• home

ASUHAN KEPERAWATAN

  • HOME
  • DOWNLOAD ASUHAN KEPERAWATAN
  • Cara Mendapatkan Password

Kamis, 08 Januari 2009

Benefit Breakfast for Health Conditions

di 13.20

Perhaps not many people realize, that the breakfast is actually one of the secret to maintaining health. No matter how busy you are, it is important to fill the fuel for your body's energy so that you met during the day. Breakfast gives you the energy capital for berktivitas throughout the day. In fact, other than to provide energy in the body, breakfast also has another benefit that is not less important. Here are some benefits of breakfast. After giving strength metabolism Sepanjang Night - Breakfast is considered as an important time to eat the night because that is not filled and the food needs of sugar you add. Sugar is a source of energy that is absorbed from the carbohydrates you eat. In the morning, after you do not consume food for 12 hours, the substance of sugar in your body down ketingkat the least. When this happens, you replace the body with oxygen to remove the sugar that has been ditimbun in the liver and muscle layer, which is called glycogen. Useful For Weight Loss - During the 12 hours sleep fast your body all night, and in the morning you are in the first phase feel hungry. Skip breakfast to make your body stay 'in hunger,' foods that are good will increase metabolism. If you are in an effort to reduce body weight, the last thing you want to do you lower the level of metabolism. Healthy breakfast food will improve the ability of burning fat in your body. Further, breakfast can increase your level of energy metabolism throughout the day. Adding essential Nutrition and Overall Energy Level - Breakfast provides significan Feed proportion to total nutrition throughout the day, and offers the opportunity to consume food of nutrients such as iron, vitamins and fiber. Essential vitamins, minerals and other nutrients can only be obtained from food. Giving your brain to Increase Fuel concentration - Breakfast improve your ability to think and keeping you in the best mental appearance. Breakfast provides the fuel for the brain to improve your skills in problem-solving and memory. Avoiding Food Not Restricted - Breakfast with the good will keep you from feeling hungry excess, where this can prevent you from over-eating in the day. Food consumed at breakfast capable of holding high-fat and calories of food throughout the day. When you leave your breakfast, you will tend to shift with the hunger ngemil sepajang morning to the lunch. And this will encourage you to find another fugitive on the coffee, or drinks that are able to increase energy. Whatever you choose the menu for breakfast, let your body and brain energy they need to be taken throughout the day. Berlakulah good on your own, and biasakan breakfast. This habit will make you feel better all day. (articlebiz/erl)
Read More

Rabu, 07 Januari 2009

Tanda-tanda Umum dan Dapatkah Kondom Mencegah Penyakit Infeksi Menular Seksual, Siapa Saja Yang Beresiko serta Tips Pencegahan

di 19.09 Label: Kesehatan Kelamin , Kesehatan Seksual
Penyakit menular seksual adalah penyakit-penyakit infeksi yang dapat anda (seseorang) peroleh melalui hubungan seksual dengan orang-orang yang menderita penyakit infeksi seksual. Penyakit infeksi tersebut biasanya ditularkan melalui hubungan seksual melalui vagina atau lebih dikenal dengan vaginal intercourse, penyakit infeksi menular seksual/penyakit infeksi kelamin juga dapat ditularkan lewat hubungan seksual melaui anus atau anal sex, melalui hubungan seksual lewat mulut atau oral sex atau kontak dari kulit ke kulit dari penderita yang terinfeksi kepada orang lain yang sehat. Penyakit infeksi menular seksual disebabkan oleh virus atau bakeri. Penyakit infeksi menular seksual yang disebabkan oleh virus antara lain: hepatitis B, herpes, HIV dan Human Papilloma Virus (HPV). Penyakit infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri antara lain: clamidia/chlamydia, gonorrhea/gonoroe dan syphilis atau sipilis.

Apakah anda termasuk orang yang beresiko terkena penyakit infeksi menular seksual?

Jika anda pernah melakukan hubungan sex, anda mungkin orang yang mempunyai resiko terkena penyakit ini. Resiko anda akan lebih tinggi jika anda mempunyai pasangan seksual dalam jumlah yang banyak (sering berganti pasangan), melakukan hubungan seksual dengan seorang yang sering berganti pasangan atau melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan kondom. Beberapa gejala-gejala umum dari penyakit infeksi menular seksual terlihat dalam daftar dibawah ini.

Berikut ini adalah daftar tanda dan gejala dari penyakit infeksi menular seksual:
  1. Rasa gatal di sekitar vagina dan atau keluarnya kotoran dari vagina pada wanita.
  2. Keluarnya cairan atu kotoran dari penis pada laki-laki.
  3. Nyeri selama hubungan seksual atu pada saat buang air kecil.
  4. Kerongkongan terasa sakit atau ada luka kerongkongan pada orang-orang dengan oral sex.
  5. Nyeri pada daerah sekitar anus pada orang-orang dengan anal sex.
  6. Luka memerah tanpa rasa sakit pada daerah kelamin, anus, kerongkongan dan atau lidah.
  7. Bintik merah pada kulit dan bersisik pada telapak tangan dan telapak kaki.
  8. Urine atau air kencing berwarna gelap, feses berwarna terang, mata dan kulit berwarna kuning.
  9. Timbul lepuh kecil pada daerah kelamin yang berubah menjadi koreng (kerak kering pd luka).
  10. Pembengkakan pada kelenjar limfe, demam dan nyeri atau rasa sakit pada seluruh tubuh.
  11. Gejala infeksi yang aneh, lelah yang tidak dapat dijelaskan mengapa, keringat malam, berat badan menurun.
  12. Kutil yang tidak jelas dan berwarna cerah/segar pada daerah kelamin.
Perlukah Diperiksakan Ke dokter?

Periksakanlah ke dokter jika anda mempunyai resiko tertular penyakit menular seksual, jika anda mempunyai gejala-gejala seperti yang disebutkan dalam daftar gejala di atas, atau jika anda merasa diri anda tertular penyakit ini. Penyakit infeksi menular seksual dapat menyebabkan masalah-masalah lain terutama masalah kesehatan jika dibiarkan tidak diobati.

Sebagai contoh, klamidia dapat menimbulkan masalah-masalah yang dapat menyebabkan wanita menjadi mandul/steril. HPV dapat menjadi pemicu timbulnya kanker servik atau kanker penis dan sipilis dapat mengarah terjadinya kelumpuhan atau paralisis/paralysis, gangguan mental, kerusakan jantung, kebutaan dan bahkan kematian.

Bagaimana mendiagnosa Penyakit ini?

Kebanyakan penyakit infeksi menular seksual dapat didiagnosa melalui suatu pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter, kultur atau pemeriksaan sekresi dari vagina atau penis atau melalui pemeriksaan darah.

Dapatkah penyakit infeksi menular seksual dicegah?

Penyakit infeksi menular seksual dapat dilakukan pencegahan. Satu-satunya cara yang pasti untuk mencegah penyakit ini adalah dengan tidak melakukan hubungan seksual. Jika anda melakukan hubungan seksual, anda dapat mengurangi resiko penularan dengan: hanya melakukan hubungan sek dengan seseorang yang tidak melakukan hubungan seksual dengan orang lain dan orang tersebut juga tidak terinfeksi penyakit infeksi menular seksual.

Anda sebaiknya selalu menggunakan kondom saat berhubungan sex, termasuk hubungan seksual secara oral ataupun anal.

Dapatkah kondom mencegahnya?

Kondom latex untuk laki-laki dapat mengurangi resiko seseorang dari penularan penyakit infeksi menular seksual jika digunakan atau penggunaannya secara benar. Gunakan kondom setiap kali anda berhubungan seksual. Kondom untuk wanita tidaklah seefektif seperti kondom untuk laki-laki, tapi sebaiknya digunakan pada saat pasangan pria tidak menggunakan kondom. Ingatlah,kondom tidak 100% aman dan tidak dapat melindungi anda dari kontak langsung dengan luka pada orang yang terinfeksi.

Hal-hal lain yang sebaiknya anda lakukan dalam mencegah tertularnya penyakit infeksi menular seksual.

Batasi jumlah partner atau pasangan kencan anda. Tanyakan kepada partner anda jika dia terinfeksi atau tidak dan ceritakan kepada partner anda apabila anda sendiri yang terinfeksi. Ceritakan juga tentang apakah anda sudah dilakukan pemeriksaan sehubungan dengan penyakit menular seksual dan juga apakah sebaiknya perlu dilakukan pemeriksaan.

Lihatlah tanda-tanda dari adanya penyakit infeksi menular seksual pada pasangan sex anda. Tapi yang perlu anda ingat bahwa penyakit infeksi menular seksual tidak selalu menyebabkan atau menunjukkan gejala-gejala. Jangan melakukan hubungan seksual jika pasangan anda sedang dalam pengobatan karena suatu penyakit infeksi menular seksual.

Bersihkan alat kelamin/genital anda dengan sabun atau air dan segera buang air kecil setelah melakukan hubungan seksual. Hal ini bisa membantu membersihkan keluar bakteri-bakteri/mikroorganisme sebelum bakteri-bakteri tersebut berkesempatan berkembang dan menginfeksi anda.

Apakah perlu menggunakan spermicide untuk membantu mencegah tertularnya penyakit infeksi menular seksual?

Jawaban dari pertanyaan diatas adalah tidak. Pernah ada satu pemikiran bahwa spermasida/spermicide dengan nonoxynol-9 dapat membantu mencegah penularan penyakit menular seksual seperti halnya membantu dalam mencegah kehamilan dengan merusak organisme yang menyebabkan penyakit. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa nonoxynol-9 dapat berakibat iritasi pada vagina dan servix pada wanita, dan juga meningkatkan resiko infeksi penyakit menular.

Pastikan untuk mengecek kandungan obat atau produk yang berhubungan dengan seks, seperti minyak pelumas atau lubricants dan kondom. Beberapa merek dagang obat atau produk tersebut mungkin ada yang ditambahkan zat nonoxynol yang dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan anda. Jika anda tidak yakin apabila spermasida atau produk dan obat lainnya mengandung nonoxynol-9, tanyakan hal ini kepada dokter sebelum menggunakannya.
Read More

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL

di 15.50
Kumpulan Asuhan Keperawatan
Kumpulan Askep
Asuhan Keperawatan
Askep


GAGAL GINJAL


  • Pengertian

    Gagal ginjal kronis atau penyakit renal tahap akhir (ESRD) merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversibel dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit. Gagal ginjal kronis terjadi dengan lambat selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, dengan penurunan bertahap dengan fungsi ginjal dan peningkatan bertahap dalam gejala-gejala, menyebabkan penyakit ginjal tahap akhir (PGTA). Gagal ginjal kronis biasanya akibat akhir dari kehilangan fungsi ginjal lanjut secara bertahap. Gangguan fungsi ginjal adalah penurunan laju filtrasi glomerulus yang dapat digolongkan ringan, sedang dan berat. Azotemia adalah peningkatan nitrogen urea darah (BUN) dan ditegakkan bila konsentrasi ureum plasma meningkat.


  • Etiologi

    Gagal ginjal kronik merupakan suatu keadaan klinis kerusakan ginjal yang progresif dan irreversible dari berbagai penyebab. Sebab-sebab gagal ginjal kronik yang sering ditemukan dapat dibagi menjadi delapan kelas.
    Klasifikasi sebab-sebab gagal ginjal kronik :

    • Infeksi : Pielonefritis kronik
    • Penyakit peradangan : Glomerulonefritis
    • Penyakit vascular hipertensi : Nefrosklerosis benigna, nefrosklerosis maligna, stenosis arteria renalis.
    • Gangguan jaringan penyambung : Lupus eritematosus sistemik, Poliarteritis nodosa, sklerosis sistemik progresif.
    • Gangguan kongerital dan hereditas : Penyakit ginjal polikistik, asidosis tubulus ginjal.
    • Penyakit metabolic : Diabetes militus, gout, hiperpara tiroidisme, amiloidosis.
    • Nefropati toksik : Penyalahgunaan analgesik, nefropati timbale
    • Nefropati obstruktif : Saluran kemih bagian atas kalkuli , neoplasma, fibrosisretroperitoneal. Saluran kemih bagian bawah: hipertropi prostate, struktur urea, anomaly kongetal pada leher kandung kemih dan uretra.

  • Tanda dan gejala

    Penurunan fungsi ginjal akan mengakibatkan berbagai manifestasi klinik mengenai dihampir semua sistem tubuh manusia, seperti:

    • Gangguan pada Gastrointestinal
      Dapat berupa anoreksia, nausea, muntah yang dihubungkan dengan terbentuknya zat toksik (amoniak, metal guanidin) akibat metabolisme protein yang terganggu oleh bakteri usus sering pula faktor uremikum akibat bau amoniak dari mulut. Disamping itu sering timbul stomatitis, cegukan juga sering yang belum jelas penyebabnya. Gastritis erosif hampir dijumpai pada 90 % kasus Gagal Ginjal Kronik, bahkan kemungkinan terjadi ulkus peptikum dan kolitis uremik.
    • Kulit
      Kulit berwarna pucat, mudah lecet, rapuh, kering, timbul bintik-bintik hitam dan gatal akibat uremik atau pengendapan kalsium pada kulit.
    • Hematologi
      Anemia merupakan gejala yang hampr selalu ada pada Gagal Ginjal Kronik. Apabila terdapat penurunan fungsi ginjal tanpa disertai anemia perlu dipikirkan apakah suatu Gagal Ginjal Akut atau Gagal Ginjal Kronik dengan penyebab polikistik ginjal yang disertai polistemi. Hemolisis merupakan sering timbul anemi, selain anemi pada Gagal Ginjal Kronik sering disertai pendarahan akibat gangguan fungsi trombosit atau dapat pula disertai trombositopeni. Fungsi leukosit maupun limposit dapat pula terganggu sehingga pertahanan seluler terganggu, sehingga pada penderita Gagal Ginjal Kronik mudah terinfeksi, oleh karena imunitas yang menurun.
    • Sistem Saraf Otot
      Penderita sering mengeluh tungkai bawah selalu bergerak-gerak (restlesslessleg syndrome), kadang tersa terbakar pada kaki, gangguan syaraf dapat pula berupa kelemahan, gangguan tidur, gangguan konsentrasi, tremor, kejang sampai penurunan kesadaran atau koma.
    • Sistem Kardiovaskuler
      Pada gagal ginjal kronik hampir selalu disertai hipertensi, mekanisme terjadinya hipertensi pada Gagal Ginjal Kronik oleh karena penimbunan garam dan air, atau sistem renin angiostensin aldosteron (RAA). Sesak nafas merupakan gejala yang sering dijumpai akibat kelebihan cairan tubuh, dapat pula terjadi perikarditis yang disertai efusi perikardial. Gangguan irama jantung sering dijmpai akibat gangguan elektrolit.
    • Sistem Endokrin
      Gangguan seksual seperti penurunan libido, ion fertilitas sering dijumpai pada Gagal Ginjal Kronik, pada wanita dapat pula terjadi gangguan menstruasi sampai aminore. Toleransi glukosa sering tergangu paa Gagal Ginjal Kronik, juga gangguan metabolik vitamin D.
    • Gangguan lain
      Akibat hipertiroid sering terjadi osteoporosis, osteitis, fibrasi, gangguan elektrolit dan asam basa hampir selalu dijumpai, seperti asidosis metabolik, hiperkalemia, hiperforfatemi, hipokalsemia.


  • Pemerikasaan Penunjang
    Urine
    Volume : Biasanya kurang dari 400 ml/24 jam (oliguria) atau urine tak keluar (anuria)
    Warna : Secara abnormal urine keruh mungkin disebabkan oleh pus bakteri, lemak, partikel koloid, forfat atau urat. Sedimen kotor, kecoklatan menunjukan adanya darah, HB, mioglobin.
    Berat jenis : Kurang dari 1,015 (menetap pada 1,010 menunjukan kerusakan ginjal berat).
    Osmolalitas : Kurang dari 350 mosm/kg menunjukan kerusakan tubular, dan rasio urine/serum sering 1:1
    Klirens keratin : Mungkin agak menurun
    Natrium : Lebih besar dari 40 m Eq/L karena ginjal tidak mampu mereabsorbsi natrium.
    Protein : Derajat tinggi proteinuria (3-4+) secara kuat menunjukan kerusakan glomerulus bila SDM dan fragmen juga ada.
    Darah
    BUN / Kreatin : Meningkat, biasanya meningkat dalam proporsi kadar kreatinin 16 mg/dL diduga tahap akhir (mungkin rendah yaitu 5)
    Hitung darah lengkap : Ht : Menurun pada adanya anemia Hb:biasanya kurang ari 78 g/dL
    SDM : Waktu hidup menurun pada defisiensi aritropoetin seperti pada azotemia.
    GDA : pH : Penurunan asidosis metabolik (kurang dari 7,2) terjadi karena kehilangan kemampuan ginjal untuk mengeksresi hydrogen dan amonia atau hasil akhir katabolisme protein. Bikarbonat menurun, PCO2 menurun .
    Natrium Serum : Mungkin rendah (bila ginjal “kehabisan Natrium” atas normal (menunjukan status dilusi hipernatremia).
    Kalium : Peningkatan sehubungan dengan retensi sesuai dengan perpindahan seluler (asidosis) atau pengeluaran jaringan. Pada tahap akhir, perubahan EKG mungkin tidak terjadi sampai kalium 6,5 MPq atau lebih besar.
    Magnesium/Fosfat : Meningkat
    Kalsium : Menurun
    Protein (khususnya Albumin) : Kadar serum menurun dapat menunjukkan kehilangan protein melalui urine, perpindahan cairan, penurunan pemasukan, atau penurunan sintesis karena kurang asam amino esensial.
    Osmolalitas Serum : Lebih besar dari 285 mOsm/kg, sering sama dengan urine.
    KUB fota : Menunujukkan ukuran ginjal / ureter / kandung kemih dan adanya obstruksi (batu)
    Piolegram Retrograd : Menunujukkan abnormallitas pelvis ginjal dan ureter.
    Arteriogram Ginjal : Mengkaji sirkulasi ginjal dan mengidentifikasi ekstravaskular massa.
    Sistouretrogram Berkemih : Menunjukan ukuran kandung kemih, refluks ke dalam ureter, terensi.
    Ultrasono Ginjal : Menentukan ukuran ginjal dan adanya massa, kista, obstruksi pada saluran perkemihan bagian atas.
    Biopsi Ginjal : Mungkin dilakukan secara endoskopik untuk menentukan sel jaringan untuk diagnosis histoligis.
    Endoskopi Ginjal, Nefroskopi : Dilakukan untuk menentukan pelvis ginjal, keluar batu, hematuria dan pengangkatan tumor selektif.
    EKG : Mungkin abnormal menunjukan ketidakseimbangan elektrolit dan asam/basa.
    Foto Kaki, Tengkorak, Kolmna Spiral dan Tangan : Dapat menunjukan demineralisasi.
    (Rencana Askep, Marilyn E Doenges dkk)


  • Pencegahan

    Pemeliharaan kesehatan umum dapat menurunkan jumlah individu yang menjadi insufisiensi. Sampai menjadi kegagalan ginjal. Perawatan ditujukan kepada pengobatan masalah medis dengan sempurna dan mengawasi status kesehatan orang pada waktu mengalami stress (infeksi, kehamilan).


  • Pengobatan / Penatalaksanaan

    Tujuan penatalaksaan adalah untuk mempertahankan fungsi ginjal dan homeostasis selama mungkin. Adapun penatalaksaannya sebagai berikut :

    • Diet tinggi kalori dan rendah protein
      Diet rendah protein (20-40 g/hari) dan tinggi kalori menghilangkan gejala anoreksia dan nausea dari uremia, menyebabkan penurunan ureum dan perbaikan gejala. Hindari masukan berlebihan dari kalium dan garam.
    • Optimalisasi dan pertahankan keseimbangan cairan dan garam.
      Biasanya diusahakan hingga tekanan vena juga harus sedikit meningkat dan terdapat edema betis ringan. Pada beberapa pasien, furosemid dosis besar (250-1000 mg/hari) atau diuretic 100p (bumetanid, asam etakrinat) diperlukan untuk mencegah kelebihan cairan, sementara pasien lain mungkin memerlukan suplemen natrium klorida atau natrium bikarbonat oral. Pengawasan dilakukan melalui berat badan, urine, dan pencatatan keseimbangan cairan (masukan melebihi keluaran sekitar 500 ml).
    • Kontrol hipertensi
      Bila tidak terkontrol dapat terakselerasi dengan hasil akhir gagal kiri pada pasien hipertensi dengan penyakit ginjal, keseimbangan garam dan cairan diatur tersendiri tanpa tergantung tekanan darah, sering diperlukan diuretik loop, selain obat anti hipertensi.
    • Kontrol ketidaksemibangan elektrolit
      Yang sering ditemukan adalah hiperkalemia dan asidosis berat. Untuk mencegah hiperkalemia, dihindari masukan kalium yang besar (batasi hingga 60 mmol/hari), diuretik hemat kalium, obat-obatan yang berhubungan dengan eksresi kalium (misalnya penghambat ACE dan obat anti inflamasi non steroid), asidosis berat, atau kekurangan garam yang menyebabkan pelepasan kalium dari sel dan ikut dalam kaliuresis. Deteksi melalui kadar kalium plasma dan EKG.
      Gejala-gejala asidosis baru jelas bila bikarbonat plasma kurang dari 15 mmol/liter biasanya terjadi pada pasien yang sangat kekurangan garam dan dapat diperbaiki secara spontan dengan dehidrasi. Namun perbaikan yang cepat dapat berbahaya.
    • Mencegah dan tatalaksana penyakit tulang ginjal
      Hiperfosfatemia dikontrol dengan obat yang mengikat fosfat seperti alumunium hidroksida (300-1800 mg) atau kalsium karbonat (500-3000mg) pada setiap makan. Namun hati-hati dengan toksisitas obat tertentu. Diberikan supplemen vitamin D dan dilakukan paratiroidektomi atas indikasi.
    • Deteksi dini dan terapi infeksi
      Pasien uremia harus diterapi sebagai pasien imuosupresif dan diterapi lebih ketat.
    • Modifikasi terapi obat dengan fungsi ginjal
      Banyak obat-obatan yang harus diturunkan dosisnya karena metabolitnya toksik dan dikeluarkan oleh ginjal. Misalnya digoksin, aminoglikosid, analgesic opiat, amfoterisin dan alupurinol. Juga obat-obatan yang meningkatkan katabolisme dan ureum darah, misalnya tetrasiklin, kortikosteroid dan sitostatik.
    • Deteksi dan terapi komplikasi
      Awasi denagn ketat kemungkinan ensefelopati uremia, perikarditis, neurepati perifer, hiperkalemia yang meningkat, kelebihan cairan yang meningkat, infeksi yang mengancam jiwa, kegagalan untuk bertahan, sehingga diperlukan dialysis.
    • Persiapan dialysis dan program transplantasi
      Segera dipersiapkan setelah gagal ginjal kronik dideteksi. Indikasi dilakukan dialysis biasanya adalah gagal ginjal dengan klinis yang jelas meski telah dilakukan terapi konservatif atau terjadi komplikasi.
  • Sumber : http://kumpulan-asuhan-keperawatan.blogspot.com/2008/12/asuhan-keperawatan-pada-pasien-gagal.html

    Download Askep Gagal Ginjal di sini dan di sini




    ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GAGAL GINJAL

    1. Pengkajian
    • Riwayat Kesehatan Pasien dan Pengobatan sebelumnya
      Berapa lama klien sakit, bagaimana penanganannya, mendapat terapi apa, bagaimana cara minum obatnya apakah teratur atau tidak, apa saja yang dilakukan klien untuk menanggulangi penyakitnya.
    • Aktifitas / istirahat :
      Kelelahan ekstrem, kelemahan, malaise
      Gangguan tidur (insomnia / gelisah atau somnolen)
      Kelemahan otot, kehilangan tonus, penurunan rentang gerak
    • Sirkulasi
      Adanya riwayat hipertensi lama atau berat, palpatasi, nyeri dada (angina)
      Hipertensi, DUJ, nadi kuat, edema jaringan umum dan pitting pada kaki, telapak tangan.
      Nadi lemah, hipotensi ortostatikmenunjukkan hipovolemia, yang jarang pada penyakit tahap akhir.
      Pucat, kulit coklat kehijauan, kuning.
      Kecenderungan perdarahan
    • Integritas Ego :
      Faktor stress, perasaan tak berdaya, tak ada harapan, tak ada kekuatan.
      Menolak, ansietas, takut, marah, mudah terangsang, perubahan kepribadian.
    • Eliminasi :
      Penurunan frekuensi urine, oliguria, anuria (pada gagal ginjal tahap lanjut)
      Abdomen kembung, diare, atau konstipasi
      Perubahan warna urine, contoh kuning pekat, merah, coklat, oliguria.
    • Makanan / cairan :
      Peningkatan berat badan cepat (oedema), penurunan berat badan (malnutrisi).
      Anoreksia, nyeri ulu hati, mual/muntah, rasa metalik tak sedap pada mulut (pernapasan amonia)
      Penggunaan diuretik
      Distensi abdomen/asites, pembesaran hati (tahap akhir)
      Perubahan turgor kulit/kelembaban.
      Ulserasi gusi, pendarahan gusi/lidah.
    • Neurosensori
      Sakit kepala, penglihatan kabur.
      Kram otot / kejang, syndrome “kaki gelisah”, rasa terbakar pada telapak kaki, kesemutan dan kelemahan, khususnya ekstremiras bawah.
      Gangguan status mental, contah penurunan lapang perhatian, ketidakmampuan berkonsentrasi, kehilangan memori, kacau, penurunan tingkat kesadaran, stupor.
      Kejang, fasikulasi otot, aktivitas kejang.
      Rambut tipis, kuku rapuh dan tipis.
    • Nyeri / kenyamanan
      Nyeri panggul, sakit kepala, kram otot/ nyeri kaki.
      Perilaku berhati-hati / distraksi, gelisah.
    • Pernapasan
      Napas pendek, dispnea, batuk dengan / tanpa sputum kental dan banyak.
      Takipnea, dispnea, peningkatan frekuensi / kedalaman.
      Batuk dengan sputum encer (edema paru).
    • Keamanan
      Kulit gatal
      Ada / berulangnya infeksi
      Pruritis
      Demam (sepsis, dehidrasi), normotermia dapat secara aktual terjadi peningkatan pada pasien yang mengalami suhu tubuh lebih rendah dari normal.
      Ptekie, area ekimosis pada kulit
      Fraktur tulang, keterbatasan gerak sendi
    • Seksualitas
      Penurunan libido, amenorea, infertilitas
    • Interaksi sosial
      Kesulitan menentukan kondisi, contoh tak mampu bekerja, mempertahankan fungsi peran biasanya dalam keluarga.
    • Penyuluhan / Pembelajaran
      Riwayat DM (resiko tinggi untuk gagal ginjal), penyakit polikistik, nefritis heredeter, kalkulus urenaria, maliganansi.
      Riwayat terpejan pada toksin, contoh obat, racun lingkungan.
      Penggunaan antibiotic nefrotoksik saat ini / berulang.

    2.
    Diagnosa Keperawatan
    Diagnosa keperawatan ditegakkan atas dasar data dari pasien. Kemungkinan diagnosa keperawatan dari orang dengan kegagalan ginjal kronis adalah sebagai berikut :
    • Kelebihan volume cairan berhubungan dengan penurunan haluaran urine, diet berlebih dan retensi cairan serta natrium.
    • Perubahan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia, mual dan muntah, pembatasan diet, dan perubahan membrane mukosa mulut.
    • Intoleran aktivitas berhubungan dengan keletihan, anemia, retensi, produk sampah.
    • Ansietas berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang kondisi, pemeriksaan diagnostik, dan rencana tindakan.

    3.
    Intervensi

    Diagnosa I
    Kelebihan volume cairan berhubungan dengan penurunan haluaran urine, diet berlebihan dan retensi cairan serta natrium.
    Tujuan : mempertahankan berat tubuh ideal tanpa kelebihan cairan.
    Kriteria hasil :
    • Menunjukkan pemasukan dan pengeluaran mendekati seimbang
    • Turgor kulit baik
    • Membran mukosa lembab
    • Berat badan dan tanda vital stabil
    • Elektrolit dalam batas normal

    Intervensi

    1. Kaji status cairan :
      • Timbang berat badan harian
      • Keseimbangan masukan dan haluaran
      • Turgor kulit dan adanya oedema
      • Distensi vena leher
      • Tekanan darah, denyut dan irama nadi
      Pengkajian merupakan dasar dan data dasar berkelanjutan untuk memantau perubahan dan mengevaluasi intervensi.
      Keperawatan Medikal Bedah edisi 8 vol 2, Brunner & Suddart, hal 1452).
    2. Batasi masukan cairan :
      Pembatasan cairan akan menentukan berat badan ideal, haluaran urine dan respons terhadap terapi. (Keperawatan Medikal Bedah edisi 8 vol 2, Brunner & Suddart, hal 1452).
      Sumber kelebihan cairan yang tidak diketahui dapat diidentifikasi. (Keperawatan Medikal Bedah edisi 8 vol 2, Brunner & Suddart, hal 1452).
    3. Jelaskan pada pasien dan keluarga rasional pembatasan
      Pemahaman meningkatkan kerjasama pasien dan keluarga dalam pembatasan cairan (Keperawatan Medikal Bedah edisi 8 vol 2, Brunner & Suddart, hal 1452).
    4. Pantau kreatinin dan BUN serum
      Perubahan ini menunjukkan kebutuhan dialisa segera. (Rencana Asuhan Keperawatan Medikal Bedah, vol 1, Barbara Ensram, hal 156).

    Diagnosa II

    Perubahan nutrisi : Kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia, mual dan muntah, pembatasan diet perubahan membran mukosa mulut.
    Tujuan : Mempertahankan masukan nutrisi yang adekuat
    Kriteria hasil :
    • Mempertahankan/meningkatkan berat badan seperti yang diindikasikan oleh situasi individu.
    • Bebas oedema

    Intervensi

    1. Kaji / catat pemasukan diet
      Membantu dalam mengidentifikasi defisiensi dan kebutuhan diet. Kondisi fisik umum gejala uremik dan pembatasan diet multiple mempengaruhi pemasukan makanan. (Rencana Asuhan Keperawatan, Marylinn E. Doenges, hal 620).
    2. Kaji pola diet nutrisi pasien
      • Riwayat diet
      • Makanan kesukaan
      • Hitung kalori
      Pola diet dahulu dan sekarang dapat dipertimbangkan dalam menyusun menu. (Keperawatan Medikal Bedah edisi 8 vol 2, Brunner & Suddart, hal 1452).
    3. Kaji faktor yang berperan dalam merubah masukan nutrisi
      • Anoreksia, mual dan muntah
      • Diet yang tidak menyenangkan bagi pasien
      • Depresi
      • Kurang memahami pembatasan diet
      Menyediakan informasi mengenai faktor lain yang dapat diubah atau dihilangkan untuk meningkatkan masukan diet.
    4. Berikan makan sedikit tapi sering
      Meminimalkan anoreksia dan mual sehubungan dengan status uremik/menurunnya peristaltik. (Rencana Asuhan Keperawatan, Marylinn E. Doenges, hal 620).
    5. Berikan pasien / orang terdekat daftar makanan / cairan yang diizinkan dan dorong terlibat dalam pilihan menu.
      Memberikan pasien tindakan kontrol dalam pembatasan diet. Makanan dan rumah dapat meningkatkan nafsu makan. (Rencana Asuhan Keperawatan, Marylinn E. Doenges, hal 620).
    6. Menyediakan makanan kesukaan pasien dalam batas-batas diet
      Mendorong peningkatan masukan diet
    7. Tinggikan masukan protein yang mengandung nilai biologis tinggi : telur, susu, daging.
      Protein lengkap diberikan untuk mencapai keseimbangan nitrogen yang diperlukan untuk pertumbuhan dan penyembuhan. (Keperawatan Medikal Bedah edisi 8 vol 2, Brunner & Suddart, hal 1452).
    8. Timbang berat badan harian.
      Untuk memantau status cairan dan nutrisi.

    Diagnosa III

    Intoleran aktifitas berhubungan dengan kelelahan, anemia dan retensi produk sampah
    Tujuan : Berpartisipasi dalam aktifitas yang dapat ditoleransi
    Kriteria hasil :
    • Berkurangnya keluhan lelah
    • Peningkatan keterlibatan pada aktifitas social
    • Laporan perasaan lebih berenergi
    • Frekuensi pernapasan dan frekuensi jantung kembali dalam rentang normal setelah penghentian aktifitas.

    Intervensi
    1. Kaji faktor yang menimbulkan keletihan
      • Anemia
      • Ketidakseimbangan cairan dan elektrolit
      • Retensi produk sampah
      • Depresi
      Menyediakan informasi tentang indikasi tingkat keletihan
      (Keperawatan Medikal Bedah edisi 8 vol 2, Brunner & Suddart, hal 1454).
    2. Tingkatkan kemandirian dalam aktivitas perawatan diri yang dapat ditoleransi, bantu jika keletihan terjadi.
      Meningkatkan aktivitas ringan/sedang dan memperbaiki harga diri.
    3. Anjurkan aktivitas alternatif sambil istirahat.
      Mendorong latihan dan aktivitas dalam batas-batas yang dapat ditoleransi dan istirahat yang adekuat. (Keperawatan Medikal Bedah edisi 8 vol 2, Brunner & Suddart, hal 1454).
    4. Anjurkan untuk beristirahat setelah dialisis
      Istirahat yang adekuat dianjurkan setelah dialisis, yang bagi banyak pasien sangat melelahkan. (Keperawatan Medikal Bedah edisi 8 vol 2, Brunner & Suddart, hal 1454).

    Diagnosa IV
    Ansietas berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang kondis, pemeriksaan diagnostic, rencana tindakan dan prognosis.
    Tujuan : Ansietas berkurang dengan adanya peningkatan pengetahuan tentang penykit dan pengobatan.
    Kriteria hasil :
    • Mengungkapkan pemahaman tentangkondisi, pemeriksaan diagnostic dan rencana tindakan.
    • Sedikit melaporkan perasaan gugup atau takut.

    Intervensi
    1. Bila mungkin atur untuk kunjungan dari individu yang mendapat terapi.
      Indiviodu yang berhasil dalam koping dapat pengaruh positif untuk membantu pasien yang baru didiagnosa mempertahankan harapan dan mulai menilai perubahan gaya hidup yang akan diterima. (Rencana Asuhan Keperawatan vol 1, Barbara Engram hal 159).
    2. Berikan informasi tentang :
      • Sifat gagal ginjal. Jamin pasien memahami bahwa gagal ginjal kronis adalah tak dapat pulih dan bahwa lama tindakan diperlukan untuk mempertahankan fungsi tubuh normal.
      • Pemeriksaan diagnostic termasuk :
        • Tujuan
        • Diskripsi singkat
        • Persiapan yang diperlukan sebelum tes
        • Hasil tes dan kemaknaan hasil tes.
        Pasien sering tidak memahami bahwa dialisa akan diperlukan selamanya bila ginjal tak dapat pulih. Memberi pasien informasi mendorong partisipasi dalam pengambilan keputusan dan membantu mengembangkan kepatuhan dan kemandirian maksimum. (Rencana Asuhan Keperawatan vol 1, Barbara Engram hal 159).
      • Sediakan waktu untuk pasien dan orng terdekat untuk membicarakan tentang masalah dan perasaan tentang perubahan gaya hidup yang akan diperlukan untuk memiliki terapi.
        Pengekspresian perasaan membantu mengurangi ansietas. Tindakan untuk gagal ginjal berdampak pada seluruh keluarga. (Rencana Asuhan Keperawatan vol 1, Barbara Engram hal 160).
      • Jelaskan fungsi renal dan konsekuensi gagal ginjal sesuai dengan tingkat pemahaman dan kesiapan pasien untuk belajar.
        Pasien dapat belajar tentang gagal ginjal dan penanganan setelah mereka siap untuk memahami dan menerima diagnosis dan konsekuensinya.
      • Bantu pasien untuk mengidentifikasi cara-cara untuk memahami berbagai perubahan akibat penyakit dan penanganan yang mempengaruhi hidupnya.
        Pasien dapat melihat bahwa kehidupannya tidak harus berubah akibat penyakit.

    4. Implementasi
    Asuhan Keperawatan pada klien dengan kegagalan ginjal kronis.
    • Membantu Meraih Tujuan Terapi
      1. Mengusahakan agar orang tetap menekuni pantangan air yang sudah dipesankan.
      2. Mengusahakan agar orang menekuni diet tinggi karbohidrat disertai pantangan sodium, potassium, phosphorus dan protein.
      3. Tenekuni makanan bahan yang mengikat fosfat.
      4. Memberikan pelunak tinja bila klien mendapat aluminium antacid.
      5. Memberikan suplemen vitamin dan mineral menurut yang dipesankan.
      6. Melindungi pasien dari infeksi.
      7. Mengkaji lingkungan klien dan melindungi dari cedera dengan cara yang seksama.
      8. Mencegah perdarahan saluran cerna yang lebih hebat dengan menggunakan sikat gigi yang berbulu halus dan pemberian antacid.

    • Mengusahakan Kenyamanan
      1. Mengusahakan mengurangi gatal, memberi obat anti pruritis menurut kebutuhan.
      2. Mengusahakan hangat dan message otot yang kejang dari tangan dan kaki bawah.
      3. Menyiapkan air matol buatan untuk iritasi okuler.
      4. Mengusahakan istirahat bila kecapaian.
      5. Mengusahakan agar klien dapat tidur dengan cara yang bijaksana.

    • Konsultasi dan Penyuluhan
      1. Menyiapkan orang yang bisa memberi kesempatan untuk membahas berbagai perasaan tentang kronisitas dari penyakit.
      2. Mengusahakan konsultasi bila terjadi penolakan yang mengganggu terapi.
      3. Membesarkan harapan orang dengan memberikan bantuan bagaimana caranya mengelola cara hidup baru.
      4. Memberi penyuluhan tentang sifat dari CRF, rasional terapi, aturan obat-obatan dan keperluan melanjutkan pengobatan. (Keperawatan Medikal Bedah, Barbara C. Long).

    5. Evaluasi
    Pertanyaan-pertanyaan yang umum yang harus diajukan pada evaluasi orang dengan kegagalan ginjal kronis terdiri dari yang berikut.
    • Apakah terdapat gejala-gejala bertambahnya retensi cairan?
    • Apakah orang menekuni pesan diet dan cairan yang diperlukan?
    • Apakah terdapat gejala-gejala terlalu kecapaian?
    • Apakah orang tidur nyenyak pada malam hari?
    • Apakah orang dapat menguraikan tentang sifat CRF, rasional dan terapi, peraturan obat-obatan dan gejala-gejalayang harus dilaporkan?

    Lihat Juga :
    http://www.komisiGRATIS.com
    http://KlubPulsa.com
    http://www.mlmku.com
    http://www.galesus.com
    http://5fcc.com/?ref=11130
    http://www.reviews16.com
    http://cbclickbank.com
    Read More

    Bathroom, Make Fresh and Healthy!

    di 15.49 Label: http://www.blogger.com/img/blank.gif

    According to the latest research is not only a bath to clean the body of dirt and dismiss stress, but also has a bath important role to improve immune system, help avoid skin diseases such as eczema and even cure serious medical problems. A study published in the New England Journal of Medicine showed that people with diabetes spend only half an hour berendam vessel in warm water can lower blood sugar levels about 13 percent. Separate research in Japan shows 10 minutes in warm water berendam can improve heart health both men and women, to help them test the sport better and reduce pain. What are the benefits and how long bath you should bath? Here are some instructions and healthful fun bath: Removing the poison Bath water warm around 32-35 degrees Celsius pore-pore opening that can help remove the toxin. Warm water bath can also help lower blood sugar levels, cure muscle pain and help maintain the colon work properly. The time is recommended for 10-20 minutes. Stress If you really experiencing stress, cold water bath will be the right answer. The recommended temperature of 12-18 degrees Celsius. Cold water bath is very good ease tensions, instead of warm water because cold water bath can narrow the blood and improve blood sugar levels. Eczema Certain skin diseases such as eczema, itchy rash, itching or by adding baking soda (sodium bicarbonate) in the bath can make a big difference. Sodium bicarbonate acts as an antiseptic. Fill with water kuku hot water, add about one pound baking soda and poke up the average. Berendam recommended for 10-20 minutes. Infection Sariawan such as yeast infections can be assisted by adding three or four vinegar from the cider into bathtub. This is also good for removing the poison from the body because the vinegar can return to balance the acid. Add the warm water and berendam for 15-20 minutes. Flu and Headaches Soak feet in warm water can help cure flu and headaches, and also re-invigorate the tired feet. Enter secukupnya warm water in the tanks to cover the foot and ankle add a few drops of oil such as lavender, peppermint or lemon. Once completed basuh with cold water. Do for 10-20 minutes. Insomnia Foot soak in cold water is very good for those of you who have insomnia problems or those who have problems sleeping. Enter feet to feel cold feet. This treatment is also useful for tired legs, nose bleeding, flu and constipation. Circulation Try soaking feet alternately between hot water and cold water if you have circulation problems. Start with a foot soak for one or two minutes in warm water, then 30 minutes in cold water. Try to do for 15 minutes and finished with cold water.
    Read More

    The phenomenon Masturbasi

    di 15.40

    Masturbasi is a general phenomenon and that there is often discussed everywhere. Perpetrators are not limited to gender, age and social background. In fact masturbasi symptoms at the age of pubertas and teenagers, many occur. This is caused by sexual maturity climb and do not get a reasonable distribution, then added with a stimulus-stimulus external form of books and pornographic pictures, film blue, forge friends and others. By some people, masturbasi regarded as a habit that fun. But on the other groups are deemed to be a desecration activities themselves can cause a deviation psychosomatic and various other bad effects. Masturbasi done by most men and women. On a research revealed that 95% men and 89% of women are reported to have masturbasi. Masturbasi bring a lot of myths about the harmful consequences and shame. This negative image can be tracked back to far to the words of Latin origin, mastubare, which is a combination of two Latin words manus (hand) and stuprare (abuse), so that means that the "abuse of the hand." Suspicion shame and sin that is embedded terlanjur is because the portion of "abuse" in the word that up to now still remain in modern translation - even though the apparatus has been agreed that health masturbasi does not cause damage to physical or mental. The main objective is for masturbasi satisfaction or desire to remove the road with the sexual appetite without bersenggama. Akan masturbasi but could not provide the actual satisfaction. Unlike the bersenggama made by the two opposite types. They experience joy, happiness, and preoccupation with. In the coitus, the stimulus should not be raised in imitation, because sexual relations between men and women is a natural thing. In masturbasi the only source of stimulus is self-delusion. That is to create an erotic picture in mind. Masturbasi is a stimulus that are members of the local sex. Sex can cause the normal sense of happiness and joy, even while masturbasi create emotional and psychological depression.

    Masturbasi term comes from the Latin word "manasturbo" which means feeling or friction with the hand (manu). Masturbasi general didefenisikan as a deliberate provocation on the genital organs in order to obtain sexual pleasure and satisfaction. But in fact, many ways to get self-satisfaction (self-Gratification) without practice hands (frictionless masturbation), so that the term be less masturbasi hit. Therefore, the term "autoerotism" is a term that describes more hit for this phenomenon.

    There are some terms masturbasi known in the community, among others, masturbation, or masturbation, which means that a stimulus to their own sex organ with the friction-grit hand or object to the genital organs until we remove sperm and achieve orgasme. In the teachings of Islam, known by the name masturbasi; al-istimna ', al-istima'bilkaff, marriage al-yad, al-I'timar, or' adtus sirriyah. While masturbasi done by women is called al-ilthaf.

    In the community more familiar term masturbation. This designation, according to various reviews written Prof. Dr. Dr. Wimpie Pangkahila Sp, And, Chairman of the Center for Studies and Andrology Seksologi Udayana University Faculty of Medicine, comes from the name of a man, Onan, as dikisahkan in the Old Testament have in the Book of Genesis chapter 38, Onan ordered his father, Judah, wife of the deceased spouse brother sister that have offspring. Onan objections, because the children born are considered to be the offspring of brother. But Onan shed outside the body spermanya widow that each related sexual (coitus interruptus). In a way that is now called sexual lost, the widow is not pregnant sister. However chilling consequences. God's wrath and Onan dead.

    Masturbation or masturbasi in now is not as Onan. Masturbasi means the search for sexual satisfaction with the stimulus by itself (autoerotism), and can also receive and provide a means sexual excitement in sex for sexual satisfaction to reach each other (mutual masturbation). That does not happen on masturbasi sexual relationship, but can be achieved orgasme. Freud (1957) says there are 3 phases of masturbasi, namely (1) on the baby, (2) in the development phase of the most high infantile sexual development in the age range of 4 years, and (3) on the phase pubertas. According to Freud, sexual instinct is there at the beginning of life and develop progressif until the age of 4 years. After this stop it is no longer the development of the next (latent period) was time to bloom in the age range of 11 years.

    Based on the way to do so, masturbasi can be divided into 3 types, namely:
    1. Masturbasi own (auto masturbation); genital stimulation using hands, fingers, or rub-on gesekkannya an object
    2. Masturbasi together (mutual masturbation); genital stimulation is done in a group that is usually based on a sense together, meet frequently and sometimes extend their activities to the theft (stealing) and destruction (Vandalism)
    3. Masturbasi psychological; achievement orgasme fantasy and through audio-visual stimulus.

    Meanwhile, other psychology experts, Caprio (1973), masturbasi to categorize activities in the 2 large groups, namely:
    1. Masturbasi normal, including the exemption psikologik sexual tension in the young people of normal; not be excessive; masturbasi made by someone who has not marry; masturbasi the inter-paired husband-wife pairs sebgai intercourse distraction from the conventional
    2. Masturbasi a neurotic, including masturbasi made too many and konvulsif; masturbasi pair of pair-like way more than intercourse, masturbasi with symptoms of fear, a sense / sin is a very, masturbasi pemuasan related to sexual abuse and misuse that can be threatened answerable by law.

    Many Myths
    Many people probably still have not quite understand masturbasi. In fact, many people do. That also, a lot of information circulating in the community about the masturbasi. Indeed, a lot of information about the wrong masturbasi, for example, can cause many bad consequences. Presumably one of this information are the myths about sex, which continues to circulate in the community so far.

    In the XVIII century published a book written by Tissot of France, entitled Onana. It described several kinds of diseases that arise as a result masturbasi. In fact with the development of knowledge, that opinion is wrong Tissot.

    Not true masturbasi can cause bad consequences for health, including sperm. So, there is no interference quantity and quality of sperm due to masturbasi. Indeed, the masturbasi done in haste in order to quickly achieve ejakulasi feared melatarbelakangi can occur early in the ejakulasi men. In the meantime, if you do it too often, of course, you will feel the pains masturbasi. The same as sexual, masturbation also requires energy.

    Masturbasi expression of sexuality is a natural and not harmful to the men and women, and a very good way to experience sexual pleasure. In fact, some experts argued that the masturbasi can improve sexual health because it will increase the understanding of parts of the body and the way how memuaskannya, build the confidence and attitude can understand yourself.

    Impact of mentality
    Impulse-impulse autoerotic (masturbasi) there is in all men. The difference only lies in how we finish, encouragement is encouraged. Some of us merepresikan encouraged to satisfy themselves, while others express desires to have sexual pemuasan.

    One man who encouraged people often get the personal and social difficulties are encouraged sexual abuse, which in reality is often the human face to a situation that is very urgent and blandish to obtain sexual pemuasan immediately. There is an issue of sexual abuse on the individual can cause individuals who are often concerned that the situation seems to have a tendency to fall to a level that infantil or immature, and every effort to behave sexual Matur therefore hampered.

    What happens is, the source of sexual satisfaction is an important by some people still feel guilty ditanggapi with the ignorance and fear that their activities masturbasi is a safe, also because of religious teaching for centuries the activities that are considered as a sin. Moreover, many of us have received negative messages from our parents, or been punished when caught masturbasi time to wet a child.

    The cumulative effect of these events are often substantial confusion and sense of sin, which is also often difficult dipilah. When where masturbasi be so dangerous when he is already possess people (kompulsif). Masturbasi kompulsif - as the other psychiatric behavior - is a sign of psychiatric problems and need to get a doctor's handling of the soul.

    Phase masturbasi konfulsif end if not completed correctly phenomenon is the emergence of sexual addicted, an addiction will sexual activities. Physically, masturbasi can cause damage to kelecetan or mukosa network and other organs of the genitalia, whether as a result of the tools masturbasi or just using the hand and finger.

    Kinsey research in the United States show that almost all men and three-quarters of all women do masturbasi at a time in their lives. Investigations Orebio get that 83% of boys and 38% of children do masturbasi women. Other investigations showed that the number is different at each age level of respondents, for example, the children (infantile sex play), adolescent, middle age and other categories.

    Most of the men who do masturbasi tend to do so more often than women, and they tend to represent 'always' or' usually 'experience orgasme when bermasturbasi (80: 60). This is the sexual behavior of the most common number two (after coitus), even for those who already have a pair sexual remain.

    According to the research, which they usually do masturbasi aged between thirteen to twenty years. In general, that they do masturbasi is a single, menjanda, menduda or those who are lonely or in exile. Boys do more than masturbasi daughter. The causes, among others,
    The first, child sexual appetite of women do not come and shoot eksplosit.
    Second, the child's attention specifically to women, not a problem because the dream sexual coitus and remove sperm (ihtilam) more experienced men. Erotic dreams that cause orgasme occur if the woman has the feeling that the situation in dialaminya awake.
    Read More

    Payudara cancer. Understanding and healing

    di 15.29

    The existence of a 'breast cancer' cause fear that can be outside for the women, in addition keganasannya that without forgiveness, this cancer often comes suddenly without permission. PayudaraNamun with the increasing awareness of the women to perform routine inspections of payudaranya. So, the more hours the mortality rate due to this vicious cancer can be reduced more. Especially on people under the age of 30 years. But if it turns out that this malignant cancer has been reside in the body, given the rapid growth of the stadium from 1 to not only tertolong takes less than five years. So you have to volunteer to do various tests, a series of examination and treatment of super-intensive. All this is done so that the wild growth of cancer cells can be the distribution level. This is called the 'stadium'. No need to panic, because the progress of medical technology, growing from day to day. So many possibilities for you to pass this off the disease. Nah, you want to know more details about the stadium and various term medical care that must be passed by people with breast cancer? Catatannya following:
    Sporting 1
    At this stadium, benjolan cancer no more than 2 cm and can not be detected from outside. A very systematic treatment will be given to the stadium this cancer, the aim is that cancer cells do not spread and can not continue on the next stages. At this stadium, possibly on the patient's total recovery is 70%.
    Stadium 2
    At the stadium, the possibility of recovery is 30 - 40% depending on the extent of the spread of cancer cells. Benjolan the size of the cancer usually has more than 2 can even up to 5 cm high and has been spreading to the armpit. Or the size of cancer can also reach 5 cm but has not spread to go everywhere. Usually conducted the operation to lift the cancer cells have a whole section on the distribution, and after the operation is done to ensure that radiation does not have more cancer cells are left behind.
    Stadium 3A
    According to data from the MOH, 87% breast cancer is found in the stadium. Benjolan cancer is larger than 5 cm and has spread to limfa gland.
    3B Stadium
    Cancer has spread to the entire breast, and even reach the skin, chest wall, rib and chest muscles. It also has also been spreading the kalenjar limfa completely. If you do not already have such an alternative other than lifting breast.
    Stadium 4
    Cancer cells have spread attack other body parts, usually the bones, lungs, liver or brain. Or can also attack the skin, limfa gland in the neck in the trunk. Similar to the stadium 3, the action must be done is lifting breast.
    Here are some terms of the medical doctor to stop the growth of cancer cells:
    Lumpectomy
    Awamnya term is' nomination benjolan '. This designation is usually accompanied by a little (very minimal) network is healthy. In this way, it is expected that the remaining network is still healthy and will be re-established breast naturally.
    Radical Mastectomy
    Appointment of part or the whole breast, including under the chest muscle to prevent the spread of breast cancer are more knowledgeable. Now, this method is rarely used because medical technology is more advanced.
    Chemotherapy
    Therapy is given in form of drugs that are very strong effect (anti-cancer). This therapy can be given through the mouth or injection form of the blood vessel. This treatment must be provided in a repeated cycle that began with between 3 to 6 months.
    Hormone therapy
    Method of hormones that act as a barricade rapid growth of cancer cells.
    Radiation therapy
    This treatment is usually given along with a lumpectomy or masectomy, the therapy is to destroy cancer cells that do not spread to other parts of the body.
    Vonis breast cancer is not the end of everything, the doctor is a man who can say anything. However, keep God determines everything, including human age!
    Read More

    Factors That Determine the Baby Gender

    di 13.43

    "Getting a baby male or female the same." Words that we often hear from couples who are awaiting the coming of the heart. But sometimes in their hearts, there is a desire that can not be denied that they have to hope that children born of women or men. Can a child born as we design men or women? Yes!
    Below are some factors that can determine the sex of the candidates for your heart, including:
    1. The food If women want a baby Husbands should be eating foods that contain a lot of alkaline, mineral calcium and magnesium, while the wife of a lot of eating foods that contain acids, minerals potassium and natrium.
    * If you want a male baby
    Husbands should be a lot of foods that contain lots of acid, mineral, and magnesium. Meanwhile, the wife must be a lot of foods that contain more alkaline, mineral calcium and magnesium (see above types of food).
    2. The factor of time (when connected) If women want a baby Make coitus (intercourse / coitus) 2-3 days before ovulasi (fertile period). Thus, only the X chromosome are more enduring long wait until the egg cells irrespective of ovarium. Ovulasi is a time terlepasnya egg cells from the ovary in the womb.
    * If you want a male baby
    Time-related do ovulasi with as close as possible, preferably on ovulasi, ranged from 12 hours earlier.
    How do I know the period? At the time of the temperature or body temperature increases. You can use the body's temperature gauge and record a record and the appliance can be purchased at pharmacies, pharmacy.
    3. The penetration If women want a baby The husband must avoid penetration too in touch at the time. So that the expected X chromosome sperm cells are still alive and had continued to swim toward egg cells.
    * If you want a male baby
    Husbands are encouraged to make a penetration in touch at the time, so most of the Y sperm directly into the womb.
    4. Factors Orgasme If women want a baby Wife does not try to achieve during orgasme related. Secresi the liquid out of the vulva will become alkaline (basa) if inflame, this will encourage the activity spematozoa Y.
    * If you want a male baby
    Strive wife can orgasme early from husband or at the same time.
    5. The preparation of the wife If women want a baby Before coitus, basuh vagina with 2 tablespoon white vinegar solution / vinegar that has been mixed in 1 liter of clean water. This is done so that the condition became so sour spermatozoon Y activity decreased.
    * If you want a baby male
    Wash the solution of the vagina with two spoons of baking soda is mixed in one liter of clean water, so the atmosphere becomes basa.
    6. The position If women want a baby Suggested position is that the related classic / opposite, namely, the position of his wife on the husband's sperm so tertampung around the mouth of the womb.
    * If you want a male baby
    Husband's position at the touch on the wife. This is the nature of the spermatozoon Y will quickly toward the target (egg cells).

    Read More
    Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
    Langganan: Postingan ( Atom )
     photo banner300x250-biru.gif

    Blog Archive

    • 2016 (1)
      • 09/18 - 09/25 (1)
        • PENGETAHUAN IBU TENTANG BIANG KERINGAT PADA BAYI 0...
    • 2015 (10)
      • 10/11 - 10/18 (1)
      • 09/13 - 09/20 (1)
      • 09/06 - 09/13 (1)
      • 07/05 - 07/12 (1)
      • 05/17 - 05/24 (6)
    • 2014 (1)
      • 04/13 - 04/20 (1)
    • 2012 (770)
      • 02/19 - 02/26 (5)
      • 02/12 - 02/19 (10)
      • 02/05 - 02/12 (4)
      • 01/29 - 02/05 (27)
      • 01/22 - 01/29 (88)
      • 01/15 - 01/22 (101)
      • 01/08 - 01/15 (169)
      • 01/01 - 01/08 (366)
    • 2011 (4477)
      • 12/25 - 01/01 (336)
      • 12/18 - 12/25 (62)
      • 12/11 - 12/18 (70)
      • 12/04 - 12/11 (77)
      • 11/27 - 12/04 (40)
      • 11/20 - 11/27 (67)
      • 11/13 - 11/20 (198)
      • 11/06 - 11/13 (187)
      • 10/30 - 11/06 (340)
      • 10/23 - 10/30 (32)
      • 10/16 - 10/23 (109)
      • 10/09 - 10/16 (80)
      • 08/14 - 08/21 (75)
      • 08/07 - 08/14 (81)
      • 07/31 - 08/07 (82)
      • 07/24 - 07/31 (65)
      • 07/17 - 07/24 (91)
      • 07/10 - 07/17 (47)
      • 07/03 - 07/10 (44)
      • 06/26 - 07/03 (53)
      • 06/19 - 06/26 (59)
      • 06/12 - 06/19 (47)
      • 06/05 - 06/12 (65)
      • 05/29 - 06/05 (63)
      • 05/22 - 05/29 (77)
      • 05/15 - 05/22 (115)
      • 05/08 - 05/15 (65)
      • 05/01 - 05/08 (104)
      • 04/24 - 05/01 (45)
      • 04/17 - 04/24 (70)
      • 04/10 - 04/17 (134)
      • 04/03 - 04/10 (72)
      • 03/27 - 04/03 (18)
      • 03/20 - 03/27 (47)
      • 03/13 - 03/20 (68)
      • 03/06 - 03/13 (40)
      • 02/27 - 03/06 (56)
      • 02/20 - 02/27 (77)
      • 02/13 - 02/20 (76)
      • 02/06 - 02/13 (198)
      • 01/30 - 02/06 (194)
      • 01/23 - 01/30 (132)
      • 01/16 - 01/23 (196)
      • 01/09 - 01/16 (202)
      • 01/02 - 01/09 (121)
    • 2010 (2535)
      • 12/26 - 01/02 (156)
      • 12/19 - 12/26 (65)
      • 12/12 - 12/19 (73)
      • 12/05 - 12/12 (84)
      • 11/28 - 12/05 (80)
      • 11/21 - 11/28 (68)
      • 11/14 - 11/21 (63)
      • 11/07 - 11/14 (50)
      • 10/31 - 11/07 (50)
      • 10/24 - 10/31 (36)
      • 10/17 - 10/24 (58)
      • 10/10 - 10/17 (35)
      • 10/03 - 10/10 (31)
      • 09/26 - 10/03 (21)
      • 09/19 - 09/26 (26)
      • 09/12 - 09/19 (55)
      • 09/05 - 09/12 (65)
      • 08/29 - 09/05 (33)
      • 08/22 - 08/29 (70)
      • 08/15 - 08/22 (45)
      • 08/08 - 08/15 (35)
      • 08/01 - 08/08 (37)
      • 07/25 - 08/01 (27)
      • 07/18 - 07/25 (19)
      • 07/11 - 07/18 (30)
      • 07/04 - 07/11 (56)
      • 06/27 - 07/04 (28)
      • 06/20 - 06/27 (22)
      • 06/13 - 06/20 (30)
      • 06/06 - 06/13 (21)
      • 05/30 - 06/06 (5)
      • 05/16 - 05/23 (6)
      • 05/09 - 05/16 (29)
      • 05/02 - 05/09 (59)
      • 04/25 - 05/02 (28)
      • 04/18 - 04/25 (38)
      • 04/11 - 04/18 (70)
      • 04/04 - 04/11 (59)
      • 03/28 - 04/04 (65)
      • 03/21 - 03/28 (89)
      • 03/14 - 03/21 (218)
      • 03/07 - 03/14 (95)
      • 02/28 - 03/07 (135)
      • 02/21 - 02/28 (102)
      • 01/03 - 01/10 (68)
    • 2009 (1652)
      • 12/27 - 01/03 (36)
      • 12/20 - 12/27 (22)
      • 12/13 - 12/20 (100)
      • 12/06 - 12/13 (45)
      • 11/29 - 12/06 (24)
      • 11/22 - 11/29 (22)
      • 11/15 - 11/22 (19)
      • 11/08 - 11/15 (28)
      • 11/01 - 11/08 (11)
      • 10/25 - 11/01 (17)
      • 10/18 - 10/25 (38)
      • 10/11 - 10/18 (33)
      • 10/04 - 10/11 (15)
      • 09/27 - 10/04 (21)
      • 09/20 - 09/27 (7)
      • 09/13 - 09/20 (84)
      • 09/06 - 09/13 (35)
      • 08/30 - 09/06 (48)
      • 08/23 - 08/30 (118)
      • 08/16 - 08/23 (26)
      • 08/09 - 08/16 (34)
      • 08/02 - 08/09 (35)
      • 07/26 - 08/02 (31)
      • 07/19 - 07/26 (14)
      • 07/12 - 07/19 (16)
      • 07/05 - 07/12 (28)
      • 06/28 - 07/05 (26)
      • 06/21 - 06/28 (76)
      • 06/14 - 06/21 (26)
      • 06/07 - 06/14 (21)
      • 05/31 - 06/07 (43)
      • 05/24 - 05/31 (38)
      • 05/17 - 05/24 (26)
      • 05/10 - 05/17 (52)
      • 05/03 - 05/10 (15)
      • 04/26 - 05/03 (38)
      • 04/19 - 04/26 (32)
      • 04/12 - 04/19 (22)
      • 04/05 - 04/12 (20)
      • 03/29 - 04/05 (40)
      • 03/22 - 03/29 (43)
      • 03/15 - 03/22 (18)
      • 03/08 - 03/15 (14)
      • 03/01 - 03/08 (22)
      • 02/22 - 03/01 (12)
      • 02/15 - 02/22 (9)
      • 02/08 - 02/15 (11)
      • 02/01 - 02/08 (19)
      • 01/25 - 02/01 (37)
      • 01/18 - 01/25 (21)
      • 01/11 - 01/18 (33)
      • 01/04 - 01/11 (31)
    • 2008 (700)
      • 12/28 - 01/04 (13)
      • 12/21 - 12/28 (9)
      • 12/14 - 12/21 (57)
      • 12/07 - 12/14 (5)
      • 11/30 - 12/07 (18)
      • 11/23 - 11/30 (33)
      • 11/16 - 11/23 (31)
      • 11/09 - 11/16 (23)
      • 11/02 - 11/09 (18)
      • 10/26 - 11/02 (11)
      • 10/19 - 10/26 (15)
      • 10/12 - 10/19 (13)
      • 10/05 - 10/12 (25)
      • 09/28 - 10/05 (2)
      • 09/21 - 09/28 (14)
      • 09/14 - 09/21 (19)
      • 09/07 - 09/14 (43)
      • 08/31 - 09/07 (3)
      • 08/24 - 08/31 (33)
      • 08/17 - 08/24 (65)
      • 08/10 - 08/17 (4)
      • 08/03 - 08/10 (26)
      • 07/27 - 08/03 (6)
      • 07/20 - 07/27 (19)
      • 07/13 - 07/20 (18)
      • 07/06 - 07/13 (60)
      • 06/29 - 07/06 (53)
      • 06/22 - 06/29 (49)
      • 06/15 - 06/22 (11)
      • 06/08 - 06/15 (4)

    Popular Posts

    • Olahraga dan Resiko Kanker Payu Dara: Belum Terlambat.
      Olahraga teratur sangat penting untuk kesehatan tubuh, mencegah dan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit mulai dari osteoporosis hin...
    • Transkultural dalam Keperawatan
      Konsep Teori Transkultural dalam Keperawatan APLIKASI TEORI TRANSCULTURAL NURSING DALAM PROSES KEPERAWATAN Rahayu Iskandar, Ners, M.Kep PEND...
    • Hubungan Usia Terhadap Perdarahan Post Partum Di RSUD
      KTI KEBIDANAN HUBUNGAN USIA TERHADAP PERDARAHAN POSTPARTUM DI RSUD BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan wanita merupakan hal yang s...
    • Bau Mulut
      Malu banget kan kalo nafas kita bau alias bau mulut apa lagi kalo kita ngomong dengan orang lain lalu tiba-tiba orang tersebut menjauh wah...
    • Diagnosa Keperawatan Aktual
      Konsep Dasar Diagnosa Keperawatan Aktual BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sebagai suatu aspek yang terpenting dalam proses kepera...
    • Ketika Pasangan Anda Depresi
      Ketika, pasangan atau seseorang yang dekat dengan Anda mengalami depresi, ada langkah yang dapat Anda lakukan untuk menolongnya: # Memberi ...
    • Konsep Pertumbuhan dan Perkembangan
      Menurut Joyce Engel (1999), yang dikatakan anak usia pra sekolah adalah anak-anak yang berusia berkisar 3-6 tahun. Ada beberapa aspek yang...
    • PENGETAHUAN IBU TENTANG BIANG KERINGAT PADA BAYI 0-1 TAHUN DI BPS XXXX
      Prelevansi penyakit kulit di Indonesia cukup tinggi baik oleh bakteri, virus atau jamur. Selain itu bergantung pada lingkungan dan kondisi...
    • Pola Makan Bayi 6 Bulan
      Bayi saya saat ini berusia 6 bulan lebih. Dia sudah saya beri makanan padat seperti sereal dan bubur instan encer sejak berusia 4 bulan. M...
    • Tanda-tanda Sistem Imun Tubuh Buruk
      Tiap orang memiliki sistem imun atau kekebalan tubuh yang berbeda-beda. Semuanya tergantung dari genetik, pola hidup maupun lingkung...

    Statistik

    © ASUHAN KEPERAWATAN 2013 . Powered by Bootstrap , Blogger templates and RWD Testing Tool Published..Gooyaabi Templates