• home

ASUHAN KEPERAWATAN

  • HOME
  • DOWNLOAD ASUHAN KEPERAWATAN
  • Cara Mendapatkan Password

Senin, 10 Agustus 2009

Kondom Untuk Wanita

di 13.28 Label: Info Seksual


Selama ini kondom memang identik dengan laki-laki. Di Indonesia sendiri sosialisasi adanya kondom perempuan tidak sebanyak dan sebaik kondom laki-laki. Wajar jika tidak semua orang tahu adanya kondom perempuan. Pemakai kondom perempuan jumlahnya juga sangat terbatas, karena perempuan yang tahu adanya kondom khusus tersebut belum tentu mau menggunakannya. Ada beberapa alasan yang melandasinya, terutama alasan aneh karena tidak terbiasa.


Kondom khusus perempuan memang berbeda dengan kondom laki-laki. Selain bentuknya yang berbeda, kondom perempuan juga berbahan tidak sama dengan kondom laki-laki. Kondom laki-laki berbahan lateks, sedangkan kondom perempuan berbahan polyurethane. Jangan pernah menggunakan kedua jenis kondom ini dalam waktu bersamaan, karena kondom laki-laki akan mudah lepas. Bahan yang berbeda ini yang membuat kondom laki-laki akan "tersangkut" jika digunakan bersamaan.

Secara umum, kondom ini memiliki efektivitas yang cukup tinggi. Persentase tingkat keefektivan kondom ini mencapai 95 persen. Memang masih ada kemungkinan gagal, tapi persentasenya sangat kecil. Khusus untuk kasus di Amerika, menurut sebuah survei kegagalan sering terjadi akibat salah memasang kondom.

Memang kondom perempuan tidak sesimpel kondom laki-laki dalam hal pemakaiannya. Hal ini pula yang menjadi faktor ini juga jadi penyebab kadang perempuan enggan menggunakan kondom jenis ini. Berbeda dengan kondom laki-laki yang sekali latihan pasti bisa menggunakan, khusus kondon perempuan ini perlu latihan beberapa kali untuk bisa terpasang dengan benar.

Faktor pemasangan ke dalam vagina ini memang membuat kondom perempuan pemasangannya lebih ribet dibanding kondom laki-laki yang terpasang di luar dan langsung kelihatan. Hal inilah yang menjadi penyebab mengapa perempuan harus berlatih dulu untuk memastikan kondomnya terpasang dengan benar.

Meski perlu latihan Anda tak perlu berkecil hati. Bila membaca instruksinya dengan baik dan benar yang terdapat pada pembungkusnya, pasti Anda bisa memasangnya dengan benar. Apalagi instruksi pemasangan tak hanya dalam bentuk tulisan, tapi juga gambar yang pasti sangat membantu pengguna ketika memasang kondom tersebut.

Cara pemasangannya sendiri sebenarnya tidak sulit. Ketika akan memasang, posisi pengguna sebaiknya jongkok atau berdiri dengan mengangkat satu kaki di kursi. Hal ini memudahkan kondom masuk ke dalam vagina. Setelah itu baru masukkan kondom ke dalam vagina. Lakukan dengan hati-hati dan tidak terburu-buru agar pemasangannya benar-benar presisi.

Setelah kondom terpasang, Anda pun siap melakukan hubungan seks seperti biasanya. Selain efektif mencegah kehamilan, kondom ini juga bisa mencegah penyakit menular seperti halnya kondom laki-laki. Mau mencoba?



Source:www.info-sehat.com

Read More

Tips Kecantikan dengan Buah-Buahan

di 08.45 Label: Tips - Tips Pilihan , Tips Kecantikan dengan Buah-Buahan
  • Pepaya

    Untuk meluruhkan sel-sel kulit yang telah mati, gunakan pepaya yang sudah dihancurkan sebagai masker, dan biarkan selama 15 menit.
    Pepaya apabila di makan dapat mencegah kerut-kerut pada kulit, ini karena zat di dalam pepaya dapat meremajakan colagen.


  • Arbei

    Buah arbei dapat menenangkan pikiran bila dimakan, juga memiliki bahan pemutih untuk kulit yang kusam, bila di belah dua oleskan bagian dalam ke seluruh wajah dan biarkan semalam.
    Bila di campur dengan mentega dapat melembutkan kulit yang kering, campur satu sendok teh mentega yang telah dipanaskan dengan sari buah arbei segar secukupnya, oleskan pada wajah dan biarkan selama setengah jam, cuci wajah menggunakan sabun lembut, lalu bubuhkan tonik.


  • Delima

    Kulit delima putih baik untuk mencegah keputihan, caranya kulit delima di jemur, di tumbuk halus dan di seduh air panas ( dapat juga dengan merebus kulit delima ) kemudian diminum.


  • Mentimun

    Air buah mentimun berisi bahan asstringent, sehingga bagus untuk dijadikan tonik wajah bagi kulit berminyak, caranya : parut dan saring mentimun secukupnya lalu oleskan cairan keseluruh wajah menggunakan kapas bersih.
    Sebagai pemutih , campurlah parutan separuh buah mentimun dengan dua sendok susu segar matang, lalu bubuhkan pada wajah dan leher. Buatlah campuran yang baru setiap dua hari sekali bila menggunakannya setiap hari.


  • Tomat

    Tomat memiliki banyak vitamin dan dapat melembutkan kulit tangan, caranya : campurkan air buah tomat dengan air jeruk nipis 1:1, dan glycerine ( dapat di beli di apotik ), bubuhkan pada tangan dan lakukan massage, dengan gerakan seperti sedang membasuh tangan.
    Sari buah tomat segar yang mengandung asstringent baik untuk wajah berminyak, meringkaskan pori-pori kulit hingga kulit tampak licin, hancurkan dua buah tomat masak dan segar bersama kulitnya, lalu oleskan pada wajah, diamkan 20 menit, cuci wajah dengan air hangat, kemudian ulangi dengan air dingin.


  • Melon dan Semangka

    Cairan buah melon dan semangka menyimpan dingin paling lama diantara buah – buahan lainnya, dan baik dijadikan kompress untuk kukit yang terbakar matahari, daging buah diiris, lalu balut dengan air kasa dan letakkan pada wajah sekitar 15 menit, bilas wajah dengan air dingin.


  • Jeruk manis

    Air dan minyak yang terkandung di dalam kulit jeruk manis berguna sebagai pembersih untuk kulit kering maupun normal, masukkan kulit jeruk ke dalam air hangat, lalu tusuk-tusuk kulit jeruk itu dengan ujung pisau, biarkan kulit jeruk di dalam air sampai semalaman, dan gunakan untuk membasuh wajah keesokan paginya.
    Untuk pemutih, campurkan 100 cc air jeruk manis dengan 1 sendok makan alkohol 70% dan 1 sendok glycerin dalam botol bersih, kocok sampai tercampur rata, dan gunakan sebagai pemutih bercak-bercak atau kehitaman pada kulit, oleskan 2 kali sehari.


  • Jeruk Nipis

    Jeruk Nipis memiliki keistimewaan sebagai pemutih dan penyegar terutama untuk kulit yang tampak lelah.Kocok sebutir kuning telur ( untuk kulit normal / kering ) atau putih telur ( unutk kulit berminyak ), peras separuh jeruk nipis, masukkan kulit jeruk nipis ke dalam campuran dan biarkan semalaman agar telur menyerap minyak dari kulit jeruk. Bubuhkan pada wajah, kecuali sekeliling daerah mata, diamkan selama 20 menit, bilas wajah menggunakan air hangat, kemudian air dingin.
    Jeruk Nipis bisa di gunakan untuk perawatan rambut rusak, campur satu sendok makan air jeruk nipis pada 2 butir telur, kocok sampai rata / mengembang kemudian bubuhkan pada rambut yang sudah bersih dan masih dalam keadaan basah, diamkan selama 20 menit, kemudian cuci rambut dengan air hangat, gunakan seminggu sekali.
    Untuk mengkilapkan rambut, setiap kali sebelum cuci rambut, gosok kulit kepala dengan potongan jeruk nipis dan biarkan 30 menit baru cuci rambut.

  • Read More

    Minggu, 09 Agustus 2009

    BANTUAN HIDUP DASAR

    di 22.15 Label: Keperawatan
    BANTUAN HIDUP DASAR
    (Basic Life Support [ BLS ] )
    Langkah – langkah tindakan resusitasi dapat dibagi menjadi tiga tahap :
    Tahap I : Bantuan hidup dasar (BHD), terdiri atas :
    • A (Airway) : menguasai jalan nafas
    • B (Breathing): membuat nafas buatan
    • C (Circulation) : membuat aliran darah buatan

    Tahap II : Bantuan hidup lanjutan (BHL), terdiri dari :
    • D (Drug) : pengobatan dengan cairan dan obat
    • E (EKG) : melakukan pemantauan dengan alat elektrokardiografi
    • F (Fibrilasi) : menilai pengobatan dengan defibrilator (untuk fibrilasi ventrikel)

    Tahap III : Bantuan hidup jangka panjang (BHJP), terdiri dari :
    • G (Gauging) : menilai keadaan korban masih dapat diselamatkan atau tidak
    • H (Human mentatiaon) : melakukan resusitasi lanjutan dengan orientasi Otak
    • I (Intensive care) : mengelola korban secara intensif



    Read More

    Askep Gastritis

    di 20.22 Label: Askep Dalam , Askep Gastritis

    Askep Gastritis

    Gastritis

    A. Pengertian

    Gastritis adalah peradangan pada mukosa lambung yang dapat bersifat akut kronik, difus atau lokal (Soepaman, 1998).
    Gastritis adalah inflamasi dari mukosa lambung (Arif Mansjoer, 1999).
    Gastritis adalah radang mukosa lambung (Sjamsuhidajat, R, 1998).
    Berdasarkan pengertian di atas penulis menyimpulkan bahwa Gastritis merupakan inflamasi mukosa lambung yang dapat bersifat akut, kronik, difus atau lokal.

    Askep Gastritis


    B. Etiologi

    Penyebab dari Gastritis dapat dibedakan sesuai dengan klasifikasinya sebagai berikut :
    • Gastritis Akut
      Penyebabnya adalah obat analgetik, anti inflamasi terutama aspirin (aspirin yang dosis rendah sudah dapat menyebabkan erosi mukosa lambung).
      Bahan kimia misal : lisol, alkohol, merokok, kafein lada, steroid dan digitalis.

    • Gastritis Kronik
      Penyebab dan patogenesis pada umumnya belum diketahui.
      Gastritis ini merupakan kejadian biasa pada orang tua, tapi di duga pada peminum alkohol, dan merokok.
    Askep Gastritis


    C. Manifestasi klinik
    1. Manifestasi klinik yang biasa muncul pada Gastritis Akut lainnya, yaitu Anorexia, mual, muntah, nyeri epigastrium, perdarahan saluran cerna pada Hematemesis melena, tanda lebih lanjut yaitu anemia.

    2. Gastritis Kronik
      Kebanyakan klien tidak mempunyai keluhan, hanya sebagian kecil mengeluh nyeri ulu hati, anorexia, nausea, dan keluhan anemia dan pemeriksaan fisik tidak di jumpai kelainan.

    D. Proses Penyakit
    • Gastritis akut

      Zat iritasi yang masuk ke dalam lambung akan mengiitasi mukosa lambung.
      Jika mukosa lambung teriritasi ada 2 hal yang akan terjadi :
      1. Karena terjadi iritasi mukosa lambung sebagai kompensasi lambung. Lambung akan meningkat sekresi mukosa yang berupa HCO3, di lambung HCO3 akan berikatan dengan NaCL sehingga menghasilkan HCI dan NaCO3.

        Hasil dari penyawaan tersebut akan meningkatkan asam lambung. Jika asam lambung meningkat maka akan meningkatkan mual muntah, maka akan terjadi gangguan nutrisi cairan & elektrolit.

      2. Iritasi mukosa lambung akan menyebabkan mukosa inflamasi, jika mukus yang dihasilkan dapat melindungi mukosa lambung dari kerusakan HCL maka akan terjadi hemostatis dan akhirnya akan terjadi penyembuhan tetapi jika mukus gagal melindungi mukosa lambung maka akan terjadi erosi pada mukosa lambung. Jika erosi ini terjadi dan sampai pada lapisan pembuluh darah maka akan terjadi perdarahan yang akan menyebabkan nyeri dan hypovolemik.

    • Gastritis kronik

      Gastritis kronik disebabkan oleh gastritis akut yang berulang sehingga terjadi iritasi mukosa lambung yang berulang-ulang dan terjadi penyembuhan yang tidak sempurna akibatnya akan terjadi atrhopi kelenjar epitel dan hilangnya sel pariental dan sel chief. Karena sel pariental dan sel chief hilang maka produksi HCL. Pepsin dan fungsi intinsik lainnya akan menurun dan dinding lambung juga menjadi tipis serta mukosanya rata, Gastritis itu bisa sembuh dan juga bisa terjadi perdarahan serta formasi ulser.

    E. Komplikasi
    1. Komplikasi yang timbul pada Gastritis Akut, yaitu perdarahan saluran cerna bagian atas (SCBA) berupa hemotemesis dan melena, berakhir dengan syock hemoragik, terjadi ulkus, kalau prosesnya hebat dan jarang terjadi perforasi.

    2. Komplikasi yang timbul Gastritis Kronik, yaitu gangguan penyerapan vitamin B 12, akibat kurang pencerapan, B 12 menyebabkan anemia pernesiosa, penyerapan besi terganggu dan penyempitan daerah antrum pylorus.
    Askep Gastritis


    F. Penatalaksaan Medik
    1. Gastritis Akut
      Pemberian obat-obatan H2 blocking (Antagonis reseptor H2). Inhibitor pompa proton, ankikolinergik dan antasid (Obat-obatan alkus lambung yang lain). Fungsi obat tersebut untuk mengatur sekresi asam lambung.

    2. Gastritis Kronik
      Pemberian obat-obatan atau pengobatan empiris berupa antasid, antagonis H2 atau inhibitor pompa proton.
    Askep Gastritis



    Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Gastritis

    A. Pengkajian

    1. Faktor predisposisi dan presipitasi
      Faktor predisposisi adalah bahan-bahan kimia, merokok, kafein, steroid, obat analgetik, anti inflamasi, cuka atau lada.
      Faktor presipitasinya adalah kebiasaan mengkonsumsi alcohol dan rokok, penggunaan obat-obatan, pola makan dan diet yang tidak teratur, serta gaya hidup seperti kurang istirahat.

    2. Test dignostik
      • Endoskopi : akan tampak erosi multi yang sebagian biasanya berdarah dan letaknya tersebar.

      • Pemeriksaan Hispatologi : akan tampak kerusakan mukosa karena erosi tidak pernah melewati mukosa muskularis.

      • Pemeriksaan radiology.

      • Pemeriksaan laboratorium.

        • Analisa gaster : untuk mengetahui tingkat sekresi HCL, sekresi HCL menurun pada klien dengan gastritis kronik.
        • Kadar serum vitamin B12 : Nilai normalnya 200-1000 Pg/ml, kadar vitamin B12 yang rendah merupakan anemia megalostatik.
        • Kadar hemagiobi, hematokrit, trombosit, leukosit dan albumin.
        • Gastroscopy.
          Untuk mengetahui permukaan mukosa (perubahan) mengidentifikasi area perdarahan dan mengambil jaringan untuk biopsi.

    B. Diagnosa Keperawatan yang Mungkin Muncul
    1. Resti gangguan keseimbangan volume cairan dan elektrolit kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake yang tidak adekuat, muntah.

    2. Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake yang tidak adekuat, anorexia.

    3. Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan inflamasi mukosa lambung.

    4. Keterbatasan aktivitas berhubungan dengan kelemahan fisik.

    5. Kurang pengetahuan tentang penyakit berhubungan dengan kurangnya informasi.

    C. Intervensi

    Diagnosa Keperawatan 1. :

    Tujuan :
    Resti gangguan keseimbangan cairan tidak terjadi.

    Kriteria Hasil :
    Membran mukosa lembab, turgor kulit baik, elektrolit kembali normal, pengisian kapiler berwarna merah muda, tanda vital stabil, input dan output seimbang.

    Intervensi :
    Kaji tanda dan gejala dehidrasi, observasi TTV, ukur intake dan out anjurkan klien untuk minum ± 1500-2500ml, observasi kulit dan membran mukosa, kolaborasi dengan dokter dalam pemberian cairan infus.


    Diagnosa Keperawatan 2. :

    Tujuan
    Gangguan nutrisi teratasi.

    Kriteria Hasil :
    Berat badan stabil, nilai laboratorium Albumin normal, tidak mual dan muntah BB dalam batas normal, bising usus normal.

    Intervensi :
    Kaji intake makanan, timbang BB secara teratur, berikan perawatan oral secara teratur, anjurkan klien makan sedikit tapi sering, berikan makanan dalam keadaan hangat, auskultasi bising usus, kaji makanan yang disukai, awasi pemeriksaan laboratorium misalnya : Hb, Ht, Albumin.

    Diagnosa Keperawatan 3. :

    Tujuan :
    Nyeri dapat berkurang/hilang.

    Kriteria Hasil :
    Nyeri hilang/terkontrol, tampak rileks dan mampu tidur/istirahat, skala nyeri menunjukkan angka 0.

    Intervensi :
    Kaji skala nyeri dan lokasi nyeri, observasi TTV, berikan lingkungan yang tenang dan nyaman, anjurkan tekhnik relaksasi dengan nafas dalam, lakukan kolaborasi dalam pemberian obat sesuai dengan indikasi untuk mengurangi nyeri.


    Diagnosa Keperawatan 4. :

    Tujuan :
    Keterbatasan aktifitas teratasi.

    Kriteria Hasil :
    K/u baik, klien tidak dibantu oleh keluarga dalam beraktifitas.

    Intervensi :
    Tingkatkan tirah baring atau duduk, berikan lingkungan yang tenang dan nyaman, batasi pengunjung, dorong penggunaan tekhnik relaksasi, kaji nyeri tekan pada gaster, berikan obat sesuai dengan indikasi.


    Diagnosa Keperawatan 5. :

    Tujuan :
    Kurang pengetahuan teratasi.

    Kriteria Hasil :
    Klien dapat menyebutkan pengertian, penyebab, tanda dan gejala, perawatan, pencegahan dan pengobatan.

    Intervensi :
    Kaji tingkat pengetahuan klien, beri pendidikan kesehatan (penyuluhan) tentang penyakit, beri kesempatan klien atau keluarga untuk bertanya, beritahu tentang pentingnya obat-obatan untuk kesembuhan klien.


    D. Evaluasi
    Evaluasi pada klien dengan Gastrtitis, yaitu :
    1. Keseimbangan cairan dan elektrolit teratasi
    2. Kebutuhan nutrisi teratasi
    3. Gangguan rasa nyeri berkurang
    4. Klien dapat melakukan aktifitas
    5. Pengetahuan klien bertambah.
    Askep Gastritis
    Read More

    DISSEMINATED INTRAVASCULAR COAGULATION (DIC)

    di 18.23 Label: Asuhan Keperawatan , Info Perawat
    Koagulasi Intravaskular Diseminata (KID) ditandai dengan proses aktivasi dari sistem koagulasi yang menyeluruh yang menyebabkan pembentukan fibrin di dalam pembuluh darah sehingga terjadi oklusi trombotik di dalam pembuluh darah berukuran sedang dan kecil. Proses tersebut menjadikan aliran darah terganggu sehingga terjadi kerusakan pada banyak organ tubuh. Pada saat yang bersamaan, terjadi
    Read More

    Ketika Kecemasan Mengarah Pada Kepanikan

    di 15.37 Label: Kesehatan Mental
    Serangan panik yang berulang-ulang dan ketakutan yang disertai dengan gejala-gejala fisik merupakan tanda-tanda gangguan kepanikan (panic disorder).

    Semua orang tahu bahwa perasaan panik yang mengguncang datang kepada anda ketika anda sadar bahwa anda melupakan sesuatu atau berbuat kesalahan, misalnya, dan telapak tangan anda basah, denyut jantung anda berdegup kencang dan cepat, dan anda tidak dapat atau kesusahan untuk bernafas. Tapi kebanyakan orang dapat dengan biasa merasionalisasi dalam pikiran mereka bahwa hal-hal itu biasa saja dan bukan masalah, bisa menenangkan diri mereka sendiri, dan bernafas lega kembali.

    Pada orang-orang dengan gangguan kepanikan, rupanya berpikir rasional tidak memberikan respon seperti kondisi diatas. Orang-orang yang mengalami gangguan kecemasan seperti gangguan kepanikan hanya tidak dapat menghadapi kecemasan yang mereka rasakan, dan kondisi ini bertambah parah hingga timbul kepanikan.

    Gangguan Kepanikan: Kecemasan Ekstrim.

    “Beberapa orang akan berkata bahwa gangguan kepanikan memiliki sebuah dasar fisiologis yang benar. Saya akan berkata bahwa gangguan kepanikan merupakan representasi atau pencerminan bentuk ekstrim dari apa yang saya sebut kecemasan universal (universal anxiety) yang orang-orang alami”, kata Charles Goodstein, MD, dia adalah seorang profesor klinis ahli penyakit jiwa di New York University Langone Medical Center. “Gangguan kepanikan merupakan pencerminan secara umum ketidakmampuan yang sebenarnya untuk mempertahankan diri sendiri melawan macam-macam universal anxiety. Itu adalah kecemasan sampai pada suatu tingkat kesekian.”

    Dr. Goodstein mengatakan, “Gangguan kepanikan biasanya merupakan gambaran ketika orang-orang mempunyai respon-respon tertentu terhadap berbagai kejadian tertentu atau keadaan-keadaan yang mereka rasa sangat mencemaskan (extreme anxiety) dan gejala-gejala fisik”.

    Orang-orang yang mengalami gangguan kepanikan seringkali berpikir bahwa mereka akan mati, menglami serangan jantung, atau akan menjadi gila. Dan gejala-gejala fisik seringkali terlihat seperti suatu masalah atau gangguan kesehatan serius dan harus di evaluasi, dan mereka seperti mengalami serangan jantung.

    Goodstein mengatakan bahwa, “gambaran gangguan kepanikan klasik adalah pasien yang datang ke ruang gawat darurat dengan nyeri dada”. Seseorang yang mengalami atau memiliki serangan kepanikan akan mengalami sesak nafas atau susah bernafas, berkeringat, dan mereka terlihat seperti sedang mengalami serangan jantung. Dan Goodstein, menambahkan, hal ini mungkin hanya awal dari sejumlah episod kepanikan.

    Gejala-gejala lain dari serangan kepanikan antara lain jantung berdegup kencang (seperti balapan), bergetar, sesenggukan (terkecik), pusing/pening, mati rasa atau merasakan sensasi geli/aneh, mual-mual dan rasa tersiksa.

    Penyebab panic disorder

    Mungkin ada dasar genetik pada gangguan kepanikan yang membuat orang-orang cenderung mudah atau rawan terserang kepanikan. Hampir semua hal bisa memicu serangan kepanikan. Kepanikan hebat, ketakutan yang berlebihan atau teror dapat ditemukan dan menyerang dirumah, ditempat kerja dan bahkan ketika tidur. Cukup banyak kejadian orang-orang dengan gangguan kepanikan seringkali menjadi sangat ketakutan mengalami serangan panik yang dapat berkembang menjadi agoraphobia, jenis lain ganguan kepanikan yang membuat mereka takut pergi dari rumah mereka.

    Diagnosa dan pengobatan gangguan kepanikan.

    Gangguan kepanikan terdiagnosa melalui penilaian fisik dan psikologis secara lengkap. Gangguan atau masalah serta kondisi kesehatan lainnya seperti penyalahgunaan bahan-bahan berbahaya tertentu harus dikesampingkan sebelum diagnosis gangguan kepanikan ditegakkan.

    Pengobatan gangguan panik biasanya menggunakan berbagai kombinasi pendekatan, biasanya dengan kombinasi obat anti depresi dan obat-obat anti kecemasan (anti-anxiety drugs) serta therapi. Orang-orang dengan gangguan kepanikan dapat bekerja sama dengan psychiatrist (ahli kejiwaan) dan ahli terapi untuk membicarakan tentang kecemasan dan ketakutan yang mereka rasakan, menentukan yang manakah ketakutan yang realistik dan yang mana yang tidak realistik, serta mencari cara-cara menghadapi kecemasan serta situasi-situasi yang menakutkan.

    Serangan panik itu menakutkan. Dan siapa saja yang mengalami serangan panik ulangan tidaklah semudah seperti menghadapi ketakutan yang ringan. Tapi dengan bantuan diagnosis yang kuat dan konseling bisa menjadi cara untuk mengendalikan ketakutan, kecemasan, kepanikan.
    Read More

    Tips Mencerahkan Wajah dengan Alami

    di 08.35 Label: Tips - Tips Pilihan , Tips Mencerahkan Wajah dengan Alami

    Ada berbagai cara untuk mencerahkan kulit wajah. Sebagian gadis-gadis yang mulai menginjak remaja bingung memilih mana yang cocok untuk kulit mereka. Tapi hati-hati ya..sekarang banyak produk yang banyak mengandung zat-zat berbahaya. atau kalau bisa malah menggunakan cara alami untuk mencerahkan kulit wajah.

    Mencerahkan Kulit Wajah dengan Cara Alami :


    • Bersihkan muka dengan ngolesin susu pembersih atau milk cleanser secara rata di muka.

    • Hapus susu pembersih dengan kapas lembut khusus muka yang udah dibasahi dengan air dan diperas.

    • Jangan mengusap kulit muka dengan terlalu menekan kapas, karena bisa bikin peregangan kulit.

    • Setelah itu, bersihkan kembali muka dengan penyegar yang diteteskan di kapas buat ngilangin sisa minyak diwajah.
    Read More
    Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
    Langganan: Postingan ( Atom )
     photo banner300x250-biru.gif

    Blog Archive

    • 2016 (1)
      • 09/18 - 09/25 (1)
        • PENGETAHUAN IBU TENTANG BIANG KERINGAT PADA BAYI 0...
    • 2015 (10)
      • 10/11 - 10/18 (1)
      • 09/13 - 09/20 (1)
      • 09/06 - 09/13 (1)
      • 07/05 - 07/12 (1)
      • 05/17 - 05/24 (6)
    • 2014 (1)
      • 04/13 - 04/20 (1)
    • 2012 (770)
      • 02/19 - 02/26 (5)
      • 02/12 - 02/19 (10)
      • 02/05 - 02/12 (4)
      • 01/29 - 02/05 (27)
      • 01/22 - 01/29 (88)
      • 01/15 - 01/22 (101)
      • 01/08 - 01/15 (169)
      • 01/01 - 01/08 (366)
    • 2011 (4477)
      • 12/25 - 01/01 (336)
      • 12/18 - 12/25 (62)
      • 12/11 - 12/18 (70)
      • 12/04 - 12/11 (77)
      • 11/27 - 12/04 (40)
      • 11/20 - 11/27 (67)
      • 11/13 - 11/20 (198)
      • 11/06 - 11/13 (187)
      • 10/30 - 11/06 (340)
      • 10/23 - 10/30 (32)
      • 10/16 - 10/23 (109)
      • 10/09 - 10/16 (80)
      • 08/14 - 08/21 (75)
      • 08/07 - 08/14 (81)
      • 07/31 - 08/07 (82)
      • 07/24 - 07/31 (65)
      • 07/17 - 07/24 (91)
      • 07/10 - 07/17 (47)
      • 07/03 - 07/10 (44)
      • 06/26 - 07/03 (53)
      • 06/19 - 06/26 (59)
      • 06/12 - 06/19 (47)
      • 06/05 - 06/12 (65)
      • 05/29 - 06/05 (63)
      • 05/22 - 05/29 (77)
      • 05/15 - 05/22 (115)
      • 05/08 - 05/15 (65)
      • 05/01 - 05/08 (104)
      • 04/24 - 05/01 (45)
      • 04/17 - 04/24 (70)
      • 04/10 - 04/17 (134)
      • 04/03 - 04/10 (72)
      • 03/27 - 04/03 (18)
      • 03/20 - 03/27 (47)
      • 03/13 - 03/20 (68)
      • 03/06 - 03/13 (40)
      • 02/27 - 03/06 (56)
      • 02/20 - 02/27 (77)
      • 02/13 - 02/20 (76)
      • 02/06 - 02/13 (198)
      • 01/30 - 02/06 (194)
      • 01/23 - 01/30 (132)
      • 01/16 - 01/23 (196)
      • 01/09 - 01/16 (202)
      • 01/02 - 01/09 (121)
    • 2010 (2535)
      • 12/26 - 01/02 (156)
      • 12/19 - 12/26 (65)
      • 12/12 - 12/19 (73)
      • 12/05 - 12/12 (84)
      • 11/28 - 12/05 (80)
      • 11/21 - 11/28 (68)
      • 11/14 - 11/21 (63)
      • 11/07 - 11/14 (50)
      • 10/31 - 11/07 (50)
      • 10/24 - 10/31 (36)
      • 10/17 - 10/24 (58)
      • 10/10 - 10/17 (35)
      • 10/03 - 10/10 (31)
      • 09/26 - 10/03 (21)
      • 09/19 - 09/26 (26)
      • 09/12 - 09/19 (55)
      • 09/05 - 09/12 (65)
      • 08/29 - 09/05 (33)
      • 08/22 - 08/29 (70)
      • 08/15 - 08/22 (45)
      • 08/08 - 08/15 (35)
      • 08/01 - 08/08 (37)
      • 07/25 - 08/01 (27)
      • 07/18 - 07/25 (19)
      • 07/11 - 07/18 (30)
      • 07/04 - 07/11 (56)
      • 06/27 - 07/04 (28)
      • 06/20 - 06/27 (22)
      • 06/13 - 06/20 (30)
      • 06/06 - 06/13 (21)
      • 05/30 - 06/06 (5)
      • 05/16 - 05/23 (6)
      • 05/09 - 05/16 (29)
      • 05/02 - 05/09 (59)
      • 04/25 - 05/02 (28)
      • 04/18 - 04/25 (38)
      • 04/11 - 04/18 (70)
      • 04/04 - 04/11 (59)
      • 03/28 - 04/04 (65)
      • 03/21 - 03/28 (89)
      • 03/14 - 03/21 (218)
      • 03/07 - 03/14 (95)
      • 02/28 - 03/07 (135)
      • 02/21 - 02/28 (102)
      • 01/03 - 01/10 (68)
    • 2009 (1652)
      • 12/27 - 01/03 (36)
      • 12/20 - 12/27 (22)
      • 12/13 - 12/20 (100)
      • 12/06 - 12/13 (45)
      • 11/29 - 12/06 (24)
      • 11/22 - 11/29 (22)
      • 11/15 - 11/22 (19)
      • 11/08 - 11/15 (28)
      • 11/01 - 11/08 (11)
      • 10/25 - 11/01 (17)
      • 10/18 - 10/25 (38)
      • 10/11 - 10/18 (33)
      • 10/04 - 10/11 (15)
      • 09/27 - 10/04 (21)
      • 09/20 - 09/27 (7)
      • 09/13 - 09/20 (84)
      • 09/06 - 09/13 (35)
      • 08/30 - 09/06 (48)
      • 08/23 - 08/30 (118)
      • 08/16 - 08/23 (26)
      • 08/09 - 08/16 (34)
      • 08/02 - 08/09 (35)
      • 07/26 - 08/02 (31)
      • 07/19 - 07/26 (14)
      • 07/12 - 07/19 (16)
      • 07/05 - 07/12 (28)
      • 06/28 - 07/05 (26)
      • 06/21 - 06/28 (76)
      • 06/14 - 06/21 (26)
      • 06/07 - 06/14 (21)
      • 05/31 - 06/07 (43)
      • 05/24 - 05/31 (38)
      • 05/17 - 05/24 (26)
      • 05/10 - 05/17 (52)
      • 05/03 - 05/10 (15)
      • 04/26 - 05/03 (38)
      • 04/19 - 04/26 (32)
      • 04/12 - 04/19 (22)
      • 04/05 - 04/12 (20)
      • 03/29 - 04/05 (40)
      • 03/22 - 03/29 (43)
      • 03/15 - 03/22 (18)
      • 03/08 - 03/15 (14)
      • 03/01 - 03/08 (22)
      • 02/22 - 03/01 (12)
      • 02/15 - 02/22 (9)
      • 02/08 - 02/15 (11)
      • 02/01 - 02/08 (19)
      • 01/25 - 02/01 (37)
      • 01/18 - 01/25 (21)
      • 01/11 - 01/18 (33)
      • 01/04 - 01/11 (31)
    • 2008 (700)
      • 12/28 - 01/04 (13)
      • 12/21 - 12/28 (9)
      • 12/14 - 12/21 (57)
      • 12/07 - 12/14 (5)
      • 11/30 - 12/07 (18)
      • 11/23 - 11/30 (33)
      • 11/16 - 11/23 (31)
      • 11/09 - 11/16 (23)
      • 11/02 - 11/09 (18)
      • 10/26 - 11/02 (11)
      • 10/19 - 10/26 (15)
      • 10/12 - 10/19 (13)
      • 10/05 - 10/12 (25)
      • 09/28 - 10/05 (2)
      • 09/21 - 09/28 (14)
      • 09/14 - 09/21 (19)
      • 09/07 - 09/14 (43)
      • 08/31 - 09/07 (3)
      • 08/24 - 08/31 (33)
      • 08/17 - 08/24 (65)
      • 08/10 - 08/17 (4)
      • 08/03 - 08/10 (26)
      • 07/27 - 08/03 (6)
      • 07/20 - 07/27 (19)
      • 07/13 - 07/20 (18)
      • 07/06 - 07/13 (60)
      • 06/29 - 07/06 (53)
      • 06/22 - 06/29 (49)
      • 06/15 - 06/22 (11)
      • 06/08 - 06/15 (4)

    Popular Posts

    • Olahraga dan Resiko Kanker Payu Dara: Belum Terlambat.
      Olahraga teratur sangat penting untuk kesehatan tubuh, mencegah dan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit mulai dari osteoporosis hin...
    • Transkultural dalam Keperawatan
      Konsep Teori Transkultural dalam Keperawatan APLIKASI TEORI TRANSCULTURAL NURSING DALAM PROSES KEPERAWATAN Rahayu Iskandar, Ners, M.Kep PEND...
    • Hubungan Usia Terhadap Perdarahan Post Partum Di RSUD
      KTI KEBIDANAN HUBUNGAN USIA TERHADAP PERDARAHAN POSTPARTUM DI RSUD BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan wanita merupakan hal yang s...
    • Bau Mulut
      Malu banget kan kalo nafas kita bau alias bau mulut apa lagi kalo kita ngomong dengan orang lain lalu tiba-tiba orang tersebut menjauh wah...
    • Ketika Pasangan Anda Depresi
      Ketika, pasangan atau seseorang yang dekat dengan Anda mengalami depresi, ada langkah yang dapat Anda lakukan untuk menolongnya: # Memberi ...
    • Diagnosa Keperawatan Aktual
      Konsep Dasar Diagnosa Keperawatan Aktual BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sebagai suatu aspek yang terpenting dalam proses kepera...
    • PENGETAHUAN IBU TENTANG BIANG KERINGAT PADA BAYI 0-1 TAHUN DI BPS XXXX
      Prelevansi penyakit kulit di Indonesia cukup tinggi baik oleh bakteri, virus atau jamur. Selain itu bergantung pada lingkungan dan kondisi...
    • Tanda-tanda Sistem Imun Tubuh Buruk
      Tiap orang memiliki sistem imun atau kekebalan tubuh yang berbeda-beda. Semuanya tergantung dari genetik, pola hidup maupun lingkung...
    • Konsep Pertumbuhan dan Perkembangan
      Menurut Joyce Engel (1999), yang dikatakan anak usia pra sekolah adalah anak-anak yang berusia berkisar 3-6 tahun. Ada beberapa aspek yang...
    • ANALISA SENAM HAMIL PADA IBU HAMIL DI KELAS IBU DI POSYANDU XXXXX
      Mengajarkan senam membantu fisik mendorong istirahat dan relaksasi rutinitis fisik kemudian di buat pada masa antenatal untuk meningkatkan...

    Statistik

    © ASUHAN KEPERAWATAN 2013 . Powered by Bootstrap , Blogger templates and RWD Testing Tool Published..Gooyaabi Templates