Selasa, 29 September 2009
Tips Bugar – 10 Mitos Olahraga
Walapuan beberapa fiksi kebugaran dahulu kala, seperti “tidak ada rasa sakit”, “tanpa penambahan berat badan” dan “mengurangi kondisi buruk” telah memudar dengan cepat, banyak sekali kesalahpahaman olahraga populer masih tetap ada. Berikut ini beberapa mitos yang paling umum dan juga yang tidak sama sekali fakta umum berdasarkan pada penelitian terbaru mengenai olahraga.
- Anda akan membakar lebih banyak lemak apabila anda berolahraga lebih lama pada intensitas yang lebih rendah. Hal yang paling penting difokuskan dalam olahraga dan kontrol berat lemak adalah bukan presentase tenaga olahraga yang datang dari lemak tapi harga energi atau total tenaga, atau seberapa banyak kalori yang terbakar selama aktifitas. Sebagai contoh, semakin cepat anda berjalan, melangkah atau berlari, maka semakin banyak pula kalori yang anda gunakan tiap menitnya. Meskipun demikian, olahraga dengan intensitas tinggi mungkin sulit untuk dipertahankan jika anda baru saja memulai/pemula dalam dunia olahraga atau baru kembali berolahraga, sehingga anda mungkin tidak bisa berolahraga lebih lama pada tingkat ini. Yang lebih aman dan lebih praktis adalah mulailah melakukannya dengan intensitas lebih rendah dan dengan perlahan tingkatkan intensitas olahraga anda sampai batas intensitas maksimal dan pertahankan.
- Apabila anda tidak pergi bekerja dan sering menganggur, habiskan waktu tersebut untuk olahraga. Pikiran seperti inilah yang akan tetap menjaga banyak orang tetap berolahraga atau bahkan memulai program olahraga. Penelitian berkelanjutan menunjukkan bahwa apapun olahraga yang dilakukan itu lebih baik daripada tidak sama sekali. Sebagai contoh, selalu jalan santai atau berkebun sedikitnya satu jam dalam satu minggu telah menunjukkan bisa mengurangi resiko serangan jantung.
- Yoga merupakan olahraga yang benar-benar aman dan lemah lembut. Yoga merupakan sebuah bentuk/jenis olahraga yang sempurna (excellent), tapi beberaaa gaya atau style yoga sangat keras dan menuntut secara fisik dan mental orang yang melakukannya. Seperti halnya dengan jenis atau tipe olahraga apapun, memenuhi syarat yang ditentukan, hati-hati menjalankan instruksi penting untuk dilakukan guna keamanan dan olahraga yang efektif.
- Apabila anda berolahraga dalam waktu yang cukup lama dan cukup berat, anda akan selalu memperoleh hasil yang anda inginkan. Pada kenyataanya, genetik memerankan peranan penting bagaimana individu memberikan respon pada olahraga. Penelitian telah menunjukkan perbedaan yang bervariasi tentang bagiamana perbedaan respon para olahragawan pada program latiahan olahraga yang sama. Perkembangan kekuatan anda, kecepatan dan daya tahan/ketahanan mungkin sangat berbeda dari orang lain yang anda tahu.
- Olahraga adalah satu cara pasti menurunkan semua berat badan yang anda dambakan. Penambahan atau penurunan berat badan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk diantaranya konsumsi diet/dietary intake dan faktor genetik (genetics factor). Semua individu yang berolahraga tidak akan mengalami penurunan berat badan dalam jumlah yang sama meskipun dengan program olahraga yang sama. Mungkin saja jadi aktif dan tetap kelebihan berat badan. Akan tetapi, meskipun olahraga sendiri tidak menjamin akan berat badan ideal pada diri anda, aktifitas olahraga teratur adalah salah satu faktor terpenting untuk suksesnya manajemen dan pemeliharaan berat badan (weight management).
- Apabila anda menginginkan penurunan berat badan, jauhi olahraga kekuatan karena anda akan bertambah besar. Banyak para ahli olahraga percaya bahwa olahraga cardiovascular (olahraga jantung dan pembuluh darah) dan olahraga/latihan kekuatan, keduanya berarti untuk mengontrol/mempertahankan berat badan yang sehat. Latihan atau olahraga kekuatan membantu mempertahankan atau menjaga massa otot dan menurunkan presentase lemak tubuh.
- Program-program fitness air (Water Fitness Programs) terutama ditujukan untuk para usia lanjut/orang yang lebih tua atau olahragawan dengan cedera. Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa Water Fitness Programs bisa menjadi sangat menantang dan efektif untuk meningkatkan kebugaran dan menurunkan berat badan. Bahkan para atlit/olahragawan top menyatukan Water Fitness Programs kedalam program latihan mereka.
- Sehat dan manfaat fitness dari olahraga pikiran dan tubuh (Mind-Body Exercise) seperti Tai Chi dan Yoga diragukan. Pada kenyataanya, penelitian menunjukkan manfaat-manfaat dari olahraga tersebut terus menerus meningkat. Tai chi misalnya, telah terbukti membantu mengobati nyeri punggung belakang (low-back pain) dan fibromyalgia. Meningkatkan dan memperbaiki fleksibilitas, keseimbangan, koordinasi, postur/bentuk tubuh, kekuatan dan manajemen stress adalah hanya sebagian hasil dari mind-body exercise. Fibromyalgia adalah merupakan kumpulan gejala atau sydrome, kondisi kronis/menahun yang menyebabkan rasa nyeri, kekakuan, dan kepekaan pada otot-otot tubuh, tendon, dan sendi-sendi.
- Orang-orang dengan berat badan lebih (Overweight) tidak mungkin memperoleh banyak keuntungan dari olahraga. Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang dengan obesitas/kegemukan yang ikut serta dalam program olahraga secara teratur mempunyai resiko lebih rendah pada semua penyebab kematian daripada mereka yang pasif/duduk terus menerus, tidak perduli/perhatian dengan berat badan. Baik pria dan wanita pada semua ukuran dan bentuk tubuh serta tingkat kebugaran, dapat memperbaiki dan meningkatkan kesehatan mereka dengan meningkatkan aktifitas alakadarnya/sederhana.
- Olahraga di dalam rumah itu baik, tapi pergi ke tempat olahraga (Gymnasium) adalah cara terbaik mendapatkan kebugaran/fit. Penelitian menunjukkan bahwa beberapa orang mencari kemudahan untuk mendekatkan program fitness berbasis rumah, program terbaik bagi anda adalah satu program yang akan anda ikuti secara konsisten.
Minggu, 27 September 2009
HIPERTENSI
Pengobatan Tradisional
1. Buah mentimun
2. Buah belimbing
3. Daun seledri
4. Daun alpukat
Cara membuat obat tradisional
- ½ kg buah mentimun/ belimbing cuci hingga bersih
- kupas kulitnya kemudian parut
- saring airnya kemudian diminum
- lakukan setiap hari kurang lebih 1 kg untuk diminum 2 kali sehari
Tips/ saran
1. Menurunkan BB bila terdapat kelebihan berat badan
2. Membatasi minuman beralkohol/ minuman keras
3. Meningkatkan aktifitas fisik aerobic (30-45 menit per hari)
4. Mengurangi asupan nutrisi
5. Mempertahankan asupan kalium yang adekuat
6. Mempertahankan asupan kalsium dan magnesium yang adekuat
7. Berhenti merokok dan mengurangi asupan lemak jenuh dan kolesterol dalam makanan
HIPERTENSI
AKADEMI PERAWATAN coy
2008
HIPERTENSI
Pengertian
Kenaikan tekanan darah sistolik 140 mmHg dan tekanan darah diastolic 90 mmHg. Jika ekanan darah Anda adalah 160/95 maka :
Sistoliknya : 160 mmHg
Diastoliknya : 95 mmHg
Jenis Hipertensi
1. Hipertensi ringan : jika tekanan darah sistoliknya 140-159 mmHg
2. Hipertensi sedang : jika tekanan darah sistoliknya 160-179 mmHg
3. Hipertensi berat : jika tekanan darah sistoliknya 180-209 mmHg
4. Hipertensi sangat berat : jika tekanan darah sistoliknya lebih dari 210 mmHg
Penyebab Hipertensi
Stress
Merokok
Obesitas (kegemukan)
Alkohol
Faktor keturunan
Faktor lingkungan
Tanda dan Gejala
Sakit kepala
Pusing
Lemas
Sesak nafas
Kesemutan
Kelelahan
Rasa berat di tekuk
SEGERALAH PERIKSAKAN DIRI ANDA JIKA TERDAPAT TANDA DAN GEJALA SEPERTI DI ATAS..!!!!
Penyakit jantung : gagal jantung
Penyakit ginjal : gagal ginjal
Otak : serangan stroke
Resiko jatuh
Pengobatan :
Pengobatan dini hipertensi sangat penting untuk mencegah komplikasi :
1. Pengobatan farmakologis dengan menggunakan obat dengan resep
2. Pengobatan non farmakologis tanpa menggunakan obat
Mengurangi asupan garam dan lemak
Mengurangi asupan alkohol
Berhenti merokok
Menurunkan berat badan bagi yang kegemukan
Olahraga teratur seperti jogging, jalan cepat, bersepeda, berenang
Menghindari ketegangan
Istirahat
Hidup tenang
Read More
1. Buah mentimun
2. Buah belimbing
3. Daun seledri
4. Daun alpukat
Cara membuat obat tradisional
- ½ kg buah mentimun/ belimbing cuci hingga bersih
- kupas kulitnya kemudian parut
- saring airnya kemudian diminum
- lakukan setiap hari kurang lebih 1 kg untuk diminum 2 kali sehari
Tips/ saran
1. Menurunkan BB bila terdapat kelebihan berat badan
2. Membatasi minuman beralkohol/ minuman keras
3. Meningkatkan aktifitas fisik aerobic (30-45 menit per hari)
4. Mengurangi asupan nutrisi
5. Mempertahankan asupan kalium yang adekuat
6. Mempertahankan asupan kalsium dan magnesium yang adekuat
7. Berhenti merokok dan mengurangi asupan lemak jenuh dan kolesterol dalam makanan
HIPERTENSI
AKADEMI PERAWATAN coy
2008
HIPERTENSI
Pengertian
Kenaikan tekanan darah sistolik 140 mmHg dan tekanan darah diastolic 90 mmHg. Jika ekanan darah Anda adalah 160/95 maka :
Sistoliknya : 160 mmHg
Diastoliknya : 95 mmHg
Jenis Hipertensi
1. Hipertensi ringan : jika tekanan darah sistoliknya 140-159 mmHg
2. Hipertensi sedang : jika tekanan darah sistoliknya 160-179 mmHg
3. Hipertensi berat : jika tekanan darah sistoliknya 180-209 mmHg
4. Hipertensi sangat berat : jika tekanan darah sistoliknya lebih dari 210 mmHg
Penyebab Hipertensi
Stress
Merokok
Obesitas (kegemukan)
Alkohol
Faktor keturunan
Faktor lingkungan
Tanda dan Gejala
Sakit kepala
Pusing
Lemas
Sesak nafas
Kesemutan
Kelelahan
Rasa berat di tekuk
SEGERALAH PERIKSAKAN DIRI ANDA JIKA TERDAPAT TANDA DAN GEJALA SEPERTI DI ATAS..!!!!
Penyakit jantung : gagal jantung
Penyakit ginjal : gagal ginjal
Otak : serangan stroke
Resiko jatuh
Pengobatan :
Pengobatan dini hipertensi sangat penting untuk mencegah komplikasi :
1. Pengobatan farmakologis dengan menggunakan obat dengan resep
2. Pengobatan non farmakologis tanpa menggunakan obat
Mengurangi asupan garam dan lemak
Mengurangi asupan alkohol
Berhenti merokok
Menurunkan berat badan bagi yang kegemukan
Olahraga teratur seperti jogging, jalan cepat, bersepeda, berenang
Menghindari ketegangan
Istirahat
Hidup tenang
GASTROENTERITIS
GASTROENTERITIS DAN PERAWATANNYA
A. DEFINISI
Gastroenteritis adalah defakasi encer lebih dari 3 kali dengan atau tanpa tinja dan atau lendir dalam tinja.
B. ETIOLOGI/ PENYEBAB
1. Faktor infeksi
- Infeksi internal, yaitu infeksi saluran pencernaan makanan yang meliputi infeksi bakteri, infeksi virus, infeksi diluar saluran pencernaan.
- Infeksi perenteral, infeksi di luar saluran pencernaan.
2. Faktor malabsorbsi
- Malabsorbsi karbohidrat
- Malabsorbsi lemak
- Malabsorbsi protein
3. Faktor makanan
Makanan basi, beracun, alergi terhadap makanan.
4. Faktor psikikologis
Rasa takut dan cemas.
C. TANDA DAN GEJALA
- BAB lembek encer makin cair
- Merasa haus
- Suhu badan meningkat
- Lemas
- Berat badan turun
- Nafsu makan berkurang
- Perut nyeri, tegang dan peristaltik meningkat
- Turgor kulit menurun, mulut dan kulit kering
- Denyut nadi cepat dan lemah
- Tekanan darah menurun
- Urine pekat
- Mata cekung
D. KOMPLIKASI
1. Dehidrasi/ kurang cairan
2. Hipokelemia (dengan gejala kelemahan otot, lemah, bradikardi)
3. Hipoglikemia/ kadar gula darah rendah
4. Kejang
5. Malnutrisi energi protein
E. PENGOLAHAN MEDIS/ PENGOBATAN
1. Pemberian cairan : jenis, cara pemberian cairan, jumlah pemberiannya
2. Obat-obatan
- Obat anti sekresi
- Obat anti spasmolitik
- Antibiotik
F. PENANGANANNYA
Menghindari dari faktor-faktor infeksi
Tidak makan sembarangan dan mulai hidup teratur
Memelihara lingkungan yang bersih dan terhindar dari faktor infeksi
Mencegah infeksi-infeksi sekunder.
Segera periksakan bila tanda dan gejala muncul
Read More
A. DEFINISI
Gastroenteritis adalah defakasi encer lebih dari 3 kali dengan atau tanpa tinja dan atau lendir dalam tinja.
B. ETIOLOGI/ PENYEBAB
1. Faktor infeksi
- Infeksi internal, yaitu infeksi saluran pencernaan makanan yang meliputi infeksi bakteri, infeksi virus, infeksi diluar saluran pencernaan.
- Infeksi perenteral, infeksi di luar saluran pencernaan.
2. Faktor malabsorbsi
- Malabsorbsi karbohidrat
- Malabsorbsi lemak
- Malabsorbsi protein
3. Faktor makanan
Makanan basi, beracun, alergi terhadap makanan.
4. Faktor psikikologis
Rasa takut dan cemas.
C. TANDA DAN GEJALA
- BAB lembek encer makin cair
- Merasa haus
- Suhu badan meningkat
- Lemas
- Berat badan turun
- Nafsu makan berkurang
- Perut nyeri, tegang dan peristaltik meningkat
- Turgor kulit menurun, mulut dan kulit kering
- Denyut nadi cepat dan lemah
- Tekanan darah menurun
- Urine pekat
- Mata cekung
D. KOMPLIKASI
1. Dehidrasi/ kurang cairan
2. Hipokelemia (dengan gejala kelemahan otot, lemah, bradikardi)
3. Hipoglikemia/ kadar gula darah rendah
4. Kejang
5. Malnutrisi energi protein
E. PENGOLAHAN MEDIS/ PENGOBATAN
1. Pemberian cairan : jenis, cara pemberian cairan, jumlah pemberiannya
2. Obat-obatan
- Obat anti sekresi
- Obat anti spasmolitik
- Antibiotik
F. PENANGANANNYA
Menghindari dari faktor-faktor infeksi
Tidak makan sembarangan dan mulai hidup teratur
Memelihara lingkungan yang bersih dan terhindar dari faktor infeksi
Mencegah infeksi-infeksi sekunder.
Segera periksakan bila tanda dan gejala muncul
GASTRITIS
PENCEGAHAN GASTRITIS
Pengertian Gastritis
Gastritis adalah inflamasi pada lapisan mukosa dan sub mukosa lambung.
Penyebab dari gastritis
1. Obat-obatan: aspirin, obat anti inflamasi non steroid (AINS)
2. Alkohol, kafein
3. Gangguan mikrosirkulasi lambung: trauma, luka bakar, sepsis
4. Refluk duodenal
5. Stres fisik dan psikis
6. Mikroorganisme : H. Pylory, salmonella
Tanda dan gejala dari Gastritis
1. Gastritis Akut:
Pirosis (nyeri perih) pada epigastrik, Anoreksia, Kadang disertai mual, Muntah bila lebi berat sering disertai hematemesis
2. Gastritis Kronis
Sering tidak ada gejala (asymtotamatik), bila sudah terjadi antropi maka muncul tanda mual, muntah anoreksia, berat badan menurun dan anemia pernisiasa.
Penatalaksanaan dari Gastritis
1. Memotifikasi pola diit, makan teratur, tidak merangsang asam lambung.
2. Hindarkan dari stres fisik dan psikis
3. Monitor berat badan, perdarahan dan adanya anemia pernisiasa.
4. Lakukan lavase lambung bila terjadi hematemesis
5. Kolaborasi
a. H2 antagonis: golongan cimetidin seperti rantin, zantag, gastrian, ulsikur
b. Antacid
c. Vit B12
d. Siapkan dan rawat pembedahan
PENCEGAHAN GASTRITIS
AKADEMI PERAWATAN COY SURAKARTA
2008
Read More
Pengertian Gastritis
Gastritis adalah inflamasi pada lapisan mukosa dan sub mukosa lambung.
Penyebab dari gastritis
1. Obat-obatan: aspirin, obat anti inflamasi non steroid (AINS)
2. Alkohol, kafein
3. Gangguan mikrosirkulasi lambung: trauma, luka bakar, sepsis
4. Refluk duodenal
5. Stres fisik dan psikis
6. Mikroorganisme : H. Pylory, salmonella
Tanda dan gejala dari Gastritis
1. Gastritis Akut:
Pirosis (nyeri perih) pada epigastrik, Anoreksia, Kadang disertai mual, Muntah bila lebi berat sering disertai hematemesis
2. Gastritis Kronis
Sering tidak ada gejala (asymtotamatik), bila sudah terjadi antropi maka muncul tanda mual, muntah anoreksia, berat badan menurun dan anemia pernisiasa.
Penatalaksanaan dari Gastritis
1. Memotifikasi pola diit, makan teratur, tidak merangsang asam lambung.
2. Hindarkan dari stres fisik dan psikis
3. Monitor berat badan, perdarahan dan adanya anemia pernisiasa.
4. Lakukan lavase lambung bila terjadi hematemesis
5. Kolaborasi
a. H2 antagonis: golongan cimetidin seperti rantin, zantag, gastrian, ulsikur
b. Antacid
c. Vit B12
d. Siapkan dan rawat pembedahan
PENCEGAHAN GASTRITIS
AKADEMI PERAWATAN COY SURAKARTA
2008
GAGAL GINJAL
DIIT GAGAL GINJAL
AKADEMI PERAWATAN
COY
SURAKARTA
2008
PENGERTIAN GAGAL GINJAL
Gagal ginjal kronis adalah penyakit ginjal yang tidak dapat pulih, ditandai dengan penurunan fungsi ginjal progresif, mengarah pada penyakit ginjal tahap akhir dan kematian (Susan Martin Tucker, 1998)
Gagal ginjal kronis adalah pelan dan biasanya ditandai dengan hilangnya fungsi yang terjadi dalam periode bulan atau tahun dan menjadi irreversible (Joan Luckman,, 1997)
DIIT PADA GAGAL GINJAL
Tujuan:
1. Memberikan makanan secukupnya tanpa memberatkan faal ginjal.
2. Menurunkan kadar ureum dan creatinine darah.
3. Mencegah/mengurangi retensi garam/air di dalam tubuh.
Syarat-syarat:
1. Banyak protein disesuaikan dengan keadaan faal ginjal. Ini dapat diketahui dari ”nilai uji penjernihan creatinine” (Creatinine clearance test = CCT atau GFR)
2. Lemak terbatas diutamakan penggunaan lemak tak jenuh.
3. Kalium dibatasi pada kegagalan faal ginjal glomerulus, bila jumlah urin kurang dari 400 ml/hari.
4. Natrium diabatasi pada gegalan faal ginjal dengan hipertensi berat, hiperkalemia, udema, uliguria/anuria.
5. Kalori adekuat, agar protein tubuh tidak dipecah untuk energi.
6. Banyak cairan adalah banyak urin maksimal sehari ditambah banyak cairan yang keluar melalui keringat dan pernapasan (+ 500 ml/hari)
MACAM DIIT DAN INDIKASI PEMBERIAN
Menurut keadaan penderita dan berat penyakit dapat diberikan:
1. Diit terendah protein I : 20 g protein
2. Diit rendah protein II : 40 g protein
3. Diit protein sedang : 60 g protein
Disamping ketiga macam diit diatas dapat pula diberikan diit rendah protein dengan 30g protein dan diit protein sedang 50g protein.
Diit rendah protein I (20g protein):
Bentuk makanan tergantung pada keadaan penderita dapat cair, saring atau lunak, makanan ini kurang dalam kalori, protein, kalsium, besi dan thiamin. Diit diberikan selama beberapa hari saja sementara menunggu tindakan yang lebih tepat misalnya dialisa.
Diit rendah protein II (40g protein)
Bentuk makanan lunak/biasa, makanan cukup kalori dan semua zat gizi kecuali protein dan thiamin.
Diit protein sedang (60g protein)
Makanan diberikan dalam bentuk lunak/biasa makanan cukup kalori dan semua zat-zat gizi pada penderita yang mengalami dialisa.
Contoh Menu
Diit Rendah Protein I
Pagi Siang Sore
Bubur maezena
Susu Bubur/nasi tim
Telur ceplok saos tomat
Tumis sayuran papaya
Teh manis Bubur/nasi tim daging bistik
Sup sayuran
Pisang
Teh manis
Pukul 10.00 Pukul 16.00 Pukul 20.00
Kue talam
Teh manis Agar nenas
Teh manis Sirop
Diit Rendah Protein II dan Protein Sedang
Pagi Siang Sore
Nasi tim
Telur ceplok
Tumis labu siam
Susu Nasi tim
Ikan panggang saos tomat
Ca sayur
Pepaya
Teh manis Nasi tim
Daging bistik
Sup sayuran
Pisang
Teh manis
Pukul 10.00 Pukul 16.00 Pukul 20.00
Kue talam
Teh manis Agar nenas
Teh manis Pisang susu
Bahan makanan yang arus dibatasi
Sumber protein: boleh diberikan dalam jumlah yang telah ditentukan sedapat mungkin diberikan berbentuk protein hewan yang bernilai biologi tinggi.
Read More
AKADEMI PERAWATAN
COY
SURAKARTA
2008
PENGERTIAN GAGAL GINJAL
Gagal ginjal kronis adalah penyakit ginjal yang tidak dapat pulih, ditandai dengan penurunan fungsi ginjal progresif, mengarah pada penyakit ginjal tahap akhir dan kematian (Susan Martin Tucker, 1998)
Gagal ginjal kronis adalah pelan dan biasanya ditandai dengan hilangnya fungsi yang terjadi dalam periode bulan atau tahun dan menjadi irreversible (Joan Luckman,, 1997)
DIIT PADA GAGAL GINJAL
Tujuan:
1. Memberikan makanan secukupnya tanpa memberatkan faal ginjal.
2. Menurunkan kadar ureum dan creatinine darah.
3. Mencegah/mengurangi retensi garam/air di dalam tubuh.
Syarat-syarat:
1. Banyak protein disesuaikan dengan keadaan faal ginjal. Ini dapat diketahui dari ”nilai uji penjernihan creatinine” (Creatinine clearance test = CCT atau GFR)
2. Lemak terbatas diutamakan penggunaan lemak tak jenuh.
3. Kalium dibatasi pada kegagalan faal ginjal glomerulus, bila jumlah urin kurang dari 400 ml/hari.
4. Natrium diabatasi pada gegalan faal ginjal dengan hipertensi berat, hiperkalemia, udema, uliguria/anuria.
5. Kalori adekuat, agar protein tubuh tidak dipecah untuk energi.
6. Banyak cairan adalah banyak urin maksimal sehari ditambah banyak cairan yang keluar melalui keringat dan pernapasan (+ 500 ml/hari)
MACAM DIIT DAN INDIKASI PEMBERIAN
Menurut keadaan penderita dan berat penyakit dapat diberikan:
1. Diit terendah protein I : 20 g protein
2. Diit rendah protein II : 40 g protein
3. Diit protein sedang : 60 g protein
Disamping ketiga macam diit diatas dapat pula diberikan diit rendah protein dengan 30g protein dan diit protein sedang 50g protein.
Diit rendah protein I (20g protein):
Bentuk makanan tergantung pada keadaan penderita dapat cair, saring atau lunak, makanan ini kurang dalam kalori, protein, kalsium, besi dan thiamin. Diit diberikan selama beberapa hari saja sementara menunggu tindakan yang lebih tepat misalnya dialisa.
Diit rendah protein II (40g protein)
Bentuk makanan lunak/biasa, makanan cukup kalori dan semua zat gizi kecuali protein dan thiamin.
Diit protein sedang (60g protein)
Makanan diberikan dalam bentuk lunak/biasa makanan cukup kalori dan semua zat-zat gizi pada penderita yang mengalami dialisa.
Contoh Menu
Diit Rendah Protein I
Pagi Siang Sore
Bubur maezena
Susu Bubur/nasi tim
Telur ceplok saos tomat
Tumis sayuran papaya
Teh manis Bubur/nasi tim daging bistik
Sup sayuran
Pisang
Teh manis
Pukul 10.00 Pukul 16.00 Pukul 20.00
Kue talam
Teh manis Agar nenas
Teh manis Sirop
Diit Rendah Protein II dan Protein Sedang
Pagi Siang Sore
Nasi tim
Telur ceplok
Tumis labu siam
Susu Nasi tim
Ikan panggang saos tomat
Ca sayur
Pepaya
Teh manis Nasi tim
Daging bistik
Sup sayuran
Pisang
Teh manis
Pukul 10.00 Pukul 16.00 Pukul 20.00
Kue talam
Teh manis Agar nenas
Teh manis Pisang susu
Bahan makanan yang arus dibatasi
Sumber protein: boleh diberikan dalam jumlah yang telah ditentukan sedapat mungkin diberikan berbentuk protein hewan yang bernilai biologi tinggi.
Flu Burung
AKADEMI PERAWATAN COY
SURAKARTA
2006
A. DEFINISI
Penyakit flu burung atau avian influenza adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza type A jenis H5N1 yang ditularkan oleh unggas yang dapat menyerang manusia. Masa inkubasi pada unggas = 1 minggu, pada manusia = 1-3 hari
B. TANDA dan GEJALA
1. Pada manusia
a. Demam sekitar 39oC
b. Nyeri perut
c. Sakit tenggorokan
d. Muntah-muntah
e. Sesak napas
f. Mengeluarkan lendir bening dari hidung/flu
g. Sakit kepala
2. Pada unggas
a. Diare
b. Batuk, bersin, ngorok.
c. Ada cairan yang keluar dari hidung dan mata
d. Pembekakan disekitar kepala dan muka
e. Perdarahan di bawah kulit (sub kutan)
f. Jengger, pial dan kulit perit yang tidak ditumbuhi bulu berwarna biru keunguan.
C. CARA PENULARAN
1. Penularan antar-ternak unggas
a. Kontak langsung dari unggas terinfeksi dengan hewan yang peka
b. Melalui lendir yang berasal dari hidung dan mata.
c. Melalui kotoran (feses) unggas yang terserang flu burung.
d. Melalui pakan, air dan peralatan kandang yang terkontaminasi.
2. Penularan dari ternak ke manusia
a. Telur yang tercemar lendir dan kotoran ternak yang terinfeksi flu burung.
b. Kontak langsung dengan aktivitas ternak
3. Penularan antar-manusia
Melalui udara, percikan air liur pasien yang terinfeksi flu burung, bermutasi dan bercampur dengan virus flu manusia.
D. KOMPLIKASI
1. Peradangan di paru-paru (pneumonia)
2. Kematian
E. PENCEGAHAN
1. Pada manusia
a. Kelompok beresiko tinggi (pekerja peternakan dan pedagang).
- Mencuci tangan dengan disinfektan dan mandi sehabis kerja.
- Menggunakan alat pelindung diri (contoh: masker dan pakaian kerja).
- Hindari kontak langsung dengan ayam atau unggas yang terinfeksi.
- Meninggalkan pakaian kerja di tempat kerja.
b. Masyarakat umum
- Berolah raga secara taratur
- Makan makanan bergizi
- Mengkonsumsi produk unggas yang benar-benar matang. Penularan flu burung melalui makanan belum ditemukan buktinya, virus flu burung akan mati pada suhu tinggi, yaitu 800C selama 30 menit.
- Istirahat cukup dan tidur.
c. Pencegahan secara tradisional
- Cabe jawa
- Temulawak
Fungsi temulawak, antara lain memperbaiki kerusakan organ disamping pemicu pembaharuan atas kerusakan sel-sel hepar dan anti radang.
2. Pada Unggas
a. Memusnahkan semua unggas yang terserang flu burung dengan cara dibakar.
b. Mengadakan vaksinasi bagi ayam atau ternak unggas yang masih sehat.
F. PENGOBATAN
1. Simtomatik/ sesuai gejala, misal batuk diberi obat batuk, jika sesak napas dapat diberi obat sejenis bronkodilator untuk melebarkan saluran pernapasan.
2. Hidrasi dengan pemberian cairan parenteral (infus).
Read More
SURAKARTA
2006
A. DEFINISI
Penyakit flu burung atau avian influenza adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza type A jenis H5N1 yang ditularkan oleh unggas yang dapat menyerang manusia. Masa inkubasi pada unggas = 1 minggu, pada manusia = 1-3 hari
B. TANDA dan GEJALA
1. Pada manusia
a. Demam sekitar 39oC
b. Nyeri perut
c. Sakit tenggorokan
d. Muntah-muntah
e. Sesak napas
f. Mengeluarkan lendir bening dari hidung/flu
g. Sakit kepala
2. Pada unggas
a. Diare
b. Batuk, bersin, ngorok.
c. Ada cairan yang keluar dari hidung dan mata
d. Pembekakan disekitar kepala dan muka
e. Perdarahan di bawah kulit (sub kutan)
f. Jengger, pial dan kulit perit yang tidak ditumbuhi bulu berwarna biru keunguan.
C. CARA PENULARAN
1. Penularan antar-ternak unggas
a. Kontak langsung dari unggas terinfeksi dengan hewan yang peka
b. Melalui lendir yang berasal dari hidung dan mata.
c. Melalui kotoran (feses) unggas yang terserang flu burung.
d. Melalui pakan, air dan peralatan kandang yang terkontaminasi.
2. Penularan dari ternak ke manusia
a. Telur yang tercemar lendir dan kotoran ternak yang terinfeksi flu burung.
b. Kontak langsung dengan aktivitas ternak
3. Penularan antar-manusia
Melalui udara, percikan air liur pasien yang terinfeksi flu burung, bermutasi dan bercampur dengan virus flu manusia.
D. KOMPLIKASI
1. Peradangan di paru-paru (pneumonia)
2. Kematian
E. PENCEGAHAN
1. Pada manusia
a. Kelompok beresiko tinggi (pekerja peternakan dan pedagang).
- Mencuci tangan dengan disinfektan dan mandi sehabis kerja.
- Menggunakan alat pelindung diri (contoh: masker dan pakaian kerja).
- Hindari kontak langsung dengan ayam atau unggas yang terinfeksi.
- Meninggalkan pakaian kerja di tempat kerja.
b. Masyarakat umum
- Berolah raga secara taratur
- Makan makanan bergizi
- Mengkonsumsi produk unggas yang benar-benar matang. Penularan flu burung melalui makanan belum ditemukan buktinya, virus flu burung akan mati pada suhu tinggi, yaitu 800C selama 30 menit.
- Istirahat cukup dan tidur.
c. Pencegahan secara tradisional
- Cabe jawa
- Temulawak
Fungsi temulawak, antara lain memperbaiki kerusakan organ disamping pemicu pembaharuan atas kerusakan sel-sel hepar dan anti radang.
2. Pada Unggas
a. Memusnahkan semua unggas yang terserang flu burung dengan cara dibakar.
b. Mengadakan vaksinasi bagi ayam atau ternak unggas yang masih sehat.
F. PENGOBATAN
1. Simtomatik/ sesuai gejala, misal batuk diberi obat batuk, jika sesak napas dapat diberi obat sejenis bronkodilator untuk melebarkan saluran pernapasan.
2. Hidrasi dengan pemberian cairan parenteral (infus).
FEBRIS
APAKAH ITU FEBRIS??
Febris atau demam adalah temperatur tubuh di atas batas normal yang disebabkan oleh kelainan otak sendiri/ bahan toksik yang mempengaruhi pengaturan suhu.
PENYEBAB
1. Inflamasi/ Peradangan
2. Mestastase kanker
3. Perdarahan
4. Masuknya pirogen
- Bakteri
- Virus
- Jamur
- Obat
5. Rangsangan kimiawi
6. Rangsangan mekanik
7. Rangsangan psikis
TANDA-TANDA DEMAM
a. Muka kemerahan
b. Bibir kering
c. Anoreksia
d. Mual muntah
e. Sakit kepala
PENATALAKSANAAN DEMAM
Hal-hal yang harus dilakukan pada pasien demam adalah :
1. Mempertahankan masukan cairan secara adekuat
2. Memberikan kompres hangat basah
3. Mengenakan pakaian yang tipis
4. Memberikan obat penurunan panas
KOMPLIKASI
Kejang yang berlangsung lama lebih dari 15 menit mengakibatkan :
a. Kerusakan sel otak
b. Epilepsi spontan
c. Hemiparese yang biasanya diakibatkan kejang
Oleh :
whoooyooow
0606312
AKADEMI PERAWATAN
coy
2007
Read More
Febris atau demam adalah temperatur tubuh di atas batas normal yang disebabkan oleh kelainan otak sendiri/ bahan toksik yang mempengaruhi pengaturan suhu.
PENYEBAB
1. Inflamasi/ Peradangan
2. Mestastase kanker
3. Perdarahan
4. Masuknya pirogen
- Bakteri
- Virus
- Jamur
- Obat
5. Rangsangan kimiawi
6. Rangsangan mekanik
7. Rangsangan psikis
TANDA-TANDA DEMAM
a. Muka kemerahan
b. Bibir kering
c. Anoreksia
d. Mual muntah
e. Sakit kepala
PENATALAKSANAAN DEMAM
Hal-hal yang harus dilakukan pada pasien demam adalah :
1. Mempertahankan masukan cairan secara adekuat
2. Memberikan kompres hangat basah
3. Mengenakan pakaian yang tipis
4. Memberikan obat penurunan panas
KOMPLIKASI
Kejang yang berlangsung lama lebih dari 15 menit mengakibatkan :
a. Kerusakan sel otak
b. Epilepsi spontan
c. Hemiparese yang biasanya diakibatkan kejang
Oleh :
whoooyooow
0606312
AKADEMI PERAWATAN
coy
2007
Langganan:
Postingan
(
Atom
)
Blog Archive
-
2015
(10)
- 10/11 - 10/18 (1)
- 09/13 - 09/20 (1)
- 09/06 - 09/13 (1)
- 07/05 - 07/12 (1)
- 05/17 - 05/24 (6)
-
2014
(1)
- 04/13 - 04/20 (1)
-
2012
(770)
- 02/19 - 02/26 (5)
- 02/12 - 02/19 (10)
- 02/05 - 02/12 (4)
- 01/29 - 02/05 (27)
- 01/22 - 01/29 (88)
- 01/15 - 01/22 (101)
- 01/08 - 01/15 (169)
- 01/01 - 01/08 (366)
-
2011
(4477)
- 12/25 - 01/01 (336)
- 12/18 - 12/25 (62)
- 12/11 - 12/18 (70)
- 12/04 - 12/11 (77)
- 11/27 - 12/04 (40)
- 11/20 - 11/27 (67)
- 11/13 - 11/20 (198)
- 11/06 - 11/13 (187)
- 10/30 - 11/06 (340)
- 10/23 - 10/30 (32)
- 10/16 - 10/23 (109)
- 10/09 - 10/16 (80)
- 08/14 - 08/21 (75)
- 08/07 - 08/14 (81)
- 07/31 - 08/07 (82)
- 07/24 - 07/31 (65)
- 07/17 - 07/24 (91)
- 07/10 - 07/17 (47)
- 07/03 - 07/10 (44)
- 06/26 - 07/03 (53)
- 06/19 - 06/26 (59)
- 06/12 - 06/19 (47)
- 06/05 - 06/12 (65)
- 05/29 - 06/05 (63)
- 05/22 - 05/29 (77)
- 05/15 - 05/22 (115)
- 05/08 - 05/15 (65)
- 05/01 - 05/08 (104)
- 04/24 - 05/01 (45)
- 04/17 - 04/24 (70)
- 04/10 - 04/17 (134)
- 04/03 - 04/10 (72)
- 03/27 - 04/03 (18)
- 03/20 - 03/27 (47)
- 03/13 - 03/20 (68)
- 03/06 - 03/13 (40)
- 02/27 - 03/06 (56)
- 02/20 - 02/27 (77)
- 02/13 - 02/20 (76)
- 02/06 - 02/13 (198)
- 01/30 - 02/06 (194)
- 01/23 - 01/30 (132)
- 01/16 - 01/23 (196)
- 01/09 - 01/16 (202)
- 01/02 - 01/09 (121)
-
2010
(2535)
- 12/26 - 01/02 (156)
- 12/19 - 12/26 (65)
- 12/12 - 12/19 (73)
- 12/05 - 12/12 (84)
- 11/28 - 12/05 (80)
- 11/21 - 11/28 (68)
- 11/14 - 11/21 (63)
- 11/07 - 11/14 (50)
- 10/31 - 11/07 (50)
- 10/24 - 10/31 (36)
- 10/17 - 10/24 (58)
- 10/10 - 10/17 (35)
- 10/03 - 10/10 (31)
- 09/26 - 10/03 (21)
- 09/19 - 09/26 (26)
- 09/12 - 09/19 (55)
- 09/05 - 09/12 (65)
- 08/29 - 09/05 (33)
- 08/22 - 08/29 (70)
- 08/15 - 08/22 (45)
- 08/08 - 08/15 (35)
- 08/01 - 08/08 (37)
- 07/25 - 08/01 (27)
- 07/18 - 07/25 (19)
- 07/11 - 07/18 (30)
- 07/04 - 07/11 (56)
- 06/27 - 07/04 (28)
- 06/20 - 06/27 (22)
- 06/13 - 06/20 (30)
- 06/06 - 06/13 (21)
- 05/30 - 06/06 (5)
- 05/16 - 05/23 (6)
- 05/09 - 05/16 (29)
- 05/02 - 05/09 (59)
- 04/25 - 05/02 (28)
- 04/18 - 04/25 (38)
- 04/11 - 04/18 (70)
- 04/04 - 04/11 (59)
- 03/28 - 04/04 (65)
- 03/21 - 03/28 (89)
- 03/14 - 03/21 (218)
- 03/07 - 03/14 (95)
- 02/28 - 03/07 (135)
- 02/21 - 02/28 (102)
- 01/03 - 01/10 (68)
-
2009
(1652)
- 12/27 - 01/03 (36)
- 12/20 - 12/27 (22)
- 12/13 - 12/20 (100)
- 12/06 - 12/13 (45)
- 11/29 - 12/06 (24)
- 11/22 - 11/29 (22)
- 11/15 - 11/22 (19)
- 11/08 - 11/15 (28)
- 11/01 - 11/08 (11)
- 10/25 - 11/01 (17)
- 10/18 - 10/25 (38)
- 10/11 - 10/18 (33)
- 10/04 - 10/11 (15)
- 09/27 - 10/04 (21)
- 09/20 - 09/27 (7)
- 09/13 - 09/20 (84)
- 09/06 - 09/13 (35)
- 08/30 - 09/06 (48)
- 08/23 - 08/30 (118)
- 08/16 - 08/23 (26)
- 08/09 - 08/16 (34)
- 08/02 - 08/09 (35)
- 07/26 - 08/02 (31)
- 07/19 - 07/26 (14)
- 07/12 - 07/19 (16)
- 07/05 - 07/12 (28)
- 06/28 - 07/05 (26)
- 06/21 - 06/28 (76)
- 06/14 - 06/21 (26)
- 06/07 - 06/14 (21)
- 05/31 - 06/07 (43)
- 05/24 - 05/31 (38)
- 05/17 - 05/24 (26)
- 05/10 - 05/17 (52)
- 05/03 - 05/10 (15)
- 04/26 - 05/03 (38)
- 04/19 - 04/26 (32)
- 04/12 - 04/19 (22)
- 04/05 - 04/12 (20)
- 03/29 - 04/05 (40)
- 03/22 - 03/29 (43)
- 03/15 - 03/22 (18)
- 03/08 - 03/15 (14)
- 03/01 - 03/08 (22)
- 02/22 - 03/01 (12)
- 02/15 - 02/22 (9)
- 02/08 - 02/15 (11)
- 02/01 - 02/08 (19)
- 01/25 - 02/01 (37)
- 01/18 - 01/25 (21)
- 01/11 - 01/18 (33)
- 01/04 - 01/11 (31)
-
2008
(700)
- 12/28 - 01/04 (13)
- 12/21 - 12/28 (9)
- 12/14 - 12/21 (57)
- 12/07 - 12/14 (5)
- 11/30 - 12/07 (18)
- 11/23 - 11/30 (33)
- 11/16 - 11/23 (31)
- 11/09 - 11/16 (23)
- 11/02 - 11/09 (18)
- 10/26 - 11/02 (11)
- 10/19 - 10/26 (15)
- 10/12 - 10/19 (13)
- 10/05 - 10/12 (25)
- 09/28 - 10/05 (2)
- 09/21 - 09/28 (14)
- 09/14 - 09/21 (19)
- 09/07 - 09/14 (43)
- 08/31 - 09/07 (3)
- 08/24 - 08/31 (33)
- 08/17 - 08/24 (65)
- 08/10 - 08/17 (4)
- 08/03 - 08/10 (26)
- 07/27 - 08/03 (6)
- 07/20 - 07/27 (19)
- 07/13 - 07/20 (18)
- 07/06 - 07/13 (60)
- 06/29 - 07/06 (53)
- 06/22 - 06/29 (49)
- 06/15 - 06/22 (11)
- 06/08 - 06/15 (4)
Popular Posts
-
Olahraga teratur sangat penting untuk kesehatan tubuh, mencegah dan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit mulai dari osteoporosis hin...
-
Konsep Teori Transkultural dalam Keperawatan APLIKASI TEORI TRANSCULTURAL NURSING DALAM PROSES KEPERAWATAN Rahayu Iskandar, Ners, M.Kep PEND...
-
Setelah beberapa minggu ini cari materi buat postingan baru, mendadak dapat inspirasi setelah rekan Anton Wijaya menulis di buku tamu Keper...
-
Prelevansi penyakit kulit di Indonesia cukup tinggi baik oleh bakteri, virus atau jamur. Selain itu bergantung pada lingkungan dan kondisi...
-
KTI KEBIDANAN HUBUNGAN USIA TERHADAP PERDARAHAN POSTPARTUM DI RSUD BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan wanita merupakan hal yang s...
-
Malu banget kan kalo nafas kita bau alias bau mulut apa lagi kalo kita ngomong dengan orang lain lalu tiba-tiba orang tersebut menjauh wah...
-
Hematemesis, melena, and hematochezia are symptoms of acute gastrointestinal bleeding. Bleeding that brings the patient to the physician is...
-
Mortalitas dan morbiditas pada wanita hamil dan bersalin adalah masalah besar dinegara berkembang dan dinegara miskin. Sekitar 25 – 50% ke...
-
Menurut Joyce Engel (1999), yang dikatakan anak usia pra sekolah adalah anak-anak yang berusia berkisar 3-6 tahun. Ada beberapa aspek yang...
-
Konsep Dasar Diagnosa Keperawatan Aktual BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sebagai suatu aspek yang terpenting dalam proses kepera...
© ASUHAN KEPERAWATAN 2013 . Powered by Bootstrap , Blogger templates and RWD Testing Tool Published..Gooyaabi Templates
