    • 10/11 - 10/18 (1)
    • 09/13 - 09/20 (1)
    • 09/06 - 09/13 (1)
    • 07/05 - 07/12 (1)
    • 05/17 - 05/24 (6)
  • 2014 (1)
    • 04/13 - 04/20 (1)
  • 2012 (770)
    • 02/19 - 02/26 (5)
    • 02/12 - 02/19 (10)
    • 02/05 - 02/12 (4)
    • 01/29 - 02/05 (27)
    • 01/22 - 01/29 (88)
    • 01/15 - 01/22 (101)
    • 01/08 - 01/15 (169)
    • 01/01 - 01/08 (366)
  • 2011 (4477)
    • 12/25 - 01/01 (336)
    • 12/18 - 12/25 (62)
    • 12/11 - 12/18 (70)
    • 12/04 - 12/11 (77)
    • 11/27 - 12/04 (40)
    • 11/20 - 11/27 (67)
    • 11/13 - 11/20 (198)
    • 11/06 - 11/13 (187)
    • 10/30 - 11/06 (340)
    • 10/23 - 10/30 (32)
    • 10/16 - 10/23 (109)
    • 10/09 - 10/16 (80)
    • 08/14 - 08/21 (75)
    • 08/07 - 08/14 (81)
    • 07/31 - 08/07 (82)
    • 07/24 - 07/31 (65)
    • 07/17 - 07/24 (91)
    • 07/10 - 07/17 (47)
    • 07/03 - 07/10 (44)
    • 06/26 - 07/03 (53)
    • 06/19 - 06/26 (59)
    • 06/12 - 06/19 (47)
    • 06/05 - 06/12 (65)
    • 05/29 - 06/05 (63)
    • 05/22 - 05/29 (77)
    • 05/15 - 05/22 (115)
    • 05/08 - 05/15 (65)
    • 05/01 - 05/08 (104)
    • 04/24 - 05/01 (45)
    • 04/17 - 04/24 (70)
    • 04/10 - 04/17 (134)
    • 04/03 - 04/10 (72)
    • 03/27 - 04/03 (18)
    • 03/20 - 03/27 (47)
    • 03/13 - 03/20 (68)
    • 03/06 - 03/13 (40)
    • 02/27 - 03/06 (56)
    • 02/20 - 02/27 (77)
    • 02/13 - 02/20 (76)
    • 02/06 - 02/13 (198)
    • 01/30 - 02/06 (194)
    • 01/23 - 01/30 (132)
    • 01/16 - 01/23 (196)
    • 01/09 - 01/16 (202)
    • 01/02 - 01/09 (121)
  • 2010 (2535)
    • 12/26 - 01/02 (156)
    • 12/19 - 12/26 (65)
    • 12/12 - 12/19 (73)
    • 12/05 - 12/12 (84)
    • 11/28 - 12/05 (80)
    • 11/21 - 11/28 (68)
    • 11/14 - 11/21 (63)
    • 11/07 - 11/14 (50)
    • 10/31 - 11/07 (50)
    • 10/24 - 10/31 (36)
    • 10/17 - 10/24 (58)
    • 10/10 - 10/17 (35)
    • 10/03 - 10/10 (31)
    • 09/26 - 10/03 (21)
    • 09/19 - 09/26 (26)
    • 09/12 - 09/19 (55)
    • 09/05 - 09/12 (65)
    • 08/29 - 09/05 (33)
    • 08/22 - 08/29 (70)
    • 08/15 - 08/22 (45)
    • 08/08 - 08/15 (35)
    • 08/01 - 08/08 (37)
    • 07/25 - 08/01 (27)
    • 07/18 - 07/25 (19)
    • 07/11 - 07/18 (30)
    • 07/04 - 07/11 (56)
    • 06/27 - 07/04 (28)
    • 06/20 - 06/27 (22)
    • 06/13 - 06/20 (30)
    • 06/06 - 06/13 (21)
    • 05/30 - 06/06 (5)
    • 05/16 - 05/23 (6)
    • 05/09 - 05/16 (29)
    • 05/02 - 05/09 (59)
    • 04/25 - 05/02 (28)
    • 04/18 - 04/25 (38)
    • 04/11 - 04/18 (70)
    • 04/04 - 04/11 (59)
    • 03/28 - 04/04 (65)
    • 03/21 - 03/28 (89)
    • 03/14 - 03/21 (218)
    • 03/07 - 03/14 (95)
    • 02/28 - 03/07 (135)
    • 02/21 - 02/28 (102)
    • 01/03 - 01/10 (68)
  • 2009 (1652)
    • 12/27 - 01/03 (36)
    • 12/20 - 12/27 (22)
    • 12/13 - 12/20 (100)
    • 12/06 - 12/13 (45)
    • 11/29 - 12/06 (24)
    • 11/22 - 11/29 (22)
    • 11/15 - 11/22 (19)
    • 11/08 - 11/15 (28)
    • 11/01 - 11/08 (11)
    • 10/25 - 11/01 (17)
    • 10/18 - 10/25 (38)
    • 10/11 - 10/18 (33)
    • 10/04 - 10/11 (15)
    • 09/27 - 10/04 (21)
    • 09/20 - 09/27 (7)
    • 09/13 - 09/20 (84)
    • 09/06 - 09/13 (35)
    • 08/30 - 09/06 (48)
    • 08/23 - 08/30 (118)
    • 08/16 - 08/23 (26)
    • 08/09 - 08/16 (34)
    • 08/02 - 08/09 (35)
    • 07/26 - 08/02 (31)
    • 07/19 - 07/26 (14)
    • 07/12 - 07/19 (16)
    • 07/05 - 07/12 (28)
    • 06/28 - 07/05 (26)
    • 06/21 - 06/28 (76)
    • 06/14 - 06/21 (26)
    • 06/07 - 06/14 (21)
    • 05/31 - 06/07 (43)
    • 05/24 - 05/31 (38)
    • 05/17 - 05/24 (26)
    • 05/10 - 05/17 (52)
    • 05/03 - 05/10 (15)
    • 04/26 - 05/03 (38)
    • 04/19 - 04/26 (32)
    • 04/12 - 04/19 (22)
    • 04/05 - 04/12 (20)
    • 03/29 - 04/05 (40)
    • 03/22 - 03/29 (43)
    • 03/15 - 03/22 (18)
    • 03/08 - 03/15 (14)
    • 03/01 - 03/08 (22)
    • 02/22 - 03/01 (12)
    • 02/15 - 02/22 (9)
    • 02/08 - 02/15 (11)
    • 02/01 - 02/08 (19)
    • 01/25 - 02/01 (37)
    • 01/18 - 01/25 (21)
    • 01/11 - 01/18 (33)
    • 01/04 - 01/11 (31)
  • 2008 (700)
    • 12/28 - 01/04 (13)
    • 12/21 - 12/28 (9)
    • 12/14 - 12/21 (57)
    • 12/07 - 12/14 (5)
    • 11/30 - 12/07 (18)
    • 11/23 - 11/30 (33)
    • 11/16 - 11/23 (31)
    • 11/09 - 11/16 (23)
    • 11/02 - 11/09 (18)
    • 10/26 - 11/02 (11)
    • 10/19 - 10/26 (15)
    • 10/12 - 10/19 (13)
    • 10/05 - 10/12 (25)
    • 09/28 - 10/05 (2)
    • 09/21 - 09/28 (14)
    • 09/14 - 09/21 (19)
    • 09/07 - 09/14 (43)
    • 08/31 - 09/07 (3)
    • 08/24 - 08/31 (33)
    • 08/17 - 08/24 (65)
    • 08/10 - 08/17 (4)
    • 08/03 - 08/10 (26)
    • 07/27 - 08/03 (6)
    • 07/20 - 07/27 (19)
    • 07/13 - 07/20 (18)
    • 07/06 - 07/13 (60)
    • 06/29 - 07/06 (53)
    • 06/22 - 06/29 (49)
    • 06/15 - 06/22 (11)
    • 06/08 - 06/15 (4)

Popular Posts

  • Transkultural dalam Keperawatan
    Konsep Teori Transkultural dalam Keperawatan APLIKASI TEORI TRANSCULTURAL NURSING DALAM PROSES KEPERAWATAN Rahayu Iskandar, Ners, M.Kep PEND...
  • Review Blog Keperawatan
    Setelah beberapa minggu ini cari materi buat postingan baru, mendadak dapat inspirasi setelah rekan Anton Wijaya menulis di buku tamu Keper...
  • Hubungan Usia Terhadap Perdarahan Post Partum Di RSUD
    KTI KEBIDANAN HUBUNGAN USIA TERHADAP PERDARAHAN POSTPARTUM DI RSUD BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan wanita merupakan hal yang s...
  • PATHWAY ASFIKSIA NEONATORUM
    PATHWAY ASFIKSIA NEONATORUM Klik pada gambar untuk melihat pathway Download Pathway Asfiksia Neonatorum Via Ziddu Download Askep Asfiksia N...
  • PROSES KEPERAWATAN KOMUNITAS
    PROSES KEPERAWATAN KOMUNITAS Pengertian - Proses keperawatan adalah serangkaian perbuatan atau tindakan untuk menetapkan, merencana...
  • Diagnosa Keperawatan Aktual
    Konsep Dasar Diagnosa Keperawatan Aktual BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sebagai suatu aspek yang terpenting dalam proses kepera...
  • PENGETAHUAN IBU TENTANG BIANG KERINGAT PADA BAYI 0-1 TAHUN DI BPS XXXX
    Prelevansi penyakit kulit di Indonesia cukup tinggi baik oleh bakteri, virus atau jamur. Selain itu bergantung pada lingkungan dan kondisi...
  • PATHWAY HEMATEMESIS MELENA
    Pathway Hematemesis Melena Klik pada gambar untuk melihat pathway Download Pathway Hematemesis Melena Via Ziddu
  • Ikterus
    DEFINISI Ikterus ialah suatu gejala yang perlu mendapat perhatian sungguh-sungguh pada neonatus. Ikterus ialah suatu diskolorasi kuning pa...
  • Gangguan Masalah Eliminasi ALVI
    Gangguan Masalah Eliminasi ALVI Konstipasi Konstipasi merupakan keadaan individu yang mengalami atau berisiko tinggi mengalami stasis usus b...

Statistik

© ASUHAN KEPERAWATAN 2013 . Powered by Bootstrap , Blogger templates and RWD Testing Tool Published..Gooyaabi Templates