• home

ASUHAN KEPERAWATAN

  • HOME
  • DOWNLOAD ASUHAN KEPERAWATAN
  • Cara Mendapatkan Password

Rabu, 14 Januari 2009

enough time to sleep

di 14.40

Should be sufficient time to sleep around 7-8 hours, not less or even beyond. A research reveals, the old age who spend more time to sleep, may increase kadar kolestol and lack koleksterol good or HDL. People who sleep less than seven hours each night or sleeping exceed eight hours a possible heart disease. The reason for not yet known. Likewise notes Dr. Julia F. van den Berg and the team researchers from Erasmus Medical Center in Rotterdam journal Psychosomatic Medicine. To investigate whether cholesterol as a cause, the research team then compare the period of sleep and cholesterol levels, including the ratio of total to HDL cholesterol of 768 men and women aged 57-97 years. The researchers using actigraphy to measure the length of time Sleep used as watches, to follow the movement and indicates a more reliable measure of the time someone sleeping. The volunteers are asked to put on the tool is about 5 to seven days for 24 hours. None of the participants allowed to take medicine penurun cholesterol. Overall, Van den Berg and the research team found, the person who more sleep have cholesterol level is higher. To persons aged less than 65 years, spent more time in bed is the main cause. Compared with people aged 70 and above, with the fact bedtime they are more split, so that less time to sleep eventually cause the cholesterol level is lower. The possibility that people spend more time in bed less active, increasing the likelihood of rate increase cholesterol, the researchers note. However, the relationship between sleep time is in pieces with cholesterol Low explained more difficult. Likely because there are factors other diseases, which is hidden. (Reuters/ri)
Read More

prevent dry lips and broken

di 14.34

To be able to overcome the problem, dry lips and broken in pieces, we need to know what causes dry lips and broken in pieces. The causes include the following:
* Air pollution and dust
* Changes in temperature that can make your mouth can not adapt so that the broken edge
* Food that is too sour or salty
* Smoking, drinking habits coffee or drink alcohol
* The lack of consumption of fruit or vegetables
* Poor drinking water and white
* Using cosmetics kimianya the material is too hard or because of allergy to a certain cosmetics
* Pasta teeth that contain a lot of detergent
* Habit lick lips with saliva
After knowing the causes of dry lips and broken, we should make prevention so that we do not feel broken lips that can make us less confident. Some ways to prevent dry lips and broken out, among others, as follows: * Use lipbalm containing sun screen and moisturizer The sun is one of the factors cause keringnya lips so that the use of sun screen on the lips to be important. As well as a moisturizer is needed to kelembapan lips remain awake during a whole day event. * Select the appropriate lipstick and a moisturizer When buying cosmetics, note abortion. Select the lipstick or cosmetics that contain emollient and of natural and contain moisturizer. * Basahi mouth feel dry when the white water Lips do not dampen the menjilati lips, as in the saliva gland and there is a enzyme that can create irritation in the mouth so that the lips will be dry. Just use water to drink a glass of white or white water to wet lips.
* Drink 8 glasses of water each day white
This can prevent the occurrence of dehydration that can create dry mouth.
* Immediately remove the remaining lipstick before sleep
The rest of the lipstick can be cleaned using a soft toothbrush and scrub brush lips to lips with the movement to play for a few minutes. Can also use a soft towel to dicelupkan in warm water to clean the mouth.
* The consumption of vegetables and fruit
Choose fruits and vegetables that contain vitamin C, B, E and minerals. Water that are on the lips also helps the body avoid dehydration. About why the fruit and the actual benefit in any fruit, you can read in the article: The consumption of fruit for Health
* Lifestyle avoid smoking or drinking alcohol
Chemicals found in cigarettes can cause the color black on the lips. While alcohol can result in dehydration of dry lips.
* Oleskan lipsalve at night before bed
In addition to using lipsalve the sale, you can use honey as a natural moisturizer that can provide nutrition to the lips.
* Doing pemijatan lips using olive oil
Pemijatan will help blood circulation in the mouth so that a smooth lips remain healthy. You can also use olive oil to make pengolesan on the lips at the time squeeze your mouth.
Know the cause of a problem with dry lips and broken in pieces and how to prevent, of course you will be more attention to the tiny organs in your face this. Enchain beautiful face and will be your own.
Read More

The Relation of Body Mass Index to the Vital Capacity of Young Adults

di 14.24
Obesity is one of the risk factors for many metabolic and cardiovascular diseases. Vital capacity measurement is one of the health procedures to show lung function. Vital capacity can be predicted by knowing age and height. Vital capacity percentage shows the result of vital capacity in measurement compared with the predicted vital capacity. Sixty six healthy volunteers (n=66) are used in this study. The results show that vital capacity percentage are higher in normal-thin volunteers with % RBW (Relative Body Weight) <>0,05).By: Rizaldy Pinzon; Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada
Read More

ASUHAN KEPERAWATAN ANAK DENGAN DIARE

di 12.24
Diare

A. Pengertian


Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan jumlah tinja yang lebih banyak dari biasanya (normal 100-200 cc/jam tinja). Dengan tinja berbentuk cair /setengah padat, dapat disertai frekuensi yang meningkat. Menurut WHO (1980), diare adalah buang air besar encer lebih dari 3 x sehari. Diare terbagi 2 berdasarkan mula dan lamanya, yaitu diare akut dan kronis (Mansjoer, A.1999, 501).



B. Penyebab

Menurut Ngastiyah (1997), penyebab diare dapat dibagi dalam beberapa faktor yaitu:
  1. Faktor infeksi
    • Infeksi enteral
      Merupakan penyebab utama diare pada anak, yang meliputi: infeksi bakteri, infeksi virus (enteovirus, polimyelitis, virus echo coxsackie). Adeno virus, rota virus, astrovirus, dll) dan infeksi parasit : cacing (ascaris, trichuris, oxyuris, strongxloides) protozoa (entamoeba histolytica, giardia lamblia, trichomonas homunis) jamur (canida albicous).
    • Infeksi parenteral
    • adalah infeksi diluar alat pencernaan makanan seperti otitis media akut (OMA) tonsilitis/tonsilofaringits, bronkopeneumonia, ensefalitis dan sebagainya. Keadaan ini terutama terdapat pada bayi dan anak berumur dibawah dua (2) tahun.
  2. Faktor malabsorbsi
  3. Malabsorbsi karbohidrat, lemak dan protein.
  4. Faktor makanan
  5. Makanan basi, beracun, terlalu banyak lemak, sayuran dimasak kurang matang.
  6. Faktor psikologis
  7. Rasa takut, cemas
Menurut Haroen N.S, Suraatmaja dan P.O Asnil (1998), ditinjau dari sudut patofisiologi, penyebab diare akut dapat dibagi dalam dua golongan yaitu:
  1. Diare sekresi (secretory diarrhoe), disebabkan oleh:
    • Infeksi virus, kuman-kuman patogen dan apatogen seperti shigella, salmonela, E. Coli, golongan vibrio, B. Cereus, clostridium perfarings, stapylococus aureus, comperastaltik usus halus yang disebabkan bahan-bahan kimia makanan (misalnya keracunan makanan, makanan yang pedas, terlalau asam), gangguan psikis (ketakutan, gugup), gangguan saraf, hawa dingin, alergi dan sebagainya.
    • Defisiensi imum terutama SIGA (secretory imonol bulin A) yang mengakibatkan terjadinya berlipat gandanya bakteri/flata usus dan jamur terutama canalida.
  2. Diare osmotik (osmotik diarrhoea), disebabkan oleh:
    • Malabsorpsi makanan: karbohidrat, lemak (LCT), protein, vitamin dan mineral.
    • Kurang kalori protein.
    • Bayi berat badan lahir rendah dan bayi baru lahir.

C. Patofisiologi

Penyebab diare yang utama adalah gangguan osmotik, akibat adanya makanan atau zat yang tidak dapat diserap oleh usus akan menyebabkan tekanan osmotik dalam rongga usus meninggi, sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit kedalam rongga usus, isi rongga usus yang berlebihan ini akan merangsang usus untuk mengeluarkannya sehingga timbul diare.
Diare juga terjadi akibat rangsangan tertentu (misalnya toksin) pada dinding usus akan terjadi peningkatan air dan elektrolit ke dalam rongga usus dan kemudian diare timbul karena terdapat peningkatan isi rongga usus.
Diare dapat juga terjadi akibat masuknya mikroorganisme hidup ke dalam usus setelah berhasil melewati rintangan asam lambung, mikroorganisme tersebut berkembang biak, kemudian mengeluarkan toksin dan akibat toksin tersebut terjadi hipersekresi yang selanjutnya akan menimbulkan diare.
Gangguan motalitas usus juga mengakibatkan diare, terjadinya hiperperistaltik akan mengakibatkan berkurangnya kesempatan usus untuk menyerap makanan sehingga timbul diare sebaliknya bila peristaltik usus menurun akan mengakibatkan bakteri timbul berlebihan yang selanjutnya dapat menimbulkan diare pula.


D. Tanda dan Gejala
  1. Anak sering buang air besar dengan konsistensi tinja cair atau encer.
  2. Anak cengeng, gelisah, suhu tubuh mungkin meningkat, nafsu makan berkurang.
  3. Warna tinja berubah menjadi kehijau-hijauan karena bercampur empedu.
  4. Daerah sekitar anus kemerahan dan lecet karena seringnya difekasi dan tinja menjadi lebih asam akibat banyaknya asam laktat.
  5. Ada tanda dan gejala dehidrasi, turgor kulit jelas (elistitas kulit menurun), ubun-ubun dan mata cekung membran mukosa kering dan disertai penurunan berat badan.
  6. Perubahan tanda-tanda vital, nadi dan respirasi cepat tekan darah turun, denyut jantung cepat, pasien sangat lemas hingga menyebabkan kesadaran menurun.
  7. Diuresis berkurang (oliguria sampai anuria).

E. Pemeriksaan Penunjang
  1. Pemeriksaan tinja
    • Makroskopis dan mikroskopis
    • PH dan kadar gula dalam tinja
    • Bila perlu diadakan uji bakteri
  2. Pemeriksaan gangguan keseimbangan asam basa dalam darah, dengan menentukan PH dan cadangan alkali dan analisa gas darah.
  3. Pemeriksaan kadar ureum dan kreatinin untuk mengetahui faal ginjal.
  4. Pemeriksaan elektrolit terutama kadar Na, K, Kalsium dan Posfat.

F. Penatalaksanaan
  1. Pemberian cairan, jenis cairan, cara memberikan cairan, jumlah pemberiannya.
    • Cairan per oral
    • Pada klien dengan dehidrasi ringan dan sedang diberikan peroral berupa cairan yang bersifat NaCl dan NaHCO3 dan glukosa. Untuk diare akut dan kolera pada anak diatas 6 bulan kadar Natrium 90 mEg/l. Pada anak dibawah umur 6 bulan dengan dehidrasi ringan-sedang kadar natrium 50-60 mEg/l. Formula lengkap disebut oralit, sedangkan larutan gula garam dan tajin disebut formula yang tidak lengkap karena banyak mengandung NaCl dan sukrosa.
    • Cairan parentral
    • Diberikan pada klien yang mengalami dehidrasi berat, dengan rincian sebagai berikut:
      • Untuk anak umur 1 bl-2 tahun berat badan 3-10 kg
        • 1 jam pertama : 40 ml/kgBB/menit= 3 tts/kgBB/mnt (infus set berukuran 1 ml=15 tts atau 13 tts/kgBB/menit (set infus 1 ml=20 tetes).
        • 7 jam berikutnya : 12 ml/kgBB/menit= 3 tts/kgBB/mnt (infusset berukuran 1 ml=15 tts atau 4 tts/kgBB/menit (set infus 1 ml=20 tetes).
        • 16 jam berikutnya : 125 ml/kgBB/ oralit
      • Untuk anak lebih dari 2-5 tahun dengan berat badan 10-15 kg
        • 1 jam pertama : 30 ml/kgBB/jam atau 8 tts/kgBB/mnt (1 ml=15 tts atau 10 tts/kgBB/menit (1 ml=20 tetes).
      • Untuk anak lebih dari 5-10 tahun dengan berat badan 15-25 kg
        • 1 jam pertama : 20 ml/kgBB/jam atau 5 tts/kgBB/mnt (1 ml=15 tts atau 7 tts/kgBB/menit (1 ml=20 tetes).
        • 7 jam berikut : 10 ml/kgBB/jam atau 2,5 tts/kgBB/mnt (1 ml=15 tts atau 3 tts/kgBB/menit (1 ml=20 tetes).
        • 16 jam berikut : 105 ml/kgBB oralit per oral.
      • Untuk bayi baru lahir dengan berat badan 2-3 kg
        • Kebutuhan cairan: 125 ml + 100 ml + 25 ml = 250 ml/kg/BB/24 jam, jenis cairan 4:1 (4 bagian glukosa 5% + 1 bagian NaHCO3 1½ %.
        • Kecepatan : 4 jam pertama : 25 ml/kgBB/jam atau 6 tts/kgBB/menit (1 ml = 15 tts) 8 tts/kg/BB/mt (1mt=20 tts).
        • Untuk bayi berat badan lahir rendah
        • Kebutuhan cairan: 250 ml/kg/BB/24 jam, jenis cairan 4:1 (4 bagian glukosa 10% + 1 bagian NaHCO3 1½ %).
  2. Pengobatan dietetik
  3. Untuk anak dibawah 1 tahun dan anak diatas 1 tahun dengan berat badan kurang dari 7 kg, jenis makanan:
    • Susu (ASI, susu formula yang mengandung laktosa rendah dan lemak tak jenuh.
    • Makanan setengah padat (bubur atau makanan padat (nasi tim).
    • Susu khusus yang disesuaikan dengan kelainan yang ditemukan misalnya susu yang tidak mengandung laktosa dan asam lemak yang berantai sedang atau tak jenuh.
  4. Obat-obatan
  5. Prinsip pengobatan menggantikan cairan yang hilang dengan cairan yang mengandung elektrolit dan glukosa atau karbohidrat lain.

Sumber : http://kumpulan-asuhan-keperawatan.blogspot.com/2008/12/asuhan-keperawatan-anak-dengan-diare.html

Asuhan Keperawatan Anak dengan Diare


Pengkajian
  1. Identitas
  2. Perlu diperhatikan adalah usia. Episode diare terjadi pada 2 tahun pertama kehidupan. Insiden paling tinggi adalah golongan umur 6-11 bulan. Kebanyakan kuman usus merangsang kekebalan terhadap infeksi, hal ini membantu menjelaskan penurunan insidence penyakit pada anak yang lebih besar. Pada umur 2 tahun atau lebih imunitas aktif mulai terbentuk. Kebanyakan kasus karena infeksi usus asimptomatik dan kuman enteric menyebar terutama klien tidak menyadari adanya infeksi. Status ekonomi juga berpengaruh terutama dilihat dari pola makan dan perawatannya .
  3. Keluhan Utama
  4. BAB lebih dari 3 x
  5. Riwayat Penyakit Sekarang
  6. BAB warna kuning kehijauan, bercamour lendir dan darah atau lendir saja. Konsistensi encer, frekuensi lebih dari 3 kali, waktu pengeluaran : 3-5 hari (diare akut), lebih dari 7 hari ( diare berkepanjangan), lebih dari 14 hari (diare kronis).
  7. Riwayat Penyakit Dahulu
  8. Pernah mengalami diare sebelumnya, pemakian antibiotik atau kortikosteroid jangka panjang (perubahan candida albicans dari saprofit menjadi parasit), alergi makanan, ISPA, ISK, OMA campak.
  9. Riwayat Nutrisi
  10. Pada anak usia toddler makanan yang diberikan seperti pada orang dewasa, porsi yang diberikan 3 kali setiap hari dengan tambahan buah dan susu. kekurangan gizi pada anak usia toddler sangat rentan,. Cara pengelolahan makanan yang baik, menjaga kebersihan dan sanitasi makanan, kebiasan cuci tangan,
  11. Riwayat Kesehatan Keluarga
  12. Ada salah satu keluarga yang mengalami diare.
  13. Riwayat Kesehatan Lingkungan
  14. Penyimpanan makanan pada suhu kamar, kurang menjaga kebersihan, lingkungan tempat tinggal.
  15. Riwayat Pertumbuhan dan perkembangan
    • Pertumbuhan
      • Kenaikan BB karena umur 1 –3 tahun berkisar antara 1,5-2,5 kg (rata-rata 2 kg), PB 6-10 cm (rata-rata 8 cm) pertahun.
      • Kenaikan linkar kepala : 12cm ditahun pertama dan 2 cm ditahun kedua dan seterusnya.
      • Tumbuh gigi 8 buah : tambahan gigi susu; geraham pertama dan gigi taring, seluruhnya berjumlah 14 – 16 buah.
      • Erupsi gigi : geraham perama menusul gigi taring.
    • Perkembangan
      • Tahap perkembangan Psikoseksual menurut Sigmund Freud.
      • Fase anal :
        Pengeluaran tinja menjadi sumber kepuasan libido, meulai menunjukan keakuannya, cinta diri sendiri/ egoistic, mulai kenal dengan tubuhnya, tugas utamanyan adalah latihan kebersihan, perkembangan bicra dan bahasa (meniru dan mengulang kata sederhana, hubungna interpersonal, bermain).
      • Tahap perkembangan psikososial menurut Erik Erikson.
      • Autonomy vs Shame and doundt
        Perkembangn ketrampilan motorik dan bahasa dipelajari anak toddler dari lingkungan dan keuntungan yang ia peroleh Dario kemam puannya untuk mandiri (tak tergantug). Melalui dorongan orang tua untuk makan, berpakaian, BAB sendiri, jika orang tua terlalu over protektif menuntut harapan yanag terlalu tinggi maka anak akan merasa malu dan ragu-ragu seperti juga halnya perasaan tidak mampu yang dapat berkembang pada diri anak.
      • Gerakan kasar dan halus, bacara, bahasa dan kecerdasan, bergaul dan mandiri : Umur 2-3 tahun :
        1. Berdiri dengan satu kaki tanpa berpegangan sedikitpun 2 hitungan (GK).
        2. Meniru membuat garis lurus (GH).
        3. Menyatakan keinginan sedikitnya dengan dua kata (BBK).
        4. Melepasa pakaian sendiri (BM).
  16. Pemeriksaan Fisik
    • Pengukuran panjang badan, berat badan menurun, lingkar lengan mengecil, lingkar kepala, lingkar abdomen membesar.
    • Keadaan umum : klien lemah, gelisah, rewel, lesu, kesadaran menurun.
    • Kepala : ubun-ubun tak teraba cekung karena sudah menutup pada anak umur 1 tahun lebih.
    • Mata : cekung, kering, sangat cekung.
    • Sistem pencernaan : mukosa mulut kering, distensi abdomen, peristaltic meningkat > 35 x/mnt, nafsu makan menurun, mual muntah, minum normal atau tidak haus, minum lahap dan kelihatan haus, minum sedikit atau kelihatan bisa minum.
    • Sistem Pernafasan : dispnea, pernafasan cepat > 40 x/mnt karena asidosis metabolic (kontraksi otot pernafasan).
    • Sistem kardiovaskuler : nadi cepat > 120 x/mnt dan lemah, tensi menurun pada diare sedang .
    • Sistem integumen : warna kulit pucat, turgor menurun > 2 dt, suhu meningkat > 375 0 c, akral hangat, akral dingin (waspada syok), capillary refill time memajang > 2 dt, kemerahan pada daerah perianal.
    • Sistem perkemihan : urin produksi oliguria sampai anuria (200-400 ml/ 24 jam ), frekuensi berkurang dari sebelum sakit.
    • Dampak hospitalisasi : semua anak sakit yang MRS bisa mengalami stress yang berupa perpisahan, kehilangan waktu bermain, terhadap tindakan invasive respon yang ditunjukan adalah protes, putus asa, dan kemudian menerima.

Diagnosa Keperawatan
  1. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan diare atau output berlebihan dan intake yang kurang.
  2. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan kehilangan cairan skunder terhadap diare.
  3. Resiko peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan proses infeksi skunder terhadap diare.
  4. Resiko gangguan integritas kulit berhubungan dengan peningkatan frekwensi diare.
  5. Resiko tinggi gangguan tumbuh kembang berhubungan dengan BB menurun terus menerus.
  6. Kecemasan anak berhubungan dengan tindakan invasive.

Intervensi
Diagnosa 1.:
Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan kehilangan cairan skunder terhadap diare

Tujuan :
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam keseimbangan dan elektrolit dipertahankan secara maksimal

Kriteria hasil :
  • Tanda vital dalam batas normal (N: 120-60 x/mnt, S; 36-37,50 c, RR : <>
  • Turgor elastik , membran mukosa bibir basah, mata tidak cowong, UUB tidak cekung.
  • Konsistensi BAB lembek, frekwensi 1 kali perhari.
Intervensi :
  • Pantau tanda dan gejala kekurangan cairan dan elektrolit
  • R/ Penurunan sisrkulasi volume cairan menyebabkan kekeringan mukosa dan pemekataj urin. Deteksi dini memungkinkan terapi pergantian cairan segera untuk memperbaiki defisit
  • Pantau intake dan output
  • R/ Dehidrasi dapat meningkatkan laju filtrasi glomerulus membuat keluaran tak aadekuat untuk membersihkan sisa metabolisme.
  • Timbang berat badan setiap hari
  • R/ Mendeteksi kehilangan cairan , penurunan 1 kg BB sama dengan kehilangan cairan 1 lt
  • Anjurkan keluarga untuk memberi minum banyak pada kien, 2-3 lt/hr
  • R/ Mengganti cairan dan elektrolit yang hilang secara oral
  • Kolaborasi :
    • Pemeriksaan laboratorium serum elektrolit (Na, K,Ca, BUN)
    • R/ koreksi keseimbang cairan dan elektrolit, BUN untuk mengetahui faal ginjal (kompensasi).
    • Cairan parenteral ( IV line ) sesuai dengan umur
    • R/ Mengganti cairan dan elektrolit secara adekuat dan cepat.
    • Obat-obatan : (antisekresin, antispasmolitik, antibiotik)
    • R/ anti sekresi untuk menurunkan sekresi cairan dan elektrolit agar simbang, antispasmolitik untuk proses absorbsi normal, antibiotik sebagai anti bakteri berspektrum luas untuk menghambat endotoksin.
Diagnosa 2.:
Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan tidak adekuatnya intake dan out put

Tujuan :
Setelah dilakukan tindakan perawatan selama dirumah di RS kebutuhan nutrisi terpenuhi

Kriteria hasil :
  • Nafsu makan meningkat
  • BB meningkat atau normal sesuai umur
Intervensi :
  • Diskusikan dan jelaskan tentang pembatasan diet (makanan berserat tinggi, berlemak dan air terlalu panas atau dingin).
  • R/ Serat tinggi, lemak,air terlalu panas / dingin dapat merangsang mengiritasi lambung dan sluran usus.
  • Ciptakan lingkungan yang bersih, jauh dari bau yang tak sedap atau sampah, sajikan makanan dalam keadaan hangat.
  • R/ situasi yang nyaman, rileks akan merangsang nafsu makan.
  • Berikan jam istirahat (tidur) serta kurangi kegiatan yang berlebihan.
  • R/ Mengurangi pemakaian energi yang berlebihan
  • Monitor intake dan out put dalam 24 jam.
  • R/ Mengetahui jumlah output dapat merencenakan jumlah makanan.
  • Kolaborasi dengan tim kesehtaan lain :
    • terapi gizi : Diet TKTP rendah serat, susu.
    • obat-obatan atau vitamin ( A)
    • R/ Mengandung zat yang diperlukan , untuk proses pertumbuhan
Diagnosa 3. :
Resiko peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan proses infeksi dampak sekunder dari diare

Tujuan :
Setelah dilakukan tindakan perawatan selama 3x 24 jam tidak terjadi peningkatan suhu tubuh

Kriteria hasil :
  • Suhu tubuh dalam batas normal ( 36-37,5 C)
  • Tidak terdapat tanda infeksi (rubur, dolor, kalor, tumor, fungtio leasa)
Intervensi :
  • Monitor suhu tubuh setiap 2 jam
  • R/ Deteksi dini terjadinya perubahan abnormal fungsi tubuh ( adanya infeksi)
  • Berikan kompres hangat
  • R/ merangsang pusat pengatur panas untuk menurunkan produksi panas tubuh
  • Kolaborasi pemberian antipirektik
  • R/ Merangsang pusat pengatur panas di otak
Diagnosa 4.:
Resiko gangguan integritas kulit perianal berhubungan dengan peningkatan frekwensi BAB (diare)

Tujuan :
Setelah dilakukan tindaka keperawtan selama di rumah sakit integritas kulit tidak terganggu.

Kriteria hasil :
  • Tidak terjadi iritasi : kemerahan, lecet, kebersihan terjaga
  • Keluarga mampu mendemontrasikan perawatan perianal dengan baik dan benar
Intervensi
  • Diskusikan dan jelaskan pentingnya menjaga tempat tidur
  • R/ Kebersihan mencegah perkembang biakan kuman
  • Demontrasikan serta libatkan keluarga dalam merawat perianal (bila basah dan mengganti pakaian bawah serta alasnya)
  • R/ Mencegah terjadinya iritassi kulit yang tak diharapkan oleh karena kelebaban dan keasaman feces
  • Atur posisi tidur atau duduk dengan selang waktu 2-3 jam
  • R/ Melancarkan vaskulerisasi, mengurangi penekanan yang lama sehingga tak terjadi iskemi dan iritasi .
Diagnosa 5.:
Kecemasan anak berhubungan dengan tindakan invasive

Tujuan :
Setelah dilakukan tindakan perawatan selama 3 x 24 jam, klien mampu beradaptasi

Kriteria hasil :
  • Mau menerima tindakan perawatan, klien tampak tenang dan tidak rewel
Intervensi :
  • Libatkan keluarga dalam melakukan tindakan perawatan
  • R/ Pendekatan awal pada anak melalui ibu atau keluarga
  • Hindari persepsi yang salah pada perawat dan RS
  • R/ mengurangi rasa takut anak terhadap perawat dan lingkungan RS
  • Berikan pujian jika klien mau diberikan tindakan perawatan dan pengobatan
  • R/ menambah rasa percaya diri anak akan keberanian dan kemampuannya
  • Lakukan kontak sesering mungkin dan lakukan komunikasi baik verbal maupun non verbal (sentuhan, belaian dll)
  • R/ Kasih saying serta pengenalan diri perawat akan menunbuhkan rasa aman pada klien.
  • Berikan mainan sebagai rangsang sensori anak

DAFTAR PUSTAKA

Bates. B, 1995. Pemeriksaan Fisik & Riwayat Kesehatan. Ed 2. EGC. Jakarta
Carpenitto.LJ. 2000. Diagnosa Keperawatan Aplikasi Pada Praktek Klinis. Ed 6. EGC. Jakarta.
Lab/ UPF IKA, 1994. Pedoman Diagnosa dan Terapi . RSUD Dr. Soetomo. Surabaya.
Markum.AH. 1999. Ilmu Kesehatan Anak. Balai Penerbit FKUI. Jakarta.
Ngastiyah. 1997. Perawatan Anak sakit. EGC. Jakarta
Soetjiningsih, 1995. Tumbuh Kembang Anak. EGC. Jakarta
Suryanah,2000. Keperawatan Anak. EGC. Jakarta
Doengoes,2000. Asuhan Keperawatan Maternal/ Bayi. EGC. Jakarta




Download Askep Anak Diare Gratis :
  • Di Sini
  • dan
  • Di Sini


Read More

Selasa, 13 Januari 2009

Bathroom with Shower Mempercantik Face

di 15.43

In fact, there are many benefits of using a bath with shower. First, it shows our concern for the environment by utilizing the maximum water. Because the use of water during a bath with shower is much more sparing use of our second gayung. Manfaat, beauty is to our skin. Why? Because using the water we can get more negative ion is beneficial for our skin. In air-free, actually have negative and positive ion is united. With the water spray, then the negative ion and positive ion split. The positive ion more weight, making this fast ion fell while the negative ion can float in the air. That is why we feel more comfortable and fresh while at or near the waterfall when breathe air after the rain because there are so many negative ion in the air. In an experiment, the number of negative ion increased 10-fold after the shower is used for 5 minutes and continue to increase with the length of shower. But keep in mind that the hot steam can thus increase the positive ion, when we should use the bathroom fan or open the window so that the air exchange occurs. Use a shower can also provide massage in the face so that we face we can breathe better. So to get a good effect, should not use the shower upright, but with a slope of about 60 degrees. So, no one tried to use the shower when the tub as therapy for the face, we also as a statement of our concern for the environment.
Read More

eyes can not brake and no sense of drowsiness. How so you can enjoy a sound sleep at night?

di 15.33

Do not over-eat at night Try to eat so you do not pass the night at 19:00. Belly full of the body's digestive process is still doing, so that the body has not been rested. Even though food is not heavy, reduce the consumption of snacks in the evening. Do not perform activities that are mentally and seize the mind during sleep Activities or jobs that require consideration can cause you to sleep difficult. The debate is conducted at night has also caused a similar effect. So, do not let the activities carried out after 20:30 pm. Bath with hot water This activity can make the body more rileks so you can sleep more quickly. Bath with hot water can you do this 1 hour before sleep. Drink hot milk This can also help the body more relaxed and you sleep more soundly. Turn off the lights When the bed, turn off your room lights. When you to sleep the night and want to sleep more quickly, then you have strived to be in the room half an hour from the time you set, turn off the lights and try to pejamkan eyes. Use wewangian or slow music You can use aromatherapy to be more quiet. If possible, turn on music that can help slow your rileks. Read books Books that should not read books that incriminating mind as a romantic story books. Instead, choose books that include things that inspiring. Feel your body While in bed, your body feels. This will help you realize that you're ready to sleep. Set breath With interest in the breath and manage them, and you can to the same time you have to sleep soundly. Write a Book Daily (Diary) Write a diary before sleep can also make you enjoy a sound sleep. With the diary writing, as though you are downloading your mind and will ease the burden of thinking that makes your mind more calm and tidurpun become more profound.
Read More

overcome stress

di 15.14

This is indeed unavoidable. However, remember that health is the most important, because the mind can damage wrought your health. Rather than continue to feel depressed you with this, you can do so the following tips can reduce the burden of thought. Stop complain If we continue to work only about us, our minds will be more depressed and jobs will not be completed also is not it? Try to find a little positive value that can be taken, just consider this as a learning tool for you. Or think about things that will be interesting when you do receive a salary. Determine priorities Indeed, we can not do the work all at once, then specify where the former is more important and must be completed. Do not think about another job, because it will make you disturbed concentration and slower job done. Stay rileks and rest Sesibuk anything you, when hours of rest, use the most of the time to relax. When possible, use the rest for you to sleep at least 15 minutes. This can make your body and mind more fresh. Eat nutritious food Do not forget to keep your attention to food nutrition in order to remain tercukupi. Adequate nutrition can make the body more healthy and vibrant. Keep consume enough fruit. Return on time If the work can be done tomorrow and you are not required overtime, return on time. This will help you get more time to rest and relax with the family. Requested leave and refreshing When you're very tired, try to ask your leave. Use your vacation to visit the places you like, such as roads to the mountain or beach. When possible, Invite your child or your family to vacation together. Find another job This is one of the options if you feel it is not longer perform your job. Try to find another job that is different and you like. But think about this before with the previous mature.
Read More
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan ( Atom )
 photo banner300x250-biru.gif

Blog Archive

  • 2016 (1)
    • 09/18 - 09/25 (1)
      • PENGETAHUAN IBU TENTANG BIANG KERINGAT PADA BAYI 0...
  • 2015 (10)
    • 10/11 - 10/18 (1)
    • 09/13 - 09/20 (1)
    • 09/06 - 09/13 (1)
    • 07/05 - 07/12 (1)
    • 05/17 - 05/24 (6)
  • 2014 (1)
    • 04/13 - 04/20 (1)
  • 2012 (770)
    • 02/19 - 02/26 (5)
    • 02/12 - 02/19 (10)
    • 02/05 - 02/12 (4)
    • 01/29 - 02/05 (27)
    • 01/22 - 01/29 (88)
    • 01/15 - 01/22 (101)
    • 01/08 - 01/15 (169)
    • 01/01 - 01/08 (366)
  • 2011 (4477)
    • 12/25 - 01/01 (336)
    • 12/18 - 12/25 (62)
    • 12/11 - 12/18 (70)
    • 12/04 - 12/11 (77)
    • 11/27 - 12/04 (40)
    • 11/20 - 11/27 (67)
    • 11/13 - 11/20 (198)
    • 11/06 - 11/13 (187)
    • 10/30 - 11/06 (340)
    • 10/23 - 10/30 (32)
    • 10/16 - 10/23 (109)
    • 10/09 - 10/16 (80)
    • 08/14 - 08/21 (75)
    • 08/07 - 08/14 (81)
    • 07/31 - 08/07 (82)
    • 07/24 - 07/31 (65)
    • 07/17 - 07/24 (91)
    • 07/10 - 07/17 (47)
    • 07/03 - 07/10 (44)
    • 06/26 - 07/03 (53)
    • 06/19 - 06/26 (59)
    • 06/12 - 06/19 (47)
    • 06/05 - 06/12 (65)
    • 05/29 - 06/05 (63)
    • 05/22 - 05/29 (77)
    • 05/15 - 05/22 (115)
    • 05/08 - 05/15 (65)
    • 05/01 - 05/08 (104)
    • 04/24 - 05/01 (45)
    • 04/17 - 04/24 (70)
    • 04/10 - 04/17 (134)
    • 04/03 - 04/10 (72)
    • 03/27 - 04/03 (18)
    • 03/20 - 03/27 (47)
    • 03/13 - 03/20 (68)
    • 03/06 - 03/13 (40)
    • 02/27 - 03/06 (56)
    • 02/20 - 02/27 (77)
    • 02/13 - 02/20 (76)
    • 02/06 - 02/13 (198)
    • 01/30 - 02/06 (194)
    • 01/23 - 01/30 (132)
    • 01/16 - 01/23 (196)
    • 01/09 - 01/16 (202)
    • 01/02 - 01/09 (121)
  • 2010 (2535)
    • 12/26 - 01/02 (156)
    • 12/19 - 12/26 (65)
    • 12/12 - 12/19 (73)
    • 12/05 - 12/12 (84)
    • 11/28 - 12/05 (80)
    • 11/21 - 11/28 (68)
    • 11/14 - 11/21 (63)
    • 11/07 - 11/14 (50)
    • 10/31 - 11/07 (50)
    • 10/24 - 10/31 (36)
    • 10/17 - 10/24 (58)
    • 10/10 - 10/17 (35)
    • 10/03 - 10/10 (31)
    • 09/26 - 10/03 (21)
    • 09/19 - 09/26 (26)
    • 09/12 - 09/19 (55)
    • 09/05 - 09/12 (65)
    • 08/29 - 09/05 (33)
    • 08/22 - 08/29 (70)
    • 08/15 - 08/22 (45)
    • 08/08 - 08/15 (35)
    • 08/01 - 08/08 (37)
    • 07/25 - 08/01 (27)
    • 07/18 - 07/25 (19)
    • 07/11 - 07/18 (30)
    • 07/04 - 07/11 (56)
    • 06/27 - 07/04 (28)
    • 06/20 - 06/27 (22)
    • 06/13 - 06/20 (30)
    • 06/06 - 06/13 (21)
    • 05/30 - 06/06 (5)
    • 05/16 - 05/23 (6)
    • 05/09 - 05/16 (29)
    • 05/02 - 05/09 (59)
    • 04/25 - 05/02 (28)
    • 04/18 - 04/25 (38)
    • 04/11 - 04/18 (70)
    • 04/04 - 04/11 (59)
    • 03/28 - 04/04 (65)
    • 03/21 - 03/28 (89)
    • 03/14 - 03/21 (218)
    • 03/07 - 03/14 (95)
    • 02/28 - 03/07 (135)
    • 02/21 - 02/28 (102)
    • 01/03 - 01/10 (68)
  • 2009 (1652)
    • 12/27 - 01/03 (36)
    • 12/20 - 12/27 (22)
    • 12/13 - 12/20 (100)
    • 12/06 - 12/13 (45)
    • 11/29 - 12/06 (24)
    • 11/22 - 11/29 (22)
    • 11/15 - 11/22 (19)
    • 11/08 - 11/15 (28)
    • 11/01 - 11/08 (11)
    • 10/25 - 11/01 (17)
    • 10/18 - 10/25 (38)
    • 10/11 - 10/18 (33)
    • 10/04 - 10/11 (15)
    • 09/27 - 10/04 (21)
    • 09/20 - 09/27 (7)
    • 09/13 - 09/20 (84)
    • 09/06 - 09/13 (35)
    • 08/30 - 09/06 (48)
    • 08/23 - 08/30 (118)
    • 08/16 - 08/23 (26)
    • 08/09 - 08/16 (34)
    • 08/02 - 08/09 (35)
    • 07/26 - 08/02 (31)
    • 07/19 - 07/26 (14)
    • 07/12 - 07/19 (16)
    • 07/05 - 07/12 (28)
    • 06/28 - 07/05 (26)
    • 06/21 - 06/28 (76)
    • 06/14 - 06/21 (26)
    • 06/07 - 06/14 (21)
    • 05/31 - 06/07 (43)
    • 05/24 - 05/31 (38)
    • 05/17 - 05/24 (26)
    • 05/10 - 05/17 (52)
    • 05/03 - 05/10 (15)
    • 04/26 - 05/03 (38)
    • 04/19 - 04/26 (32)
    • 04/12 - 04/19 (22)
    • 04/05 - 04/12 (20)
    • 03/29 - 04/05 (40)
    • 03/22 - 03/29 (43)
    • 03/15 - 03/22 (18)
    • 03/08 - 03/15 (14)
    • 03/01 - 03/08 (22)
    • 02/22 - 03/01 (12)
    • 02/15 - 02/22 (9)
    • 02/08 - 02/15 (11)
    • 02/01 - 02/08 (19)
    • 01/25 - 02/01 (37)
    • 01/18 - 01/25 (21)
    • 01/11 - 01/18 (33)
    • 01/04 - 01/11 (31)
  • 2008 (700)
    • 12/28 - 01/04 (13)
    • 12/21 - 12/28 (9)
    • 12/14 - 12/21 (57)
    • 12/07 - 12/14 (5)
    • 11/30 - 12/07 (18)
    • 11/23 - 11/30 (33)
    • 11/16 - 11/23 (31)
    • 11/09 - 11/16 (23)
    • 11/02 - 11/09 (18)
    • 10/26 - 11/02 (11)
    • 10/19 - 10/26 (15)
    • 10/12 - 10/19 (13)
    • 10/05 - 10/12 (25)
    • 09/28 - 10/05 (2)
    • 09/21 - 09/28 (14)
    • 09/14 - 09/21 (19)
    • 09/07 - 09/14 (43)
    • 08/31 - 09/07 (3)
    • 08/24 - 08/31 (33)
    • 08/17 - 08/24 (65)
    • 08/10 - 08/17 (4)
    • 08/03 - 08/10 (26)
    • 07/27 - 08/03 (6)
    • 07/20 - 07/27 (19)
    • 07/13 - 07/20 (18)
    • 07/06 - 07/13 (60)
    • 06/29 - 07/06 (53)
    • 06/22 - 06/29 (49)
    • 06/15 - 06/22 (11)
    • 06/08 - 06/15 (4)

Popular Posts

  • Olahraga dan Resiko Kanker Payu Dara: Belum Terlambat.
    Olahraga teratur sangat penting untuk kesehatan tubuh, mencegah dan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit mulai dari osteoporosis hin...
  • Transkultural dalam Keperawatan
    Konsep Teori Transkultural dalam Keperawatan APLIKASI TEORI TRANSCULTURAL NURSING DALAM PROSES KEPERAWATAN Rahayu Iskandar, Ners, M.Kep PEND...
  • Hubungan Usia Terhadap Perdarahan Post Partum Di RSUD
    KTI KEBIDANAN HUBUNGAN USIA TERHADAP PERDARAHAN POSTPARTUM DI RSUD BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan wanita merupakan hal yang s...
  • Bau Mulut
    Malu banget kan kalo nafas kita bau alias bau mulut apa lagi kalo kita ngomong dengan orang lain lalu tiba-tiba orang tersebut menjauh wah...
  • Diagnosa Keperawatan Aktual
    Konsep Dasar Diagnosa Keperawatan Aktual BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sebagai suatu aspek yang terpenting dalam proses kepera...
  • Ketika Pasangan Anda Depresi
    Ketika, pasangan atau seseorang yang dekat dengan Anda mengalami depresi, ada langkah yang dapat Anda lakukan untuk menolongnya: # Memberi ...
  • Konsep Pertumbuhan dan Perkembangan
    Menurut Joyce Engel (1999), yang dikatakan anak usia pra sekolah adalah anak-anak yang berusia berkisar 3-6 tahun. Ada beberapa aspek yang...
  • PENGETAHUAN IBU TENTANG BIANG KERINGAT PADA BAYI 0-1 TAHUN DI BPS XXXX
    Prelevansi penyakit kulit di Indonesia cukup tinggi baik oleh bakteri, virus atau jamur. Selain itu bergantung pada lingkungan dan kondisi...
  • Pola Makan Bayi 6 Bulan
    Bayi saya saat ini berusia 6 bulan lebih. Dia sudah saya beri makanan padat seperti sereal dan bubur instan encer sejak berusia 4 bulan. M...
  • Tanda-tanda Sistem Imun Tubuh Buruk
    Tiap orang memiliki sistem imun atau kekebalan tubuh yang berbeda-beda. Semuanya tergantung dari genetik, pola hidup maupun lingkung...

Statistik

© ASUHAN KEPERAWATAN 2013 . Powered by Bootstrap , Blogger templates and RWD Testing Tool Published..Gooyaabi Templates