Selasa, 26 Mei 2009
PATHWAY HIPOSPADIA
Klik Pada Gambar di bawah ini Untuk Melihat Pathway

Tag: Pathways Hipospadia, Pathways Hypospadia, Pathways Hipospadi
Read More

Tag: Pathways Hipospadia, Pathways Hypospadia, Pathways Hipospadi
Senin, 25 Mei 2009
ASUHAN KEPERAWATAN HIPOSPADIA

REPAIR HIPOSPADIA
DEFINISI
HIPOSPADIA Kelainan congenital pada penis
OUE : - proximal dari Gland
- ventral
Chorde +/
Insidensi
* 1 : 300 / kelahiran bayi laki-laki
( Sweet , et.all.; 1974 )
* Perlu penanganan -->Cermat
-->Tepat
* Sehingga Komplikasi di minimalisir
C. ETIOPATOGENESIS
* Kausa pasti --> belum diketahui
--> multifaktor
* Faktor : 1. Genetik --> sangat berperan
2. Etnik & Geografis
3. Hormonal
4. Pencemaran Lingkungan
D. PATHWAY
E. KLASIFIKASI
Barcat (1973) ANTERIOR 65 % - 70 %
* Glandular
* Coronal
* Anterior Penil
- MIDDLE HYPOSPADIAS
* 10 %
* Middle Penile
- POSTERIOR HYPOSPADIAS
* 20 %
* Posterior Penil
* Penoscrotal
* Perineal
F. TERAPI
* Tujuan : - Anatomi
- Fungsi
* Yang perlu di pertimbangkan dalam repair hipospadia
1.Usia
2.Tipe Hipospadia
3.Ukuran Penis
4.Chordee +/-
* Pengalaman dan kepercayaan operator sangat menentukan tahapan dan keberhasilan operasi
* 2 hal pokok dalam repair hipospadia
1. Release chordee
2. Urethroplasty
* Waktu ideal
6 bulan 18 bulan
sebaiknya sebelum sekolah
HASIL :
- 63 Kasus ------> 17 kasus ( 28,98 % ) terjadi komplikasi
- 17 kasus(26,98%) KOMPLIKASI
Satu Tahap: 7 kasus (11,11 %)
Infeksi 1 kasus
Fistula 4 kasus
Striktura 2 kasus
Dua tahap: 10 kasus ( 15,87 % )
Infeksi 4 kasus
Fistula 4 kasus
Striktura 2 kasus
Kejadian komplikasi antara satu tahap& dua tahap peluangnya hampir sama (p>0.05)
Usia : 1 tahun –
1 – 5 tahun 11 kasus (17,46 %)
> 5 tahun 6 kasus (9,52 %)
Ternyata usia 1 – 5 tahun merupakan usia yang sukar dikendalikan emosionalnya sedangkan usia 1 tahun masih dalam asuhan ibunya karena belum bisa jalan sedangkan usia > 5 tahun merupakan usia yang sudah bisa diberi pengertian ( usia sekolah dasar ).
Komplikasi Penoscrotal 10 kasus (15,87 %)
Penil 7 kasus (11,11 %)
Semakin ke proksimal kelainan hipospadianya semakin sukar tehnik operasinya dan semakin besar kejadian komplikasinya.
KESIMPULAN
* Repair hipospadia antara satu tahap dengan dua tahap untuk terjadinya komplikasi tidak ada perbedaan yang bermakna (p>0,05).
* Kejadian komplikasi pasca repair hipospadia yang paling banyak yaitu fistula urethrocutaneus(12,69%).
* Kepecayaan diri dan pengalaman operator menentukan tentang tahap dan keberhasilan operasi.
* Di sarankan penanganan hipospadia dilakukan dengan operasi satu tahap.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN TINDAKAN URETHROPLASTY
A. DIAGNOSA
1.PRA OPERASI
Kecemasan/ansietas b/d kurangnya pengetahuan mengenai kondisi,prognosis, dan kebutuhan pengobatan
TUJUAN
Kecemasan/ansietas hilang/berkurang satelah dilakukan asuhan keperawatan dalam1X20 menit, dengan criteria hasi, klien akan :
a. mengutarakan proses penyakit/proses preoperasi dan harapan pasca operasi
b. melakukan prosedur yang diperlukan untuk menjelaskan alasan dari suatu tindakan
c. memulai perubahan gaya hidup yang dperlukan dan ikut serta dalam regimen perawatan
INTERVENSI
- Kaji tingkat pemahaman pasien
- Gunakan sumber-sumber pengajaran, sesuai keadaan
- Melaksanakan program pengajaran pra operasi individual
- Informasikan pasien/orang terdekat mengenai rencana perjalanan, komunikasi dokter/orang terdekat
RASIONAL
-Berikan fasilitas perencanaan program pengajaran
-Media khusus akan dapat memenuhi kebutuhan pasian untuk belajar
-Meningkatkan pemahaman atau kontrol pasien dan memungkinkan partisipasi dalam perawatan pasca operasi
-Informasi logistik mengenai jadwal dan kamar operasi, mencegah keraguan dan kebingungan akan kesehatan pasian, dan prosedur yang akan dilakukan
B. DIAGNOSA
INTRA OPERASI
Resiko tinggi terhadap perubahan suhu tubuh b/d penggunaan obat/zat anerstesi
TUJUAN
Suhu tubuh dalam batas normal dan stabil setelah dlakukan asuhan keperawatan selama 1X30 menit, dengan criteria hasil. klien akan :
mempertahankan suhu tubuh dalam jangkauan normal
INTERVENSI
- Sediakan pengukuran suhu pada pasien dengan elevasi suhu operasi
- Catat elevasi suhu yang cepat/ demam tinggi menetap dan obati secara tepat per protocol
- Sediakan selimut penghangat pada saat saat darurat untuk anestesi
RASIONAL
- Irigasi dan pemajana permukaan kulit keudara mungkin dibutuhkan untuk menurunkan suhu
- Hipertermia malignan harus diobati dan dikenali dengan tepat untuk menghindari - komplikasi yang serius
- Anestesi inhalasi akan menekan hipotalamus, dan mengakibatkan regulasi suhu tubuh
C.DIAGNOSA
PASCA OPERASI
1.Tidak efektif pola nafas b/d neuromuscular, ketidakseimbangan perceptual/kognitif
TUJUAN
Setelah dlakukan tindakan keperawatan 1X30 menit, polanafas stabil efektif, dengan KH, klien akan:
Menetapakn pola napas yang normal/efektif dan bebas dari sianosis atau tanda-tanda hipoksia lainnya
INTERVENSI
- Pertahankan jalan udara klien dengan memiringkan kepala, hiperekstensi rahang, aliran udara faringeal oral
- Lakukan latihan gerak sesegera mungkin pada pasien yang reaktif dan lanjutkan pada periode pasca operasi
RASIONAL
- Mencegah obstruksi jalan nafas
- Ventilasi dalam yang aktif membuka alveolus, mengeluarkan sekresi, meningkatkan pengangkutan oksigen, membuang gas anestesi
2.Resiko tinggi terhadap kekurangan volume cairan hilangnya cairan tubuh secara tidak normal(perdarahan, muntah, dll)
TUJUAN
Volume cairan pasien dapat dipertahankan dalam batas normal setelah dilakukan tindakan keperawatan 1X24jam,dengan KH klien akan:
mendemonstrsikan keseinbangan cairan yang adekuat,TTV stabil,turgor kulit normal, membran mukosa lembab, Pengeluaran urine yang sesuai
INTERVENSI
- Berikan bantuan pengukuran berkemih sesuai kebutuhan
- Periksa pembalut, alat drein pada interval reguler
- Pantau suhu kulit,palpasi denyut perifer
RASIONAL
-Peningkatkan relaksasi otot perineal dan memudahkan upaya pengosongan.
-Perdarahan yang berlebihan dapat mengacu kepada hipovolemia atau hemoragi. Pembengkakan local mungkin mengindikasikan formasi hematoma/p
erdarahan.
-Kulit yang dingin lembab, denyut yang lemah mengindikasikan penurunan sirkulasi perifer dan dibutuhkan untuk pemberian cairan tambahan
3.Gangguan rasa nyaman,nyeri akut b/d gangguan integritas kulit jaringan
TUJUAN
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x24 jam nyeri akan berkurang, dengan KH, klien akan :
- mengatakan bahwa rasa sakit telah terkontrol/ dihilangkan
- Tampak santai dapat beristirahat/tidur dan ikut serta dalam aktiftas sesuai kemampuan
INTERVENSI
- Evaluasi rasa sakut secara reguler, catat karakteristik, lokasi dan intensitas.
- Dorong penggunaan tehnik relaksasi
- Lakukan reposisi sesuai petunjuk
RASIONAL
- Sediakan informasi mengenai kebutuhan/evektivitas intervensi.
- Lepaskan tegangan emosional dan otot
- Memungkinkan mengurangi rsa sakit dan meningkatka serkulasi. Posisi semi-fowler dapat mengurangi tegangan otot abdominal dan otot punggung arthritis, sedangkan miring mengurangi tekanan dorsal.
DAFTAR PUSTAKA
- Barlow, Sheilla dan Weller, Barbara F.(1985) Pediatric Nursing. Jakarta : Engish Langue Book Society
- Carpenito, Linda Juall.(2001).Buku saku diagnosa keperawatan,Jakarta :EGC
- Price, Sylvia A dan Wilson, Lorraine M.(1995) Pathofisiologi Konsep Klinis Proses Penyakit, Jakarta : EGC
- Rekso Prodjo, Soelarto.(1995) Ilmu Bedah.Jakarta :FKUI
- Suriadi dan Yuliani,Rita.(2001).Askep Pada Anak,edisi 1. Jakarta : Fajar Interpretama
- Smelzer, Suzane. (2002). Keperawatan Medikal Bedak,edisi 8.Jakarta : EGC
- www.medicastore.co.org
Mengenali Pria "Gay" dari Jari Tangannya?
Konon, gay atau tidaknya seorang pria bisa diintip dari bentuk jari tangannya. Cuma mitos? Ternyata tidak, ada riset ilmiahnya.
Bila bicara soal mendeteksi pria gay, kebanyakan orang akan langsung menilai dari fisik. Kalau gayanya kemayu, gerakannya gemulai, atau pakaiannya necis dan wangi, barangkali kita akan langsung bergumam dalam hati, "Hmm... pasti dia gay."
Ada juga mitos yang mengatakan, gay tidaknya seorang laki-laki bisa dilihat dari jari-jemari tangannya. Ternyata, mitos ini ada benarnya. Hal ini disebut dengan digit ratio theory. Beberapa penelitian telah membuktikan kebenarannya.
Coba perhatikan jari tangan Anda. Bila jari manis tangan kanan Anda lebih panjang dari jari telunjuk, itu berarti Anda punya banyak hormon testoteron dan cenderung lebih hiperaktif, agresif, dan tidak suka sesuatu yang lamban.
Sebaliknya, jika jari telunjuk lebih panjang dari jari manis, berarti hormon estrogen Anda lebih banyak sehingga sifat Anda pun cenderung sensitif dan emosional. Lantas, apakah orang yang jari telunjuknya lebih panjang berarti homoseksual? Ternyata tidak juga.
Justru orang yang panjang jari telunjuk dan jari manisnya sama panjang kebanyakan adalah homoseksual (baik pria atau wanita). Sebuah studi yang dilakukan oleh Wndy M Brown dan timnya yang dimuat dalam Archieves of Sexual Behavior ikut menguatkan hal tersebut.
Dalam studinya, Brown menemukan bahwa ada hubungan tak langsung antara rasio panjang jari manis dan jari telunjuk dengan perilaku lesbian pada wanita. Mereka yang jari manisnya lebih panjang punya orientasi seksual sesama jenis.
Bila bicara soal mendeteksi pria gay, kebanyakan orang akan langsung menilai dari fisik. Kalau gayanya kemayu, gerakannya gemulai, atau pakaiannya necis dan wangi, barangkali kita akan langsung bergumam dalam hati, "Hmm... pasti dia gay."
Ada juga mitos yang mengatakan, gay tidaknya seorang laki-laki bisa dilihat dari jari-jemari tangannya. Ternyata, mitos ini ada benarnya. Hal ini disebut dengan digit ratio theory. Beberapa penelitian telah membuktikan kebenarannya.
Coba perhatikan jari tangan Anda. Bila jari manis tangan kanan Anda lebih panjang dari jari telunjuk, itu berarti Anda punya banyak hormon testoteron dan cenderung lebih hiperaktif, agresif, dan tidak suka sesuatu yang lamban.
Sebaliknya, jika jari telunjuk lebih panjang dari jari manis, berarti hormon estrogen Anda lebih banyak sehingga sifat Anda pun cenderung sensitif dan emosional. Lantas, apakah orang yang jari telunjuknya lebih panjang berarti homoseksual? Ternyata tidak juga.
Justru orang yang panjang jari telunjuk dan jari manisnya sama panjang kebanyakan adalah homoseksual (baik pria atau wanita). Sebuah studi yang dilakukan oleh Wndy M Brown dan timnya yang dimuat dalam Archieves of Sexual Behavior ikut menguatkan hal tersebut.
Dalam studinya, Brown menemukan bahwa ada hubungan tak langsung antara rasio panjang jari manis dan jari telunjuk dengan perilaku lesbian pada wanita. Mereka yang jari manisnya lebih panjang punya orientasi seksual sesama jenis.
ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN HEPATITIS
PENDAHULUAN: Hepatitis virus akut merupakan penyakit infeksi yang penyebarannya luas dalam tubuh walaupun efek yang menyolok terjadi pada hepar. Telah ditemukan 5 kategori virus yang menjadi agen penyebab yaitu Virus Hepatitis A (HAV), Virus Hepatitis B (HBV), Virus Hepatitis C (HVC), Virus Hepatitis D (HDV), Virus Hepatitis E (HEV).Walaupun kelima agen ini dapat dibedakan melalui petanda
Read More
Minggu, 24 Mei 2009
Asuhan Keperawatan Pasien Dengan Ablatio Retina
Ablasio Retina adalah pelepasan retina dari lapisan epitelium neurosensoris retina dan lapisan epitelia pigmen retina (Donna D. Ignativicius, 1991) Ablatio Retina juga diartikan sebagai terpisahnya khoroid di daerah posterior mata yang disebabkan oleh lubang pada retina, sehingga mengakibatkan kebocoran cairan, sehingga antara koroid dan retina kekurangan cairan (Barbara L. Christensen 1991).
Tanda dan Gejala Ablatio Retina
- Fotopsia, munculnya kilatan cahaya yang sangat terang di lapang pandang.
- Muncul bintik-bintik hitam yang beterbangan di lapang pandang (floaters)
- Muncul tirai hitam di lapang pandang
- Tidak ditemukan adanya rasa nyeri atau nyeri kepala
Patofisiologi Ablatio Retina
Pada Ablatio Retina cairan dari vitreus bisa masuk ke ruang sub retina dan bercampur dengan cairan sub retina. Ablatio Retina dapat diklasifikasikan secara alamiah menurut cara terbentuknya:
- Ablatio Rhegmatogen terjadi setelah terbentuknya tulang atau robekan dalam retina yang menembus sampai badan mata masuk ke ruang sub retina, apabila cairan terkumpul sudah cukup banyak dapat menyebabkan retina terlepas.
- Ablatio oleh karena tarikan, terjadi saat retina mendorong ke luar dari lapisan epitel oleh ikatan atau sambungan jaringan fibrosa dalam badan kaca.
- Ablatio eksudatif, terjadi karena penumpukan cairan dalam ruang retina akibat proses peradangan, gabungan dari penyakit sistemik atau oleh tumor intraocular, jika cairan tetap berkumpul, lapisan sensoris akan terlepas dari lapisan epitel pigmen.
Pemeriksaan Penunjang pada Ablatio Retina
- Pemeriksaan visus
- Ophtalmoskop indirek
- USG mata
- Campur Visi
Manajemen Terapi Ablatio Retina
Untuk memperbaiki Ablatio Retina dilakukan prosedur operasi scleral bucking yaitu pengikatan kembali retina yang lepas.
a. Pengelolaan penderita sebelum operasi
- Mengatasi kecemasan
- Membatasi aktivitas
- Penutup mata harus selalu dipakai untuk mencegah atau membatasi pergerakan bola mata
- Pengobatan dengan obat tetes mata jenis midriaticum untuk mencegah akomodasi dan kontriksi.
b. Pengelolaan penderita setelah operasi
- Istirahatkan pasien (bad rest total) minimal dalam 24 jam pertama.
- Ukur vital sign tiap jam dalam 24 jam pertama.
- Evaluasi penutup mata
- Bantu semua kebutuhan ADL
- Perawatan dan pengobatan sesuai program
Asuhan Keperawata n Pasien Dengan Ablatio Retina
a. Data Subyektif
- Pasien mengeluh tiba-tiba melihat kilatan cahaya terang dan bintik-bintik hitam yang beterbangan di ruang pandang.
- Pasien mengeluh melihat tirai yang menutupi lapang pandang.
- Pasien menyatkan takut dan cemas karena kehilangan fungsi penglihatan secara tiba-tiba.
b. Data Obyektif
- Dengan pemeriksaan ophtalmoskop indirek terlihat gambaran gelembung abu-abu atau lipatan-lipatan pada retina yang bergetar dan bergerak
- Aktifitas pasien terbatas
- Mata pasien tertutup dengan gaas
- Pasien mendapat obat tetes mata midryatil
- Wajah pasien tampak tegang dan cemas
- Pada pemeriksaan visus : OD 1/4 Os 2/60
Diagnosa Keperawatan yang mungkin ditemukan pada pasien Ablatio Retina
Pre Operatif
- Gangguan persepsi sensori penglihatan
- Cemas
- Kurang perawatan diri berhubungan
Post Operatif
- Nyeri akut
- Resiko infeksi
- Kurang perawatan diri
Agar Pencernaan Selalu Sehat
Gangguan kesehatan yang kerap dialami banyak orang adalah pencernaan. Diantaranya diare dan sembelit. Dibutuhkan usaha berlanjut dari mulai pola hidup sehat, asupan makanan sehat seimbang, hingga suplementasi yang tepat agar pencernaan terjaga sehat.
Salah satu indikasi yang cukup efektif untuk menggambarkan orang itu sehat adalah kondisi pencernaannya. Menurut kepercayaan kuno masyarakat Jepang, perut merupakan pusat kehidupan. Di situlah letak "jiwa" manusia. Barangsiapa memiliki perut sehat, berarti alat pencernaannya berfungsi normal. Selanjutnya pasti sehat dan lancar pula peredaran darahnya.
Gangguan pencernaan pernah menyerang hampir setiap orang. Masalahnya bisa beragam, dari diare, susah buang air besar, mual, dan lainnya.
Pentingnya enzim
Sistem pencernaan adalah suatu keadaan terjadinya proses biokimia dari bahan-bahan makanan yang kemudian terjadi penyerapan oleh saluran pencernaan. Saluran pencernaan dimulai dari mulut, masuk ke kerongkongan, lalu masuk ke lambung. Selanjutnya mengalir ke usus halos, ke usus besar, dan sampailah ke anus.
Saat di lambung, makanan mengalami proses mencampur sebelum ke usus. Dalam usus terdapat enzim pencernaan yang berfungsi membuat proses pencernaan lebih sempurna. Enzim beguna memecah makanan menjadi bagian yang lebih kecil yang akan diserap melalui dinding usus dalam gerakan peristaltik (teratur).
Enzim makanan sudah mulai bekerja dari saat makanan masuk mulut sampai ke dalam lambung, usus halus, dan usus besar. Dari usus halus mulai terjadi penyerapan nutrisi seperti karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin.
Enzim pencernaan berasal dari dua sumber, yaitu enzim makanan dan enzim yang dihasilkan oleh tubuh seperti dari getah lambung (pankreas). Setelah proses sampai di usus besar, makanan mulai mengalami pemadatan yang nantinya akan dibuang lewat anus.
Kontaminasi kuman
Sistem pencernaan dalam tubuh juga bisa mengalami gangguan. Infeksi, kuman, bakteri, parasit dari makanan atau minuman yang terkontaminasi bisa mengakibatkan pencernaan terganggu.
Bisa juga dari masuknya benda asing melalui makanan atau minuman. Kontaminasi zat kimia (korosif), atau obat-obatan yang asam, juga bisa memicu gangguan di lambung.
Dr. Dadang Makmum, Sp.PD, KGEH, menjelaskan bahwa pencernaan yang kurang baik menyebabkan daya tahan tubuh menurun karena zat gizi yang masuk berkurang, sehingga berat badan pun ikut berkurang. Proses pencernaan yang kurang baik bisa timbul dari berbagai penyakit seperti radang lidah, radang mulut akibat jamur, amandel, gangguan sistemik pada ginjal (kadar ureum tinggi) yang mengganggu fungsi lambung, tumor di usus besar atau halus.
Gangguan pencernaan yang paling sering terjadi dan hampir dialami setiap orang adalah diare dan sembelit. Diare yang tidak diatasi segera dapat menyebabkan proses pencernaan terganggu karena terjadi pengeluaran cairan secara berlebihan. Akibatnya, tubuh menjadi lemah.
Sembelit atau konstipasi ditandai buang air besar (BAB) kurang dari 3 kali seminggu atau kesulitan dalam pengeluaran akibat feses keras.
Harus jeli
Guna menghindari gangguan proses pencernaan, banyak hal bisa dilakukan. Di antaranya mengosumsi makanan bersih, bebas kuman, tidak mengandung zat kimia, tidak terlalu pedas atau asam. Selain itu makanan harus memenuhi syarat nutrisi yang baik dan kadar gizi yang cukup.
Pastikan selalu mengasup serat yang cukup, terutama jenis tak larut dan air secara ideal guna menjaga risiko gangguan pencernaan. Sayangnya, dalam keseharian, perilaku dan hidup yang menuntut kepedulian lebih terhadap kesehatan justru sering diabaikan dengan alasan sibuk, tak ada pilihan, atau kebiasaan buruk yang sulit dihilangkan.
Untuk itu, pilihan suplementasi bisa dipertimbangkan. Namun, perlu kejelian dalam memilih suplemen berkualitas, terutama menyangkut kandungan serta manfaatnya bagi pencernaan.
Beragam Gangguan
Gangguan apa saja yang sering memengaruhi sistem pencernaan?
• Apendisitis: radang usus buntu.
• Diare: feses sangat cair akibat gerak peristaltik kelewat cepat.
• Konstipasi atau sembelit: kesulitan dalam proses defekasi (buang air besar).
• Maldigesti: terlalu banyak makan atau mengonsumsi zat yang merangsang lambung.
• Parotids: infeksi pada kelenjar parotis (kerap disebut gondong).
• Tukak lambung atau maag: radang pada dinding lambung, umumnya diakibatkan infeksi Helicobacter pylori.
• Xerstomia: produksi air liur sangat sedikit.
Secara umum gangguan pada sistem pencernaan dapat disebabkan oleh pola makan yang salah, infeksi bakteri, atau kelainan alat pencernaan. Di antara beragam gangguan tersebut, diare dan sembelit adalah yang paling umum terjadi.
Sumber: Senior
Read More
Salah satu indikasi yang cukup efektif untuk menggambarkan orang itu sehat adalah kondisi pencernaannya. Menurut kepercayaan kuno masyarakat Jepang, perut merupakan pusat kehidupan. Di situlah letak "jiwa" manusia. Barangsiapa memiliki perut sehat, berarti alat pencernaannya berfungsi normal. Selanjutnya pasti sehat dan lancar pula peredaran darahnya.
Gangguan pencernaan pernah menyerang hampir setiap orang. Masalahnya bisa beragam, dari diare, susah buang air besar, mual, dan lainnya.
Pentingnya enzim
Sistem pencernaan adalah suatu keadaan terjadinya proses biokimia dari bahan-bahan makanan yang kemudian terjadi penyerapan oleh saluran pencernaan. Saluran pencernaan dimulai dari mulut, masuk ke kerongkongan, lalu masuk ke lambung. Selanjutnya mengalir ke usus halos, ke usus besar, dan sampailah ke anus.
Saat di lambung, makanan mengalami proses mencampur sebelum ke usus. Dalam usus terdapat enzim pencernaan yang berfungsi membuat proses pencernaan lebih sempurna. Enzim beguna memecah makanan menjadi bagian yang lebih kecil yang akan diserap melalui dinding usus dalam gerakan peristaltik (teratur).
Enzim makanan sudah mulai bekerja dari saat makanan masuk mulut sampai ke dalam lambung, usus halus, dan usus besar. Dari usus halus mulai terjadi penyerapan nutrisi seperti karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin.
Enzim pencernaan berasal dari dua sumber, yaitu enzim makanan dan enzim yang dihasilkan oleh tubuh seperti dari getah lambung (pankreas). Setelah proses sampai di usus besar, makanan mulai mengalami pemadatan yang nantinya akan dibuang lewat anus.
Kontaminasi kuman
Sistem pencernaan dalam tubuh juga bisa mengalami gangguan. Infeksi, kuman, bakteri, parasit dari makanan atau minuman yang terkontaminasi bisa mengakibatkan pencernaan terganggu.
Bisa juga dari masuknya benda asing melalui makanan atau minuman. Kontaminasi zat kimia (korosif), atau obat-obatan yang asam, juga bisa memicu gangguan di lambung.
Dr. Dadang Makmum, Sp.PD, KGEH, menjelaskan bahwa pencernaan yang kurang baik menyebabkan daya tahan tubuh menurun karena zat gizi yang masuk berkurang, sehingga berat badan pun ikut berkurang. Proses pencernaan yang kurang baik bisa timbul dari berbagai penyakit seperti radang lidah, radang mulut akibat jamur, amandel, gangguan sistemik pada ginjal (kadar ureum tinggi) yang mengganggu fungsi lambung, tumor di usus besar atau halus.
Gangguan pencernaan yang paling sering terjadi dan hampir dialami setiap orang adalah diare dan sembelit. Diare yang tidak diatasi segera dapat menyebabkan proses pencernaan terganggu karena terjadi pengeluaran cairan secara berlebihan. Akibatnya, tubuh menjadi lemah.
Sembelit atau konstipasi ditandai buang air besar (BAB) kurang dari 3 kali seminggu atau kesulitan dalam pengeluaran akibat feses keras.
Harus jeli
Guna menghindari gangguan proses pencernaan, banyak hal bisa dilakukan. Di antaranya mengosumsi makanan bersih, bebas kuman, tidak mengandung zat kimia, tidak terlalu pedas atau asam. Selain itu makanan harus memenuhi syarat nutrisi yang baik dan kadar gizi yang cukup.
Pastikan selalu mengasup serat yang cukup, terutama jenis tak larut dan air secara ideal guna menjaga risiko gangguan pencernaan. Sayangnya, dalam keseharian, perilaku dan hidup yang menuntut kepedulian lebih terhadap kesehatan justru sering diabaikan dengan alasan sibuk, tak ada pilihan, atau kebiasaan buruk yang sulit dihilangkan.
Untuk itu, pilihan suplementasi bisa dipertimbangkan. Namun, perlu kejelian dalam memilih suplemen berkualitas, terutama menyangkut kandungan serta manfaatnya bagi pencernaan.
Beragam Gangguan
Gangguan apa saja yang sering memengaruhi sistem pencernaan?
• Apendisitis: radang usus buntu.
• Diare: feses sangat cair akibat gerak peristaltik kelewat cepat.
• Konstipasi atau sembelit: kesulitan dalam proses defekasi (buang air besar).
• Maldigesti: terlalu banyak makan atau mengonsumsi zat yang merangsang lambung.
• Parotids: infeksi pada kelenjar parotis (kerap disebut gondong).
• Tukak lambung atau maag: radang pada dinding lambung, umumnya diakibatkan infeksi Helicobacter pylori.
• Xerstomia: produksi air liur sangat sedikit.
Secara umum gangguan pada sistem pencernaan dapat disebabkan oleh pola makan yang salah, infeksi bakteri, atau kelainan alat pencernaan. Di antara beragam gangguan tersebut, diare dan sembelit adalah yang paling umum terjadi.
Sumber: Senior
Tips Akhir Pekan

Berikut ini adalah satu tips yang sederhana dikutip dari seorang master di bidang ilmu psikolog dan gizi dari University of Toronto bernama Harley Pasternak tentang menghentikan kebiasaan buruk dan menantang diri anda pada kebiasaan dan pola hidup sehat.
Akhir pekan- adalah waktunya untuk bersantai, melemaskan punggung, melihat televisi, dan hanya bersantai-santai, benarkah begitu?. Anggapan tersebut adalah opini yang salah! Akhir pekan yang tentunya merupakan waktu anda bersantai dan menikmati diri sendiri dari kesibukan selama satu pekan, akan tetapi itu bukanlah alasan untuk memparkir diri anda di depan saluran TV berjam-jam hingga seharian penuh. Disamping itu yang sebenarnya terjadi ketika anda menonton televisi adalah bahwa anda sepenuhnya tidak aktif, semua iklan makanan yang tidak sehat dirancang untuk meningkatkan selera makan anda pada makanan-makanan tersebut.
Oleh sebab itu, tantang dan ajak diri anda agar menonton televisi satu jam dalam sehari pada akhir pekan! Dengan begitu anda akan lihat apa dampak yang bisa anda peroleh pada penurunan berat badan anda.
Langganan:
Postingan
(
Atom
)
Blog Archive
-
2015
(10)
- 10/11 - 10/18 (1)
- 09/13 - 09/20 (1)
- 09/06 - 09/13 (1)
- 07/05 - 07/12 (1)
- 05/17 - 05/24 (6)
-
2014
(1)
- 04/13 - 04/20 (1)
-
2012
(770)
- 02/19 - 02/26 (5)
- 02/12 - 02/19 (10)
- 02/05 - 02/12 (4)
- 01/29 - 02/05 (27)
- 01/22 - 01/29 (88)
- 01/15 - 01/22 (101)
- 01/08 - 01/15 (169)
- 01/01 - 01/08 (366)
-
2011
(4477)
- 12/25 - 01/01 (336)
- 12/18 - 12/25 (62)
- 12/11 - 12/18 (70)
- 12/04 - 12/11 (77)
- 11/27 - 12/04 (40)
- 11/20 - 11/27 (67)
- 11/13 - 11/20 (198)
- 11/06 - 11/13 (187)
- 10/30 - 11/06 (340)
- 10/23 - 10/30 (32)
- 10/16 - 10/23 (109)
- 10/09 - 10/16 (80)
- 08/14 - 08/21 (75)
- 08/07 - 08/14 (81)
- 07/31 - 08/07 (82)
- 07/24 - 07/31 (65)
- 07/17 - 07/24 (91)
- 07/10 - 07/17 (47)
- 07/03 - 07/10 (44)
- 06/26 - 07/03 (53)
- 06/19 - 06/26 (59)
- 06/12 - 06/19 (47)
- 06/05 - 06/12 (65)
- 05/29 - 06/05 (63)
- 05/22 - 05/29 (77)
- 05/15 - 05/22 (115)
- 05/08 - 05/15 (65)
- 05/01 - 05/08 (104)
- 04/24 - 05/01 (45)
- 04/17 - 04/24 (70)
- 04/10 - 04/17 (134)
- 04/03 - 04/10 (72)
- 03/27 - 04/03 (18)
- 03/20 - 03/27 (47)
- 03/13 - 03/20 (68)
- 03/06 - 03/13 (40)
- 02/27 - 03/06 (56)
- 02/20 - 02/27 (77)
- 02/13 - 02/20 (76)
- 02/06 - 02/13 (198)
- 01/30 - 02/06 (194)
- 01/23 - 01/30 (132)
- 01/16 - 01/23 (196)
- 01/09 - 01/16 (202)
- 01/02 - 01/09 (121)
-
2010
(2535)
- 12/26 - 01/02 (156)
- 12/19 - 12/26 (65)
- 12/12 - 12/19 (73)
- 12/05 - 12/12 (84)
- 11/28 - 12/05 (80)
- 11/21 - 11/28 (68)
- 11/14 - 11/21 (63)
- 11/07 - 11/14 (50)
- 10/31 - 11/07 (50)
- 10/24 - 10/31 (36)
- 10/17 - 10/24 (58)
- 10/10 - 10/17 (35)
- 10/03 - 10/10 (31)
- 09/26 - 10/03 (21)
- 09/19 - 09/26 (26)
- 09/12 - 09/19 (55)
- 09/05 - 09/12 (65)
- 08/29 - 09/05 (33)
- 08/22 - 08/29 (70)
- 08/15 - 08/22 (45)
- 08/08 - 08/15 (35)
- 08/01 - 08/08 (37)
- 07/25 - 08/01 (27)
- 07/18 - 07/25 (19)
- 07/11 - 07/18 (30)
- 07/04 - 07/11 (56)
- 06/27 - 07/04 (28)
- 06/20 - 06/27 (22)
- 06/13 - 06/20 (30)
- 06/06 - 06/13 (21)
- 05/30 - 06/06 (5)
- 05/16 - 05/23 (6)
- 05/09 - 05/16 (29)
- 05/02 - 05/09 (59)
- 04/25 - 05/02 (28)
- 04/18 - 04/25 (38)
- 04/11 - 04/18 (70)
- 04/04 - 04/11 (59)
- 03/28 - 04/04 (65)
- 03/21 - 03/28 (89)
- 03/14 - 03/21 (218)
- 03/07 - 03/14 (95)
- 02/28 - 03/07 (135)
- 02/21 - 02/28 (102)
- 01/03 - 01/10 (68)
-
2009
(1652)
- 12/27 - 01/03 (36)
- 12/20 - 12/27 (22)
- 12/13 - 12/20 (100)
- 12/06 - 12/13 (45)
- 11/29 - 12/06 (24)
- 11/22 - 11/29 (22)
- 11/15 - 11/22 (19)
- 11/08 - 11/15 (28)
- 11/01 - 11/08 (11)
- 10/25 - 11/01 (17)
- 10/18 - 10/25 (38)
- 10/11 - 10/18 (33)
- 10/04 - 10/11 (15)
- 09/27 - 10/04 (21)
- 09/20 - 09/27 (7)
- 09/13 - 09/20 (84)
- 09/06 - 09/13 (35)
- 08/30 - 09/06 (48)
- 08/23 - 08/30 (118)
- 08/16 - 08/23 (26)
- 08/09 - 08/16 (34)
- 08/02 - 08/09 (35)
- 07/26 - 08/02 (31)
- 07/19 - 07/26 (14)
- 07/12 - 07/19 (16)
- 07/05 - 07/12 (28)
- 06/28 - 07/05 (26)
- 06/21 - 06/28 (76)
- 06/14 - 06/21 (26)
- 06/07 - 06/14 (21)
- 05/31 - 06/07 (43)
- 05/24 - 05/31 (38)
- 05/17 - 05/24 (26)
- 05/10 - 05/17 (52)
- 05/03 - 05/10 (15)
- 04/26 - 05/03 (38)
- 04/19 - 04/26 (32)
- 04/12 - 04/19 (22)
- 04/05 - 04/12 (20)
- 03/29 - 04/05 (40)
- 03/22 - 03/29 (43)
- 03/15 - 03/22 (18)
- 03/08 - 03/15 (14)
- 03/01 - 03/08 (22)
- 02/22 - 03/01 (12)
- 02/15 - 02/22 (9)
- 02/08 - 02/15 (11)
- 02/01 - 02/08 (19)
- 01/25 - 02/01 (37)
- 01/18 - 01/25 (21)
- 01/11 - 01/18 (33)
- 01/04 - 01/11 (31)
-
2008
(700)
- 12/28 - 01/04 (13)
- 12/21 - 12/28 (9)
- 12/14 - 12/21 (57)
- 12/07 - 12/14 (5)
- 11/30 - 12/07 (18)
- 11/23 - 11/30 (33)
- 11/16 - 11/23 (31)
- 11/09 - 11/16 (23)
- 11/02 - 11/09 (18)
- 10/26 - 11/02 (11)
- 10/19 - 10/26 (15)
- 10/12 - 10/19 (13)
- 10/05 - 10/12 (25)
- 09/28 - 10/05 (2)
- 09/21 - 09/28 (14)
- 09/14 - 09/21 (19)
- 09/07 - 09/14 (43)
- 08/31 - 09/07 (3)
- 08/24 - 08/31 (33)
- 08/17 - 08/24 (65)
- 08/10 - 08/17 (4)
- 08/03 - 08/10 (26)
- 07/27 - 08/03 (6)
- 07/20 - 07/27 (19)
- 07/13 - 07/20 (18)
- 07/06 - 07/13 (60)
- 06/29 - 07/06 (53)
- 06/22 - 06/29 (49)
- 06/15 - 06/22 (11)
- 06/08 - 06/15 (4)
Popular Posts
-
Olahraga teratur sangat penting untuk kesehatan tubuh, mencegah dan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit mulai dari osteoporosis hin...
-
Konsep Teori Transkultural dalam Keperawatan APLIKASI TEORI TRANSCULTURAL NURSING DALAM PROSES KEPERAWATAN Rahayu Iskandar, Ners, M.Kep PEND...
-
Setelah beberapa minggu ini cari materi buat postingan baru, mendadak dapat inspirasi setelah rekan Anton Wijaya menulis di buku tamu Keper...
-
Prelevansi penyakit kulit di Indonesia cukup tinggi baik oleh bakteri, virus atau jamur. Selain itu bergantung pada lingkungan dan kondisi...
-
KTI KEBIDANAN HUBUNGAN USIA TERHADAP PERDARAHAN POSTPARTUM DI RSUD BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan wanita merupakan hal yang s...
-
Malu banget kan kalo nafas kita bau alias bau mulut apa lagi kalo kita ngomong dengan orang lain lalu tiba-tiba orang tersebut menjauh wah...
-
Hematemesis, melena, and hematochezia are symptoms of acute gastrointestinal bleeding. Bleeding that brings the patient to the physician is...
-
Mortalitas dan morbiditas pada wanita hamil dan bersalin adalah masalah besar dinegara berkembang dan dinegara miskin. Sekitar 25 – 50% ke...
-
Konsep Dasar Diagnosa Keperawatan Aktual BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sebagai suatu aspek yang terpenting dalam proses kepera...
-
Menurut Joyce Engel (1999), yang dikatakan anak usia pra sekolah adalah anak-anak yang berusia berkisar 3-6 tahun. Ada beberapa aspek yang...
© ASUHAN KEPERAWATAN 2013 . Powered by Bootstrap , Blogger templates and RWD Testing Tool Published..Gooyaabi Templates


