Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Kerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Kerja. Tampilkan semua postingan
Jumat, 18 September 2009
Memecahkan Konflik Pada Pekerjaan
Konflik pada pekerjaan dapat sangat memusingkan dan sangat menekan anda yang mengalaminya (stressfull) dan berlawanan dengan produktifitas kerja dari pekerjaan yang anda kerjaan. Belajarlah menghadapi orang lain dan pecahkan siituasinya:
Putuskan apakah anda ingin menghadapi orang yang mengganggu ada. Biasanya akan lebih baik dengan memperdengarkan keluhan di depan daripada membiarkan konflik memburuk.
Bicarakan pada orang lain dengan santai, secara rasional dan sopan. Fokuskan pada keadaan/situasi dan fakta, hindari gosip dan serangan personal.
Berhati-hati, jangan mengekspesikan permusuhan pada bahasa tubuh anda, ekspresi muka atau nada bicara. Jadiah orang yang tegas (assertive) tanpa menjadi agresif (aggressive).
Dengarkan orang lain dengan hati-hati. Apa saja yang coba mereka katakan kepada anda? Pastikan anda memahami posisi mereka.
Nyatakan ketertarikan pada pernyataan orang lain. Anda boleh mengakui ide-ide, pendapat atau gagasan mereka tanpa harus menyetujui atau tunduk pada ide pendapat atau gagasannya. Katakan, “anda memahami bahwa mereka merasa seperti ini. Seperti inilah yang saya rasakan,” berikan pengakuan yang diperlukan.
Komunikasikan dengan jelas apa yang anda inginkan, tawarkan usul, ide atau gagasan positif dan rekomendasi pemecahannya.
Bicarakan dengan supervisor anda apabila suatu masalah dengan teman kerja yang sulit di ajak komunikasi dan secara serius hal ini mengancam pekerjaan anda - tapi hindarilah merengek.
Berhadapan dengan permasalahan yang berhubungan dengan personal/kepribadian seseorang dengan mencoba memahami apa dorongan/motivasi mereka bertingkah laku, kemudian ambillah tindakan-tondakan yang sesuai dengan apa jenis dan tipe kepribadiannya. Setelah anda menangkap mengapa orang-orang bertindak dan bertingkah laku seperti yang mereka kerjakan, anda akan bisa berinteraksi dengan mereka dengan lebih efektif.
Sebagai contoh, bersikap tegas dengan orang-orang penggertak/penggangu di tempat kerja – jangan biarkan mereka menekan anda untuk melakukan hal apapun yang tidak anda inginkan dan kehendaki, dan kuatkan pendapat-pendapat anda, tapi bertindaklah dengan sedikit hati-hati.
Dekat para complainer, hindari tindakan terlalu simpatik apabila anda merasa complaint mereka dengan dukungan lemah; sebagai gantinya, tanyakan atau minta apa tindakan jangka pendek yang mereka rencanakan untuk merubah situasinya. Dengan jujur mintalah kepada mereka apa yang mereka inginkan.
Sabtu, 07 Februari 2009
Bahan Irritants dan Kualitas Udara Pada Kolam Renang Indoor
Para penjaga atau pengelola kolam renang mungkin sering mendapat keluhan seperti mata perih, iritasi hidung atau susah bernafas setelah berenang atau menghirup udara di kolam renang, khususnya pada kolam renang indoor (dalam ruangan). Penelitian baru menunjukkan bahwa gejala-gejala tersebut mungkin menjadi sebuah indikasi yang menunjukkan bahwa kondisi air dan kualitas udara dalam ruangan pada kolam renang indoor yang buruk yang disebabkan oleh terbentukknya bahan-bahan irritans di dalam air dan udara, yang disebut dengan chloramine.
Bahan-bahan irritants di udara pada kolam renang biasanya merupakan campuran dari hasil samping chlorine dari desinfektan. Hasil samping adalah hasil dari ikatan chlorine dengan keringat dan air seni para perenang yang menggunakan kolam renang. Semakin meningkatnya konsentrasi hasil samping di dalam air, maka konsentrasi tersebut akan menyebar ke lingkungan udara di sekitar ruangan. Menghirup udara yang mengandung banyak bahan-bahan irritants dapat menyebabkan gejala-gejala gangguan yang bervariasi yang tergantung pada konsentrasi dari bahan irritant yang ada di dalam udara dan jumlah udara yang dihirup. Tanda dan gejala karena kontak dengan bahan-bahan irritant dapat meliputi gejala ringan seperti bunyi wheezing, hingga gejala berat seperti penyakit paru-paru dan bisa terjadi asma tipe 1-3. Juga diketahui bahwa menghirup udara yang mengandung bahan irritant secara terus menerus bisa meningkatkan sensitifitas jenis terhadap bahan iritant lainnya seperti jamur dan bakteri sehingga lebih mudah atau rentan terhadap jamur dan bakteri.
Pembentukan bahan-bahan iritants tersebut di udara adalah merupakan bagian yang berhubungan dengan pergantian udara. Pergerakan yang buruk dari udara segar diatas permukaan kolam renang, bercampur dengan penggunaan peralatan daur ulang udara untuk mengontrol pemanas, menjadikan pertukaran udara yang buruk. Peralatan daur ulang udara atau Recycler mengeluarkan uap dari udara, tapi peralatan ini tidak mengambil banyak udara segar dari luar. Hal ini akan lebih efisien dan hemat biaya untuk pemanas, tapi resiko atau bahaya kesehatan bagi pelanggan dan staff atau karyawan yang bekerja di ruangan tersebut yang berhubungan dengan penggunaan yang berlebihan dari alat ini lebih penting ketimbang unsur keuntungan finansial yang didapatkan.
Tanpa udara segar yang cukup, daur ulang udara yang mengalir melalui kolam renang menjadi larut dengan hasil samping khlorinasi (desinfeksi dengan khlor) sehingga tidak bisa lagi menyerap hasil samping baru yang berasal dari air kolam renang. Dikarenakan peralatan daur ulang tidak mengeluarkan semua hasil samping yang ada di udara, mereka membiarkan bahan-bahan irritant terakumulasi sehingga dapat mencapai tingkat yang tidak sehat. Sebagai tambahan, apabila udara tercampur dengan bahan-bahan irritant, bahan irritants baru dalam air kolam renang akan tetap berada dalam kolam renang yang dapat menyebabkan iritasi yang lebih parah, seperti mata perih, mata kemerahan pada para perenang. Udara segar amat penting, klorinasi dapat menjadi sebuah cara yang efektif untuk membersihkan kolam air renang dari hasil samping, tapi hal ini tidak berlaku apabila udara sudah tercampur dengan bahan-bahan irritant.
Masalah kualitas udara yang jelek pada kolam renang dapat diatasi melalui kombinasi langkah-langkah pencegahan. Memperbaiki dan meningkatkan pergerakan udara diatas kolam renang dan meningkatkan tingkat perputaran udara akan dapat mengurangi tingkat bahan irritants di udara. Salah satu pilihan adalah dengan membuka semua pintu dan jendela di ruangan kolam renang atau gunakan kipas angin untuk meningkatkan aliran udara melalui permukaan kolam renang pada saat para perenang menggunakan kolam renang. Pada saat chlorinasi tingkat tinggi, lakukan hal yang sama. Pastikan juga bahwa sistem daur ulang udara selalu membawa cukup udara segar. Tingkat desinfektan yang cukup dan selalu memonitor kualitas air juga dapat membantu mengurangi tingkat irritants dengan menurunkan campuran chlorin dalam air.
Tingkat campuran chlorine di dalam air bisa dikurangi dengan menambahkan bahan-bahan system penambah desinfektan seperti sinar ultraviolet atau ozone (udara murni). Sebagai tambahan dalam mengatasi masalah kualitas udara yang buruk di kolam renang diperlukan hygiene atau kebersihan yang baik. Memberikan para perenang fasilitas shower sebelum masuk ke kolam renang dan memperkenalkan serta mempromosikan dengan teratur kepada para perenang untuk menggunakan kamar mandi untuk mengurangi jumlah urine di dalam kolam renang yang akan menurunkan pembentukan bahan-bahan irritants
Untuk kesehatan staf dan pelanggan, ingatlah bahwa semua kolam renang indoor membutuhkan pertukaran udara segar yang cukup dan semua kolam renang membutuhkan kualitas air yang baik. Hal ini akan membantu membuat semua kolam renang lebih sehat dan tempat yang lebih menyenangkan untuk tempat bermain bagi pelanggan dan tempat bekerja bagi staff atau karyawan kolam renang.
Sumber: Division of Parasitic Diseases, National Center for Zoonotic, Vector-borne, and Enteric Diseases.
Selasa, 28 Oktober 2008
Keselamatan Kerja, Mencegah dan Menghindari Tertularnya Penyakit Dari Pasien Bagi Tenaga/Pekerja diBidang Kesehatan
Sebagai seorang pekerja di bidang kesehatan seperti perawat, dokter atau tenaga lainnya non kesehatan yang berada dalam lingkungan perawatan kesehatan, anda mungkin akan terpapar dengan banyak sekali sumber infeksi yang berbeda-beda. Penyakit infeksi dapat ditularkan oleh darah penderita yang terinfeksi, cairan tubuh penderita, udara, secret pernafasan atau dengan cara kontak langusng dengan bahan-bahan atau material lainnya yang bersifat infeksius. Anda dapat melindungi diri anda dari penularan infeksi dengan mengikuti petunjuk pengendalian infeksi ditempat kerja, menggunakan alat pelindung diri seperi masker atau sarung tangan dan alat pelindung diri lainnya dan memperlakukan darah dan cairan tubuh pasien sebagai sumber penularan atau infeksi. Artikel ini akan membahas tentang beberapa infeksi yang mungkin ditularkan pada tempat kerja dan cara-cara mencegah atau menghindarinya.
Penularan infeksi melalui darah dan cairan tubuh dan bagaimana melindungi diri dari penularan?
Banyak sekali jenis infeksi yang dapat ditularkan melalui darah atau cairan tubuh. Hiv atau human immunodeficiency virus dan hepatitis B virus adalah contoh yang paling umum. Akan tetapi, infeksi yang disebabkan oleh virus dan bakteri lainnya seperti sipilis dan hepatitis C dapat juga ditularkan melalui darah dan cairan tubuh lainnya.
Berikut adalah petunjuk yang dapat membantu melindungi diri anda dari penularan infeksi oleh darah dan cairan tubuh:
- Anggaplah setiap pasien berstatus infeksi dan hindari kontak langsung dengan penderita atau kontak dengan darah dan cairan tubuh pasien yang lain.
- Hindari tindakan yang beresiko tinggi pada saat menggunakan jarum suntik atau alat tajam lainnya termasuk gunting, pisau bedah dan alat tajam lainnya. Sebagai contoh, dengan berhati-hati menempatkan alat tajam pada tempatnya, berhati-hati dalam menggunakan jarum suntik dan lain sebagainya.
- Gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan, pelingdung wajah untuk menghindari percikan darah pada kulit dan mata pada saat menjalankan prosedur seperti pembedahan, injeksi, infus atau perawatan luka infeksi dan lain sebagainya.
- Pastikan bahwa anda mempunyai imunisasi hepatitis B. Vaksin ini sebaiknya diberikan kepada anda para pekerja dalam bidang perawatan kesehatan.
Apakah semua darah dan cairan tubuh membawa kuman pathogen yang dapat menular menular?
Beberapa cairan tubuh seperti air mata, keringat, air liur, urine, dan muntahan tidak perlu dipikirkan membawa patogen yang ditularkan lewat darah kecuali cairan tersebut secara nyata terkontaminasi dengan darah. Urin/air kencing atau feces atau tinja mungkin berisi bakteri atau pembawa penularan yang tidak dianggap sebagai patogen yang ditularkan melalui darah. Kebanyakan cairan tubuh lain seperti cairan vagina, air mani, cairan daerah sekitar jantung (pericardial), cairan daerah peritoneal, cairan tulang pada sendi, cairan amnion, cairan pleura, cairan serebrospinal dapat menjadi media transmisi patogen melalui darah.
Apa yang sebaiknya dilakukan jika anda kontak dengan darah pasien melalui proses perawatan luka, operasi, jarum suntik dan lain sebagainya?
Jika hal-hal tersebut terjadi, secepatnya beritahukan hal tersebut kepada bagian layanan service kepegawaian atau pimpinan anda. Jika kulit anda terdapat luka karena jarum suntik atau perlatan tajam lainnya, atau cairan darah masuk ke dalam mata, mulut atau ke dalam kulit yang terluka, sebaiknya anda dan pasien juga dilakukan pemeriksaan. Darah atau cairan tubuh pasien saat ini dan setelah terinfeksi sebaiknya juga diperiksa.
Jika darah pasien ternyata terinfeksi oleh virus hepatitis B, disamping imuniasai, anda sebaikya diberikan hepatitis B immuno globulin. Jika darah atau cairan tubuh pasien terinfeksi sipilis, anda akan diobati dengan beberapa antibiotik khusus sipilis. Jika darah atau cairan pasien terinfeksi HIV, anda mungkin perlu mengkonsumsi obat-obat pencegahan selama 4 minggu. Obat-obat tersebut sebaiknya dimulai dalam beberapa jam setelah kejadian terjadi. Tergantung resiko-resiko paparan dari darah atau cairan tubuh pasien, anda sebaiknya melakukan pemeriksaan darah secara berulang-ulang selama 6-9 bulan sehingga jika ada perkembangan penularan dari pasien ke dalam diri anda, hal itu akan dapat ditemukan secepat mungkin.
Bagaimana jika kulit anda terkena percikan darah?
Jika kulit anda terkena darah atau cairan tubuh pasien dengan kondisi kulit tanpa mengalami luka, robek, tergores atau terpotong, sebetulnya hal ini tidak beresiko untuk terkena penularan infeksi dari percikan darah atau cairan tubuh yang terjadi pada kulit anda. Jika kulit anda terkena percikan darah, sesegera mungkin cuci daerah yang terkena percikan dan area sekitar percikan darah tersebut.
Jika anda tidak pernah terkena cacar air atau varicella atau chickenpox, apakah sebaiknya anda perlu mendapatkan vaksin varicella?
Bahkan jika anda tidak ada riwayat terkena infeksi cacar air atau varicella, anda sebaiknya melakukan pemeriksaan darah untuk memeriksa imunitas anda. Hampir semua orang dewasa mempunyai kekebalan terhadap cacar air, bahkan jika mereka tidak mempunyai riwayat terserang penyakit tersebut. Jika hasil pemeriksaan darah menyatakan bahwa anda tidak kebal terhadap varicella, anda sebaiknya mendapatkan dua suntikan varicella secara bertahap. Jika anda tidak divaksinasi, anda mempunyai resiko terinfeksi chickenpox atau varicella dan menularkannya ke pasien-pasien lainnya.
Jika kondisinya anda pernah terkena varicella, dapatkah anda terinfeksi varicella kembali melalui penularan dari pasien?
Adanya suatu riwayat terinfeksi chickenpox pada seseorang biasanya berarti bahwa orang tersebut sudah kebal terhadap penyakit tersebut. Akan tetapi, pada beberapa kasus (jarang sekali) dapat mengalami terinfeksi varicella atau chickenpox untuk kedua kalinya. Hal ini dapat terjadi bahkan jika pada suatu test pemeriksaan darah menunjukkan anda kebal terhadap varicella.Tidak ada cara tertentu yag berhasil 100% untuk menghindari penularan chickenpox atau cacar air atau varicella. Penyakit infeksi chickenpox yang kedua kalinya biasanya mempunyai gejala dan tanda yang lebih ringan. Jika anda tertular infeksi varicella untuk yang kedua kalinya karena kontak dengan pasien sesegera mungkin ceritakan hal ini pada supervisor anda sehingga anda dapat berhenti kerja untuk menghindari penyebaran kepada pasien lain melalui kontak pada waktu melakukan perawatan.
Bagaimana dengan potensi tertularnya pertusis? Dapatkah dicegah dengan imunisasi?
Pada usia anak, setelah mendapatkan imunisasi anti pertussis, kekebalan tehadap pertussis hanya bertahan sampe mereka berusia belasan tahun.Hal ini berari bahwa pada usia belasan tahun dan usia dewasa dapat terkena infeksi pertussis. Maka perlu diberikan vaksinasi yang dikenal dengan imunisasi booster pada pertussis yang tersedia bagi anak usia belasan tahun/remaja dan orang dewasa. Pada orang dewasa yang bekerja pada dunia atau bidang perawatan kesehatan seperti rumah dakit, klinik kesehatan, puskesmas dan instansi perawatan kesehatan lainnya, sebaiknya diberikan imunisasi booster untuk pertussis sekali setiap 10 tahun untuk mengurangi potensi tertularnya pertussis.
Sabtu, 19 Juli 2008
Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Di era globalisasi dengan persaingan bebas dan terbuka, sosialisasi dan penggunaan standart acuan untuk industri seperti standart kualitas, manajemen kualitas, manajemen lingkungan dan juga kesehatan dan keselamatan kerja. Definisi atau pengertian dari sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja adalah merupakan bagian dari sistem manajemen keseluruhan yang meliputi struktur organisasi, perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan atau implementasi, prosedur, proses dan sumber daya-sumber daya yang diperlukan dalam pengembangan dan penerapannya, studi pencapaian dan pemeliharaan dari kebijakan kesehatan dan keselamatan kerja agar pengendalian resiko yang berhubungan dengan aktifitas kerja, penggunaan alat, penciptaan tempat kerja yang aman dan nyaman, produktif dan efisien.
Target dan Tujuan
Target dan tujuan dari manajemen sistem kesehatan dan keselamatan kerja adalah untuk menciptakan kesehatan dan keselamatan kerja dalam tempat kerja di semua bagain yang terkait didalamnya sehingga dapat dicegah dan dikurangi timbulnya kecelakaan dan penyakit yang menyebabkan dan mepengaruhi kerja serta penciptaan lingkungan kerja yang aman dan nyaman, efisien dan produktif dalam bekerja.
Alasan-alasan dalam penerapan sistem manajemen kesehatan dan keselamtan kerja
Karena kesehatan dan keselamatan kerja adalah bukan semata-mata kebutuhan pemerintah, masyarakat, pasar, atau dunia internasioanal akan tetapi juga merupakan tanggung jawab dari para pengusaha untuk menyediakan tempat kerja yang aman dan nyaman bagi para pekerjanya. Disamping itu, penerapan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja juga mempunyai banyak keuntungan bagi industri seperti:
Keuntungan langsung
- Dapat mengurangi jam kerja yang hilang yang dikarenakan karena kecelakaan kerja.
- Menghindari hilangnya nyawa ataupun benda material perusahaan karena kecelakaan kerja
- Menciptakan tempat kerja yang produktif dan efisien karena pekerja merasa aman dalam tempat kerja.
- Meningkatkan image atau nama baik perusahaan pada pasar
- Menciptakan hubungan yang harmonis antara perusahaan dan pekerjanya
- Perawatan terhadap alat dan mesin kerja menjadi lebih baik sehingga alat dan mesin perusahaan menjadi tahan lama dan megurangi biaya untuk pembelian alat baru yang rusak.
Komitmen dan Kebijakan
- Komitmen dan Kepemimpinan
- Penilaian awal tentang kesehatan dan keselamatan kerja
- Kebijakan tentang kesehatan dan keselamatan kerja
- Perencanaan identifikasi bahaya, penilaian dan pengendalian resiko
- Peraturan perundangan dan aturan lainnya
- Traget dan tujuan yagn ditetapkan
- Penentuan indikator kinerja
- Perencanaan awal dan aktifitas yang sedang berlangsung
- Jaminan Ketrampilan
- Sumberdaya manusia, alat dan material (dana atau uang)
- Integrasi
- Tanggung jawab
- Konsultasi, motivasi dan penghargaan
- Latihan dan kompensasi
- Komuinikasi
- Pencatatan
- Dokumentasi
- Proses dan operasi dokumen
- Pemeliharaan catatan dan manajemen informasi
- Mengidentifikasi sumber bahaya
- Penilaian faktor resiko
- Tindakan-tindakan yang diambil
- Skema dan rekayasa alat
- Tindakan administratif
- Tinjauan ulang kontrak
- Pembelian
- Prosedur dalam menghadapi keadaan darurat dan bencana yang timbul
- Prosedur dalam menghadapai kecelakan
- Perencanaan prosedur pertolongan keadaan darurat
- Inspeksi dan evalusi
- Audit sistem manajemen kesehatan dan keselamtan kerja
- Tindakan perbaikan dan pencegahan
Kesimpulan
Dengan banyaknya keuntungan yang dapat diperoleh dari penerapan sistem manjemen kesehatan dan keselamatan kerja dan juga penerapan yang memenuhi kualifikasi yang sudah ditetapkan undang-undang atau peraturan yagn ditetapkan baik dalam perusahaan kecil, menengah ataupun industri besar akan mebuat industri tersebut lebih kompetitif, aman dan efisien serta produktif dalam menghadapi era globalisasi
Langganan:
Postingan
(
Atom
)
Blog Archive
-
2015
(10)
- 10/11 - 10/18 (1)
- 09/13 - 09/20 (1)
- 09/06 - 09/13 (1)
- 07/05 - 07/12 (1)
- 05/17 - 05/24 (6)
-
2014
(1)
- 04/13 - 04/20 (1)
-
2012
(770)
- 02/19 - 02/26 (5)
- 02/12 - 02/19 (10)
- 02/05 - 02/12 (4)
- 01/29 - 02/05 (27)
- 01/22 - 01/29 (88)
- 01/15 - 01/22 (101)
- 01/08 - 01/15 (169)
- 01/01 - 01/08 (366)
-
2011
(4477)
- 12/25 - 01/01 (336)
- 12/18 - 12/25 (62)
- 12/11 - 12/18 (70)
- 12/04 - 12/11 (77)
- 11/27 - 12/04 (40)
- 11/20 - 11/27 (67)
- 11/13 - 11/20 (198)
- 11/06 - 11/13 (187)
- 10/30 - 11/06 (340)
- 10/23 - 10/30 (32)
- 10/16 - 10/23 (109)
- 10/09 - 10/16 (80)
- 08/14 - 08/21 (75)
- 08/07 - 08/14 (81)
- 07/31 - 08/07 (82)
- 07/24 - 07/31 (65)
- 07/17 - 07/24 (91)
- 07/10 - 07/17 (47)
- 07/03 - 07/10 (44)
- 06/26 - 07/03 (53)
- 06/19 - 06/26 (59)
- 06/12 - 06/19 (47)
- 06/05 - 06/12 (65)
- 05/29 - 06/05 (63)
- 05/22 - 05/29 (77)
- 05/15 - 05/22 (115)
- 05/08 - 05/15 (65)
- 05/01 - 05/08 (104)
- 04/24 - 05/01 (45)
- 04/17 - 04/24 (70)
- 04/10 - 04/17 (134)
- 04/03 - 04/10 (72)
- 03/27 - 04/03 (18)
- 03/20 - 03/27 (47)
- 03/13 - 03/20 (68)
- 03/06 - 03/13 (40)
- 02/27 - 03/06 (56)
- 02/20 - 02/27 (77)
- 02/13 - 02/20 (76)
- 02/06 - 02/13 (198)
- 01/30 - 02/06 (194)
- 01/23 - 01/30 (132)
- 01/16 - 01/23 (196)
- 01/09 - 01/16 (202)
- 01/02 - 01/09 (121)
-
2010
(2535)
- 12/26 - 01/02 (156)
- 12/19 - 12/26 (65)
- 12/12 - 12/19 (73)
- 12/05 - 12/12 (84)
- 11/28 - 12/05 (80)
- 11/21 - 11/28 (68)
- 11/14 - 11/21 (63)
- 11/07 - 11/14 (50)
- 10/31 - 11/07 (50)
- 10/24 - 10/31 (36)
- 10/17 - 10/24 (58)
- 10/10 - 10/17 (35)
- 10/03 - 10/10 (31)
- 09/26 - 10/03 (21)
- 09/19 - 09/26 (26)
- 09/12 - 09/19 (55)
- 09/05 - 09/12 (65)
- 08/29 - 09/05 (33)
- 08/22 - 08/29 (70)
- 08/15 - 08/22 (45)
- 08/08 - 08/15 (35)
- 08/01 - 08/08 (37)
- 07/25 - 08/01 (27)
- 07/18 - 07/25 (19)
- 07/11 - 07/18 (30)
- 07/04 - 07/11 (56)
- 06/27 - 07/04 (28)
- 06/20 - 06/27 (22)
- 06/13 - 06/20 (30)
- 06/06 - 06/13 (21)
- 05/30 - 06/06 (5)
- 05/16 - 05/23 (6)
- 05/09 - 05/16 (29)
- 05/02 - 05/09 (59)
- 04/25 - 05/02 (28)
- 04/18 - 04/25 (38)
- 04/11 - 04/18 (70)
- 04/04 - 04/11 (59)
- 03/28 - 04/04 (65)
- 03/21 - 03/28 (89)
- 03/14 - 03/21 (218)
- 03/07 - 03/14 (95)
- 02/28 - 03/07 (135)
- 02/21 - 02/28 (102)
- 01/03 - 01/10 (68)
-
2009
(1652)
- 12/27 - 01/03 (36)
- 12/20 - 12/27 (22)
- 12/13 - 12/20 (100)
- 12/06 - 12/13 (45)
- 11/29 - 12/06 (24)
- 11/22 - 11/29 (22)
- 11/15 - 11/22 (19)
- 11/08 - 11/15 (28)
- 11/01 - 11/08 (11)
- 10/25 - 11/01 (17)
- 10/18 - 10/25 (38)
- 10/11 - 10/18 (33)
- 10/04 - 10/11 (15)
- 09/27 - 10/04 (21)
- 09/20 - 09/27 (7)
- 09/13 - 09/20 (84)
- 09/06 - 09/13 (35)
- 08/30 - 09/06 (48)
- 08/23 - 08/30 (118)
- 08/16 - 08/23 (26)
- 08/09 - 08/16 (34)
- 08/02 - 08/09 (35)
- 07/26 - 08/02 (31)
- 07/19 - 07/26 (14)
- 07/12 - 07/19 (16)
- 07/05 - 07/12 (28)
- 06/28 - 07/05 (26)
- 06/21 - 06/28 (76)
- 06/14 - 06/21 (26)
- 06/07 - 06/14 (21)
- 05/31 - 06/07 (43)
- 05/24 - 05/31 (38)
- 05/17 - 05/24 (26)
- 05/10 - 05/17 (52)
- 05/03 - 05/10 (15)
- 04/26 - 05/03 (38)
- 04/19 - 04/26 (32)
- 04/12 - 04/19 (22)
- 04/05 - 04/12 (20)
- 03/29 - 04/05 (40)
- 03/22 - 03/29 (43)
- 03/15 - 03/22 (18)
- 03/08 - 03/15 (14)
- 03/01 - 03/08 (22)
- 02/22 - 03/01 (12)
- 02/15 - 02/22 (9)
- 02/08 - 02/15 (11)
- 02/01 - 02/08 (19)
- 01/25 - 02/01 (37)
- 01/18 - 01/25 (21)
- 01/11 - 01/18 (33)
- 01/04 - 01/11 (31)
-
2008
(700)
- 12/28 - 01/04 (13)
- 12/21 - 12/28 (9)
- 12/14 - 12/21 (57)
- 12/07 - 12/14 (5)
- 11/30 - 12/07 (18)
- 11/23 - 11/30 (33)
- 11/16 - 11/23 (31)
- 11/09 - 11/16 (23)
- 11/02 - 11/09 (18)
- 10/26 - 11/02 (11)
- 10/19 - 10/26 (15)
- 10/12 - 10/19 (13)
- 10/05 - 10/12 (25)
- 09/28 - 10/05 (2)
- 09/21 - 09/28 (14)
- 09/14 - 09/21 (19)
- 09/07 - 09/14 (43)
- 08/31 - 09/07 (3)
- 08/24 - 08/31 (33)
- 08/17 - 08/24 (65)
- 08/10 - 08/17 (4)
- 08/03 - 08/10 (26)
- 07/27 - 08/03 (6)
- 07/20 - 07/27 (19)
- 07/13 - 07/20 (18)
- 07/06 - 07/13 (60)
- 06/29 - 07/06 (53)
- 06/22 - 06/29 (49)
- 06/15 - 06/22 (11)
- 06/08 - 06/15 (4)
Popular Posts
-
Konsep Teori Transkultural dalam Keperawatan APLIKASI TEORI TRANSCULTURAL NURSING DALAM PROSES KEPERAWATAN Rahayu Iskandar, Ners, M.Kep PEND...
-
Setelah beberapa minggu ini cari materi buat postingan baru, mendadak dapat inspirasi setelah rekan Anton Wijaya menulis di buku tamu Keper...
-
KTI KEBIDANAN HUBUNGAN USIA TERHADAP PERDARAHAN POSTPARTUM DI RSUD BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan wanita merupakan hal yang s...
-
PATHWAY ASFIKSIA NEONATORUM Klik pada gambar untuk melihat pathway Download Pathway Asfiksia Neonatorum Via Ziddu Download Askep Asfiksia N...
-
PROSES KEPERAWATAN KOMUNITAS Pengertian - Proses keperawatan adalah serangkaian perbuatan atau tindakan untuk menetapkan, merencana...
-
Konsep Dasar Diagnosa Keperawatan Aktual BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sebagai suatu aspek yang terpenting dalam proses kepera...
-
Prelevansi penyakit kulit di Indonesia cukup tinggi baik oleh bakteri, virus atau jamur. Selain itu bergantung pada lingkungan dan kondisi...
-
Pathway Hematemesis Melena Klik pada gambar untuk melihat pathway Download Pathway Hematemesis Melena Via Ziddu
-
DEFINISI Ikterus ialah suatu gejala yang perlu mendapat perhatian sungguh-sungguh pada neonatus. Ikterus ialah suatu diskolorasi kuning pa...
-
Gangguan Masalah Eliminasi ALVI Konstipasi Konstipasi merupakan keadaan individu yang mengalami atau berisiko tinggi mengalami stasis usus b...
© ASUHAN KEPERAWATAN 2013 . Powered by Bootstrap , Blogger templates and RWD Testing Tool Published..Gooyaabi Templates
