• home

ASUHAN KEPERAWATAN

  • HOME
  • DOWNLOAD ASUHAN KEPERAWATAN
  • Cara Mendapatkan Password
Tampilkan postingan dengan label Sistem Indera. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sistem Indera. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Juli 2011

ASKEP DENGAN ULKUS KORNEA

di 14.54 Label: kumpulan askep , Sistem Indera
ASKEP DENGAN ULKUS KORNEA:

A. Pengertian
Keratitis ulseratif yang lebih dikenal sebagai ulserasi kornea yaitu terdapatnya destruksi (kerusakan) pada bagian epitel kornea. (Darling,H Vera, 2000, hal 112)
IB. Etiologi
Faktor penyebabnya antara lain:
 Kelainan pada bulu mata (trikiasis) dan sistem air mata (insufisiensi air mata, sumbatan saluran lakrimal), dan sebagainya
 Faktor eksternal, yaitu : luka pada kornea (erosio kornea), karena trauma, penggunaan lensa kontak, luka bakar pada daerah muka
 Kelainan-kelainan kornea yang disebabkan oleh : oedema kornea kronik, exposure-keratitis (pada lagophtalmus, bius umum, koma) ; keratitis karena defisiensi vitamin A, keratitis neuroparalitik, keratitis superfisialis virus.

 Kelainan-kelainan sistemik; malnutrisi, alkoholisme, sindrom Stevens-Jhonson, sindrom defisiensi imun.
 Obat-obatan yang menurunkan mekaniseme imun, misalnya : kortikosteroid, IUD, anestetik lokal dan golongan imunosupresif.

Secara etiologik ulkus kornea dapat disebabkan oleh :
 Bakteri
Kuman yang murni dapat menyebabkan ulkus kornea adalah streptokok pneumoniae, sedangkan bakteri lain menimulkan ulkus kornea melalui faktor-faktor pencetus diatas.
 Virus : herpes simplek, zooster, vaksinia, variola
 Jamur : golongan kandida, fusarium, aspergilus, sefalosporium
 Reaksi hipersensifitas
 Reaksi terhadap stapilokokus (ulkus marginal), TBC (keratokonjungtivitis flikten), alergen tak diketahui (ulkus cincin)
(Sidarta Ilyas, 1998, 57-60)
C. Tanda dan Gejala
- Pada ulkus yang menghancurkan membran bowman dan stroma, akan menimbulkan sikatrik kornea.
- Gejala subyektif pada ulkus kornea sama seperti gejala-gejala keratitis. Gejala obyektif berupa injeksi silier, hilangnya sebagian jaringan kornea dan adanya infiltrat. Pada kasus yang lebih berat dapat terjadi iritis disertai hipopion.
- Fotofobia
- Rasa sakit dan lakrimasi
(Darling,H Vera, 2000, hal 112)

D . MACAM-MACAM ULKUS KORNEA SECARA DETAIL
Ulkus kornea dibagi dalam bentuk :
1. Ulkus kornea sentral meliputi:
a. Ulkus kornea oleh bakteri
Bakteri yang ditemukan pada hasil kultur ulkus dari kornea yang tidak ada faktor pencetusnya (kornea yang sebelumnya betul-betul sehat) adalah :
- Streptokokok pneumonia
- Streptokokok alfa hemolitik
- Pseudomonas aeroginosa
- Klebaiella Pneumonia
- Spesies Moraksella
Sedangkan dari ulkus kornea yang ada faktor pencetusnya adalah bakteri patogen opportunistik yang biasa ditemukan di kelopak mata, kulit, periokular, sakus konjungtiva, atau rongga hidung yang pada keadaan sistem barier kornea normal tidak menimbulkan infeksi. Bakteri pada kelompok ini adalah :
- Stafilokukkus epidermidis
- Streptokokok Beta Hemolitik
- Proteus

 Ulkus kornea oleh bakteri Streptokokok
Bakteri kelompok ini yang sering dijumpai pada kultur dari infeksi ulkus kornea adalah :
- streptokok pneumonia (pneumokok)
- streptokok viridans (streptokok alfa hemolitik0
- streptokok pyogenes (streptokok beta hemolitik)
- streptokok faecalis (streptokok non-hemolitik)
Walaupun streptokok pneumonia adalah penyebab yang biasa terdapat pada keratitis bakterial, akhir-akhir ini prevalensinya banyak digantikan oleh stafilokokus dan pseudomonas.
Ulkus oleh streptokok viridans lebih sering ditemukan mungkin disebabkan karena pneumokok adalah penghuni flora normal saluran pernafasan, sehingga terdapat semacam kekebalan. Streptokok pyogenes walaupun seringkali merupakan bakteri patogen untuk bagian tubuh yang lain, kuman ini jarang menyebabkan infeksi kornea. Ulkus oleh streptokok faecalis didapatkan pada kornea yang ada faktor pencetusnya.
Gambaran Klinis Ulkus kornea oleh bakteri Streptokokok
Ulkus berwarna kuning keabu-abuan, berbetuk cakram dengan tepi ulkus menggaung. Ulkus cepat menjalar ke dalam dan menyebabkan perforasi kornea, karen aeksotoksin yang dihasilkan oleh streptokok pneumonia
Pengobatan : Sefazolin, Basitrasin dalam bentuk tetes, injeksi subkonjungtiva dan intra vena

 Ulkus kornea oleh bakteri Stafilokokkus
Infeksi oleh Stafilokokus paling sering ditemukan. Dari 3 spesies stafilokokus Aureus, Epidermidis dan Saprofitikus, infeksi oleh Stafilokokus Aureus adalah yang paling berat, dapat dalam bentuk : infeksi ulkus kornea sentral, infeksi ulkus marginal, infeksi ulkus alergi (toksik).
Infeksi ulkus kornea oleh Stafilokokus Epidermidis biasanya terjadi bila ada faktor penceus sebelumnya seperti keratopati bulosa, infeksi herpes simpleks dan lensa kontak yang telah lama digunakan.
Gambaran Klinis Ulkus kornea oleh bakteri Stafilokokkus
Pada awalnya berupa ulkus yang berwarna putih kekuningan disertai infiltrat berbatas tegas tepat dibawah defek epithel. Apabila tidak diobati secara adekuat, akan terjadi abses kornea yang disertai oedema stroma dan infiltrasi sel lekosit. Walaupun terdapat hipopion ulkus sering kali indolen yaitu reaksi radangnya minimal. Infeksi kornea marginal biasanya bebas kuman dan disebabkan oleh reaksi hipersensitivitas terhadap Stafilokokus Aureus.

 Ulkus kornea oleh bakteri Pseudomonas
Berbeda dengan ulkus kornea sebelumnya, pada ulkus pseudomonas bakteri ini ditemukan dalam jumlah yang sedikit. Bakteri pseudomonas bersifat aerob obligat dan menghasilkan eksotoksin yang menghambat sintesis protein. Keadaan ini menerangkan mengapa pada ulkus pseudomonas jaringan kornea cepat hancur dan mengalami kerusakan. Bakteri pseudomonas dapat hidup dalam kosmetika, cairan fluoresein, cairan lensa kontak.
Gambaran Klinis Ulkus kornea oleh bakteri pseudomonas
Biasanya dimulai dengan ulkus kecil dibagian sentral kornea dengan infiltrat berwarna keabu-abuan disertai oedema epitel dan stroma. Ulkus kecil ini dengan cepat melebar dan mendalam serta menimbulkan perforasi kornea. Ulkus mengeluarkan discharge kental berwarna kuning kehijauan.
Pengobatan : gentamisin, tobramisin, karbesilin yang diberikan secara lokal, subkonjungtiva serta intra vena.

b. Ulkus kornea oleh virus
Ulkus kornea oleh virus herpes simpleks cukup sering dijumpai. Bentuk khas dendrit dapat diikuti oleh vesikel-vesikel kecil dilapisan epitel yang bila pecah akan menimbulkan ulkus. Ulkus dapat juga terjadi pada bentuk disiform bila mengalami nekrosis di bagian sentral.

c.Ulkus kornea oleh jamur
Ulkus kornea oleh jamur banyak ditemukan, hal ini dimungkinkan oleh :
- Penggunaan antibiotika secara berlebihan dalam jangka waktu yang lama atau pemakaian kortikosteroid jangka panjang
- Fusarium dan sefalosporium menginfeksi kornea setelah suatu trauma yang disertai lecet epitel, misalnya kena ranting pohon atau binatang yang terbang mengindikasikan bahwa jamur terinokulasi di kornea oleh benda atau binatang yang melukai kornea dan bukan dari adanya defek epitel dan jamur yang berada di lingkungan hidup.
- Infeksi oleh jamur lebih sering didapatkan di daerah yang beriklim tropik, maka faktor ekologi ikut memberikan kontribusi.
Fusarium dan sefalosporium terdapat dimana-mana, ditanah, di udara dan sampah organik. Keduanya dapat menyebabkan penyakit pada tanaman dan pada manusia dapat diisolasi dari infeksi kulit, kuku, saluran kencing.
Aspergilus juga terdapat dimana-mana dan merupakan organisme oportunistik , selain keratitis aspergilus dapat menyebabkan endoftalmitis eksogen dan endogen, selulitis orbita, infeksi saluran lakrimal.
Kandida adalah jamur yang paling oportunistik karena tidak mempunyai hifa (filamen) menginfeksi mata yang mempunyai faktor pencetus seperti exposure keratitis, keratitis sika, pasca keratoplasti, keratitis herpes simpleks dengan pemakaian kortikosteroid.
Pengobatan : Pemberian obat anti jamur dengan spektrum luas, apabila memungkinkan dilakukan pemeriksaan laboratorium dan tes sensitifitas untuk dapat memilih obat anti jamur yang spesifik.

2. Ulkus marginal
Ulkus marginal adalah peradangan kornea bagian perifer dapat berbentuk bulat atau dapat juga rektangular (segiempat) dapat satu atau banyak dan terdapat daerah kornea yang sehat dengan limbus. Ulkus marginal dapat ditemukan pada orang tua dan sering dihubungkan dengan penyakit rematik atau debilitas. Dapat juga terjadi ebrsama-sama dengan radang konjungtiva yang disebabkan oleh Moraxella, basil Koch Weeks dan Proteus Vulgaris. Pada beberapa keadaan dapat dihubungkan dengan alergi terhadap makanan. Secara subyektif ; penglihatan pasien dengan ulkus marginal dapat menurun disertai rasa sakit, lakrimasi dan fotofobia. Secara obyektif : terdapat blefarospasme, injeksi konjungtiva, infiltrat atau ulkus yang sejajar dengan limbus.
Pengobatan : Pemberian kortikosteroid topikal akan sembuh dalam 3 hingga 4 hari, tetapi dapat rekurens. Antibiotika diberikan untuk infeksi stafilokok atau kuman lainnya. Disensitisasi dengan toksoid stafilokkus dapat memberikan penyembuhan yang efektif.


a. Ulkus cincin
Merupakan ulkus kornea perifer yang dapat mengenai seluruh lingkaran kornea, bersifat destruktif dan biasaya mengenai satu mata.
Penyebabnya adalah reaksi alergi dan ditemukan bersama-sama penyakit disentri basile, influenza berat dan penyakit imunologik. Penyakit ini bersifat rekuren.
Pengobatan bila tidak erjad infeksi adalah steroid saja.
b. Ulkus kataral simplek
Letak ulkus peifer yang tidak dalam ini berwarna abu-au dengan subu terpanjag tukak sejajar dengan limbus. Diantara infiltrat tukak yang akut dengan limbus dtepiya terlihat bagian yang bening.
Terjadi ada pasien lanut usia.
Pengobatan dengan memberikan antibiotik, steroid dan vitamin.
c. Ulkus Mooren
Merupakan ulkus kronik yang biasanya mulai dari bagian perifer kornea berjalan progresif ke arah sentral tanpa adaya kecenderungan untuk perforasi. Gambaran khasnya yaitu terdapat tepi tukak bergaung dengan bagan sentral tanpa adanya kelainan dalam waktu yang agak lama. Tukak ini berhenti jika seluuh permukaan kornea terkenai.
Penyebabya adalah hipersensitif terhadap tuberkuloprotein, virus atau autoimun.
Keluhannya biasanya rasa sakit berat pada mata.
Pengobatan degan steroid, radioterapi. Flep konjungtiva, rejeksi konjungtiva, keratektomi dan keratoplasti.
(Sidarta Ilyas, 1998, 57-60)

E. Penatalaksanaan :
Pasien dengan ulkus kornea berat biasanya dirawat untuk pemberian berseri (kadang sampai tiap 30 menit sekali), tetes antimikroba dan pemeriksaan berkala oleh ahli opthalmologi. Cuci tangan secara seksama adalah wajib. Sarung tangan harus dikenakan pada setiap intervensi keperawatan yang melibatkan mata. Kelopak mata harus dijaga kebersihannya, dan perlu diberikan kompres dingin. Pasien dipantau adanya peningkatan tanda TIO. Mungkin diperlukan asetaminofen untuk mengontrol nyeri. Siklopegik dan midriatik mungkin perlu diresep untuk mengurangi nyeri dan inflamasi. Tameng mata (patch) dan lensa kontak lunak tipe balutan harus dilepas sampai infeksi telah terkontrol, karena justru dapat memperkuat pertumbuhan mikroba. Namun kemudian diperlukan untuk mempercepat penyembuhan defek epitel.
F. Pemeriksaan Diagnostik :
a. Kartu mata/ snellen telebinokuler (tes ketajaman penglihatan dan sentral penglihatan )
b. Lapang penglihatan
c. Pengukuran tonografi : mengkaji TIO, normal 12 - 25 mmHg
d. Pemeriksaan oftalmoskopi
e. Pemeriksaan Darah lengkap, LED
f. Pemeriksaan EKG
g. Tes toleransi glukosa

G. Pengkajian :
a. Aktifitas / istirahat : perubahan aktifitas
b. Neurosensori : penglihatan kabur, silau
c. Nyeri : ketidaknyamanan, nyeri tiba-tiba/berat menetap/tekanan pada & sekitar mata
d. Keamanan : takut, ansietas

(Dongoes, 2000)

Diagnosa Keperawatan :
a. Ketakutan atau ansietas berhubungan dengan kerusakan sensori dan kurangnya pemahaman mengenai perawatan pasca operatif, pemberian obat
Intervensi Keperawatan:
- Kaji derajat dan durasi gangguan visual
- Orientasikan pasien pada lingkungan yang baru
- Jelaskan rutinitas perioperatif
- Dorong untuk menjalankan kebiasaan hidup sehari-hari bila mampu
- Dorong partisipasi keluarga atau orang yang berarti dalam perawatan pasien.
b. Risiko terhadap cedera yang berhubungan dengan kerusakan penglihatan
Intervensi Keperawatan :
- Bantu pasien ketika mampu melakukan ambulasi pasca operasi sampai stabil
- Orientasikan pasien pada ruangan
- Bahas perlunya penggunaan perisai metal atau kaca mata bila diperlukan
- Jangan memberikan tekanan pada mata yang terkena trauma
- Gunakan prosedur yang memadai ketika memberikan obat mata
c. Nyeri yang berhubungan dengan trauma, peningkatan TIO, inflamasi intervensi bedah atau pemberian tetes mata dilator
Intervensi Keperawatan :
- Berikan obat untuk mengontrol nyeri dan TIO sesuai resep
- Berikan kompres dingin sesuai permintaan untuk trauma tumpul
- Kurangi tingkat pencahayaan
- Dorong penggunaan kaca mata hitam pada cahaya kuat
d. Potensial terhadap kurang perawatan diri yang berhubungan dengan kerusakan penglihatan
Intervensi Keperawatan :
- Beri instruksi pada pasien atau orang terdekat mengenai tanda dan gejala, komplikasi yang harus segera dilaporkan pada dokter
- Berikan instruksi lisan dan tertulis untuk pasien dan orang yang berarti mengenai teknik yang benar dalam memberikan obat
- Evaluasi perlunya bantuan setelah pemulangan
- Ajari pasien dan keluarga teknik panduan penglihatan



http://askep-askeb-kita.blogspot.com/
Read More

Sabtu, 16 Juli 2011

ASUHAN KEPERAWATAN THT

di 22.38 Label: kumpulan askep , Sistem Indera
ASUHAN KEPERAWATAN THT: "

ASUHAN KEPERAWATAN THT

  1. Askep OMSK (otitis media supuratif kronik)
  2. Askep otitis media acut
  3. Askep Presbiakusis
  4. Askep angio fibroma
  5. Askep ca nasofaring
  6. Askep faringitis
  7. Askep sinusitis
  8. Askep tumor laring
  9. tumor cavum nasi
  10. Askep septum deviasi


"
Read More

ASUHAN KEPERAWATAN THT

di 22.38 Label: kumpulan askep , Sistem Indera
ASUHAN KEPERAWATAN THT: "

ASUHAN KEPERAWATAN THT

  1. Askep OMSK (otitis media supuratif kronik)
  2. Askep otitis media acut
  3. Askep Presbiakusis
  4. Askep angio fibroma
  5. Askep ca nasofaring
  6. Askep faringitis
  7. Askep sinusitis
  8. Askep tumor laring
  9. tumor cavum nasi
  10. Askep septum deviasi


"
Read More

Jumat, 15 Juli 2011

ASUHAN KEPERAWATAN MATA

di 22.36 Label: kumpulan askep , Sistem Indera
ASUHAN KEPERAWATAN MATA: "ASUHAN KEPERAWATAN MATA

  1. Askep Trauma tembus mata
  2. Askep ulkus kornea
  3. Askep Infeksi pada mata
  4. Tumor Orbita
  5. Askep ablasio retina
  6. Askep glaukoma
  7. Askep hifema
  8. Askep katarak
  9. Askep Neuroma Orbita

"
Read More

Minggu, 01 Mei 2011

Bau-bau yang Paling Disukai

di 10.59 Label: Sistem Indera , Tips Kesehatan Umum
Jakarta, Ketika mencium bau sesuatu kadang mengingatkan seseorang akan masa lalu, orang terdekat atau kejadian yang tak terlupakan. Bau-bau apa saja yang disukai kebanyakan orang?

Survei yang dilakukan OnePoll terhadap 4.000 orang Inggris menemukan urutan yang berbeda antara pria dan wanita.

Pria misalnya lebih suka bau daging dan bensin ketimbang bau bayi. Sedangkan wanita misalnya lebih suka bau coklat, bayi, lavender. Tetapi baik pria maupun wanita suka bau seprai bersih, roti baru matang, kopi dan udara sehabis hujan.
"Bau memiliki kekuatan untuk menghidupkan kembali masa lalu dan mengingatkan kita pada seseorang yang istimewa, perasaan yang membangkitkan nostalgia dan kenyamanan," kata Stephen Weller, Direktur Komunikasi International Fragrance Association seperti dilansir dari Telegraph, Rabu (9/12/2009).

Menurutnya, hubungan antara aroma dan ingatan sangat kuat. "Bagaimana kita bereaksi terhadap bau yang berbeda itu sangat unik dan tergantung pada individunya dan pengalaman masa lalu kita," kata Weller.
Dalam survei itu juga membuktikan 9 dari 10 perempuan percaya aroma yang bagus memiliki kemampuan untuk mengubah suasana hati mereka. Wanita mengklaim bau tertentu membuatnya tersenyum atau mengingatkan mereka dengan seseorang yang dicintai.
Sementara 48 persen pria mengaku aroma di rumah membantu seperempat dari mereka lebih santai, atau menciptakan suasana hati yang tepat.

Berikut 20 bau-bau yang paling disukai:
1. Roti baru masak
2. Seprai bersih
3. Rumput yang baru dipangkas
4. Bunga segar
5. Kopi yang baru digiling
6. Udara segar setelah hujan turun
7. Vanila
8. Coklat
9. Ikan dan Keripik
10. Bacon yang digoreng
11. Hidangan panggangan makan malam
12. Bayi
13. Lemon
14. Lavender
15. Bensin
16. Apel
17. Korek api yang baru dinyalakan
18. Bunga mawar
19. Bau soda saat pesta
20. Karet ban
sumber (detik.com)
Read More

Sabtu, 01 Januari 2011

Kelelahan Pada Mata

di 03.14 Label: Konsep Dasar , Sistem Indera

Kelelahan pada mata sering disebut dengan istilah Computer Eye Syndrome atau asthenopia dalam bahasa kedokterannya. Computer Eye Syndrome adalah suatu keadaan mata yang bermanifestasi tidak spesifik seperti lelah, nyeri, penglihatan kabur, sakit kepala dan sebagainya akibat penggunaan komputer yang belebihan setelah sebab lainnya disingkirkan. Hal pertama yang dapat kita lakukan adalah menata kembali pengaturan monitor serta ruangan bekerja, agar efek buruk Computer Eye Syndrome ini dapat diminalkan. Comfortable Viewing Position Melihat suatu objek yang dekat membuat otot-otot mata kita bekerja secara ektra. Anda dapat mengusahakan agar otot mata Anda lebih releks. Salah satu caranya dengan menata ulang tatanan monitor Anda. Berikut adalah tips mengaturnya:

1. Usahakanlah monitor Anda berjarak kurang lebih sepanjang lengan dari mata Anda (±50cm)

2. Letakan monitor lebih rendah dari mata Anda

3. Usahakan monitor memiliki kemiringan 10 – 20 derajat dari bidang vertikal sehingga memudahkan Anda melihatnya

4. Letakan monitor di meja kerja (jangan letakan di atas CPU)

5. Usahakan monitor dan keyboard dalam orientasi satu arah, hal ini berguna untuk mengurahi ketegangan pada leher.

Proper Document Place Jika Anda membutuhan dokumen kertas dalam bekerja, letakan dokumen Anda juga dalam orientasi arah yang sama dengan komputer Anda. Tempat yang terbaik adalah sebidang dengan layar monitor Anda.

Bagaimana caranya? Gantunglah dokumen di sebelah monitor. Jika hal ini tidak memungkinkan, Anda dapat meletakannya secara vertikal sejajar dengan monitor. Hindari meletakkan dokumen pada meja, di samping monitor (tidak sebidang). Hal ini akan membuat mata Anda bekerja jauh lebih keras. Light Intensity Tehnik pencahayaan ini disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang hendak Anda lakukan. Jika Anda bekerja dengan komputer saja tanpa dokumen, contohnya merancang suatu program komputer, pencahayaan yang agak redup akan berguna untuk meningkatkan konsentrasi Anda pada layar monitor. Namun ada hal yang perlu diperhatikan yaitu pencahayaan yang dihasilkan harus seragam. Hal ini mencegah mata menerima cahaya terang dari satu arah saja yang akan menimbulkan kelelahan mata juga. Namun jika pekerjaan Anda menuntut Anda memperhatikan objek di luar layar monitor, semacam dokumen misalnya, maka pencahayaan ruangan yang terang akan menjadi lebih baik bagi mata Anda. Apalagi bila objek yang dokumen yang Anda gunakan bertulisan kecil dan penuh dengan detail. Pencahayaan alami seperti sinar matahari dapat menjadi sumber pencahayaan yang baik. Namun Anda memerlukan tambahan alat lain, seperti tirai, untuk mengatur intensitas pencahayaan alami tersebut. Tirai yang digunakan pun jangan tirai sembarangan. Ginakanlah tirai kain berlubang kecil merata, agar sinar yang dihasilkan pun bersifat seragam. Light Intensity Tehnik pencahayaan ini disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang hendak Anda lakukan. Jika Anda bekerja dengan komputer saja tanpa dokumen, misal, merencang suatu program komputer, maka pencahayaan yang agak redup akan berguna untuk meningkatkan konsentrasi Anda pada layar monitor. Namun ada hal yang perlu diperhatikan yaitu pencahayaan yang dihasilkan harus seragam. Hal ini mencegah mata menerima cahaya terang dari satu arah saja yang akan menimbulkan kelelahan mata juga. Namun jika pekerjaan Anda menuntut Anda memperhatikan objek di luar layar monitor, semacam dokumen misalnya, maka pencahayaan ruangan yang terang akan menjadi lebih baik bagi mata Anda. Apalagi bila objek yang dokumen yang Anda gunakan bertulisan kecil dan penuh dengan detail. Pencahayaan alami seperti sinar matahari dapat menjadi sumber pencahayaan yang baik. Namun Anda memerlukan tambahan alat lain, seperti tirai, untuk mengatur intensitas pencahayaan alami tersebut. Tirai yang digunakan pun jangan tirai sembarangan. Ginakanlah tirai kain berlubang kecil merata, agar sinar yang dihasilkan pun bersifat seragam. Antiglare Screen Selain pantulan cahaya, Anda juga disarankan untuk menghindari pantulan benda-benda lain di sekitar monitor Anda. Sekarang sudah banyak dijual monitor yang berlayar datar dan telah dilapisi dengan antiglare coating. Hal ini sangat menguntungkan dalam mengurangi efek pantulan. Namun bagi Anda yang masih menggunakan monitor berlayar cembung, tak ada salahnya jika Anda coba menggunakan antiglare screen yang sudah lama banyak di pasaran. Suitable Surround Beban mata Anda akan bertambah jika Anda memperhatikan layar monitor dimana cahaya sekeliling monitor lebih terang dari pada monitor itu sendiri. Oleh karena itu hindari untuk menempatkan sumber cahaya di belakang layar monitor.

Meletakan layar monitor di dekat jendela pun tidak dianjurkan. Monitor Characteristic Usahakan monitor Anda diatur dengan tingkat kontras dan brightness yang optimal sehingga gambaran yang dihasilkanpun menjadi lebih jelas. Hal ini pun akan mengurangi kerja mata Anda. Perubahan ini dapat Anda lakukan secara manual pada monitor Anda dan juga melalui pengaturan kontras system operasi komputer Anda (contohnya control panel pada sistem operasi windows). Color Display Pemilihan warna pada background sheet dan tulisan yang kontras juga cukup berpengaruh. Tampilan background putih dengan tulisan berwarna hitam merupakan tampilan yang paling jelas dan paling dianjurkan. Background dan tulisan yang berwarna akan mengurangi kontras, sedangkan background hitam dan tulisan putih akan menimbulkan pantulan yang tidak menguntungkan. Keduanya kurang dianjurkan.

Sumber: dr. Pandudiputra

Read More

Rabu, 01 Desember 2010

ASUHAN KEPERAWATAN RETINOBLASTOMA

di 01.56 Label: kumpulan askep , Sistem Indera
ASKEP KLIEN DENGAN RETINOBLASTOMA

A. Pengertian
Pengertian Retinoblastoma adalah suatu neoplasma yang berasal dari neuroretina (sel kerucut sel batang) atau sel glia yang bersifat ganas. Merupakan tumor ganas intraokuler yang ditemukan pada anak-anak, terutama pada usia dibawah lima tahun. Tumor berasal dari jaringan retina embrional. Dapat terjadi unilateral (70%) dan bilateral (30%). Sebagian besar kasus bilateral bersifat herediter yang diwariskan melalui kromosom.
Massa tumor diretina dapat tumbuh kedalam vitreus (endofitik) dan tumbuh menembus keluar (eksofitik). Pada beberapa kasus terjadi penyembuhan secara spontan. Sering terjadi perubahan degeneratif, diikuti nekrosis dan kalsifikasi. Pasien yang selamat memiliki kemungkinan 50% menurunkan anak dengan retinoblastoma. Pewarisan ke saudara sebesar 4-7%.

B. Etiologi
Terjadi karena kehilangan kedua kromosom dari satu pasang alel dominant protektif yang berada dalam pita kromosom 13q14. Bisa karena mutasi atau diturunkan. Penyebabnya adalah tidak terdapatnya gen penekan tumor, yang sifatnya cenderung diturunkan. Kanker bisa menyerang salah satu mata yang bersifat somatic maupun kedua mata yang merupakan kelainan yang diturunkan secara autosom dominant. Kanker bisa menyebar ke kantung mata dan ke otak (melalu saraf penglihatan/nervus optikus).

C. Patofisiologi
Jika letak tumor di macula, dapat terlihat gejala awal strabismus. Massa tumor yang semakin membesar akan memperlihatkan gejala leukokoria, tanda-tanda peradangan vitreus yang menyerupai endoftalmitis. Jika sel-sel tumor terlepas dan masuk ke segmen anterior mata, akan menyebabkan glaucoma atau tanda peradangan berupa hipopion atau hifema. Pertumbuhan tumor ini dapat menyebabkan metastasis dengan invasi tumor melalui; nervus optikus ke otak, sclera ke jaringan orbita dan sinus paranasal, dan metastasis jauh kesumsum tulang melalui pembuluh darah. Pada fundus terlihat bercak kuning mengkilat, dapat menonjol ke badan kaca. Dipermukaan terdapat neovaskularisasi dan perdarahan. Warna iris tidak normal. Penyebaran secara limfogen, ke kelenjar limfe preaurikuler dan submandibula serta secara hematogen ke sumsum tulang dan visera , terutama hati.

D. Klasifikasi
1. Golongan I
Tumor soliter/multiple kurang dari 4 diameter papil.
Terdapat pada atau dibelakang ekuator
Prognosis sangat baik
2. Golongan II
Satu atau beberapa tumor berukuran 4-10 diameter papil
Prognosis baik
3. Golongan III
Tumor ada didepan ekuator atau tumor soliter berukuran >10 diameter papil
Prognosis meragukan
4. Golongan IV
Tumor multiple sampai ora serata
Prognisis tidak baik
5. Golongan V
Setengah retina terkena benih di badan kaca
Prognosis buruk
Terdapat tiga stadium dalam retinoblastoma :
• Stadium tenang
Pupil lebar, dipupil tampak refleks kuning yang disebut “automatic cats eye”.
• Stadium glaukoma
Oleh karena tumor menjadi besar, menyebabkan tekanan intraokular meninggi.
• Stadium ekstraokuler
Tumor menjadi lebih besar, bola mata memebesar menyebabakan eksoftalmus kemudian dapt pecah kedepan sampai keluar dari rongga orbita disertai nekrose diatasnya
E. Manifestasi Klinis
Gejala retinoblastoma dapat menyerupai penyakit lain dimata. Bila letak tumor dimakula, dapat terlihat gejala awal strabismus. Massa tumor yang semakin membesar akan memperlihatkan gejala leukokoria, tanda-tanda peradangan di vitreus (Vitreous seeding) yang menyerupai endoftalmitis. Bila sel-sel tumor terlepas dan masuk ke segmen anterior mata , akan menyebabkan glaucoma atau tanda-tanda peradangan berupa hipopion atau hifema. Pertumbuhan tumor ini dapat menyebabkan metastasis dengan invasi tumor melalui nervus optikus ke otak, melalui sclera ke jaringan orbita dan sinus paranasal, dan metastasis jauh ke sumsum tulang melalui pembuluh darah. Pada fundus terlihat bercak kuning mengkilat, dapat menonjol kebadan kaca. Di permukaan terdapat neovaskularisasi dan perdarahan. Warna iris tidak normal. Penyebaran secara limfogen, ke kelenjar limfe preaurikular dan submandibula dan, hematogen, ke sumsum tulang dan visera, terutama hati.

F. Diagnosis Banding
Fibroplasia retrolental, displasia retina , endoftalmitis nematoda, katarak, dan ablasi retina.
G. Pemeriksaan Penunjang
Ultrasonografi dan tomografi komputer dilakukan terutama untuk pasien dengan metastasis ke luar, misalnya dengan gejala proptosis bola mata.
H. Penatalaksanaan
Jika satu mata yang terserang, pengobatan bergantung pada kalsifikasi tumor:
1. Golongan I dan II dengan pengobatan local (radiasi, cryotherapy, fotokoagulasi laser). Kadang-kadang digabung dengan kemoterapi.
2. Jika tumor besar (golongan IV dan V) mata harus dienukleasi segera. Mata tidak terkena dilakukan radiasi sinar X dan kemoterapi.
Pada tumor intraokuler yang sudah mencapai seluruh vitreus dan visus nol, dilakukan enukleasi. Jika tumor telah keluar kebulbus okuli tetapi masih terbatas di rongga orbita, dilakukan kombinasi eksenterasi, radioterapi dan kemoterapi. Klien harus terus dievaluasi seumur hidup karena 20-90% klien retinoblastoma bilateral akan menderita tumor ganas primer, terutama osteosarkoma.


KONSEP KEPERAWATAN

A. Pengkajian
1. Biodata
a. Identitas klien meliputi nama, umur, agama, jenis kelamin, pendidikan, alamat, tanggal masuk rumah sakit, tanggal pengkajian, No register, dan diagnosa medis.
b. Identitas orang tua yang terdiri dari : Nama Ayah dan Ibu, usia, pendidikan, pekerjaan/sumber penghasilan, agama, dan alamat.
c. Identitas saudara kandung meliputi nama, usia, jenis kelamin, hubungan dengan klien, dan status kesehatan.
2. Keluhan utama
Keluhan dapat berupa perubahan persepsi penglihatan, demam, kurang nafsu makan, gelisah, cengeng, nyeri pada luka post operasi, terjadi infeksi pada luka post op, serta perawatan dan pengobatan lanjutan dari tindakan operasi.
3. Riwayat kesehatan
a. Riwayat Kesehatan Sekarang
Gejala awal yang muncul pada anak. Bisa berupa bintik putih pada mata tepatnya pada retina, terjadi pembesaran, mata merah dan besar.
b. Riwayat Kesehatan Masa Lalu
Riwayat kesehatan masa lalu berkaitan dengan Kemungkinan memakan makanan/minuman yang terkontaminasi, infeksi ditempat lain misal: pernapasan.
c. Riwayat kesehatan keluarga
Berkaitan erat dengan penyakit keturunan dalam keluarga, misalnya ada anggota keluarga yang pernah menderita penyakit yang sama.
4. Pemberian Sistem
a. Aktivitas
Gejala: kelelahan, malaise, kelemahan, ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas biasanya.
Tanda: kelelahan otot.
Peningkatan kebutuhan tidur, somnolen.
b. Sirkulasi
Gejala: palpitasi.
Tanda: takikardi, mur-mur jantung.
Kulit, membran mukosa pucat.
Defisit saraf kranial dan/atau tanda perdarahan cerebral.
c. Eliminasi
Gejala: diare; nyeri tekan perianal, nyeri.
Darah merah terang pada tisu, feses hitam.
Darah pada urine, penurunan haluaran urine.
d. Integritas ego
Gejala: perasaan tak berdaya/tak ada harapan.
Tanda: depresi, menarik diri, ansietas, takut, marah, mudah terangsang.
Perubahan alam perasaan, kacau.
e. Makanan/cairan
Gejala: kehilangan nafsu makan, anoreksia, muntah.
Perubahan rasa/penyimpangan rasa.
Penurunan berat badan.
f. Neurosensori
Gejala: kurang/penurunan koordinasi.
Perubahan alam perasaan, kacau, disorientasi, ukuran konsisten.
Pusing, kebas, kesemutan parastesi.
Tanda: otot mudah terangsang, aktivitas kejang.
g. Nyeri/ketidaknyamanan
Gejala: nyeri orbital, sakit kepala, nyeri tulang/sendi, nyeri tekan sternal, kram otot.
Tanda: perilaku berhati-hati/distraksi, gelisah, fokus, pada diri sendiri.
h. Pernapasan
Gejala: napas pendek dengan kerja minimal.
Tanda: dispnea, takipnea, batuk.
Gemericik, ronki.
Penurunan bayi napas.
i. Keamanan
Gejala: riwayat infeksi saat ini/dahulu, jatuh..
Gangguan penglihatan/kerusakan.
Perdarahan spontan tak terkontrol dengan trauma minimal.
Tanda: demam, infeksi.
Kemerahan, purpura, perdarahan retinal, perdarahan gusi, atau epistaksis.
Pembesaran nodus limfe, limpa, atau hati (sehubungan dengan invasi jaringan)
Papil edema dan eksoftalmus.
j. Seksualitas
Gejala: perubahan libido.
Perubahan aliran menstruasi, menoragia.
Lipopren.
k. Penyuluhan/pembelajaran
Gejala: riwayat terpajan pada kimiawi, mis; benzene, fenilbutazon, dan kloramfenikol(kadar ionisasi radiasi berlebihan, pengobatan kemoterapi sebelumnya, khususnya agen pengkilat.
Gangguan kromosom, contoh sindrom down atau anemia franconi aplastik.
Read More

Sabtu, 11 September 2010

Waspadai Ketajaman Penglihatan Anda

di 18.54 Label: Berita Terkini Kesehatan , Sistem Indera

Wie heeft de beste ogen van Nederland? Siapa yang matanya paling tajam di Belanda? Begitu nama kampanye selama September dan Oktober, yang dilancarkan oleh Oogfonds, Dana Mata di Belanda.

Kampanye ini untuk menyadarkan pentingnya menjaga kondisi mata. Dewasa ini ada 350.000 orang rabun atau buta di Belanda, sedang jumlah penduduk 16 juta jiwa.

Tidak Mendadak
Rabun dan buta datangnya berangsur-angsur. Menurut ramalan jumlah penderita rabun dan buta di masa mendatang akan sangat meningkat. Rabun dan buta berkaitan dengan usia dan penyakit diabetes. Jumlah orang lanjut usia kian banyak, demikian juga penderita penyakit gula. Kelompok yang terakhir jelas berkaitan dengan gaya hidup. Jumlah orang terlalu gemuk sangat meningkat, dan ini berlaku di banyak negara. Menurut dinas kesehatan sedunia WHO 70% dari kasus rabun dan buta bisa dicegah atau paling tidak, bisa dirém.

Jangan Nrimo
Menurut direktur Oogfonds Ingrid Kolkhuis Tanke: "Walaupun usia menanjak, jangan terima begitu saja pengelihatan kabur, cepatlah ke dokter mata!" Beberapa penyakit mata bisa diatasi, dan ada pula cara menghentikan kemunduran pengelihatan. Lumrahnya di Belanda orang kontrol ke dokter gigi 2 kali setahun, tapi hal ini tidak dilakukan untuk kontrol mata. "Padahal, lanjutnya, mata tidak bisa diganti. Bukannya mustahil mata tetap bagus sampai usia lanjut."

Waspada
Karena kemunduran pengelihatan, tidak sekonyong-konyong maka waspadalah terhadap gejala-gejala berikut:

  • sering melihat bercak-bercak atau seperti melihat kilat
  • ketajaman pengelihatan sangat cepat mundur
  • ada keluarga dengan tekanan tinggi di bola mata/glaucoom
  • melihat ganda

Penderita diabetes punya resiko besar kena penyakit mata. Kelainan pada selaput mata kadang-kadang sudah mulai tapi tidak disadari.

Mata Sehat
Beberapa saran yang disampaikan oleh Ingrid Kolkhuis Tanke, direktur Oogfonds untuk menjaga kondisi mata:

  • banyak makan sayur, kurangi lemak
  • berolah raga
  • tidak merokok
  • lindungi mata dari sinar yang terlalu tajam
  • jarak buku dan mata antara 20 sampai 30 centimeter
  • jagalah kebersihan mata
sumber: http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/waspadai-ketajaman-penglihatan-anda
Read More

Selasa, 16 Maret 2010

OTITIS EKSTERNA

di 02.27 Label: Konsep Dasar , Sistem Indera
OTITIS EKSTERNA

PENDAHULUAN

Otitis eksterna dihubungkan dgn maserasi saluran kulit akibat gesekan dengan alat dan hilangnya perlindungan dari lapisan lemak dimana lemak tsb berfungsi sebagai pelembab. Bakteri dapat masuk melalui sobekan tipis epitel, plorierasi dan mengakibatka pembengkakan pada lapisan saluran telinga.

Otitis eksterna adalah salah satu jenis dari infeksi telinga yang mengenai saluran telinga. Karena saluran telinga gelap dan hangat maa dapat dengan mudah terkena in bakteri atau jamur. Dua karakteristik gejala dari otitis eksterna adalah otalgia atau nyeri didalam telinga dan otorhea atai inflamasi telinga disertai adanya pengeluaran cairan. Otalgia dapat berawal dr pruritis sampai pada rasa nyeri yg hebat dan dpt diperburuk dgn adanya gerakan pada telinga seperti mengunyah. Pasien dapat mengeluh kehilangan pendengaran jika terjadi pembengkakan akibat peradangan yang menyumbat saluran telinga bagian luar.

Otorhea dan kotoran lain dapat menyumbat saluran telinga. Otorhea juga membuat saluran telinga menjadi lembab dan tercampur dgn pengobatan topical. Peradangan sering membuat saluran telinga mudah terkena trauma dari biasanya. Oleh karena itu penggunaaan sendok serumen atau kuret seharusnya dihindari. Pembersihan yg terbaik adalah dengan sunction dan menggunakan otoskop. Alternative lain untuk membersihkan telinga adalah dgn menggunakan kapas untuk mengeluarkan secara perlahan-lahan secret tebal dari saluran telinga luar. Jika secret tipis, keras atau lengket maka pemberian antibiotic atau hydrogen peroksida dapat menolong untuk melembutkan secret tsb agar mudah dikeluarkan. Dapat juga diberikan alcohol sesudahnya untuk membersihkan saluran, tetapi hal ini mungkin menyebabkan iritasi jika saluran telah mengalami peradangan. Pasien harus dievaluasi kembali apabila secret susah untuk dikeluarkan akibat adanya pembengkakan atau nyeri.

Melalui pemeriksaan kepala dan leher dapat dibentuk diagnosa dan dapat dilihat adanya kemungkinan kmplikasi dari otitis eksterna. Pemeriksaan tsb mencakup evaluasi pada sinus, hidung, mastoid, mulut, parinx dan leher.


ETIOLOGI

Penyebab umum dari otitis eksterna adalah infeksi bakteri meskipun jamur adalah penyebab yang terpenting dari 10% kasus; dapat pula dihasilkan dari non ineksi dermatologi.

Bacterial Otitis Externa

Menyukai semua kulit. Saluran telinga luar mempunyai flora normal. Ketika terjadi ggn, flora pathogen berkembang didominasi oleh Pseudomonas aeruginosa dan Stapilococcus aureus. Tanda dan gejala dari otitis eksterna dengan penyebab bakteri dirawat lebih giat dari penyakit lain. Otalgia mungkin cukup berat, untuk itu diberikan anlgetik seperti Codein dan obat anti inflamasi non steroid.


Jamur Otitis Externa

Jamur dikenal kira-kira 10% dari kasus otitis externa. Pathogen yg terbesar dan umum adalah Aspergillus dan Candida. Infeksi jamur terjadi sebagai hasil dari pengobatan yang lama dari bakteri otitis eksterna yang menggantikan flora dari saluran telinga. Jamur kadang-kadang pathogen utama pada otitis externa, khususnya dgn adanya lembab yg berlebihan atau panas. Ineksi biasanya tidak bergejala dan diagnosa dibuat dengan mengamati perubahan dalam saluran telinga luar. Jamur dpt menyebabkan pruritis dan rasa penuh pada telinga. Pruritis mungkin hebat, menyebabkan kerusakan pada epidermis akibat garukan. Tinnitus juga umum terjadi.


MANIFESTASI KLINIK

Pasien biasanya datang dgn nyeri, cairan dari kanalis auditorius externa, nyeri tekan aural (biasanya tidak terdapat pada inf telinga tengah), dan kadang demam, selulitis dan limfadenopati. Kleuhan lain dapat meliputi pruritus dan kehilangan pendengaran atau perasaan penuh. Pada pemeriksan otoskopis, kanalis telinga nampak eritema dan edema. Cairan berwarna kuning atau hijau dan berbau busuk. Pada infeksi jamur bahkan dapat terlihat spora hitam seperti rambut.


EVALUASI DIAGNOSTIK

CT-Scan tulang tengkorak — mastoid terlihat kabur, ada kerusakan tulang

Scan Galium-67 — terlihat focus inf akut yg akan kembali normal dgn resolusi inf.

Scan Tekhnetium-99 — terlihat aktifitas osteoblastik yg akan kembali normal beberapa bulan setelah resolusi klinik

MRI — monitor serebral, pembuluh darah yang terkait

Tes Laboratorium — sample nanah untuk kultur dan tes sensitivitas antibiotic


DIAGNOSA KEPERAWATAN

1.Gangguan sensori persepsi : pendengaran b/d banyaknya kotoran telinga, cairan atu benda asing

Tujuan : memperbaiki fx pendengaran

Intervensi :

Mengambil serumen dgn irigasi, sunction atau instrumentasi

R/ usaha lain untuk membersihkan kanalis auditorius externa seperti dgn korek api, jepit rambut atau alat lain dapat membahayakan klien

Memberikan antibiotic/hydrogen peroksida

R/ dapat melembutkan serumen yg akan dikeluarkan.

2.Nyeri b/d proses inflamasi

Tujuan : mengurangi nyeri

Intervensi :

Kaji tingkat nyeri ssi skala nyeri

R/ memberi info untuk mengkaji respon terhadap intervensi

Kai dan catat respon pasien terhadap intervensi

R/ membantu dalam memberi intervensi selanjutnya


Kolaborasi beri preparat analgetik

R/ mengurangi nyeri

Memasang sumbu bila kanalis auditorius mengalami edema

R/ untuk menjaga kanalis tetap terbuka

3.Kegagalan interaksi sosial b/d hambatan komunikasi

Tujuan : membantu pasien berinteraksi

Intervensi :

Berikan alat Bantu pendengaran

R/ untuk membantu pendengaran klien

Ajari klien menggunakan tanda nonverbal dan bentuk komunikasi lainnya

R/ merupakan alternative lain untuk mempermudah komunikasi dgn orla

Ajari keluarga atau orang terdekat praktik komunikasi yang eektif

R/ mampu berkomunikasi yg baik dgn klien

Mengurangi kegaduhan lingkungan

R/ ketenangan lingkungan dapat membantu kelancaran komunikasi.

4.Ansietas b/d kurang pengetahuan ttg penyakit, penyebab infeksi dan tindakan pencegahannya

Tujuan : mengurangi ansietas

Intervensi :

Dengarkan dgn cermat apa yg dikatakan klien tentang penyakit dan tindakannya

R/ mendengar memungkinkan deteksi dan koreksi mengenai kesalahpahaman dan kesalahan informasi

Berikan penjelasan singkat ttg organisme penyebab; sasarn penaganan; jadwal tindak lanjut; dan pencegahan penularan thd orang lain

R/ pengetahuan ttg diagnosa spesifik dan tindakan dapat meningkatkan kepatuhan

Berikan kesempatan pada klien untuk bertanya dan berdiskusi

R/ pertanyaan klien menandakan masalah yg perlu diklarifikasi

Read More

OTITIS EKSTERNA

di 02.27 Label: Konsep Dasar , Sistem Indera
OTITIS EKSTERNA

PENDAHULUAN

Otitis eksterna dihubungkan dgn maserasi saluran kulit akibat gesekan dengan alat dan hilangnya perlindungan dari lapisan lemak dimana lemak tsb berfungsi sebagai pelembab. Bakteri dapat masuk melalui sobekan tipis epitel, plorierasi dan mengakibatka pembengkakan pada lapisan saluran telinga.

Otitis eksterna adalah salah satu jenis dari infeksi telinga yang mengenai saluran telinga. Karena saluran telinga gelap dan hangat maa dapat dengan mudah terkena in bakteri atau jamur. Dua karakteristik gejala dari otitis eksterna adalah otalgia atau nyeri didalam telinga dan otorhea atai inflamasi telinga disertai adanya pengeluaran cairan. Otalgia dapat berawal dr pruritis sampai pada rasa nyeri yg hebat dan dpt diperburuk dgn adanya gerakan pada telinga seperti mengunyah. Pasien dapat mengeluh kehilangan pendengaran jika terjadi pembengkakan akibat peradangan yang menyumbat saluran telinga bagian luar.

Otorhea dan kotoran lain dapat menyumbat saluran telinga. Otorhea juga membuat saluran telinga menjadi lembab dan tercampur dgn pengobatan topical. Peradangan sering membuat saluran telinga mudah terkena trauma dari biasanya. Oleh karena itu penggunaaan sendok serumen atau kuret seharusnya dihindari. Pembersihan yg terbaik adalah dengan sunction dan menggunakan otoskop. Alternative lain untuk membersihkan telinga adalah dgn menggunakan kapas untuk mengeluarkan secara perlahan-lahan secret tebal dari saluran telinga luar. Jika secret tipis, keras atau lengket maka pemberian antibiotic atau hydrogen peroksida dapat menolong untuk melembutkan secret tsb agar mudah dikeluarkan. Dapat juga diberikan alcohol sesudahnya untuk membersihkan saluran, tetapi hal ini mungkin menyebabkan iritasi jika saluran telah mengalami peradangan. Pasien harus dievaluasi kembali apabila secret susah untuk dikeluarkan akibat adanya pembengkakan atau nyeri.

Melalui pemeriksaan kepala dan leher dapat dibentuk diagnosa dan dapat dilihat adanya kemungkinan kmplikasi dari otitis eksterna. Pemeriksaan tsb mencakup evaluasi pada sinus, hidung, mastoid, mulut, parinx dan leher.


ETIOLOGI

Penyebab umum dari otitis eksterna adalah infeksi bakteri meskipun jamur adalah penyebab yang terpenting dari 10% kasus; dapat pula dihasilkan dari non ineksi dermatologi.

Bacterial Otitis Externa

Menyukai semua kulit. Saluran telinga luar mempunyai flora normal. Ketika terjadi ggn, flora pathogen berkembang didominasi oleh Pseudomonas aeruginosa dan Stapilococcus aureus. Tanda dan gejala dari otitis eksterna dengan penyebab bakteri dirawat lebih giat dari penyakit lain. Otalgia mungkin cukup berat, untuk itu diberikan anlgetik seperti Codein dan obat anti inflamasi non steroid.


Jamur Otitis Externa

Jamur dikenal kira-kira 10% dari kasus otitis externa. Pathogen yg terbesar dan umum adalah Aspergillus dan Candida. Infeksi jamur terjadi sebagai hasil dari pengobatan yang lama dari bakteri otitis eksterna yang menggantikan flora dari saluran telinga. Jamur kadang-kadang pathogen utama pada otitis externa, khususnya dgn adanya lembab yg berlebihan atau panas. Ineksi biasanya tidak bergejala dan diagnosa dibuat dengan mengamati perubahan dalam saluran telinga luar. Jamur dpt menyebabkan pruritis dan rasa penuh pada telinga. Pruritis mungkin hebat, menyebabkan kerusakan pada epidermis akibat garukan. Tinnitus juga umum terjadi.


MANIFESTASI KLINIK

Pasien biasanya datang dgn nyeri, cairan dari kanalis auditorius externa, nyeri tekan aural (biasanya tidak terdapat pada inf telinga tengah), dan kadang demam, selulitis dan limfadenopati. Kleuhan lain dapat meliputi pruritus dan kehilangan pendengaran atau perasaan penuh. Pada pemeriksan otoskopis, kanalis telinga nampak eritema dan edema. Cairan berwarna kuning atau hijau dan berbau busuk. Pada infeksi jamur bahkan dapat terlihat spora hitam seperti rambut.


EVALUASI DIAGNOSTIK

CT-Scan tulang tengkorak — mastoid terlihat kabur, ada kerusakan tulang

Scan Galium-67 — terlihat focus inf akut yg akan kembali normal dgn resolusi inf.

Scan Tekhnetium-99 — terlihat aktifitas osteoblastik yg akan kembali normal beberapa bulan setelah resolusi klinik

MRI — monitor serebral, pembuluh darah yang terkait

Tes Laboratorium — sample nanah untuk kultur dan tes sensitivitas antibiotic


DIAGNOSA KEPERAWATAN

1.Gangguan sensori persepsi : pendengaran b/d banyaknya kotoran telinga, cairan atu benda asing

Tujuan : memperbaiki fx pendengaran

Intervensi :

Mengambil serumen dgn irigasi, sunction atau instrumentasi

R/ usaha lain untuk membersihkan kanalis auditorius externa seperti dgn korek api, jepit rambut atau alat lain dapat membahayakan klien

Memberikan antibiotic/hydrogen peroksida

R/ dapat melembutkan serumen yg akan dikeluarkan.

2.Nyeri b/d proses inflamasi

Tujuan : mengurangi nyeri

Intervensi :

Kaji tingkat nyeri ssi skala nyeri

R/ memberi info untuk mengkaji respon terhadap intervensi

Kai dan catat respon pasien terhadap intervensi

R/ membantu dalam memberi intervensi selanjutnya


Kolaborasi beri preparat analgetik

R/ mengurangi nyeri

Memasang sumbu bila kanalis auditorius mengalami edema

R/ untuk menjaga kanalis tetap terbuka

3.Kegagalan interaksi sosial b/d hambatan komunikasi

Tujuan : membantu pasien berinteraksi

Intervensi :

Berikan alat Bantu pendengaran

R/ untuk membantu pendengaran klien

Ajari klien menggunakan tanda nonverbal dan bentuk komunikasi lainnya

R/ merupakan alternative lain untuk mempermudah komunikasi dgn orla

Ajari keluarga atau orang terdekat praktik komunikasi yang eektif

R/ mampu berkomunikasi yg baik dgn klien

Mengurangi kegaduhan lingkungan

R/ ketenangan lingkungan dapat membantu kelancaran komunikasi.

4.Ansietas b/d kurang pengetahuan ttg penyakit, penyebab infeksi dan tindakan pencegahannya

Tujuan : mengurangi ansietas

Intervensi :

Dengarkan dgn cermat apa yg dikatakan klien tentang penyakit dan tindakannya

R/ mendengar memungkinkan deteksi dan koreksi mengenai kesalahpahaman dan kesalahan informasi

Berikan penjelasan singkat ttg organisme penyebab; sasarn penaganan; jadwal tindak lanjut; dan pencegahan penularan thd orang lain

R/ pengetahuan ttg diagnosa spesifik dan tindakan dapat meningkatkan kepatuhan

Berikan kesempatan pada klien untuk bertanya dan berdiskusi

R/ pertanyaan klien menandakan masalah yg perlu diklarifikasi

Read More
Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan ( Atom )
 photo banner300x250-biru.gif

Blog Archive

  • 2016 (1)
    • 09/18 - 09/25 (1)
      • PENGETAHUAN IBU TENTANG BIANG KERINGAT PADA BAYI 0...
  • 2015 (10)
    • 10/11 - 10/18 (1)
    • 09/13 - 09/20 (1)
    • 09/06 - 09/13 (1)
    • 07/05 - 07/12 (1)
    • 05/17 - 05/24 (6)
  • 2014 (1)
    • 04/13 - 04/20 (1)
  • 2012 (770)
    • 02/19 - 02/26 (5)
    • 02/12 - 02/19 (10)
    • 02/05 - 02/12 (4)
    • 01/29 - 02/05 (27)
    • 01/22 - 01/29 (88)
    • 01/15 - 01/22 (101)
    • 01/08 - 01/15 (169)
    • 01/01 - 01/08 (366)
  • 2011 (4477)
    • 12/25 - 01/01 (336)
    • 12/18 - 12/25 (62)
    • 12/11 - 12/18 (70)
    • 12/04 - 12/11 (77)
    • 11/27 - 12/04 (40)
    • 11/20 - 11/27 (67)
    • 11/13 - 11/20 (198)
    • 11/06 - 11/13 (187)
    • 10/30 - 11/06 (340)
    • 10/23 - 10/30 (32)
    • 10/16 - 10/23 (109)
    • 10/09 - 10/16 (80)
    • 08/14 - 08/21 (75)
    • 08/07 - 08/14 (81)
    • 07/31 - 08/07 (82)
    • 07/24 - 07/31 (65)
    • 07/17 - 07/24 (91)
    • 07/10 - 07/17 (47)
    • 07/03 - 07/10 (44)
    • 06/26 - 07/03 (53)
    • 06/19 - 06/26 (59)
    • 06/12 - 06/19 (47)
    • 06/05 - 06/12 (65)
    • 05/29 - 06/05 (63)
    • 05/22 - 05/29 (77)
    • 05/15 - 05/22 (115)
    • 05/08 - 05/15 (65)
    • 05/01 - 05/08 (104)
    • 04/24 - 05/01 (45)
    • 04/17 - 04/24 (70)
    • 04/10 - 04/17 (134)
    • 04/03 - 04/10 (72)
    • 03/27 - 04/03 (18)
    • 03/20 - 03/27 (47)
    • 03/13 - 03/20 (68)
    • 03/06 - 03/13 (40)
    • 02/27 - 03/06 (56)
    • 02/20 - 02/27 (77)
    • 02/13 - 02/20 (76)
    • 02/06 - 02/13 (198)
    • 01/30 - 02/06 (194)
    • 01/23 - 01/30 (132)
    • 01/16 - 01/23 (196)
    • 01/09 - 01/16 (202)
    • 01/02 - 01/09 (121)
  • 2010 (2535)
    • 12/26 - 01/02 (156)
    • 12/19 - 12/26 (65)
    • 12/12 - 12/19 (73)
    • 12/05 - 12/12 (84)
    • 11/28 - 12/05 (80)
    • 11/21 - 11/28 (68)
    • 11/14 - 11/21 (63)
    • 11/07 - 11/14 (50)
    • 10/31 - 11/07 (50)
    • 10/24 - 10/31 (36)
    • 10/17 - 10/24 (58)
    • 10/10 - 10/17 (35)
    • 10/03 - 10/10 (31)
    • 09/26 - 10/03 (21)
    • 09/19 - 09/26 (26)
    • 09/12 - 09/19 (55)
    • 09/05 - 09/12 (65)
    • 08/29 - 09/05 (33)
    • 08/22 - 08/29 (70)
    • 08/15 - 08/22 (45)
    • 08/08 - 08/15 (35)
    • 08/01 - 08/08 (37)
    • 07/25 - 08/01 (27)
    • 07/18 - 07/25 (19)
    • 07/11 - 07/18 (30)
    • 07/04 - 07/11 (56)
    • 06/27 - 07/04 (28)
    • 06/20 - 06/27 (22)
    • 06/13 - 06/20 (30)
    • 06/06 - 06/13 (21)
    • 05/30 - 06/06 (5)
    • 05/16 - 05/23 (6)
    • 05/09 - 05/16 (29)
    • 05/02 - 05/09 (59)
    • 04/25 - 05/02 (28)
    • 04/18 - 04/25 (38)
    • 04/11 - 04/18 (70)
    • 04/04 - 04/11 (59)
    • 03/28 - 04/04 (65)
    • 03/21 - 03/28 (89)
    • 03/14 - 03/21 (218)
    • 03/07 - 03/14 (95)
    • 02/28 - 03/07 (135)
    • 02/21 - 02/28 (102)
    • 01/03 - 01/10 (68)
  • 2009 (1652)
    • 12/27 - 01/03 (36)
    • 12/20 - 12/27 (22)
    • 12/13 - 12/20 (100)
    • 12/06 - 12/13 (45)
    • 11/29 - 12/06 (24)
    • 11/22 - 11/29 (22)
    • 11/15 - 11/22 (19)
    • 11/08 - 11/15 (28)
    • 11/01 - 11/08 (11)
    • 10/25 - 11/01 (17)
    • 10/18 - 10/25 (38)
    • 10/11 - 10/18 (33)
    • 10/04 - 10/11 (15)
    • 09/27 - 10/04 (21)
    • 09/20 - 09/27 (7)
    • 09/13 - 09/20 (84)
    • 09/06 - 09/13 (35)
    • 08/30 - 09/06 (48)
    • 08/23 - 08/30 (118)
    • 08/16 - 08/23 (26)
    • 08/09 - 08/16 (34)
    • 08/02 - 08/09 (35)
    • 07/26 - 08/02 (31)
    • 07/19 - 07/26 (14)
    • 07/12 - 07/19 (16)
    • 07/05 - 07/12 (28)
    • 06/28 - 07/05 (26)
    • 06/21 - 06/28 (76)
    • 06/14 - 06/21 (26)
    • 06/07 - 06/14 (21)
    • 05/31 - 06/07 (43)
    • 05/24 - 05/31 (38)
    • 05/17 - 05/24 (26)
    • 05/10 - 05/17 (52)
    • 05/03 - 05/10 (15)
    • 04/26 - 05/03 (38)
    • 04/19 - 04/26 (32)
    • 04/12 - 04/19 (22)
    • 04/05 - 04/12 (20)
    • 03/29 - 04/05 (40)
    • 03/22 - 03/29 (43)
    • 03/15 - 03/22 (18)
    • 03/08 - 03/15 (14)
    • 03/01 - 03/08 (22)
    • 02/22 - 03/01 (12)
    • 02/15 - 02/22 (9)
    • 02/08 - 02/15 (11)
    • 02/01 - 02/08 (19)
    • 01/25 - 02/01 (37)
    • 01/18 - 01/25 (21)
    • 01/11 - 01/18 (33)
    • 01/04 - 01/11 (31)
  • 2008 (700)
    • 12/28 - 01/04 (13)
    • 12/21 - 12/28 (9)
    • 12/14 - 12/21 (57)
    • 12/07 - 12/14 (5)
    • 11/30 - 12/07 (18)
    • 11/23 - 11/30 (33)
    • 11/16 - 11/23 (31)
    • 11/09 - 11/16 (23)
    • 11/02 - 11/09 (18)
    • 10/26 - 11/02 (11)
    • 10/19 - 10/26 (15)
    • 10/12 - 10/19 (13)
    • 10/05 - 10/12 (25)
    • 09/28 - 10/05 (2)
    • 09/21 - 09/28 (14)
    • 09/14 - 09/21 (19)
    • 09/07 - 09/14 (43)
    • 08/31 - 09/07 (3)
    • 08/24 - 08/31 (33)
    • 08/17 - 08/24 (65)
    • 08/10 - 08/17 (4)
    • 08/03 - 08/10 (26)
    • 07/27 - 08/03 (6)
    • 07/20 - 07/27 (19)
    • 07/13 - 07/20 (18)
    • 07/06 - 07/13 (60)
    • 06/29 - 07/06 (53)
    • 06/22 - 06/29 (49)
    • 06/15 - 06/22 (11)
    • 06/08 - 06/15 (4)

Popular Posts

  • Olahraga dan Resiko Kanker Payu Dara: Belum Terlambat.
    Olahraga teratur sangat penting untuk kesehatan tubuh, mencegah dan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit mulai dari osteoporosis hin...
  • Transkultural dalam Keperawatan
    Konsep Teori Transkultural dalam Keperawatan APLIKASI TEORI TRANSCULTURAL NURSING DALAM PROSES KEPERAWATAN Rahayu Iskandar, Ners, M.Kep PEND...
  • Hubungan Usia Terhadap Perdarahan Post Partum Di RSUD
    KTI KEBIDANAN HUBUNGAN USIA TERHADAP PERDARAHAN POSTPARTUM DI RSUD BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan wanita merupakan hal yang s...
  • Bau Mulut
    Malu banget kan kalo nafas kita bau alias bau mulut apa lagi kalo kita ngomong dengan orang lain lalu tiba-tiba orang tersebut menjauh wah...
  • Diagnosa Keperawatan Aktual
    Konsep Dasar Diagnosa Keperawatan Aktual BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sebagai suatu aspek yang terpenting dalam proses kepera...
  • Ketika Pasangan Anda Depresi
    Ketika, pasangan atau seseorang yang dekat dengan Anda mengalami depresi, ada langkah yang dapat Anda lakukan untuk menolongnya: # Memberi ...
  • Konsep Pertumbuhan dan Perkembangan
    Menurut Joyce Engel (1999), yang dikatakan anak usia pra sekolah adalah anak-anak yang berusia berkisar 3-6 tahun. Ada beberapa aspek yang...
  • PENGETAHUAN IBU TENTANG BIANG KERINGAT PADA BAYI 0-1 TAHUN DI BPS XXXX
    Prelevansi penyakit kulit di Indonesia cukup tinggi baik oleh bakteri, virus atau jamur. Selain itu bergantung pada lingkungan dan kondisi...
  • Pola Makan Bayi 6 Bulan
    Bayi saya saat ini berusia 6 bulan lebih. Dia sudah saya beri makanan padat seperti sereal dan bubur instan encer sejak berusia 4 bulan. M...
  • Tanda-tanda Sistem Imun Tubuh Buruk
    Tiap orang memiliki sistem imun atau kekebalan tubuh yang berbeda-beda. Semuanya tergantung dari genetik, pola hidup maupun lingkung...

Statistik

© ASUHAN KEPERAWATAN 2013 . Powered by Bootstrap , Blogger templates and RWD Testing Tool Published..Gooyaabi Templates