Kamis, 23 Juni 2011
Measurement Methods and Specific Precautions
Measurement method
Oral
● Suffering from shortness of breath
● Sneezing repeatedly, having a hard cough or suffering a seizure
● Unconscious or confused
● Unable to close the mouth tightly
Ear
● Having a middle ear infection
● Obstruction of ear canal by ear wax
● Wearing hearing aid
Rectal
● Large amount of faeces accumulated in the rectum
● Rectal diseases, e.g. haemorrhoid or diarrhoea, etc.
● Just undergone intestinal operation
● Having wounds/ lesions in the anus
Armpit
● Unable to secure thermometer under the axilla
Forehead
● Forehead being covered (e.g. by bandage/ cooling gel sheet)
Trik Agar Tidak Mudah Lupa

'Melupakan sesuatu hal menandakan bahwa Anda terlalu sibuk memfokuskan pada hal lain. Ketika seseorang tidak menaruh perhatian yang baik untuk sesuatu, memori yang terbentuk dalam otak pun tidak akan jelas sehingga ia akan kesulitan mengeluarkan memori itu lagi,' ujar Zaldy S. Tan, MD dari Memory Disorders Clinic at Beth Israel Deaconess Medical Center, Boston.
Kuncinya adalah menjaga agar otak tetap tajam. 'Kita sering melatih badan dengan olahraga, tapi apa gunanya itu semua jika tidak didukung dengan otak yang tajam,' ujar Harry Lorayne, pengarang 'Ageless Memory: Simple Secrets for Keeping Your Brain Young'.
Jika Anda ingin menguatkan kemampuan otak Anda, coba lakukan beberapa strategi menghafal berikut untuk mengingat hal-hal yang sering Anda lupakan.
1. Strategi mengingat nama orang
- Beri perhatian penuh ketika berkenalan, pastikan spellingnya, gunakan namanya selama percakapan atau berpisah.
- Beri gambaran untuk namanya, apakah namanya yang memiliki arti tertentu atau gambaran tipe wajahnya.
- Ciptakan memori yang terhubung, seperti pada acara apa Anda bertemu dengannya atau siapa saja yang bersamanya ketika itu.
- Sedikit curang dengan menulis ciri-ciri wajahnya di belakang kartu nama yang Anda dapat ketika berkenalan.
- Ingat-ingat apa yang Anda lakukan sebelumnya hingga yang dilakukan terakhir.
- Ingatkan otak Anda ketika menaruh sesuatu di suatu tempat, seperti 'Saya menaruh kunci di jaket motor'.
- Jadikan kebiasaan, sediakan satu tempat untuk menaruh sesuatu, dan latihlah diri Anda untuk menaruh barang di tempat itu.
- Mulailah dengan sebuah ritual, buat catatan kecil, tempatkan sesuatu yang ganjil untuk menarik perhatian catatan itu.
- Nyanyikan hal-hal yang ingin Anda lakukan dengan menyamakan ritme kalimat dan irama lagu.
- Gunakan tubuh Anda untuk mengingat apa yang harus Anda kerjakan, seperti tangan ketika akan menulis laporan, kaki ketika akan mencuci sepatu, gigi ketika akan membeli pasta gigi dan lainnya. Runutkan seluruh fungsi tubuh Anda.
- Pertajam ingatan angka Anda dengan menggambarkan angka-angka tersebut sebagai suatu benda, seperti 0 untuk cincin, 2 untuk angsa, 5 untuk ibu hamil, 7 untuk bumerang, dan sebagainya. Gunakan imajinasi Anda dan ciptakan kreasi Anda sendiri.
- Gunakan lafal yang sama untuk sebuah angka, seperti angka 4 yang jika diucap terdengar seperti 'ketupat' dan sebagainya.
- Bacalah, tulislah, ucapkanlah dan lakukan berulang-ulang. Untuk mengingat kalimat panjang atau pidato, ketiklah di komputer atau rekamlah dengan tape recorder kemudian dengarkan berulang-ulang.
- Gunakan warna dalam catatan Anda dengan judul yang diberi tebal atau simbol-simbol tertentu.
- Buatlah peta berpikir atau mind map, dan buatlah cabang-cabang dari bagian pusatnya dengan menuliskan apapun yang ada di otak Anda.
Tips menarik lainnya>>>>>>>>>>
7 Kebiasaan Orang-orang Berdaya Ingat Kuat

Sebuah survei online dilakukan oleh para peneliti Australia terhadap 29.500 orang responden yang telah diseleksi dan termasuk kategori orang-orang yang memiliki daya ingat kuat. Para responden sebelumya menjalani beberapa tes ingatan seperti mengingat kejadian-kejadian 1, 5 atau 20 tahun yang lalu, menghafal daftar belanja, mengingat wajah orang, nama-namanya serta pekerjaannnya masing-masing.
Peneliti juga menganalisis pola hidup dan pola makannya sehari-hari. Akhirnya setelah melakukan beberapa analisis, para peneliti mengetahui dan menyimpulkan 7 kebiasaan orang-orang dengan daya ingat yang kuat.
Dikutip dari Prevention, ini dia 7 kebiasaan sederhana mereka yang berdaya ingat kuat yang bisa Anda terapkan sehari-hari untuk meningkatkan kemampuan otak.
1. Tidak mengonsumsi alkohol
Mereka dengan memori yang kuat ternyata jarang mengonsumsi minuman-minuman beralkohol, karena ternyata alkohol dapat merusak sistem saraf dan melemahkan kemampuan otak.
2. Menonton televisi tidak lebih dari satu jam setiap harinya
Orang-orang berdaya ingat kuat jarang melihat tontonan-tontonan yang tidak terlalu penting, kecuali tontonan yang sifatnya mengedukasi. Mereka lebih sering membaca ketimbang menonton.
3. Sering membaca novel
Dengan membaca novel, otak akan dilatih berpikir dan menebak-nebak apa yang akan terjadi. Alur cerita novel yang berliku-liku akan membuat otak terus berpikir tapi dalam bentuk petualangan otak yang lebih menarik dan seru.
4. Selalu menyilang-nyilangkan dan menyambung-nyambungkan data
Kemampuan otak akan terus meningkat ketika data yang masuk ke dalamnya terhubung satu sama lain. Dengan menghubung-hubungkan seperti itu, sebuah data akan tersimpan dan tertanam dalam otak lebih kuat lagi.
5. Tidak pernah lupa mengonsumsi ikan
Ikan diketahui merupakan sumber protein yang berfungsi meregenerasi sel-sel mati. Sel-sel otak pun harus terus diregenerasi. Beberapa jenis ikan seperti salmon dan sarden mengandung omega 3 yang sangat baik untuk perkembangan sel-sel otak dan kemampuan mengingat seseorang.
6. Meminum teh atau kopi
Teh dan kopi mengandung kafein yang bisa memacu kerja jantung dan otak untuk terus terjaga dan bekerja lebih baik lagi. Namun konsumsi yang berlebihan, terutama kopi bisa berakibat fatal. Minumlah dalam dosis yang sewajarnya.
7. Selalu membuat catatan dalam bentuk jurnal atau notes kecil
Data yang masuk ke otak kita tanpa tercatat mungkin saja menempel dan mungkin juga tidak. Namun jika data tersebut dicatat, maka kita dapat melihatnya kembali ketika lupa. Mencatat juga ternyata bisa meningkatkan kemampuan otak untuk menghafal hingga 20 persen.
(Sumber: Detik.com)
Berapa Ukuran Penis yang Normal?
Setiap orang memiliki pandangan berbeda mengenai ukuran penis yang dianggap normal. Ada yang beranggapan semakin besar ukuran penis, maka itu lebih baik. Tapi ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi pertumbuhan penis.Salah satu faktor yang paling mempengaruhi adalah faktor keturunan, seperti halnya warna mata atau warna kulit yang tidak dapat diubah. Selain itu jumlah hormon testosteron dalam tubuh juga turut mempengaruhi pertumbuhannya.
Seperti dikutip dari familyeducation, penis akan mulai bertambah ukuran dan panjangnya ketika testis juga sudah membesar. Hal yang paling mempengaruhi pertumbuhan penis adalah testosteron dan hormon ini dihasilkan dari pertumbuhan testis itu sendiri.
Biasanya penis anak laki-laki saat lahir berukuran panjang minimal 2,5 cm. Saat berusia 6 bulan, panjang penis akan bertambah menjadi minimal 3 cm dan akan terus bertambah sesuai dengan usianya. Jika anak memiliki ukuran penis kurang dari standar tersebut, maka segera periksakan apakah anak Anda menderita mikropenis atau tidak.
Secara normal pada usia remaja, rata-rata panjang ukuran penis adalah antara 3 inci (7,62 cm) sampai 4 inci (10,16 cm). Sedangkan ukuran penis yang normal bagi laki-laki dewasa antara 5 inci (12,7 cm) sampai 6 inci (15,24 cm).
Sebenarnya agak sulit untuk bisa memberikan ukuran rata-rata penis yang akurat karena setiap orang memiliki keturunan yang berbeda. Biasanya pertumbuhan dari penis ini akan berhenti saat memasuki usia antara 18 tahun hingga 21 tahun.
Meskipun terdapat ukuran normal, bukan berarti laki-laki yang memiliki ukuran penis lebih kecil itu tidak normal. Karena ukuran ini tergantung dari berat badan, keturunan serta bagaimana produksi hormon testosteron dalam tubuhnya. Untuk itu, sebaiknya jangan langsung mengonsumsi obat-obat yang dijual bebas. Tapi berkonsultasilah dengan dokter untuk bisa mengetahui normal atau tidaknya.
Seperti diketahui pada saat mencapai usia tertentu, tubuh mulai mengalami penyusutan termasuk penis seorang laki-laki ketika usianya masuk 40 tahun ke atas. Karena hormon testosteron laki-laki akan menurun 1 persen setiap tahunnya serta sifat busa dari pembuluh darah di dalamnya juga menurun, sehingga mau tidak mau akan mempengaruhi ukuran dari penis itu sendiri yang makin lama makin mengecil.
(Sumber: detik.com)
List of NANDA-Approved Nursing Diagnoses 2007–2008
Source: NANDA Nursing Diagnoses: Definitions and Classification, 2007–2008. Philadelphia: North American Nursing Diagnosis Association. Used with permission.
Activity Intolerance
Activity Intolerance,
Risk for Airway Clearance,
Ineffective Anxiety
Anxiety, Death
Aspiration,
Risk for Attachment,
Parent/Infant/Child, Risk for Impaired
Autonomic Dysreflexia Autonomic Dysreflexia, Risk for Blood Glucose, Risk for Unstable Body Image, Disturbed
Body Temperature: Imbalanced, Risk for
Bowel Incontinence Breastfeeding, Effective Breastfeeding, Ineffective Breastfeeding, Interrupted Breathing Pattern, Ineffective Cardiac Output, Decreased Caregiver Role Strain Caregiver Role Strain, Risk for
Comfort, Readiness for Enhanced Communication: Impaired, Verbal Communication, Readiness for Enhanced Confusion, Acute
Confusion, Acute, Risk for Confusion, Chronic Constipation
Constipation, Perceived Constipation, Risk for Contamination Contamination, Risk for
Coping: Community, Ineffective
Coping: Community, Readiness for Enhanced
Coping, Defensive
Coping: Family, Compromised
Coping: Family, Disabled
Coping: Family, Readiness for Enhanced Coping (Individual), Readiness for Enhanced Coping, Ineffective
Decisional Conflict
Decision Making, Readiness for Enhanced
Denial, Ineffective
Dentition, Impaired Development: Delayed, Risk for Diarrhea
Disuse Syndrome, Risk for Diversional Activity, Deficient Energy Field, Disturbed
Environmental Interpretation Syndrome, Impaired
Failure to Thrive, Adult
Falls, Risk for
Family Processes, Dysfunctional: Alcoholism
Family Processes, Interrupted
Family Processes, Readiness for Enhanced
Fatigue
Fear
Fluid Balance, Readiness for Enhanced
Fluid Volume, Deficient
Fluid Volume, Deficient, Risk for
Fluid Volume, Excess
Fluid Volume, Imbalanced, Risk for
Gas Exchange, Impaired
Grieving
Grieving, Complicated
Grieving, Risk for Complicated Growth, Disproportionate, Risk for Growth and Development, Delayed Health Behavior, Risk-Prone
Health Maintenance, Ineffective Health-Seeking Behaviors (Specify) Home Maintenance, Impaired
Hope, Readiness for Enhanced
Hopelessness
Human Dignity, Risk for Compromised
Hyperthermia
Hypothermia
Immunization Status, Readiness for Enhanced
Infant Behavior, Disorganized
Infant Behavior: Disorganized, Risk for
Infant Behavior: Organized, Readiness for
Enhanced
Infant Feeding Pattern, Ineffective
Infection, Risk for Injury, Risk for Insomnia
Intracranial Adaptive Capacity, Decreased
Knowledge, Deficient (Specify)
Knowledge (Specify), Readiness for Enhanced
Latex Allergy Response
Latex Allergy Response, Risk for Liver Function, Impaired, Risk for Loneliness, Risk for
Memory, Impaired
Mobility: Bed, Impaired Mobility: Physical, Impaired Mobility: Wheelchair, Impaired Moral Distress
Nausea
Neurovascular Dysfunction: Peripheral, Risk for
Noncompliance (Specify)
Nutrition, Imbalanced: Less than Body
Requirements
Nutrition, Imbalanced: More than Body Requirements
Nutrition, Imbalanced: More than Body
Requirements, Risk for Nutrition, Readiness for Enhanced Oral Mucous Membrane, Impaired Pain, Acute
Pain, Chronic
Parenting, Impaired
Parenting, Readiness for Enhanced Parenting, Risk for Impaired Perioperative Positioning Injury, Risk for Personal Identity, Disturbed
Poisoning, Risk for
Post-Trauma Syndrome
Post-Trauma Syndrome, Risk for
Power, Readiness for Enhanced
Powerlessness Powerlessness, Risk for Protection, Ineffective Rape-Trauma Syndrome
Rape-Trauma Syndrome: Compound Reaction Rape-Trauma Syndrome: Silent Reaction Religiosity, Impaired
Religiosity, Readiness for Enhanced Religiosity, Risk for Impaired Relocation Stress Syndrome Relocation Stress Syndrome, Risk for Role Conflict, Parental
Role Performance, Ineffective
Sedentary Lifestyle
Self-Care, Readiness for Enhanced Self-Care Deficit: Bathing/Hygiene Self-Care Deficit: Dressing/Grooming Self-Care Deficit: Feeding
Self-Care Deficit: Toileting
Self-Concept, Readiness for Enhanced
Self-Esteem, Chronic Low
Self-Esteem, Situational Low
Self-Esteem, Risk for Situational Low
Self-Mutilation
Self-Mutilation, Risk for
Sensory Perception, Disturbed (Specify: Auditory, Gustatory, Kinesthetic, Olfactory Tactile, Visual)
Sexual Dysfunction Sexuality Pattern, Ineffective Skin Integrity, Impaired
Skin Integrity, Risk for Impaired
Sleep Deprivation
Sleep, Readiness for Enhanced Social Interaction, Impaired Social Isolation
Sorrow, Chronic
Spiritual Distress
Spiritual Distress, Risk for
Spiritual Well-Being, Readiness for Enhanced
Spontaneous Ventilation, Impaired
Stress, Overload
Sudden Infant Death Syndrome, Risk for
Suffocation, Risk for
Suicide, Risk for
Surgical Recovery, Delayed
Swallowing, Impaired
Therapeutic Regimen Management: Community, Ineffective
Therapeutic Regimen Management, Effective
Therapeutic Regimen Management: Family, Ineffective
Therapeutic Regimen Management, Ineffective
Therapeutic Regimen Management, Readiness for
Enhanced Thermoregulation, Ineffective Thought Processes, Disturbed Tissue Integrity, Impaired
Tissue Perfusion, Ineffective (Specify: Cerebral, Cardiopulmonary, Gastrointestinal, Renal)
Tissue Perfusion, Ineffective, Peripheral
Transfer Ability, Impaired Trauma, Risk for Unilateral Neglect
Urinary Elimination, Impaired
Urinary Elimination, Readiness for Enhanced
Urinary Incontinence, Functional
Urinary Incontinence, Overflow Urinary Incontinence, Reflex Urinary Incontinence, Stress Urinary Incontinence, Total Urinary Incontinence, Urge
Urinary Incontinence, Risk for Urge
Urinary Retention
Ventilatory Weaning Response, Dysfunctional
Violence: Other-Directed, Risk for Violence: Self-Directed, Risk for Walking, Impaired
Wandering
List of NANDA-Approved Nursing Diagnoses 2007–2008
Cara Jitu Terhindar dari dari Stres
Banyak cara yang bisa dilakukan oleh masyarakat agar bisa mencapai kebahagiaan baik lahir maupun batin. Karena dengan hati yang bahagia akan membuat seseorang terbebas dari stres, tertekan dan membuat hidup lebih sehat.Kebahagiaan yang dialami oleh seseorang biasanya tumbuh dari pikiran orang itu sendiri, mengenai bagaimana perspektif tentang kehidupan dan tindakan apa yang harus diambil untuk menunjang kebahagiaan.
Ada 5 cara yang bisa dilakukan agar bisa mendapatkan kebahagiaan sejati terbebas dari stres dan dapat menjalani hidup dengan optimistis yang bisa membantu menyehatkan jantungnya, seperti dikutip dari Huffingtonpost :
- Syukuri apapun yang telah diberikan. Memiliki rasa bahagia adalah dasar dari kehidupan yang bahagia, dan memudahkan seseorang untuk bersosialisasi dengan orang lain serta dapat mengirimkan perasaan bahagia bagi orang disekitarnya. Pikirkanlah semua keindahan yang pernah dialami.
- Lakukan hal yang paling disukai. Banyak orang yang berusaha menyenangkan orang lain dengan melakukan sesuatu yang bertolak belakang dengan dirinya dan ini tidak akan menimbulkan kebahagiaan. Jujurlah pada diri sendiri dan lakukan segala hal yang paling Anda disukai.
- Meminta maaf dan memaafkan. Menyimpan dendam atau kesalahan tidak akan bisa menciptakan suatu kebahagiaan. Cobalah untuk meminta dan memberi maaf pada orang lain, yang akan membuat terbebas dari rasa bersalah atau dendam. Karena jika tidak diungkapkan semakin lama akan semakin mengganggu pikiran dan produktivitas yang nantinya dapat menurunkan kualitas hidup.
- Temukan bakat terpendam dan bersenang-senang dengan kreatifitas yang ada. Gunakan imajinasi untuk menciptakan segala sesuatu yang baru sehingga bisa menghasilkan kehidupan yang lebih baik. Cara ini juga bisa merangsang otak untuk berpikir dan mengaktifkan sel-sel otak lain.
- Mengenal dengan lebih baik siapa Anda sebenarnya. Ini bisa mempengaruhi bagaimana pemikiran Anda yang sebenarnya. Teratur bermeditasi dapat membantu seseorang lebih mengenal dirinya sendiri dan lebih tenang. Dengan begitu akan merasa bahagia dengan diri sendiri.
Sikap optimistis juga membuat jantung seseorang menjadi lebih sehat dan terhindar dari berbagai penyakit seperti darah tinggi serta memiliki pola hidup yang lebih sehat. (Sumber : detik.com) http://askep-askeb.cz.cc/
Bahaya Terlalu Banyak Tidur
Selama ini yang banyak dipermasalahkan orang adalah bahaya kurang tidur. Tapi tidur berlebihan juga berbahaya bagi tubuh salah satunya bisa membuat tubuh menjadi lelah dan berisiko terkena stroke.Dr Daniel Kripke, direktur Scripps Clinic Sleep Center di La Jolla, California mengungkapkan bahwa terlalu banyak tidur saat akhir pekan tidak akan membuat seseorang merasa lebih baik.
"Orang yang tidak mendapatkan tidur cukup baik itu kurang atau berlebih berisiko mengalami kecelakaan lalu lintas, perubahan berat badan, penurunan produktivitas serta terganggunya sistem kekebalan tubuh," ujar Kripke, seperti dikutip dari CNN.
Banyak orang berpikir tidur berlebih saat akhir pekan merupakan bonus bagi tubuh, sehingga orang berusaha untuk menikmati hal tersebut dan berpikir akan merasa lebih baik setelahnya.
Orang yang biasa tidur sedikit pada hari kerja (sekitar 5 jam) dan tidur berlebih saat akhir pekan yaitu lebih dari 8 jam, akan merasa lelah pada beberapa fungsi tubuhnya sehingga membutuhkan waktu peregangan yang lebih lama ketika bangun tidur.
"Hal ini dikenal dengan 'sleep drunkenness', jika sangat parah bisa membuat orang sulit untuk mengambil keputusan. Tapi untuk kasus yang umum membuat orang pusing saat bangun," ujar Dr Lisa Shives, direktur medis di Northshore Sleep Medicine in Evanston, Illinois.
Pada tahun 2007, sebuah penelitian di Finlandia menemukan risiko kematian meningkat sekitar 20 persen untuk orang-orang yang tidur lebih dari delapan jam. Pada tahun yang sama, studi di Inggris menemukan orang yang tidur 5 jam atau kurang dan mereka yang tidur lebih dari 8 jam juga menghadapi peningkatan risiko. Studi lain menunjukkan orang yang rutin tidur lebih dari delapan jam per malam berisiko lebih besar terkena stroke daripada yang lain dengan kurang tidur.
Faktor yang memungkinkan seseorang tidur berlebihan atau hipersomnia adalah memiliki kualitas tidur yang buruk, sehingga tidak bisa mengatur jadwal tidur dengan baik. Serta diperkirakan faktor genetik juga memainkan peranannya. Jika sering merasa pusing ketika bangun tidur mungkin Anda tidur terlalu lama. Aturlah jadwal tidur sehingga memiliki waktu tidur dan bangun yang teratur setiap harinya. (Sumber: detik.com)
Blog Archive
-
2015
(10)
- 10/11 - 10/18 (1)
- 09/13 - 09/20 (1)
- 09/06 - 09/13 (1)
- 07/05 - 07/12 (1)
- 05/17 - 05/24 (6)
-
2014
(1)
- 04/13 - 04/20 (1)
-
2012
(770)
- 02/19 - 02/26 (5)
- 02/12 - 02/19 (10)
- 02/05 - 02/12 (4)
- 01/29 - 02/05 (27)
- 01/22 - 01/29 (88)
- 01/15 - 01/22 (101)
- 01/08 - 01/15 (169)
- 01/01 - 01/08 (366)
-
2011
(4477)
- 12/25 - 01/01 (336)
- 12/18 - 12/25 (62)
- 12/11 - 12/18 (70)
- 12/04 - 12/11 (77)
- 11/27 - 12/04 (40)
- 11/20 - 11/27 (67)
- 11/13 - 11/20 (198)
- 11/06 - 11/13 (187)
- 10/30 - 11/06 (340)
- 10/23 - 10/30 (32)
- 10/16 - 10/23 (109)
- 10/09 - 10/16 (80)
- 08/14 - 08/21 (75)
- 08/07 - 08/14 (81)
- 07/31 - 08/07 (82)
- 07/24 - 07/31 (65)
- 07/17 - 07/24 (91)
- 07/10 - 07/17 (47)
- 07/03 - 07/10 (44)
- 06/26 - 07/03 (53)
- 06/19 - 06/26 (59)
- 06/12 - 06/19 (47)
- 06/05 - 06/12 (65)
- 05/29 - 06/05 (63)
- 05/22 - 05/29 (77)
- 05/15 - 05/22 (115)
- 05/08 - 05/15 (65)
- 05/01 - 05/08 (104)
- 04/24 - 05/01 (45)
- 04/17 - 04/24 (70)
- 04/10 - 04/17 (134)
- 04/03 - 04/10 (72)
- 03/27 - 04/03 (18)
- 03/20 - 03/27 (47)
- 03/13 - 03/20 (68)
- 03/06 - 03/13 (40)
- 02/27 - 03/06 (56)
- 02/20 - 02/27 (77)
- 02/13 - 02/20 (76)
- 02/06 - 02/13 (198)
- 01/30 - 02/06 (194)
- 01/23 - 01/30 (132)
- 01/16 - 01/23 (196)
- 01/09 - 01/16 (202)
- 01/02 - 01/09 (121)
-
2010
(2535)
- 12/26 - 01/02 (156)
- 12/19 - 12/26 (65)
- 12/12 - 12/19 (73)
- 12/05 - 12/12 (84)
- 11/28 - 12/05 (80)
- 11/21 - 11/28 (68)
- 11/14 - 11/21 (63)
- 11/07 - 11/14 (50)
- 10/31 - 11/07 (50)
- 10/24 - 10/31 (36)
- 10/17 - 10/24 (58)
- 10/10 - 10/17 (35)
- 10/03 - 10/10 (31)
- 09/26 - 10/03 (21)
- 09/19 - 09/26 (26)
- 09/12 - 09/19 (55)
- 09/05 - 09/12 (65)
- 08/29 - 09/05 (33)
- 08/22 - 08/29 (70)
- 08/15 - 08/22 (45)
- 08/08 - 08/15 (35)
- 08/01 - 08/08 (37)
- 07/25 - 08/01 (27)
- 07/18 - 07/25 (19)
- 07/11 - 07/18 (30)
- 07/04 - 07/11 (56)
- 06/27 - 07/04 (28)
- 06/20 - 06/27 (22)
- 06/13 - 06/20 (30)
- 06/06 - 06/13 (21)
- 05/30 - 06/06 (5)
- 05/16 - 05/23 (6)
- 05/09 - 05/16 (29)
- 05/02 - 05/09 (59)
- 04/25 - 05/02 (28)
- 04/18 - 04/25 (38)
- 04/11 - 04/18 (70)
- 04/04 - 04/11 (59)
- 03/28 - 04/04 (65)
- 03/21 - 03/28 (89)
- 03/14 - 03/21 (218)
- 03/07 - 03/14 (95)
- 02/28 - 03/07 (135)
- 02/21 - 02/28 (102)
- 01/03 - 01/10 (68)
-
2009
(1652)
- 12/27 - 01/03 (36)
- 12/20 - 12/27 (22)
- 12/13 - 12/20 (100)
- 12/06 - 12/13 (45)
- 11/29 - 12/06 (24)
- 11/22 - 11/29 (22)
- 11/15 - 11/22 (19)
- 11/08 - 11/15 (28)
- 11/01 - 11/08 (11)
- 10/25 - 11/01 (17)
- 10/18 - 10/25 (38)
- 10/11 - 10/18 (33)
- 10/04 - 10/11 (15)
- 09/27 - 10/04 (21)
- 09/20 - 09/27 (7)
- 09/13 - 09/20 (84)
- 09/06 - 09/13 (35)
- 08/30 - 09/06 (48)
- 08/23 - 08/30 (118)
- 08/16 - 08/23 (26)
- 08/09 - 08/16 (34)
- 08/02 - 08/09 (35)
- 07/26 - 08/02 (31)
- 07/19 - 07/26 (14)
- 07/12 - 07/19 (16)
- 07/05 - 07/12 (28)
- 06/28 - 07/05 (26)
- 06/21 - 06/28 (76)
- 06/14 - 06/21 (26)
- 06/07 - 06/14 (21)
- 05/31 - 06/07 (43)
- 05/24 - 05/31 (38)
- 05/17 - 05/24 (26)
- 05/10 - 05/17 (52)
- 05/03 - 05/10 (15)
- 04/26 - 05/03 (38)
- 04/19 - 04/26 (32)
- 04/12 - 04/19 (22)
- 04/05 - 04/12 (20)
- 03/29 - 04/05 (40)
- 03/22 - 03/29 (43)
- 03/15 - 03/22 (18)
- 03/08 - 03/15 (14)
- 03/01 - 03/08 (22)
- 02/22 - 03/01 (12)
- 02/15 - 02/22 (9)
- 02/08 - 02/15 (11)
- 02/01 - 02/08 (19)
- 01/25 - 02/01 (37)
- 01/18 - 01/25 (21)
- 01/11 - 01/18 (33)
- 01/04 - 01/11 (31)
-
2008
(700)
- 12/28 - 01/04 (13)
- 12/21 - 12/28 (9)
- 12/14 - 12/21 (57)
- 12/07 - 12/14 (5)
- 11/30 - 12/07 (18)
- 11/23 - 11/30 (33)
- 11/16 - 11/23 (31)
- 11/09 - 11/16 (23)
- 11/02 - 11/09 (18)
- 10/26 - 11/02 (11)
- 10/19 - 10/26 (15)
- 10/12 - 10/19 (13)
- 10/05 - 10/12 (25)
- 09/28 - 10/05 (2)
- 09/21 - 09/28 (14)
- 09/14 - 09/21 (19)
- 09/07 - 09/14 (43)
- 08/31 - 09/07 (3)
- 08/24 - 08/31 (33)
- 08/17 - 08/24 (65)
- 08/10 - 08/17 (4)
- 08/03 - 08/10 (26)
- 07/27 - 08/03 (6)
- 07/20 - 07/27 (19)
- 07/13 - 07/20 (18)
- 07/06 - 07/13 (60)
- 06/29 - 07/06 (53)
- 06/22 - 06/29 (49)
- 06/15 - 06/22 (11)
- 06/08 - 06/15 (4)
Popular Posts
-
Olahraga teratur sangat penting untuk kesehatan tubuh, mencegah dan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit mulai dari osteoporosis hin...
-
Konsep Teori Transkultural dalam Keperawatan APLIKASI TEORI TRANSCULTURAL NURSING DALAM PROSES KEPERAWATAN Rahayu Iskandar, Ners, M.Kep PEND...
-
KTI KEBIDANAN HUBUNGAN USIA TERHADAP PERDARAHAN POSTPARTUM DI RSUD BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan wanita merupakan hal yang s...
-
Malu banget kan kalo nafas kita bau alias bau mulut apa lagi kalo kita ngomong dengan orang lain lalu tiba-tiba orang tersebut menjauh wah...
-
Konsep Dasar Diagnosa Keperawatan Aktual BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sebagai suatu aspek yang terpenting dalam proses kepera...
-
Ketika, pasangan atau seseorang yang dekat dengan Anda mengalami depresi, ada langkah yang dapat Anda lakukan untuk menolongnya: # Memberi ...
-
Menurut Joyce Engel (1999), yang dikatakan anak usia pra sekolah adalah anak-anak yang berusia berkisar 3-6 tahun. Ada beberapa aspek yang...
-
Prelevansi penyakit kulit di Indonesia cukup tinggi baik oleh bakteri, virus atau jamur. Selain itu bergantung pada lingkungan dan kondisi...
-
Bayi saya saat ini berusia 6 bulan lebih. Dia sudah saya beri makanan padat seperti sereal dan bubur instan encer sejak berusia 4 bulan. M...
-
Tiap orang memiliki sistem imun atau kekebalan tubuh yang berbeda-beda. Semuanya tergantung dari genetik, pola hidup maupun lingkung...
© ASUHAN KEPERAWATAN 2013 . Powered by Bootstrap , Blogger templates and RWD Testing Tool Published..Gooyaabi Templates
