Sabtu, 29 Agustus 2009
Materi Kesehatan: Mengajar Bayi Metode Glenn Doman
Mengajar Bayi Metode Glenn Doman
Membaca merupakan salah satu fungsi tertinggi otak manusia dari semua makhluk hidup di dunia ini, cuma manusia yang dapat membaca. Membaca merupakan fungsi yang paling penting dalam hidup dan dapat dikatakan bahwa semua proses belajar didasarkan pada kemampuan membaca. Anak-anak dapat membaca sebuah kata ketika usia mereka satu tahun, sebuah kalimat ketika berusia dua tahun, dan sebuah buku ketika berusia tiga tahun dan mereka menyukainya.
Tahun 1961 satu tim ahli dunia yang terdiri atas, dokter, spesialis membaca, ahli bedah otak dan psikolog mengadakan penelitian “Bagaimana otak anak-anak berkembang?”. Hal ini kemudian berkembang menjadi satu informasi yang mengejutkan mengenai bagaimana anak-anak belajar, apa yang dipelajari anak-anak, dan apa yang bisa dipelajari anak-anak.
Hasil penelitian juga mendapatkan, ternyata anak yang cedera otak-pun dapat membaca dengan baik pada usia tiga tahun atau lebih muda lagi. Jelaslah bahwa ada sesuatu yang salah pada apa yang sedang terjadi, pada anak-anak sehat, jika di usia ini belum bisa membaca.
Penelitian tentang Otak Anak
Bagi otak tidak ada bedanya apakah dia ‘melihat’ atau ‘mendengar’ sesuatu. Otak dapat mengerti keduanya dengan baik. Yang dibutuhkan adalah suara itu cukup kuat dan cukup jelas untuk didengar telinga, dan perkataan itu cukup besar dan cukup jelas untuk dilihat mata sehingga otak dapat menafsirkan. Kalau telinga menerima rangsang suara, baik sepatah kata atau pesan lisan, maka pesan pendengaran ini diuraikan menjadi serentetan impuls-impuls elektrokimia dan diteruskan ke otak yang bisa melihat untuk disusun dan diartikan menjadi kata-kata yang dapat dipahami.
Begitu pula kalau mata melihat sebuah kata atau pesan tertulis. Pesan visual ini diuraikan menjadi serentetan impuls elektrokimia dan diteruskan ke otak yang tidak dapat melihat, untuk disusun kembali dan dipahami. Baik jalur penglihatan maupun jalur pendengaran sama-sama menuju ke otak dimana kedua pesan ditafsirkan otak dengan proses yang sama.
Dua faktor yang sangat penting dalam mengajar anak:
1. Sikap dan pendekatan orang tua
Syarat terpenting adalah, bahwa diantara orang tua dan anak harus ada pendekatan yang menyenangkan, karena belajar membaca merupakan permainan yang bagus sekali.
Belajar adalah:
- Hadiah, bukan hukuman
- Permainan yang paling menggairahkan, bukan bekerja
- Bersenang-senang, bukan bersusah payah
- Suatu kehormatan, bukan kehinaan
2. Membatasi waktu untuk melakukan permainan ini sehingga betul-betul singkat. Hentikan permainan ini sebelum anak itu sendiri ingin menghentikannya.
Bahan yang sesuai:
a. bahan-bahan dibuat dari kertas putih yang agak kaku (karton poster)
b. kata-kata yang dipakai ditulis dengan spidol besar
c. tulisannya harus rapi dan jelas, model hurufnya sederhana dan konsisten
Tahap-tahap mengajar:
TAHAP PERTAMA : (perbedaan penglihatan)
Mengajarkan anak anda membaca dimulai menggunakan hanya lima belas kata saja. Jika anak anda sudah mempelajari 15 kata ini, dia sudah siap untuk melangkah ke perbendaharaan kata-kata lain.
1. Ukuran karton : tinggi 15 cm, panjang 60 cm
2. Ukuran huruf, tinggi 12,5 cm dan lebar 10 cm, serta setiap huruf berjarak kira-kira 1,25 cm
3. Huruf berwarna merah
4. Gunakan huruf kecil (bukan huruf kapital)
5. Buatlah hanya 15 kata, misal : IBU (UMMI/MAMA/BUNDA), BAPAK (ABI/PAPA/AYAH)
6. Ke-15 kata-kata pertama harus terdiri dari kata-kata yang paling dikenal dan paling dekat dengan lingkungannya yaitu nama-nama anggota keluarga, binatang peliharaan, makanan kesukaan, atau sesuatu yang dianggap penting untuk diketahui oleh sang anak.
Hari Pertama
Gunakan tempat bagian rumah yang paling sedikit terdapat benda-benda yang dapat mengalihkan perhatian, baik pendengarannya maupun penglihatannya. Misalnya, jangan ada radio yang dibunyikan.
1. Tunjukkan kartu bertuliskan IBU/AYAH atau yang lainnya
2. Jangan sampai ia dapat menjangkaunya
3. Katakan dengan jelas ‘ini bacaannya IBU/AYAH’
4. Jangan jelaskan apa-apa
5. Biarkan dia melihatnya tidak lebih dari 1 detik
6. Tunjukkan 4 kartu lainnya dengan cara yang sama
7. Jangan meminta anak mengulang apa yang anda ucapkan
8. Setelah kata ke-5, peluk, cium dengan hangat dan tunjukkan kasih sayang dengan cara yang menyolok
9. Ulangi 3 kali dengan jarak paling sedikit 1,5 jam
Hari Kedua
1. Ulangi pelajaran dasar hari pertama 3 kali
2. Tambahkan lima kata baru yang harus diperlihatkan 3 kali sepanjang hari kedua. Jadi ada 6 pelajaran
3. Jangan lupa menunjukkan rasa bangga anda
4. Jangan lakukan test, belum waktunya !
Hari Ketiga
1. Lakukan seperti hari ke-2
2. Tambahkan lima kata baru seperti hari kedua sehingga menjadi 9 pelajaran
Hari keempat, kelima, keenam ulangi seperti hari ketiga tanpa menambah kata-kata baru.
Hari Ketujuh
Beri kesempatan pada anak untuk memperlihatkan kemajuannya:
1. Pilih kata kesukaannya
2. Tunjukkan kepadanya dan ucapkan denga jelas ‘ini apa?’
3. Hitung dalam hati sampai sepuluh, Jika anak anda mengucapkan, pastikan anda gembira dan tunjukkan kegembiraan anda Jika anak anda tidak memberikan jawaban atau salah, katakan dengan gembira apa bunyi kata itu dan teruskan pelajarannya.
Ancaman
Kebosanan adalah satu-satunya ancaman. Jangan sampai anak menjadi bosan. “Mengajarnya terlalu lambat akan lebih cepat membuatnya bosan daripada mengajarnya terlalu cepat”
Pada tahap pertama ini, dua hal luar biasa telah anda lakukan:
1. Dia sudah melatih indera penglihatan, dan yang lebih penting: dia telah melatih otaknya cukup baik untuk dapat membedakan bentuk tulisan yang satu dengan yang lainnya.
2. Dia sudah menguasai salah satu bentuk abstraksi yang paling luar biasa dalam hidupnya: dia dapat membaca kata-kata. Hanya ada satu lagi abstraksi besar harus dikuasainya, yaitu huruf-huruf dalam abjad.
TAHAP KEDUA : (kata-kata diri)
Kita mulai mengajarkan anak membaca dengan menggunakan kata-kata ‘diri’ karena anak memang mula-mula mempelajari badannya sendiri.
1. Ukuran karton 12,5 tinggi dan 60 cm panjang
2. Ukuran huruf 10 cm tinggi dan 7,5 cm lebar dengan jarak 1 cm
3. Huruf dan warna seperti tahap pertama
4. Buat 20 kata-kata tentang dirinya, misalnya: tangan kaki gigi jari kuku lutut mata perut
lidah pipi kuping dagu dada leher paha siku hidung jempol rambut bibir
5. Dari 3 kelompok kata masing-masing 5 kata di tahap awal, ambil masing-masing 1 kata lama dan tambahkan dengan 1 kata baru di tahap kedua
6. Dari 20 kata baru pada tahap kedua, ambil 10 kata dan jadikan 2 kelompok kata masing-masing 5 kata
7. Jadi sekarang anda memiliki:
- 3 kelompok kata dari tahap pertama yang sudah ditambah kata-kata baru
- 2 kelompok kata baru dari tahap kedua
- total 5 kelompok kata = 25 kata
8. Lakukan seperti tahap pertama
9. Setelah 5 hari ganti 1 kata dari masing-masing kelompok dengan kata baru, sehingga anak mempelajari 5 kata baru.
10. Setelah itu setiap hari ganti 1 kata lama dari masing-masing kelompok data dengan 1 kata baru. Dengan demikian setiap hari anak belajar 5 kata baru masing-masing satu dalam setiap
kelompok kata, dan 5 kata lama diambil setiap harinya.
TIPS:
1. Usahakan jangan ada 2 kata yang dimulai dengan yang sama secara berurutan, misalnya ‘lidah’ dengan ‘lutut’
2. Anak-anak usia 6 bulan sudah bisa diajarkan. Lakukan dengan cara yang persis sama kalau anda mengajarnya berbicara
3. Ingat, membaca bukan berbicara
4. Usaha mengajar bayi membaca dapat membaca dapat mempercepat berbicara dan memperluas perbendaharaan kata.
TAHAP KETIGA : (kata-kata ‘rumah’)
Sampai tahap ini, baik orang tua maupun anak harus melakukan permainan membaca ini dengan kesenangan dan minat besar. Ingatlah bahwa anda sedang menanamkan cinta belajar dalam diri anak anda, dan kecintaan ini akan berkembang terus sepanjang hidupnya. Lakukan permainan ini dengan gembira dan penuh semangat.
1. Ukuran karton 7,5 cm tinggi dan 30 cm panjang
2. Ukuran huruf 5 cm tinggi dan 3,5 cm lebar dengan jarak lebih dekat
3. Huruf dan warna seperti tahap tahap kedua
4. Terdiri dari nama-nama benda di sekeliling anak serta lebih dari 2
suku kata, misalnya: kursi, meja, dinding, lampu, pintu, tangga,
jendela, dll
5. Gunakan cara pada tahap kedua dengan setiap hari menambah
5 kata baru dari tahap ke tiga
6. Setelah kata benda, masukkan kata milik, misalnya: piring, gelas,
topi, baju, jeruk, celana,sepatu, dll.
7. Setelah itu masukkan kata perbuatan, misalnya: duduk,
berdiri, tertawa, melompat, membaca, dll
8. Pada tahap kata perbuatan , agar lebih menarik, sambil
menunjukkan kata tersebut, anda praktekkan sambil katakana ‘Ibu
melompat’, ‘kakak melompat’, dsb
TAHAP KEEMPAT :
1. Ukuran kartu 4 cm tinggi dan 20 cm panjang
2. Ukuran huruf 5 cm
3. Huruf kecil, warna hitam
4. Tunjukkan kata demi kata seperti tahap sebelumnya lalu gabungkan misalnya
‘ini’ dan kata ‘bola’ menjadi ‘ini bola’.
5. Lakukan beberapa kata beberapa kali setiap hari.
TAHAP KELIMA : (susunan kata dalam kalimat)
1. Pilihkan buku sederhana dengan syarat :
Perbendaharaan kata tidak lebih dari 150 kata Jumlah kata dalam 1 halaman tidak lebih dari 15-20 kata
Tinggi huruf tidak kurang dari 5 mm
Sedapat mungkin teks dan gambar terpisah.
Carilah yang mendekati persyaratan tersebut
2. Salinlah kata-kata yang ada setiap halaman tersebut ke dalam satu kartu kira-kira ukuran 1 kertas A4. Huruf hitam, ukuran tinggi huruf 2,5 cm. Jumlah kartu ’susunan kata-kata’ sama dengan jumlah halaman buku. Ukuran kartu harus sama walaupun jumlah kata tidak sama. Sekarang anda sudah mempunyai kartu-kartu dengan kata-kata yang ada dalam setiap halaman buku yang akan dibaca anak. Lubangi sisi kartu-kartu untuk dijilid menjadi sebuah buku yang isinya sama namun ukurannya lebih besar.
3. Bacakan kartu demi kartu pelan-pelan, sehingga anak belajar kalimat demi kalimat.
4. Bacakan dengan ekspresi sesuai dengan kalimat bacaan.
5. Lakukan secara rutin, minimal 5 kartu sebanyak 3 kali selama 5 hari.
6. Ketika membaca kartu pada hari lainnya, kartu yang lama sebaiknya diulang. Setelah selesai kartu-kartu dibaca, simpanlah beurutan di dalam sebuah map atau dibinding deperti buku.
7. Pada saat selesai 1 buku, berilah ijazah yg ditandatangani ibu, yg menyatakan bahwa pada hari ini, tanggal ini, pada usia anak sekian, telah selesai dibaca buku ini.
TAHAP KEENAM : (susunan kata dalam kalimat)
Pada tahap ini, anak sudah siap membaca buku yg sebenarnya, karena dia sudah 2 kali melakukan hal itu. Perbedaan ukuran huruf dari 5 cm (Tahap 4), 2,5 cm (Tahap 5) dan 5 mm (Tahap 6 ini) adalah sangat berarti khususnya bagi anak yang masih sangat muda, karena itu juga berarti anda membantu mendewasakan dan memperbaiki indera penglihatannya.
Kunci Keberhasilan
1. Jangan membosankan anak
2. Jangan memaksa anak
3. Jangan tegang
4. Jangan mengajarkan abjad terlebih dahulu
5. Bergembiralah
6. Ciptakan cara baru
7. Jawablah semua pertanyaan anak
8. Berilah buku bacaan yang bermutu
Penutup
Pada dasarnya anak memiliki kemampuan yang luar biasa, khususnya pada usia yg semakin kecil. Hanya diperlukan perhatian, kemauan,ketekunan serta yang utama kasih sayang orangtua untuk membuatnya mampu mengeluarkan potensinya yg luar biasa tsb.
Keinginan orangtua pada umumnya adalah :
1. Menginginkan anak mereka bahagia di dalam hidupnya dengan
menjadikan anak mereka tangguh dan siap bersaing.
2. Untuk itu dibutuhkan anak yg cerdas baik rasional maupun
emosional serta rasa ingin tahu yang besar.
3. Anak dapat diketahui rasa ingin tahunya yang besar dari banyaknya pertanyaan yg diajukannya.
4. Untuk memuaskan rasa ingin tahunya, anak harus dibimbing supaya suka membaca.
5. Agar anak suka membaca, dibutuhkan kemampuan membaca dan sarana untuk membaca yang tidak lepas dari buku.
Jadi, dengan buku yg merupakan “JENDELA ILMU”, anak akan mampu membuka cakrawala kehidupan masa depannya dengan keceriaan. (Ikatan Dokter Indonesia)
“Selamat berkarya untuk anak-anak tercinta !”
Sumber: Buku “Men gajar Bayi Membaca” - Glenn Doman
Materi Kesehatan: Tumbuh Kembang Bayi di Tahun Pertama
Tumbuh Kembang Bayi di Tahun Pertama
Ada teori yang menghitung berapa jam sebelum in partu, misalnya 2 atau 4 atau 6 jam sebelum in partu.
Ada juga yang menyatakan dalam ukuran pembukaan serviks pada kala I, misalnya ketuban yang pecah sebelum pembukaan serviks 3 cm atau 5 cm, dan sebagainya.
Ada juga yang menyatakan dalam ukuran pembukaan serviks pada kala I, misalnya ketuban yang pecah sebelum pembukaan serviks 3 cm atau 5 cm, dan sebagainya.
Prinsipnya adalah ketuban yang pecah “sebelum waktunya”.
Masalahnya : Kapan selaput ketuban pecah (spontan) pada persalinan normal ?
Normal selaput ketuban pecah pada akhir kala I atau awal kala II persalinan. Bisa juga belum pecah sampai saat mengedan, sehingga kadang perlu dipecahkan (amniotomi).
Normal selaput ketuban pecah pada akhir kala I atau awal kala II persalinan. Bisa juga belum pecah sampai saat mengedan, sehingga kadang perlu dipecahkan (amniotomi).
KETUBAN PECAH DINI BERHUBUNGAN ERAT DENGAN
PERSALINAN PRETERM DAN INFEKSI INTRAPARTUM
PERSALINAN PRETERM DAN INFEKSI INTRAPARTUM
Patofisiologi
Banyak teori, mulai dari defek kromosom, kelainan kolagen, sampai infeksi.
Pada sebagian besar kasus ternyata berhubungan dengan infeksi (sampai 65%).
High virulence : bacteroides. Low virulence : lactobacillus.
Banyak teori, mulai dari defek kromosom, kelainan kolagen, sampai infeksi.
Pada sebagian besar kasus ternyata berhubungan dengan infeksi (sampai 65%).
High virulence : bacteroides. Low virulence : lactobacillus.
Kolagen terdapat pada lapisan kompakta amnion, fibroblas, jaringan retikuler korion dan trofoblas.
Sintesis maupun degradasi jaringan kolagen dikontrol oleh sistem aktifitas dan inhibisi interleukin-1 (IL-1) dan prostaglandin.
Jika ada infeksi dan inflamasi, terjadi peningkatan aktifitas IL-1 dan prostaglandin, menghasilkan kolagenase jaringan, sehingga terjadi depolimerisasi kolagen pada selaput korion / amnion, menyebabkan selaput ketuban tipis, lemah dan mudah pecah spontan.
Sintesis maupun degradasi jaringan kolagen dikontrol oleh sistem aktifitas dan inhibisi interleukin-1 (IL-1) dan prostaglandin.
Jika ada infeksi dan inflamasi, terjadi peningkatan aktifitas IL-1 dan prostaglandin, menghasilkan kolagenase jaringan, sehingga terjadi depolimerisasi kolagen pada selaput korion / amnion, menyebabkan selaput ketuban tipis, lemah dan mudah pecah spontan.
Faktor risiko / predisposisi ketuban pecah dini / persalinan preterm
1. kehamilan multipel : kembar dua (50%), kembar tiga (90%)
2. riwayat persalinan preterm sebelumnya : risiko 2 - 4x
3. tindakan sanggama : TIDAK berpengaruh kepada risiko, KECUALI jika higiene buruk, predisposisi terhadap infeksi
4. perdarahan pervaginam : trimester pertama (risiko 2x), trimester kedua/ketiga (20x)
5. bakteriuria : risiko 2x (prevalensi 7%)
6. pH vagina di atas 4.5 : risiko 32% (vs. 16%)
7. servix tipis / kurang dari 39 mm : risiko 25% (vs. 7%)
8. flora vagina abnormal : risiko 2-3x
9. fibronectin > 50 ng/ml : risiko 83% (vs. 19%)
10. kadar CRH (corticotropin releasing hormone) maternal tinggi misalnya pada stress psikologis, dsb, dapat menjadi stimulasi persalinan preterm
1. kehamilan multipel : kembar dua (50%), kembar tiga (90%)
2. riwayat persalinan preterm sebelumnya : risiko 2 - 4x
3. tindakan sanggama : TIDAK berpengaruh kepada risiko, KECUALI jika higiene buruk, predisposisi terhadap infeksi
4. perdarahan pervaginam : trimester pertama (risiko 2x), trimester kedua/ketiga (20x)
5. bakteriuria : risiko 2x (prevalensi 7%)
6. pH vagina di atas 4.5 : risiko 32% (vs. 16%)
7. servix tipis / kurang dari 39 mm : risiko 25% (vs. 7%)
8. flora vagina abnormal : risiko 2-3x
9. fibronectin > 50 ng/ml : risiko 83% (vs. 19%)
10. kadar CRH (corticotropin releasing hormone) maternal tinggi misalnya pada stress psikologis, dsb, dapat menjadi stimulasi persalinan preterm
Strategi pada perawatan antenatal
- deteksi faktor risiko
- deteksi infeksi secara dini
- USG : biometri dan funelisasi
Trimester pertama : deteksi faktor risiko, aktifitas seksual, pH vagina, USG, pemeriksaan Gram, darah rutin, urine.
Trimester kedua dan ketiga : hati-hati bila ada keluhan nyeri abdomen, punggung, kram di daerah pelvis seperti sedang haid, perdarahan per vaginam, lendir merah muda, discharge vagina, poliuria, diare, rasa menekan di pelvis.
- deteksi faktor risiko
- deteksi infeksi secara dini
- USG : biometri dan funelisasi
Trimester pertama : deteksi faktor risiko, aktifitas seksual, pH vagina, USG, pemeriksaan Gram, darah rutin, urine.
Trimester kedua dan ketiga : hati-hati bila ada keluhan nyeri abdomen, punggung, kram di daerah pelvis seperti sedang haid, perdarahan per vaginam, lendir merah muda, discharge vagina, poliuria, diare, rasa menekan di pelvis.
Jika ketuban pecah : jangan sering periksa dalam !! Awasi tanda-tanda komplikasi.
Komplikasi ketuban pecah dini
1. infeksi intra partum (korioamnionitis) ascendens dari vagina ke intrauterin.
2. persalinan preterm, jika terjadi pada usia kehamilan preterm.
3. prolaps tali pusat, bisa sampai gawat janin dan kematian janin akibat hipoksia (sering terjadi pada presentasi bokong atau letak lintang).
4. oligohidramnion, bahkan sering partus kering (dry labor) karena air ketuban habis.
1. infeksi intra partum (korioamnionitis) ascendens dari vagina ke intrauterin.
2. persalinan preterm, jika terjadi pada usia kehamilan preterm.
3. prolaps tali pusat, bisa sampai gawat janin dan kematian janin akibat hipoksia (sering terjadi pada presentasi bokong atau letak lintang).
4. oligohidramnion, bahkan sering partus kering (dry labor) karena air ketuban habis.
Keadaan / faktor-faktor yang dihubungkan dengan partus preterm
1. iatrogenik : hygiene kurang (terutama), tindakan traumatik
2. maternal : penyakit sistemik, patologi organ reproduksi atau pelvis, pre-eklampsia, trauma, konsumsi alkohol atau obat2 terlarang, infeksi intraamnion subklinik, korioamnionitis klinik, inkompetensia serviks, servisitis/vaginitis akut, KETUBAN PECAH pada usia kehamilan preterm.
3. fetal : malformasi janin, kehamilan multipel, hidrops fetalis, pertumbuhan janin terhambat, gawat janin, kematian janin.
4. cairan amnion : oligohidramnion dengan selaput ketuban utuh, ketuban pecah pada preterm, infeksi intraamnion, korioamnionitis klinik.
5. placenta : solutio placenta, placenta praevia (kehamilan 35 minggu atau lebih), sinus maginalis, chorioangioma, vasa praevia.
6. uterus : malformasi uterus, overdistensi akut, mioma besar, desiduositis, aktifitas uterus idiopatik.
1. iatrogenik : hygiene kurang (terutama), tindakan traumatik
2. maternal : penyakit sistemik, patologi organ reproduksi atau pelvis, pre-eklampsia, trauma, konsumsi alkohol atau obat2 terlarang, infeksi intraamnion subklinik, korioamnionitis klinik, inkompetensia serviks, servisitis/vaginitis akut, KETUBAN PECAH pada usia kehamilan preterm.
3. fetal : malformasi janin, kehamilan multipel, hidrops fetalis, pertumbuhan janin terhambat, gawat janin, kematian janin.
4. cairan amnion : oligohidramnion dengan selaput ketuban utuh, ketuban pecah pada preterm, infeksi intraamnion, korioamnionitis klinik.
5. placenta : solutio placenta, placenta praevia (kehamilan 35 minggu atau lebih), sinus maginalis, chorioangioma, vasa praevia.
6. uterus : malformasi uterus, overdistensi akut, mioma besar, desiduositis, aktifitas uterus idiopatik.
Persalinan preterm (partus prematurus) : persalinan yang terjadi pada usia kehamilan antara 20-37 minggu.Tanda : kontraksi dengan interval kurang dari 5-8’, disertai dengan perubahan serviks progresif, dilatasi serviks nyata 2 cm atau lebih, serta penipisan serviks berlanjut sampai lebih dari 80%.
Insidens rata-rata di rumahsakit2 besar di Indonesia : 13.3% (10-15%)
Insidens rata-rata di rumahsakit2 besar di Indonesia : 13.3% (10-15%)
(persalinan preterm - ada kuliahnya sendiri)
INFEKSI INTRAPARTUM
Infeksi intrapartum adalah infeksi yang terjadi dalam masa persalinan / in partu.
Infeksi intrapartum adalah infeksi yang terjadi dalam masa persalinan / in partu.
Disebut juga korioamnionitis, karena infeksi ini melibatkan selaput janin.
Pada ketuban pecah 6 jam, risiko infeksi meningkat 1 kali. Ketuban pecah 24 jam, risiko infeksi meningkat sampai 2 kali lipat.
Protokol : paling lama 2 x 24 jam setelah ketuban pecah, harus sudah partus.
Patofisiologi
1. ascending infection, pecahnya ketuban menyebabkan ada hubungan langsung antara ruang intraamnion dengan dunia luar.
2. infeksi intraamnion bisa terjadi langsung pada ruang amnion, atau dengan penjalaran infeksi melalui dinding uterus, selaput janin, kemudian ke ruang intraamnion.
3. mungkin juga jika ibu mengalami infeksi sistemik, infeksi intrauterin menjalar melalui plasenta (sirkulasi fetomaternal).
4. tindakan iatrogenik traumatik atau higiene buruk, misalnya pemeriksaan dalam yang terlalu sering, dan sebagainya, predisposisi infeksi.
1. ascending infection, pecahnya ketuban menyebabkan ada hubungan langsung antara ruang intraamnion dengan dunia luar.
2. infeksi intraamnion bisa terjadi langsung pada ruang amnion, atau dengan penjalaran infeksi melalui dinding uterus, selaput janin, kemudian ke ruang intraamnion.
3. mungkin juga jika ibu mengalami infeksi sistemik, infeksi intrauterin menjalar melalui plasenta (sirkulasi fetomaternal).
4. tindakan iatrogenik traumatik atau higiene buruk, misalnya pemeriksaan dalam yang terlalu sering, dan sebagainya, predisposisi infeksi.
Kuman yang sering ditemukan : Streptococcus, Staphylococcus (gram positif), E.coli (gram negatif), Bacteroides, Peptococcus (anaerob).
Diagnosis infeksi intrapartum
1. febris di atas 38oC (kepustakaan lain 37.8oC)
2. ibu takikardia (>100 denyut per menit)
3. fetal takikardia (>160 denyut per menit)
4. nyeri abdomen, nyeri tekan uterus
5. cairan amnion berwarna keruh atau hijau dan berbau
6. leukositosis pada pemeriksaan darah tepi (>15000-20000/mm3)
7. pemeriksaan penunjang lain : leukosit esterase (+) (hasil degradasi leukosit, normal negatif), pemeriksaan Gram, kultur darah.
1. febris di atas 38oC (kepustakaan lain 37.8oC)
2. ibu takikardia (>100 denyut per menit)
3. fetal takikardia (>160 denyut per menit)
4. nyeri abdomen, nyeri tekan uterus
5. cairan amnion berwarna keruh atau hijau dan berbau
6. leukositosis pada pemeriksaan darah tepi (>15000-20000/mm3)
7. pemeriksaan penunjang lain : leukosit esterase (+) (hasil degradasi leukosit, normal negatif), pemeriksaan Gram, kultur darah.
Komplikasi infeksi intrapartum
1. komplikasi ibu : endometritis, penurunan aktifitas miometrium (distonia, atonia), sepsis CEPAT (karena daerah uterus dan intramnion memiliki vaskularisasi sangat banyak), dapat terjadi syok septik sampai kematian ibu.
2. komplikasi janin : asfiksia janin, sepsis perinatal sampai kematian janin.
1. komplikasi ibu : endometritis, penurunan aktifitas miometrium (distonia, atonia), sepsis CEPAT (karena daerah uterus dan intramnion memiliki vaskularisasi sangat banyak), dapat terjadi syok septik sampai kematian ibu.
2. komplikasi janin : asfiksia janin, sepsis perinatal sampai kematian janin.
Prinsip penatalaksanaan
1. pada ketuban pecah, terminasi kehamilan, batas waktu 2 x 24 jam
2. jika ada tanda infeksi intrapartum, terminasi kehamilan / persalinan batas waktu 2 jam.
3. JANGAN TERLALU SERING PERIKSA DALAM
4. bila perlu, induksi persalinan
5. observasi dan optimalisasi keadaan ibu : oksigen !!
6. antibiotika spektrum luas : gentamicin iv 2 x 80 mg, ampicillin iv 4 x 1 mg, amoxicillin iv 3 x 1 mg, penicillin iv 3 x 1.2 juta IU, metronidazol drip.
7. uterotonika : methergin 3 x 1 ampul drip
8. pemberian kortikosteroid : kontroversi. Di satu pihak dapat memperburuk keadaan ibu karena menurunkan imunitas, di lain pihak dapat menstimulasi pematangan paru janin (surfaktan). Di RSCM diberikan, bersama dengan antibiotika spektrum luas. Hasil cukup baik.
1. pada ketuban pecah, terminasi kehamilan, batas waktu 2 x 24 jam
2. jika ada tanda infeksi intrapartum, terminasi kehamilan / persalinan batas waktu 2 jam.
3. JANGAN TERLALU SERING PERIKSA DALAM
4. bila perlu, induksi persalinan
5. observasi dan optimalisasi keadaan ibu : oksigen !!
6. antibiotika spektrum luas : gentamicin iv 2 x 80 mg, ampicillin iv 4 x 1 mg, amoxicillin iv 3 x 1 mg, penicillin iv 3 x 1.2 juta IU, metronidazol drip.
7. uterotonika : methergin 3 x 1 ampul drip
8. pemberian kortikosteroid : kontroversi. Di satu pihak dapat memperburuk keadaan ibu karena menurunkan imunitas, di lain pihak dapat menstimulasi pematangan paru janin (surfaktan). Di RSCM diberikan, bersama dengan antibiotika spektrum luas. Hasil cukup baik.
Materi Kesehatan: Organ Reproduksi Wanita
Organ Reproduksi Wanita
Terdiri alat / organ eksternal dan internal, sebagian besar terletak dalam rongga panggul.
Eksternal (sampai vagina) : fungsi kopulasi
Internal : fungsi ovulasi, fertilisasi ovum, transportasi blastocyst, implantasi, pertumbuhan fetus, kelahiran.
Fungsi sistem reproduksi wanita dikendalikan / dipengaruhi oleh hormon-hormon gondaotropin / steroid dari poros hormonal thalamus - hipothalamus - hipofisis - adrenal - ovarium.
Selain itu terdapat organ/sistem ekstragonad/ekstragenital yang juga dipengaruhi oleh siklus reproduksi : payudara, kulit daerah tertentu, pigmen dan sebagainya.
Eksternal (sampai vagina) : fungsi kopulasi
Internal : fungsi ovulasi, fertilisasi ovum, transportasi blastocyst, implantasi, pertumbuhan fetus, kelahiran.
Fungsi sistem reproduksi wanita dikendalikan / dipengaruhi oleh hormon-hormon gondaotropin / steroid dari poros hormonal thalamus - hipothalamus - hipofisis - adrenal - ovarium.
Selain itu terdapat organ/sistem ekstragonad/ekstragenital yang juga dipengaruhi oleh siklus reproduksi : payudara, kulit daerah tertentu, pigmen dan sebagainya.
GENITALIA EKSTERNA
Vulva
Tampak dari luar (mulai dari mons pubis sampai tepi perineum), terdiri dari mons pubis, labia mayora, labia minora, clitoris, hymen, vestibulum, orificium urethrae externum, kelenjar-kelenjar pada dinding vagina.
Tampak dari luar (mulai dari mons pubis sampai tepi perineum), terdiri dari mons pubis, labia mayora, labia minora, clitoris, hymen, vestibulum, orificium urethrae externum, kelenjar-kelenjar pada dinding vagina.
Mons pubis / mons veneris
Lapisan lemak di bagian anterior symphisis os pubis.
Pada masa pubertas daerah ini mulai ditumbuhi rambut pubis.
Lapisan lemak di bagian anterior symphisis os pubis.
Pada masa pubertas daerah ini mulai ditumbuhi rambut pubis.
Labia mayora
Lapisan lemak lanjutan mons pubis ke arah bawah dan belakang, banyak mengandung pleksus vena.
Homolog embriologik dengan skrotum pada pria.
Ligamentum rotundum uteri berakhir pada batas atas labia mayora.
Di bagian bawah perineum, labia mayora menyatu (pada commisura posterior).
Lapisan lemak lanjutan mons pubis ke arah bawah dan belakang, banyak mengandung pleksus vena.
Homolog embriologik dengan skrotum pada pria.
Ligamentum rotundum uteri berakhir pada batas atas labia mayora.
Di bagian bawah perineum, labia mayora menyatu (pada commisura posterior).
Labia minora
Lipatan jaringan tipis di balik labia mayora, tidak mempunyai folikel rambut. Banyak terdapat pembuluh darah, otot polos dan ujung serabut saraf.
Lipatan jaringan tipis di balik labia mayora, tidak mempunyai folikel rambut. Banyak terdapat pembuluh darah, otot polos dan ujung serabut saraf.
Clitoris
Terdiri dari caput/glans clitoridis yang terletak di bagian superior vulva, dan corpus clitoridis yang tertanam di dalam dinding anterior vagina.
Homolog embriologik dengan penis pada pria.
Terdapat juga reseptor androgen pada clitoris. Banyak pembuluh darah dan ujung serabut saraf, sangat sensitif.
Terdiri dari caput/glans clitoridis yang terletak di bagian superior vulva, dan corpus clitoridis yang tertanam di dalam dinding anterior vagina.
Homolog embriologik dengan penis pada pria.
Terdapat juga reseptor androgen pada clitoris. Banyak pembuluh darah dan ujung serabut saraf, sangat sensitif.
Vestibulum
Daerah dengan batas atas clitoris, batas bawah fourchet, batas lateral labia minora. Berasal dari sinus urogenital.
Terdapat 6 lubang/orificium, yaitu orificium urethrae externum, introitus vaginae, ductus glandulae Bartholinii kanan-kiri dan duktus Skene kanan-kiri. Antara fourchet dan vagina terdapat fossa navicularis.
Daerah dengan batas atas clitoris, batas bawah fourchet, batas lateral labia minora. Berasal dari sinus urogenital.
Terdapat 6 lubang/orificium, yaitu orificium urethrae externum, introitus vaginae, ductus glandulae Bartholinii kanan-kiri dan duktus Skene kanan-kiri. Antara fourchet dan vagina terdapat fossa navicularis.
Introitus / orificium vagina
Terletak di bagian bawah vestibulum. Pada gadis (virgo) tertutup lapisan tipis bermukosa yaitu selaput dara / hymen, utuh tanpa robekan.
Hymen normal terdapat lubang kecil untuk aliran darah menstruasi, dapat berbentuk bulan sabit, bulat, oval, cribiformis, septum atau fimbriae. Akibat coitus atau trauma lain, hymen dapat robek dan bentuk lubang menjadi tidak beraturan dengan robekan (misalnya berbentuk fimbriae). Bentuk himen postpartum disebut parous.
Corrunculae myrtiformis adalah sisa2 selaput dara yang robek yang tampak pada wanita pernah melahirkan / para.
Hymen yang abnormal, misalnya primer tidak berlubang (hymen imperforata) menutup total lubang vagina, dapat menyebabkan darah menstruasi terkumpul di rongga genitalia interna.
Terletak di bagian bawah vestibulum. Pada gadis (virgo) tertutup lapisan tipis bermukosa yaitu selaput dara / hymen, utuh tanpa robekan.
Hymen normal terdapat lubang kecil untuk aliran darah menstruasi, dapat berbentuk bulan sabit, bulat, oval, cribiformis, septum atau fimbriae. Akibat coitus atau trauma lain, hymen dapat robek dan bentuk lubang menjadi tidak beraturan dengan robekan (misalnya berbentuk fimbriae). Bentuk himen postpartum disebut parous.
Corrunculae myrtiformis adalah sisa2 selaput dara yang robek yang tampak pada wanita pernah melahirkan / para.
Hymen yang abnormal, misalnya primer tidak berlubang (hymen imperforata) menutup total lubang vagina, dapat menyebabkan darah menstruasi terkumpul di rongga genitalia interna.
Vagina
Rongga muskulomembranosa berbentuk tabung mulai dari tepi cervix uteri di bagian kranial dorsal sampai ke vulva di bagian kaudal ventral. Daerah di sekitar cervix disebut fornix, dibagi dalam 4 kuadran : fornix anterior, fornix posterior, dan fornix lateral kanan dan kiri. Vagina memiliki dinding ventral dan dinding dorsal yang elastis. Dilapisi epitel skuamosa berlapis, berubah mengikuti siklus haid.
Fungsi vagina : untuk mengeluarkan ekskresi uterus pada haid, untuk jalan lahir dan untuk kopulasi (persetubuhan).
Bagian atas vagina terbentuk dari duktus Mulleri, bawah dari sinus urogenitalis. Batas dalam secara klinis yaitu fornices anterior, posterior dan lateralis di sekitar cervix uteri.
Titik Grayenbergh (G-spot), merupakan titik daerah sensorik di sekitar 1/3 anterior dinding vagina, sangat sensitif terhadap stimulasi orgasmus vaginal.
Rongga muskulomembranosa berbentuk tabung mulai dari tepi cervix uteri di bagian kranial dorsal sampai ke vulva di bagian kaudal ventral. Daerah di sekitar cervix disebut fornix, dibagi dalam 4 kuadran : fornix anterior, fornix posterior, dan fornix lateral kanan dan kiri. Vagina memiliki dinding ventral dan dinding dorsal yang elastis. Dilapisi epitel skuamosa berlapis, berubah mengikuti siklus haid.
Fungsi vagina : untuk mengeluarkan ekskresi uterus pada haid, untuk jalan lahir dan untuk kopulasi (persetubuhan).
Bagian atas vagina terbentuk dari duktus Mulleri, bawah dari sinus urogenitalis. Batas dalam secara klinis yaitu fornices anterior, posterior dan lateralis di sekitar cervix uteri.
Titik Grayenbergh (G-spot), merupakan titik daerah sensorik di sekitar 1/3 anterior dinding vagina, sangat sensitif terhadap stimulasi orgasmus vaginal.
Perineum
Daerah antara tepi bawah vulva dengan tepi depan anus. Batas otot-otot diafragma pelvis (m.levator ani, m.coccygeus) dan diafragma urogenitalis (m.perinealis transversus profunda, m.constrictor urethra).
Perineal body adalah raphe median m.levator ani, antara anus dan vagina.
Perineum meregang pada persalinan, kadang perlu dipotong (episiotomi) untuk memperbesar jalan lahir dan mencegah ruptur.
Daerah antara tepi bawah vulva dengan tepi depan anus. Batas otot-otot diafragma pelvis (m.levator ani, m.coccygeus) dan diafragma urogenitalis (m.perinealis transversus profunda, m.constrictor urethra).
Perineal body adalah raphe median m.levator ani, antara anus dan vagina.
Perineum meregang pada persalinan, kadang perlu dipotong (episiotomi) untuk memperbesar jalan lahir dan mencegah ruptur.
GENITALIA INTERNA
Uterus
Suatu organ muskular berbentuk seperti buah pir, dilapisi peritoneum (serosa).
Selama kehamilan berfungsi sebagai tempat implatansi, retensi dan nutrisi konseptus.
Pada saat persalinan dengan adanya kontraksi dinding uterus dan pembukaan serviks uterus, isi konsepsi dikeluarkan.
Terdiri dari corpus, fundus, cornu, isthmus dan serviks uteri.
Suatu organ muskular berbentuk seperti buah pir, dilapisi peritoneum (serosa).
Selama kehamilan berfungsi sebagai tempat implatansi, retensi dan nutrisi konseptus.
Pada saat persalinan dengan adanya kontraksi dinding uterus dan pembukaan serviks uterus, isi konsepsi dikeluarkan.
Terdiri dari corpus, fundus, cornu, isthmus dan serviks uteri.
Serviks uteri
Bagian terbawah uterus, terdiri dari pars vaginalis (berbatasan / menembus dinding dalam vagina) dan pars supravaginalis. Terdiri dari 3 komponen utama: otot polos, jalinan jaringan ikat (kolagen dan glikosamin) dan elastin. Bagian luar di dalam rongga vagina yaitu portio cervicis uteri (dinding) dengan lubang ostium uteri externum (luar, arah vagina) dilapisi epitel skuamokolumnar mukosa serviks, dan ostium uteri internum (dalam, arah cavum). Sebelum melahirkan (nullipara/primigravida) lubang ostium externum bulat kecil, setelah pernah/riwayat melahirkan (primipara/ multigravida) berbentuk garis melintang. Posisi serviks mengarah ke kaudal-posterior, setinggi spina ischiadica. Kelenjar mukosa serviks menghasilkan lendir getah serviks yang mengandung glikoprotein kaya karbohidrat (musin) dan larutan berbagai garam, peptida dan air. Ketebalan mukosa dan viskositas lendir serviks dipengaruhi siklus haid.
Bagian terbawah uterus, terdiri dari pars vaginalis (berbatasan / menembus dinding dalam vagina) dan pars supravaginalis. Terdiri dari 3 komponen utama: otot polos, jalinan jaringan ikat (kolagen dan glikosamin) dan elastin. Bagian luar di dalam rongga vagina yaitu portio cervicis uteri (dinding) dengan lubang ostium uteri externum (luar, arah vagina) dilapisi epitel skuamokolumnar mukosa serviks, dan ostium uteri internum (dalam, arah cavum). Sebelum melahirkan (nullipara/primigravida) lubang ostium externum bulat kecil, setelah pernah/riwayat melahirkan (primipara/ multigravida) berbentuk garis melintang. Posisi serviks mengarah ke kaudal-posterior, setinggi spina ischiadica. Kelenjar mukosa serviks menghasilkan lendir getah serviks yang mengandung glikoprotein kaya karbohidrat (musin) dan larutan berbagai garam, peptida dan air. Ketebalan mukosa dan viskositas lendir serviks dipengaruhi siklus haid.
Corpus uteri
Terdiri dari : paling luar lapisan serosa/peritoneum yang melekat pada ligamentum latum uteri di intraabdomen, tengah lapisan muskular/miometrium berupa otot polos tiga lapis (dari luar ke dalam arah serabut otot longitudinal, anyaman dan sirkular), serta dalam lapisan endometrium yang melapisi dinding cavum uteri, menebal dan runtuh sesuai siklus haid akibat pengaruh hormon-hormon ovarium. Posisi corpus intraabdomen mendatar dengan fleksi ke anterior, fundus uteri berada di atas vesica urinaria.
Proporsi ukuran corpus terhadap isthmus dan serviks uterus bervariasi selama pertumbuhan dan perkembangan wanita (gambar).
Terdiri dari : paling luar lapisan serosa/peritoneum yang melekat pada ligamentum latum uteri di intraabdomen, tengah lapisan muskular/miometrium berupa otot polos tiga lapis (dari luar ke dalam arah serabut otot longitudinal, anyaman dan sirkular), serta dalam lapisan endometrium yang melapisi dinding cavum uteri, menebal dan runtuh sesuai siklus haid akibat pengaruh hormon-hormon ovarium. Posisi corpus intraabdomen mendatar dengan fleksi ke anterior, fundus uteri berada di atas vesica urinaria.
Proporsi ukuran corpus terhadap isthmus dan serviks uterus bervariasi selama pertumbuhan dan perkembangan wanita (gambar).
Ligamenta penyangga uterus
Ligamentum latum uteri, ligamentum rotundum uteri, ligamentum cardinale, ligamentum ovarii, ligamentum sacrouterina propium, ligamentum infundibulopelvicum, ligamentum vesicouterina, ligamentum rectouterina.
Ligamentum latum uteri, ligamentum rotundum uteri, ligamentum cardinale, ligamentum ovarii, ligamentum sacrouterina propium, ligamentum infundibulopelvicum, ligamentum vesicouterina, ligamentum rectouterina.
Vaskularisasi uterus
Terutama dari arteri uterina cabang arteri hypogastrica/illiaca interna, serta arteri ovarica cabang aorta abdominalis.
Terutama dari arteri uterina cabang arteri hypogastrica/illiaca interna, serta arteri ovarica cabang aorta abdominalis.
Salping / Tuba Falopii
Embriologik uterus dan tuba berasal dari ductus Mulleri. Sepasang tuba kiri-kanan, panjang 8-14 cm, berfungsi sebagai jalan transportasi ovum dari ovarium sampai cavum uteri.
Dinding tuba terdiri tiga lapisan : serosa, muskular (longitudinal dan sirkular) serta mukosa dengan epitel bersilia.
Terdiri dari pars interstitialis, pars isthmica, pars ampularis, serta pars infundibulum dengan fimbria, dengan karakteristik silia dan ketebalan dinding yang berbeda-beda pada setiap bagiannya (gambar).
Embriologik uterus dan tuba berasal dari ductus Mulleri. Sepasang tuba kiri-kanan, panjang 8-14 cm, berfungsi sebagai jalan transportasi ovum dari ovarium sampai cavum uteri.
Dinding tuba terdiri tiga lapisan : serosa, muskular (longitudinal dan sirkular) serta mukosa dengan epitel bersilia.
Terdiri dari pars interstitialis, pars isthmica, pars ampularis, serta pars infundibulum dengan fimbria, dengan karakteristik silia dan ketebalan dinding yang berbeda-beda pada setiap bagiannya (gambar).
Pars isthmica (proksimal/isthmus)
Merupakan bagian dengan lumen tersempit, terdapat sfingter uterotuba pengendali transfer gamet.
Pars ampularis (medial/ampula)
Tempat yang sering terjadi fertilisasi adalah daerah ampula / infundibulum, dan pada hamil ektopik (patologik) sering juga terjadi implantasi di dinding tuba bagian ini.
Pars infundibulum (distal)
Dilengkapi dengan fimbriae serta ostium tubae abdominale pada ujungnya, melekat dengan permukaan ovarium. Fimbriae berfungsi “menangkap” ovum yang keluar saat ovulasi dari permukaan ovarium, dan membawanya ke dalam tuba.
Merupakan bagian dengan lumen tersempit, terdapat sfingter uterotuba pengendali transfer gamet.
Pars ampularis (medial/ampula)
Tempat yang sering terjadi fertilisasi adalah daerah ampula / infundibulum, dan pada hamil ektopik (patologik) sering juga terjadi implantasi di dinding tuba bagian ini.
Pars infundibulum (distal)
Dilengkapi dengan fimbriae serta ostium tubae abdominale pada ujungnya, melekat dengan permukaan ovarium. Fimbriae berfungsi “menangkap” ovum yang keluar saat ovulasi dari permukaan ovarium, dan membawanya ke dalam tuba.
Mesosalping
Jaringan ikat penyangga tuba (seperti halnya mesenterium pada usus).
Jaringan ikat penyangga tuba (seperti halnya mesenterium pada usus).
Ovarium
Organ endokrin berbentuk oval, terletak di dalam rongga peritoneum, sepasang kiri-kanan. Dilapisi mesovarium, sebagai jaringan ikat dan jalan pembuluh darah dan saraf. Terdiri dari korteks dan medula.
Ovarium berfungsi dalam pembentukan dan pematangan folikel menjadi ovum (dari sel epitel germinal primordial di lapisan terluar epital ovarium di korteks), ovulasi (pengeluaran ovum), sintesis dan sekresi hormon-hormon steroid (estrogen oleh teka interna folikel, progesteron oleh korpus luteum pascaovulasi). Berhubungan dengan pars infundibulum tuba Falopii melalui perlekatan fimbriae. Fimbriae “menangkap” ovum yang dilepaskan pada saat ovulasi.
Ovarium terfiksasi oleh ligamentum ovarii proprium, ligamentum infundibulopelvicum dan jaringan ikat mesovarium. Vaskularisasi dari cabang aorta abdominalis inferior terhadap arteri renalis.
Organ endokrin berbentuk oval, terletak di dalam rongga peritoneum, sepasang kiri-kanan. Dilapisi mesovarium, sebagai jaringan ikat dan jalan pembuluh darah dan saraf. Terdiri dari korteks dan medula.
Ovarium berfungsi dalam pembentukan dan pematangan folikel menjadi ovum (dari sel epitel germinal primordial di lapisan terluar epital ovarium di korteks), ovulasi (pengeluaran ovum), sintesis dan sekresi hormon-hormon steroid (estrogen oleh teka interna folikel, progesteron oleh korpus luteum pascaovulasi). Berhubungan dengan pars infundibulum tuba Falopii melalui perlekatan fimbriae. Fimbriae “menangkap” ovum yang dilepaskan pada saat ovulasi.
Ovarium terfiksasi oleh ligamentum ovarii proprium, ligamentum infundibulopelvicum dan jaringan ikat mesovarium. Vaskularisasi dari cabang aorta abdominalis inferior terhadap arteri renalis.
CATATAN :
Letak / hubungan anatomik antara organ2 reproduksi (uterus, adneksa, dsb) dengan organ2 sekitarnya di dalam rongga panggul (rektum, vesika urinaria, uretra, ureter, peritoneum dsb), vaskularisasi dan persarafannya, silakan baca sendiri.
Letak / hubungan anatomik antara organ2 reproduksi (uterus, adneksa, dsb) dengan organ2 sekitarnya di dalam rongga panggul (rektum, vesika urinaria, uretra, ureter, peritoneum dsb), vaskularisasi dan persarafannya, silakan baca sendiri.
ORGAN REPRODUKSI / ORGAN SEKSUAL EKSTRAGONADAL
Payudara
Seluruh susunan kelenjar payudara berada di bawah kulit di daerah pektoral. Terdiri dari massa payudara yang sebagian besar mengandung jaringan lemak, berlobus-lobus (20-40 lobus), tiap lobus terdiri dari 10-100 alveoli, yang di bawah pengaruh hormon prolaktin memproduksi air susu. Dari lobus-lobus, air susu dialirkan melalui duktus yang bermuara di daerah papila / puting. Fungsi utama payudara adalah laktasi, dipengaruhi hormon prolaktin dan oksitosin pascapersalinan.
Kulit daerah payudara sensitif terhadap rangsang, termasuk sebagai sexually responsive organ.
Seluruh susunan kelenjar payudara berada di bawah kulit di daerah pektoral. Terdiri dari massa payudara yang sebagian besar mengandung jaringan lemak, berlobus-lobus (20-40 lobus), tiap lobus terdiri dari 10-100 alveoli, yang di bawah pengaruh hormon prolaktin memproduksi air susu. Dari lobus-lobus, air susu dialirkan melalui duktus yang bermuara di daerah papila / puting. Fungsi utama payudara adalah laktasi, dipengaruhi hormon prolaktin dan oksitosin pascapersalinan.
Kulit daerah payudara sensitif terhadap rangsang, termasuk sebagai sexually responsive organ.
Kulit
Di berbagai area tertentu tubuh, kulit memiliki sensitifitas yang lebih tinggi dan responsif secara seksual, misalnya kulit di daerah bokong dan lipat paha dalam.
Protein di kulit mengandung pheromone (sejenis metabolit steroid dari keratinosit epidermal kulit) yang berfungsi sebagai ‘parfum’ daya tarik seksual (androstenol dan androstenon dibuat di kulit, kelenjar keringat aksila dan kelenjar liur). Pheromone ditemukan juga di dalam urine, plasma, keringat dan liur.
Di berbagai area tertentu tubuh, kulit memiliki sensitifitas yang lebih tinggi dan responsif secara seksual, misalnya kulit di daerah bokong dan lipat paha dalam.
Protein di kulit mengandung pheromone (sejenis metabolit steroid dari keratinosit epidermal kulit) yang berfungsi sebagai ‘parfum’ daya tarik seksual (androstenol dan androstenon dibuat di kulit, kelenjar keringat aksila dan kelenjar liur). Pheromone ditemukan juga di dalam urine, plasma, keringat dan liur.
POROS HORMONAL SISTEM REPRODUKSI
Badan pineal
Suatu kelenjar kecil, panjang sekitar 6-8 mm, merupakan suatu penonjolan dari bagian posterior ventrikel III di garis tengah. Terletak di tengah antara 2 hemisfer otak, di depan serebelum pada daerah posterodorsal diensefalon. Memiliki hubungan dengan hipotalamus melalui suatu batang penghubung yang pendek berisi serabut-serabut saraf.
Menurut kepercayaan kuno, dipercaya sebagai “tempat roh”.
Hormon melatonin : mengatur sirkuit foto-neuro-endokrin reproduksi. Tampaknya melatonin menghambat produksi GnRH dari hipotalamus, sehingga menghambat juga sekresi gonadotropin dari hipofisis dan memicu aktifasi pertumbuhan dan sekresi hormon dari gonad. Diduga mekanisme ini yang menentukan pemicu / onset mulainya fase pubertas.
Suatu kelenjar kecil, panjang sekitar 6-8 mm, merupakan suatu penonjolan dari bagian posterior ventrikel III di garis tengah. Terletak di tengah antara 2 hemisfer otak, di depan serebelum pada daerah posterodorsal diensefalon. Memiliki hubungan dengan hipotalamus melalui suatu batang penghubung yang pendek berisi serabut-serabut saraf.
Menurut kepercayaan kuno, dipercaya sebagai “tempat roh”.
Hormon melatonin : mengatur sirkuit foto-neuro-endokrin reproduksi. Tampaknya melatonin menghambat produksi GnRH dari hipotalamus, sehingga menghambat juga sekresi gonadotropin dari hipofisis dan memicu aktifasi pertumbuhan dan sekresi hormon dari gonad. Diduga mekanisme ini yang menentukan pemicu / onset mulainya fase pubertas.
Hipotalamus
Kumpulan nukleus pada daerah di dasar otak, di atas hipofisis, di bawah talamus.
Tiap inti merupakan satu berkas badan saraf yang berlanjut ke hipofisis sebgai hipofisis posterior (neurohipofisis).
Menghasilkan hormon-hormon pelepas : GnRH (Gonadotropin Releasing Hormone), TRH (Thyrotropin Releasing Hormone), CRH (Corticotropin Releasing Hormone) , GHRH (Growth Hormone Releasing Hormone), PRF (Prolactin Releasing Factor). Menghasilkan juga hormon-hormon penghambat : PIF (Prolactin Inhibiting Factor).
Kumpulan nukleus pada daerah di dasar otak, di atas hipofisis, di bawah talamus.
Tiap inti merupakan satu berkas badan saraf yang berlanjut ke hipofisis sebgai hipofisis posterior (neurohipofisis).
Menghasilkan hormon-hormon pelepas : GnRH (Gonadotropin Releasing Hormone), TRH (Thyrotropin Releasing Hormone), CRH (Corticotropin Releasing Hormone) , GHRH (Growth Hormone Releasing Hormone), PRF (Prolactin Releasing Factor). Menghasilkan juga hormon-hormon penghambat : PIF (Prolactin Inhibiting Factor).
Pituitari / hipofisis
Terletak di dalam sella turcica tulang sphenoid.
Menghasilkan hormon-hormon gonadotropin yang bekerja pada kelenjar reproduksi, yaitu perangsang pertumbuhan dan pematangan folikel (FSH - Follicle Stimulating Hormone) dan hormon lutein (LH - luteinizing hormone).
Selain hormon-hormon gonadotropin, hipofisis menghasilkan juga hormon-hormon metabolisme, pertumbuhan, dan lain-lain. (detail2, cari / baca sendiri yaaa…)
Terletak di dalam sella turcica tulang sphenoid.
Menghasilkan hormon-hormon gonadotropin yang bekerja pada kelenjar reproduksi, yaitu perangsang pertumbuhan dan pematangan folikel (FSH - Follicle Stimulating Hormone) dan hormon lutein (LH - luteinizing hormone).
Selain hormon-hormon gonadotropin, hipofisis menghasilkan juga hormon-hormon metabolisme, pertumbuhan, dan lain-lain. (detail2, cari / baca sendiri yaaa…)
Ovarium
Berfungsi gametogenesis / oogenesis, dalam pematangan dan pengeluaran sel telur (ovum).
Selain itu juga berfungsi steroidogenesis, menghasilkan estrogen (dari teka interna folikel) dan progesteron (dari korpus luteum), atas kendali dari hormon-hormon gonadotropin.
Berfungsi gametogenesis / oogenesis, dalam pematangan dan pengeluaran sel telur (ovum).
Selain itu juga berfungsi steroidogenesis, menghasilkan estrogen (dari teka interna folikel) dan progesteron (dari korpus luteum), atas kendali dari hormon-hormon gonadotropin.
Endometrium
Lapisan dalam dinding kavum uteri, berfungsi sebagai bakal tempat implantasi hasil konsepsi.
Selama siklus haid, jaringan endometrium berproliferasi, menebal dan mengadakan sekresi, kemudian jika tidak ada pembuahan / implantasi, endometrium rontok kembali dan keluar berupa darah / jaringan haid.
Jika ada pembuahan / implantasi, endometrium dipertahankan sebagai tempat konsepsi.
Fisiologi endometrium juga dipengaruhi oleh siklus hormon-hormon ovarium.
Lapisan dalam dinding kavum uteri, berfungsi sebagai bakal tempat implantasi hasil konsepsi.
Selama siklus haid, jaringan endometrium berproliferasi, menebal dan mengadakan sekresi, kemudian jika tidak ada pembuahan / implantasi, endometrium rontok kembali dan keluar berupa darah / jaringan haid.
Jika ada pembuahan / implantasi, endometrium dipertahankan sebagai tempat konsepsi.
Fisiologi endometrium juga dipengaruhi oleh siklus hormon-hormon ovarium.
(gambar)
Histological appearance of endometrial tissues during the menstrual cycle.
A. Normal proliferative (postmenstrual) endometrium, showing small, tube-like pattern of glands.
B. Early secretory (postovulatory) endometrium, with prominent subnuclear vacuoles, alignment of nuclei, and active secretions by the endometrial glands.
C. Late secretory (premenstrual) endometrium, with predecidual stromal changes.
D. Menstrual endometrium, with disintegration of stroma / glands structures and stromal hemorrhage.
Histological appearance of endometrial tissues during the menstrual cycle.
A. Normal proliferative (postmenstrual) endometrium, showing small, tube-like pattern of glands.
B. Early secretory (postovulatory) endometrium, with prominent subnuclear vacuoles, alignment of nuclei, and active secretions by the endometrial glands.
C. Late secretory (premenstrual) endometrium, with predecidual stromal changes.
D. Menstrual endometrium, with disintegration of stroma / glands structures and stromal hemorrhage.
HORMON-HORMON REPRODUKSI
GnRH (Gonadotrophin Releasing Hormone)
Diproduksi di hipotalamus, kemudian dilepaskan, berfungsi menstimulasi hipofisis anterior untuk memproduksi dan melepaskan hormon-hormon gonadotropin (FSH / LH ).
Diproduksi di hipotalamus, kemudian dilepaskan, berfungsi menstimulasi hipofisis anterior untuk memproduksi dan melepaskan hormon-hormon gonadotropin (FSH / LH ).
FSH (Follicle Stimulating Hormone)
Diproduksi di sel-sel basal hipofisis anterior, sebagai respons terhadap GnRH. Berfungsi memicu pertumbuhan dan pematangan folikel dan sel-sel granulosa di ovarium wanita (pada pria : memicu pematangan sperma di testis).
Pelepasannya periodik / pulsatif, waktu paruh eliminasinya pendek (sekitar 3 jam), sering tidak ditemukan dalam darah. Sekresinya dihambat oleh enzim inhibin dari sel-sel granulosa ovarium, melalui mekanisme feedback negatif.
Diproduksi di sel-sel basal hipofisis anterior, sebagai respons terhadap GnRH. Berfungsi memicu pertumbuhan dan pematangan folikel dan sel-sel granulosa di ovarium wanita (pada pria : memicu pematangan sperma di testis).
Pelepasannya periodik / pulsatif, waktu paruh eliminasinya pendek (sekitar 3 jam), sering tidak ditemukan dalam darah. Sekresinya dihambat oleh enzim inhibin dari sel-sel granulosa ovarium, melalui mekanisme feedback negatif.
LH (Luteinizing Hormone) / ICSH (Interstitial Cell Stimulating Hormone)
Diproduksi di sel-sel kromofob hipofisis anterior. Bersama FSH, LH berfungsi memicu perkembangan folikel (sel-sel teka dan sel-sel granulosa) dan juga mencetuskan terjadinya ovulasi di pertengahan siklus (LH-surge). Selama fase luteal siklus, LH meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum pascaovulasi dalam menghasilkan progesteron.
Pelepasannya juga periodik / pulsatif, kadarnya dalam darah bervariasi setiap fase siklus, waktu paruh eliminasinya pendek (sekitar 1 jam). Kerja sangat cepat dan singkat.
(Pada pria : LH memicu sintesis testosteron di sel-sel Leydig testis).
Diproduksi di sel-sel kromofob hipofisis anterior. Bersama FSH, LH berfungsi memicu perkembangan folikel (sel-sel teka dan sel-sel granulosa) dan juga mencetuskan terjadinya ovulasi di pertengahan siklus (LH-surge). Selama fase luteal siklus, LH meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum pascaovulasi dalam menghasilkan progesteron.
Pelepasannya juga periodik / pulsatif, kadarnya dalam darah bervariasi setiap fase siklus, waktu paruh eliminasinya pendek (sekitar 1 jam). Kerja sangat cepat dan singkat.
(Pada pria : LH memicu sintesis testosteron di sel-sel Leydig testis).
Estrogen
Estrogen (alami) diproduksi terutama oleh sel-sel teka interna folikel di ovarium secara primer, dan dalam jumlah lebih sedikit juga diproduksi di kelenjar adrenal melalui konversi hormon androgen. Pada pria, diproduksi juga sebagian di testis.
Selama kehamilan, diproduksi juga oleh plasenta.
Berfungsi stimulasi pertumbuhan dan perkembangan (proliferasi) pada berbagai organ reproduksi wanita.
Pada uterus : menyebabkan proliferasi endometrium.
Pada serviks : menyebabkan pelunakan serviks dan pengentalan lendir serviks.
Pada vagina : menyebabkan proliferasi epitel vagina.
Pada payudara : menstimulasi pertumbuhan payudara.
Juga mengatur distribusi lemak tubuh.
Pada tulang, estrogen juga menstimulasi osteoblas sehingga memicu pertumbuhan / regenerasi tulang. Pada wanita pascamenopause, untuk pencegahan tulang keropos / osteoporosis, dapat diberikan terapi hormon estrogen (sintetik) pengganti.
Estrogen (alami) diproduksi terutama oleh sel-sel teka interna folikel di ovarium secara primer, dan dalam jumlah lebih sedikit juga diproduksi di kelenjar adrenal melalui konversi hormon androgen. Pada pria, diproduksi juga sebagian di testis.
Selama kehamilan, diproduksi juga oleh plasenta.
Berfungsi stimulasi pertumbuhan dan perkembangan (proliferasi) pada berbagai organ reproduksi wanita.
Pada uterus : menyebabkan proliferasi endometrium.
Pada serviks : menyebabkan pelunakan serviks dan pengentalan lendir serviks.
Pada vagina : menyebabkan proliferasi epitel vagina.
Pada payudara : menstimulasi pertumbuhan payudara.
Juga mengatur distribusi lemak tubuh.
Pada tulang, estrogen juga menstimulasi osteoblas sehingga memicu pertumbuhan / regenerasi tulang. Pada wanita pascamenopause, untuk pencegahan tulang keropos / osteoporosis, dapat diberikan terapi hormon estrogen (sintetik) pengganti.
Progesteron
Progesteron (alami) diproduksi terutama di korpus luteum di ovarium, sebagian diproduksi di kelenjar adrenal, dan pada kehamilan juga diproduksi di plasenta.
Progesteron menyebabkan terjadinya proses perubahan sekretorik (fase sekresi) pada endometrium uterus, yang mempersiapkan endometrium uterus berada pada keadaan yang optimal jika terjadi implantasi.
Progesteron (alami) diproduksi terutama di korpus luteum di ovarium, sebagian diproduksi di kelenjar adrenal, dan pada kehamilan juga diproduksi di plasenta.
Progesteron menyebabkan terjadinya proses perubahan sekretorik (fase sekresi) pada endometrium uterus, yang mempersiapkan endometrium uterus berada pada keadaan yang optimal jika terjadi implantasi.
HCG (Human Chorionic Gonadotrophin)
Mulai diproduksi sejak usia kehamilan 3-4 minggu oleh jaringan trofoblas (plasenta). Kadarnya makin meningkat sampai dengan kehamilan 10-12 minggu (sampai sekitar 100.000 mU/ml), kemudian turun pada trimester kedua (sekitar 1000 mU/ml), kemudian naik kembali sampai akhir trimester ketiga (sekitar 10.000 mU/ml).
Berfungsi meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum dan produksi hormon-hormon steroid terutama pada masa-masa kehamilan awal. Mungkin juga memiliki fungsi imunologik.
Deteksi HCG pada darah atau urine dapat dijadikan sebagai tanda kemungkinan adanya kehamilan (tes Galli Mainini, tes Pack, dsb).
Mulai diproduksi sejak usia kehamilan 3-4 minggu oleh jaringan trofoblas (plasenta). Kadarnya makin meningkat sampai dengan kehamilan 10-12 minggu (sampai sekitar 100.000 mU/ml), kemudian turun pada trimester kedua (sekitar 1000 mU/ml), kemudian naik kembali sampai akhir trimester ketiga (sekitar 10.000 mU/ml).
Berfungsi meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum dan produksi hormon-hormon steroid terutama pada masa-masa kehamilan awal. Mungkin juga memiliki fungsi imunologik.
Deteksi HCG pada darah atau urine dapat dijadikan sebagai tanda kemungkinan adanya kehamilan (tes Galli Mainini, tes Pack, dsb).
LTH (Lactotrophic Hormone) / Prolactin
Diproduksi di hipofisis anterior, memiliki aktifitas memicu / meningkatkan produksi dan sekresi air susu oleh kelenjar payudara. Di ovarium, prolaktin ikut mempengaruhi pematangan sel telur dan mempengaruhi fungsi korpus luteum.
Pada kehamilan, prolaktin juga diproduksi oleh plasenta (HPL / Human Placental Lactogen).
Fungsi laktogenik / laktotropik prolaktin tampak terutama pada masa laktasi / pascapersalinan.
Prolaktin juga memiliki efek inhibisi terhadap GnRH hipotalamus, sehingga jika kadarnya berlebihan (hiperprolaktinemia) dapat terjadi gangguan pematangan follikel, gangguan ovulasi dan gangguan haid berupa amenorhea.
Diproduksi di hipofisis anterior, memiliki aktifitas memicu / meningkatkan produksi dan sekresi air susu oleh kelenjar payudara. Di ovarium, prolaktin ikut mempengaruhi pematangan sel telur dan mempengaruhi fungsi korpus luteum.
Pada kehamilan, prolaktin juga diproduksi oleh plasenta (HPL / Human Placental Lactogen).
Fungsi laktogenik / laktotropik prolaktin tampak terutama pada masa laktasi / pascapersalinan.
Prolaktin juga memiliki efek inhibisi terhadap GnRH hipotalamus, sehingga jika kadarnya berlebihan (hiperprolaktinemia) dapat terjadi gangguan pematangan follikel, gangguan ovulasi dan gangguan haid berupa amenorhea.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PENYAKIT KARDIOVASKULAR
Nyeri pada kardiovaskular merupakan referend pain, contohnya pada nyeri pasien infark miokardial, yang paling sering tampil dalam beberapa hal dapat cukup gawat untuk dilukiskan sebagai nyeri yang paling buruk yang pernah dialami pasien. Merupakan nyeri viseral yang dalam dan kata kata sifat yang lazim dipakai adalah berat, menekan dan menghancurkan, serupa sifatnya dengan nyeri dari angina pectoris tetapi lazimnya lebih gawat dan lebih lama. Secara khas nyeri, mulai secara graduil, nyeri melibatkan bagian sentral dari dada dan epigastrium dan menjalar ke lengan, penjalaran nyeri yang kurang lazim adalah abdomen, punggung, rahang dan leher. Nyeri infark miokardial tidak menjalar keatas maxilla atau kebawah pusar. Nyeri sering diikuti kelemahan, berkeringat, mual, muntah, pusing dan ketakutan menjolok, tidak hilang dengan istirahat. Secara khas nyeri infark miokardial menyebabkan pasien bergerak-gerak dalam usaha mencari posisi yang nyaman. Dalam bnyak hal ciri-ciri yang menonjol dari penampilan pasien ialah reaksinya terhadap nyeri, ketakutan dan gelisah, berusaha meredakan nyerinya dengan bergerak-gerak ditempat tidur, berbelit-belit, menggeliat, bertahak atau bhkan berusaha muntah. Lazimnya pucat, ekstrimitas dingin.
PENANGANAN
1. Meredakan nyeri :
Infark miokardial biasanya disertai dengan nyeri yang hebat, oleh karena itu salah satu objek yang terapeutik inisial adalah meredakan nyeri. Morphine, obat yang secara tradisi dipakai untuk maksud ini, masih tetap paling efektif dan tetap merupakan obat pilihan. Morphine dapat menurunkan tekanan arteri dengan kontriksi arteriolar dan venus yang terjadi secara simpatetik. Pooling venus sebagai hasil dapat menimbulkan reduksi pada curah jantung, ini harus disadari tetapi tidak perlu mengontraindikasikan pemakaianya.
Kulit dapat menjadi dingin dan basah, pasien dapat mengeluh mual-mual, tetapi kejadian ini biasanya lewat dan diganti oleh perasaan keadaan baik bertalian dengan meredanya nyeri.
Adalah penting untuk mengetahui sindrom ini dalam kaitannya dengan morphin, karena hipotensi dan tanda-tanda kontriksi peripheral dapat disalah interpretasi sebagai manifestasi-manifestasi sindrom shock dan dianggap sebagai dasar-dasar untuk memulai trapi vasokontriktor atau lain yang tidak akan tepat. Hipotensi beratalian venous pooling biasanya beresponsi langsung dengan meninggikan kaki.
Morphine juga mempunyai efek vagotonik dan dapat menyebabkan bradikardia, khusus pada pasien-pasien dengan infark diagfrahmatik. Pemberian Sulfas Atropine 0,4 mg intravena harus diberikan sebelum injeksi Morphine bila ada bradikardia atau block setiap derajat. Karena efek sampingan potensial ini, maka dianjurkan menseleksi dosis efektif minimal morphine yang meredakan nyeri. Ini dapat dicapai lebih baik dengan injeksi intravena repetif tiap 5 menit dosis kecil obat 2 – 4 mg dari pada pemberian jumlah besar dengan jalan intravena atau subkutan.
2. Pemberian Oksigen.
Pemberian oksigen rutin disokong oleh observasi bahwa Po2 pada banyak pasien dengan infark miokardial dan bahwa Inhalasi oksigen mengurangi ukuran infark, pemberian oksigen harus diberikan dengan tenda, face mask atau nasal kanul untuk dua sampai tiga hari pertama setelah infark.
3. Pengurangan aktivitas.
Tujuan pengurangan aktivitas fisik adalah untuk mendapatkan keadaan-keadaan yang paling menguntungkan untuk penyembuhan ini. Faktor-faktor yang menambah pekerjaan jantung dapat menambah ukuran infarka miokardial. Keadaan-keadaan, yang mengakibatkan bertambahnya ukuran jantung, curah jantung, atau kontraktilitas myocardial, harus dihindari.
Semua pasien dengan infark miokardial harus dimasukan ke unit perawatan koroner selama 3 – 4 hari, dengan observasi terus menerus oleh perawat yang trlatih dan memakai monitor elektrokardiografik terus-menerus.
Infus harus terpasang pada vena perifer, dan difiksasi dengan kuat agar tidak terlepas, cairan yang terpasang adalah larutan glukosa dengan tetesan lambat, yang merupakan jalan untuk pemberian obat anti aritmia atau obat lain yang mungkin diperlukan.
Selama 2 -3 hari pertama bila tidak ada pump failure pasien harus bedrest hamper sepanjang hari dengan satu atau dua periode 15 – 30 menit duduk dikursi disebelah tempat tidur. Pasien dapat memakai commode disamping tempat tidur dan harus dimandikan oleh perawat.
Pasien boleh makan tanpa bantuan. Tempat tidur harus ada footboard dan pasien harus mendorong kakinya pada footboard itu dengan kuat 10 kali selama jam bangun, untuk mencegah stasis venous dan thromboembolisms dan untuk memelihara tonus otot pada kaki,
Pasien biasanya yang perjalanan penyakitnya tidak berkomplikasi dapat dikeluarkan dari unit koroner pada hari ketiga atau ke empat. Pada saat-saat itu dia harus duduk 30 sampai 60 menit dua kali sehari. Ada baiknya dalam tahap ini mengukur tekanandarah pasien dalamkeadaan berdiri, agar dapat waspada terhadap hipotensi postural, yang dapat merupakan problem bila dimulai mobilisasi.
Berdiri dan mobilisasi bertahap biasanya dimulai kira-kira antara hari kelima dan kedelapan post infark miokardial transmural dan nontransmural yang tak berkomplikasi, mobilisasi permulaan adalah ke kamar mandi bila ada dikamar pasien atau didekatnya. Mobilisasi ditingkatkan secara progresif, pada akhirnya termasuk jalan-jalan dilantai rumah sakit, lamanya total hospitalisasi dalam kasus-kasus tak berkomplikasi biasanya 10 – 14 hari, tetapi banyak dokter yang masih menahan pasien dengan infark transmural untuk 3 minggu, hal ini tergntung kecepatan membaiknya payah jantung kongestif dan situasi rumah dimana pasien akan kembali.
Sisa fase konvalensensi infark miokardial dapat dijalankan dirumah. Beberapa dokter menahan pasien pada satu lantai sampai memenuhi konvalensensi 5 minggu, dan diperbolehkan naik satu tangga ke atas sehari. Dokter-dokter lain memperbolehkan pasien-pasien naik satu tangga keatas dan kebawah setiap hari, dinulai beberapa hari setelah dikeluarkan dari rumah sakit, 5 sampai 8 minggu, pasien harus dianjurkan menambah aktivitas dengan jalan-jalan sekitar rumah dan keluar bila cuaca baik. Pasien tetap harus ditempat tidur 6 sampai 8 jam tiap malam, periode-periode istiriahat tambahan pagi-pagi dan sore dapat dianjurkan.
Selama 8 minggu keatas, pasien harus mengatur aktivitasnya berdasarkan toleraansinya terhadap exercise. Selama periode peningkatan aktivitas inilah pasien dapat timbul kecapaian yang menyolok. Hipotensi postural masih tetap dapat merupakan problem. Kebanyakan pasien dapat kembali bekerja setelah 12 minggu.
4. Pengaturan Diit.
Selama 5 hari pertama, lebih baik diit berkalori rendah dibagi atas makanan-makanan kecil dan multiple. Curah jantung akan meningkat setelah makan dank arena itu kwantitas makanan harus kecil. Bila ada payah jantung kongestif, intake natrium harus dibatasi ringan.
Karena lazimnya terjadi konstipasi selama konvalensensi dari infark miokardial maka wajarlah untuk memberi sekedar pencahar didalam diit, selain makanan yang kaya akan kalium harus dianjurkan pada pasien yang mendapat diuretic.
Selama minggu kedua, jumlah makanan dalam diit dapat ditambah dan dapat dimulai dengan diit yang sesuai pasien harus menerima pengurangan diit dan penghentia merokok.
5. Konstipasi.
Bedrest 3 samapai 5 hari dan efek narkotik yang dipakai untuk meredakan nyeri sering mengakibatkan konstipasi. Kebanyakan pasien tidak konfortabel memakai bedpan. Usaha-usaha untuk memakai bedpan sering mengakibatkan keengganan yan eksesif berdefekasi. Selain itu bila pasien berusaha untuk mengangkat diri menyesuaikan bedpan, tindakan ini sangat tidak menguntungkan karena bekerja sebagai stimulant vagal yang dapat menimbulkan bridakari dan memancing aritmia. Karena alas an-alasan ini komode sebelah tempat tidur dan diit kaya serat dan pemakaian pelunak tinja secara rutin dianjurkan. Pasien harus ditentramkan, bahwa tidaklah berbahaya bila beberapa hari tidak ada buang air besar. Tetapi bila pasien menjadi gelisah dan enak, laksans dapat dipakai dengan aman, bila belum berhasil dapat dilakukan pemeriksaan rectal yang lembut pada pasien-pasien dengan infark miokardial akut
Read More
PENANGANAN
1. Meredakan nyeri :
Infark miokardial biasanya disertai dengan nyeri yang hebat, oleh karena itu salah satu objek yang terapeutik inisial adalah meredakan nyeri. Morphine, obat yang secara tradisi dipakai untuk maksud ini, masih tetap paling efektif dan tetap merupakan obat pilihan. Morphine dapat menurunkan tekanan arteri dengan kontriksi arteriolar dan venus yang terjadi secara simpatetik. Pooling venus sebagai hasil dapat menimbulkan reduksi pada curah jantung, ini harus disadari tetapi tidak perlu mengontraindikasikan pemakaianya.
Kulit dapat menjadi dingin dan basah, pasien dapat mengeluh mual-mual, tetapi kejadian ini biasanya lewat dan diganti oleh perasaan keadaan baik bertalian dengan meredanya nyeri.
Adalah penting untuk mengetahui sindrom ini dalam kaitannya dengan morphin, karena hipotensi dan tanda-tanda kontriksi peripheral dapat disalah interpretasi sebagai manifestasi-manifestasi sindrom shock dan dianggap sebagai dasar-dasar untuk memulai trapi vasokontriktor atau lain yang tidak akan tepat. Hipotensi beratalian venous pooling biasanya beresponsi langsung dengan meninggikan kaki.
Morphine juga mempunyai efek vagotonik dan dapat menyebabkan bradikardia, khusus pada pasien-pasien dengan infark diagfrahmatik. Pemberian Sulfas Atropine 0,4 mg intravena harus diberikan sebelum injeksi Morphine bila ada bradikardia atau block setiap derajat. Karena efek sampingan potensial ini, maka dianjurkan menseleksi dosis efektif minimal morphine yang meredakan nyeri. Ini dapat dicapai lebih baik dengan injeksi intravena repetif tiap 5 menit dosis kecil obat 2 – 4 mg dari pada pemberian jumlah besar dengan jalan intravena atau subkutan.
2. Pemberian Oksigen.
Pemberian oksigen rutin disokong oleh observasi bahwa Po2 pada banyak pasien dengan infark miokardial dan bahwa Inhalasi oksigen mengurangi ukuran infark, pemberian oksigen harus diberikan dengan tenda, face mask atau nasal kanul untuk dua sampai tiga hari pertama setelah infark.
3. Pengurangan aktivitas.
Tujuan pengurangan aktivitas fisik adalah untuk mendapatkan keadaan-keadaan yang paling menguntungkan untuk penyembuhan ini. Faktor-faktor yang menambah pekerjaan jantung dapat menambah ukuran infarka miokardial. Keadaan-keadaan, yang mengakibatkan bertambahnya ukuran jantung, curah jantung, atau kontraktilitas myocardial, harus dihindari.
Semua pasien dengan infark miokardial harus dimasukan ke unit perawatan koroner selama 3 – 4 hari, dengan observasi terus menerus oleh perawat yang trlatih dan memakai monitor elektrokardiografik terus-menerus.
Infus harus terpasang pada vena perifer, dan difiksasi dengan kuat agar tidak terlepas, cairan yang terpasang adalah larutan glukosa dengan tetesan lambat, yang merupakan jalan untuk pemberian obat anti aritmia atau obat lain yang mungkin diperlukan.
Selama 2 -3 hari pertama bila tidak ada pump failure pasien harus bedrest hamper sepanjang hari dengan satu atau dua periode 15 – 30 menit duduk dikursi disebelah tempat tidur. Pasien dapat memakai commode disamping tempat tidur dan harus dimandikan oleh perawat.
Pasien boleh makan tanpa bantuan. Tempat tidur harus ada footboard dan pasien harus mendorong kakinya pada footboard itu dengan kuat 10 kali selama jam bangun, untuk mencegah stasis venous dan thromboembolisms dan untuk memelihara tonus otot pada kaki,
Pasien biasanya yang perjalanan penyakitnya tidak berkomplikasi dapat dikeluarkan dari unit koroner pada hari ketiga atau ke empat. Pada saat-saat itu dia harus duduk 30 sampai 60 menit dua kali sehari. Ada baiknya dalam tahap ini mengukur tekanandarah pasien dalamkeadaan berdiri, agar dapat waspada terhadap hipotensi postural, yang dapat merupakan problem bila dimulai mobilisasi.
Berdiri dan mobilisasi bertahap biasanya dimulai kira-kira antara hari kelima dan kedelapan post infark miokardial transmural dan nontransmural yang tak berkomplikasi, mobilisasi permulaan adalah ke kamar mandi bila ada dikamar pasien atau didekatnya. Mobilisasi ditingkatkan secara progresif, pada akhirnya termasuk jalan-jalan dilantai rumah sakit, lamanya total hospitalisasi dalam kasus-kasus tak berkomplikasi biasanya 10 – 14 hari, tetapi banyak dokter yang masih menahan pasien dengan infark transmural untuk 3 minggu, hal ini tergntung kecepatan membaiknya payah jantung kongestif dan situasi rumah dimana pasien akan kembali.
Sisa fase konvalensensi infark miokardial dapat dijalankan dirumah. Beberapa dokter menahan pasien pada satu lantai sampai memenuhi konvalensensi 5 minggu, dan diperbolehkan naik satu tangga ke atas sehari. Dokter-dokter lain memperbolehkan pasien-pasien naik satu tangga keatas dan kebawah setiap hari, dinulai beberapa hari setelah dikeluarkan dari rumah sakit, 5 sampai 8 minggu, pasien harus dianjurkan menambah aktivitas dengan jalan-jalan sekitar rumah dan keluar bila cuaca baik. Pasien tetap harus ditempat tidur 6 sampai 8 jam tiap malam, periode-periode istiriahat tambahan pagi-pagi dan sore dapat dianjurkan.
Selama 8 minggu keatas, pasien harus mengatur aktivitasnya berdasarkan toleraansinya terhadap exercise. Selama periode peningkatan aktivitas inilah pasien dapat timbul kecapaian yang menyolok. Hipotensi postural masih tetap dapat merupakan problem. Kebanyakan pasien dapat kembali bekerja setelah 12 minggu.
4. Pengaturan Diit.
Selama 5 hari pertama, lebih baik diit berkalori rendah dibagi atas makanan-makanan kecil dan multiple. Curah jantung akan meningkat setelah makan dank arena itu kwantitas makanan harus kecil. Bila ada payah jantung kongestif, intake natrium harus dibatasi ringan.
Karena lazimnya terjadi konstipasi selama konvalensensi dari infark miokardial maka wajarlah untuk memberi sekedar pencahar didalam diit, selain makanan yang kaya akan kalium harus dianjurkan pada pasien yang mendapat diuretic.
Selama minggu kedua, jumlah makanan dalam diit dapat ditambah dan dapat dimulai dengan diit yang sesuai pasien harus menerima pengurangan diit dan penghentia merokok.
5. Konstipasi.
Bedrest 3 samapai 5 hari dan efek narkotik yang dipakai untuk meredakan nyeri sering mengakibatkan konstipasi. Kebanyakan pasien tidak konfortabel memakai bedpan. Usaha-usaha untuk memakai bedpan sering mengakibatkan keengganan yan eksesif berdefekasi. Selain itu bila pasien berusaha untuk mengangkat diri menyesuaikan bedpan, tindakan ini sangat tidak menguntungkan karena bekerja sebagai stimulant vagal yang dapat menimbulkan bridakari dan memancing aritmia. Karena alas an-alasan ini komode sebelah tempat tidur dan diit kaya serat dan pemakaian pelunak tinja secara rutin dianjurkan. Pasien harus ditentramkan, bahwa tidaklah berbahaya bila beberapa hari tidak ada buang air besar. Tetapi bila pasien menjadi gelisah dan enak, laksans dapat dipakai dengan aman, bila belum berhasil dapat dilakukan pemeriksaan rectal yang lembut pada pasien-pasien dengan infark miokardial akut
Jumat, 28 Agustus 2009
Materi Kesehatan: Proses Persalinan
Proses Persalinan
Defenisi
Kehamilan adalah suatu keadaan dimana
janin dikandung di dalam tubuh wanita, yang sebelumnya diawali dengan proses
pembuahan dan kemudian akan diakhiri dengan proses persalinan,
janin dikandung di dalam tubuh wanita, yang sebelumnya diawali dengan proses
pembuahan dan kemudian akan diakhiri dengan proses persalinan,
PEMBUAHAN
Pembuahan (Konsepsi) adalah merupakan
awal dari kehamilan, dimana satu sel telur dibuahi oleh satu sperma.
awal dari kehamilan, dimana satu sel telur dibuahi oleh satu sperma.
Ovulasi (pelepasan sel telur) adalah
merupakan bagian dari siklus menstruasi normal, yang terjadi sekitar 14 hari
sebelum menstruasi. Sel telur yang dilepaskan bergerak ke ujung tuba falopii
(saluran telur) yang berbentuk corong , yang merupakan tempat terjadinya
pembuahan.
Jika tidak terjadi pembuahan, sel telur akan mengalami kemunduran (degenerasi)
dan dibuang melalui vagina bersamaan dengan darah menstruasi. Jika terjadi
pembuahan, maka sel telur yang telah dibuahi oleh sperma ini akan mengalami
serangkaian pembelahan dan tumbuh menjadi embrio (bakal janin).
merupakan bagian dari siklus menstruasi normal, yang terjadi sekitar 14 hari
sebelum menstruasi. Sel telur yang dilepaskan bergerak ke ujung tuba falopii
(saluran telur) yang berbentuk corong , yang merupakan tempat terjadinya
pembuahan.
Jika tidak terjadi pembuahan, sel telur akan mengalami kemunduran (degenerasi)
dan dibuang melalui vagina bersamaan dengan darah menstruasi. Jika terjadi
pembuahan, maka sel telur yang telah dibuahi oleh sperma ini akan mengalami
serangkaian pembelahan dan tumbuh menjadi embrio (bakal janin).
Jika pada ovulasi dilepaskan lebih dari
1 sel telur dan kemudian diikuti dengan pembuahan, maka akan terjadi kehamilan
ganda, biasanya kembar 2. Kasus seperti ini merupakan kembar fraternal.
Kembar identik terjadi jika pada awal pembelahan, sel telur yang telah dibuahi
membelah menjadi 2 sel yang terpisah atau dengan kata lain, kembar identik
berasal dari 1 sel telur.
1 sel telur dan kemudian diikuti dengan pembuahan, maka akan terjadi kehamilan
ganda, biasanya kembar 2. Kasus seperti ini merupakan kembar fraternal.
Kembar identik terjadi jika pada awal pembelahan, sel telur yang telah dibuahi
membelah menjadi 2 sel yang terpisah atau dengan kata lain, kembar identik
berasal dari 1 sel telur.
Pada saat ovulasi, lapisan lendir di
dalam serviks (leher rahim) menjadi lebih cair, sehingga sperma mudah menembus
ke dalam rahim. Sperma bergerak dari vagina sampai ke ujung tuba falopii yang
berbentuk corong dalam waktu 5 menit.
Sel yang melapisi tuba falopii mempermudah terjadinya pembuahan dan pembentukan
zigot (sel telur yang telah dibuahi).
dalam serviks (leher rahim) menjadi lebih cair, sehingga sperma mudah menembus
ke dalam rahim. Sperma bergerak dari vagina sampai ke ujung tuba falopii yang
berbentuk corong dalam waktu 5 menit.
Sel yang melapisi tuba falopii mempermudah terjadinya pembuahan dan pembentukan
zigot (sel telur yang telah dibuahi).
IMPLANTASI
& PERKEMBANGAN PLASENTA
& PERKEMBANGAN PLASENTA
Implantasi adalah penempelan blastosis
ke dinding rahim, yaitu pada tempatnya tertanam.
ke dinding rahim, yaitu pada tempatnya tertanam.
Blastosis biasanya tertanam di dekat
puncak rahim, pada bagian depan maupun dinding belakang.
Dinding blastosis memiliki ketebalan 1 lapis sel, kecuali pada daerah tertentu
terdiri dari 3-4 sel.
Sel-sel di bagian dalam pada dinding blastosis yang tebal akan berkembang
menjadi embrio, sedangkan sel-sel di bagian luar tertanam pada dinding rahim
dan membentuk
puncak rahim, pada bagian depan maupun dinding belakang.
Dinding blastosis memiliki ketebalan 1 lapis sel, kecuali pada daerah tertentu
terdiri dari 3-4 sel.
Sel-sel di bagian dalam pada dinding blastosis yang tebal akan berkembang
menjadi embrio, sedangkan sel-sel di bagian luar tertanam pada dinding rahim
dan membentuk
plasenta
(ari-ari).
(ari-ari).
Plasenta menghasilkan hormon untuk
membantu memelihara kehamilan dan memungkin perputaran oksigen, zat gizi serta
limbah antara ibu dan janin.
Implantasi mulai terjadi pada hari ke 5-8 setelah pembuahan dan selesai pada
hari ke 9-10.
membantu memelihara kehamilan dan memungkin perputaran oksigen, zat gizi serta
limbah antara ibu dan janin.
Implantasi mulai terjadi pada hari ke 5-8 setelah pembuahan dan selesai pada
hari ke 9-10.
Dinding blastosis merupakan lapisan
luar dari selaput yang membungkus embrio (korion). Lapisan dalam (amnion) mulai
dibuat pada hari ke 10-12 dan membentuk kantung amnion.
Kantung amnion berisi cairan jernih (cairan amnion) dan akan mengembang untuk
membungkus embrio yang sedang tumbuh, yang mengapung di dalamnya.
luar dari selaput yang membungkus embrio (korion). Lapisan dalam (amnion) mulai
dibuat pada hari ke 10-12 dan membentuk kantung amnion.
Kantung amnion berisi cairan jernih (cairan amnion) dan akan mengembang untuk
membungkus embrio yang sedang tumbuh, yang mengapung di dalamnya.
Tonjolan kecil (vili) dari plasenta
yang sedang tumbuh, memanjang ke dalam dinding rahim dan membentuk percabangan
seperti susunan pohon.
Susunan ini menyebabkan penambahan luas daerah kontak antara ibu dan plasenta,
sehingga zat gizi dari ibu lebih banyak yang sampai ke janin dan limbah lebih
banyak dibuang dari janin ke ibu.
Pembentukan plasenta yang sempurna biasanya selesai pada minggu ke 18-20,
tetapi plasenta akan terus tumbuh selama kehamilan dan pada saat persalinan
beratnya mencapai 500 gram.
yang sedang tumbuh, memanjang ke dalam dinding rahim dan membentuk percabangan
seperti susunan pohon.
Susunan ini menyebabkan penambahan luas daerah kontak antara ibu dan plasenta,
sehingga zat gizi dari ibu lebih banyak yang sampai ke janin dan limbah lebih
banyak dibuang dari janin ke ibu.
Pembentukan plasenta yang sempurna biasanya selesai pada minggu ke 18-20,
tetapi plasenta akan terus tumbuh selama kehamilan dan pada saat persalinan
beratnya mencapai 500 gram.
PERKEMBANGAN
EMBRIO
EMBRIO
Embrio pertama kali dapat dikenali di
dalam blastosis sekitar 10 hari setelah pembuahan. Kemudian mulai terjadi pembentukan
daerah yang akan menjadi otak dan medulla spinalis, sedangkan jantung dan
pembuluh darah mulai dibentuk pada hari ke 16-17.
Jantung mulai memompa cairan melalui pembuluh darah pada hari ke 20 dan hari
berikutnya muncul sel darah merah yang pertama.
Selanjutnya, pembuluh darah terus berkembang di seluruh embrio dan plasenta.
dalam blastosis sekitar 10 hari setelah pembuahan. Kemudian mulai terjadi pembentukan
daerah yang akan menjadi otak dan medulla spinalis, sedangkan jantung dan
pembuluh darah mulai dibentuk pada hari ke 16-17.
Jantung mulai memompa cairan melalui pembuluh darah pada hari ke 20 dan hari
berikutnya muncul sel darah merah yang pertama.
Selanjutnya, pembuluh darah terus berkembang di seluruh embrio dan plasenta.
Organ-organ terbentuk sempurna pada
usia kehamilan 12 minggu (10 minggu setelah permbuahan), kecuali otak dan
medulla spinalis, yang terus mengalami pematangan selama kehamilan.
Kelainan pembentukan organ (malformasi) paling banyak terjadi pada trimester
pertama (12 minggu pertama) kehamilan, yang merupakan masa-masa pembentukan
organ dimana embrio sangat rentan terhadap efek obat-obatan atau virus. Karena
itu seorang wanita hamil sebaiknya tidak menjalani immunisasi atau mengkonsumsi
obat-obatan pada trimester pertama kecuali sangat penting untuk melindungi
kesehatannya. Pemberian obat-obatan yang diketahui dapat menyebabkan malformasi
harus dihindari.
usia kehamilan 12 minggu (10 minggu setelah permbuahan), kecuali otak dan
medulla spinalis, yang terus mengalami pematangan selama kehamilan.
Kelainan pembentukan organ (malformasi) paling banyak terjadi pada trimester
pertama (12 minggu pertama) kehamilan, yang merupakan masa-masa pembentukan
organ dimana embrio sangat rentan terhadap efek obat-obatan atau virus. Karena
itu seorang wanita hamil sebaiknya tidak menjalani immunisasi atau mengkonsumsi
obat-obatan pada trimester pertama kecuali sangat penting untuk melindungi
kesehatannya. Pemberian obat-obatan yang diketahui dapat menyebabkan malformasi
harus dihindari.
Pada awalnya, perkembangan embrio
terjadi dibawah lapisan rahim pada salah satu sisi rongga rahim, tetapi pada
minggu ke 12, janin (istilah yang digunakan setelah usia kehamilan mencapai 8
minggu) telah mengalami pertumbuhan yang pesat sehingga lapisan pada kedua sisi
rahim bertemu (karena janin telah memenuhi seluruh rahim).
terjadi dibawah lapisan rahim pada salah satu sisi rongga rahim, tetapi pada
minggu ke 12, janin (istilah yang digunakan setelah usia kehamilan mencapai 8
minggu) telah mengalami pertumbuhan yang pesat sehingga lapisan pada kedua sisi
rahim bertemu (karena janin telah memenuhi seluruh rahim).
MENENTUKAN
USIA KEHAMILAN
USIA KEHAMILAN
Secara konvensional, kehamilan dihitung
dalam minggu, dimulai dari hari pertama menstruasi terakhir.
Ovulasi biasanya terjadi 2 minggu sesudah menstruasi dan pembuahan biasanya
terjadi segera setelah ovulasi, karena itu secara kasar usia embrio adalah 2
minggu lebih muda daripada jumlah minggu yang secara tradisional dipakai untuk
menyatakan usia kehamilan. Dengan kata lain, seorang wanita yang hamil 4 minggu
sedang mengandung embrio yang berumur 2 minggu.
Jika menstruasinya tidak teratur, maka perbedaan yang pasti bisa lebih atau
kurang dari 2 minggu.
Untuk praktisnya, jika seorang wanita menstruasinya terlambat 2 minggu,
dikatakan telah hamil 6 minggu.
dalam minggu, dimulai dari hari pertama menstruasi terakhir.
Ovulasi biasanya terjadi 2 minggu sesudah menstruasi dan pembuahan biasanya
terjadi segera setelah ovulasi, karena itu secara kasar usia embrio adalah 2
minggu lebih muda daripada jumlah minggu yang secara tradisional dipakai untuk
menyatakan usia kehamilan. Dengan kata lain, seorang wanita yang hamil 4 minggu
sedang mengandung embrio yang berumur 2 minggu.
Jika menstruasinya tidak teratur, maka perbedaan yang pasti bisa lebih atau
kurang dari 2 minggu.
Untuk praktisnya, jika seorang wanita menstruasinya terlambat 2 minggu,
dikatakan telah hamil 6 minggu.
Kehamilan berlangsung rata-rata selama
266 hari (38 minggu) dari masa pembuahan atau 280 hari (40 minggu) dari hari
pertama menstruasi.
Untuk menentukan tanggal perkiraan persalinan bisa dilakukan perhitungan
berikut:
- tanggal menstruasi terakhir ditambah 7
- bulan menstruasi terakhir dikurangi 3
- tahun menstruasi terakhir ditambah 1
Hanya 10% wanita hamil yang melahirkan tepat pada tanggal perkiraan persalinan,
50% melahirkan dalam waktu 1 minggu dan hampir 90% yang melahirkan dalam waktu
2 minggu sebelum atau setelah tanggal perkiraan persalinan. Persalinan dalam
waktu 2 minggu sebelum maupun sesudah perkiraan persalinan masih dianggap
normal.
266 hari (38 minggu) dari masa pembuahan atau 280 hari (40 minggu) dari hari
pertama menstruasi.
Untuk menentukan tanggal perkiraan persalinan bisa dilakukan perhitungan
berikut:
- tanggal menstruasi terakhir ditambah 7
- bulan menstruasi terakhir dikurangi 3
- tahun menstruasi terakhir ditambah 1
Hanya 10% wanita hamil yang melahirkan tepat pada tanggal perkiraan persalinan,
50% melahirkan dalam waktu 1 minggu dan hampir 90% yang melahirkan dalam waktu
2 minggu sebelum atau setelah tanggal perkiraan persalinan. Persalinan dalam
waktu 2 minggu sebelum maupun sesudah perkiraan persalinan masih dianggap
normal.
Kehamilan terbagi menjadi periode 3
bulanan, yang disebut sebagai:
- Trimester pertama (minggu 1-12)
- Trimester kedua (minggu 13-24)
- Trimester ketiga (minggu 25-persalinan).
bulanan, yang disebut sebagai:
- Trimester pertama (minggu 1-12)
- Trimester kedua (minggu 13-24)
- Trimester ketiga (minggu 25-persalinan).
MENDETEKSI KEHAMILAN
Jika seorang wanita yang biasanya
mengalami menstruasi yang teratur mengalami keterlambatan 1 minggu atau lebih,
mungkin dia hamil.
Pada awal kehamilan, wanita hamil bisa mengalami pembengkakan payudara dan
mual, kadang disertai muntah.
Pembengkakan payudara terjadi akibat bertambahnya kadar hormon wanita (terutama
estrogen, juga progesteron).
Mual dan muntah terjadi akibat estrogen dan HCG (human chorionic gonadotropin).
Kedua hormon ini membantu memelihara kehamilan dan mulai dihasilkan oleh
plasenta pada sekitar 10 hari setelah pembuahan.
Pada awal kehamilan, banyak wanita yang merasa sangat lelah dan beberapa wanita
mengalami perut kembung.
mengalami menstruasi yang teratur mengalami keterlambatan 1 minggu atau lebih,
mungkin dia hamil.
Pada awal kehamilan, wanita hamil bisa mengalami pembengkakan payudara dan
mual, kadang disertai muntah.
Pembengkakan payudara terjadi akibat bertambahnya kadar hormon wanita (terutama
estrogen, juga progesteron).
Mual dan muntah terjadi akibat estrogen dan HCG (human chorionic gonadotropin).
Kedua hormon ini membantu memelihara kehamilan dan mulai dihasilkan oleh
plasenta pada sekitar 10 hari setelah pembuahan.
Pada awal kehamilan, banyak wanita yang merasa sangat lelah dan beberapa wanita
mengalami perut kembung.
Jika seorang wanita hamil, serviksnya
lebih lunak dan rahim juga lebih lunak dan membesar.
Biasanya vagina dan serviks menjadi kebiruan sampai ungu, karena pembuluhnya
penuh terisi darah.
Perubahan ini bisa terlihat pada pemeriksaan panggul.
lebih lunak dan rahim juga lebih lunak dan membesar.
Biasanya vagina dan serviks menjadi kebiruan sampai ungu, karena pembuluhnya
penuh terisi darah.
Perubahan ini bisa terlihat pada pemeriksaan panggul.
Biasanya untuk menentukan kehamilan
dilakukan tes kehamilan pada darah maupun air kemih.
Tes kehamilan ELISA (enzyme-linked immunosorbent assay) bisa dengan segera dan
mudah mendeteksi kadar HCG yang rendah di dalam air kemih.
Selama 60 hari pertama kehamilan yang normal dengan 1 janin, kadar HCG
berlipatganda setiap 2 hari.
dilakukan tes kehamilan pada darah maupun air kemih.
Tes kehamilan ELISA (enzyme-linked immunosorbent assay) bisa dengan segera dan
mudah mendeteksi kadar HCG yang rendah di dalam air kemih.
Selama 60 hari pertama kehamilan yang normal dengan 1 janin, kadar HCG
berlipatganda setiap 2 hari.
Selama kehamilan, rahim terus membesar.
Pada kehamilan 12 minggu, rahim membesar keluar panggu, yaitu ke arah perut dan
biasanya dapat dirasakan jika dokter memeriksa perut bagian bawah.
Rahim terus membesar sampai setinggi pusar pada kehamilan 20 minggu dan sampai
ke tulang iga bagian bawah pada usia kehamilan 36 minggu.
Pada kehamilan 12 minggu, rahim membesar keluar panggu, yaitu ke arah perut dan
biasanya dapat dirasakan jika dokter memeriksa perut bagian bawah.
Rahim terus membesar sampai setinggi pusar pada kehamilan 20 minggu dan sampai
ke tulang iga bagian bawah pada usia kehamilan 36 minggu.
Cara lain untuk mendeteksi kehamilan:
- Mendengarkan denyut jantung
janin.
Denyut jantung janin bisa terdengar melalui stetoskop khusus atau USG
Doppler.
Dengan bantuan steteoskop khusus, denyut jantung janin bisa terdengar pada
usia kehamilan 18-20 minggu; sedangkan jika menggunakan USG Doppler,
denyut jantung janin bisa terdengar pada usia kehamilan 12-14 minggu. - Merasakan pergerakan janin.
Ibu bisa merasakan gerakan janin pada kehamilan 16-20 minggu.
Wanita yang sebelumnya pernah hamil akan meraskan gerakan janin ini lebih
awal. - Memeriksa rahim dengan USG.
Rahim yang membesar bisa dilihat dengan USG pada kehamilan 6 minggu,
demikian juga halnya dengan denyut jantung janin.
PERUBAHAN FISIK SELAMA KEHAMILAN
Kehamilan menyebabkan banyak perubahan
pada tubuh, kebanyakan perubahan ini akan menghilang setelah persalinan.
pada tubuh, kebanyakan perubahan ini akan menghilang setelah persalinan.
· Jantung dan pembuluh darah.
Selama kehamilan, jumlah darah yang dipompa oleh jantung setiap menitnya (cardiac
output, curah jantung) meningkat sampai 30-50%. Peningkatan ini mulai terjadi
pada kehamilan 6 minggu dan mencapai puncaknya pada kehamilan 16-28 minggu.
Karena curah jantung meningkat, maka denyut jantung pada saat istirahat juga
meningka (dalam keadaan normal 70 kali/menit menjadi 80-90 kali/menit).
Selama kehamilan, jumlah darah yang dipompa oleh jantung setiap menitnya (cardiac
output, curah jantung) meningkat sampai 30-50%. Peningkatan ini mulai terjadi
pada kehamilan 6 minggu dan mencapai puncaknya pada kehamilan 16-28 minggu.
Karena curah jantung meningkat, maka denyut jantung pada saat istirahat juga
meningka (dalam keadaan normal 70 kali/menit menjadi 80-90 kali/menit).
Setelah mencapai kehamilan 30 minggu,
curah jantung agak menurun karena rahim yang membesar menekan vena yang membawa
darh dari tungkai ke jantung.
Selama persalinan, curah jantung meningkat sebesar 30%,
Setelah persalinan curah jantung menurun sampai 15-25% diatas batas kehamilan,
lalu secara perlahan kembali ke batas kehamilan.
curah jantung agak menurun karena rahim yang membesar menekan vena yang membawa
darh dari tungkai ke jantung.
Selama persalinan, curah jantung meningkat sebesar 30%,
Setelah persalinan curah jantung menurun sampai 15-25% diatas batas kehamilan,
lalu secara perlahan kembali ke batas kehamilan.
Peningkatan curah jantung selama
kehamilan kemungkinan terjadi karena adanya perubahan dalam aliran darah ke
rahim. Karena janin terus tumbuh, maka darah lebih banyak dikirim ke rahim ibu.
Pada akhir kehamilan, rahim menerima seperlima dari seluruh darah ibu.
kehamilan kemungkinan terjadi karena adanya perubahan dalam aliran darah ke
rahim. Karena janin terus tumbuh, maka darah lebih banyak dikirim ke rahim ibu.
Pada akhir kehamilan, rahim menerima seperlima dari seluruh darah ibu.
Ketika melakukan aktivitas/olah raga,
maka curah jantung, denyut jantung dan laju pernafasan pada wanita hamil lebih
tinggi dibandingkan dengan wanita yang tidak sedang hamil.
Rontgen dada dan EKG menunjukkan sejumlah perubahan dalam jantung, dan kadang
terdengar murmur jantung tertentu serta ketidakteraturan irama jantung.
Semua perubahan tersebut adalah normal terjadi pada masa hamil, tetapi beberapa
kelainan irama jantung mungkin akan memerlukan pengobatan khusus.
maka curah jantung, denyut jantung dan laju pernafasan pada wanita hamil lebih
tinggi dibandingkan dengan wanita yang tidak sedang hamil.
Rontgen dada dan EKG menunjukkan sejumlah perubahan dalam jantung, dan kadang
terdengar murmur jantung tertentu serta ketidakteraturan irama jantung.
Semua perubahan tersebut adalah normal terjadi pada masa hamil, tetapi beberapa
kelainan irama jantung mungkin akan memerlukan pengobatan khusus.
Selama trimester kedua biasanya tekanan
darah menurun tetapi akan kembali normal pada trimester ketiga.
darah menurun tetapi akan kembali normal pada trimester ketiga.
Selama kehamilan, volume darah dalam
peredaran meningkat sampai 50%, tetapi jumlah sel darah merah yang mengangkut
oksigen hanya meningkat sebesar 25-30%.
Untuk alasan yang belum jelas, jumlah sel darah putih (yang berfungsi
melindungi tubuh terhadap infeksi) selama kehamilan, pada saat persalinan dan
beberapa hari setelah persalinan, agak meningkat.
peredaran meningkat sampai 50%, tetapi jumlah sel darah merah yang mengangkut
oksigen hanya meningkat sebesar 25-30%.
Untuk alasan yang belum jelas, jumlah sel darah putih (yang berfungsi
melindungi tubuh terhadap infeksi) selama kehamilan, pada saat persalinan dan
beberapa hari setelah persalinan, agak meningkat.
· Ginjal
Selama kehamilan, ginjal bekerja lebih berat. Ginjal menyaring darah yang
volumenya meningkat (sampai 30-50% atau lebih), yang puncaknya terjadi pada
kehamilan 16-24 minggu sampai sesaat sebelum persalinan (pada saat ini aliran
darah ke ginjal berkurang akibat penekanan rahim yang membesar).
Selama kehamilan, ginjal bekerja lebih berat. Ginjal menyaring darah yang
volumenya meningkat (sampai 30-50% atau lebih), yang puncaknya terjadi pada
kehamilan 16-24 minggu sampai sesaat sebelum persalinan (pada saat ini aliran
darah ke ginjal berkurang akibat penekanan rahim yang membesar).
Dalam keadaan normal, aktivitas ginjal
meningkat ketika berbaring dan menurun ketika berdiri. Keadaan ini semakin
menguat pada saat kehamilan, karena itu wanita hamil sering merasa ingin
berkemih ketika mereka mencoba untuk berbaring/tidur.
Pada akhir kehamilan, peningkatan aktivitas ginjal yang lebih besar terjadi
pada wanita hamil yang tidur miring. Tidur miring mengurangi tekanan dari rahim
pada vena yang membawa darah dari tungkai sehingga terjadi perbaikan aliran
darah yang selanjutnya akan meningkatkan aktivitas ginjal dan curah jantung.
meningkat ketika berbaring dan menurun ketika berdiri. Keadaan ini semakin
menguat pada saat kehamilan, karena itu wanita hamil sering merasa ingin
berkemih ketika mereka mencoba untuk berbaring/tidur.
Pada akhir kehamilan, peningkatan aktivitas ginjal yang lebih besar terjadi
pada wanita hamil yang tidur miring. Tidur miring mengurangi tekanan dari rahim
pada vena yang membawa darah dari tungkai sehingga terjadi perbaikan aliran
darah yang selanjutnya akan meningkatkan aktivitas ginjal dan curah jantung.
· Paru-paru
Ruang yang diperlukan oleh rahim yang membesar dan meningkatnya pembentukan
hormon progesteron menyebabkan paru-paru berfungsi lain dari biasanya.
Wanita hamil bernafas lebih cepat dan lebih dalam karena memerlukan lebih
banyak oksigen untuk dirinya dan untuk janin.
Lingkar dada wanita hamil agak membesar.
Ruang yang diperlukan oleh rahim yang membesar dan meningkatnya pembentukan
hormon progesteron menyebabkan paru-paru berfungsi lain dari biasanya.
Wanita hamil bernafas lebih cepat dan lebih dalam karena memerlukan lebih
banyak oksigen untuk dirinya dan untuk janin.
Lingkar dada wanita hamil agak membesar.
Lapisan saluran pernafasan menerima
lebih banyak darah dan menjadi agak tersumbat
lebih banyak darah dan menjadi agak tersumbat
oleh penumpukan darah (kongesti). Kadang hidung dan
tenggorokan mengalami penyumbatan parsial akibat kongesti ini. Tekanan dan
kualitas suara wanita hamil agak berubah.
tenggorokan mengalami penyumbatan parsial akibat kongesti ini. Tekanan dan
kualitas suara wanita hamil agak berubah.
· Sistem pencernaan
Rahim yang semakin membesar akan menekan rektum dan usus bagian bawah sehingga
terjadi sembelit (konstipasi).
Sembelit semakin berat karena gerakan otot di dalam usus diperlambat oleh
tingginya kadar progesteron.
Rahim yang semakin membesar akan menekan rektum dan usus bagian bawah sehingga
terjadi sembelit (konstipasi).
Sembelit semakin berat karena gerakan otot di dalam usus diperlambat oleh
tingginya kadar progesteron.
Wanita hamil sering mengalami heartburn
(rasa panas di dada) dan sendawa, yang kemungkinan terjadi karena makanan lebih
lama berada di dalam lambung dan karena relaksasi sfingter di kerongkongan
bagian bawah yang memungkinkan isi lambung mengalir kembali ke kerongkongan.
(rasa panas di dada) dan sendawa, yang kemungkinan terjadi karena makanan lebih
lama berada di dalam lambung dan karena relaksasi sfingter di kerongkongan
bagian bawah yang memungkinkan isi lambung mengalir kembali ke kerongkongan.
Ulkus gastrikum jarang ditemukan pada
wanita hamil dan jika sebelumnya menderita ulkus gastrikum biasanya akan
membaik karena asam lambung yang dihasilkan lebih sedikit.
wanita hamil dan jika sebelumnya menderita ulkus gastrikum biasanya akan
membaik karena asam lambung yang dihasilkan lebih sedikit.
· Kulit
Topeng kehamilan (melasma) adalah bintik-bintik pigmen kecoklatan yang tampak
di kulit kening dan pipi.
Peningkatan pigmentasi juga terjadi di sekeliling puting susu. Sedangkan di
perut bawah bagian tengah biasanya tampak garis gelap.
Topeng kehamilan (melasma) adalah bintik-bintik pigmen kecoklatan yang tampak
di kulit kening dan pipi.
Peningkatan pigmentasi juga terjadi di sekeliling puting susu. Sedangkan di
perut bawah bagian tengah biasanya tampak garis gelap.
Spider angioma (pembuluh darah kecil
yang memberi gambaran seperti laba-laba) bisa muncul di kulit, biasanya di atas
pinggang. Sedangkan pelebaran pembuluh darah kecil yang berdinding tipis
seringkali tampak di tungkai bawah.
yang memberi gambaran seperti laba-laba) bisa muncul di kulit, biasanya di atas
pinggang. Sedangkan pelebaran pembuluh darah kecil yang berdinding tipis
seringkali tampak di tungkai bawah.
· Hormon
Kehamilan mempengaruhi hampir semua hormon di dalam tubuh.
Plasenta menghasilkan sejumlah hormon untuk membantu tubuh dalam mempertahankan
kehamilan. Hormon utama yang dihasilkan oleh plasenta adalah HCG, yang berperan
mencegah ovulasi dan merangsang pembentukan estrogen serta progesteron oleh
ovarium untuk mempertahankan kehamilan.
Plasenta juga menghasilkan hormon yan gmenyebabkan kelenjar tiroid menjadi
lebih aktif. Kelenjar tiroid yang lebih aktif menyebabkan denyut jantung yang
cepat, jantung berdebar-debar (palpitasi), keringat berlebihan dan perubahan
suasana hati; selain itu juga bisa terjadi pembesaran kelenjar tiroid. Tetapi hipertiroidisme
(overaktivitas kelenjar tiroid) hanya terjadi pada kurang dari 1% kehamilan.
Kehamilan mempengaruhi hampir semua hormon di dalam tubuh.
Plasenta menghasilkan sejumlah hormon untuk membantu tubuh dalam mempertahankan
kehamilan. Hormon utama yang dihasilkan oleh plasenta adalah HCG, yang berperan
mencegah ovulasi dan merangsang pembentukan estrogen serta progesteron oleh
ovarium untuk mempertahankan kehamilan.
Plasenta juga menghasilkan hormon yan gmenyebabkan kelenjar tiroid menjadi
lebih aktif. Kelenjar tiroid yang lebih aktif menyebabkan denyut jantung yang
cepat, jantung berdebar-debar (palpitasi), keringat berlebihan dan perubahan
suasana hati; selain itu juga bisa terjadi pembesaran kelenjar tiroid. Tetapi hipertiroidisme
(overaktivitas kelenjar tiroid) hanya terjadi pada kurang dari 1% kehamilan.
Plasenta juga menghasilkan melanocyte-stimulating
hormone yang menyebabkan kulit berwarna lebih gelap dan hormon yang menyebabkan
peningkatan kadar hormon adrenal di dalam darah. Peningkatan kadar hormon in
kemungkinan menyebabkan tanda peregangan berwarna pingk pada kulit perut.
hormone yang menyebabkan kulit berwarna lebih gelap dan hormon yang menyebabkan
peningkatan kadar hormon adrenal di dalam darah. Peningkatan kadar hormon in
kemungkinan menyebabkan tanda peregangan berwarna pingk pada kulit perut.
Selama kehamilan diperlukan lebih
banyak insulin yang dihasilkan oleh pankreas. Karena itu penderita diabetes
yang sedang hamil bisa mengalami gejala diabetes yang lebih buruk.
banyak insulin yang dihasilkan oleh pankreas. Karena itu penderita diabetes
yang sedang hamil bisa mengalami gejala diabetes yang lebih buruk.
PERAWATAN
SELAMA KEHAMILAN
SELAMA KEHAMILAN
Pemeriksaan pada usia kehamilan
mencapai 6 dan 8 minggu sangat penting untuk memperkirakan umur kehamilan dan
tanggal perkiraan persalinan.
Pemeriksaan fisik yang pertama kali dilakukan biasanya meliputi berat badan,
tinggi badan dan tekanan darah. Kemudian dilakukan pemeriksaan leher, kelenjar
tiroid, payudara, perut, lengan dan tungkai.
Dengan bantuan stetoskop, dilakukan pemeriksaan terhadap jantung dan paru-paru;
sedangkan pemeriksaan bagian belakang mata dilakukan dengan bantuan oftalmoskop.
Juga dilakukan pemeriksaan panggul dan rektum guna mengetahui ukuran danposisi
rahim dan kelaian pada panggul.
mencapai 6 dan 8 minggu sangat penting untuk memperkirakan umur kehamilan dan
tanggal perkiraan persalinan.
Pemeriksaan fisik yang pertama kali dilakukan biasanya meliputi berat badan,
tinggi badan dan tekanan darah. Kemudian dilakukan pemeriksaan leher, kelenjar
tiroid, payudara, perut, lengan dan tungkai.
Dengan bantuan stetoskop, dilakukan pemeriksaan terhadap jantung dan paru-paru;
sedangkan pemeriksaan bagian belakang mata dilakukan dengan bantuan oftalmoskop.
Juga dilakukan pemeriksaan panggul dan rektum guna mengetahui ukuran danposisi
rahim dan kelaian pada panggul.
Dilakukan pemeriksaan darah lengkap,
pemeriksaan darah untuk sifilis, hepatitis, gonore, infeksi klamidia dan
penyakit menular seksual lainnya.
Pemeriksaan darah juga dilakukan untuk menentukan golongan darah dan antibodi
Rh.
pemeriksaan darah untuk sifilis, hepatitis, gonore, infeksi klamidia dan
penyakit menular seksual lainnya.
Pemeriksaan darah juga dilakukan untuk menentukan golongan darah dan antibodi
Rh.
Rontgen dada hanya dilakukan jika
diketahui wanita hamil tersebut menderita penyakit paru-paru atau jantung.
Jika tidak mendesak, sebaiknya pemeriksaan rontgen dihindari, terutama pada 12
minggu pertama karena janin sangat sensitif terhadap efek radiasi. Jika
mendesak, janin harus dilindungi dengan cara menutupi perut bagian bawah dengan
bahan yang mengandung timah hitam sehingga rahim terlindungi.
diketahui wanita hamil tersebut menderita penyakit paru-paru atau jantung.
Jika tidak mendesak, sebaiknya pemeriksaan rontgen dihindari, terutama pada 12
minggu pertama karena janin sangat sensitif terhadap efek radiasi. Jika
mendesak, janin harus dilindungi dengan cara menutupi perut bagian bawah dengan
bahan yang mengandung timah hitam sehingga rahim terlindungi.
Pemeriksaan penyaringan untuk diabetes
harus segera dilakukan setelah kehamilan 12 minggu pada:
- Wanita yang pernah melahirkan bayi yang sangat besar
- Wanita yang pernah mengalami keguguran yang penyebabnya tidak jelas
- Wanita yang memiliki keluarga yang menderita diabetes.
Pada minggu ke 28, semua wanita hamil harus menjalani pemeriksaan penyaringan
untuk diabetes.
harus segera dilakukan setelah kehamilan 12 minggu pada:
- Wanita yang pernah melahirkan bayi yang sangat besar
- Wanita yang pernah mengalami keguguran yang penyebabnya tidak jelas
- Wanita yang memiliki keluarga yang menderita diabetes.
Pada minggu ke 28, semua wanita hamil harus menjalani pemeriksaan penyaringan
untuk diabetes.
Pada minggu ke 16-18, dilakukan
pemeriksaan kadar alfa-fetoprotein (suatu protein yang dihasilkan oleh janin)
di dalam darah ibu.
Jika kadarnya tinggi, kemungkinan janin yang dikandung menderita spina bifida
atau terdapat lebih dari 1 janin. Jika kadarnya rendah, kemungkinan terdapat
kelainan kromosom pada janin.
pemeriksaan kadar alfa-fetoprotein (suatu protein yang dihasilkan oleh janin)
di dalam darah ibu.
Jika kadarnya tinggi, kemungkinan janin yang dikandung menderita spina bifida
atau terdapat lebih dari 1 janin. Jika kadarnya rendah, kemungkinan terdapat
kelainan kromosom pada janin.
Dengan USG, kehamilan bisa diketahui
mulai dari 4-5 minggu setelah ovulasi. USG juga digunakan untuk:
- Mengikuti perkembangan kehamilan
- Menentukan tanggal perkiraan persalinan
- Menentukan laju pertumbuhan janin
- Merekam denyut jantung atau pernafasan janin
- Mengetahui kehamilan ganda
- Mengetahui sejumlah kelainan (misalnya plasenta previa)
- Mengetahui kelainan posisi janin
- Memandu jarum pada pengambilan contoh cairan ketuban untuk keperluan
pemeriksaan genetik atau kematangan paru-paru (amniosentesis).
Pada kehamilan muda, sebelum menjalani pemeriksaan USG, sebaiknya ibu meminum
banyak air karena kandung kemih yang penuh akan mendorong rahim keluar rongga
panggul sehingga bisa diperoleh gambaran janin yang lebih jelas.
mulai dari 4-5 minggu setelah ovulasi. USG juga digunakan untuk:
- Mengikuti perkembangan kehamilan
- Menentukan tanggal perkiraan persalinan
- Menentukan laju pertumbuhan janin
- Merekam denyut jantung atau pernafasan janin
- Mengetahui kehamilan ganda
- Mengetahui sejumlah kelainan (misalnya plasenta previa)
- Mengetahui kelainan posisi janin
- Memandu jarum pada pengambilan contoh cairan ketuban untuk keperluan
pemeriksaan genetik atau kematangan paru-paru (amniosentesis).
Pada kehamilan muda, sebelum menjalani pemeriksaan USG, sebaiknya ibu meminum
banyak air karena kandung kemih yang penuh akan mendorong rahim keluar rongga
panggul sehingga bisa diperoleh gambaran janin yang lebih jelas.
Pemeriksaan selanjutnya dilakukan
setiap 4 minggu (1 kali/bulan) sampai usia kehamilan mencapai 32 minggu.
Kemudian setiap 2 minggu sampai usia kehamilan mencapai 36 minggu dan sesudah
36 minggu, pemeriksaan dilakukan 1 kali/minggu.
Pada setiap pemeriskaan, dilakukan pengukuran berat badan dan tekanan darah,
serta ukuran dan bentuk rahim untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan
janin.
Air kemih diperiksa untuk mengetahui adanya gula dan protein. Adanya gula
menunjukkan diabetes dan protein menunjukkan pre-eklamsi (tekanan darah tinggi,
protein dalam air kemih dan penimbunan cairan selama kehamilan).
setiap 4 minggu (1 kali/bulan) sampai usia kehamilan mencapai 32 minggu.
Kemudian setiap 2 minggu sampai usia kehamilan mencapai 36 minggu dan sesudah
36 minggu, pemeriksaan dilakukan 1 kali/minggu.
Pada setiap pemeriskaan, dilakukan pengukuran berat badan dan tekanan darah,
serta ukuran dan bentuk rahim untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan
janin.
Air kemih diperiksa untuk mengetahui adanya gula dan protein. Adanya gula
menunjukkan diabetes dan protein menunjukkan pre-eklamsi (tekanan darah tinggi,
protein dalam air kemih dan penimbunan cairan selama kehamilan).
Jika ibu memiliki darah Rh-negatif,
maka dilakukan pemeriksaan antibodi Rh.
Jika darah ibu memiliki Rh-negatif dan darah ayah memiliki Rh-positif, maka
janin bisa memiliki Rh-positif. Jika darah janin yang memiliki Rh-positif
memasuki peredaran darah ibu yang memiliki Rh-negatif, maka tubuh ibu akan
membentuk antibodi Rh yang bisa masuk ke aliran darah janin dan merusak sel
darah merah sehingga terjadi jaundice (kuning), yang bisa menyebabkan kerusakan
otak atau kematian janin.
maka dilakukan pemeriksaan antibodi Rh.
Jika darah ibu memiliki Rh-negatif dan darah ayah memiliki Rh-positif, maka
janin bisa memiliki Rh-positif. Jika darah janin yang memiliki Rh-positif
memasuki peredaran darah ibu yang memiliki Rh-negatif, maka tubuh ibu akan
membentuk antibodi Rh yang bisa masuk ke aliran darah janin dan merusak sel
darah merah sehingga terjadi jaundice (kuning), yang bisa menyebabkan kerusakan
otak atau kematian janin.
Kenaikan berat badan pada saat hamil,
pada wanita yang memiliki ukuran rata-rata biasanya berkisar antara 12,5-15 kg
(sekitar 1-1,5 kg/bulan).
Kenaikan berat badan yang melebihi 15-17,5 kg menyebabkan penumpukan lemak pada
janin dan ibu.
Berat badan yang tidak bertambah merupakan pertanda buruk (terutama jika
kenaikan berat badan total kurang dari 5 kg) dan hal ini bisa menunjukkan
adanya pertumbuhan janin yang lambat.
Kadang kenaikan berat badan disebabkan oleh penimbunan cairan akibat jeleknya
aliran darah tungkai pada saat wanita hamil berdiri.
Hal ini bisa diatasi dengan cara berbaring miring ke kiri selama 30-45 menit
sebanyak 2-3 kali/hari.
pada wanita yang memiliki ukuran rata-rata biasanya berkisar antara 12,5-15 kg
(sekitar 1-1,5 kg/bulan).
Kenaikan berat badan yang melebihi 15-17,5 kg menyebabkan penumpukan lemak pada
janin dan ibu.
Berat badan yang tidak bertambah merupakan pertanda buruk (terutama jika
kenaikan berat badan total kurang dari 5 kg) dan hal ini bisa menunjukkan
adanya pertumbuhan janin yang lambat.
Kadang kenaikan berat badan disebabkan oleh penimbunan cairan akibat jeleknya
aliran darah tungkai pada saat wanita hamil berdiri.
Hal ini bisa diatasi dengan cara berbaring miring ke kiri selama 30-45 menit
sebanyak 2-3 kali/hari.
Selama kehamilan, kebutuhan kalori
harus ditambah sekitar 250 kalori agar tersedia zat gizi yang cukup untuk
pertumbuhan janin.
Wanita hamil sebaiknya mengkonsumsi makanan yang gizinya seimbang, termasuk
buah-buahan dan sayur-sayuran. Hindari makanan yang terlalu asin atau makanan
yang mengandung bahan pengawet.
harus ditambah sekitar 250 kalori agar tersedia zat gizi yang cukup untuk
pertumbuhan janin.
Wanita hamil sebaiknya mengkonsumsi makanan yang gizinya seimbang, termasuk
buah-buahan dan sayur-sayuran. Hindari makanan yang terlalu asin atau makanan
yang mengandung bahan pengawet.
Seorang wanita hamil tidak boleh minum
obat sembarangan.
Selama kehamilan, kebutuhan tubuh akan zat besi meningkat guna memenuhi
kebutuhan ibu dan janin. Biasanya diberikan tambahan zat besi. Pemberian zat
besi bisa menyebabkan gangguan lambung yang ringan dan sembelit.
obat sembarangan.
Selama kehamilan, kebutuhan tubuh akan zat besi meningkat guna memenuhi
kebutuhan ibu dan janin. Biasanya diberikan tambahan zat besi. Pemberian zat
besi bisa menyebabkan gangguan lambung yang ringan dan sembelit.
Mual dan muntah bisa dikurangi dengan
merubah pola makan, yaitu:
- Minum dan makan dalam porsi kecil tetapi sering
- Makan sebelum lapar
- Makanan lunak.
Untuk mengatasi morning sickness (mual di pagi hari) sebaiknya memakan 1-2
keping biskuit sebelum beranjak dari tempat tidur.
Jika mual dan muntahnya sangat berat dan menetap sehingga terjadi dehidrasi,
penurunan berat badan atau gangguan lainnya, maka biasanya wanita hamil harus
menjalani perawatan di rumah sakit untuk semantara waktu dan mendapatkan cairan
melalui infus.
merubah pola makan, yaitu:
- Minum dan makan dalam porsi kecil tetapi sering
- Makan sebelum lapar
- Makanan lunak.
Untuk mengatasi morning sickness (mual di pagi hari) sebaiknya memakan 1-2
keping biskuit sebelum beranjak dari tempat tidur.
Jika mual dan muntahnya sangat berat dan menetap sehingga terjadi dehidrasi,
penurunan berat badan atau gangguan lainnya, maka biasanya wanita hamil harus
menjalani perawatan di rumah sakit untuk semantara waktu dan mendapatkan cairan
melalui infus.
Edema (pembengkakan) sering terjadi,
terutama pada tungkai. Demikian juga halnya dengan varises pada tungkai dan di
daerah sekitar lubang vagina.
Untuk mengurangi pembengkakan tungkai, bisa digunakan penyangga elastis atau
berbaring dengan posisi tungkai lebih tinggi.
terutama pada tungkai. Demikian juga halnya dengan varises pada tungkai dan di
daerah sekitar lubang vagina.
Untuk mengurangi pembengkakan tungkai, bisa digunakan penyangga elastis atau
berbaring dengan posisi tungkai lebih tinggi.
Wasir bisa diatasi dengan mengkonsumsi
obat pelunak tinja atau berendam di air hangat.
obat pelunak tinja atau berendam di air hangat.
Pada saat hamil biasanya jumlah cairan
yang keluar dari vagina bertambah, hal ini adalah normal. Trikomoniasis dan kandidiasis
merupakan infeksi vagina yang sering ditemukan selama kehamilan dan mudah
diobati.
Vaginosis bakterialis (infeksi bakteri pada vagina) bisa menyebabkan kelahiran
prematur dan harus diobati secara tuntas.
yang keluar dari vagina bertambah, hal ini adalah normal. Trikomoniasis dan kandidiasis
merupakan infeksi vagina yang sering ditemukan selama kehamilan dan mudah
diobati.
Vaginosis bakterialis (infeksi bakteri pada vagina) bisa menyebabkan kelahiran
prematur dan harus diobati secara tuntas.
Wanita hamil bisa tetap melakukan
kegiatan sehari-harinya dan berolahraga.
Hubungan seksual selama kehamilan tetap boleh dilakukan, kecuali jika terjadi
perdarahan, nyeri atau kebocoran air ketuban.
kegiatan sehari-harinya dan berolahraga.
Hubungan seksual selama kehamilan tetap boleh dilakukan, kecuali jika terjadi
perdarahan, nyeri atau kebocoran air ketuban.
Setiap wanita hamil sebaiknya
mengetahui tanda-tanda awal persalinan.
Tanda yang utama adalah kontraksi perut bagian bawah dengan selang waktu
tertentu dan nyeri punggung.
Menjelang akhir kehamilan (setelah 36 minggu), dokter akan melakukan
pemeriksaan panggul untuk mencoba memperkirakan saat persalinan.
mengetahui tanda-tanda awal persalinan.
Tanda yang utama adalah kontraksi perut bagian bawah dengan selang waktu
tertentu dan nyeri punggung.
Menjelang akhir kehamilan (setelah 36 minggu), dokter akan melakukan
pemeriksaan panggul untuk mencoba memperkirakan saat persalinan.
Materi Kesehatan: Anemia pada Ibu Hamil
Anemia pada Ibu Hamil
TINJAUAN PUSTAKA
A. Anemia Gizi
Anemia gizi lebih sering dijumpai dalam kehamilan karena pada masa ini terjadi peningkatan kebutuhan zat-zat makanan untuk mendukung perubahan-perubahan fisiologis selama hamil.
1. Pengertian
Menurut Beck (1995:196) mengatakan anemia gizi adalah keadaan dimana kadar hemoglobin dalam darah lebih rendah dari normal, akibat kekurangan satu macam atau lebih zat-zat gizi yang diperlukan untuk pembentukan darah (misalnya: zat besi, asam folat, vitamin B12) tanpa memandang kekurangan tersebut. Sarwono Prawirohardjo (2002:281) mengemukakan anemia dalam kehamilan ialah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin di bawah 11 gram% pada trimester 1 dan 3 atau kadar 11 gr%
Sumber : Kuliah Gizi Kesehatan Masvarakat (STIKes. Respati Tasikmalaya)
3. Gejala
Tanda dan gejala yang terjadi akibat anemia menurut Sarwono Prawirohardjo (2002:282) adalah sebagai berikut :
a. Keluhan lemah
b. Pucat
c. Mudah pingsan, sementara tensi masih dalam batas normal (perlu dicurigai anemia defisiensi)
d. Secara klinik dapat dilihat tubuh yang malnutrisi
4. Penyebab
Menurut Beck (1995:197) mengatakan bahwa anemia gizi disebabkan karena beberapa hal yaitu menu makanan sehari-hari kurang mengandung zat besi, penyerapan zat besi didalam usus kurang baik atau terganggu, infestasi atau infeksi parasit / infeksi yang lain, kemampuan menampung zat besi menurun atau kebutuhan zat besi meningkat. Menu makanan sehari-hari yang meliputi pola makan terdiri dari frekuensi makan, jumlah makanan, jenis makanan dan pemilihan makanan.
Faktor lain yang mempengaruhi kehamilan menurut penelitian Suarna (2004:22-23) dan Waliman (2005:15-20) yaitu biomedis ibu yang meliputi umur ibu, paritas, umur kehamilan, jarak kelahiran dan penyakit ibu.
5. Akibat Anemia Kehamilan
Akibat yang akan terjadi pada anemia kehamilan menurut Manuaba (2001:51-52) :
a. Hamil Muda (trimester pertama)
1) Abortus
2) Missed abortus
3) Kelainan congenital
b. Trimester kedua
1) Persalinan prematur
2) Perdarahan antepartum
3) Gangguan pertumbuhan janin dalam rahim
4) Asphixia intrauterin sampai kematian
5) Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)
6) Gestosis dan mudah terkena infeksi
7) IQ rendah
Dekompensaio kordis-kematian ibu
c. Saat inpartu
3) Gangguan his primer dan sekunder
4) Janin lahir dengan anemia
5) Persalinan dengan tindakan tinggi :
a). Ibu cepat lelah
b). Gangguan perjalanan persalinan perlu tindakan operatif
d. Pascapartus
1). Atonia uteri menyebabkan perdarahan
2). Retensio plasenta :
a) Plasenta adhesive
b) Plasenta akreta
c) Plasenta inkreta
d) Plasenta perkreta
3) Perlukaan sukar sembuh
4) Mudah terjadi febris peurperalis
5) Gangguan involusi uteri
6) Kematian ibu tinggi :
a) Perdarahan
b) Infeksi peurperalis
c) Gestosis
Anemia gizi lebih sering dijumpai dalam kehamilan karena pada masa ini terjadi peningkatan kebutuhan zat-zat makanan untuk mendukung perubahan-perubahan fisiologis selama hamil.
1. Pengertian
Menurut Beck (1995:196) mengatakan anemia gizi adalah keadaan dimana kadar hemoglobin dalam darah lebih rendah dari normal, akibat kekurangan satu macam atau lebih zat-zat gizi yang diperlukan untuk pembentukan darah (misalnya: zat besi, asam folat, vitamin B12) tanpa memandang kekurangan tersebut. Sarwono Prawirohardjo (2002:281) mengemukakan anemia dalam kehamilan ialah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin di bawah 11 gram% pada trimester 1 dan 3 atau kadar 11 gr%
Sumber : Kuliah Gizi Kesehatan Masvarakat (STIKes. Respati Tasikmalaya)
3. Gejala
Tanda dan gejala yang terjadi akibat anemia menurut Sarwono Prawirohardjo (2002:282) adalah sebagai berikut :
a. Keluhan lemah
b. Pucat
c. Mudah pingsan, sementara tensi masih dalam batas normal (perlu dicurigai anemia defisiensi)
d. Secara klinik dapat dilihat tubuh yang malnutrisi
4. Penyebab
Menurut Beck (1995:197) mengatakan bahwa anemia gizi disebabkan karena beberapa hal yaitu menu makanan sehari-hari kurang mengandung zat besi, penyerapan zat besi didalam usus kurang baik atau terganggu, infestasi atau infeksi parasit / infeksi yang lain, kemampuan menampung zat besi menurun atau kebutuhan zat besi meningkat. Menu makanan sehari-hari yang meliputi pola makan terdiri dari frekuensi makan, jumlah makanan, jenis makanan dan pemilihan makanan.
Faktor lain yang mempengaruhi kehamilan menurut penelitian Suarna (2004:22-23) dan Waliman (2005:15-20) yaitu biomedis ibu yang meliputi umur ibu, paritas, umur kehamilan, jarak kelahiran dan penyakit ibu.
5. Akibat Anemia Kehamilan
Akibat yang akan terjadi pada anemia kehamilan menurut Manuaba (2001:51-52) :
a. Hamil Muda (trimester pertama)
1) Abortus
2) Missed abortus
3) Kelainan congenital
b. Trimester kedua
1) Persalinan prematur
2) Perdarahan antepartum
3) Gangguan pertumbuhan janin dalam rahim
4) Asphixia intrauterin sampai kematian
5) Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)
6) Gestosis dan mudah terkena infeksi
7) IQ rendah
c. Saat inpartu
3) Gangguan his primer dan sekunder
4) Janin lahir dengan anemia
5) Persalinan dengan tindakan tinggi :
a). Ibu cepat lelah
b). Gangguan perjalanan persalinan perlu tindakan operatif
d. Pascapartus
1). Atonia uteri menyebabkan perdarahan
2). Retensio plasenta :
a) Plasenta adhesive
b) Plasenta akreta
c) Plasenta inkreta
d) Plasenta perkreta
3) Perlukaan sukar sembuh
4) Mudah terjadi febris peurperalis
5) Gangguan involusi uteri
6) Kematian ibu tinggi :
a) Perdarahan
b) Infeksi peurperalis
c) Gestosis
B. Pola Makan
Pola makan sebelum hamil asal makan saja untuk mengisi perut yang lapar, tapi pada saat hamil kebiasaan ini sebaiknya ditinggalkan. Pola makan yang sehat bukan saja dalam pemilihan jenis makanan, termasuk juga jadwal.
Didaerah pedesaan, sebagian besar makanan yang dikonsumsi, berasal dari sumber-sumber yang tinggi kandungannya seperti serelia/umbi-umbian. Jadi sejumlah makanan harus dimakan untuk memenuhi kebutuhan energi tersebut.
Pemilihan makanan beraneka ragam. Studi tentang kelompok makanan yang diperlukan untuk pembinaan gizi baik dan pola makanan yang representatif untuk Indonesia, Filipina dan Muangthai memperlihatkan bahwa penduduk Asia Tenggara akan mendapat manfaat dari peningkatan konsumsi lemak dan minyak, dan makan lebih banyak kacang-kacangan, sayur-sayuran temtama yang berdaun hijau tua dan berwarna kuning tua, beberapa kali dalam satu minggu.
1. Pola Makan Untuk Ibu Hamil
Zat gizi juga diperlukan selama ibu mengandung, baik untuk pertumbuhan organ reproduksi ibu yang kuat maupun pertambuhan janin. Pertumbuhan janin dan kesehatan janin hampir sama sekali tergantung pada penyediaan zat gizi dari tubuh ibu yang hamil.
Ibu hamil membutuhkan zat gizi lebih banyak daripada yang diperlukan sebelum hamil. Seringkali di Asia Tenggara, ibu yang hamil tidak cukup makan makanan yang kaya akan protein. Studi tentang pola makan di Indonesia menunjukan bahwa makanan pokok merupakan penghasil kalori terbesar dari jumlah yang dimakan. Protein diperoleh terutama dari bahan nabati. Sayuran merupakan penyerta menu sehari-hari tetapi konsumsinya sangat bervariasi Banyak pantangan terhadap makanan yang dijumpai dalam masa kehamilan, yaitu beberapa jenis ikan, sayuran dan buah-buahan tertentu, daging kambing dan sebagainya untuk ibu.
Pola makan yang akan dibahas disini adalah pola makan untuk ibu hamil yang meliputi frekuensi makan, jenis makanan, jumlah makanan dan pemilihan makanan.
2. Frekuensi Makan
Ibu hamil harus sering makan untuk memenuhi kebutuhan makanan karena ibu hamil makan untuk dua orang, yaitu dirinya sendiri dan janin yang dikandungnya. Makan 1 sampai 2 piring lebih banyak dari sebelum hamil, makan 4 sampai 5 kali sehari (Depkes dan Kesos RI, 2000:15 ).
Patuhi jadwal makan, yaitu makan makanan bergizi 3 kali sehari pada waktu yang tepat, yaitu sarapan, makan siang dan makan malam, dan 2 kali makan makanan selingan (Kasdu, Meilisari, Purwaningsih dalam Info Lengkap Kehamilan dan Persalinan, 2001:95).
3. Jenis Makanan
Jenis makanan berpengaruh dalam pemilihan macam lauk pauk untuk memperoleh keadaan gizi yang baik. Pengetahuan dasar tentang cara menyusun makanan sehari (menu) yang seimbang sangat diperlukan guna mendapat variasi dengan harga yang terjangkau tetapi memenuhi selera. Untuk memperoleh gizi yang baik tersebut, tidak perlu suatu pola makan tertentu yang harus ditaati, namun dengan diversifikasikan menu, taraf gizi baik akan dapat dicapai.
4. Jumlah Makanan
Kebutuhan fisiologi sewaktu hamil ialah energi, protein dan zat besi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin serta pertambahan besar organ kandungan, perubahan komposisi dan metabolisme tubuh ibu. Dengan demikan dapat dimengerti bahwa selama kehamilan kebutuhan makanan meningkat.
Angka Kecukupan Gizi (AKG) rata-rata yang dianjurkan per orang per hari khusus untuk ibu hamil disederhanakan dalam bentuk ukuran rumah tangga yaitu sebagai berikut :
Tabel 2.2 Kebutuhan Makanan I bu Hamil Sehari-hari
Jenis makanan Jumlah
Nasi/Pengganti
Lauk Hewani
Lauk Nabati
Sayuran
Buah-buahan 4-5 ½ Piring
4-5 Potong
2-4 Potong
2-3 Mangkok
3 Potong
Sumber : Depkes dan Kesos RI (2000:7)
5. Pemilihan Makanan
Pemilihan makanan yang dimakan harus beraneka ragam dan bervariasi. Semakin bervariasi bahan makanan yang dikonsumsi, maka pemenuhan kebutuhan zat gizi semakin baik. Makanan yang dikonsumsi sehari-hari tergantung pada pemilihan makanan yang dapat mempengaruhi kandungan zat gizi makanan yang masuk kedalam tubuh ibu hamil. Oleh karena itu, ibu hamil harus memakan makanan yang merupakan sumber dari zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh meliputi sumber karbohidrat, sumber protein, sumber lemak, sumber mineral terutama zat besi dan sumber vitamin terutama vitamin C. Untuk sumber-sumber bahan makanan akan dibahas di gizi seimbang dalam kehamilan.
Pola makan sebelum hamil asal makan saja untuk mengisi perut yang lapar, tapi pada saat hamil kebiasaan ini sebaiknya ditinggalkan. Pola makan yang sehat bukan saja dalam pemilihan jenis makanan, termasuk juga jadwal.
Didaerah pedesaan, sebagian besar makanan yang dikonsumsi, berasal dari sumber-sumber yang tinggi kandungannya seperti serelia/umbi-umbian. Jadi sejumlah makanan harus dimakan untuk memenuhi kebutuhan energi tersebut.
Pemilihan makanan beraneka ragam. Studi tentang kelompok makanan yang diperlukan untuk pembinaan gizi baik dan pola makanan yang representatif untuk Indonesia, Filipina dan Muangthai memperlihatkan bahwa penduduk Asia Tenggara akan mendapat manfaat dari peningkatan konsumsi lemak dan minyak, dan makan lebih banyak kacang-kacangan, sayur-sayuran temtama yang berdaun hijau tua dan berwarna kuning tua, beberapa kali dalam satu minggu.
1. Pola Makan Untuk Ibu Hamil
Zat gizi juga diperlukan selama ibu mengandung, baik untuk pertumbuhan organ reproduksi ibu yang kuat maupun pertambuhan janin. Pertumbuhan janin dan kesehatan janin hampir sama sekali tergantung pada penyediaan zat gizi dari tubuh ibu yang hamil.
Ibu hamil membutuhkan zat gizi lebih banyak daripada yang diperlukan sebelum hamil. Seringkali di Asia Tenggara, ibu yang hamil tidak cukup makan makanan yang kaya akan protein. Studi tentang pola makan di Indonesia menunjukan bahwa makanan pokok merupakan penghasil kalori terbesar dari jumlah yang dimakan. Protein diperoleh terutama dari bahan nabati. Sayuran merupakan penyerta menu sehari-hari tetapi konsumsinya sangat bervariasi Banyak pantangan terhadap makanan yang dijumpai dalam masa kehamilan, yaitu beberapa jenis ikan, sayuran dan buah-buahan tertentu, daging kambing dan sebagainya untuk ibu.
Pola makan yang akan dibahas disini adalah pola makan untuk ibu hamil yang meliputi frekuensi makan, jenis makanan, jumlah makanan dan pemilihan makanan.
2. Frekuensi Makan
Ibu hamil harus sering makan untuk memenuhi kebutuhan makanan karena ibu hamil makan untuk dua orang, yaitu dirinya sendiri dan janin yang dikandungnya. Makan 1 sampai 2 piring lebih banyak dari sebelum hamil, makan 4 sampai 5 kali sehari (Depkes dan Kesos RI, 2000:15 ).
Patuhi jadwal makan, yaitu makan makanan bergizi 3 kali sehari pada waktu yang tepat, yaitu sarapan, makan siang dan makan malam, dan 2 kali makan makanan selingan (Kasdu, Meilisari, Purwaningsih dalam Info Lengkap Kehamilan dan Persalinan, 2001:95).
3. Jenis Makanan
Jenis makanan berpengaruh dalam pemilihan macam lauk pauk untuk memperoleh keadaan gizi yang baik. Pengetahuan dasar tentang cara menyusun makanan sehari (menu) yang seimbang sangat diperlukan guna mendapat variasi dengan harga yang terjangkau tetapi memenuhi selera. Untuk memperoleh gizi yang baik tersebut, tidak perlu suatu pola makan tertentu yang harus ditaati, namun dengan diversifikasikan menu, taraf gizi baik akan dapat dicapai.
4. Jumlah Makanan
Kebutuhan fisiologi sewaktu hamil ialah energi, protein dan zat besi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin serta pertambahan besar organ kandungan, perubahan komposisi dan metabolisme tubuh ibu. Dengan demikan dapat dimengerti bahwa selama kehamilan kebutuhan makanan meningkat.
Angka Kecukupan Gizi (AKG) rata-rata yang dianjurkan per orang per hari khusus untuk ibu hamil disederhanakan dalam bentuk ukuran rumah tangga yaitu sebagai berikut :
Tabel 2.2 Kebutuhan Makanan I bu Hamil Sehari-hari
Jenis makanan Jumlah
Nasi/Pengganti
Lauk Hewani
Lauk Nabati
Sayuran
Buah-buahan 4-5 ½ Piring
4-5 Potong
2-4 Potong
2-3 Mangkok
3 Potong
Sumber : Depkes dan Kesos RI (2000:7)
5. Pemilihan Makanan
Pemilihan makanan yang dimakan harus beraneka ragam dan bervariasi. Semakin bervariasi bahan makanan yang dikonsumsi, maka pemenuhan kebutuhan zat gizi semakin baik. Makanan yang dikonsumsi sehari-hari tergantung pada pemilihan makanan yang dapat mempengaruhi kandungan zat gizi makanan yang masuk kedalam tubuh ibu hamil. Oleh karena itu, ibu hamil harus memakan makanan yang merupakan sumber dari zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh meliputi sumber karbohidrat, sumber protein, sumber lemak, sumber mineral terutama zat besi dan sumber vitamin terutama vitamin C. Untuk sumber-sumber bahan makanan akan dibahas di gizi seimbang dalam kehamilan.
C. Kategori Pola Makan
Pola makan pada garis besarnya dapat digolongkan menjadi tiga katagori, yaitu rendah, sedang dan tinggi dengan tingkatan absorpsi zat besi masing-masing 5% (FAO/WHO, 1989).
Pola menu yang tergolong rendah absorpsi zat besinya (5%), menrpakan pola menu yang hanya terdiri dari nasi atau umbi-umbian dengan kacang-kacangan dan sedikit Vitamin C. Sebaiknya menu makanan ini lebih banyak terdiri dari bahan makanan yang mengandung fitat, serat, poliphenol, bekatul dan lain-lain, yang menghambat absorpsi zat besi. Tipe makanan ini merupakan ciri spesitik yang bisa dikonsumsi oleh keluarga-keluarga dengan sosio-ekonomi rendah seperti di negara-negara berkembang.
Menu makanan yang tergolong bioavailabilitas zat besi sedang, biasanya terdiri dari nasi, roti, umbi-umbian atau jagung, sayur-sayuran, dan buah-buahan, serta sering ada daging atau ikan atau ayam, walaupun jumlahnya tidak banyak. Menu makanan yang tergolong rendah dapat ditingkatkan menjadi sedang asalkan ada bahan makanan hewani didalamnya. Demikian pula menu makanan yang tinggi bioavailabilitas zat besinya dapat berubah menjadi sedang kalau secara rutin meminum atau memakan bahan makanan yang banyak mengandung zat inhibitor seperti teh atau kopi.
Penilaian pola makan biasanya menggunakan riwayat diet 24 jam. Untuk lebih lengkap, dapat dinilai konsumsi makanan seseorang selama lebih dari tiga hari atau selama satu minggu (Kozer, 1991 : 1008).
Pola makan pada garis besarnya dapat digolongkan menjadi tiga katagori, yaitu rendah, sedang dan tinggi dengan tingkatan absorpsi zat besi masing-masing 5% (FAO/WHO, 1989).
Pola menu yang tergolong rendah absorpsi zat besinya (5%), menrpakan pola menu yang hanya terdiri dari nasi atau umbi-umbian dengan kacang-kacangan dan sedikit Vitamin C. Sebaiknya menu makanan ini lebih banyak terdiri dari bahan makanan yang mengandung fitat, serat, poliphenol, bekatul dan lain-lain, yang menghambat absorpsi zat besi. Tipe makanan ini merupakan ciri spesitik yang bisa dikonsumsi oleh keluarga-keluarga dengan sosio-ekonomi rendah seperti di negara-negara berkembang.
Menu makanan yang tergolong bioavailabilitas zat besi sedang, biasanya terdiri dari nasi, roti, umbi-umbian atau jagung, sayur-sayuran, dan buah-buahan, serta sering ada daging atau ikan atau ayam, walaupun jumlahnya tidak banyak. Menu makanan yang tergolong rendah dapat ditingkatkan menjadi sedang asalkan ada bahan makanan hewani didalamnya. Demikian pula menu makanan yang tinggi bioavailabilitas zat besinya dapat berubah menjadi sedang kalau secara rutin meminum atau memakan bahan makanan yang banyak mengandung zat inhibitor seperti teh atau kopi.
Penilaian pola makan biasanya menggunakan riwayat diet 24 jam. Untuk lebih lengkap, dapat dinilai konsumsi makanan seseorang selama lebih dari tiga hari atau selama satu minggu (Kozer, 1991 : 1008).
D. Gizi Seimbang dalam Kehamilan
Masa kehamilan terdapat perubahan pada selunrh tubuh wanita, khususnya pada alat genitalia internal dan eksternal juga pada payudara. Sehingga dapat menunjang perkembangan dan pertumbuhan janin dalam rahim. Hormon Samatomammotropin, estrogen dan progesterone mempunyai Perubahan yang terdapat pada wanita hamil antara lain sebagai berikut (Mata Kuliah Asuhan Kebidanan I STIKes. Respati Tasikmalaya) :
1. Sistem Metabolisme
Pada wanita hamil Basal Metabolic Rate (BMR) meninggi, system endokrin juga meningkat dan tampak lebih jelas kelenjar gondoknya. BMR mengingkat hingga 15-20% yang umumnya ditemukan pada triwulan terakhir.
Keseimbangan asam alkali sedikit mengalami penurunan dari 155 mEq perliter menjadi 145-147 mEq perliter yang disebabkan hemodilusi darah dan kebutuhan minera yang diperlukan janin. Kalori yang dibutuhkan untuk itu diperoleh terutama dari pembakaran hidrat khususnya sesudah kehamilan 20 minggu ke atas.
Protein diperlukan sekali dalam kehamilan badan, alat kandungan mamae dan untuk janin. Maka dari itu perlu diperhatikan agar wanita hamil memperoleh cukup protein selama hamil. Diperkirakan 1 gram protein setiap kg BB dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Hormon Somatomammotropin mempunyai peranan dalam pembentukan lemak dan mamae. Kadar kolesterol meningkat sampai 350 mg atau lebih per 100 mg.
Kalsium yang dibutuhkan janin untuk pembentukan tulang¬-tulangnya sebesar 30-40 gram. Ini terjadi terutama dalam trimester terakhir. Makanan tiap harinya diperkirakan telah mengandung 1,5 sampai 2,5 gram kalsium. Diperkirakan 0,2-0,7 gram kalsium tertahan dalam badan untuk keperluan semasa hamil sehingga cukup untuk pertumbuhan janin, tanpa menggangu kalsium ibu.
2. Darah dan Pembekuan Darah
Darah adalah jaringan cair yang terdiri atas 2 bagian. Bahan inter seluler adalah cairan yang disebut plasma dan didalamnya terdapat unsur¬unsur padat, yaitu sel darah. Beberapa perubahan peredaran darah:
a. Volume darah
Volume darah sernakin meningkat dimana jumlah serum darah lebih besar dari pertumbuhan sel darah, sehingga terjadi semacam pengenceran darah (hemodilusi), dengan puncaknya pada umur kehamilan 32 minggu. Serum darah (volume darah) bertambah sebesar 25-30%, sedangkan sel darah bertambah sekitar 20%.
b. Sel Darah
Sel darah merah makin meningkat jumlahnya untuk dapat mengimbangi pertumbuhan janin dalam rahim, tetapi pertambahan sel darah tidak seimbang dengan peningkatan volume darah sehingga terjadi hemodilusi yang disertai anemia fisiologis. Jumlah leukosit meningkat sampai 10.000 per ml dan produksi trombosit pun meningkat. Dengan hemodilusi dan anemia fisiologis maka laju endap darah semakin tinggi.
Protein darah dalam bentuk albumin dan gammaglobulin dapat menurun pada triwulan pertama sedangkan fibrinogen meningkat pada post partum dengan terjadinya hemokonsentrasi dapat terjadi tromboplebitis.
3. Pernafasan
Pada kehamilan terjadi perubahan system respirasi untuk dapat memenuhi kebutuhan O2. Disamping itu terjadi desakan diafragma karena dorongan rahim yang membesar pada umur kehamilan 32 minggu. Sebagai kompensasi terjadinya desakan rahim dan kebutuhan O2 yang meningkat, ibu hamil akan bernafas lebih dalam sekitar 20-25% dari biasanya.
Masa kehamilan terdapat perubahan pada selunrh tubuh wanita, khususnya pada alat genitalia internal dan eksternal juga pada payudara. Sehingga dapat menunjang perkembangan dan pertumbuhan janin dalam rahim. Hormon Samatomammotropin, estrogen dan progesterone mempunyai Perubahan yang terdapat pada wanita hamil antara lain sebagai berikut (Mata Kuliah Asuhan Kebidanan I STIKes. Respati Tasikmalaya) :
1. Sistem Metabolisme
Pada wanita hamil Basal Metabolic Rate (BMR) meninggi, system endokrin juga meningkat dan tampak lebih jelas kelenjar gondoknya. BMR mengingkat hingga 15-20% yang umumnya ditemukan pada triwulan terakhir.
Keseimbangan asam alkali sedikit mengalami penurunan dari 155 mEq perliter menjadi 145-147 mEq perliter yang disebabkan hemodilusi darah dan kebutuhan minera yang diperlukan janin. Kalori yang dibutuhkan untuk itu diperoleh terutama dari pembakaran hidrat khususnya sesudah kehamilan 20 minggu ke atas.
Protein diperlukan sekali dalam kehamilan badan, alat kandungan mamae dan untuk janin. Maka dari itu perlu diperhatikan agar wanita hamil memperoleh cukup protein selama hamil. Diperkirakan 1 gram protein setiap kg BB dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Hormon Somatomammotropin mempunyai peranan dalam pembentukan lemak dan mamae. Kadar kolesterol meningkat sampai 350 mg atau lebih per 100 mg.
Kalsium yang dibutuhkan janin untuk pembentukan tulang¬-tulangnya sebesar 30-40 gram. Ini terjadi terutama dalam trimester terakhir. Makanan tiap harinya diperkirakan telah mengandung 1,5 sampai 2,5 gram kalsium. Diperkirakan 0,2-0,7 gram kalsium tertahan dalam badan untuk keperluan semasa hamil sehingga cukup untuk pertumbuhan janin, tanpa menggangu kalsium ibu.
2. Darah dan Pembekuan Darah
Darah adalah jaringan cair yang terdiri atas 2 bagian. Bahan inter seluler adalah cairan yang disebut plasma dan didalamnya terdapat unsur¬unsur padat, yaitu sel darah. Beberapa perubahan peredaran darah:
a. Volume darah
Volume darah sernakin meningkat dimana jumlah serum darah lebih besar dari pertumbuhan sel darah, sehingga terjadi semacam pengenceran darah (hemodilusi), dengan puncaknya pada umur kehamilan 32 minggu. Serum darah (volume darah) bertambah sebesar 25-30%, sedangkan sel darah bertambah sekitar 20%.
b. Sel Darah
Sel darah merah makin meningkat jumlahnya untuk dapat mengimbangi pertumbuhan janin dalam rahim, tetapi pertambahan sel darah tidak seimbang dengan peningkatan volume darah sehingga terjadi hemodilusi yang disertai anemia fisiologis. Jumlah leukosit meningkat sampai 10.000 per ml dan produksi trombosit pun meningkat. Dengan hemodilusi dan anemia fisiologis maka laju endap darah semakin tinggi.
Protein darah dalam bentuk albumin dan gammaglobulin dapat menurun pada triwulan pertama sedangkan fibrinogen meningkat pada post partum dengan terjadinya hemokonsentrasi dapat terjadi tromboplebitis.
3. Pernafasan
Pada kehamilan terjadi perubahan system respirasi untuk dapat memenuhi kebutuhan O2. Disamping itu terjadi desakan diafragma karena dorongan rahim yang membesar pada umur kehamilan 32 minggu. Sebagai kompensasi terjadinya desakan rahim dan kebutuhan O2 yang meningkat, ibu hamil akan bernafas lebih dalam sekitar 20-25% dari biasanya.
4. Persyarafan
Inervasi Pelvis
a. Inervasi pada otot-otot superficial dasar pelvis plexus
Inervasinya berasal dari segmen ketiga dan keempat sakralis dan plexus pudendus.
b. Inervasi otot-otot profundal dasar pelvis
Inervasinya berasal dari nervus sakralis ketiga dan keempat, nervus sakralis kelima dan nervus coxygeus melewatinya tetapi tidak menginervasinya.
c. Inervasi dari corpus perinealis
Diinervasi dari cabang-cabang perineal nervus pundendus
d. Inervasi dari uterus
Syaraf-syaraf uterus dipengaruhi oleh serat syaraf simpatis maupun parasimpatis menuju ke ganglion cervicale dari frenkenhauser yang terletak di pangkal ligamen sacrouternum. Kontraksi pada dinding uterus bersifat autonom, tidak memerlukan rangsangan syaraf pusat hanya mengkoordinar kontraksi.
E. Zat Gizi dan Sumber Zat Gizi untuk Ibu Hamil
Selama kehamilan, terjadi perubahan metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak. Perubahan metabolisme ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ibu hamil yang meningkat dan kebutuhan janin yang sedang tumbuh dan berkembang. Oleh karena itu tubuh ibu hamil membutuhkan lebih banyak hampir semua zat gizi dibanding dengan wanita tidak hamil. Adapun kebutuhan zat gizi dan sumber zat gizi untuk ibu hamil menurut Dini Kasdu, Mila, Meiliasari dan Retno Purwaningsih dalam Info Lengkap Kehamilan dan Persalinan (2001:86-92) sebagai berikut :
1. Kebutuhan Karbohidrat
Zat gizi ini penting untuk memenuhi gizi seimbang. Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi.
Menurut Glade B. Curtis MD., EAACOG dalam Your Pregnancy Afier 30 Years menyebutkan, bahwa tidak ada satu rekomendasipun yang mengatur berapa sebenarnya kebutuhan ideal karbohidrat bagi ibu hamil. Namun, beberapa ahli gizi sepakat sekitar 60% dari seluruh kalori yang dibutuhkan tubuh adalah karbohidrat. Jadi, ibu hamil membutuhkan karbohidrat sekitar 1.500 kalori.
Bahan makanan yang merupakan sumber karbohidrat adalah serelia (padi-padian) dan produk olahannya, juga kentang, umbi dan jagung. Namun, karena tidak semua sumber karobhidrat baik, maka ibu hamil harus bisa memilih yang tepat. Misalnya sumber karbohidrat yang perlu dibatasi adalah gula dan makanan yang mengandung banyak gula, seperti cake, dan permen. Sedangkan karbohidrat yang sebaiknya dikonsumsi adalah karbohidrat kompleks yang terdapat pada roti gandum, kentang, serelia atau padi-padian yang tidak digiling. Jenis ini mengandung serat dan cukup kalori. Karbohidrat dapat melindungi protein terhadap pembakaran menjadi energi. Mengkonsumsi cukup karbohidrat kompleks dapat mencegah sembelit.
2. Kebutuhan Protein
Protein penting untuk ibu dan bayinya. Karena protein berfungsi sebagai pembentuk jaringan baru dan mempertahankan jaringan yang telah ada. Tambahan protein tersebut diperlukan untuk pertumbuhan janin, yaitu pertumbuhan jaringan otak, otot, kulit, rambut, kuku dan perkembangan janin. Selain itu protein juga dibutuhkan untuk pembentukan semua bahan pengatur, seperti hormone dan enzim - enzim ibu dan janin. Oleh karena itu ibu hamil disarankan untuk memperoleh tambahan protein minimal sebanyak 12 gram per hari dari kebutuhan sebelum hamil, yaitu sekitar 6O gam/hari.
Bahan makanan sumber protein hewani adalah daging sapi, ikan, unggas, bahan makanan sumber protein nabati adalah kacang-kacangan seperti tahu, tempe, oncom dan selai kacang mengkonsumsi bahan makanan kaya protein secara bervariasi. Selain itu karena protein yang berasal dari ternak juga kaya dengan lemak, maka seimbangkan asupan protein hewani dan nabati. Pilih bahan makanan protein hewani yang berlemak rendah.
3. Kebutuhan I,emak
Lemak dibutuhkan tubuh terutama untuk membentuk energi dan serta perkembangan system syaraf janin. Oleh karena itu, ibu hamil tidak boleh sampai kurang mengkonsumsi lemak tubuh. Sebaliknnya, bila asupannya berlebih dikhawatirkan berat badan ibu hamil akan meningkat tajam. Keadaan ini akan menyulitkan ibu hamil sendiri dalam menjalani kehamilan dan pasca persalinan. Karena itu ibu hamil dianjurkan makan makanan yang mengandung lemak tidak lebih dari 25% dari seluruh kalori yang dikonsumsi selrari. Bila hal ini sudah dilakukan maka sebenarnya sudah dapat memenuhi kebutuhan lemak tubuhnya. Pilihan jenis lemaknya yaitu yang mengandung asam lemak esensial (ALE). Lemak ini tidak dapat dibuat tubuh dan harus diperoleh dari makanan. Asam lemak esensial adalah asam lemak linoleat, yaitu suatu asam lemak tidak jenuh, Omega 3. Turunan asam lemak Omega 3 adalah DHA (Asamdokosaheksaenoat) yang mempunyai peran penting antara lain pada tumbuh kembang jaringan syaraf dan retina. Sedangkan bahan makanan sumber asam lemak Omega 3 antara lain kacang-¬kacangan dan hasil olahannya, serta jenis ikan laut lainnya, terutama ikan laut dalam. Asam lemak esensial lainnya adalah asam lemak Omega 6. Turunan asam lemak Omega 6 adalah asam arakhidonat yang penting untuk otak janin dan jaringan lainnya. Bahan makanannya antara lain kacang-kacangan, biji-bijian dan hasil olahannya.
4. Kebutuhan Vitamin
a. Vitamin A
Vitamin A berfiungsi untuk membantu proses pertumbuhan sel dan jaringan tulang, mata, rambut, kulit dan organ dalam, dan fungsi rahim. Sumbernya adalah kuning telur, ikan dan hati. Sumber provitamin A atau karoten adalah wortel, labu kuning, bayam, kangkung, dan buah-buahan berwarna kemerah-merahan.
b. Vitamin B
Vitamin BI (Tiamin), B2 (Riboflavin), dan B3 (Niasin) dibutuhkan untuk membantu metabolisme energi. Vitamin B6 dibutuhkan oleh tubuh untuk membantu mengatasi mual dan muntah. Vitamin B12 penting bagi perkembangan sistem syaraf janin dan pematangan sel darah merah. Sumber vitamin B adalah hasil ternak dan hasil olahannya, seperti daging, hati, telur, keju, susu, kacang-kacangan dan sayur-sayuran.
c. Vitamin C
Asupan vitamin C dapat mencegah anemia berperan dalam pembentukan kolagen interseluler dan proses penyembuhan luka. Selain itu untuk membangun kekuatan plasenta, meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi dan stres, sarta membantu penyerapan zat besi. Vitamin ini dibutuhkan setiap hari dan hanya sedikit disimpan dalam tubuh.
Ibu hamil membutuhkan vitamin C sebanyak 70 mg perhari. Sumber vitamin C adalah buah dan sayuran segar, antara lain jeruk, kiwi, pepaya, bayam, kol, brokoli dan tomat.
5. Mineral
a. Kalsimn
Kalsium dibuthkan untuk pembentukan tulang dan bakal gigi janin yang dimulai sejak usia kehamilan 8 minggu. Ibu hamil membutuhkan kalsium 2 kali lipat sebelum hamil, yaitu sekitar 900 mg. Sumber kalsium adalah susu dan produk susu lainnya, seperti keju, yoghurt, teri, udang kecil, dan kacang-kacangan.
b. Zat Besi
Zat besi bagi ibu hamil penting untuk pembentukan dan mempertahankan sel darah merah, sehingga bisa menjamin sirkulasi oksigen dan metabolisme zat-zat gizi yang sangat dibutuhkan ibu hamil. Selain itu jika asupan zat besi sejak awal kehamilan cukup baik maka janin akan menggunakannya untuk kebutuhan tumbuh kembannya. Asupan zat besi ini harus ditambah selama hamil sebanyak 20 mg per hari. Kekurangan zat besi sejak sebelum hamil dan tidak diatasi dapat mengakibatkan ibu hamil menderita anemia. Untuk memenuhi kekurangan tersebut ibu hamil harus memenuhi kebutuhan zat besinya yaitu sekitar 45-50 mg/hari. Kebutuhan itu dapat dipenuhi dari makanan yang kaya akan zat besi seperti daging berwarna merah, hati, ikan, kuning telur, sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, tempe, roti dan serelia. Besi nonheme yang harus dikonsumsi bersama buah-buahan yang mengandung vitamin C untuk meningkatkan penyerapan.
Inervasi Pelvis
a. Inervasi pada otot-otot superficial dasar pelvis plexus
Inervasinya berasal dari segmen ketiga dan keempat sakralis dan plexus pudendus.
b. Inervasi otot-otot profundal dasar pelvis
Inervasinya berasal dari nervus sakralis ketiga dan keempat, nervus sakralis kelima dan nervus coxygeus melewatinya tetapi tidak menginervasinya.
c. Inervasi dari corpus perinealis
Diinervasi dari cabang-cabang perineal nervus pundendus
d. Inervasi dari uterus
Syaraf-syaraf uterus dipengaruhi oleh serat syaraf simpatis maupun parasimpatis menuju ke ganglion cervicale dari frenkenhauser yang terletak di pangkal ligamen sacrouternum. Kontraksi pada dinding uterus bersifat autonom, tidak memerlukan rangsangan syaraf pusat hanya mengkoordinar kontraksi.
E. Zat Gizi dan Sumber Zat Gizi untuk Ibu Hamil
Selama kehamilan, terjadi perubahan metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak. Perubahan metabolisme ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ibu hamil yang meningkat dan kebutuhan janin yang sedang tumbuh dan berkembang. Oleh karena itu tubuh ibu hamil membutuhkan lebih banyak hampir semua zat gizi dibanding dengan wanita tidak hamil. Adapun kebutuhan zat gizi dan sumber zat gizi untuk ibu hamil menurut Dini Kasdu, Mila, Meiliasari dan Retno Purwaningsih dalam Info Lengkap Kehamilan dan Persalinan (2001:86-92) sebagai berikut :
1. Kebutuhan Karbohidrat
Zat gizi ini penting untuk memenuhi gizi seimbang. Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi.
Menurut Glade B. Curtis MD., EAACOG dalam Your Pregnancy Afier 30 Years menyebutkan, bahwa tidak ada satu rekomendasipun yang mengatur berapa sebenarnya kebutuhan ideal karbohidrat bagi ibu hamil. Namun, beberapa ahli gizi sepakat sekitar 60% dari seluruh kalori yang dibutuhkan tubuh adalah karbohidrat. Jadi, ibu hamil membutuhkan karbohidrat sekitar 1.500 kalori.
Bahan makanan yang merupakan sumber karbohidrat adalah serelia (padi-padian) dan produk olahannya, juga kentang, umbi dan jagung. Namun, karena tidak semua sumber karobhidrat baik, maka ibu hamil harus bisa memilih yang tepat. Misalnya sumber karbohidrat yang perlu dibatasi adalah gula dan makanan yang mengandung banyak gula, seperti cake, dan permen. Sedangkan karbohidrat yang sebaiknya dikonsumsi adalah karbohidrat kompleks yang terdapat pada roti gandum, kentang, serelia atau padi-padian yang tidak digiling. Jenis ini mengandung serat dan cukup kalori. Karbohidrat dapat melindungi protein terhadap pembakaran menjadi energi. Mengkonsumsi cukup karbohidrat kompleks dapat mencegah sembelit.
2. Kebutuhan Protein
Protein penting untuk ibu dan bayinya. Karena protein berfungsi sebagai pembentuk jaringan baru dan mempertahankan jaringan yang telah ada. Tambahan protein tersebut diperlukan untuk pertumbuhan janin, yaitu pertumbuhan jaringan otak, otot, kulit, rambut, kuku dan perkembangan janin. Selain itu protein juga dibutuhkan untuk pembentukan semua bahan pengatur, seperti hormone dan enzim - enzim ibu dan janin. Oleh karena itu ibu hamil disarankan untuk memperoleh tambahan protein minimal sebanyak 12 gram per hari dari kebutuhan sebelum hamil, yaitu sekitar 6O gam/hari.
Bahan makanan sumber protein hewani adalah daging sapi, ikan, unggas, bahan makanan sumber protein nabati adalah kacang-kacangan seperti tahu, tempe, oncom dan selai kacang mengkonsumsi bahan makanan kaya protein secara bervariasi. Selain itu karena protein yang berasal dari ternak juga kaya dengan lemak, maka seimbangkan asupan protein hewani dan nabati. Pilih bahan makanan protein hewani yang berlemak rendah.
3. Kebutuhan I,emak
Lemak dibutuhkan tubuh terutama untuk membentuk energi dan serta perkembangan system syaraf janin. Oleh karena itu, ibu hamil tidak boleh sampai kurang mengkonsumsi lemak tubuh. Sebaliknnya, bila asupannya berlebih dikhawatirkan berat badan ibu hamil akan meningkat tajam. Keadaan ini akan menyulitkan ibu hamil sendiri dalam menjalani kehamilan dan pasca persalinan. Karena itu ibu hamil dianjurkan makan makanan yang mengandung lemak tidak lebih dari 25% dari seluruh kalori yang dikonsumsi selrari. Bila hal ini sudah dilakukan maka sebenarnya sudah dapat memenuhi kebutuhan lemak tubuhnya. Pilihan jenis lemaknya yaitu yang mengandung asam lemak esensial (ALE). Lemak ini tidak dapat dibuat tubuh dan harus diperoleh dari makanan. Asam lemak esensial adalah asam lemak linoleat, yaitu suatu asam lemak tidak jenuh, Omega 3. Turunan asam lemak Omega 3 adalah DHA (Asamdokosaheksaenoat) yang mempunyai peran penting antara lain pada tumbuh kembang jaringan syaraf dan retina. Sedangkan bahan makanan sumber asam lemak Omega 3 antara lain kacang-¬kacangan dan hasil olahannya, serta jenis ikan laut lainnya, terutama ikan laut dalam. Asam lemak esensial lainnya adalah asam lemak Omega 6. Turunan asam lemak Omega 6 adalah asam arakhidonat yang penting untuk otak janin dan jaringan lainnya. Bahan makanannya antara lain kacang-kacangan, biji-bijian dan hasil olahannya.
4. Kebutuhan Vitamin
a. Vitamin A
Vitamin A berfiungsi untuk membantu proses pertumbuhan sel dan jaringan tulang, mata, rambut, kulit dan organ dalam, dan fungsi rahim. Sumbernya adalah kuning telur, ikan dan hati. Sumber provitamin A atau karoten adalah wortel, labu kuning, bayam, kangkung, dan buah-buahan berwarna kemerah-merahan.
b. Vitamin B
Vitamin BI (Tiamin), B2 (Riboflavin), dan B3 (Niasin) dibutuhkan untuk membantu metabolisme energi. Vitamin B6 dibutuhkan oleh tubuh untuk membantu mengatasi mual dan muntah. Vitamin B12 penting bagi perkembangan sistem syaraf janin dan pematangan sel darah merah. Sumber vitamin B adalah hasil ternak dan hasil olahannya, seperti daging, hati, telur, keju, susu, kacang-kacangan dan sayur-sayuran.
c. Vitamin C
Asupan vitamin C dapat mencegah anemia berperan dalam pembentukan kolagen interseluler dan proses penyembuhan luka. Selain itu untuk membangun kekuatan plasenta, meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi dan stres, sarta membantu penyerapan zat besi. Vitamin ini dibutuhkan setiap hari dan hanya sedikit disimpan dalam tubuh.
Ibu hamil membutuhkan vitamin C sebanyak 70 mg perhari. Sumber vitamin C adalah buah dan sayuran segar, antara lain jeruk, kiwi, pepaya, bayam, kol, brokoli dan tomat.
5. Mineral
a. Kalsimn
Kalsium dibuthkan untuk pembentukan tulang dan bakal gigi janin yang dimulai sejak usia kehamilan 8 minggu. Ibu hamil membutuhkan kalsium 2 kali lipat sebelum hamil, yaitu sekitar 900 mg. Sumber kalsium adalah susu dan produk susu lainnya, seperti keju, yoghurt, teri, udang kecil, dan kacang-kacangan.
b. Zat Besi
Zat besi bagi ibu hamil penting untuk pembentukan dan mempertahankan sel darah merah, sehingga bisa menjamin sirkulasi oksigen dan metabolisme zat-zat gizi yang sangat dibutuhkan ibu hamil. Selain itu jika asupan zat besi sejak awal kehamilan cukup baik maka janin akan menggunakannya untuk kebutuhan tumbuh kembannya. Asupan zat besi ini harus ditambah selama hamil sebanyak 20 mg per hari. Kekurangan zat besi sejak sebelum hamil dan tidak diatasi dapat mengakibatkan ibu hamil menderita anemia. Untuk memenuhi kekurangan tersebut ibu hamil harus memenuhi kebutuhan zat besinya yaitu sekitar 45-50 mg/hari. Kebutuhan itu dapat dipenuhi dari makanan yang kaya akan zat besi seperti daging berwarna merah, hati, ikan, kuning telur, sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, tempe, roti dan serelia. Besi nonheme yang harus dikonsumsi bersama buah-buahan yang mengandung vitamin C untuk meningkatkan penyerapan.
F. Biomedis Ibu
1. Umur
Menurut penelitian Waliman (2005:15) umur seorang perempuan yang sedang hamil sebaiknva tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua. Umur yang kurang dari 20 tahun atau yang lebih dari 35 tahun beresiko tinggi untuk hamil. Kesiapan seorang perempuan untuk hamil atau mempunyai anak ditentukan oleh kesiapan dalam 3 hal, yaitu kesiapan fisik, kesiapan mental, emosi dan psikologi dan kesiapan sosial-ekonomi. Secara umum seorang perempuan disebut slap secara fisik jika ia telah menyelesaikan pertumbuhan tubuhnya, yaitu sekitar usia 20 tahun, ketika tubuhnya berhenti tumbuh sehingga usia 20 tahun dapat dijadikan pedoman kesiapan fisik.
Remaja dimungkinkan untuk menikah pada usia dibawah 20 tahun sesuai dengan Undang-Undang Perkawinan No.l Tahun 1979, yang menyebutkan minimal usia menikah bagi perempuan adalah 16 tahun dan bagi laki-laki 18 tahun. Tetapi perlu diingat bahwa perempuan yang belum mencapai usia 20 tahun, sedang dalam proses pertumbuhan dan perkembangan fisik. Karena tubuhnya belum berkembang secara maksimal, sehingga perlu dipertimbangkan hambatan yang akan terjadi antara lain : Ibu muda pada waktu hamil kurang memperhatikan kehamilannya terenasuk kontrol kehamilan. Ini berdampak pada meningkamya resiko kehamilan. Bahaya yang ditimbulkan diantaranya adalah anemia. Selain itu tingginya resiko anemia pada golongan umur ini (
1. Umur
Menurut penelitian Waliman (2005:15) umur seorang perempuan yang sedang hamil sebaiknva tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua. Umur yang kurang dari 20 tahun atau yang lebih dari 35 tahun beresiko tinggi untuk hamil. Kesiapan seorang perempuan untuk hamil atau mempunyai anak ditentukan oleh kesiapan dalam 3 hal, yaitu kesiapan fisik, kesiapan mental, emosi dan psikologi dan kesiapan sosial-ekonomi. Secara umum seorang perempuan disebut slap secara fisik jika ia telah menyelesaikan pertumbuhan tubuhnya, yaitu sekitar usia 20 tahun, ketika tubuhnya berhenti tumbuh sehingga usia 20 tahun dapat dijadikan pedoman kesiapan fisik.
Remaja dimungkinkan untuk menikah pada usia dibawah 20 tahun sesuai dengan Undang-Undang Perkawinan No.l Tahun 1979, yang menyebutkan minimal usia menikah bagi perempuan adalah 16 tahun dan bagi laki-laki 18 tahun. Tetapi perlu diingat bahwa perempuan yang belum mencapai usia 20 tahun, sedang dalam proses pertumbuhan dan perkembangan fisik. Karena tubuhnya belum berkembang secara maksimal, sehingga perlu dipertimbangkan hambatan yang akan terjadi antara lain : Ibu muda pada waktu hamil kurang memperhatikan kehamilannya terenasuk kontrol kehamilan. Ini berdampak pada meningkamya resiko kehamilan. Bahaya yang ditimbulkan diantaranya adalah anemia. Selain itu tingginya resiko anemia pada golongan umur ini (
Langganan:
Postingan
(
Atom
)
Blog Archive
-
2015
(10)
- 10/11 - 10/18 (1)
- 09/13 - 09/20 (1)
- 09/06 - 09/13 (1)
- 07/05 - 07/12 (1)
- 05/17 - 05/24 (6)
-
2014
(1)
- 04/13 - 04/20 (1)
-
2012
(770)
- 02/19 - 02/26 (5)
- 02/12 - 02/19 (10)
- 02/05 - 02/12 (4)
- 01/29 - 02/05 (27)
- 01/22 - 01/29 (88)
- 01/15 - 01/22 (101)
- 01/08 - 01/15 (169)
- 01/01 - 01/08 (366)
-
2011
(4477)
- 12/25 - 01/01 (336)
- 12/18 - 12/25 (62)
- 12/11 - 12/18 (70)
- 12/04 - 12/11 (77)
- 11/27 - 12/04 (40)
- 11/20 - 11/27 (67)
- 11/13 - 11/20 (198)
- 11/06 - 11/13 (187)
- 10/30 - 11/06 (340)
- 10/23 - 10/30 (32)
- 10/16 - 10/23 (109)
- 10/09 - 10/16 (80)
- 08/14 - 08/21 (75)
- 08/07 - 08/14 (81)
- 07/31 - 08/07 (82)
- 07/24 - 07/31 (65)
- 07/17 - 07/24 (91)
- 07/10 - 07/17 (47)
- 07/03 - 07/10 (44)
- 06/26 - 07/03 (53)
- 06/19 - 06/26 (59)
- 06/12 - 06/19 (47)
- 06/05 - 06/12 (65)
- 05/29 - 06/05 (63)
- 05/22 - 05/29 (77)
- 05/15 - 05/22 (115)
- 05/08 - 05/15 (65)
- 05/01 - 05/08 (104)
- 04/24 - 05/01 (45)
- 04/17 - 04/24 (70)
- 04/10 - 04/17 (134)
- 04/03 - 04/10 (72)
- 03/27 - 04/03 (18)
- 03/20 - 03/27 (47)
- 03/13 - 03/20 (68)
- 03/06 - 03/13 (40)
- 02/27 - 03/06 (56)
- 02/20 - 02/27 (77)
- 02/13 - 02/20 (76)
- 02/06 - 02/13 (198)
- 01/30 - 02/06 (194)
- 01/23 - 01/30 (132)
- 01/16 - 01/23 (196)
- 01/09 - 01/16 (202)
- 01/02 - 01/09 (121)
-
2010
(2535)
- 12/26 - 01/02 (156)
- 12/19 - 12/26 (65)
- 12/12 - 12/19 (73)
- 12/05 - 12/12 (84)
- 11/28 - 12/05 (80)
- 11/21 - 11/28 (68)
- 11/14 - 11/21 (63)
- 11/07 - 11/14 (50)
- 10/31 - 11/07 (50)
- 10/24 - 10/31 (36)
- 10/17 - 10/24 (58)
- 10/10 - 10/17 (35)
- 10/03 - 10/10 (31)
- 09/26 - 10/03 (21)
- 09/19 - 09/26 (26)
- 09/12 - 09/19 (55)
- 09/05 - 09/12 (65)
- 08/29 - 09/05 (33)
- 08/22 - 08/29 (70)
- 08/15 - 08/22 (45)
- 08/08 - 08/15 (35)
- 08/01 - 08/08 (37)
- 07/25 - 08/01 (27)
- 07/18 - 07/25 (19)
- 07/11 - 07/18 (30)
- 07/04 - 07/11 (56)
- 06/27 - 07/04 (28)
- 06/20 - 06/27 (22)
- 06/13 - 06/20 (30)
- 06/06 - 06/13 (21)
- 05/30 - 06/06 (5)
- 05/16 - 05/23 (6)
- 05/09 - 05/16 (29)
- 05/02 - 05/09 (59)
- 04/25 - 05/02 (28)
- 04/18 - 04/25 (38)
- 04/11 - 04/18 (70)
- 04/04 - 04/11 (59)
- 03/28 - 04/04 (65)
- 03/21 - 03/28 (89)
- 03/14 - 03/21 (218)
- 03/07 - 03/14 (95)
- 02/28 - 03/07 (135)
- 02/21 - 02/28 (102)
- 01/03 - 01/10 (68)
-
2009
(1652)
- 12/27 - 01/03 (36)
- 12/20 - 12/27 (22)
- 12/13 - 12/20 (100)
- 12/06 - 12/13 (45)
- 11/29 - 12/06 (24)
- 11/22 - 11/29 (22)
- 11/15 - 11/22 (19)
- 11/08 - 11/15 (28)
- 11/01 - 11/08 (11)
- 10/25 - 11/01 (17)
- 10/18 - 10/25 (38)
- 10/11 - 10/18 (33)
- 10/04 - 10/11 (15)
- 09/27 - 10/04 (21)
- 09/20 - 09/27 (7)
- 09/13 - 09/20 (84)
- 09/06 - 09/13 (35)
- 08/30 - 09/06 (48)
- 08/23 - 08/30 (118)
- 08/16 - 08/23 (26)
- 08/09 - 08/16 (34)
- 08/02 - 08/09 (35)
- 07/26 - 08/02 (31)
- 07/19 - 07/26 (14)
- 07/12 - 07/19 (16)
- 07/05 - 07/12 (28)
- 06/28 - 07/05 (26)
- 06/21 - 06/28 (76)
- 06/14 - 06/21 (26)
- 06/07 - 06/14 (21)
- 05/31 - 06/07 (43)
- 05/24 - 05/31 (38)
- 05/17 - 05/24 (26)
- 05/10 - 05/17 (52)
- 05/03 - 05/10 (15)
- 04/26 - 05/03 (38)
- 04/19 - 04/26 (32)
- 04/12 - 04/19 (22)
- 04/05 - 04/12 (20)
- 03/29 - 04/05 (40)
- 03/22 - 03/29 (43)
- 03/15 - 03/22 (18)
- 03/08 - 03/15 (14)
- 03/01 - 03/08 (22)
- 02/22 - 03/01 (12)
- 02/15 - 02/22 (9)
- 02/08 - 02/15 (11)
- 02/01 - 02/08 (19)
- 01/25 - 02/01 (37)
- 01/18 - 01/25 (21)
- 01/11 - 01/18 (33)
- 01/04 - 01/11 (31)
-
2008
(700)
- 12/28 - 01/04 (13)
- 12/21 - 12/28 (9)
- 12/14 - 12/21 (57)
- 12/07 - 12/14 (5)
- 11/30 - 12/07 (18)
- 11/23 - 11/30 (33)
- 11/16 - 11/23 (31)
- 11/09 - 11/16 (23)
- 11/02 - 11/09 (18)
- 10/26 - 11/02 (11)
- 10/19 - 10/26 (15)
- 10/12 - 10/19 (13)
- 10/05 - 10/12 (25)
- 09/28 - 10/05 (2)
- 09/21 - 09/28 (14)
- 09/14 - 09/21 (19)
- 09/07 - 09/14 (43)
- 08/31 - 09/07 (3)
- 08/24 - 08/31 (33)
- 08/17 - 08/24 (65)
- 08/10 - 08/17 (4)
- 08/03 - 08/10 (26)
- 07/27 - 08/03 (6)
- 07/20 - 07/27 (19)
- 07/13 - 07/20 (18)
- 07/06 - 07/13 (60)
- 06/29 - 07/06 (53)
- 06/22 - 06/29 (49)
- 06/15 - 06/22 (11)
- 06/08 - 06/15 (4)
Popular Posts
-
Olahraga teratur sangat penting untuk kesehatan tubuh, mencegah dan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit mulai dari osteoporosis hin...
-
Konsep Teori Transkultural dalam Keperawatan APLIKASI TEORI TRANSCULTURAL NURSING DALAM PROSES KEPERAWATAN Rahayu Iskandar, Ners, M.Kep PEND...
-
KTI KEBIDANAN HUBUNGAN USIA TERHADAP PERDARAHAN POSTPARTUM DI RSUD BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan wanita merupakan hal yang s...
-
Malu banget kan kalo nafas kita bau alias bau mulut apa lagi kalo kita ngomong dengan orang lain lalu tiba-tiba orang tersebut menjauh wah...
-
Ketika, pasangan atau seseorang yang dekat dengan Anda mengalami depresi, ada langkah yang dapat Anda lakukan untuk menolongnya: # Memberi ...
-
Konsep Dasar Diagnosa Keperawatan Aktual BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sebagai suatu aspek yang terpenting dalam proses kepera...
-
Prelevansi penyakit kulit di Indonesia cukup tinggi baik oleh bakteri, virus atau jamur. Selain itu bergantung pada lingkungan dan kondisi...
-
Tiap orang memiliki sistem imun atau kekebalan tubuh yang berbeda-beda. Semuanya tergantung dari genetik, pola hidup maupun lingkung...
-
Menurut Joyce Engel (1999), yang dikatakan anak usia pra sekolah adalah anak-anak yang berusia berkisar 3-6 tahun. Ada beberapa aspek yang...
-
Mengajarkan senam membantu fisik mendorong istirahat dan relaksasi rutinitis fisik kemudian di buat pada masa antenatal untuk meningkatkan...
© ASUHAN KEPERAWATAN 2013 . Powered by Bootstrap , Blogger templates and RWD Testing Tool Published..Gooyaabi Templates

