• home

ASUHAN KEPERAWATAN

  • HOME
  • DOWNLOAD ASUHAN KEPERAWATAN
  • Cara Mendapatkan Password
Tampilkan postingan dengan label Learning. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Learning. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 November 2008

Cuci Otak 2

di 20.40 Label: Learning
Kuliah yang paling menguras pemikiran saya adalah sains keperawatan. Setiap minggu dicecar dengan tugas dan penelusuran literatur. Berbekal bahasa Inggris pas-pasan (nearly fluent)menyusun makalah dengan bahasa dan istilah level tinggi (menurut kami). What did tutor comment them?

Saya hargai Anda telah bekerja keras untuk menyusun paper ini. Presentasi Anda sangat baik. Penjelasan anda dalam makalah juga menggunakan sumber-sumber up to date dari internet maupun buku-buku textboo. Saluut.

Sudah kami pahami, setiap pembelajar pasti tahu bahwa statement seperti itu adalah suatu bentuk reinforcement positif. Sebagai orang sehat, kami juga senang mendapat pujian. Tapi kami juga tahu, bahwa pasti statemen itu ada paradoksnya (saya juga tidak tahu penggunaan kata ini tepat atau tidak).

Dan seperti yang telah kami pikirkan. Statemen berikutnya adalah suatu penilaian jujur dari beliau. Kalau sudah mengutip X dan Y dan Z, selanjutnya apa? What next?Menurut penilaian jujur saya, tulisan ini masih belum menunjukkan kelas Anda!

Nah apa pula ini. Kelas apa yang dimaksud?

Anda sudah S2 bukan? Anda sudah mampu melakukan analisis bahkan meta analisi. Jadi lakukan sesuatu dari yang Anda baca. Jangan disalin langsung semuanya. Informasi yang telah Anda dapatkan itu rumuskan sesuatu menurut penilaian Anda?

Woooooo, kami hampir serentak ber "wooo" ria. Ini, yang disebut kelas. Kami pun serentak tertawa, mentertawai kebodohan seorang calon Master. Berhari-hari kami bekerja menelusuri literatur yang tidak gratis tentunya. Mengutip sumber-sumber, menyusun kutipan-kutipan (menyalin) menjadi paragraf yang bersambungan kemudian berdiskusi dengan alot, hanya menghasilkan suat karya yang tidak berkelas.

Marah? Jelas tidak. Kami semua pembelajar. Belajar harus totalitas. Artinya harus sanggup menerima apapun yang ingin dipelajari meskipun kadang bertolak belakang dengan kebiasaan kita setiap hari. Membalik balik memori, membongkar, kemudian menata kembali dengan perekat-perekat yang lebih baik.

Saya lebih suka menggunakan kata cuci otak. Untuk dapat menerima informasi dengan baik, otak kita harus dicuci. Semua harus bersih dari prasangka. Biarkanlah informasi mengalir dan membentuk sedimentasi baru dalam memori kita.

Hampir tujuh tahun saya meyakini, logika berpikir yang saya anut. Memahami dasar dasar sains keperawatan, filosofi, paradigma, model konseptual, grand theory, middle range theory, sampai dengan practical theory. Menalar korelasi semua konsep yang ada, selanjutnya mensintesis hal-hal baru. Sungguh sangat menantang emotional stability.

Sains keperawatan memang merupakan basis praktik keperawatan profesional. Perawat praktisi sebaiknya mengenal hal ini dengan baik. Aplikasi teori-teori ini dalam praktik sesungguhnya sangat mungkin. Hanya saja pengetahuan kita yang terbatas membuat kita dibodohi oleh kecemasan. Lebih tragis lagi, dosen-dosen yang mengajar sains keperawatan di level bawah juga tidak memahami pentingnya teori ini. Jadinya ya seperti inilah kita perawat Indonesia.

Barangkali kita memang harus kembali ke titik nol (CUCI OTAK). Menguras apa yang telah kita ingat. Mendiskusikan kembali apa yang kita peroleh. Mengurai sekecil-kecilnya. Tidak pernah malu mengakui kita bodoh. Betul-betul kita refleksikan kembali melalu tutor-tutor yang sudah senior dan mempraktikkan ilmu ini. Akhirnya kita dapat menyusun lagi serpihan-serpihan tadi menjadi mozaik pengetahuan sains keperawatan mutakhir yang sahih.

Kami juga mengajak para praktisi keperawatan untuk dapat menghadiri seminar kami tentang aplikasi teori-teori ini dalam praktik. Tunggu saja kabar berikutnya.
Read More

Selasa, 21 Oktober 2008

Sindrom Kembali Sekolah

di 13.51 Label: Learning
Oleh: Wastu Adi Mulyono

Belajar seumur hidup adalah tuntutan suatu profesi. Artinya tidak ada kata "mandheg" dalam dunia profesi. Demikian juga profesi perawat. Sekali memilih perawat sebagai jalan hidup, mestinya tidak ada lagi pilihan kata berhenti belajar. Belajar yang dimaksud dapat melalui pelatihan, kursus, termasuk juga sekolah. Yang akan saya sampaikan pada posting ini adalah belajar lagi di bangku sekolah.

Hal terpenting untuk perawat berkerja yang sekolah lagi adalah menyadari adanya sindrom kembali sekolah "Shane's Returning to School Syndrom". Sindrom ini kurang lebih terdiri dari 3 tahap. Tahap pertama tahap bulan madu kemudian tahap konflik dan terakhir tahap reintegrasi. Setiap orang pasti mengalami tahapan ini baik disadari maupun tanpa disadari.

Tahap bulan madu dimulai ketika seorang diterima di sekolah yang diinginkan. Maka senyum pun mengembang. Pamer ke sejawat, membusungkan dada, seolah-olah berkata " ini lho saya masih mampu sekolah." Rasa bangga, lega dan senang bercampur aduk menjadi satu pada tahap ini.

Tahap kedua adalah tahap depresi. Terjadi ketika seorang yang sekolah mulai kewalahan antara tugas pekerjaan dan tugas sekolah. Konflik dengan teman sekelas, sejawat di kantor, keluarga bahkan atasan memenuhi tahapan ini. Tekanan yang terus menerus menuntuk penggunaan energi yang berlebihan. Semua sumber daya seolah-oleh terkuras habis. Hal ini akhirnya membawa seseorang menjadi apatis atau sebaliknya menjadi lebih dewasa dan maju.

Tahap ketiga adalah tahap resolusi. Pilihan adaptasi yang selama tahap ketiga digunakan semakin mantap dipakai. Yang apatis kuliah asal-asal saja, mengerjakan yang dibutuhkan. Yang lain menjadi lebih tertantang, berpikir positif dan mengambil setiap peristiwa seb agai proses pematangan. Atau malah gagal tidak melanjutkan pendidikan, kembali ke lapangan dan menjadi penghambat perkembangan serta troubel maker.

Setiap orang bertanggungjawab atas dirinya sendiri. Pilihan resolusi mana yang akan digunakan adalah merdeka untuk dipilih. Sarang saya meskipun kita gagal dalam beradaptasi pada saat ini, segeralah melakukan restrukturisasi cara berpikir agar kita tidak menjadi penghambat perkembangan di institusi kita atau menjadi kelompok laggard dalam distribusi perawat indonesia.

Tertarik untuk membaca lebih banyak, baca buku Conceptual Bases of Profesional Nursing karya Susan Leddy dan J Mae Pepper tahun 1993.
Read More

Senin, 01 September 2008

Menjajal Nyali

di 09.34 Label: Learning , Life Experience
Oleh: Wastu Adi Mulyono

Tidak semua orang menyukai tantangan. Para guru pun sudah sering menjelaskan bahwa kaum inovator itu hanya 1,25 % saja dari populasi. Sisanya hanya para pengikut. Kata iklan rokok "...other can only follow..."

Nyali yang besar sangat dibutuhkan oleh inovator. Semprotan adrenalin bagaikan morfin yang terus dibutuhkan seolah ketagihan. Ya memang seperti itulah seharusnya kalau kita memilih menjadi seorang inovator.

Lho apa iya inovator merupakan pilihan hidup? Menurut saya sendiri, jelas jawabannya adalah "YA" (Lha yang menulis kok). Semua orang ditakdirkan untuk menjadi dirinya sendiri. Sama halnya dengan program komputer, jika ya terus, jika tidak balik lagi. Atau sering disebut bilangan basis dua 010101 dst. Kita bisa memilih untuk diam saja seperti katak dalam tempurung atau terbang tinggi jauh seperti burung-burung bangau yang berpindah-pindah sarang setiap pergantian musim.

Berubah adalah kata kunci tulisan ini. Berubah membutuhkan nyali. Perubahan membutuhkan inovator. Lalu siapa inovator untuk perubahan diri sendiri? Ya kita sendiri.

Dua bulan belakangan ini saya melakukan beberapa uji nyali. Mulai dari mendaftar kuliah lagi ke UI meskipun belum terpikirkan darimana biayanya. Menjajal nyali membuang uang jutaan rupiah untuk mengikuti pelatihan kewirausahaan. Menjajal nyali membeli rumah di atas perhitungan kemampuan. Membuka usaha di bidang yang sama sekali tidak dikuasai. Sampai dengan menjajal nyali untuk menjadi mahasiswa lagi. Maksud saya melepas atribut kepegawaian dan kesenioran untuk mengalami lagi masa kuliah dan menjalani aturan-aturan baru.

Wah kalau cuma menjalani aturan sekolah itu sih gampang! Kata orang. Tetapi setelah mengalami bekerja cukup lama (10 tahun), tidak mudah untuk mengubah kebiasaan. Biasanya kita buat aturan, menjadi diatur. Biasanya membuat penugasan kemudian diberi tugas. Semacam post power syndrome lah. Tidak semua orang kuat. Termasuk saya.

Menjadi mahasiswa S2 keperawatan di UI adalah semacam uji nyali bagi saya. Ternyata saya tidak sendiri. Semua ternyata mengalaminya. Hal itu terbukti dari saran-saran dan komentar para senior yang memberikan penjelasan pada waktu orientasi. Semua menyarankan saling menghargai, kerjasama kelompok dan lainnya. Berulang-ulang diucapkan. Artinya hal itu sangat penting.

Belajar sebagai orang dewasa itu mudah. Tetapi belajar kelompok sesama orang dewasa, itu sangat menantang. Setiap orang punya pengalaman dan cara berpikir sendiri menurut pengalamannya. Semua telah membuktikan bahwa prinsip yang selama ini dipegang adalah benar. Buktinya mereka berhasil.

Contoh paling konkrit ketika orang dewasa berdiskusi dapat dilihat pada siarang televisi tentang berita di legislatif. Baik tingkat daerah maupun tingkat negara. Sangat menantangnya diskusi orang dewasa ini sampai-sampai harus adu jotos. Nah lho!

Uji nyali untuk bersikap bijak tidak menggurui dan saling menghormati. Bayangkan saja di kelas ada yang sudah lulus S1 20 tahun lalu dan ada juga yang fresh graduate. Semua berkumpul untuk berdiskusi. Silakan dibayangkan sendiri. Atau silakan pikirkan sendiri jika Anda sebagai Si Senior atau sebagai Si Junior. Pasti ada sedikit senyum di sudut bibir Anda!

Akhirnya saya tutup tulisan ini dengan ucapan atas nama Allah yang maha pemurah dan maha penyayang. Aku mulai untuk mencari solusi terbaik dalam tugas ini. Memerangi ketakutan dan malangkah sesuai tujuan.

Read More

Selasa, 12 Agustus 2008

Jakarta...Jakarta...

di 04.20 Label: Learning , Life Experience




Oleh: Wastu Adi Mulyono

"Jakarta!!! Jakarta!!!" Kata-kata tersebut selalu kami ucapkan dulu sewaktu kuliah di Malang. Setiap pukul 21 ke atas, pasti akan ada yang teriak jakarta jakarta. Maksud dari teriakan tersebut adalah untuk memberi kode pada penghuni kamar lain bahwa ada penghuni kamar yang akan ke Jln Jakarta untuk supper setelah dinner dari asrama tidak dapat memenuhi kebutuhan para cacing dalam perut. Kata sandi tersebut secara otomatis akan memberikan dorongan penghuni kamar yang dilewati untuk keluar jika ingin barengan atau sekedar titip beli gorengan.

Pagi ini saya upload blog ini karena, saya juga akan pergi ke Jakarta. Menjalankan tugas negara. Kuliah lagi di S2 Keperawatan UI. Peminatan Manajemen Keperawatan, jelas akan diambil. Terlintas lagi bayangan dulu tahun 1998, wah seru ke Senayan, berjuang untuk reformasi yang sudah mencapai kondisi seperti sekarang ini. Alangkah tegangnya saya ketika dikumpulkan di ruang kuliah, kemudian di ceramahi oleh Dekan menjelang keberangkatan ke Senayan. Ah itu dulu.

Sekarang pasti kondisi berubah. Meskipun US dollar masi 9000-an tetapi tidak pernah mencapai 18 ribu. Jadi meskipun tidak ada uang saku, keep optimistic. Beasiswa pasti di tangan. Gunakan saja ilmu ikhlas. Semua pasti mudah. Bahkan jika diijinkan, cukup ditempuh 18 buln saja dengan IPK 4,00 Nah Lho!

Kembali ke Jakarta seperti mengenang masa lalu. Tetapi tidak akan seperti dulu lagi. I am a different person, Man! All have changed. Dulu lajang sekarang bukan. Dulu halak Medan sekarang wong Purwokerto, kaya kuwe. Maning lagi... maning lagi..., Ngerti ora, Son. (Halo Pak Sono, remember this?)

Sengaja saya ambil kekhususan Manajemen keperawatan, karena disamping saya dapat sk nya manajemen juga karena program ini sudah tua. Yang tua biasanya tantangannya lebih berat. (maksudnya??). Mempertahankan lebih sulit dari membuat hubungan. Tuh artis-artis contohnya. Nah hal ini yang sangat menantang.

Sambil menyelam minum air. Sambil kuliah manajemen, kita coba buktikan apa benar kerajaan keperawatan dapat mensejahterakan rakyatnya. Gudang ilmu akan kita bongkar, mencari kitab-kitab sakti yang dapat mensejahterakan rakyat. Jika perlu kita terjemahkan dalam bahasa jalanan (meminjam istilah Bob Sadino). Tradisi mulai dari Jakarta ini nanti kita cari kelemahannya. Dengan kata lain, apakah tidak bisa kemajuan keperawatan dimulai dari timur (papua, maluku dll). Lha matahari saja terbit dari timur, kok kita mulai dari barat ke timur. Ya menentang matahari, jadinya silou man!!. Karena Silau jalan lebar di depan tidak kelihatan, ada trotoar pun ditabrak deh.

Nah cobalah kita melawan arus, menentang tradisi barat ke timur. Membalik keadaan menjadi dari Timur Ke Barat. Sambil menyanyi, "...dari Timur sampai ke Barat, berjajar pulau-pulau....Sambung menyambung menjadi satu... Itulah Indonesia... Indonesia tanah airku, aku berjanji padamu. Menjunjung tanah airku... Tanah airku Indonesia!!!!" kalau perlu kita teriakkan "Ners, Ners, Ners.. Hugh!!!" Wah kok enggak enak intonasinya, apa perlu ganti yell jadi "Mantri kesehatan Yeach!!" All up to you.

Cihui... Jakarta... Jakarta...
Read More
Postingan Lama Beranda
Lihat versi seluler
Langganan: Postingan ( Atom )
 photo banner300x250-biru.gif

Blog Archive

  • 2016 (1)
    • 09/18 - 09/25 (1)
      • PENGETAHUAN IBU TENTANG BIANG KERINGAT PADA BAYI 0...
  • 2015 (10)
    • 10/11 - 10/18 (1)
    • 09/13 - 09/20 (1)
    • 09/06 - 09/13 (1)
    • 07/05 - 07/12 (1)
    • 05/17 - 05/24 (6)
  • 2014 (1)
    • 04/13 - 04/20 (1)
  • 2012 (770)
    • 02/19 - 02/26 (5)
    • 02/12 - 02/19 (10)
    • 02/05 - 02/12 (4)
    • 01/29 - 02/05 (27)
    • 01/22 - 01/29 (88)
    • 01/15 - 01/22 (101)
    • 01/08 - 01/15 (169)
    • 01/01 - 01/08 (366)
  • 2011 (4477)
    • 12/25 - 01/01 (336)
    • 12/18 - 12/25 (62)
    • 12/11 - 12/18 (70)
    • 12/04 - 12/11 (77)
    • 11/27 - 12/04 (40)
    • 11/20 - 11/27 (67)
    • 11/13 - 11/20 (198)
    • 11/06 - 11/13 (187)
    • 10/30 - 11/06 (340)
    • 10/23 - 10/30 (32)
    • 10/16 - 10/23 (109)
    • 10/09 - 10/16 (80)
    • 08/14 - 08/21 (75)
    • 08/07 - 08/14 (81)
    • 07/31 - 08/07 (82)
    • 07/24 - 07/31 (65)
    • 07/17 - 07/24 (91)
    • 07/10 - 07/17 (47)
    • 07/03 - 07/10 (44)
    • 06/26 - 07/03 (53)
    • 06/19 - 06/26 (59)
    • 06/12 - 06/19 (47)
    • 06/05 - 06/12 (65)
    • 05/29 - 06/05 (63)
    • 05/22 - 05/29 (77)
    • 05/15 - 05/22 (115)
    • 05/08 - 05/15 (65)
    • 05/01 - 05/08 (104)
    • 04/24 - 05/01 (45)
    • 04/17 - 04/24 (70)
    • 04/10 - 04/17 (134)
    • 04/03 - 04/10 (72)
    • 03/27 - 04/03 (18)
    • 03/20 - 03/27 (47)
    • 03/13 - 03/20 (68)
    • 03/06 - 03/13 (40)
    • 02/27 - 03/06 (56)
    • 02/20 - 02/27 (77)
    • 02/13 - 02/20 (76)
    • 02/06 - 02/13 (198)
    • 01/30 - 02/06 (194)
    • 01/23 - 01/30 (132)
    • 01/16 - 01/23 (196)
    • 01/09 - 01/16 (202)
    • 01/02 - 01/09 (121)
  • 2010 (2535)
    • 12/26 - 01/02 (156)
    • 12/19 - 12/26 (65)
    • 12/12 - 12/19 (73)
    • 12/05 - 12/12 (84)
    • 11/28 - 12/05 (80)
    • 11/21 - 11/28 (68)
    • 11/14 - 11/21 (63)
    • 11/07 - 11/14 (50)
    • 10/31 - 11/07 (50)
    • 10/24 - 10/31 (36)
    • 10/17 - 10/24 (58)
    • 10/10 - 10/17 (35)
    • 10/03 - 10/10 (31)
    • 09/26 - 10/03 (21)
    • 09/19 - 09/26 (26)
    • 09/12 - 09/19 (55)
    • 09/05 - 09/12 (65)
    • 08/29 - 09/05 (33)
    • 08/22 - 08/29 (70)
    • 08/15 - 08/22 (45)
    • 08/08 - 08/15 (35)
    • 08/01 - 08/08 (37)
    • 07/25 - 08/01 (27)
    • 07/18 - 07/25 (19)
    • 07/11 - 07/18 (30)
    • 07/04 - 07/11 (56)
    • 06/27 - 07/04 (28)
    • 06/20 - 06/27 (22)
    • 06/13 - 06/20 (30)
    • 06/06 - 06/13 (21)
    • 05/30 - 06/06 (5)
    • 05/16 - 05/23 (6)
    • 05/09 - 05/16 (29)
    • 05/02 - 05/09 (59)
    • 04/25 - 05/02 (28)
    • 04/18 - 04/25 (38)
    • 04/11 - 04/18 (70)
    • 04/04 - 04/11 (59)
    • 03/28 - 04/04 (65)
    • 03/21 - 03/28 (89)
    • 03/14 - 03/21 (218)
    • 03/07 - 03/14 (95)
    • 02/28 - 03/07 (135)
    • 02/21 - 02/28 (102)
    • 01/03 - 01/10 (68)
  • 2009 (1652)
    • 12/27 - 01/03 (36)
    • 12/20 - 12/27 (22)
    • 12/13 - 12/20 (100)
    • 12/06 - 12/13 (45)
    • 11/29 - 12/06 (24)
    • 11/22 - 11/29 (22)
    • 11/15 - 11/22 (19)
    • 11/08 - 11/15 (28)
    • 11/01 - 11/08 (11)
    • 10/25 - 11/01 (17)
    • 10/18 - 10/25 (38)
    • 10/11 - 10/18 (33)
    • 10/04 - 10/11 (15)
    • 09/27 - 10/04 (21)
    • 09/20 - 09/27 (7)
    • 09/13 - 09/20 (84)
    • 09/06 - 09/13 (35)
    • 08/30 - 09/06 (48)
    • 08/23 - 08/30 (118)
    • 08/16 - 08/23 (26)
    • 08/09 - 08/16 (34)
    • 08/02 - 08/09 (35)
    • 07/26 - 08/02 (31)
    • 07/19 - 07/26 (14)
    • 07/12 - 07/19 (16)
    • 07/05 - 07/12 (28)
    • 06/28 - 07/05 (26)
    • 06/21 - 06/28 (76)
    • 06/14 - 06/21 (26)
    • 06/07 - 06/14 (21)
    • 05/31 - 06/07 (43)
    • 05/24 - 05/31 (38)
    • 05/17 - 05/24 (26)
    • 05/10 - 05/17 (52)
    • 05/03 - 05/10 (15)
    • 04/26 - 05/03 (38)
    • 04/19 - 04/26 (32)
    • 04/12 - 04/19 (22)
    • 04/05 - 04/12 (20)
    • 03/29 - 04/05 (40)
    • 03/22 - 03/29 (43)
    • 03/15 - 03/22 (18)
    • 03/08 - 03/15 (14)
    • 03/01 - 03/08 (22)
    • 02/22 - 03/01 (12)
    • 02/15 - 02/22 (9)
    • 02/08 - 02/15 (11)
    • 02/01 - 02/08 (19)
    • 01/25 - 02/01 (37)
    • 01/18 - 01/25 (21)
    • 01/11 - 01/18 (33)
    • 01/04 - 01/11 (31)
  • 2008 (700)
    • 12/28 - 01/04 (13)
    • 12/21 - 12/28 (9)
    • 12/14 - 12/21 (57)
    • 12/07 - 12/14 (5)
    • 11/30 - 12/07 (18)
    • 11/23 - 11/30 (33)
    • 11/16 - 11/23 (31)
    • 11/09 - 11/16 (23)
    • 11/02 - 11/09 (18)
    • 10/26 - 11/02 (11)
    • 10/19 - 10/26 (15)
    • 10/12 - 10/19 (13)
    • 10/05 - 10/12 (25)
    • 09/28 - 10/05 (2)
    • 09/21 - 09/28 (14)
    • 09/14 - 09/21 (19)
    • 09/07 - 09/14 (43)
    • 08/31 - 09/07 (3)
    • 08/24 - 08/31 (33)
    • 08/17 - 08/24 (65)
    • 08/10 - 08/17 (4)
    • 08/03 - 08/10 (26)
    • 07/27 - 08/03 (6)
    • 07/20 - 07/27 (19)
    • 07/13 - 07/20 (18)
    • 07/06 - 07/13 (60)
    • 06/29 - 07/06 (53)
    • 06/22 - 06/29 (49)
    • 06/15 - 06/22 (11)
    • 06/08 - 06/15 (4)

Popular Posts

  • Transkultural dalam Keperawatan
    Konsep Teori Transkultural dalam Keperawatan APLIKASI TEORI TRANSCULTURAL NURSING DALAM PROSES KEPERAWATAN Rahayu Iskandar, Ners, M.Kep PEND...
  • Review Blog Keperawatan
    Setelah beberapa minggu ini cari materi buat postingan baru, mendadak dapat inspirasi setelah rekan Anton Wijaya menulis di buku tamu Keper...
  • Hubungan Usia Terhadap Perdarahan Post Partum Di RSUD
    KTI KEBIDANAN HUBUNGAN USIA TERHADAP PERDARAHAN POSTPARTUM DI RSUD BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan wanita merupakan hal yang s...
  • PATHWAY ASFIKSIA NEONATORUM
    PATHWAY ASFIKSIA NEONATORUM Klik pada gambar untuk melihat pathway Download Pathway Asfiksia Neonatorum Via Ziddu Download Askep Asfiksia N...
  • PROSES KEPERAWATAN KOMUNITAS
    PROSES KEPERAWATAN KOMUNITAS Pengertian - Proses keperawatan adalah serangkaian perbuatan atau tindakan untuk menetapkan, merencana...
  • Diagnosa Keperawatan Aktual
    Konsep Dasar Diagnosa Keperawatan Aktual BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sebagai suatu aspek yang terpenting dalam proses kepera...
  • PENGETAHUAN IBU TENTANG BIANG KERINGAT PADA BAYI 0-1 TAHUN DI BPS XXXX
    Prelevansi penyakit kulit di Indonesia cukup tinggi baik oleh bakteri, virus atau jamur. Selain itu bergantung pada lingkungan dan kondisi...
  • PATHWAY HEMATEMESIS MELENA
    Pathway Hematemesis Melena Klik pada gambar untuk melihat pathway Download Pathway Hematemesis Melena Via Ziddu
  • Ikterus
    DEFINISI Ikterus ialah suatu gejala yang perlu mendapat perhatian sungguh-sungguh pada neonatus. Ikterus ialah suatu diskolorasi kuning pa...
  • Gangguan Masalah Eliminasi ALVI
    Gangguan Masalah Eliminasi ALVI Konstipasi Konstipasi merupakan keadaan individu yang mengalami atau berisiko tinggi mengalami stasis usus b...

Statistik

© ASUHAN KEPERAWATAN 2013 . Powered by Bootstrap , Blogger templates and RWD Testing Tool Published..Gooyaabi Templates