Sabtu, 20 Desember 2008
Akne atau Jerawat Pada Remaja, Penyebab, Yang Bukan Penyebab Jerawat, Siapa saja?, Yang Menyebabkan Jerawat Bertambah Berat dan Cara Pengobatannya.
Apa saja Penyebab Jerawat?. Jerawat atau akne/acne biasanya dimulai pada awal-awal masa remaja, dimana kelenjar minyak pada tubuh mulai membuat atau memproduksi lebih banyak minyak atau sebum. Pada seseorang yang mempunyai akne, akan terjadi hal-hal seperti sel-sel kulit yang mati bercampur dengan minyak tubuh yang berlebihan karena produksi yang lebih dan menyumbat folikel rambut di dalam kulit. Pertumbuhan bakteri didalam folikel rambut menyebabkan terjadinya iritasi kulit yang berlebihan.Suatu kondisi yang disebut whitehead atau komedo tertutup yang berupa benjolan berwarna putih, kecil-kecil yang berada dibawah kulit yang terjadi pada saat folikel rambut terisi/tersumbat dengan minyak dan sel-sel kulit. Jika folikel yang terisi atau tersumbat dekat dengan permukaan kulit dan kontak dengan udara maka akan berubah menjadi komedo jenis blackhead. Balckhead adalah komedo terbuka yang menonjol keluar pada kulit yang biasanya berwarna hitam. Komedo jenis blackhead bukan disebabkan oleh debu.
Jika dinding folikel atau pori-pori yang tersumbat rusak, daerah tersebut bengkak dan berubah warna menjadi benjolan merah. Jika dinding folikel yang rusak dekat dengan permukaan kulit, benjolan biasanya menjadi jerawat. Jika dinding folikel yang rusak berada di lapisan kulit bagian dalam, dapat terbentuk apa yang disebut dengan gumpalan acne atau kista jerawat atau bisul.
Hal-hal yang sering membuat akne bertambah berat:
- Makeup berbahan dasar minyak, suntan (lotion minyak gosok untuk berjemur) dan produk-produk minyak rambut lain.
- Stress
- Perubahan hormonal, khususnya selama menstruasi.
- Menekan atau mencungkil serta mengkorek-korek jerawat.
- Mnggosok-gosok dengan kasar atau keras pada kulit.
Hal-hal yang bukan menyebabkan jerawat.
- Debu.
- Coklat.
- Aktifitas seksual.
- Onani atau masturbasi
Siapa saja yang bisa jerawatan?
- Baik laki-laki maupun peempuan bisa mengalami jerawatan. Tapi mungkin jerawat yang dialami pria lebih berat daripada yang dialami wanita. Hal ini dikarenakan laki-laki mempunyai atau memproduksi lebih banyak minyak atau sebum pada kulitnya.
- Keturunan juga berpengaruh. Misalnya jika ibu dan ayah anda mempunyai riwayat jerawat yagn buruk, anda mungkin juga dapat mengalaminya.
- Sistem kekebalan tubuh seseorang juga turut berperan timbulnya jerawat. Beberapa orang yang sangat sensitif terhadap bakteri yang terperangkap dalam folikel rambut.
- Pada kebanyakan orang, akne/acne atau jerawat akan menghilang menjelang usia 25 tahun, tapi tifak menutup kemungkinan akan terus terjadi sampai usia dewasa.
Bagaiamana jerawat bisa terobati?
Ada Banyak macam dan tipe pengobatan telah tersedia untuk mengobati jerawat, termasuk diantaranya cream anti jerawat yang dijual di toko-toko dan obat medis melalui resep dokter. Konsultasikan dengan dokter tentang pilihan-pilihan pengobatan jerawat yang tepat untuk anda.
Beberapa produk yang dijual ditoko-toko yang dapat membantu seperti benzoyl peroxide, resorcinol, slicyclic acid dan sulfur adalah jenis-jenis produk yang sering dijual di toko-toko obat dan apotik dan dapat digunakan untuk mengobati jerawat/acne. Obat-obat tersebut tersedia dalam berbagai bentuk, seperti bentuk jel, lotion, cream, sabun dan Bloknot (sebagai pelapis/alas).
Pada beberapa orang, pengobatan dengan obat-obat diatas bisa menimbulkan beberapa efek samping seperti iritasi kulit, kulit terasa panas seperti terbakar atau warna kulit menjadi kemerah-merahan. Beritahukan pada dokter apabila efek samping berat terjadi karena penggunaan produk-produk tersebut atau efek samping yang terjadi tidak menghilang.
Pengobatan akan memakan waktu sampai 8 minggu sebelum perbaikan pada jerawat menunjukkan suatu hasil. Jika suatu produk untuk pengobatan jerawat yang anda beli dari toko obat dan apotik sepertinya tidak menunjukkan hasil pada perbaikan kulit anda setelah 2 bulan, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan advis atau nasihat dari dokter guna pengobatan yang tepat.
Bagaimana dengan bantuan dokter? Apa yang bisa dokter rekomendasikan dan berikan kepada anda?
Dokter mungkin memberikan rekomendasi resep antibiotik yang paling efektif untuk pengobatan akne/acne. Antibiotik dapat digunakan atau dikonsumsi dengan cara diminum/pemakaian secara oral atau digunkanan/dioleskan secara lokal pada daerah kulit yang jerawatan dalam bentuk lotion, cream atau jel.
Retinoids, seperti tretionin (Retin-A, Avita, Altinac cream) dan adapalene (differin), yang biasanya dioleskan pada kulit satu hari satu kali. Pastikan untuk menghindarkan obat tersebut dai kontak dengan mata, mulut dan daerah dibawah hidung.
Jika anda menggunakan obat jenis retinoid, anda harus menghindari kontak kulit dengan sinar matahari atau menggunakan sunscreen dengan spf (sun protektif faktor) tinggi karena obat jenis retinoid dapat meningkatkan resiko anda terkena pancaran sinar matahari yagn berpengaruh sangat buruk pada kulit anda. Pada wanita yang hamil atau akan hamil sebaiknya tidak menggunakan obat retinoid yang dinamakan tazarotene (tazorac) karena dapat berakibat pada cacat lahir pada bayi.
Bagaimana mengobati jerawat kista yang berat?
Untuk mengobati jerawat kista berat yang tidak dapat membaik dengan obat jenis yang lain dapat digunakan isotretinoin (accutane). Obat ini berbentuk pil dan obat ini diminum sekali sehari melalui mulut selama 15-20 minggu.
Jangan sekalipun mengkonsumsi obat Isotretinoin selama kehamilan. Karena dapat menyebabkan efek samping berat seperti cacat lahir pada bayi dan keguguran. Pada wanita yang sedang menggunakan isotretinoin harus menggunakan 2 jenis alat kontrasepsi atau tidak melakukan hubungan seksual yang dimulai satu bulan sebelum memulai pemakaian obat jenis ini dan tetap meggunakan alat kontrasepsi atau tidak berhubungan seksual setelah 1 bulan berhenti dari penggunaan isotretinoin. Hal ini karena efek samping obat yang berbahaya terhadap janin dan kehamilan.
Ada kemungkinan bahwa efek samping berat lainny dapat terjadi karena penggunaan obat isotretinoin, maka dari itu orang-orang yang mengkonsumsi isotretinoin sebaiknya selalu dalam pengawasan dokter.
Apakah jerawat dapat menginggalkan parut/cacat pada kulit?
Jerawat, khususnya jerawat kista dapat menyebabkan timbulnya parut atau cacat pada kulit pada beberapa orang. Anda dapat mengurangi potensi timbulnya parut dengan cara tidak menekean-nekan, mengkorek-korek atau mencukilnya. Hindari juga menggosok-gosok kulit anda. Jika timbul parut pada bekas jerawat, juga tersedia pengobatannya.
Jumat, 19 Desember 2008
ASKEP GASTRITIS
PENGERTIANGastritis adalah inflamasi mukosa lambung (Kapita Selekta Kedokteran, 2001)Gastritis adalah suatu peradangan lokal atau menyebar pada mukosa lambung yang berkembang bila mekanisme protektif mukosa dipenuhi dengan bakteri atau bahan iritan. ( J. Reves, 1999 )Gastritis adalah peradangan mukosa lambung yang bersifat akut, kronik, difus dan lokal yang disebabkan oleh makanan, obat – obatan,
Read More
ASKEP HERNIA
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGANHERNIAPENGERTIAN Keluarnya isi rongga tubuh atau abdomen lewat suatu celah pada dinding yang mengelilinginyaTIPE HERNIA-Hernia Redusible : Jaringan yang keluar mudah dikembalikan kedalam rongga abdomen.-Hernia Iredusible : Jaringan yang keluar tidak mudah dikembalikan kedalam rongga abdomen karena adanya plengketan pada kantong tsb.-Hernia Stranggulata : Leher
Read More
Kamis, 18 Desember 2008
Tugas Keperawatan Gerontik
Buat Makalah perindividu.....
(Kasus Tidak boleh sama antara satu dengan yang lain)
a. 6 Halaman (isi) spasi 1. Ukuran kertas A4. Margin 2 2 2 2.
Terdiri dari : Kata pengantar, daftar isi, Isi (terjabarkan dalam bentuk BAB BAB)
Kata pengantar dan daftar isi serta daftar pustaka tidak dihitung sebagai isi
b. Kirim ke Email : awie_ners@yahoo.com
c. Batas waktu 31 Desember 2008
c. Cantumkan sumber bacaan (daftar pustaka) maksimal 5 tahun lalu (tahun 2003)
1. 1-12 Askep Lansia dengan Masalah Muskuloskeletas
2. 13 - 24 Askep Lansia dengan Masalah Persarafan
3. 25 - 37 Askep lansia dengan Gangguan Jiwa
Read More
(Kasus Tidak boleh sama antara satu dengan yang lain)
a. 6 Halaman (isi) spasi 1. Ukuran kertas A4. Margin 2 2 2 2.
Terdiri dari : Kata pengantar, daftar isi, Isi (terjabarkan dalam bentuk BAB BAB)
Kata pengantar dan daftar isi serta daftar pustaka tidak dihitung sebagai isi
b. Kirim ke Email : awie_ners@yahoo.com
c. Batas waktu 31 Desember 2008
c. Cantumkan sumber bacaan (daftar pustaka) maksimal 5 tahun lalu (tahun 2003)
1. 1-12 Askep Lansia dengan Masalah Muskuloskeletas
2. 13 - 24 Askep Lansia dengan Masalah Persarafan
3. 25 - 37 Askep lansia dengan Gangguan Jiwa
Rabu, 17 Desember 2008
Anoreksia Nervosa, Permasalahan yang Timbul, Tanda Bahaya, Pengobatan Serta Peran Keluarga dan Teman Penderita
Anoreksia nervosa adalah suatu penyakit yang biasanya terjadi pada para remaja wanita, tapi dapat juga terjadi pada remaja pria dan juga pada orang dewasa pria maupun wanita. Orang-orang dengan penyakit anoreksia, mereka terobsesi untuk menjadi kurus. Mereka berusaha menurunkan banyak berat badan mereka dan ketakutan akan bertambahnya berat badan mereka. Mereke mempercayai bahwa diri mereka itu gemuk meskipun sesungguhnya mereka sangat kurus. Anoreksia bukan cuma persoalan dengan makanan atau berat badan. Anoreksia merupakan suatu usaha menggunakan makanan dan berat badan untuk menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan emosional.
Apa perbedaan antara anoreksia dengan bulimia?
Orang dengan anoreksia memaksa diri mereka sendiri untuk menderita kelaparan, menghindari makanan-makanan berkalori tinggi, dan melakukan olahraga secara konstant atau tetap. Orang-orang dengan bulimia makan makanan dalam jumlah yang sangat besar, tapi mereka langsung memuntahkan dengan segera makanan yang mereka setelah makan, atau mengkonsumsi obat pencahar atau obat diuretik (obat memperlancar urine sehingga orang yang mengkonsumsinya akan sering buang air kecil) untuk menjaga agar berat badan mereka tidak bertambah. Penderita bulimia tidak biasanya kehilangan berat badan sebanyak pada penderita anoreksia.
Mengapa orang-orang menderita Anoreksi ?
Belum diketahui mengapa beberapa orang mengalami anoreksia. Penderita anoreksia mungkin percaya bahwa mereka akan menjadi lebih bahagia dan lebih banyak kesuksesan yang mereka capai jika mereka menjadi kurus. Mereka menginginkan kesempurnaan dalam segala hal atau segi kehidupan mereka. Orang yang mengalami kekacauan seperti ini biasanya adalah seorang pelajar yang baik. Mereka terlibat dalam berbagai aktifitas dalam komunitas dan sekolah. Mereka menyalahkan diri mereka sediri jika mereka tidak mendapatkan nilai sempurna, atau jika hal-hal lain dalam hidupnya tidak sempurna.
Apa saja masalah-masalah yang timbul karena anoreksia?
Pada wanita dengan anoreksia biasanya berhenti mengalami siklus menstruasi. Orang-orang dengan anoreksia mengalami kulit kering dan rambut kepala yangn tidak lebat/jarang karena mengalami kerontokan. Pertumbuhan rambut merka mungkin normal pada seluruh bagian tubuh. Mereka mungkin merasa kedinginan setiap waktu (sensitif dengan suhu dingin) dan mereka mungkin lebih sering sakit. Orang-orang dengan anoreksia sering merasa dalam perasaan yang tidak enak (bad mood). Mereka mempunyai waktu yang sulit berkonsentrasi dan selalu berpikir tentang makanan.
Tidaklah benar bahwa penderita anoreksia tidak pernah merasa lapar. Sebenarnya, mereka selalu merasa lapar. Merasa kelaparan memberikan mereka suatu perasaan pengendalian yang berlebihan pada tubuh dan kehidupannya. Hal itu membuat mereka merasa seperti merasa baik pada sesuatu hal-mereka baik untuk menurunkan berat badan. Penderita anoreksia berat mungkin beresiko tinggi terhadap kematian karena kelaparan.
Tidaklah benar bahwa penderita anoreksia tidak pernah merasa lapar. Sebenarnya, mereka selalu merasa lapar. Merasa kelaparan memberikan mereka suatu perasaan pengendalian yang berlebihan pada tubuh dan kehidupannya. Hal itu membuat mereka merasa seperti merasa baik pada sesuatu hal-mereka baik untuk menurunkan berat badan. Penderita anoreksia berat mungkin beresiko tinggi terhadap kematian karena kelaparan.
Tanda-tanda bahaya anoreksia:
- Sengaja memaksa diri sendiri untuk lapar dengan kehilangan berat badan.
- Ketakutan apabila berat badan mereka bertambah.
- Menolak makan.
- Mengingkari kalo mereka lapar.
- Berolahraga secara kontant.
- Jumlah rambut yang lebih banyak pada tubuh atau wajah.
- Sensitif terhadap cuaca/suhu dingin.
- Tidak mengalami siklus menstruasi/absen.
- Kehilangan atau rontoknya rambut pada kepala.
- Persepsi atau cara pandang terhadap diri sendiri yang menganggap diri mereka itu gemuk padahal sesungguhnya diri mereka terlalu kurus.
Pengobatan anoreksia.
Pengobatan pada anoreksia sulit dilakukan, karena penderita anoreksia percaya bahwa tidak ada yang salah dalam diri mereka. Pada pasien dengan gejala atau tahap awal anoreksia (kurang dari 6 bulan atau hanya sedikit berat badan yang hilang) mungkin dapat berhasil diobati tanpa harus dirawat di rumah sakit. Tapi, untuk keberhasilan penyembuhan, pasien harus mempunyai keinginan untuk berubah dan harus mempunyai keluarga dan teman yang membantu keberhasilan penyembuhannya.
Penderita dengan anoreksia berat perlu dilakukan perawatan di rumah sakit, biasanya pada unit perawatan khusus untuk penderita anoreksia dan bulimia. Pengobatan melibatkan lebih dari sekedar merubah kebiasaan makan penderita. Pasien anoreksia seringkali perlu berkonsultasi selama satu tahun atau lebih sehingga perasaan-perasaan mereka yang menyebakan masalah atau gangguan makan dapat berubah dan pengobatan dapat berjalan dengan lancar. Perasaan-perasaan tersebut mungkin meliputi: berat badan mereka, masalah keluarga mereka atau masalah dengan harga diri mereka.
Beberapa penderita anoreksia terbantu dengan pengobatan medis yang membuat perasaan sedih atau tertekan mereka sedikit berkurang. Pengobatan medis tersebut melalui resep dokter digunakan bersamaan dengan konsultasi.
Beberapa penderita anoreksia terbantu dengan pengobatan medis yang membuat perasaan sedih atau tertekan mereka sedikit berkurang. Pengobatan medis tersebut melalui resep dokter digunakan bersamaan dengan konsultasi.
Bagaimana anda sebagai teman dan keluarganya bisa membantu penderita?
Hal terpenting adalah bahwa keluarga dan teman penderita dapat memberikan bantuan dengan cara mencintai mereka. Penderita anoreksia akan merasa aman dan nyaman dengan penyakit mereka. Ketakutan terbesar mereka adalah bertambahnya berat badan, dan dengan bertambahnya berat badan hal itu terlihat seperti kehilangan kontrol. Mereka mungkin menyangkal masalah yang mereka hadapi. Penderita anoreksia akan meminta dan berbohong untuk megnhindari makan dan bertambahnya berat badan. Teman dan keluarga penderita sebaiknya tidak memberikan pembelaan atas pernyataan penderita diatas.
INSOMNIA
NURSING CARE IN INSOMNIA
PENGERTIAN
Tidur adalah bagian dari ritme biologis tubuh untuk mengembalikan stamina. Kebutuhan tidur bervariasi pada masing-masing orang, umumnya 6-8 jam per hari. Agar tetap sehat, yang perlu diperhatikan adalah kualitas tidur (www.depkes.go.id).
Insomnia adalah kesukaran dalam memulai atau mempertahankan tidur yang bisa bersifat sementara atau persisten (Kaplan & Sadock, 1997).
Insomnia adalah salah satu fenomena umum dalam gangguan pola tidur. Jangka panjang dapat menyebabkan menderita gejala somatic dan perkembangan penyakit. Ia bahkan dapat menimbulkan penyakit mental dengan dimensi (www.ncbi.nlm.nih.gov).
Insomnia insomnia adalah ketidakmampuan untuk tidur, tetap tidur, atau merasa segar dengan tidur. Akut dan sementara selama periode stres, insomnia dapat menjadi kronis, konstan menyebabkan kelelahan, kegelisahan ekstrim sebagai pendekatan sensasi, dan gangguan kejiwaan (www.wrongdiagnosis.com).
PENYEBAB
1. karena kondisi medis : tiap kondisi yang menyakitkan atau tidak menyenangkan,sindroma apnea tidur, restless leggs syndrome,faktor diet, parasomnia, efek zat langsung (drugs/alcohol), efek putus zat, penyakit endokrin/metabolik, penyakit infeksi, neoplastic, nyeri/ketidaknyamanan,lesi batang otak/hipotalamus, akibat penuaan.
2. sekunder karena kondisi psikiatri
kecemasan, ketegangan otot-otot, perubahan lingkungan, gangguan tidur irama sirkadian, depresi primer, stress pascatraumatik, skizofrenia (Kaplan & Sadock, 1997).
Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders-IV (DSM-IV), menunjukkan beberapa gejala dimana seseorang dapat didiagnosis sedang menderita insomnia karena faktor psikologis, yaitu:
1. Kesulitan untuk memulai, mempertahankan tidur, dan tidak dapat memperbaiki tidur selama sekurangnya satu bulan merupakan keluahan yang paling banyak terjadi.
2. Insomnia ini menyebabkan penderita menjadi stres sehingga dapat mengganggu fungsi sosial,pekerjaan atau area fungsi penting yang lain.
3. Insomnia karena faktor psikologis ini bukan termasuk narkolepsi, gangguan tidur yang berhubungan dengan pernafasan, gangguan ritme sirkadian atau parasomnia.
4. Insomnia karena faktor psikologis tidak terjadi karena gangguan mental lain seperti gangguan depresi, delirium.
5. Insomnia karena faktor psikologis tidak terjadi karena efek fisiologis yang langsung dari suatu zat seperti penyalahgunaan obat atau kondisi medis yang umum.
Dengan adanya gejela-gejala yang disebutkan oleh Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders-IV (DSM-IV), maka insomnia karena faktor psikologis dapat mengganggu berbagai fungsi sosial. (www.e-psikologi.com).
SIKLUS INSOMNIA KRONIS
Jika seseorang mengalami insomnia sementara karena faktor psikologis (mengalami kesulitan tidur dengan nyenyak selama kurang lebih satu malam dan kurang dari empat minggu) tetapi tidak dapat beradaptasi dengan penyebab insomnia (tidak mampu mengelola stres tersebut secara sehat) maka akan mengakibatkan seseorang mengalami insomnia jangka pendek (kesulitan tidur nyenyak selama empat minggu hingga enam bulan). Jika insomnia jangka pendek ini tetap tidak dapat diatasi oleh si penderita maka akan mengakibatkan insomnia kronis. Jika terjadi insomnia kronis maka akan memerlukan waktu yang lebih lama untuk penyembuhannya (www.e-psikologi.com).
Keadaan jaga atau bangun sangat dipengaruhi oleh sistim ARAS (Ascending Reticulary Activity System). Bila aktifitas ARAS ini meningkat orang tersebut dalam keadaan terjaga. Aktifitas ARAS menurun, orang tersebut akan dalam keadaan tidur. Aktifitas ARAS ini sangat dipengaruhi oleh aktifitas neurotransmiter seperti sistem serotoninergik, noradrenergik, kholonergik, histaminergik.
• Sistem serotonergik
Hasil serotonergik sangat dipengaruhi oleh hasil metabolisma asam amino trypthopan. Dengan bertambahnya jumlah tryptopan, maka jumlah serotonin yang terbentuk juga meningkat akan menyebabkan keadaan mengantuk/tidur. Bila serotonin dari tryptopan terhambat pembentukannya, maka terjadikeadaan tidak bisa tidur/jaga. Menurut beberapa peneliti lokasi yang terbanyak sistem serotogenik ini terletak pada nukleus raphe dorsalis di batang otak, yang mana terdapat hubungan aktifitas serotonis dinukleus raphe dorsalis dengan tidur REM.
• Sistem Adrenergik
Neuron-neuron yang terbanyak mengandung norepineprin terletak di badan sel nukleus cereleus di batang otak. Kerusakan sel neuron pada lokus cereleus sangat mempengaruhi penurunan atau hilangnya REM tidur. Obat-obatan yang mempengaruhi peningkatan aktifitas neuron noradrenergic akan menyebabkan penurunan yang jelas pada tidur REM dan peningkatan keadaan jaga.
• Sistem Kholinergik
Sitaram et al (1976) membuktikan dengan pemberian prostigimin intra vena dapat mempengaruhi episode tidur REM. Stimulasi jalur kholihergik ini, mengakibatkan aktifitas gambaran EEG seperti dalam keadaan jaga. Gangguan aktifitas kholinergik sentral yang berhubungan dengan perubahan tidur ini terlihat pada orang depresi, sehingga terjadi pemendekan latensi tidur REM. Pada obat antikolinergik (scopolamine) yang menghambat pengeluaran kholinergik dari lokus sereleus maka tamapk gangguan pada fase awal dan penurunan REM.
• Sistem histaminergik
Pengaruh histamin sangat sedikit mempengaruhi tidur.
• Sistem hormon
Pengaruh hormon terhadap siklus tidur dipengaruhi oleh beberapa hormone seperti ACTH, GH, TSH, dan LH. Hormon hormon ini masing-masing disekresi secara teratur oleh kelenjar pituitary anterior melalui hipotalamus patway. Sistem ini secara teratur mempengaruhi pengeluaran neurotransmitter norepinefrin, dopamin, serotonin yang bertugas menagtur mekanisme tidur dan bangun (perawat-jiwatiga.blogspot.com).
DAMPAK INSOMNIA
Insomnia dapat mengakibatkan berbagai dampak yang merugikan, yaitu:
1. Depresi
2. Kesulitan untuk berkonsentrasi
3. Aktivitas sehari-hari menjadi terganggu
4. prestasi kerja atau belajar mengalami penurunan
5. Mengalami kelelahan di siang hari
6. Hubungan interpersonal dengan orang lain menjadi buruk
7. Meningkatkan risiko kematian
8. Menyebabkan kecelakaan karena mengalami kelelahan yang berlebihan
9. Memunculkan berbagai penyakit fisik
Dampak insomnia tidak dapat di anggap remeh, karena bisa menimbulkan kondisi yang lebih serius dan membahayakan kesehatan dan keselamatan. Oleh karenanya, setiap penderita insomnia perlu mencari jalan keluar yang tepat (www.e-psikologi.com).
THERAPY
1. CBT (Cognitive Behavioral Therapy)
CBT digunakan untuk memperbaiki distorsi kognitif si penderita dalam memandang dirinya, lingkungannya, masa depannya, dan untuk meningkatkan rasa percaya dirinya sehingga si penderita merasa berdaya atau merasa bahwa dirinya masih berharga.
2. Sleep Restriction Therapy
Sleep restriction therapy digunakan untuk memperbaiki efisiensi tidur si penderita insomnia.
3. Stimulus Control Therapy
Stimulus control therapy berguna untuk mempertahankan waktu bangun pagi si penderita secara reguler dengan memperhatikan waktu tidur malam dan melarang si penderita untuk tidur pada siang hari meski hanya sesaat.
4. Relaxation Therapy
Relaxation Therapy berguna untuk membuat si penderita rileks pada saat dihadapkan pada kondisi yang penuh ketegangan.
5. Cognitive Therapy
Cognitive Therapy berguna untuk mengidentifikasi sikap dan kepercayaan si penderita yang salah mengenai tidur.
6. Imagery Training
Imagery Training berguna untuk mengganti pikiran-pikiran si penderita yang tidak menyenangkan menjadi pikiran-pikiran yang menyenangkan.
Banyak di antara para penderita insomnia karena factor psikologis yang menggunakan obat tidur untuk mengatasi insomnianya. Namun penggunaan yang terus menerus tentu menimbulkan efek samping yang negative, baik secara fisiologis (efek terhadap organ dan fungsi organ tubuh) serta efek psikologis. Logikanya, insomnia yang disebabkan factor psikologis, berarti factor psikologis itu lah yang harus di atasi, bukan symtomnya. Kalau kita hanya focus mengatasi simtom-nya dengan minum berbagai obat tidur, maka ketika mata terbuka, masalah akan datang kembali, bahkan akan dirasa lebih berat karena dibiarkan berlarut-larut tanpa solusi pada akar masalah.
Perlu diketahui, bahwa keberhasilan terapi tergantung dari motivasi si penderita untuk sembuh sehingga si penderita harus sabar, tekun dan bersungguh-sungguh dalam menjalani sesi terapi. Selain itu, sebaiknya terapi yang dilakukan juga diiringi dengan pemberian terapi keluarga. Hal ini disebabkan, dalam terapi keluarga, anggota keluarga si penderita dilibatkan untuk membantu kesembuhan si penderita. Dalam terapi keluarga, anggota keluarga si penderita juga diberi tahu tentang seluk beluk kondisi si penderita dan diharapkan anggota keluarganya dapat berempati untuk membantu kesembuhan si penderita.
ASKEP
kaji efek samping pengobatan pada pola tidur klien.
pantau pola tidur klien dan catat hubungan faktor-faktor fisik (misalnya : apnea saat tidur, sumbatan jalan nafas, nyeri/ketidaknyamanan, dan sering berkemih).
jelaskan pada klien pentingnya tidur adekuat (selama kehamilan, sakit, stress psikososial).
ajarkan klien dan keluarga untuk menghindari faktor penyebab (misal : gaya hidup, diet, aktivitas, dan faktor lingkungan).
ajarkan klien dan kelurga dalam teknik relaksasi (pijat/urut sebelum tidur, mandi air hangat, minum susu hangat).
Solusi mencegah insomnia
Insomnia karena faktor psikologis dapat dicegah dengan cara memanage stres secara positif dan jika ada mengalami masalah sebaiknya sharing pada seseorang yang dapat Anda percaya. Semoga dengan pembahasan tentang insomnia ini, dapat memberikan manfaat bagi Anda. Dengan informasi ini, diharap kita pun bisa memahami penderita insomnia dan dapat memberikan bantuan yang tepat. Perhatian dan empati terhadap penderita insomnia, bisa sedikit mengobati kegalauan emosi jiwanya. Semoga bermanfaat.
KEPUSTAKAAN
http://www.e-psikologi.com/epsi/artikel_detail.asp?id=483
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18836979?ordinalpos=2&itool=EntrezSystem2.PEntrez.Pubmed.Pubmed_ResultsPanel.Pubmed_DefaultReportPanel.Pubmed_RVDocSum
http://www.wrongdiagnosis.com/symptoms/insomnia/causes.htm
Kaplan, Harold I. & Sadock, Benjamin J. 1997. Sinopsis Psikiatri Jilid 2 edisi 7. Jakarta : Binarupa Aksara.
Wilkinson, Judit M. 2006. Buku Saku Diagnosis Keperawatan dengan Intervensi NIC dan Kriteria hasil NOC. Jakarta : EGC.
Tidur adalah bagian dari ritme biologis tubuh untuk mengembalikan stamina. Kebutuhan tidur bervariasi pada masing-masing orang, umumnya 6-8 jam per hari. Agar tetap sehat, yang perlu diperhatikan adalah kualitas tidur (www.depkes.go.id).
Insomnia adalah kesukaran dalam memulai atau mempertahankan tidur yang bisa bersifat sementara atau persisten (Kaplan & Sadock, 1997).
Insomnia adalah salah satu fenomena umum dalam gangguan pola tidur. Jangka panjang dapat menyebabkan menderita gejala somatic dan perkembangan penyakit. Ia bahkan dapat menimbulkan penyakit mental dengan dimensi (www.ncbi.nlm.nih.gov).
Insomnia insomnia adalah ketidakmampuan untuk tidur, tetap tidur, atau merasa segar dengan tidur. Akut dan sementara selama periode stres, insomnia dapat menjadi kronis, konstan menyebabkan kelelahan, kegelisahan ekstrim sebagai pendekatan sensasi, dan gangguan kejiwaan (www.wrongdiagnosis.com).
PENYEBAB
1. karena kondisi medis : tiap kondisi yang menyakitkan atau tidak menyenangkan,sindroma apnea tidur, restless leggs syndrome,faktor diet, parasomnia, efek zat langsung (drugs/alcohol), efek putus zat, penyakit endokrin/metabolik, penyakit infeksi, neoplastic, nyeri/ketidaknyamanan,lesi batang otak/hipotalamus, akibat penuaan.
2. sekunder karena kondisi psikiatri
kecemasan, ketegangan otot-otot, perubahan lingkungan, gangguan tidur irama sirkadian, depresi primer, stress pascatraumatik, skizofrenia (Kaplan & Sadock, 1997).
Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders-IV (DSM-IV), menunjukkan beberapa gejala dimana seseorang dapat didiagnosis sedang menderita insomnia karena faktor psikologis, yaitu:
1. Kesulitan untuk memulai, mempertahankan tidur, dan tidak dapat memperbaiki tidur selama sekurangnya satu bulan merupakan keluahan yang paling banyak terjadi.
2. Insomnia ini menyebabkan penderita menjadi stres sehingga dapat mengganggu fungsi sosial,pekerjaan atau area fungsi penting yang lain.
3. Insomnia karena faktor psikologis ini bukan termasuk narkolepsi, gangguan tidur yang berhubungan dengan pernafasan, gangguan ritme sirkadian atau parasomnia.
4. Insomnia karena faktor psikologis tidak terjadi karena gangguan mental lain seperti gangguan depresi, delirium.
5. Insomnia karena faktor psikologis tidak terjadi karena efek fisiologis yang langsung dari suatu zat seperti penyalahgunaan obat atau kondisi medis yang umum.
Dengan adanya gejela-gejala yang disebutkan oleh Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders-IV (DSM-IV), maka insomnia karena faktor psikologis dapat mengganggu berbagai fungsi sosial. (www.e-psikologi.com).
SIKLUS INSOMNIA KRONIS
Jika seseorang mengalami insomnia sementara karena faktor psikologis (mengalami kesulitan tidur dengan nyenyak selama kurang lebih satu malam dan kurang dari empat minggu) tetapi tidak dapat beradaptasi dengan penyebab insomnia (tidak mampu mengelola stres tersebut secara sehat) maka akan mengakibatkan seseorang mengalami insomnia jangka pendek (kesulitan tidur nyenyak selama empat minggu hingga enam bulan). Jika insomnia jangka pendek ini tetap tidak dapat diatasi oleh si penderita maka akan mengakibatkan insomnia kronis. Jika terjadi insomnia kronis maka akan memerlukan waktu yang lebih lama untuk penyembuhannya (www.e-psikologi.com).
Keadaan jaga atau bangun sangat dipengaruhi oleh sistim ARAS (Ascending Reticulary Activity System). Bila aktifitas ARAS ini meningkat orang tersebut dalam keadaan terjaga. Aktifitas ARAS menurun, orang tersebut akan dalam keadaan tidur. Aktifitas ARAS ini sangat dipengaruhi oleh aktifitas neurotransmiter seperti sistem serotoninergik, noradrenergik, kholonergik, histaminergik.
• Sistem serotonergik
Hasil serotonergik sangat dipengaruhi oleh hasil metabolisma asam amino trypthopan. Dengan bertambahnya jumlah tryptopan, maka jumlah serotonin yang terbentuk juga meningkat akan menyebabkan keadaan mengantuk/tidur. Bila serotonin dari tryptopan terhambat pembentukannya, maka terjadikeadaan tidak bisa tidur/jaga. Menurut beberapa peneliti lokasi yang terbanyak sistem serotogenik ini terletak pada nukleus raphe dorsalis di batang otak, yang mana terdapat hubungan aktifitas serotonis dinukleus raphe dorsalis dengan tidur REM.
• Sistem Adrenergik
Neuron-neuron yang terbanyak mengandung norepineprin terletak di badan sel nukleus cereleus di batang otak. Kerusakan sel neuron pada lokus cereleus sangat mempengaruhi penurunan atau hilangnya REM tidur. Obat-obatan yang mempengaruhi peningkatan aktifitas neuron noradrenergic akan menyebabkan penurunan yang jelas pada tidur REM dan peningkatan keadaan jaga.
• Sistem Kholinergik
Sitaram et al (1976) membuktikan dengan pemberian prostigimin intra vena dapat mempengaruhi episode tidur REM. Stimulasi jalur kholihergik ini, mengakibatkan aktifitas gambaran EEG seperti dalam keadaan jaga. Gangguan aktifitas kholinergik sentral yang berhubungan dengan perubahan tidur ini terlihat pada orang depresi, sehingga terjadi pemendekan latensi tidur REM. Pada obat antikolinergik (scopolamine) yang menghambat pengeluaran kholinergik dari lokus sereleus maka tamapk gangguan pada fase awal dan penurunan REM.
• Sistem histaminergik
Pengaruh histamin sangat sedikit mempengaruhi tidur.
• Sistem hormon
Pengaruh hormon terhadap siklus tidur dipengaruhi oleh beberapa hormone seperti ACTH, GH, TSH, dan LH. Hormon hormon ini masing-masing disekresi secara teratur oleh kelenjar pituitary anterior melalui hipotalamus patway. Sistem ini secara teratur mempengaruhi pengeluaran neurotransmitter norepinefrin, dopamin, serotonin yang bertugas menagtur mekanisme tidur dan bangun (perawat-jiwatiga.blogspot.com).
DAMPAK INSOMNIA
Insomnia dapat mengakibatkan berbagai dampak yang merugikan, yaitu:
1. Depresi
2. Kesulitan untuk berkonsentrasi
3. Aktivitas sehari-hari menjadi terganggu
4. prestasi kerja atau belajar mengalami penurunan
5. Mengalami kelelahan di siang hari
6. Hubungan interpersonal dengan orang lain menjadi buruk
7. Meningkatkan risiko kematian
8. Menyebabkan kecelakaan karena mengalami kelelahan yang berlebihan
9. Memunculkan berbagai penyakit fisik
Dampak insomnia tidak dapat di anggap remeh, karena bisa menimbulkan kondisi yang lebih serius dan membahayakan kesehatan dan keselamatan. Oleh karenanya, setiap penderita insomnia perlu mencari jalan keluar yang tepat (www.e-psikologi.com).
THERAPY
1. CBT (Cognitive Behavioral Therapy)
CBT digunakan untuk memperbaiki distorsi kognitif si penderita dalam memandang dirinya, lingkungannya, masa depannya, dan untuk meningkatkan rasa percaya dirinya sehingga si penderita merasa berdaya atau merasa bahwa dirinya masih berharga.
2. Sleep Restriction Therapy
Sleep restriction therapy digunakan untuk memperbaiki efisiensi tidur si penderita insomnia.
3. Stimulus Control Therapy
Stimulus control therapy berguna untuk mempertahankan waktu bangun pagi si penderita secara reguler dengan memperhatikan waktu tidur malam dan melarang si penderita untuk tidur pada siang hari meski hanya sesaat.
4. Relaxation Therapy
Relaxation Therapy berguna untuk membuat si penderita rileks pada saat dihadapkan pada kondisi yang penuh ketegangan.
5. Cognitive Therapy
Cognitive Therapy berguna untuk mengidentifikasi sikap dan kepercayaan si penderita yang salah mengenai tidur.
6. Imagery Training
Imagery Training berguna untuk mengganti pikiran-pikiran si penderita yang tidak menyenangkan menjadi pikiran-pikiran yang menyenangkan.
Banyak di antara para penderita insomnia karena factor psikologis yang menggunakan obat tidur untuk mengatasi insomnianya. Namun penggunaan yang terus menerus tentu menimbulkan efek samping yang negative, baik secara fisiologis (efek terhadap organ dan fungsi organ tubuh) serta efek psikologis. Logikanya, insomnia yang disebabkan factor psikologis, berarti factor psikologis itu lah yang harus di atasi, bukan symtomnya. Kalau kita hanya focus mengatasi simtom-nya dengan minum berbagai obat tidur, maka ketika mata terbuka, masalah akan datang kembali, bahkan akan dirasa lebih berat karena dibiarkan berlarut-larut tanpa solusi pada akar masalah.
Perlu diketahui, bahwa keberhasilan terapi tergantung dari motivasi si penderita untuk sembuh sehingga si penderita harus sabar, tekun dan bersungguh-sungguh dalam menjalani sesi terapi. Selain itu, sebaiknya terapi yang dilakukan juga diiringi dengan pemberian terapi keluarga. Hal ini disebabkan, dalam terapi keluarga, anggota keluarga si penderita dilibatkan untuk membantu kesembuhan si penderita. Dalam terapi keluarga, anggota keluarga si penderita juga diberi tahu tentang seluk beluk kondisi si penderita dan diharapkan anggota keluarganya dapat berempati untuk membantu kesembuhan si penderita.
ASKEP
kaji efek samping pengobatan pada pola tidur klien.
pantau pola tidur klien dan catat hubungan faktor-faktor fisik (misalnya : apnea saat tidur, sumbatan jalan nafas, nyeri/ketidaknyamanan, dan sering berkemih).
jelaskan pada klien pentingnya tidur adekuat (selama kehamilan, sakit, stress psikososial).
ajarkan klien dan keluarga untuk menghindari faktor penyebab (misal : gaya hidup, diet, aktivitas, dan faktor lingkungan).
ajarkan klien dan kelurga dalam teknik relaksasi (pijat/urut sebelum tidur, mandi air hangat, minum susu hangat).
Solusi mencegah insomnia
Insomnia karena faktor psikologis dapat dicegah dengan cara memanage stres secara positif dan jika ada mengalami masalah sebaiknya sharing pada seseorang yang dapat Anda percaya. Semoga dengan pembahasan tentang insomnia ini, dapat memberikan manfaat bagi Anda. Dengan informasi ini, diharap kita pun bisa memahami penderita insomnia dan dapat memberikan bantuan yang tepat. Perhatian dan empati terhadap penderita insomnia, bisa sedikit mengobati kegalauan emosi jiwanya. Semoga bermanfaat.
KEPUSTAKAAN
http://www.e-psikologi.com/epsi/artikel_detail.asp?id=483
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18836979?ordinalpos=2&itool=EntrezSystem2.PEntrez.Pubmed.Pubmed_ResultsPanel.Pubmed_DefaultReportPanel.Pubmed_RVDocSum
http://www.wrongdiagnosis.com/symptoms/insomnia/causes.htm
Kaplan, Harold I. & Sadock, Benjamin J. 1997. Sinopsis Psikiatri Jilid 2 edisi 7. Jakarta : Binarupa Aksara.
Wilkinson, Judit M. 2006. Buku Saku Diagnosis Keperawatan dengan Intervensi NIC dan Kriteria hasil NOC. Jakarta : EGC.
Langganan:
Postingan
(
Atom
)
Blog Archive
-
2015
(10)
- 10/11 - 10/18 (1)
- 09/13 - 09/20 (1)
- 09/06 - 09/13 (1)
- 07/05 - 07/12 (1)
- 05/17 - 05/24 (6)
-
2014
(1)
- 04/13 - 04/20 (1)
-
2012
(770)
- 02/19 - 02/26 (5)
- 02/12 - 02/19 (10)
- 02/05 - 02/12 (4)
- 01/29 - 02/05 (27)
- 01/22 - 01/29 (88)
- 01/15 - 01/22 (101)
- 01/08 - 01/15 (169)
- 01/01 - 01/08 (366)
-
2011
(4477)
- 12/25 - 01/01 (336)
- 12/18 - 12/25 (62)
- 12/11 - 12/18 (70)
- 12/04 - 12/11 (77)
- 11/27 - 12/04 (40)
- 11/20 - 11/27 (67)
- 11/13 - 11/20 (198)
- 11/06 - 11/13 (187)
- 10/30 - 11/06 (340)
- 10/23 - 10/30 (32)
- 10/16 - 10/23 (109)
- 10/09 - 10/16 (80)
- 08/14 - 08/21 (75)
- 08/07 - 08/14 (81)
- 07/31 - 08/07 (82)
- 07/24 - 07/31 (65)
- 07/17 - 07/24 (91)
- 07/10 - 07/17 (47)
- 07/03 - 07/10 (44)
- 06/26 - 07/03 (53)
- 06/19 - 06/26 (59)
- 06/12 - 06/19 (47)
- 06/05 - 06/12 (65)
- 05/29 - 06/05 (63)
- 05/22 - 05/29 (77)
- 05/15 - 05/22 (115)
- 05/08 - 05/15 (65)
- 05/01 - 05/08 (104)
- 04/24 - 05/01 (45)
- 04/17 - 04/24 (70)
- 04/10 - 04/17 (134)
- 04/03 - 04/10 (72)
- 03/27 - 04/03 (18)
- 03/20 - 03/27 (47)
- 03/13 - 03/20 (68)
- 03/06 - 03/13 (40)
- 02/27 - 03/06 (56)
- 02/20 - 02/27 (77)
- 02/13 - 02/20 (76)
- 02/06 - 02/13 (198)
- 01/30 - 02/06 (194)
- 01/23 - 01/30 (132)
- 01/16 - 01/23 (196)
- 01/09 - 01/16 (202)
- 01/02 - 01/09 (121)
-
2010
(2535)
- 12/26 - 01/02 (156)
- 12/19 - 12/26 (65)
- 12/12 - 12/19 (73)
- 12/05 - 12/12 (84)
- 11/28 - 12/05 (80)
- 11/21 - 11/28 (68)
- 11/14 - 11/21 (63)
- 11/07 - 11/14 (50)
- 10/31 - 11/07 (50)
- 10/24 - 10/31 (36)
- 10/17 - 10/24 (58)
- 10/10 - 10/17 (35)
- 10/03 - 10/10 (31)
- 09/26 - 10/03 (21)
- 09/19 - 09/26 (26)
- 09/12 - 09/19 (55)
- 09/05 - 09/12 (65)
- 08/29 - 09/05 (33)
- 08/22 - 08/29 (70)
- 08/15 - 08/22 (45)
- 08/08 - 08/15 (35)
- 08/01 - 08/08 (37)
- 07/25 - 08/01 (27)
- 07/18 - 07/25 (19)
- 07/11 - 07/18 (30)
- 07/04 - 07/11 (56)
- 06/27 - 07/04 (28)
- 06/20 - 06/27 (22)
- 06/13 - 06/20 (30)
- 06/06 - 06/13 (21)
- 05/30 - 06/06 (5)
- 05/16 - 05/23 (6)
- 05/09 - 05/16 (29)
- 05/02 - 05/09 (59)
- 04/25 - 05/02 (28)
- 04/18 - 04/25 (38)
- 04/11 - 04/18 (70)
- 04/04 - 04/11 (59)
- 03/28 - 04/04 (65)
- 03/21 - 03/28 (89)
- 03/14 - 03/21 (218)
- 03/07 - 03/14 (95)
- 02/28 - 03/07 (135)
- 02/21 - 02/28 (102)
- 01/03 - 01/10 (68)
-
2009
(1652)
- 12/27 - 01/03 (36)
- 12/20 - 12/27 (22)
- 12/13 - 12/20 (100)
- 12/06 - 12/13 (45)
- 11/29 - 12/06 (24)
- 11/22 - 11/29 (22)
- 11/15 - 11/22 (19)
- 11/08 - 11/15 (28)
- 11/01 - 11/08 (11)
- 10/25 - 11/01 (17)
- 10/18 - 10/25 (38)
- 10/11 - 10/18 (33)
- 10/04 - 10/11 (15)
- 09/27 - 10/04 (21)
- 09/20 - 09/27 (7)
- 09/13 - 09/20 (84)
- 09/06 - 09/13 (35)
- 08/30 - 09/06 (48)
- 08/23 - 08/30 (118)
- 08/16 - 08/23 (26)
- 08/09 - 08/16 (34)
- 08/02 - 08/09 (35)
- 07/26 - 08/02 (31)
- 07/19 - 07/26 (14)
- 07/12 - 07/19 (16)
- 07/05 - 07/12 (28)
- 06/28 - 07/05 (26)
- 06/21 - 06/28 (76)
- 06/14 - 06/21 (26)
- 06/07 - 06/14 (21)
- 05/31 - 06/07 (43)
- 05/24 - 05/31 (38)
- 05/17 - 05/24 (26)
- 05/10 - 05/17 (52)
- 05/03 - 05/10 (15)
- 04/26 - 05/03 (38)
- 04/19 - 04/26 (32)
- 04/12 - 04/19 (22)
- 04/05 - 04/12 (20)
- 03/29 - 04/05 (40)
- 03/22 - 03/29 (43)
- 03/15 - 03/22 (18)
- 03/08 - 03/15 (14)
- 03/01 - 03/08 (22)
- 02/22 - 03/01 (12)
- 02/15 - 02/22 (9)
- 02/08 - 02/15 (11)
- 02/01 - 02/08 (19)
- 01/25 - 02/01 (37)
- 01/18 - 01/25 (21)
- 01/11 - 01/18 (33)
- 01/04 - 01/11 (31)
-
2008
(700)
- 12/28 - 01/04 (13)
- 12/21 - 12/28 (9)
- 12/14 - 12/21 (57)
- 12/07 - 12/14 (5)
- 11/30 - 12/07 (18)
- 11/23 - 11/30 (33)
- 11/16 - 11/23 (31)
- 11/09 - 11/16 (23)
- 11/02 - 11/09 (18)
- 10/26 - 11/02 (11)
- 10/19 - 10/26 (15)
- 10/12 - 10/19 (13)
- 10/05 - 10/12 (25)
- 09/28 - 10/05 (2)
- 09/21 - 09/28 (14)
- 09/14 - 09/21 (19)
- 09/07 - 09/14 (43)
- 08/31 - 09/07 (3)
- 08/24 - 08/31 (33)
- 08/17 - 08/24 (65)
- 08/10 - 08/17 (4)
- 08/03 - 08/10 (26)
- 07/27 - 08/03 (6)
- 07/20 - 07/27 (19)
- 07/13 - 07/20 (18)
- 07/06 - 07/13 (60)
- 06/29 - 07/06 (53)
- 06/22 - 06/29 (49)
- 06/15 - 06/22 (11)
- 06/08 - 06/15 (4)
Popular Posts
-
Olahraga teratur sangat penting untuk kesehatan tubuh, mencegah dan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit mulai dari osteoporosis hin...
-
Konsep Teori Transkultural dalam Keperawatan APLIKASI TEORI TRANSCULTURAL NURSING DALAM PROSES KEPERAWATAN Rahayu Iskandar, Ners, M.Kep PEND...
-
Setelah beberapa minggu ini cari materi buat postingan baru, mendadak dapat inspirasi setelah rekan Anton Wijaya menulis di buku tamu Keper...
-
Prelevansi penyakit kulit di Indonesia cukup tinggi baik oleh bakteri, virus atau jamur. Selain itu bergantung pada lingkungan dan kondisi...
-
KTI KEBIDANAN HUBUNGAN USIA TERHADAP PERDARAHAN POSTPARTUM DI RSUD BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan wanita merupakan hal yang s...
-
Mortalitas dan morbiditas pada wanita hamil dan bersalin adalah masalah besar dinegara berkembang dan dinegara miskin. Sekitar 25 – 50% ke...
-
Hematemesis, melena, and hematochezia are symptoms of acute gastrointestinal bleeding. Bleeding that brings the patient to the physician is...
-
Malu banget kan kalo nafas kita bau alias bau mulut apa lagi kalo kita ngomong dengan orang lain lalu tiba-tiba orang tersebut menjauh wah...
-
Mengajarkan senam membantu fisik mendorong istirahat dan relaksasi rutinitis fisik kemudian di buat pada masa antenatal untuk meningkatkan...
-
Jangan kira semua aktivitas menyehatkan benar-benar membuat Anda sehat. Untuk beberapa kebiasaan, hal itu justru bisa membuat Anda s...
© ASUHAN KEPERAWATAN 2013 . Powered by Bootstrap , Blogger templates and RWD Testing Tool Published..Gooyaabi Templates
