• home

ASUHAN KEPERAWATAN

  • HOME
  • DOWNLOAD ASUHAN KEPERAWATAN
  • Cara Mendapatkan Password

Sabtu, 30 Agustus 2008

Transplanatasi Rambut dan Apakah Hal Ini Merupakan Solusi Tepat Untuk anda?

di 20.29 Label: Kesehatan Rambut
Jika anda para pria atau wanita berpikir untuk melakukan transplantasi rambut, pastikan bahwa anda mempunyai harapan-harapan yang realistik tentang transplantasi tersebut. Beberapa teknik pengembalian rambut mampu memperbaiki kondisi dengan sangat baik dalam tahun-tahun pertama setelah restorasi rambut tetapi ada keterbatasannya. Kesuksesan transplantasi rambut tetap tergantung pada seberapa cepat anda kehilangan rambut dan seberapa banyak sumbangan yang dapat anda berikan untuk kesehatan rambut anda seperti perawatan rambut dan lain-lainnya.

Cara kerja transplantasi rambut.

Transplantasi dilakukan dengan mengambil donor melalui pembedahan pada sekelompok folikel rambut yang normal dan kemudian menanamnya pada tempat dimana rambut mengalami kerontokan atau tempat dimana kehilangan rambut terjadi. Pada metoda terdahulu, folikel rambut yang diambil sebagai donor sebanyak 50 folikel rambut di kulit dan menanamnya kembali sebagai suatu steker pada kulit kepala.

Dengan cara yang terbaru, pengambilan sekelompok folikel rambut yang normal hanya sebanyak 1-5 folikel rambut di kulit dan kemudian ditanamkan diantara folikel rambut yang sudah ada. Hasil yang sering terjadi adalah pertumbuhan rambut baru yang terlihat alami.

Apakah transplantasi rambut merupakan solusi yang tepat untuk anda?

Transplantasi rambut mungkin merupakan suatu solusi bagi anda wanita atau pria yang mengalami kebotakan yang berpola. Transplantasi rambut juga akan sangat membantu seseorang jika seseorang tersebut kehilangan rambut karena tergores, terbakar, karena proses terapi radiasi atau infeksi.

Untuk menjadi seorang calon cangkok rambut yang kompatibel, baik seseorang harus mempunyai rambut sehat yang cukup sebagai donor untuk dicangkokkan. Jika tidak atau jika anda menglami kehilangan rambut dengan cepat, cangkok rambut mungkin bukan merupakan pilihan yang tepat untuk anda.

Hasil yang paling baik terjadi saat ada gambaran baik pada daerah rambut yang hilang dan tumbuhnya rambut yang lebat pada sisi dan belakang kulit kepala. Mempunyai kombinasi rambut yang halus dan kasar juga sangat membantu. Warna rambut yang agak terang akan terlihat lebih natural atau alami daripada warna rambut yang lebih gelap
Read More

Jumat, 29 Agustus 2008

HEMORRHOIDS

di 20.42 Label: Askep Medikal Bedah , Kumpulan Contoh Askep

Pengertian :
Terjadi pelebaran ( dilatasi ) vena pada anus maupun rectal ( fleksus haemorrhoidalis superior dan media : haemorrhoid interna dan fleksus haemorrhoidalis inferior : haemorrhoid eksterna ).

Insiden terjadi pada usia 20 - 50 tahun.

Faktor resiko tinggi adalah :
1. Kehamilan.
2. Konstipasi yang lama.
3. Hipertensi portal.

Patofisiologi


  1. Dilatasi vena anorectal dan mengembang akibat peningkatan tekanan intra abdominal dan terbendungnya aliran darah vena daerah anorectal.
  2. Ketegangan vena yang terjadi pada jaringan lunak akan menyebabkan prolaps, ini dapat menyebabkan thrombus atau peradangan, serta terjadi perdarahan.

Manifestasi klinik :

1. Bengkak (bendungan) di dalam atau diluar rectum.
2. Nyeri.
3. Gatal daerah rectum.
4. Gangguan mukosa rectum.
5. Perdarahan pada saat b.a.b.

Diagnostik

  1. Riwayat

    • Mengkaji nyeri, gatal, atau kemungkinan perdarahan.
    • Pertanyaan kebiasaan buang air besar ; konstipasi, mengejan saat defekasi.

  2. Pemeriksaan fisik

    • Inspeksi untuk haemorrhoid eksternal ada prolaps atau internal haemorrhoid.
    • Pemeriksaan rectal toucer ( colok dubur )

  3. Proctosigmoidoscopy, untuk menentukan lokasi dan keadaan dari haemorrhoid.

Penatalaksanaan klinis

a) Tujuan untuk memberikan rasa nyaman dan menurunkan gejala.

b) Intervensi non pharmakologis

1) Memberikan posisi recumben untuk mengurangi penekanan, edema dan prolaps.
2) Memberikan makanan yang mengandung serat untuk memudahkan b.a.b tidak mengedan.
3) Meningkatkan pemasukkan cairan sehingga tinja jadi lunak.
4) Melakukan kompres dingin pada saat nyeri di daerah anus, dan lakukan rendam bokong (sitz baths) secara kontinyu untuk memberi rasa nyaman.

c) Intervensi pharmakologis

1) Menggunakan obat pelembut tinja untuk memudahkan b.a.b.
2) Laksative bila terjadi konstipasi
3) Gunakan obat luar (oles), cream dan suppositoria untuk mengurangi nyeri sedang maupun berat atau gatal.

d) Prosedur khusus medikal-surgikal.

1) Hemorrhoidectomy : pembedahan pada hemorrhoids.
2) Sclerosing pada hemorrhoid : injeksi pada jaringan sub mukosa.

KOMPILKASI

1) Perdarahan yang menyebabkan anemia.
2) Strangulasi (perlengketan).
3) Trombosis pada hemorrhoid.

Prognosis : berulang kembali 50 % setelah pengobatan sclerosing. Yang lebih baik adalah dilakukan ligasi dan hemorroidectomy.


ARTIKEL YANG BERHUBUNGAN :

  • Askep Apendicitis Akut
  • Askep DM
  • Askep Gagal Ginjal Akut
  • Askep Gagal Ginjal Kronik
  • Askep Gangren
  • Askep Intoksikasi Insektisida
  • Askep Kanker Payudara
  • Askep TBC
  • Askep Trauma Thorax
  • Askep Urolithiasis
  • Askep Hipertensi
  • Askep Luka Bakar
  • Fraktur
  • Haemoroid
  • Kista Coledocal
  • Vena Varikosa
  • WSD
  • Morbus Basedow
  • Manajemen Penanganan Bencana
  • Program Penanggulangan DBD
  • Pengobatan HIV / AIDS
  • Konsep Florence
  • Manajemen Nyeri
  • Perubahan Sistem Lansia





Popular Articles

Downloads:
Askep Medikal Bedah | Askep Anak | Pathways | Standar Buku


Asuhan Keperawatan


Bisnis Internet Yang Paling Direkomendasikan :

TLA | Bidvertiser | Chitika | Adbrite | ISM | Kumpulblogger | Adsensecamp | Ziddu




Read More

FRAKTUR

di 20.40 Label: Askep Medikal Bedah , Kumpulan Contoh Askep

DEFINISI :

  • Hilangnya kesinambungan substansi tulang dengan atau tanpa pergeseran fragmen-fragmen fraktur.
  • Terputusnya hubungan/kontinuitas jaringan tulang.

SEBAB :

  1. Trauma :

    • Langsung (kecelakaan lalulintas)
    • Tidak langsung (jatuh dari ketinggian dengan posisi berdiri/duduk sehingga terjadi fraktur tulang belakang )

  2. Patologis : Metastase dari tulang
  3. Degenerasi
  4. Spontan : Terjadi tarikan otot yang sangat kuat.

JENIS FRAKTUR

  1. Menurut jumlah garis fraktur :

    • Simple fraktur (terdapat satu garis fraktur)
    • Multiple fraktur (terdapat lebih dari satu garis fraktur)
    • Comminutive fraktur (banyak garis fraktur/fragmen kecil yang lepas)

  2. Menurut luas garis fraktur :

    • Fraktur inkomplit (tulang tidak terpotong secara langsung)
    • Fraktur komplit (tulang terpotong secara total)
    • Hair line fraktur (garis fraktur hampir tidak tampak sehingga tidak ada perubahan bentuk tulang)

  3. Menurut bentuk fragmen :

    • Fraktur transversal (bentuk fragmen melintang)
    • Fraktur obligue (bentuk fragmen miring)
    • Fraktur spiral (bentuk fragmen melingkar)

  4. Menurut hubungan antara fragmen dengan dunia luar :

    • Fraktur terbuka (fragmen tulang menembus kulit), terbagi 3 :

    1. Pecahan tulang menembus kulit, kerusakan jaringan sedikit, kontaminasi ringan, luka
    2. Kerusakan jaringan sedang, resiko infeksi lebih besar, luka >1 cm.
    3. Luka besar sampai ± 8 cm, kehancuran otot, kerusakan neurovaskuler, kontaminasi besar.

    • Fraktur tertutup (fragmen tulang tidak berhubungan dengan dunia luar)

TANDA KLASIK FRAKTUR

1. Nyeri
2. Deformitas
3. Krepitasi
4. Bengkak
5. Peningkatan temperatur lokal
6. Pergerakan abnormal
7. Ecchymosis
8. Kehilangan fungsi
9. Kemungkinan lain.

TAHAP PENYEMBUHAN TULANG

  1. Haematom :

    ? Dalam 24 jam mulai pembekuan darah dan haematom
    ? Setelah 24 jam suplay darah ke ujung fraktur meningkat
    ? Haematom ini mengelilingi fraktur dan tidak diabsorbsi selama penyembuhan tapi berubah dan berkembang menjadi granulasi.

  2. Proliferasi sel :

    ? Sel-sel dari lapisan dalam periosteum berproliferasi pada sekitar fraktur
    ? Sel ini menjadi prekusor dari osteoblast, osteogenesis berlangsung terus, lapisan fibrosa periosteum melebihi tulang.
    ? Beberapa hari di periosteum meningkat dengan fase granulasi membentuk collar di ujung fraktur.

  3. Pembentukan callus :

    ? Dalam 6-10 hari setelah fraktur, jaringan granulasi berubah dan terbentuk callus.
    ? Terbentuk kartilago dan matrik tulang berasal dari pembentukan callus.
    ? Callus menganyam massa tulang dan kartilago sehingga diameter tulang melebihi normal.
    ? Hal ini melindungi fragmen tulang tapi tidak memberikan kekuatan, sementara itu terus meluas melebihi garis fraktur.

  4. Ossification

    ? Callus yang menetap menjadi tulang kaku karena adanya penumpukan garam kalsium dan bersatu di ujung tulang.
    ? Proses ossifikasi dimulai dari callus bagian luar, kemudian bagian dalam dan berakhir pada bagian tengah
    ? Proses ini terjadi selama 3-10 minggu.

  5. Consolidasi dan Remodelling

    ? Terbentuk tulang yang berasal dari callus dibentuk dari aktivitas osteoblast dan osteoklast.

KOMPLIKASI

  1. Umum :

    ? Shock
    ? Kerusakan organ
    ? Kerusakan saraf
    ? Emboli lemak

  2. D i n i :

    ? Cedera arteri
    ? Cedera kulit dan jaringan
    ? Cedera partement syndrom.

  3. Lanjut :

    ? Stffnes (kaku sendi)
    ? Degenerasi sendi
    ? Penyembuhan tulang terganggu :

    o Mal union
    o Non union
    o Delayed union
    o Cross union

TATA LAKSANA

  1. Reduksi untuk memperbaiki kesegarisan tulang (menarik).
  2. Immobilisasi untuk mempertahankan posisi reduksi, memfasilitasi union :

    ? Eksternal ? gips, traksi
    ? Internal ? nail dan plate

  3. Rehabilitasi, mengembalikan ke fungsi semula.

ASUHAN KEPERAWATAN

  1. Riwayat perjalanan penyakit.
  2. Riwayat pengobatan sebelumnya.
  3. Pertolongan pertama yang dilakukan
  4. Pemeriksaan fisik :

    ? Identifikasi fraktur
    ? Inspeksi
    ? Palpasi (bengkak, krepitasi, nadi, dingin)
    ? Observasi spasme otot.

  5. Pemeriksaan diagnostik :

    ? Laboratorium (HCt, Hb, Leukosit, LED)
    ? RÖ
    ? CT-Scan

  6. Obat-obatan : golongan antibiotika gram (+) dan gram (-)

Penyakit yang dapat memperberat dan mempermudah terjadinya fraktur

a. Osteomyelitis acut
b. Osteomyelitis kronik
c. Osteomalacia
d. Osteoporosis
e. Gout
f. Rhematoid arthritis



ARTIKEL YANG BERHUBUNGAN :

  • Askep Apendicitis Akut
  • Askep DM
  • Askep Gagal Ginjal Akut
  • Askep Gagal Ginjal Kronik
  • Askep Gangren
  • Askep Intoksikasi Insektisida
  • Askep Kanker Payudara
  • Askep TBC
  • Askep Trauma Thorax
  • Askep Urolithiasis
  • Askep Hipertensi
  • Askep Luka Bakar
  • Fraktur
  • Haemoroid
  • Kista Coledocal
  • Vena Varikosa
  • WSD
  • Morbus Basedow
  • Manajemen Penanganan Bencana
  • Program Penanggulangan DBD
  • Pengobatan HIV / AIDS
  • Konsep Florence
  • Manajemen Nyeri
  • Perubahan Sistem Lansia







Popular Articles

Downloads:
Askep Medikal Bedah | Askep Anak | Pathways | Standar Buku


Asuhan Keperawatan


Bisnis Internet Yang Paling Direkomendasikan :

TLA | Bidvertiser | Chitika | Adbrite | ISM | Kumpulblogger | Adsensecamp | Ziddu




Read More

ASKEP KISTA COLEDOCAL

di 20.32 Label: Askep Maternitas , Kumpulan Contoh Askep

  1. TEORI

    Etiologi

    Penyebab kista coledocal masih diperdebatkan. Salah satu penjelasan yang dapat diterima dan dijelaskan oleh Babbit. Ia menyatakan adanya pertautan antara duktus bilier pakreatikus secara tidak normal dengan pembentukan suatu “saluran” kemana sekresi enzim pankreas dikeluarkan akibat dinding duktus bilier menjadi rapuh oleh adanya pengerusakan enzim secara bertahap yang menyebabkan dilatasi, peradangan dan akhirnya terbentuklah kista. Tetapi perlu diketahui bahwa tidak semua kasus kista coledocal menunjukkan terbentuknya “saluran”.
    Kista coledocal lebih lazim terjadi pada wanita dari pada pria (4 : 1). Gejala yang lazim disebut classic symptom compleks diuraikan pada manifestasi klinik.

    Patofisiologi

    Ada berbagai penjelasan dan klasifikasi kista coledocal berdasarkan pada lokasi dan anatomi. Klasifikasi yang paling membantu dibuat oleh Todani yang dimodifikasi dari klasifikasi yang disusun oleh Alonsolej. Jenis pertama ditandai oleh adanya penggabungan (fusiformis) dilatasi duktus bilier tempat duktus kista masuk (paling lazim). Kista coledocal dianggap merupakan gambaran awal dari kelainan sistem bilier pankretikus. Beberapa keadaan yang sering berkaitan dengan kista coledocal adalah keadaan jungta anomali duktus pankreatikus dan duktus bilier besar, stenosis duktus bilier bagian distal, dilatasi duktus intra hepatik. Ketidaknormalan histologi duktus bilier besar dan ketidaknormalan histologi hepar dari normal sampai sirosis hepatis. Gambaran-gambaran ini terjadi dalam beberapa tahapan dan kombinasi perubahan anatomi dan malformasi.

    Manifestasi klinis

    Perawat penting mengetahui manifestasi klinik dari kista coledocal, dimana informasi diperoleh saat melakukan pengkajian.
    Tanda-tanda yang umum kista coledocal yang disebut clssic sympton copleks meliputi nyeri, adanya massa, kuning yang dialami kurang dari setengah penderita. Tanda yang lebih sering nampak adalah nyeri abdomen yang sering kambuh setelah beberapa bulan atau tahun. Biasanya hanya sedikit yang menunjukan penyakit kuning. Apabila kondisi tetap berlangsung , dapat terjadi colangitis, serosis dan hipertensi portal.

    TEST DIAGNOSTIK

    Kista coledocal pada bayi atau janin dapat dideteksi dengan ultrasonik maternal antenatal. Pada orang dewasa dilakukan ultrasonografi dan computerized axial tomografi. Endoscopic retrogrde echolangiospancreatography (ERCP) dilakukan pada pasien bila hasil prosedur noninfasiv kurang jelas.

    DIAGNOSA KEPERAWATAN

    Menurut Spark, diagnosa keperawatan yang lazim terjadi pada pasien dengan kista coledocal adalah :
    1. Nyeri
    2. Gangguan kosep diri
    3. Perubahan nutrisi
    4. Gangguan pertukaran gas

    Intervensi

    1. Intervensi Medis

      Tindakan pembedahan meliputi drainage internal melalui systerectomy dan eksisi. Angka morbiditas dari tindakan ini cukup tinggi. Dinding kista terdiri dari jaringan ikat yang dilapisi selaput lendir. Kejadian yang tidak diharapkan adalah terjadinya obstruksi jaringan parut. Selanjutnya kista jaringan ikat tidak dapat kontraksi setelah drainase.
      Morbiditas dapat pula disebabka oleh stasis bilier. Resiko lain adalah berkembangnya maligna akibat retensi kista. Untuk ini maka dianjurkan dilakukan reseksi kista.

      Reseksi yang sukses memerlukan tindakan diseksi melingkar dengan memasukan plane antara kista dan vena porta sehingga memudahkan pengangkatan. Pada prosedur ini dapat terjadi cedera pada duktus pankreas. Prosedur alternatif lain dapat dilakukan bila secara anatomis porta terdesak oleh peradangan.

    2. Intervensi keperawatan

      Intervensi keperawatan dilakukan dengan tujuan mengatasi masalah yang dijelaskan pada diagnosa kperawatan serta diarahkan untuk mencegah cedera. Secara umum tindakan keperawatan antara lain :

      • Mengurangi rasa nyeri
      • Membantu pasien untuk memulihkan konsep dirinya, menghadapi dan menerima realita serta mengembangkan pola pemecahan masalah.
      • Mencukupi kebutuhan nutrisi.
      • Mencukupi kebutuhan pertukaran gas.

ARTIKEL YANG BERHUBUNGAN :

  • Askep Apendicitis Akut
  • Askep DM
  • Askep Gagal Ginjal Akut
  • Askep Gagal Ginjal Kronik
  • Askep Gangren
  • Askep Intoksikasi Insektisida
  • Askep Kanker Payudara
  • Askep TBC
  • Askep Trauma Thorax
  • Askep Urolithiasis
  • Askep Hipertensi
  • Askep Luka Bakar
  • Fraktur
  • Haemoroid
  • Kista Coledocal
  • Vena Varikosa
  • WSD
  • Morbus Basedow
  • Manajemen Penanganan Bencana
  • Program Penanggulangan DBD
  • Pengobatan HIV / AIDS
  • Konsep Florence
  • Manajemen Nyeri
  • Perubahan Sistem Lansia





Popular Articles

Downloads:
Askep Medikal Bedah | Askep Anak | Pathways | Standar Buku


Asuhan Keperawatan


Bisnis Internet Yang Paling Direkomendasikan :

TLA | Bidvertiser | Chitika | Adbrite | ISM | Kumpulblogger | Adsensecamp | Ziddu




Read More

Gangguan Kecemasan

di 20.08 Label: Kesehatan Mental
Seperti halnya gangguan atau penyakit mental lainnya, gangguan kecemasan bersifat kronik atau sudah berlangsung dan terjadi dalam waktu yang lama, terus menerus dan mungkin berkembang lebih parah kecuali kecemasan yang terjadi mendapatkan pengobatan dengan baik dan tepat. Penderita mingkin akan merasa tersiksa dengan perasaan-perasaan seperti mengalami kepanikan, mempunyai pikiran dan ketakutan yang tidak beralasan dan masuk akal, bertingkah laku atau mempunyai kebiasaan yang dipaksakan, mimpi buruk.

Gejala dan tanda fisik seperti jantung berdebar atau palpitasi jantung dan berkeringat. Juga terdapat masalah-masalah lainnya seperti penyalahgunaan obat-obatan atau bahan-bahan terlarang atau depresi yang sering menyertai pada gangguan kecemasan.

Prognosis

Gangguan kecemasan tidak dapat diatasi dengan menggunakan obat akan tetapi banyak tindakan dan perlakuan efektif yagn bisa dilakukan untuk mengurangi gejala dan memperbaiki kualitas hidup.Pengobatan dan juga terapi secara medis sangat membantu dengan baik dalam mewujudkan hal ditas. Hal yang sangat disayangkan bahwa jumlah presentase lebih besar dari penderita denagn gangguan kecemasan tidak pernah terdiagnosa dengan semestinya atau mendapatkan perlakuan yang seharusnya karena sudah tertanam anggapan jelek atau stigma sosial pada gangguan kecemasana dan gangguan kesehatan mental lainnya.

Gejala dan tanda
  • Merasa sesak pada dada
  • Pusing, pening
  • Tubuh gemetar
  • Sulit Bernafas
  • Nafas Pendek
Read More

Selasa, 26 Agustus 2008

Tips Diet Untuk Kesehatan jantung

di 13.56 Label: Kesahatan Jantung
Jika seseorang ingin memiliki jantung yang sehat dalam menjalani hidup anda, ada beberapa tips dan saran yang bisa dilakukan diantanya melakukan olahraga jantung yang cukup, jaga agar jantung anda tetap bersih dan bebas dari drug serta lakukan diet jantung sehat. Berikut adalah artikel tentang diet jantung yang baik dan sehat. Orang-orang yang tidak melakukan hal-hal tersebut diatas sering mengalami atau dapat berkembang dan timbul penyakit jantung.

Jika seseorang ingin jantungnya sehat salah satu tip dan sarannya adalah anda harus belajar tentang bagaimana makan dengan diet yang sehat untuk jantung dan tentu saja mempraktekannya dalam kehidupan sehari-hari. Semua makanan yang kita makan dan masuk ke dalam tubuh berpengaruh pada kesehatan tubuh termasuk jantung. Belajarlah tentang bagaimana diet dan makanan yang smart serta sehat untuk jantung dan jadikan itu sebagai bagian dari keteraturan dalam diet.

Konsultasikan dengan dokter dalam membuat suatu perencanaan makan yang terbaik sesuaikan dengan kebutuhan diet yang diperlukan. Jika kondisi kesehatan anda seperti layaknya kondisi kesehatan seseorang pada umumnya, mungkin anda bisa mengikuti dan membuat perencanaan makanan yang berpedoman pada piramida makanan.

Bukanlah satu hal yang penting perencanaan makanan yang manakah yang diikuti, berikut ini adalah petunjuk dalam perencanaan diet makanan sehat jantung yang direkomendasikan:
  • Total konsumsi lemak sebaiknya kurang dari 30 % dari total kebutuhan kalori harian.
  • Kebutuhan atau intake atau konsumsi asam lemak jenuh sebaiknya kurang dari 10 % dari total kebutuhan kalori harian.
  • Konsumsi atau intake asam lemak tak jenuh ganda tidak melebihi 10 % dari total kebutuhan kalori harian.
  • Jumlah konsumsi atau intake asam lemak tak jenuh tunggal sebaiknya sekitar 10-15 % dari total kebutuhan kalori harian seseorang.
  • Tentang intake kolesterol, sebaiknya dalam diet sehat jantung konsumsi kolesterol tidak melebihi dari 3000 miligram tiap harinya.
  • Dalam mengkonsumsi sodium sebaiknya tidak melebihi dari jumlah 3000 miligram tiap harinya.
  • Berhati-hatilah terhadap bahan-bahan kimia dalam konsumsi makanan anda seperti kafeine serta bahan-bahan tambahan lainnya dalam diet makanan anda.
Jangan lupa bahwa anda dapat menikmati rasa dari memakan dan diet yang benar. Makanan atau diet makanan untuk kesehatan tidak berarti makanan yang tidak lezat akan tetapi dapat diatur agar diet tersebut menjadi lezat dan menyehatkan jantung.
Read More
Ringtone Kondom di India
di 11.21 Label: Seksologi
Nada dering atau ringtone untuk telepon selular yang berbunyi "kondom, kondom!" diluncurkan di India bulan ini untuk mempromosikan seks aman dan menghadang meningkatnya angka pertumbuhan epidemik HIV/AIDS. Lagu 'akapela kondom' ini didesain untuk menghilangkan keengganan menggunakan kondom dan mengkampanyekan agar kondom diterima di kalangan masyarakat secara lebih luas.

Penyelenggara kampanye, yang didanai oleh yayasan yang didirikan oleh hartawan pemilik Microsoft, Bill Gates dan istrinya Melinda, mengharapkan nada dering ini bakal digilai banyak anak muda India. Sekitar 2,5 juta orang menderita HIV di India, kata BBC World Service Trust, sebuah yayasan kasih yang juga aktif di belakang kemunculan nada dering ini.

"Nada dering akan menjadi pernyataan personal. Karena itu diciptakan nada dering kondom. Sambil mengirimkan pesan dengan praktis, orang juga merasa senang," ujar Radharani Mitra, Direktur Kreatif BBC World Service Trust.

Pasar pengguna ponsel di India tumbuh sangat cepat melebihi negara-negara lain. Sekitar 270 juta pengguna ponsel ada di negara ini. Setiap tahun pertumbuhan ini meningkat hingga 57 persen.

Read More
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Lihat versi seluler
Langganan: Postingan ( Atom )
 photo banner300x250-biru.gif

Blog Archive

  • 2016 (1)
    • 09/18 - 09/25 (1)
      • PENGETAHUAN IBU TENTANG BIANG KERINGAT PADA BAYI 0...
  • 2015 (10)
    • 10/11 - 10/18 (1)
    • 09/13 - 09/20 (1)
    • 09/06 - 09/13 (1)
    • 07/05 - 07/12 (1)
    • 05/17 - 05/24 (6)
  • 2014 (1)
    • 04/13 - 04/20 (1)
  • 2012 (770)
    • 02/19 - 02/26 (5)
    • 02/12 - 02/19 (10)
    • 02/05 - 02/12 (4)
    • 01/29 - 02/05 (27)
    • 01/22 - 01/29 (88)
    • 01/15 - 01/22 (101)
    • 01/08 - 01/15 (169)
    • 01/01 - 01/08 (366)
  • 2011 (4477)
    • 12/25 - 01/01 (336)
    • 12/18 - 12/25 (62)
    • 12/11 - 12/18 (70)
    • 12/04 - 12/11 (77)
    • 11/27 - 12/04 (40)
    • 11/20 - 11/27 (67)
    • 11/13 - 11/20 (198)
    • 11/06 - 11/13 (187)
    • 10/30 - 11/06 (340)
    • 10/23 - 10/30 (32)
    • 10/16 - 10/23 (109)
    • 10/09 - 10/16 (80)
    • 08/14 - 08/21 (75)
    • 08/07 - 08/14 (81)
    • 07/31 - 08/07 (82)
    • 07/24 - 07/31 (65)
    • 07/17 - 07/24 (91)
    • 07/10 - 07/17 (47)
    • 07/03 - 07/10 (44)
    • 06/26 - 07/03 (53)
    • 06/19 - 06/26 (59)
    • 06/12 - 06/19 (47)
    • 06/05 - 06/12 (65)
    • 05/29 - 06/05 (63)
    • 05/22 - 05/29 (77)
    • 05/15 - 05/22 (115)
    • 05/08 - 05/15 (65)
    • 05/01 - 05/08 (104)
    • 04/24 - 05/01 (45)
    • 04/17 - 04/24 (70)
    • 04/10 - 04/17 (134)
    • 04/03 - 04/10 (72)
    • 03/27 - 04/03 (18)
    • 03/20 - 03/27 (47)
    • 03/13 - 03/20 (68)
    • 03/06 - 03/13 (40)
    • 02/27 - 03/06 (56)
    • 02/20 - 02/27 (77)
    • 02/13 - 02/20 (76)
    • 02/06 - 02/13 (198)
    • 01/30 - 02/06 (194)
    • 01/23 - 01/30 (132)
    • 01/16 - 01/23 (196)
    • 01/09 - 01/16 (202)
    • 01/02 - 01/09 (121)
  • 2010 (2535)
    • 12/26 - 01/02 (156)
    • 12/19 - 12/26 (65)
    • 12/12 - 12/19 (73)
    • 12/05 - 12/12 (84)
    • 11/28 - 12/05 (80)
    • 11/21 - 11/28 (68)
    • 11/14 - 11/21 (63)
    • 11/07 - 11/14 (50)
    • 10/31 - 11/07 (50)
    • 10/24 - 10/31 (36)
    • 10/17 - 10/24 (58)
    • 10/10 - 10/17 (35)
    • 10/03 - 10/10 (31)
    • 09/26 - 10/03 (21)
    • 09/19 - 09/26 (26)
    • 09/12 - 09/19 (55)
    • 09/05 - 09/12 (65)
    • 08/29 - 09/05 (33)
    • 08/22 - 08/29 (70)
    • 08/15 - 08/22 (45)
    • 08/08 - 08/15 (35)
    • 08/01 - 08/08 (37)
    • 07/25 - 08/01 (27)
    • 07/18 - 07/25 (19)
    • 07/11 - 07/18 (30)
    • 07/04 - 07/11 (56)
    • 06/27 - 07/04 (28)
    • 06/20 - 06/27 (22)
    • 06/13 - 06/20 (30)
    • 06/06 - 06/13 (21)
    • 05/30 - 06/06 (5)
    • 05/16 - 05/23 (6)
    • 05/09 - 05/16 (29)
    • 05/02 - 05/09 (59)
    • 04/25 - 05/02 (28)
    • 04/18 - 04/25 (38)
    • 04/11 - 04/18 (70)
    • 04/04 - 04/11 (59)
    • 03/28 - 04/04 (65)
    • 03/21 - 03/28 (89)
    • 03/14 - 03/21 (218)
    • 03/07 - 03/14 (95)
    • 02/28 - 03/07 (135)
    • 02/21 - 02/28 (102)
    • 01/03 - 01/10 (68)
  • 2009 (1652)
    • 12/27 - 01/03 (36)
    • 12/20 - 12/27 (22)
    • 12/13 - 12/20 (100)
    • 12/06 - 12/13 (45)
    • 11/29 - 12/06 (24)
    • 11/22 - 11/29 (22)
    • 11/15 - 11/22 (19)
    • 11/08 - 11/15 (28)
    • 11/01 - 11/08 (11)
    • 10/25 - 11/01 (17)
    • 10/18 - 10/25 (38)
    • 10/11 - 10/18 (33)
    • 10/04 - 10/11 (15)
    • 09/27 - 10/04 (21)
    • 09/20 - 09/27 (7)
    • 09/13 - 09/20 (84)
    • 09/06 - 09/13 (35)
    • 08/30 - 09/06 (48)
    • 08/23 - 08/30 (118)
    • 08/16 - 08/23 (26)
    • 08/09 - 08/16 (34)
    • 08/02 - 08/09 (35)
    • 07/26 - 08/02 (31)
    • 07/19 - 07/26 (14)
    • 07/12 - 07/19 (16)
    • 07/05 - 07/12 (28)
    • 06/28 - 07/05 (26)
    • 06/21 - 06/28 (76)
    • 06/14 - 06/21 (26)
    • 06/07 - 06/14 (21)
    • 05/31 - 06/07 (43)
    • 05/24 - 05/31 (38)
    • 05/17 - 05/24 (26)
    • 05/10 - 05/17 (52)
    • 05/03 - 05/10 (15)
    • 04/26 - 05/03 (38)
    • 04/19 - 04/26 (32)
    • 04/12 - 04/19 (22)
    • 04/05 - 04/12 (20)
    • 03/29 - 04/05 (40)
    • 03/22 - 03/29 (43)
    • 03/15 - 03/22 (18)
    • 03/08 - 03/15 (14)
    • 03/01 - 03/08 (22)
    • 02/22 - 03/01 (12)
    • 02/15 - 02/22 (9)
    • 02/08 - 02/15 (11)
    • 02/01 - 02/08 (19)
    • 01/25 - 02/01 (37)
    • 01/18 - 01/25 (21)
    • 01/11 - 01/18 (33)
    • 01/04 - 01/11 (31)
  • 2008 (700)
    • 12/28 - 01/04 (13)
    • 12/21 - 12/28 (9)
    • 12/14 - 12/21 (57)
    • 12/07 - 12/14 (5)
    • 11/30 - 12/07 (18)
    • 11/23 - 11/30 (33)
    • 11/16 - 11/23 (31)
    • 11/09 - 11/16 (23)
    • 11/02 - 11/09 (18)
    • 10/26 - 11/02 (11)
    • 10/19 - 10/26 (15)
    • 10/12 - 10/19 (13)
    • 10/05 - 10/12 (25)
    • 09/28 - 10/05 (2)
    • 09/21 - 09/28 (14)
    • 09/14 - 09/21 (19)
    • 09/07 - 09/14 (43)
    • 08/31 - 09/07 (3)
    • 08/24 - 08/31 (33)
    • 08/17 - 08/24 (65)
    • 08/10 - 08/17 (4)
    • 08/03 - 08/10 (26)
    • 07/27 - 08/03 (6)
    • 07/20 - 07/27 (19)
    • 07/13 - 07/20 (18)
    • 07/06 - 07/13 (60)
    • 06/29 - 07/06 (53)
    • 06/22 - 06/29 (49)
    • 06/15 - 06/22 (11)
    • 06/08 - 06/15 (4)

Popular Posts

  • Transkultural dalam Keperawatan
    Konsep Teori Transkultural dalam Keperawatan APLIKASI TEORI TRANSCULTURAL NURSING DALAM PROSES KEPERAWATAN Rahayu Iskandar, Ners, M.Kep PEND...
  • Review Blog Keperawatan
    Setelah beberapa minggu ini cari materi buat postingan baru, mendadak dapat inspirasi setelah rekan Anton Wijaya menulis di buku tamu Keper...
  • Hubungan Usia Terhadap Perdarahan Post Partum Di RSUD
    KTI KEBIDANAN HUBUNGAN USIA TERHADAP PERDARAHAN POSTPARTUM DI RSUD BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan wanita merupakan hal yang s...
  • PATHWAY ASFIKSIA NEONATORUM
    PATHWAY ASFIKSIA NEONATORUM Klik pada gambar untuk melihat pathway Download Pathway Asfiksia Neonatorum Via Ziddu Download Askep Asfiksia N...
  • PROSES KEPERAWATAN KOMUNITAS
    PROSES KEPERAWATAN KOMUNITAS Pengertian - Proses keperawatan adalah serangkaian perbuatan atau tindakan untuk menetapkan, merencana...
  • Diagnosa Keperawatan Aktual
    Konsep Dasar Diagnosa Keperawatan Aktual BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sebagai suatu aspek yang terpenting dalam proses kepera...
  • PENGETAHUAN IBU TENTANG BIANG KERINGAT PADA BAYI 0-1 TAHUN DI BPS XXXX
    Prelevansi penyakit kulit di Indonesia cukup tinggi baik oleh bakteri, virus atau jamur. Selain itu bergantung pada lingkungan dan kondisi...
  • PATHWAY HEMATEMESIS MELENA
    Pathway Hematemesis Melena Klik pada gambar untuk melihat pathway Download Pathway Hematemesis Melena Via Ziddu
  • Ikterus
    DEFINISI Ikterus ialah suatu gejala yang perlu mendapat perhatian sungguh-sungguh pada neonatus. Ikterus ialah suatu diskolorasi kuning pa...
  • Gangguan Masalah Eliminasi ALVI
    Gangguan Masalah Eliminasi ALVI Konstipasi Konstipasi merupakan keadaan individu yang mengalami atau berisiko tinggi mengalami stasis usus b...

Statistik

© ASUHAN KEPERAWATAN 2013 . Powered by Bootstrap , Blogger templates and RWD Testing Tool Published..Gooyaabi Templates