Selasa, 15 Juli 2008
Minyak Esensial Seimbangkan Pikiran
Read More
MINYAK esensial lazim digunakan sebagai terapi aroma. Ada banyak cara untuk menikmati khasiatnya. Selain lewat pemijatan atau sekadar pengharum ruangan, juga bisa dengan dipakai berendam, sebagai kompres, semprot, dan sebagainya.
Dalam buku The Encyclopedia of Complementary Medicine, The Complete Family Guide to Alternative Health Care disebutkan bahwa minyak esensial merupakan zat serbaguna. Molekul yang dilepaskan ke udara adalah sebagai uap air. Ketika uap air yang mengandung komponen kimia tersebut dihirup, akan diserap tubuh melalui hidung dan paru-paru yang kemudian masuk ke aliran darah.
Bersamaan saat dihirup itu, uap air akan berjalan dengan segera ke sistem limbik otak yang bertanggung jawab dalam sistem integrasi dan ekspresi perasaan, belajar, ingatan, emosi, serta rangsangan fisik. Kala digunakan sebagai aplikasi di luar tubuh, minyak esensial bermanfaat dalam menyeimbangkan kondisi kulit, seperti juga otot dan organ bagian dalam.
Yang perlu diingat, minyak esensial tidak bersifat menyembuhkan seperti layaknya obat-obat kedokteran, tetapi dapat merangsang proses penyembuhan alami tubuh, menaikkan keseimbangan dan keselarasan dari energi yang tak kentara pada pikiran dan tubuh. Terapi aroma menawarkan hasil terbaik bila digunakan secara konsisten dan disertai dengan gaya hidup sehat secara menyeluruh.
Campur Pelarut
Minyak esensial biasanya dilarutkan dengan zat pelarut seperti minyak sayur, lotion, atau yang lainnya. Untuk memijat, minyak esensial sebaiknya dicampur dengan minyak pelarut berkualitas tinggi. Banyak minyak yang cocok digunakan sebagai minyak pelarut.
Minyak almond berperan sebagai minyak pelarut yang ideal karena ringan, tidak berbau, dan baik. Saat diaplikasikan pada kulit, minyak akan diserap dan dibawa ke jaringan otot, sendi, dan organ tubuh lainnya.
Minyak esensial adalah konsentrat yang umumnya merupakan hasil penyulingan dari bunga, buah, semak-semak, dan pohon. Sayangnya, untuk mendapat sedikit minyak esensial diperlukan bahan yang cukup banyak.
Denis Rowley dalam buku Aromatherapy, Recipes and Remedies to Enhance Your Life menyebutkan bahwa diperlukan 60 ribu daun bunga mawar agar memperoleh 30 ml minyak bunga mawar. Lalu, untuk menghasilkan 3 kg minyak lavender diperlukan 100 kg lavender!
Minyak esensial sangat efektif dan bermanfaat saat dihirup atau digunakan pada bagian luar. Indra penciuman berhubungan dekat dengan emosi manusia. Saat aroma dari minyak esensial dihirup, tubuh akan memberikan respon psikologis.
Penggunaan minyak esensial tidak boleh terlalu banyak. Dosis yang terlalu besar dari minyak esensial bisa bersifat racun. Untuk itu, dosisnya harus sesuai dengan panduan. Contohnya, bila pada resep diminta hanya tiga tetes minyak esensial, jangan berpikiran kalau ditambahkan hingga enam tetes akan mendapat manfaat dua kali lipatnya.
Perlu diingat bahwa minyak esensial yang digunakan mesti 100 persen asli, bukan aroma wangi-wangian atau esens. Beli minyak esensial dari produsen maupun merek yang terpercaya. Jangan takut bertanya bila ingin memastikan minyak yang diinginkan.
Untuk Keperluan Sehari-hari
Penggunaan minyak esensial tak selalu untuk pemijatan atau merendam tubuh. Ada beberapa cara menggunakan minyak esensial yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, seperti yang disebutkan Denis Rowley dalam buku Aromatherapy, Recipes and Remedies to Enhance Your Life.
Bathtub. Isi bathtub dengan air hangat. Tambahkan 4-6 tetes minyak esensial dan aduk-aduk guna melarutkan minyak tersebut. Rendam tubuh sedikitnya selama 10 menit.
Rendam kaki. Tambahkan 4-6 tetes minyak esensial dalam mangkuk besar berisi air hangat. Masukkan kaki dalam air tersebut selama 15 menit.
Mandi dengan pancuran. Tempatkan 4 tetes minyak esensial pada gelas kosong berukuran 100 ml. Saat berada di bawah air pancuran, isi botol dengan air hangat dan gosok campuran tersebut pada kulit. Pilihan lain, tambahkan 4 tetes minyak esensial pada spons dan gosok di kulit saat berada di bawah air pancuran.
Kompres. Tambahkan 3-6 tetes minyak esensial pada setengah liter air. Masukkan handuk kecil pada air tersebut dan peras. Lalu, letakkan handuk tersebut pada wilayah yang diinginkan. Bisa juga untuk mengompres wajah dengan menambahkan 2 tetes minyak esensial pada satu mangkuk air hangat. Masukkan kain atau handuk kecil pada air larutan dan peras. Letakkan pada wajah selama beberapa menit. Ulangi cara tersebut selama tiga kali.
Hirup. Isi sebuah mangkuk dengan air hangat. Tambahkan 3-6 tetes minyak esensial. Dengan posisi kepala berada di atas mangkuk, tutup kepala dengan handuk. Secara perlahan, hirup aroma yang keluar dari mangkuk tersebut.
Pijat. Campur minyak esensial yang telah dipilih dengan minyak pembawa. Campuran yang biasa adalah 5 tetes minyak esensial untuk setiap 10 ml minyak pembawa.
Parfum. Campur 2-3 tetes minyak esensial yang berbeda dengan minyak jojoba untuk menciptakan parfum buatan sendiri.
Lilin. Nyalakan lilin dan tunggu hingga mulai meleleh. Tambahkan 1-2 tetes minyak esensial pada lilin hangat. Karena mudah terbakar, sebaiknya jangan sampai terkena api.
Lampu neon. Teteskan 1-2 minyak esensial pada lampu neon sebelum dinyalakan. Karena mudah terbakar, jangan meneteskan minyak esensial saat lampu sudah menyala.
Sapu tangan. Cipratkan satu tetes minyak esensial pada tisu atau sapu tangan. Hirup kala diperlukan.
Spray. Isi botol spray kosong yang bersih dengan air dari sumber mata air. Tambahkan 3-4 tetes minyak esensial. Semprotkan campuran tersebut untuk mengharumkan ruangan, memelihara kesegaran wajah dan tubuh.
Pembakar terapi. Gunakan alat pembakar terapi untuk terapi aroma. Isi mangkuk dengan air dan nyalakan lilin di bawah mangkuk tersebut. Tambahkan 6 tetes minyak esensial dama air tersebut.
Pengharum ruangan. Tambahkan 6 tetes minyak esensial pada mangkuk kecil berisi air hangat. Letakkan mangkuk di meja atau sudut ruangan. Biarkan aroma wanginya menyebar ke seluruh ruangan.
Dalam buku The Encyclopedia of Complementary Medicine, The Complete Family Guide to Alternative Health Care disebutkan bahwa minyak esensial merupakan zat serbaguna. Molekul yang dilepaskan ke udara adalah sebagai uap air. Ketika uap air yang mengandung komponen kimia tersebut dihirup, akan diserap tubuh melalui hidung dan paru-paru yang kemudian masuk ke aliran darah.
Bersamaan saat dihirup itu, uap air akan berjalan dengan segera ke sistem limbik otak yang bertanggung jawab dalam sistem integrasi dan ekspresi perasaan, belajar, ingatan, emosi, serta rangsangan fisik. Kala digunakan sebagai aplikasi di luar tubuh, minyak esensial bermanfaat dalam menyeimbangkan kondisi kulit, seperti juga otot dan organ bagian dalam.
Yang perlu diingat, minyak esensial tidak bersifat menyembuhkan seperti layaknya obat-obat kedokteran, tetapi dapat merangsang proses penyembuhan alami tubuh, menaikkan keseimbangan dan keselarasan dari energi yang tak kentara pada pikiran dan tubuh. Terapi aroma menawarkan hasil terbaik bila digunakan secara konsisten dan disertai dengan gaya hidup sehat secara menyeluruh.
Campur Pelarut
Minyak esensial biasanya dilarutkan dengan zat pelarut seperti minyak sayur, lotion, atau yang lainnya. Untuk memijat, minyak esensial sebaiknya dicampur dengan minyak pelarut berkualitas tinggi. Banyak minyak yang cocok digunakan sebagai minyak pelarut.
Minyak almond berperan sebagai minyak pelarut yang ideal karena ringan, tidak berbau, dan baik. Saat diaplikasikan pada kulit, minyak akan diserap dan dibawa ke jaringan otot, sendi, dan organ tubuh lainnya.
Minyak esensial adalah konsentrat yang umumnya merupakan hasil penyulingan dari bunga, buah, semak-semak, dan pohon. Sayangnya, untuk mendapat sedikit minyak esensial diperlukan bahan yang cukup banyak.
Denis Rowley dalam buku Aromatherapy, Recipes and Remedies to Enhance Your Life menyebutkan bahwa diperlukan 60 ribu daun bunga mawar agar memperoleh 30 ml minyak bunga mawar. Lalu, untuk menghasilkan 3 kg minyak lavender diperlukan 100 kg lavender!
Minyak esensial sangat efektif dan bermanfaat saat dihirup atau digunakan pada bagian luar. Indra penciuman berhubungan dekat dengan emosi manusia. Saat aroma dari minyak esensial dihirup, tubuh akan memberikan respon psikologis.
Penggunaan minyak esensial tidak boleh terlalu banyak. Dosis yang terlalu besar dari minyak esensial bisa bersifat racun. Untuk itu, dosisnya harus sesuai dengan panduan. Contohnya, bila pada resep diminta hanya tiga tetes minyak esensial, jangan berpikiran kalau ditambahkan hingga enam tetes akan mendapat manfaat dua kali lipatnya.
Perlu diingat bahwa minyak esensial yang digunakan mesti 100 persen asli, bukan aroma wangi-wangian atau esens. Beli minyak esensial dari produsen maupun merek yang terpercaya. Jangan takut bertanya bila ingin memastikan minyak yang diinginkan.
Untuk Keperluan Sehari-hari
Penggunaan minyak esensial tak selalu untuk pemijatan atau merendam tubuh. Ada beberapa cara menggunakan minyak esensial yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, seperti yang disebutkan Denis Rowley dalam buku Aromatherapy, Recipes and Remedies to Enhance Your Life.
Bathtub. Isi bathtub dengan air hangat. Tambahkan 4-6 tetes minyak esensial dan aduk-aduk guna melarutkan minyak tersebut. Rendam tubuh sedikitnya selama 10 menit.
Rendam kaki. Tambahkan 4-6 tetes minyak esensial dalam mangkuk besar berisi air hangat. Masukkan kaki dalam air tersebut selama 15 menit.
Mandi dengan pancuran. Tempatkan 4 tetes minyak esensial pada gelas kosong berukuran 100 ml. Saat berada di bawah air pancuran, isi botol dengan air hangat dan gosok campuran tersebut pada kulit. Pilihan lain, tambahkan 4 tetes minyak esensial pada spons dan gosok di kulit saat berada di bawah air pancuran.
Kompres. Tambahkan 3-6 tetes minyak esensial pada setengah liter air. Masukkan handuk kecil pada air tersebut dan peras. Lalu, letakkan handuk tersebut pada wilayah yang diinginkan. Bisa juga untuk mengompres wajah dengan menambahkan 2 tetes minyak esensial pada satu mangkuk air hangat. Masukkan kain atau handuk kecil pada air larutan dan peras. Letakkan pada wajah selama beberapa menit. Ulangi cara tersebut selama tiga kali.
Hirup. Isi sebuah mangkuk dengan air hangat. Tambahkan 3-6 tetes minyak esensial. Dengan posisi kepala berada di atas mangkuk, tutup kepala dengan handuk. Secara perlahan, hirup aroma yang keluar dari mangkuk tersebut.
Pijat. Campur minyak esensial yang telah dipilih dengan minyak pembawa. Campuran yang biasa adalah 5 tetes minyak esensial untuk setiap 10 ml minyak pembawa.
Parfum. Campur 2-3 tetes minyak esensial yang berbeda dengan minyak jojoba untuk menciptakan parfum buatan sendiri.
Lilin. Nyalakan lilin dan tunggu hingga mulai meleleh. Tambahkan 1-2 tetes minyak esensial pada lilin hangat. Karena mudah terbakar, sebaiknya jangan sampai terkena api.
Lampu neon. Teteskan 1-2 minyak esensial pada lampu neon sebelum dinyalakan. Karena mudah terbakar, jangan meneteskan minyak esensial saat lampu sudah menyala.
Sapu tangan. Cipratkan satu tetes minyak esensial pada tisu atau sapu tangan. Hirup kala diperlukan.
Spray. Isi botol spray kosong yang bersih dengan air dari sumber mata air. Tambahkan 3-4 tetes minyak esensial. Semprotkan campuran tersebut untuk mengharumkan ruangan, memelihara kesegaran wajah dan tubuh.
Pembakar terapi. Gunakan alat pembakar terapi untuk terapi aroma. Isi mangkuk dengan air dan nyalakan lilin di bawah mangkuk tersebut. Tambahkan 6 tetes minyak esensial dama air tersebut.
Pengharum ruangan. Tambahkan 6 tetes minyak esensial pada mangkuk kecil berisi air hangat. Letakkan mangkuk di meja atau sudut ruangan. Biarkan aroma wanginya menyebar ke seluruh ruangan.
Senin, 14 Juli 2008
Senam Mata, Bikin Awet Muda
Read More
SELAIN melatih lengan, kaki, perut, dan dada untuk kebugaran fisik, mata juga ternyata dapat dilatih demi kebaikan indera penglihatan. Memang tak semua pakar sepakat bahwa olahraga mata (eye-robics) dapat membantu mempertahankan penglihatan. Akan tetapi, makin banyak spesialis terapi penglihatan percaya senam mata setiap hari dapat membuat mata Anda awet muda.
"Logika di balik terapi penglihatan ini adalah bila Anda dapat merusak sistem penglihatan karena kebiasaan mengerjakan sesuatu dalam jarak dekat, berarti Anda dapat memulihkannya," kata Steven Ritter, O.D., dari State University of New York College of Optometri di New York City.
Spesialis terapi penglihatan atau vision therapist dapat meresepkan sampai sekitar 280 macam latihan. Tak satu pun dapat mengatasi masalah penglihatan semua orang. Akan tetapi tidak ada salahnya bila Anda mencoba beberapa di antaranya.
1.Membaca koran dari jauh.
Apabila pekerjaan mengharuskan Anda duduk di depan komputer selama berjam-jam, cobalah yang berikut ini: Tempelkan satu halaman koran pada dinding yang kurang lebih berjarak 2,5 meter dari tempat Anda biasa duduk. Hentikan pekerjaan Anda setiap sekitar sepuluh menit untuk mengarahkan pandangan ke koran tadi. Berusahalah membaca tulisan di koran itu. Kemudian lihat lagi layar komputer Anda. Kerjakan ini berulang-ulang, masing-masing selama 30 detik, sekitar enam kali dalam satu jam. Latihan ini dapat membantu menghindari kekaburan yang sering dialami oleh para operator komputer di penghujung hari kerja.
2. Melempar bola ke dinding.
Berdirilah pada jarak sekitar satu hingga satu setengah meter dari sebuah dinding yang kosong, menghadap ke arah dinding. Minta seorang teman berdiri di belakang Anda kemudian melontarkan sebuah bola tenis ke dinding. Ketika bola itu memantul dari dinding, cobalah menangkapnya. Latihan ini dapat membantu meningkatkan koordinasi tangan/mata Anda.
3. Membaca jempol sendiri.
Acungkan jempol Anda sejauh-jauhnya. Buat gerakan melingkar, huruf X dan tanpa +, dekat dan jauh secara bergantian. Ikuti dengan mata Anda. Sementara itu, usahakan menangkap bayangan ruangan dalam medan pandangan Anda sebanyak mungkin. Teruskan latihan ini dengan sebelah mata tertutup. Ulang dengan sebelah mata yang lain. Ini dapat meningkatkan penglihatan periferal Anda.
4. Mengikuti sorotan lampu senter.
Latihan yang menyenangkan ini dapat meningkatkan kemampuan Anda mengikuti sebuah benda dengan mata. Latihan ini memerlukan seorang teman dan dua buah lampu senter. Berdirilah di sebuah ruangan yang gelap, menghadap ke dinding. Mintalah kepada teman Anda agar menyorotkan lampunya ke dinding dan menggerakkannya dengan gerakan menyapu membentuk sebuah gelombang. Dengan lampu senter yang Anda pegang, ikuti lingkaran cahaya itu sambil berusaha menyeimbangkan sebuah buku yang diletakkan di atas kepala. Dengan begini Anda terpaksa mengikuti gerak cahaya dengan mata, tanpa menggerakkan kepala.
5. Membaca bola.
Tulis sejumlah huruf atau angka pada sebuah bola softball atau bola dari styrofoam, pasang sebuah kaitan, kemudian gantung bola itu pads langit-langit dengan seutas tali. Makin kecil tulisan Anda, makin sulit latihan ini. Ayunkan bola itu. Cobalah menyebutkan huruf atau angka yang Anda lihat. Latihan ini membantu Anda tetap terampil mengikuti benda bergerak secara fokus.
6. Membuat untaian manik-manik.
Latihan ini melatih kedua mata agar terpusat ke sebuah benda sasaran. Ini juga melatih otak untuk menggunakan kedua mata secara beruama-sama. Ambil benang sepanjang kira-kira 180 cm, masukkan ke dalam lubang tiga buah manik-manik yang mempunyai warna berbeda. Ikat salah satu ujung benang ke dinding dengan ketinggian sejajar mata, sedangkan ujung yang lain nanti Anda pegang di depan hidung. Geser salah satu manik-manik ke ujung dekat dinding, tempatkan manik-manik kedua pada jarak sekitar 120 cm dari hidung, sedangkan yang ketiga pada jarak sekitar 40 cm dari hidung.
Arahkan pandangan Anda ke manik-manik yang paling jauh. Anda akan melihat bayangan dua buah benang membentuk huruf V dengan manik-manik sebagai pusat. Pindahkan arah pandangan Anda ke manik-manik di tengah. Perhatikan huruf X yang terbentuk oleh bayangan benang dengan manik-manik tengah sebagai pusat. Kemudian pindahkan lagi pandangan Anda ke manik-manik paling dekat, dan saksikan huruf X yang serupa. Pindahkan pandangan Anda dari manik-manik sate ke yang lain dengan cepat, dan jangan lupa memperhatikan huruf V atau X yang terbentuk.
Apabila kedua mata Anda bekerja sebagai sebuah tim, Anda selalu harus menyaksikan dua bayangan benang saling menyilang ketika memusatkan perhatian Anda ke salah satu manik-manik. Jika mata Anda tidak bekerja sama, Anda akan menyaksikan pola-pola yang berbeda atau hanya sebuah benang.
"Logika di balik terapi penglihatan ini adalah bila Anda dapat merusak sistem penglihatan karena kebiasaan mengerjakan sesuatu dalam jarak dekat, berarti Anda dapat memulihkannya," kata Steven Ritter, O.D., dari State University of New York College of Optometri di New York City.
Spesialis terapi penglihatan atau vision therapist dapat meresepkan sampai sekitar 280 macam latihan. Tak satu pun dapat mengatasi masalah penglihatan semua orang. Akan tetapi tidak ada salahnya bila Anda mencoba beberapa di antaranya.
1.Membaca koran dari jauh.
Apabila pekerjaan mengharuskan Anda duduk di depan komputer selama berjam-jam, cobalah yang berikut ini: Tempelkan satu halaman koran pada dinding yang kurang lebih berjarak 2,5 meter dari tempat Anda biasa duduk. Hentikan pekerjaan Anda setiap sekitar sepuluh menit untuk mengarahkan pandangan ke koran tadi. Berusahalah membaca tulisan di koran itu. Kemudian lihat lagi layar komputer Anda. Kerjakan ini berulang-ulang, masing-masing selama 30 detik, sekitar enam kali dalam satu jam. Latihan ini dapat membantu menghindari kekaburan yang sering dialami oleh para operator komputer di penghujung hari kerja.
2. Melempar bola ke dinding.
Berdirilah pada jarak sekitar satu hingga satu setengah meter dari sebuah dinding yang kosong, menghadap ke arah dinding. Minta seorang teman berdiri di belakang Anda kemudian melontarkan sebuah bola tenis ke dinding. Ketika bola itu memantul dari dinding, cobalah menangkapnya. Latihan ini dapat membantu meningkatkan koordinasi tangan/mata Anda.
3. Membaca jempol sendiri.
Acungkan jempol Anda sejauh-jauhnya. Buat gerakan melingkar, huruf X dan tanpa +, dekat dan jauh secara bergantian. Ikuti dengan mata Anda. Sementara itu, usahakan menangkap bayangan ruangan dalam medan pandangan Anda sebanyak mungkin. Teruskan latihan ini dengan sebelah mata tertutup. Ulang dengan sebelah mata yang lain. Ini dapat meningkatkan penglihatan periferal Anda.
4. Mengikuti sorotan lampu senter.
Latihan yang menyenangkan ini dapat meningkatkan kemampuan Anda mengikuti sebuah benda dengan mata. Latihan ini memerlukan seorang teman dan dua buah lampu senter. Berdirilah di sebuah ruangan yang gelap, menghadap ke dinding. Mintalah kepada teman Anda agar menyorotkan lampunya ke dinding dan menggerakkannya dengan gerakan menyapu membentuk sebuah gelombang. Dengan lampu senter yang Anda pegang, ikuti lingkaran cahaya itu sambil berusaha menyeimbangkan sebuah buku yang diletakkan di atas kepala. Dengan begini Anda terpaksa mengikuti gerak cahaya dengan mata, tanpa menggerakkan kepala.
5. Membaca bola.
Tulis sejumlah huruf atau angka pada sebuah bola softball atau bola dari styrofoam, pasang sebuah kaitan, kemudian gantung bola itu pads langit-langit dengan seutas tali. Makin kecil tulisan Anda, makin sulit latihan ini. Ayunkan bola itu. Cobalah menyebutkan huruf atau angka yang Anda lihat. Latihan ini membantu Anda tetap terampil mengikuti benda bergerak secara fokus.
6. Membuat untaian manik-manik.
Latihan ini melatih kedua mata agar terpusat ke sebuah benda sasaran. Ini juga melatih otak untuk menggunakan kedua mata secara beruama-sama. Ambil benang sepanjang kira-kira 180 cm, masukkan ke dalam lubang tiga buah manik-manik yang mempunyai warna berbeda. Ikat salah satu ujung benang ke dinding dengan ketinggian sejajar mata, sedangkan ujung yang lain nanti Anda pegang di depan hidung. Geser salah satu manik-manik ke ujung dekat dinding, tempatkan manik-manik kedua pada jarak sekitar 120 cm dari hidung, sedangkan yang ketiga pada jarak sekitar 40 cm dari hidung.
Arahkan pandangan Anda ke manik-manik yang paling jauh. Anda akan melihat bayangan dua buah benang membentuk huruf V dengan manik-manik sebagai pusat. Pindahkan arah pandangan Anda ke manik-manik di tengah. Perhatikan huruf X yang terbentuk oleh bayangan benang dengan manik-manik tengah sebagai pusat. Kemudian pindahkan lagi pandangan Anda ke manik-manik paling dekat, dan saksikan huruf X yang serupa. Pindahkan pandangan Anda dari manik-manik sate ke yang lain dengan cepat, dan jangan lupa memperhatikan huruf V atau X yang terbentuk.
Apabila kedua mata Anda bekerja sebagai sebuah tim, Anda selalu harus menyaksikan dua bayangan benang saling menyilang ketika memusatkan perhatian Anda ke salah satu manik-manik. Jika mata Anda tidak bekerja sama, Anda akan menyaksikan pola-pola yang berbeda atau hanya sebuah benang.
Keprihatinan Ners
Oleh: Wastu Adi Mulyono
Saya tertegun, di depan daftar nilai hasil pemeriksaan lembar jawaban. Denial, campur heran. Mengapa mahasiswa para mahasiswa hanya dapat nilai setengah dari soal yang saya buat? Apa soal terlalu sulit? Bukankah waktu kuliah sudah memberikan kesempatan bertanya tentang apa yang belum jelas?
Bolak-balik saya baca lagi soalnya. Bahasa yang digunakan, konstruksinya. Rasanya sudah dibuat sebaik mungkin. Saya amati jawaban mahasiswa. Oh, kalau soalnya hanya berupa ingatan, lebih dari 75 persen bisa menjawab. Saya lihat soal lain yang bertipe analisa, emm, memang sedikit sekali yang benar menjawab. Wajar.
Saya mencoba memperhatikan soal-soal esay. Nah ini dia. Ternyata banyak mahasiswa tidak mengetahui arti pertanyaannya. Istilah yang diguankan dalam jawabannya pun masih tidak karuan, jangankan definisinya sama, arti yang dipakaipun kadang bertolak belakang.
Pantas saja banyak dari mahasiswa tidak dapat menjawab pertanyaan penjelasan. Bagaimana dapat memberikan penjelasan, lha yang mau dijalaskan saja tidak tahu apa. Ibarat orang buta diminta menjelaskan gajah, yang menyetuh telinganya akan mengatakan gajah itu tipis, yang menyentuh kakinya saja akan menjelaskan seperti tabung dan lainnya. Mahasiswa yang tidak mengetahui arti istilah sudah pasti tidak akan dapat menjelaskan maknanya.
Keprihatinan saya semakin bertambah dalam. Sebagian mahasiswa juga tidak mau membaca buku berbahasa asing. Padahal kalau kita sering membaca buku bahasa asing pasti akan sedikit membantu. Bahasa inggris misalnya mirip dengan bahasa latin. Jadi semakin sering kita membaca buku berbahasa asing, semakin mudah kita belajar istilah-istilah di keperawatan.
Sejenak saya introspeksi pada pemahaman keperawatan. Kalau kita tidak tahu keperawatan, bagaimana menjelaskanya. Obyeknya saja belum jelas. Ini sangat critical! Menjelaskan saja belum bisa, mau mengaplikasikan, menyusun kebijakan, bahkam menggunakannya untuk menerapi orang lain? Seratus persen mahasiswa yang mengambil kuliah manajemen keperawatan langsung diam kebingungan ketika saya tanya tentang paradigma keperawatan. Siapa yang salah? Materi Konsep Dasar Keperawatan bahkan diberikan 7 sks. Hasilnya tetap saja. Pasti ada yang tidak berjalan dengan benar.
Isu-isu tentang penggunaan kurikulum berbasis kompetensi juga sudah didengungkan. Kurikulum berbasis kompetensi, katanya. Lagi-lagi kompetensi. Lagi-lagi kurikulum yang akan diubah. Apa semua sudah sama memahami kompetensi? Ada yang menyebut ketrampilan menyuntik, merawat luka dan yang semacamnya itu adalah kompetensi. Hmm benar enggak ya? Aipni sudah punya web enggak ya, yang dapat menjelaskan tentang itu? Atau sudah ada di dalam situs inna-ppni.or.id?
Metode berubah, tetapi jika sumber-sumber belajar sendiri juga tidak jelas, mereka mau belajar dari mana? Internet, itu kata mereka jawabannya. Bagian mana dari internet? 99% mahasiswa saya yang sudah disediakan internet belum mampu mengoptimalkannya. Kalaupun ada yang sudah akses jurnal-jurnal, mereka langsung mengeluh, Pak yang bahasa Indonesia ada, enggak? Atau Pak, kok harus bayar sih.
Dosen sebenarnya dapat menjadi fasilitator yang mampu menjembatani permasalahan ini. Tapi bagaimana kalau dosennya juga tidak dapat memahami bahasa Inggris? Ha...ha apa iya ada dosen yang tidak dapat berbahasa Inggris, Pak? Dosen dapat membantu dengan membuat koleksi materi yang up to date. Up to date dalam arti dosen sudah dapat menghubungkan antara teori dengan praktik. Lalu kalau dosennya tidak pernah ke klinik? Ya ke klinik dulu lah!! Bagaimana bisa ke klinik Pak, jam mengajar full. Ya wajar saja, mendirikan sekolah tinggi cukup dengan 5 dosen, ijin sudah keluar kok.
Tidak perlu dilanjutkan lagi. Pada dasarnya parmasalahan saya hanya prihatin. Mengapa mahasiswa ners malas mempelajari istilah. Menyepelekan pemahaman istilah. Perlukah kita memberikan kurikulum khusus untuk memahami istilah dalam keperawatan. Jika sumbernya sudah jelas, dosen sudah paham, mahasiswa sudah paham, pasti proses menjelaskan juga mudah. Setelah menjelaskan dengan mudah pasti membuat turunan dari penjelasan tersebut juga mudah. Praktik mudah, perijinan mudah, undang-undang juga mudah.
Kekacauan pemahaman ini juga barangkali,disebabkan bervariasinya latar belakang pendidikan dosen. Saya masih ingat, betapa angkuhnya saya dulu ketika menyandang gelar S.Kp. Seolah-olah saya lah yang paling benar. Dosen lulusan luar negeri yang tidak pernah sekolah S1 di Indonesia itu sepele. Beruntung saya bergaul dengan banyak orang dengan latar belakang pendidikan berbeda. Perawat dari yang disebut penjenang sampai yang sudah doktor bahkan guru besar. Jadi saya tidak memelihara keangkuhan tersebut terlalu lama.
Saya ingat dosen saya waktu D3 langsung mengajarkan ilmunya dari S1 dengan bangga sekali. Lalu waktu S1 dosen lulusan S2 juga memberikan pengetahuannya dengan sedikit sekali. "Bu, itu kan sudah pernah kami pelajari di D3?" Demikian pertanyaan kami. Jawaban yang saya dengar membuat saya berkerut. "Ilmu Anda di D3 ketinggian!" Salah siapa hayo??
Prihatin.. prihatin...
Read More
Saya tertegun, di depan daftar nilai hasil pemeriksaan lembar jawaban. Denial, campur heran. Mengapa mahasiswa para mahasiswa hanya dapat nilai setengah dari soal yang saya buat? Apa soal terlalu sulit? Bukankah waktu kuliah sudah memberikan kesempatan bertanya tentang apa yang belum jelas?
Bolak-balik saya baca lagi soalnya. Bahasa yang digunakan, konstruksinya. Rasanya sudah dibuat sebaik mungkin. Saya amati jawaban mahasiswa. Oh, kalau soalnya hanya berupa ingatan, lebih dari 75 persen bisa menjawab. Saya lihat soal lain yang bertipe analisa, emm, memang sedikit sekali yang benar menjawab. Wajar.
Saya mencoba memperhatikan soal-soal esay. Nah ini dia. Ternyata banyak mahasiswa tidak mengetahui arti pertanyaannya. Istilah yang diguankan dalam jawabannya pun masih tidak karuan, jangankan definisinya sama, arti yang dipakaipun kadang bertolak belakang.
Pantas saja banyak dari mahasiswa tidak dapat menjawab pertanyaan penjelasan. Bagaimana dapat memberikan penjelasan, lha yang mau dijalaskan saja tidak tahu apa. Ibarat orang buta diminta menjelaskan gajah, yang menyetuh telinganya akan mengatakan gajah itu tipis, yang menyentuh kakinya saja akan menjelaskan seperti tabung dan lainnya. Mahasiswa yang tidak mengetahui arti istilah sudah pasti tidak akan dapat menjelaskan maknanya.
Keprihatinan saya semakin bertambah dalam. Sebagian mahasiswa juga tidak mau membaca buku berbahasa asing. Padahal kalau kita sering membaca buku bahasa asing pasti akan sedikit membantu. Bahasa inggris misalnya mirip dengan bahasa latin. Jadi semakin sering kita membaca buku berbahasa asing, semakin mudah kita belajar istilah-istilah di keperawatan.
Sejenak saya introspeksi pada pemahaman keperawatan. Kalau kita tidak tahu keperawatan, bagaimana menjelaskanya. Obyeknya saja belum jelas. Ini sangat critical! Menjelaskan saja belum bisa, mau mengaplikasikan, menyusun kebijakan, bahkam menggunakannya untuk menerapi orang lain? Seratus persen mahasiswa yang mengambil kuliah manajemen keperawatan langsung diam kebingungan ketika saya tanya tentang paradigma keperawatan. Siapa yang salah? Materi Konsep Dasar Keperawatan bahkan diberikan 7 sks. Hasilnya tetap saja. Pasti ada yang tidak berjalan dengan benar.
Isu-isu tentang penggunaan kurikulum berbasis kompetensi juga sudah didengungkan. Kurikulum berbasis kompetensi, katanya. Lagi-lagi kompetensi. Lagi-lagi kurikulum yang akan diubah. Apa semua sudah sama memahami kompetensi? Ada yang menyebut ketrampilan menyuntik, merawat luka dan yang semacamnya itu adalah kompetensi. Hmm benar enggak ya? Aipni sudah punya web enggak ya, yang dapat menjelaskan tentang itu? Atau sudah ada di dalam situs inna-ppni.or.id?
Metode berubah, tetapi jika sumber-sumber belajar sendiri juga tidak jelas, mereka mau belajar dari mana? Internet, itu kata mereka jawabannya. Bagian mana dari internet? 99% mahasiswa saya yang sudah disediakan internet belum mampu mengoptimalkannya. Kalaupun ada yang sudah akses jurnal-jurnal, mereka langsung mengeluh, Pak yang bahasa Indonesia ada, enggak? Atau Pak, kok harus bayar sih.
Dosen sebenarnya dapat menjadi fasilitator yang mampu menjembatani permasalahan ini. Tapi bagaimana kalau dosennya juga tidak dapat memahami bahasa Inggris? Ha...ha apa iya ada dosen yang tidak dapat berbahasa Inggris, Pak? Dosen dapat membantu dengan membuat koleksi materi yang up to date. Up to date dalam arti dosen sudah dapat menghubungkan antara teori dengan praktik. Lalu kalau dosennya tidak pernah ke klinik? Ya ke klinik dulu lah!! Bagaimana bisa ke klinik Pak, jam mengajar full. Ya wajar saja, mendirikan sekolah tinggi cukup dengan 5 dosen, ijin sudah keluar kok.
Tidak perlu dilanjutkan lagi. Pada dasarnya parmasalahan saya hanya prihatin. Mengapa mahasiswa ners malas mempelajari istilah. Menyepelekan pemahaman istilah. Perlukah kita memberikan kurikulum khusus untuk memahami istilah dalam keperawatan. Jika sumbernya sudah jelas, dosen sudah paham, mahasiswa sudah paham, pasti proses menjelaskan juga mudah. Setelah menjelaskan dengan mudah pasti membuat turunan dari penjelasan tersebut juga mudah. Praktik mudah, perijinan mudah, undang-undang juga mudah.
Kekacauan pemahaman ini juga barangkali,disebabkan bervariasinya latar belakang pendidikan dosen. Saya masih ingat, betapa angkuhnya saya dulu ketika menyandang gelar S.Kp. Seolah-olah saya lah yang paling benar. Dosen lulusan luar negeri yang tidak pernah sekolah S1 di Indonesia itu sepele. Beruntung saya bergaul dengan banyak orang dengan latar belakang pendidikan berbeda. Perawat dari yang disebut penjenang sampai yang sudah doktor bahkan guru besar. Jadi saya tidak memelihara keangkuhan tersebut terlalu lama.
Saya ingat dosen saya waktu D3 langsung mengajarkan ilmunya dari S1 dengan bangga sekali. Lalu waktu S1 dosen lulusan S2 juga memberikan pengetahuannya dengan sedikit sekali. "Bu, itu kan sudah pernah kami pelajari di D3?" Demikian pertanyaan kami. Jawaban yang saya dengar membuat saya berkerut. "Ilmu Anda di D3 ketinggian!" Salah siapa hayo??
Prihatin.. prihatin...
JENIS-JENIS CAIRAN INFUS
ASERINGIndikasi:Dehidrasi (syok hipovolemik dan asidosis) pada kondisi: gastroenteritis akut, demam berdarah dengue (DHF), luka bakar, syok hemoragik, dehidrasi berat, trauma.Komposisi:Setiap liter asering mengandung:Na 130 mEqK 4 mEqCl 109 mEqCa 3 mEqAsetat (garam) 28 mEqKeunggulan:Asetat dimetabolisme di otot, dan masih dapat ditolelir pada pasien yang mengalami gangguan hatiPada pemberian
Read More
Minggu, 13 Juli 2008
Tlusupen Bisa Jadi Mata Ikan.

Jangan membiasakan berjalan tanpa alas kaki meskipun itu didalam rumah, karena bisa beresiko kemasukan benda asing atau bahasa jawanya " Tlusupen ", dan memang awalnya tidak terasa sakit, karena itu banyak yang membiarkannya, apabila dibiarkan terus kulit disekitarnya akan menebal dan lama kelamaan akan timbul rasa mengganjal sekaligus nyeri dibagian itu. Ini yang disebut Clavus ( Mata Ikan ).
Sebetulnya mata ikan ini tidak berbahaya, tapi bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, karena terasa nyeri sekali bila dipakai untuk berjalan dan tentunya mengganggu kegiatan sehari-hari. Satu satunya pengobatannya adalah dengan operasi, tetapi tidak perlu takut dengan kata operasi ini, karena operasi ini hanya operasi kecil.
Banyak orang mengira rasa sakit yang ditimbulkan disebabkan karena sebab lain misalnya memakai sepatu yang terlalu tertutup, atau memakai sepatu yang kekecilan, padahal bukan itu penyebabnya. Atau dikira hanya kapalan biasa atau kutil yang timbul ditelapak kaki. Kalau Kapalan atau penebalan kulit adalah lapisan kulit yang menebal saja dan tidak menimbulkan nyeri, bisa diobati dengan obat oles untuk melunakkan bagian kulit kaki yang menebal, sedangkan kutil / Papilloma disebabkan oleh virus. Beda dengan mata ikan yang harus dioperasi untuk mengambil sumber penyebab nyeri tadi, penyebab tlusupen ini paling sering adalah serabut kayu dan debu.
Gambar diambil dari http://www.podotherapie-laarbeek.nl/Podotherapie.html
Mau Marah? Tarik Napas Dalam
Read More
PERNAHKAH kita menyadari diri saat marah, sedih, cemas, gelisah, kecewa, dan saat segala macam perasaan tidak menyenangkan muncul? Kalau pernah, bagaimanakah napas kita saat itu? Tentu, napas kita pendek-pendek dan bahkan bisa tersengal-sengal.
Dan ternyata gejalanya bisa jadi tidak hanya sampai di situ saja. Kita mungkin pernah berkeringat dingin saat merasa takut, sakit perut saat demam panggung, diare saat mau ujian, jantung berdetak cepat saat marah, takut dan sebagainya. Keadaan semacam dalam bahasa psikologi disebut psikosomatis.
Seorang profesor yang juga spesialis kanker dari Institute Rotary Cancer Hospital, New Delhi, India, Vinod Kochupillai menyebutkan, gejala-gejala ini menandakan bahwa pikiran, kondisi emosi seseorang mempengaruhi badan. “Pikiran dan tubuh itu menyatu,” ujar professor yang telah menghasilkan 150 tulisan ilmiah di jurnal nasional dan internasional.
Vinod melanjutkan, ketika kita mulai sadar bahwa kita sedang marah atau mengalami emosi yang tidak menyenangkan, ada baiknya langsung menenangkan diri. Caranya, dengan menarik napas dalam terus menerus.
Dalam meditasi, yoga dan berbagai aliran senam pernapasan diajarkan bagaimana bernapas dalam. Selama berabad-abad, banyak orang suci dan para rishi menyarankan latihan yoga, meditasi, pranayam untuk mencegah atau memperbaiki reaksi kita terhadap stres.
Bernapas itu makanan penting untuk semua makhluk. Secara fisik, manusia bisa hidup tanpa makanan dan minum dalam waktu agak lama, misalnya tiga hari bahkan empat minggu. Namun, bila tanpa oksigen, sehari saja kita bisa mati.
Oksigen (O2) yang kita hirup digunakan untuk membakar makanan yang masuk dalam tubuh supaya menghasilkan energi. Sisa pembakaran berupa karbondioksida (CO2) dikeluarkan lewat paru-paru. Tanpa oksigen, sel-sel tubuh tidak akan berfungsi. Semakin lama tanpa oksigen, semakin rusak sel-sel tubuh. Artinya, tinggal kematian saja.
Pengambilan O2 dan pengeluaran CO2 berlangsung karena adanya otot-otot diafragma (sekat rongga badan), otot-otot rongga dada dan perut yang memungkinkan paru-paru mengembang (menghisap udara) dan mengempis (mengeluarkan udara).
Ketika kita bernapas, udara masuk lewat hidung, tenggorokan, kemudian ke paru-paru. Setelah mencapai alveoli (kantong udara pada paru-paru) oksigen berdifusi atau menyebar melalui membran alveoli kapiler yang sangat tipis yang terdiri dari jaringan membran alveoli dan dinding kapiler pembuluh darah.
Dalam keadaan normal, semua oksigen akan diikat oleh hemoglobin sel darah merah selanjutnya disebarkan ke sel-sel di seluruh tubuh. Sementara itu, sisa hasil pembakaran dari sel yang berupa gas CO2 akan dibawa sel darah merah lewat membran alveoli kapiler ke alveoli. Selanjutnya dikeluarkan ke udara bebas.
Semakin banyak oksigen yang kita hirup secara teratur setiap hari, sel-sel tubuh akan mengalami regenerasi. Sel-sel tidak menjadi lapar akan oksigen dan selalu muda. Menurut Prof. Vinod, bernapas dalam, memungkinkan pasokan oksigen ke otak, sistem saraf dan seluruh tubuh tercukupi. “Akibatnya kita menjadi tenang, bahagia, dan merasakan nikmat yang luar biasa. Keadaan ini muncul akibat otak menyemprotkan saripati kenikmatan dalam tubuh karena kedua belah otak berada dalam keseimbangan. Kesenangan emosional ini akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Tubuh menjadi sehat. Sel-sel yang rusak misalnya akibat kanker bisa diperbaiki.,” ujar Kepala Departmen of Medical Oncology All Indian Institute of Medical Sciences, New Delhi ini.
Sebaliknya, ketegangan emosional semisal stres yang berkepanjangan mengakibatkan terjadinya kontraksi otot dada, bahu, punggung, leher, muka, dan diafragma. Akibatnya gerakan otot diafragma menjadi terganggu. Napas pendek dan cepat, bahkan sistem kardiovaskular (pembuluh darah dan jantung) kita juga terganggu. Efeknya, pasokan oksigen ke seluruh tubuh menipis.
Ini artinya irama pernapasan merupakan salah satu petunjuk fisik paling jelas atas keadaan emosional dan mental seseorang. Penurunan oksigen menimbulkan respon “lawan” dari sistem saraf dan ini akan menciptakan sensasi fisik dan rangsangan saraf yang mengganggu aktivitas otak. Ketidakseimbangan otak akan terwujud berbentuk misalnya konsentrasi buruk, panik, gelisah, cemas, tegang.
Dalam keadaan demikian, otak yang diwakili sistem limbic berupa kelenjar pituitary, amygdala, dan hippocampus akan mengeluarkan hormon stres (kortisol, kortikosteroid, katekolamin). Padahal hormon-hormon ini menyebabkan tekanan terhadap sistem kekebalan dan bahkan kekacauan metabolisme tubuh.
Dalam kasus esktrim, keadaan tersebut bisa menyebabkan orang menjadi kecanduan terhadap tembakau, alcohol, juga narkotika karena bahan-bahan di dalamnya mengandung zat penenang.
Bila serangan stres terjadi berulang dan menjadi kronis, dapat menyebabkan perubahan fisiologis yang permanen. Munculah penyakit seperti darah tinggi, diabetes, jantung koroner, asma, gastrointestinal (saluran pencernaan), infeksi, migrain, sakit kepala, dan lain-lain.”Ini karena depresi menekan produksi limposit dan menurunkan fungsi kekebalan,” jelas Vinod.
HDL Meningkat
Maka, Prof. Vinod kemudian menekankan agar kita berhati-hati terhadap emosi negatif yang muncul di dalam diri kita. Menurutnya, kecemasan, sikap bermusuhan, sikap menyerang, perasaan kesepian, amarah akan mempengaruhi kesehatan kita.
Banyak orang di dunia sekarang ini menderita penyakit dan kekacauan mental. Ini akibat kehabisan napas karena pernapasan yang tidak benar, kurang berolahraga, gizi yang buruk, polusi diri (tembakau, obat-obatan, pengawet) dan polusi lingkungan. Sel-sel tubuh akan lapar dengan oksigen sebagai bahan bakar utama.
Berbagai penelitian mengindikasikan bahwa penyakit seperti kanker, jantung, paru-paru dan AIDS dapat diperbaiki melalui pemberian oksigen yang sesuai kepada sel-sel. “Yah, paling tidak kualitas hidup penderita diperbaiki dan hidupnya diperlama,” ujar Prof. Vinod.
Dalam sebuah penelitian di beberapa institusi semisal di All Indian Institute of Medical Sciences, India, Prof. Vinod mencobakan sebuah teknik pernapasan yang dikembangkan oleh tokoh spritual India, Sri Sri Ravi Shankar bernama Sudharsan Kriya dan Pranayam (Sk-P).
Dari 21 individu sehat berusia 35-50 tahun yang melakukan metode SK-P selama 70 menit ditemukan penurunan kadar cortisol darah (hormon stress). Sebelum melakukan teknik SKP ditemukan kadar kortisol darah pada para individu itu antara 169- 375. Setelah latihan, kadar kortisol menjadi 83- 223.
Penelitian lain berlangsung dengan mengikutsertakan 10 orang polisi yang sedang menjalani penggojlokan. Selama sebulan pelatihan, stress tinggi ditunjukan dengan kadar laktat darah para polisi mencapai angka sekitar 0,64 mmoles/L. Ini karena mereka tidak menggunakan teknik SK-P. Setelah sebulan kemudian melakukan SK-P, kadar laktat darah para polisi menurun menjadi 0,55 mmoles/L.
Dalam penelitian lain lagi yang dilakukan di Bangalore Medical College, Vinod sekali lagi membuktikan keampuhan bernapas model ini. Selama tujuh hari, seseorang diminta melakukan teknik SK-P. Akibatnya, terjadi penurunan kolesterol serum totalnya. Dari mulai 118,32 mg% menjadi 91,75mg%. Sementara kolesterol HDLnya meningkat dari 43,17 mg5 menjadi 46,55 mg%. Kemudian latihan ditingkatkan menjadi 45 hari. Hasilnya, koletesrol total menurun lagi menjadi 74,72 mg% dan HDL meningkat menjadi 51,51 mg%.
Otak Berjalan
Sebenarnya, sudah sejak lama, berbagai penelitian ilmiah menegaskan bahwa antara tubuh dan pikiran saling berkaitan. Sehingga muncul ilmu yang disebut Psychoneuroimmunology (Psycho artinya mental, neuro artinya system saraf, dan immunology artinya system kekebalan tubuh) atau Mind-Body Medicine.
Dr. Candace Pert, mantan Ketua Bidang Kimia Otak pada Institut Nasional Kesehatan Jiwa, Universitas California, Amerika Serikat, menyebutkan, sel-sel saraf dalam otak kita bekerja karena rangsangan peristiwa fisik atau psikologis. Misalnya, ketika kita mendapat serangan beruang atau menerima kritik tajam, neuropeptide yang berada dalam sel-sel tubuh segera menyampaikan laporan melalui reseptornya di sumsum lanjutan (medulla oblongata) ke otak.
Dengan kelenjar pineal sensitif yang dipunyainya, otak dengan segera memerintahkan penyemprotan hormon tertentu supaya tubuh aman, misalnya endorfin disemprot supaya rasa sakit bisa ditahan. Begitu seterusnya
Contoh lain, saat seseorang mendapat kabar gembira atau sedang dalam keadaan bernapas dalam, sebuah sel saraf menyemprotkan opiate peptides atau saripati kenikmatan. Efek yang dialami dalam sel saraf di seluruh system secara bersamaan adalah rasa nikmat.
“Jadi dalam tubuh kita sendiri sebenarnya sudah terdapat pabrik obat yang mampu memproduksi obat-oatan yang mengatur suasana hati dan jenis obat psikoaktif,” ujar Candace.
Candace menyatakan, para ahli biokimia telah menemukan hampir 100 penyampai pesan biokimia ini membentuk sebuah jaringan informasi dalam tubuh atau pikiran dengan menghubungkan pikiran, emosi, dan sistem kekebalan.
Otak, kelenjar dan system kekebalan tubuh dihubungkan oleh jaringan informasi neuropeptide dan reseptor yang luar biasa. “Dalam hal ini, kita bisa menyebut neuropeptide dan reseptor itu sebagai otak yang dapat berjalan,” ujar Prof. Vinod menegaskan.
Karena itu, membuat otak selalu seimbang adalah hal penting buat kita. Menjaga agar otak selalu terasup oksigen secara cukup bahkan penuh adalah langkah menjaga agar kedua belah otak menjadi seimbang sehingga fungsinya berjalan optimal.
Richard Leviton, dalam bukunya Brain Builders menyebutkan bahwa orang yang mengalami gelombang otak alpha (7-14 Hz) melaporkan bahwa perasaannya nikmat, rileks, kesadaran meningkat dan emosi stabil. Dalam keadaan seperti ini otak akan sanggup membuat tubuh tetap dalam kondisi sehat karena produksi hormon kekebalan tubuh lancar dan tidak terganggu metabolisme.
Lain halnya bila otak sudah kehabisan tenaga dan bahan bakar (oksigen) akibat pernapasan pendek dan tersendat terus menerus. Gangguan ini menyebabkan kekacauan di otak. Akibatnya produksi hormon-hormon kekebalan yang melindungi tubuh juga kacau dan tersendat. Kita bahkan dapat mengubah keadaan gelombang otak ini sesuai keinginan dengan melakukan teknik semacam meditasi.
Dan ternyata gejalanya bisa jadi tidak hanya sampai di situ saja. Kita mungkin pernah berkeringat dingin saat merasa takut, sakit perut saat demam panggung, diare saat mau ujian, jantung berdetak cepat saat marah, takut dan sebagainya. Keadaan semacam dalam bahasa psikologi disebut psikosomatis.
Seorang profesor yang juga spesialis kanker dari Institute Rotary Cancer Hospital, New Delhi, India, Vinod Kochupillai menyebutkan, gejala-gejala ini menandakan bahwa pikiran, kondisi emosi seseorang mempengaruhi badan. “Pikiran dan tubuh itu menyatu,” ujar professor yang telah menghasilkan 150 tulisan ilmiah di jurnal nasional dan internasional.
Vinod melanjutkan, ketika kita mulai sadar bahwa kita sedang marah atau mengalami emosi yang tidak menyenangkan, ada baiknya langsung menenangkan diri. Caranya, dengan menarik napas dalam terus menerus.
Dalam meditasi, yoga dan berbagai aliran senam pernapasan diajarkan bagaimana bernapas dalam. Selama berabad-abad, banyak orang suci dan para rishi menyarankan latihan yoga, meditasi, pranayam untuk mencegah atau memperbaiki reaksi kita terhadap stres.
Bernapas itu makanan penting untuk semua makhluk. Secara fisik, manusia bisa hidup tanpa makanan dan minum dalam waktu agak lama, misalnya tiga hari bahkan empat minggu. Namun, bila tanpa oksigen, sehari saja kita bisa mati.
Oksigen (O2) yang kita hirup digunakan untuk membakar makanan yang masuk dalam tubuh supaya menghasilkan energi. Sisa pembakaran berupa karbondioksida (CO2) dikeluarkan lewat paru-paru. Tanpa oksigen, sel-sel tubuh tidak akan berfungsi. Semakin lama tanpa oksigen, semakin rusak sel-sel tubuh. Artinya, tinggal kematian saja.
Pengambilan O2 dan pengeluaran CO2 berlangsung karena adanya otot-otot diafragma (sekat rongga badan), otot-otot rongga dada dan perut yang memungkinkan paru-paru mengembang (menghisap udara) dan mengempis (mengeluarkan udara).
Ketika kita bernapas, udara masuk lewat hidung, tenggorokan, kemudian ke paru-paru. Setelah mencapai alveoli (kantong udara pada paru-paru) oksigen berdifusi atau menyebar melalui membran alveoli kapiler yang sangat tipis yang terdiri dari jaringan membran alveoli dan dinding kapiler pembuluh darah.
Dalam keadaan normal, semua oksigen akan diikat oleh hemoglobin sel darah merah selanjutnya disebarkan ke sel-sel di seluruh tubuh. Sementara itu, sisa hasil pembakaran dari sel yang berupa gas CO2 akan dibawa sel darah merah lewat membran alveoli kapiler ke alveoli. Selanjutnya dikeluarkan ke udara bebas.
Semakin banyak oksigen yang kita hirup secara teratur setiap hari, sel-sel tubuh akan mengalami regenerasi. Sel-sel tidak menjadi lapar akan oksigen dan selalu muda. Menurut Prof. Vinod, bernapas dalam, memungkinkan pasokan oksigen ke otak, sistem saraf dan seluruh tubuh tercukupi. “Akibatnya kita menjadi tenang, bahagia, dan merasakan nikmat yang luar biasa. Keadaan ini muncul akibat otak menyemprotkan saripati kenikmatan dalam tubuh karena kedua belah otak berada dalam keseimbangan. Kesenangan emosional ini akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Tubuh menjadi sehat. Sel-sel yang rusak misalnya akibat kanker bisa diperbaiki.,” ujar Kepala Departmen of Medical Oncology All Indian Institute of Medical Sciences, New Delhi ini.
Sebaliknya, ketegangan emosional semisal stres yang berkepanjangan mengakibatkan terjadinya kontraksi otot dada, bahu, punggung, leher, muka, dan diafragma. Akibatnya gerakan otot diafragma menjadi terganggu. Napas pendek dan cepat, bahkan sistem kardiovaskular (pembuluh darah dan jantung) kita juga terganggu. Efeknya, pasokan oksigen ke seluruh tubuh menipis.
Ini artinya irama pernapasan merupakan salah satu petunjuk fisik paling jelas atas keadaan emosional dan mental seseorang. Penurunan oksigen menimbulkan respon “lawan” dari sistem saraf dan ini akan menciptakan sensasi fisik dan rangsangan saraf yang mengganggu aktivitas otak. Ketidakseimbangan otak akan terwujud berbentuk misalnya konsentrasi buruk, panik, gelisah, cemas, tegang.
Dalam keadaan demikian, otak yang diwakili sistem limbic berupa kelenjar pituitary, amygdala, dan hippocampus akan mengeluarkan hormon stres (kortisol, kortikosteroid, katekolamin). Padahal hormon-hormon ini menyebabkan tekanan terhadap sistem kekebalan dan bahkan kekacauan metabolisme tubuh.
Dalam kasus esktrim, keadaan tersebut bisa menyebabkan orang menjadi kecanduan terhadap tembakau, alcohol, juga narkotika karena bahan-bahan di dalamnya mengandung zat penenang.
Bila serangan stres terjadi berulang dan menjadi kronis, dapat menyebabkan perubahan fisiologis yang permanen. Munculah penyakit seperti darah tinggi, diabetes, jantung koroner, asma, gastrointestinal (saluran pencernaan), infeksi, migrain, sakit kepala, dan lain-lain.”Ini karena depresi menekan produksi limposit dan menurunkan fungsi kekebalan,” jelas Vinod.
HDL Meningkat
Maka, Prof. Vinod kemudian menekankan agar kita berhati-hati terhadap emosi negatif yang muncul di dalam diri kita. Menurutnya, kecemasan, sikap bermusuhan, sikap menyerang, perasaan kesepian, amarah akan mempengaruhi kesehatan kita.
Banyak orang di dunia sekarang ini menderita penyakit dan kekacauan mental. Ini akibat kehabisan napas karena pernapasan yang tidak benar, kurang berolahraga, gizi yang buruk, polusi diri (tembakau, obat-obatan, pengawet) dan polusi lingkungan. Sel-sel tubuh akan lapar dengan oksigen sebagai bahan bakar utama.
Berbagai penelitian mengindikasikan bahwa penyakit seperti kanker, jantung, paru-paru dan AIDS dapat diperbaiki melalui pemberian oksigen yang sesuai kepada sel-sel. “Yah, paling tidak kualitas hidup penderita diperbaiki dan hidupnya diperlama,” ujar Prof. Vinod.
Dalam sebuah penelitian di beberapa institusi semisal di All Indian Institute of Medical Sciences, India, Prof. Vinod mencobakan sebuah teknik pernapasan yang dikembangkan oleh tokoh spritual India, Sri Sri Ravi Shankar bernama Sudharsan Kriya dan Pranayam (Sk-P).
Dari 21 individu sehat berusia 35-50 tahun yang melakukan metode SK-P selama 70 menit ditemukan penurunan kadar cortisol darah (hormon stress). Sebelum melakukan teknik SKP ditemukan kadar kortisol darah pada para individu itu antara 169- 375. Setelah latihan, kadar kortisol menjadi 83- 223.
Penelitian lain berlangsung dengan mengikutsertakan 10 orang polisi yang sedang menjalani penggojlokan. Selama sebulan pelatihan, stress tinggi ditunjukan dengan kadar laktat darah para polisi mencapai angka sekitar 0,64 mmoles/L. Ini karena mereka tidak menggunakan teknik SK-P. Setelah sebulan kemudian melakukan SK-P, kadar laktat darah para polisi menurun menjadi 0,55 mmoles/L.
Dalam penelitian lain lagi yang dilakukan di Bangalore Medical College, Vinod sekali lagi membuktikan keampuhan bernapas model ini. Selama tujuh hari, seseorang diminta melakukan teknik SK-P. Akibatnya, terjadi penurunan kolesterol serum totalnya. Dari mulai 118,32 mg% menjadi 91,75mg%. Sementara kolesterol HDLnya meningkat dari 43,17 mg5 menjadi 46,55 mg%. Kemudian latihan ditingkatkan menjadi 45 hari. Hasilnya, koletesrol total menurun lagi menjadi 74,72 mg% dan HDL meningkat menjadi 51,51 mg%.
Otak Berjalan
Sebenarnya, sudah sejak lama, berbagai penelitian ilmiah menegaskan bahwa antara tubuh dan pikiran saling berkaitan. Sehingga muncul ilmu yang disebut Psychoneuroimmunology (Psycho artinya mental, neuro artinya system saraf, dan immunology artinya system kekebalan tubuh) atau Mind-Body Medicine.
Dr. Candace Pert, mantan Ketua Bidang Kimia Otak pada Institut Nasional Kesehatan Jiwa, Universitas California, Amerika Serikat, menyebutkan, sel-sel saraf dalam otak kita bekerja karena rangsangan peristiwa fisik atau psikologis. Misalnya, ketika kita mendapat serangan beruang atau menerima kritik tajam, neuropeptide yang berada dalam sel-sel tubuh segera menyampaikan laporan melalui reseptornya di sumsum lanjutan (medulla oblongata) ke otak.
Dengan kelenjar pineal sensitif yang dipunyainya, otak dengan segera memerintahkan penyemprotan hormon tertentu supaya tubuh aman, misalnya endorfin disemprot supaya rasa sakit bisa ditahan. Begitu seterusnya
Contoh lain, saat seseorang mendapat kabar gembira atau sedang dalam keadaan bernapas dalam, sebuah sel saraf menyemprotkan opiate peptides atau saripati kenikmatan. Efek yang dialami dalam sel saraf di seluruh system secara bersamaan adalah rasa nikmat.
“Jadi dalam tubuh kita sendiri sebenarnya sudah terdapat pabrik obat yang mampu memproduksi obat-oatan yang mengatur suasana hati dan jenis obat psikoaktif,” ujar Candace.
Candace menyatakan, para ahli biokimia telah menemukan hampir 100 penyampai pesan biokimia ini membentuk sebuah jaringan informasi dalam tubuh atau pikiran dengan menghubungkan pikiran, emosi, dan sistem kekebalan.
Otak, kelenjar dan system kekebalan tubuh dihubungkan oleh jaringan informasi neuropeptide dan reseptor yang luar biasa. “Dalam hal ini, kita bisa menyebut neuropeptide dan reseptor itu sebagai otak yang dapat berjalan,” ujar Prof. Vinod menegaskan.
Karena itu, membuat otak selalu seimbang adalah hal penting buat kita. Menjaga agar otak selalu terasup oksigen secara cukup bahkan penuh adalah langkah menjaga agar kedua belah otak menjadi seimbang sehingga fungsinya berjalan optimal.
Richard Leviton, dalam bukunya Brain Builders menyebutkan bahwa orang yang mengalami gelombang otak alpha (7-14 Hz) melaporkan bahwa perasaannya nikmat, rileks, kesadaran meningkat dan emosi stabil. Dalam keadaan seperti ini otak akan sanggup membuat tubuh tetap dalam kondisi sehat karena produksi hormon kekebalan tubuh lancar dan tidak terganggu metabolisme.
Lain halnya bila otak sudah kehabisan tenaga dan bahan bakar (oksigen) akibat pernapasan pendek dan tersendat terus menerus. Gangguan ini menyebabkan kekacauan di otak. Akibatnya produksi hormon-hormon kekebalan yang melindungi tubuh juga kacau dan tersendat. Kita bahkan dapat mengubah keadaan gelombang otak ini sesuai keinginan dengan melakukan teknik semacam meditasi.
Sarapan Sehat Buat Anak
Read More
SARAPAN tidak hanya diperlukan orang dewasa, tetapi juga anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan dan selalu bergerak aktif. Kualitas serta pola sarapan jelas sangat penting karena dengan sarapan sehat, anak-anak akan tercukupi kebutuhan gizinya selain juga memiliki cukup energi untuk berakitivitas, baik fisik maupun otak seperti berpikir, belajar, dan berkonsentrasi.
Seperti diungkapkan ahli gizi yang juga Ketua Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr Sri Sukmaniah, MSc, SPGK (K), sarapan sehat untuk anak sebaiknya mengikuti pola makan seimbang yakni komposisi karbohidrat 60-68 persen, protein 12-15 persen, lemak 20-25 persen, dan serat 10-15 gram. Selain itu, porsi sarapan juga minimal mencapai 20 hingga 25 persen dari total jatah kalori selama satu hari.
"Oleh karena itu, sarapan yang sehat bagi anak 6-12 tahun idealnya terdiri dari padi-padian atau gandum utuh, buah-buahan atau sayuran, kacang-kacangan atau produk turunannya seperti tempe tahun dan susu atau produk hewani lainnya," ungkap Sri dalam jumpa pers di Jakarta Selasa (10/6) pekan lalu.
Untuk pembagian porsi kalori, terang Sri, sarapan mencakup 20-25 persen dari kebutuhan total diet selama sehari. Makan siang dan makan malam masing-masing 30 persen, sedangkan makanan selingan dapat dilakukan dua kali dengan porsi masing-masing 10 persen.
Sarapan dapat ditambah makanan selingan pagi sehingga anak akan tercukupi energi sampai siang hari. Sumber karbohidrat juga tidak harus nasi, golongan serealia lain seperti gandum atau oat atau produk olahannya juga dapat menjadi pengganti nasi.
Padi-padian atau sereal adalah pilihan menu ideal buat sarapan mengingat kelengkapan kandungan gizi maupun nilai kepraktisannya. Sereal terbuat dari bahan alami dan mengandung lebih banyak serat selain aneka ragam vitamin. Dengan demikian, sereal akan mencukupi bukan saja kebutuhan energi, melainkan banyak zat gizi esensial. Memilih sereal untuk sarapan berarti sudah memenuhi seperempat kecukupan kalori selain kecukupan sekian vitamin, dan serat.
Untuk anak-anak, Sri juga menyarankan agar porsi sarapan sebaiknya tidak terlalu banyak karena dengan porsi besar akan mengganggu sistem pencernaannya. "Perut yang terasa penuh menyebabkan sakit sehingga aktivitasnya bisa terganggu," ungkapnya.
Tip Menyiapkan Sarapan Anak :
1. Siapkan menu sarapan sehat & bergizi seimbang .
2. Pilih menu sarapan yang praktis dan bervariasi dari berbagai jenis bahan makanan.
3. Sarapan tidak harus nasi. Sereal, roti, kentang, dan mie bisa menjadi alternatif.
4. Susu atau hasil olahannya seperti yogurt sangat dianjurkan.
5. Bisa dilengkapi dengan buah segar atau yang diblender
6. Beri air minum yang cukup
7. Berikan pula kesempatan buat anak merencanakan dan mempersiapkan sarapannya.
Seperti diungkapkan ahli gizi yang juga Ketua Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr Sri Sukmaniah, MSc, SPGK (K), sarapan sehat untuk anak sebaiknya mengikuti pola makan seimbang yakni komposisi karbohidrat 60-68 persen, protein 12-15 persen, lemak 20-25 persen, dan serat 10-15 gram. Selain itu, porsi sarapan juga minimal mencapai 20 hingga 25 persen dari total jatah kalori selama satu hari.
"Oleh karena itu, sarapan yang sehat bagi anak 6-12 tahun idealnya terdiri dari padi-padian atau gandum utuh, buah-buahan atau sayuran, kacang-kacangan atau produk turunannya seperti tempe tahun dan susu atau produk hewani lainnya," ungkap Sri dalam jumpa pers di Jakarta Selasa (10/6) pekan lalu.
Untuk pembagian porsi kalori, terang Sri, sarapan mencakup 20-25 persen dari kebutuhan total diet selama sehari. Makan siang dan makan malam masing-masing 30 persen, sedangkan makanan selingan dapat dilakukan dua kali dengan porsi masing-masing 10 persen.
Sarapan dapat ditambah makanan selingan pagi sehingga anak akan tercukupi energi sampai siang hari. Sumber karbohidrat juga tidak harus nasi, golongan serealia lain seperti gandum atau oat atau produk olahannya juga dapat menjadi pengganti nasi.
Padi-padian atau sereal adalah pilihan menu ideal buat sarapan mengingat kelengkapan kandungan gizi maupun nilai kepraktisannya. Sereal terbuat dari bahan alami dan mengandung lebih banyak serat selain aneka ragam vitamin. Dengan demikian, sereal akan mencukupi bukan saja kebutuhan energi, melainkan banyak zat gizi esensial. Memilih sereal untuk sarapan berarti sudah memenuhi seperempat kecukupan kalori selain kecukupan sekian vitamin, dan serat.
Untuk anak-anak, Sri juga menyarankan agar porsi sarapan sebaiknya tidak terlalu banyak karena dengan porsi besar akan mengganggu sistem pencernaannya. "Perut yang terasa penuh menyebabkan sakit sehingga aktivitasnya bisa terganggu," ungkapnya.
Tip Menyiapkan Sarapan Anak :
1. Siapkan menu sarapan sehat & bergizi seimbang .
2. Pilih menu sarapan yang praktis dan bervariasi dari berbagai jenis bahan makanan.
3. Sarapan tidak harus nasi. Sereal, roti, kentang, dan mie bisa menjadi alternatif.
4. Susu atau hasil olahannya seperti yogurt sangat dianjurkan.
5. Bisa dilengkapi dengan buah segar atau yang diblender
6. Beri air minum yang cukup
7. Berikan pula kesempatan buat anak merencanakan dan mempersiapkan sarapannya.
Langganan:
Postingan
(
Atom
)
Blog Archive
-
2015
(10)
- 10/11 - 10/18 (1)
- 09/13 - 09/20 (1)
- 09/06 - 09/13 (1)
- 07/05 - 07/12 (1)
- 05/17 - 05/24 (6)
-
2014
(1)
- 04/13 - 04/20 (1)
-
2012
(770)
- 02/19 - 02/26 (5)
- 02/12 - 02/19 (10)
- 02/05 - 02/12 (4)
- 01/29 - 02/05 (27)
- 01/22 - 01/29 (88)
- 01/15 - 01/22 (101)
- 01/08 - 01/15 (169)
- 01/01 - 01/08 (366)
-
2011
(4477)
- 12/25 - 01/01 (336)
- 12/18 - 12/25 (62)
- 12/11 - 12/18 (70)
- 12/04 - 12/11 (77)
- 11/27 - 12/04 (40)
- 11/20 - 11/27 (67)
- 11/13 - 11/20 (198)
- 11/06 - 11/13 (187)
- 10/30 - 11/06 (340)
- 10/23 - 10/30 (32)
- 10/16 - 10/23 (109)
- 10/09 - 10/16 (80)
- 08/14 - 08/21 (75)
- 08/07 - 08/14 (81)
- 07/31 - 08/07 (82)
- 07/24 - 07/31 (65)
- 07/17 - 07/24 (91)
- 07/10 - 07/17 (47)
- 07/03 - 07/10 (44)
- 06/26 - 07/03 (53)
- 06/19 - 06/26 (59)
- 06/12 - 06/19 (47)
- 06/05 - 06/12 (65)
- 05/29 - 06/05 (63)
- 05/22 - 05/29 (77)
- 05/15 - 05/22 (115)
- 05/08 - 05/15 (65)
- 05/01 - 05/08 (104)
- 04/24 - 05/01 (45)
- 04/17 - 04/24 (70)
- 04/10 - 04/17 (134)
- 04/03 - 04/10 (72)
- 03/27 - 04/03 (18)
- 03/20 - 03/27 (47)
- 03/13 - 03/20 (68)
- 03/06 - 03/13 (40)
- 02/27 - 03/06 (56)
- 02/20 - 02/27 (77)
- 02/13 - 02/20 (76)
- 02/06 - 02/13 (198)
- 01/30 - 02/06 (194)
- 01/23 - 01/30 (132)
- 01/16 - 01/23 (196)
- 01/09 - 01/16 (202)
- 01/02 - 01/09 (121)
-
2010
(2535)
- 12/26 - 01/02 (156)
- 12/19 - 12/26 (65)
- 12/12 - 12/19 (73)
- 12/05 - 12/12 (84)
- 11/28 - 12/05 (80)
- 11/21 - 11/28 (68)
- 11/14 - 11/21 (63)
- 11/07 - 11/14 (50)
- 10/31 - 11/07 (50)
- 10/24 - 10/31 (36)
- 10/17 - 10/24 (58)
- 10/10 - 10/17 (35)
- 10/03 - 10/10 (31)
- 09/26 - 10/03 (21)
- 09/19 - 09/26 (26)
- 09/12 - 09/19 (55)
- 09/05 - 09/12 (65)
- 08/29 - 09/05 (33)
- 08/22 - 08/29 (70)
- 08/15 - 08/22 (45)
- 08/08 - 08/15 (35)
- 08/01 - 08/08 (37)
- 07/25 - 08/01 (27)
- 07/18 - 07/25 (19)
- 07/11 - 07/18 (30)
- 07/04 - 07/11 (56)
- 06/27 - 07/04 (28)
- 06/20 - 06/27 (22)
- 06/13 - 06/20 (30)
- 06/06 - 06/13 (21)
- 05/30 - 06/06 (5)
- 05/16 - 05/23 (6)
- 05/09 - 05/16 (29)
- 05/02 - 05/09 (59)
- 04/25 - 05/02 (28)
- 04/18 - 04/25 (38)
- 04/11 - 04/18 (70)
- 04/04 - 04/11 (59)
- 03/28 - 04/04 (65)
- 03/21 - 03/28 (89)
- 03/14 - 03/21 (218)
- 03/07 - 03/14 (95)
- 02/28 - 03/07 (135)
- 02/21 - 02/28 (102)
- 01/03 - 01/10 (68)
-
2009
(1652)
- 12/27 - 01/03 (36)
- 12/20 - 12/27 (22)
- 12/13 - 12/20 (100)
- 12/06 - 12/13 (45)
- 11/29 - 12/06 (24)
- 11/22 - 11/29 (22)
- 11/15 - 11/22 (19)
- 11/08 - 11/15 (28)
- 11/01 - 11/08 (11)
- 10/25 - 11/01 (17)
- 10/18 - 10/25 (38)
- 10/11 - 10/18 (33)
- 10/04 - 10/11 (15)
- 09/27 - 10/04 (21)
- 09/20 - 09/27 (7)
- 09/13 - 09/20 (84)
- 09/06 - 09/13 (35)
- 08/30 - 09/06 (48)
- 08/23 - 08/30 (118)
- 08/16 - 08/23 (26)
- 08/09 - 08/16 (34)
- 08/02 - 08/09 (35)
- 07/26 - 08/02 (31)
- 07/19 - 07/26 (14)
- 07/12 - 07/19 (16)
- 07/05 - 07/12 (28)
- 06/28 - 07/05 (26)
- 06/21 - 06/28 (76)
- 06/14 - 06/21 (26)
- 06/07 - 06/14 (21)
- 05/31 - 06/07 (43)
- 05/24 - 05/31 (38)
- 05/17 - 05/24 (26)
- 05/10 - 05/17 (52)
- 05/03 - 05/10 (15)
- 04/26 - 05/03 (38)
- 04/19 - 04/26 (32)
- 04/12 - 04/19 (22)
- 04/05 - 04/12 (20)
- 03/29 - 04/05 (40)
- 03/22 - 03/29 (43)
- 03/15 - 03/22 (18)
- 03/08 - 03/15 (14)
- 03/01 - 03/08 (22)
- 02/22 - 03/01 (12)
- 02/15 - 02/22 (9)
- 02/08 - 02/15 (11)
- 02/01 - 02/08 (19)
- 01/25 - 02/01 (37)
- 01/18 - 01/25 (21)
- 01/11 - 01/18 (33)
- 01/04 - 01/11 (31)
-
2008
(700)
- 12/28 - 01/04 (13)
- 12/21 - 12/28 (9)
- 12/14 - 12/21 (57)
- 12/07 - 12/14 (5)
- 11/30 - 12/07 (18)
- 11/23 - 11/30 (33)
- 11/16 - 11/23 (31)
- 11/09 - 11/16 (23)
- 11/02 - 11/09 (18)
- 10/26 - 11/02 (11)
- 10/19 - 10/26 (15)
- 10/12 - 10/19 (13)
- 10/05 - 10/12 (25)
- 09/28 - 10/05 (2)
- 09/21 - 09/28 (14)
- 09/14 - 09/21 (19)
- 09/07 - 09/14 (43)
- 08/31 - 09/07 (3)
- 08/24 - 08/31 (33)
- 08/17 - 08/24 (65)
- 08/10 - 08/17 (4)
- 08/03 - 08/10 (26)
- 07/27 - 08/03 (6)
- 07/20 - 07/27 (19)
- 07/13 - 07/20 (18)
- 07/06 - 07/13 (60)
- 06/29 - 07/06 (53)
- 06/22 - 06/29 (49)
- 06/15 - 06/22 (11)
- 06/08 - 06/15 (4)
Popular Posts
-
Konsep Teori Transkultural dalam Keperawatan APLIKASI TEORI TRANSCULTURAL NURSING DALAM PROSES KEPERAWATAN Rahayu Iskandar, Ners, M.Kep PEND...
-
KTI KEBIDANAN HUBUNGAN USIA TERHADAP PERDARAHAN POSTPARTUM DI RSUD BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan wanita merupakan hal yang s...
-
Setelah beberapa minggu ini cari materi buat postingan baru, mendadak dapat inspirasi setelah rekan Anton Wijaya menulis di buku tamu Keper...
-
Konsep Dasar Diagnosa Keperawatan Aktual BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sebagai suatu aspek yang terpenting dalam proses kepera...
-
PATHWAY ASFIKSIA NEONATORUM Klik pada gambar untuk melihat pathway Download Pathway Asfiksia Neonatorum Via Ziddu Download Askep Asfiksia N...
-
PROSES KEPERAWATAN KOMUNITAS Pengertian - Proses keperawatan adalah serangkaian perbuatan atau tindakan untuk menetapkan, merencana...
-
DEFINISI Ikterus ialah suatu gejala yang perlu mendapat perhatian sungguh-sungguh pada neonatus. Ikterus ialah suatu diskolorasi kuning pa...
-
Pathway Hematemesis Melena Klik pada gambar untuk melihat pathway Download Pathway Hematemesis Melena Via Ziddu
-
Prelevansi penyakit kulit di Indonesia cukup tinggi baik oleh bakteri, virus atau jamur. Selain itu bergantung pada lingkungan dan kondisi...
-
ASUHAN KEPERAWATAN IBU NIFAS DENGAN PERDARAHAN POST PARTUM A. PengertianPost partum / puerperium adalah masa dimana tubuh menyesuaikan, baik...
© ASUHAN KEPERAWATAN 2013 . Powered by Bootstrap , Blogger templates and RWD Testing Tool Published..Gooyaabi Templates
