Senin, 23 Juni 2008
Cemburu Bikin Gairah Berkobar?
Read More
GAIRAH seks tak ubahnya bagaikan sebuah jalan di pegunungan. Kadang naik, kadang turun. Di saat turun, beberapa trik perlu dilakukan untuk "mendongkrak" gairah. Bisakah membuat pasangan cemburu dijadikan salah satu alternatifnya?
Yeni, sebut saja namanya begitu, kadang tak tahan untuk bercerita tentang Rio, teman sekantor yang pernah menaruh hati padanya, kepada sang suami. Ia tahu api cemburu akan langsung membakar hati suaminya. Namun hebatnya, saat cemburu seperti itu, gairah seksual pria pilihan hatinya ini juga ikut berkobar.
Kalau sudah begitu, di balik perasaan bersalahnya kadang-kadang Yeni tak bisa menahan senyum "kemenangan". Dalam hatinya, bahkan pernah timbul niat mengipas-ngipas bara cemburu suaminya agar hubungan intim mereka jadi tambah seru.
Tak Bisa Digeneralisasi
"Secara psikologis memang bisa saja gairah seksual makin terlecut akibat cemburu," kata A. Kasandra Oemarjoedi, Psi., Direktur dari Psychological Practice Kasandra Persona Prawacana. Kobaran gairah itu secara tidak sadar didorong oleh perasaan takut kehilangan, perasaan bersaing, imajinasi liar, tidak mau kalah, dan sebagainya.
Yang menarik, hampir bisa dipastikan bahwa timbulnya gairah hebat ini justru karena cinta. "Walaupun tidak mutlak, semakin besar cintanya pada pasangan, maka semakin besar pula rasa cemburunya," ungkap Kasandra. Hal ini biasanya terjadi pada suami atau istri yang memiliki perasaan cinta terlampau besar terhadap pasangannya.
Akan tetapi, kondisi ini tentu berbeda pada tiap pasangan, jadi tidak bisa digeneralisasi. Ada pasangan yang bila cemburu karena suatu hal kemudian melampiaskannya dalam bentuk permainan ranjang yang panas. Namun, ada juga pasangan yang justru karena cemburu malah enggan "menyentuh" pasangannya. "Di sinilah dibutuhkan kejelian mengamati efek cemburu itu sendiri," tambahnya.
Untuk suami atau istri yang sudah bisa memastikan bahwa rasa cemburu dapat meningkatkan gairah pasangannya, boleh saja menggunakan "senjata" ini pada momen-momen tertentu. "Kalau memang cemburu menjadi turn on factor dalam hubungan mereka, bolehlah sekali-sekali digunakan. Asal jangan keseringan, lo," katanya mengingatkan. Karena kalau sudah terlalu sering, bisa-bisa sensasi dari rasa cemburu itu akhirnya malah menguap entah ke mana. Sebaliknya, jika cemburu ternyata merupakan turn off factor, tentu saja jangan sekali-kali cari gara-gara. Bisa-bisa pasangan malah kehilangan gairah alias jadi dingin.
Selain memberi manfaat bila terampil mengolah perasaan cemburu, yang juga patut dijadikan pertimbangan adalah bahaya yang mungkin ditimbulkan. Salah satunya adalah kecemburuan yang tidak terkendali. "Ini bisa berakibat fatal karena bukan tidak mungkin cemburu yang biasanya mengobarkan gairah kali ini jadi malah tak terkendali. Akibatnya, pasangan jadi marah dan berhari-hari menolak berhubungan. Repot, kan?"
Pengasuh rubrik Tanya Jawab Problema Rumah Tangga nakita ini juga mengingatkan bahwa fantasi seksual pada dasarnya merupakan skill. Artinya, dibutuhkan keahlian khusus untuk mengembangkan fantasi, kedekatan, sekaligus membangun suasana romantis supaya hubungan seksual jadi lebih mantap.
Bukankah hal ini bermanfaat guna menumbuhkan cinta sekaligus terapi mujarab untuk meningkatkan gairah seksual?
Peningkatan Hormon
Senada dengan Kasandra, seksolog dari RS Persahabatan, Rawamangun, Jakarta, Dr. Ferryal Loetan, ASC&T, SpRM, M.Kes (MMR), mengatakan "Ada dua kemungkinan yang bisa diakibatkan dari rasa cemburu, yaitu gairah seksual meningkat atau justru drop."
Menurutnya, pada dasarnya cemburu adalah luapan emosi yang berlebihan. Secara medis peningkatan emosi itu dapat dikaitkan dengan peningkatan hormon. "Kalau hormon meningkat maka otomatis gairah juga akan meningkat," tandasnya. Luapan emosi ini tidak hanya disebabkan oleh rasa cemburu, tapi bisa juga disebabkan rasa sedih yang berlebihan, rasa marah yang berlebihan, dan sebagainya.
"Di sinilah dibutuhkan kemampuan untuk mengolah emosi yang berlebihan tadi supaya bisa menjadi energi positif," ungkapnya. Menurut Ferryal, gairah seksual yang meluap akibat rasa cemburu itu bisa dialami siapa saja, baik pria maupun wanita. Namun seksolog ini juga mengingatkan bahwa luapan emosi bisa berdampak negatif. "Saking emosinya, bisa-bisa gairah justru drop. Bahkan bisa-bisa pasangannya tidak 'dicolek' berhari-hari. Dampak semacam ini yang harus dihindari."
Bagaimana luapan emosi akan mengarah menjadi energi positif atau negatif tentu tak bisa lepas dari pola pikir seseorang. "Kalau orang tersebut bisa berpikir positif, maka cemburu justru bisa meningkatkan gairah. Sebaliknya, kalau pikirannya cenderung buruk melulu, tentu saja akan menurunkan gairah," lanjut Ferryal.
Keterampilan mengolah luapan emosi supaya menjadi energi positif akan semakin meningkat seiring dengan bertambah dewasanya seseorang. "Bandingkan dengan pasangan-pasangan muda yang biasanya kalau sudah emosi jadi lupa segala-galanya. Akibatnya, jangankan gairah seksualnya berkobar, hasrat untuk bercinta pun akan menguap."
Jangan Dijadikan Alasan
Sekali, dua kali, bisa jadi ranjang terasa kian membara akibat kobaran api cemburu. Namun Ferryal mengingatkan, "Jangan mencari gara-gara supaya pasangan cemburu sekadar untuk meningkatkan gairah," pesannya. Mengapa? "Bagaimanapun, peningkatan emosi yang disengaja itu tidak baik," jawabnya.
Kalau memang kedua belah pihak merasa gairah seksualnya makin berkobar saat muncul dorongan emosi, sebaiknya cari cara yang sehat untuk melakukannya. "Cari sensasi baru dengan mencoba posisi hubungan seks yang tidak biasa, atau membangun suasana yang lain dari biasa," sarannya. Intinya, dorongan emosi itu harus diperlakukan secara sehat pula.
"Kalau sesekali hubungan seksual terasa lebih bergelora akibat dorongan rasa cemburu, anggap saja sebagai bonus. Jangan selalu membayangkan hubungan seksual itu harus seperti Michael Douglas dan Sharon Stone dalam film Basic Insting. Sebab percayalah, hubungan seks yang dilakukan atas dasar cinta dan melibatkan hati pasti akan terasa lebih nikmat."
Yeni, sebut saja namanya begitu, kadang tak tahan untuk bercerita tentang Rio, teman sekantor yang pernah menaruh hati padanya, kepada sang suami. Ia tahu api cemburu akan langsung membakar hati suaminya. Namun hebatnya, saat cemburu seperti itu, gairah seksual pria pilihan hatinya ini juga ikut berkobar.
Kalau sudah begitu, di balik perasaan bersalahnya kadang-kadang Yeni tak bisa menahan senyum "kemenangan". Dalam hatinya, bahkan pernah timbul niat mengipas-ngipas bara cemburu suaminya agar hubungan intim mereka jadi tambah seru.
Tak Bisa Digeneralisasi
"Secara psikologis memang bisa saja gairah seksual makin terlecut akibat cemburu," kata A. Kasandra Oemarjoedi, Psi., Direktur dari Psychological Practice Kasandra Persona Prawacana. Kobaran gairah itu secara tidak sadar didorong oleh perasaan takut kehilangan, perasaan bersaing, imajinasi liar, tidak mau kalah, dan sebagainya.
Yang menarik, hampir bisa dipastikan bahwa timbulnya gairah hebat ini justru karena cinta. "Walaupun tidak mutlak, semakin besar cintanya pada pasangan, maka semakin besar pula rasa cemburunya," ungkap Kasandra. Hal ini biasanya terjadi pada suami atau istri yang memiliki perasaan cinta terlampau besar terhadap pasangannya.
Akan tetapi, kondisi ini tentu berbeda pada tiap pasangan, jadi tidak bisa digeneralisasi. Ada pasangan yang bila cemburu karena suatu hal kemudian melampiaskannya dalam bentuk permainan ranjang yang panas. Namun, ada juga pasangan yang justru karena cemburu malah enggan "menyentuh" pasangannya. "Di sinilah dibutuhkan kejelian mengamati efek cemburu itu sendiri," tambahnya.
Untuk suami atau istri yang sudah bisa memastikan bahwa rasa cemburu dapat meningkatkan gairah pasangannya, boleh saja menggunakan "senjata" ini pada momen-momen tertentu. "Kalau memang cemburu menjadi turn on factor dalam hubungan mereka, bolehlah sekali-sekali digunakan. Asal jangan keseringan, lo," katanya mengingatkan. Karena kalau sudah terlalu sering, bisa-bisa sensasi dari rasa cemburu itu akhirnya malah menguap entah ke mana. Sebaliknya, jika cemburu ternyata merupakan turn off factor, tentu saja jangan sekali-kali cari gara-gara. Bisa-bisa pasangan malah kehilangan gairah alias jadi dingin.
Selain memberi manfaat bila terampil mengolah perasaan cemburu, yang juga patut dijadikan pertimbangan adalah bahaya yang mungkin ditimbulkan. Salah satunya adalah kecemburuan yang tidak terkendali. "Ini bisa berakibat fatal karena bukan tidak mungkin cemburu yang biasanya mengobarkan gairah kali ini jadi malah tak terkendali. Akibatnya, pasangan jadi marah dan berhari-hari menolak berhubungan. Repot, kan?"
Pengasuh rubrik Tanya Jawab Problema Rumah Tangga nakita ini juga mengingatkan bahwa fantasi seksual pada dasarnya merupakan skill. Artinya, dibutuhkan keahlian khusus untuk mengembangkan fantasi, kedekatan, sekaligus membangun suasana romantis supaya hubungan seksual jadi lebih mantap.
Bukankah hal ini bermanfaat guna menumbuhkan cinta sekaligus terapi mujarab untuk meningkatkan gairah seksual?
Peningkatan Hormon
Senada dengan Kasandra, seksolog dari RS Persahabatan, Rawamangun, Jakarta, Dr. Ferryal Loetan, ASC&T, SpRM, M.Kes (MMR), mengatakan "Ada dua kemungkinan yang bisa diakibatkan dari rasa cemburu, yaitu gairah seksual meningkat atau justru drop."
Menurutnya, pada dasarnya cemburu adalah luapan emosi yang berlebihan. Secara medis peningkatan emosi itu dapat dikaitkan dengan peningkatan hormon. "Kalau hormon meningkat maka otomatis gairah juga akan meningkat," tandasnya. Luapan emosi ini tidak hanya disebabkan oleh rasa cemburu, tapi bisa juga disebabkan rasa sedih yang berlebihan, rasa marah yang berlebihan, dan sebagainya.
"Di sinilah dibutuhkan kemampuan untuk mengolah emosi yang berlebihan tadi supaya bisa menjadi energi positif," ungkapnya. Menurut Ferryal, gairah seksual yang meluap akibat rasa cemburu itu bisa dialami siapa saja, baik pria maupun wanita. Namun seksolog ini juga mengingatkan bahwa luapan emosi bisa berdampak negatif. "Saking emosinya, bisa-bisa gairah justru drop. Bahkan bisa-bisa pasangannya tidak 'dicolek' berhari-hari. Dampak semacam ini yang harus dihindari."
Bagaimana luapan emosi akan mengarah menjadi energi positif atau negatif tentu tak bisa lepas dari pola pikir seseorang. "Kalau orang tersebut bisa berpikir positif, maka cemburu justru bisa meningkatkan gairah. Sebaliknya, kalau pikirannya cenderung buruk melulu, tentu saja akan menurunkan gairah," lanjut Ferryal.
Keterampilan mengolah luapan emosi supaya menjadi energi positif akan semakin meningkat seiring dengan bertambah dewasanya seseorang. "Bandingkan dengan pasangan-pasangan muda yang biasanya kalau sudah emosi jadi lupa segala-galanya. Akibatnya, jangankan gairah seksualnya berkobar, hasrat untuk bercinta pun akan menguap."
Jangan Dijadikan Alasan
Sekali, dua kali, bisa jadi ranjang terasa kian membara akibat kobaran api cemburu. Namun Ferryal mengingatkan, "Jangan mencari gara-gara supaya pasangan cemburu sekadar untuk meningkatkan gairah," pesannya. Mengapa? "Bagaimanapun, peningkatan emosi yang disengaja itu tidak baik," jawabnya.
Kalau memang kedua belah pihak merasa gairah seksualnya makin berkobar saat muncul dorongan emosi, sebaiknya cari cara yang sehat untuk melakukannya. "Cari sensasi baru dengan mencoba posisi hubungan seks yang tidak biasa, atau membangun suasana yang lain dari biasa," sarannya. Intinya, dorongan emosi itu harus diperlakukan secara sehat pula.
"Kalau sesekali hubungan seksual terasa lebih bergelora akibat dorongan rasa cemburu, anggap saja sebagai bonus. Jangan selalu membayangkan hubungan seksual itu harus seperti Michael Douglas dan Sharon Stone dalam film Basic Insting. Sebab percayalah, hubungan seks yang dilakukan atas dasar cinta dan melibatkan hati pasti akan terasa lebih nikmat."
Manfaat minyak Nilam dalam aromaterapi dan kesehatan
Sebagai antiseptik, antijamur, insektisida. Minyak nilam dapat dipergunakan untuk mengobati luka, kudis, ketombe, jerawat, eksim dan iritasi vagina dengan cara mencampur minyak nilam dengan air hangat dapat dipakai untuk mengompres, membilas bagian wajah/kulit yang bermasalah atau dipakai untuk keramas. Untuk menambah harum dan meningkatkan efektivitas perawatan rambut minyak nilam dapat dicampur dengan minyak atsiri lainnya seperti minyak kenanga dan melati. Minyak nilam yang dicampur dengan minyak jeruk dapat menanggulangi iritasi pada vagina. Daun nilam dapat disimpan di antara lipatan pakaian untuk menghidarkan gangguan serangga/ kutu. Dan masih banyak lagi kegunaan minyak nilam yaitu dapat digunakan dalam bidang kecantikan, menanggulangi gangguan mental dan emosional, dengan cara pemijatan, merendam atau dengan hirup/menghirup uap dan juga minyak nilam sebagai aprodisiak (sumber; Yang N. Balittro)
RESPON TIGA KLON KUMIS KUCING (Orthosipon aristatus) TERHADAP MIKORIZA ARBUSKULA
The research aiming at the effect of arbuscular mycorrhiza to the 3 clones of Orthosipon aristatus was conducted in the green house and laboratory of Indonesian Spices and Medicinal Crops Research Institute, Bogor in 5 months. Completely randomized design, arranged factorially with 2 factors and 3 replications was used. First factor was the clone of orthosipon consisted of white flower, purpel and rather purple clones, meanwhile second factor was Arbuscular Mycorrhiza (AM) inoculation (300 spores of AM/plant) consisted of: without AM, Glomus agregatum, Mac-1 (mixed of Acaulospora sp and Glomus sp), and Mac-2 (mixed of 8 kinds of AM). The result showed a significant effect of orthosipon clone to the plant growth (plant height, number of leaves and stem), fresh weight of stem, dry weight of leaf and root, and leaf area index. White flower clone showed the best growth responses to the AM inoculation (fresh weight of leaf and plant P uptake increased 41,1% to 89,59% and 48,9% to 109,2%, respectively). Glomus agregatum inoculation resulted the highest increasing plant height, number of leaves and stem, dry weight of leaf and stem, and leaf area index of the three clones. Key words : Orthosipon aristatus, clone, arbuscular mycorrhizae, growth, production. Octivia Trisilawati; Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Komfrei (symphytum officinale)
Tanaman introduksi berkhasiat obat. Pemanfaatannya secara umu yaitu komfrei mempunyai peran yang besar bagi masyarakat Jerman yang merupakan ramuan turun temurun. Bagian yang digunakan adalah daun dan akarnya. Penggunaannya bukan hanya untuk obat luar tetapi juga sering digunakan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Akar yang dihaluskan dicampur dengan sedikit air panas dan minyak goreng dapat digunakan untuk kompres pada bagian tubuh yang luka. Daun yang dihaluskan dan direbus dengan air sampai airnya berkurang, diminum sebagai teh dapat menyebuhkan luka lambung. Daun segar yang dilayukan dan diberi minyak goreng juga dapat digunakan untuk kompres. Daun segar atau kering yang ditambahkan ke dalam air mandi untuk berendam dapat melembutkan kulit. Tepung dari akar yang diberi perlakuan khusus dapat dijadikan untuk cream penyembuh luka. Khasiat komfrei dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lainnya memiliki sifat dingin dan agak sedikit pahit. Biasanya efek ini diperoleh dari penggunaan daun, dengan atau tanpa tangkai. Komfrei banyak digunakan dalam berbagai pengobatan gangguan darah dan pembuluh darah. Diberbagai negara tanaman ini digunakan secara turun-temurun dan terbukti mampu mengobati tekanan darah tinggi, tekanan darah rendah, kolesterol, leukimia dan diabetes dan masih banyak lagi kegunaan-kegunaan dalam Komfrei ini. (sumber Melati, Balittro)
Ketumbar
Sebagai tanaman obat, tanaman ketumbar selain digunakan untuk bumbu masak juga sebagai obat anti spasmodic, carminative (peluruh kentut), stimulant (perangsang) dan penambah nafsu makan. Ketumbar juga menunjukkan aktifitas hypoglycemik. (penurunan kadar gula dalam darah) dan juga penurun kadar lemak dalam darah. Kadang-kadang ketumbar juga digunakan sebagai obat kuat (aphrodisiac). Ketumbar juga dapat digunakan sebagai obat antifertility (pencegah kesuburan), antioksidan, dan anticonvulsant (pereda kejang). Ketumbar digunakan untuk obat keluhan sakit badan, kehilangan nafsu makan dan keluhan pada abdomen bagian atas. Ketumbar juga digunakan secara tradisional untuk keluhan pencernaan dan lambung, batuk, sakit dada, keluhan pada kandung kemih, penyakit lepra, disentri, sakit kepala, gangguan pada rahang dan mulut dan nafas berbau. Ketumbar juga digunakan untuk obat reumatik dan sakit pada sendi. Ketumbar juga dapat meningkatkan nafsu seksual. Ahli obat herbal di Cina menggunakan biji ketumbar untuk membantu pencernaan dan sakit lambung. Mereka juga menyatakan bahwa herbal ketumbar dapat digunakan untuk obat influensa. Ahli obat Cina menggunakan daun dan biji untuk membantu mengurangi bau yang tidak sedap pada alat kelamin pria maupun wanita. Minyak biji ketumbar banyak digunakan dalam obat-obatan. Berpotensi sebagai obat antibacterial dan juga digunakan untuk keluhan kejang perut (kolik), nyeri pada syaraf (neuralgia) dan reumatik. Minyak ketumbar dapat digunakan untuk mengurangi bau obat dan tembakau. Minyak ketumbar juga digunakan untuk parfum dan minuman beralkohol. (sumber: Devi R, Balittro)
ANATOMI FISIOLOGI SISTEM ENDOKRIN
Suatu sore ketika saya sedang bersiap-siap untuk mengakhiri semua pekerjaan, seorang pengajar dari luar masuk ke kantor, ia baru saja memfasilitasi mahasiswa semester 4 yang berjumlah 76 orang mempelajari Mekanisme Persalinan Normal dalam mata kuliah Maternitas. Sang pengajar mengeluh sambil menghenyakan pantatnya di sofa. Bu, masa dari sekian puluh anak, saat saya review tak satu pun memahami
Read More
Minggu, 22 Juni 2008
Lelaki, Kendalikan Penismu!
Read More
SEKS menentukan identitas seseorang, ada pria juga wanita. Secara biologis, seksualitas pria lebih sederhana dibanding wanita. Meski begitu, sering ditemui bahwa alat sederhana ini cukup sulit dikendalikan. Bila pria terangsang secara seksual, akan tersiksa bila tidak segera disalurkan.
Karena itu, menurut Paulus Subiyanto, konsultan keluarga pada New Life Institute, Bali, menyebutkan bahwa hampir 100 persen pria melakukan onani sebagai jalan pintas pelepasan ketegangan seksual.
Tentu saja bagi sebagian besar mereka yang sudah berumah tangga, tidak akan banyak menemui kesulitan dalam hal penyaluran ini. Persoalan datang bagi yang masih lajang. Mesti bagaimana mereka?
Meski banyak hal bisa dilakukan untuk meredam gejolak semisal mengembangkan hobi, olahraga, menulis dan lainnya, berikut ini ada teknik sederhana yang bisa dilakukan menurut Subiyanto;
Sadari kenyataan seksualitasmu yang bersifat mudah terangsang, sulit dikendalikan, sering gelisah karena seks, dan hasrat seksual yang kuat. Namun demikian sadari juga bahwa kau dikarunia potensi untuk menggunakan akal budi sehingga mampu bersikap rasional, membuat pertimbangan, memilih yang terbaik untuk diri sendiri.
Saat Anda merasa terangsang dan mengalami ketegangan seksual
1. Duduk dengan tenang. Ambil napas dan rasakan dengan penuh kesadaran keberadaanmu.
2. Alihkan perhatiaan dari seputar alat kelamin ke dalam pikiranmu, jika ketegangan bersumber dari fantasimu. Beri kesempatan pada kemampuan rasionalmu.
3. Pikirkan bahwa reaksi kimia akan berhenti dengan sendirinya.
4. Syukuri bahwa sebagai laki-laki, Anda normal bila memiliki potensi seksual semacam itu.
5. Yakinkan diri bahwa sekaranglah kesempatan untuk melatih kecerdasanmu dalam mengendalikan diri, khususnya seksualitas.
6. Pandanglah penismu yang sedang ereksi dan katakana dengan ramah;” Hi, anak kecil. Jangan nakal, ayo istirahat dulu!”
7. Jika kau berhasil, layaklah untuk berbangga diri. Berilah penghargaan kepada diri sendiri. Anda cerdas dengan belajar dan menjadi ”Tuan bagi diri sendiri.”
Karena itu, menurut Paulus Subiyanto, konsultan keluarga pada New Life Institute, Bali, menyebutkan bahwa hampir 100 persen pria melakukan onani sebagai jalan pintas pelepasan ketegangan seksual.
Tentu saja bagi sebagian besar mereka yang sudah berumah tangga, tidak akan banyak menemui kesulitan dalam hal penyaluran ini. Persoalan datang bagi yang masih lajang. Mesti bagaimana mereka?
Meski banyak hal bisa dilakukan untuk meredam gejolak semisal mengembangkan hobi, olahraga, menulis dan lainnya, berikut ini ada teknik sederhana yang bisa dilakukan menurut Subiyanto;
Sadari kenyataan seksualitasmu yang bersifat mudah terangsang, sulit dikendalikan, sering gelisah karena seks, dan hasrat seksual yang kuat. Namun demikian sadari juga bahwa kau dikarunia potensi untuk menggunakan akal budi sehingga mampu bersikap rasional, membuat pertimbangan, memilih yang terbaik untuk diri sendiri.
Saat Anda merasa terangsang dan mengalami ketegangan seksual
1. Duduk dengan tenang. Ambil napas dan rasakan dengan penuh kesadaran keberadaanmu.
2. Alihkan perhatiaan dari seputar alat kelamin ke dalam pikiranmu, jika ketegangan bersumber dari fantasimu. Beri kesempatan pada kemampuan rasionalmu.
3. Pikirkan bahwa reaksi kimia akan berhenti dengan sendirinya.
4. Syukuri bahwa sebagai laki-laki, Anda normal bila memiliki potensi seksual semacam itu.
5. Yakinkan diri bahwa sekaranglah kesempatan untuk melatih kecerdasanmu dalam mengendalikan diri, khususnya seksualitas.
6. Pandanglah penismu yang sedang ereksi dan katakana dengan ramah;” Hi, anak kecil. Jangan nakal, ayo istirahat dulu!”
7. Jika kau berhasil, layaklah untuk berbangga diri. Berilah penghargaan kepada diri sendiri. Anda cerdas dengan belajar dan menjadi ”Tuan bagi diri sendiri.”
Langganan:
Postingan
(
Atom
)
Blog Archive
-
2015
(10)
- 10/11 - 10/18 (1)
- 09/13 - 09/20 (1)
- 09/06 - 09/13 (1)
- 07/05 - 07/12 (1)
- 05/17 - 05/24 (6)
-
2014
(1)
- 04/13 - 04/20 (1)
-
2012
(770)
- 02/19 - 02/26 (5)
- 02/12 - 02/19 (10)
- 02/05 - 02/12 (4)
- 01/29 - 02/05 (27)
- 01/22 - 01/29 (88)
- 01/15 - 01/22 (101)
- 01/08 - 01/15 (169)
- 01/01 - 01/08 (366)
-
2011
(4477)
- 12/25 - 01/01 (336)
- 12/18 - 12/25 (62)
- 12/11 - 12/18 (70)
- 12/04 - 12/11 (77)
- 11/27 - 12/04 (40)
- 11/20 - 11/27 (67)
- 11/13 - 11/20 (198)
- 11/06 - 11/13 (187)
- 10/30 - 11/06 (340)
- 10/23 - 10/30 (32)
- 10/16 - 10/23 (109)
- 10/09 - 10/16 (80)
- 08/14 - 08/21 (75)
- 08/07 - 08/14 (81)
- 07/31 - 08/07 (82)
- 07/24 - 07/31 (65)
- 07/17 - 07/24 (91)
- 07/10 - 07/17 (47)
- 07/03 - 07/10 (44)
- 06/26 - 07/03 (53)
- 06/19 - 06/26 (59)
- 06/12 - 06/19 (47)
- 06/05 - 06/12 (65)
- 05/29 - 06/05 (63)
- 05/22 - 05/29 (77)
- 05/15 - 05/22 (115)
- 05/08 - 05/15 (65)
- 05/01 - 05/08 (104)
- 04/24 - 05/01 (45)
- 04/17 - 04/24 (70)
- 04/10 - 04/17 (134)
- 04/03 - 04/10 (72)
- 03/27 - 04/03 (18)
- 03/20 - 03/27 (47)
- 03/13 - 03/20 (68)
- 03/06 - 03/13 (40)
- 02/27 - 03/06 (56)
- 02/20 - 02/27 (77)
- 02/13 - 02/20 (76)
- 02/06 - 02/13 (198)
- 01/30 - 02/06 (194)
- 01/23 - 01/30 (132)
- 01/16 - 01/23 (196)
- 01/09 - 01/16 (202)
- 01/02 - 01/09 (121)
-
2010
(2535)
- 12/26 - 01/02 (156)
- 12/19 - 12/26 (65)
- 12/12 - 12/19 (73)
- 12/05 - 12/12 (84)
- 11/28 - 12/05 (80)
- 11/21 - 11/28 (68)
- 11/14 - 11/21 (63)
- 11/07 - 11/14 (50)
- 10/31 - 11/07 (50)
- 10/24 - 10/31 (36)
- 10/17 - 10/24 (58)
- 10/10 - 10/17 (35)
- 10/03 - 10/10 (31)
- 09/26 - 10/03 (21)
- 09/19 - 09/26 (26)
- 09/12 - 09/19 (55)
- 09/05 - 09/12 (65)
- 08/29 - 09/05 (33)
- 08/22 - 08/29 (70)
- 08/15 - 08/22 (45)
- 08/08 - 08/15 (35)
- 08/01 - 08/08 (37)
- 07/25 - 08/01 (27)
- 07/18 - 07/25 (19)
- 07/11 - 07/18 (30)
- 07/04 - 07/11 (56)
- 06/27 - 07/04 (28)
- 06/20 - 06/27 (22)
- 06/13 - 06/20 (30)
- 06/06 - 06/13 (21)
- 05/30 - 06/06 (5)
- 05/16 - 05/23 (6)
- 05/09 - 05/16 (29)
- 05/02 - 05/09 (59)
- 04/25 - 05/02 (28)
- 04/18 - 04/25 (38)
- 04/11 - 04/18 (70)
- 04/04 - 04/11 (59)
- 03/28 - 04/04 (65)
- 03/21 - 03/28 (89)
- 03/14 - 03/21 (218)
- 03/07 - 03/14 (95)
- 02/28 - 03/07 (135)
- 02/21 - 02/28 (102)
- 01/03 - 01/10 (68)
-
2009
(1652)
- 12/27 - 01/03 (36)
- 12/20 - 12/27 (22)
- 12/13 - 12/20 (100)
- 12/06 - 12/13 (45)
- 11/29 - 12/06 (24)
- 11/22 - 11/29 (22)
- 11/15 - 11/22 (19)
- 11/08 - 11/15 (28)
- 11/01 - 11/08 (11)
- 10/25 - 11/01 (17)
- 10/18 - 10/25 (38)
- 10/11 - 10/18 (33)
- 10/04 - 10/11 (15)
- 09/27 - 10/04 (21)
- 09/20 - 09/27 (7)
- 09/13 - 09/20 (84)
- 09/06 - 09/13 (35)
- 08/30 - 09/06 (48)
- 08/23 - 08/30 (118)
- 08/16 - 08/23 (26)
- 08/09 - 08/16 (34)
- 08/02 - 08/09 (35)
- 07/26 - 08/02 (31)
- 07/19 - 07/26 (14)
- 07/12 - 07/19 (16)
- 07/05 - 07/12 (28)
- 06/28 - 07/05 (26)
- 06/21 - 06/28 (76)
- 06/14 - 06/21 (26)
- 06/07 - 06/14 (21)
- 05/31 - 06/07 (43)
- 05/24 - 05/31 (38)
- 05/17 - 05/24 (26)
- 05/10 - 05/17 (52)
- 05/03 - 05/10 (15)
- 04/26 - 05/03 (38)
- 04/19 - 04/26 (32)
- 04/12 - 04/19 (22)
- 04/05 - 04/12 (20)
- 03/29 - 04/05 (40)
- 03/22 - 03/29 (43)
- 03/15 - 03/22 (18)
- 03/08 - 03/15 (14)
- 03/01 - 03/08 (22)
- 02/22 - 03/01 (12)
- 02/15 - 02/22 (9)
- 02/08 - 02/15 (11)
- 02/01 - 02/08 (19)
- 01/25 - 02/01 (37)
- 01/18 - 01/25 (21)
- 01/11 - 01/18 (33)
- 01/04 - 01/11 (31)
-
2008
(700)
- 12/28 - 01/04 (13)
- 12/21 - 12/28 (9)
- 12/14 - 12/21 (57)
- 12/07 - 12/14 (5)
- 11/30 - 12/07 (18)
- 11/23 - 11/30 (33)
- 11/16 - 11/23 (31)
- 11/09 - 11/16 (23)
- 11/02 - 11/09 (18)
- 10/26 - 11/02 (11)
- 10/19 - 10/26 (15)
- 10/12 - 10/19 (13)
- 10/05 - 10/12 (25)
- 09/28 - 10/05 (2)
- 09/21 - 09/28 (14)
- 09/14 - 09/21 (19)
- 09/07 - 09/14 (43)
- 08/31 - 09/07 (3)
- 08/24 - 08/31 (33)
- 08/17 - 08/24 (65)
- 08/10 - 08/17 (4)
- 08/03 - 08/10 (26)
- 07/27 - 08/03 (6)
- 07/20 - 07/27 (19)
- 07/13 - 07/20 (18)
- 07/06 - 07/13 (60)
- 06/29 - 07/06 (53)
- 06/22 - 06/29 (49)
- 06/15 - 06/22 (11)
- 06/08 - 06/15 (4)
Popular Posts
-
Olahraga teratur sangat penting untuk kesehatan tubuh, mencegah dan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit mulai dari osteoporosis hin...
-
Konsep Teori Transkultural dalam Keperawatan APLIKASI TEORI TRANSCULTURAL NURSING DALAM PROSES KEPERAWATAN Rahayu Iskandar, Ners, M.Kep PEND...
-
KTI KEBIDANAN HUBUNGAN USIA TERHADAP PERDARAHAN POSTPARTUM DI RSUD BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan wanita merupakan hal yang s...
-
Malu banget kan kalo nafas kita bau alias bau mulut apa lagi kalo kita ngomong dengan orang lain lalu tiba-tiba orang tersebut menjauh wah...
-
Konsep Dasar Diagnosa Keperawatan Aktual BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sebagai suatu aspek yang terpenting dalam proses kepera...
-
Ketika, pasangan atau seseorang yang dekat dengan Anda mengalami depresi, ada langkah yang dapat Anda lakukan untuk menolongnya: # Memberi ...
-
Menurut Joyce Engel (1999), yang dikatakan anak usia pra sekolah adalah anak-anak yang berusia berkisar 3-6 tahun. Ada beberapa aspek yang...
-
Prelevansi penyakit kulit di Indonesia cukup tinggi baik oleh bakteri, virus atau jamur. Selain itu bergantung pada lingkungan dan kondisi...
-
Bayi saya saat ini berusia 6 bulan lebih. Dia sudah saya beri makanan padat seperti sereal dan bubur instan encer sejak berusia 4 bulan. M...
-
Tiap orang memiliki sistem imun atau kekebalan tubuh yang berbeda-beda. Semuanya tergantung dari genetik, pola hidup maupun lingkung...
© ASUHAN KEPERAWATAN 2013 . Powered by Bootstrap , Blogger templates and RWD Testing Tool Published..Gooyaabi Templates
