• home

ASUHAN KEPERAWATAN

  • HOME
  • DOWNLOAD ASUHAN KEPERAWATAN
  • Cara Mendapatkan Password

Senin, 13 April 2009

Asuhan Keperawatan Pasien Dengan Glaukoma

di 19.27 Label: ASUHAN KEPERAWATAN
Suatu keadaan tekanan intra oculer / tekanan dalam bola mata cukup besar untuk menyebabkan kerusakan pupil, saraf optik dan kelainan lapang pandang. (Arif, 1999).
Klasifikasi Glaukoma
a. Glaukoma primer
Glaukoma yang terjadi dengan sendirinya pada orang yang telah memiliki bakat bawaan glaukoma yang terbagi atas;
1) Glaukoma sudut terbuka
2) Glaukoma sudut tertutup
b. Glaukoma kongenital
1) Glaukoma kongenital primer atau infantil
2) Glaukoma yang menyertai kelainan-kelainan kongenital
c. Glaukoma sekunder
Glaukoma yang diakibatkan atau berhubungan dengan penyakit lain baik yang masih ada maupun yang terjadi sebelumnya.
d. Glaukoma absolut
Merupakan keadaan terakhir dari semua glaukoma, dimana ketajaman penglihatan nol.
Gejala dan Tanda Klinis
a. Primary Glaucoma/Glaukoma primer
1. Primary Open Angle Glaucoma/Glaukoma primer sudut terbuka
Ada kecenderungan familiar yang kuat disini dan hubungan keluarga yang dekat dengan orang yang pernah sakit POAG harus dicurigai dan dilakukan screening secara teratur. Sifatnya kronis dan tenang matanya.
Gejala:
• Tidak bergejala (tidak terasa)  kadang keluhan Os hanya rasa tidak enak pada matanya
• Pegel pada mata
• Lapang pandang sempit
• Riwayat keluarga
Tanda :
• Mata tenang
• Papil saraf optik atrofi
• Kelainan lapang pandang/skotoma
• TIO lebih dari 21 mmHg (TIO meningkat)
• Visus naik turun (kadang kabur kadang tidak)
2. Normal/Low Pressure Glaucoma
Patogenesis: sensitivitas yang abnormal terhadap TIO (biasanya TIO kurang dari 22 mmHg) karena abnormalitas vaskular/mekanik pada optik nerve head. Disk yang hemoragik lebh sering pada ini daripada POAG dan sering dapat pula menyebabkan progesi kehilangan lapang pandang. 
3. Sudut Tertutup 
Gejala: 
• Pegal sampai sakit kepala 
• Mual, muntah, visus turun sampai mata merah 
• Palpebra spasme (mata sipit) 
• Konjungtiva hiperemi 
• Kornea odem - keruh - lihat pelangi 
• Bilik depan dangkal - karena irisnya menempel di trabekula 
• Pupil luas - m. sphinter pupilae lumpuh oleh karena tekanan yang tinggi. 
• Lensa terdapat bercak-bercak putih 
• Papil tidak jelas (oedem, pucat) 
• TIO lebih dari 21 mmHG, biasanya 40 mmHG
b. Secondary Glaucoma / Glaukoma sekunder
Ada penyakit lain yang mendasarinya/disebabkan karena penyakit lain. Bisa akut/kronis.
1. Glaukoma sekunder sudut terbuka
Bisa disebabkan oleh:
• Uveitis - banyak sel radang - trabekulanya buntu - TIO - glaukoma
• Lensa hipermatur (salah satu bentuk katarak) - uveitis - glaukoma
• Steroid - terjadi konjungtivitis sternalis (alergi - banyak sel radang - dapat merusak trabekulum)
• Trauma - merusak SIK - TIO - glaukoma
2. Glaukoma sekunder sudut tertutup
Bisa disebabkan oleh:
• Uveitis
• Lensa maju/membesar
• Tumor intraokuli
• Neovaskularisasi sudut
Keempat hal di atas menyebabkan timbulnya gejala yang sama dengan glaukoma sudut terbuka.
c. Glaukoma Kongenital
• Sejak lahir
• Takut sinar/silau
• Rasa tidak enak di mata
• Bola mata besar
• Kornea keruh
• TIO lebih dari 21 mmHG
• Karena kongenital seringnya bilateral
Patofisiologi
Meningkatnya tekanan intra oculer disebabkan oleh retensi cairan aquos. Proses dari produksi dan distribusi cairan tersebut terjadi terus menerus dan berfungsi untuk memelihara tekanan intra oculer tetap dan keadaan normal.  Pada suatu kerusakan dimana proses pengeluaran cairan timbul secara berlebihan dapat meningkatkan TIO. Pada umumnya peningkatan tekanan intra oculer disebabkan oleh ischemia di daerah syaraf mata dan terjadi microsirkulasi pada salurannya. Ciri yang khas adalah terjadinya cupping pada dikus optiakus dan dapat menimbulkan kerusakan penglihatan antara lain penurunan lapang pandang  (DepKes RI Bandung, 1993).
Pemeriksaan Penunjang
a. Pengukuran dengan Tonometri schiotz menunjukkan peningkatan tekanan
b. Perimetri : pemeriksaan lapang pandang
c. Genioskopi : untuk melihat SIK
d. Oftalmoskopi
e. Visus
f. Darah lengkap
Manajemen Terapi

  • Pada prinsipnya terapi glaukoma ada 2 macam yaitu medikamentosa dan operatif. Untuk yang kongenital, harus operatif walaupun masih neonatus (misal 10 hari) obat-obatan hanya untuk sementara.
  • Tujuan terapi adalah menurunkan TIO.

Medikamentosa
Tekanan intraokuler harus diturunkan dengan secepatnya dengan memberikan asetanolamid 500 mg dilanjutkan dengan 3 x 500 mg, solusio gliserin 50% 4x 100-150 ml dalam air jeruk, penghambat beta adrenergik 0,25 – 0,5% 2 x 1 dan KCl x 0,5 g. Diberikan pula tetes mata kortikosteroid dan antibiotik untuk mengurangi reaksi implamasi.  Untuk bentuk primer, diberikan tetes mata pilokarpin 2% tiap ½ - 1 jam pada mata yang mendapat serangan dan 3x1 tetes pada mata disebelahnya. Bila perlu berikan analgetik dan antiemetik.
Operasi
Penderita dirawat dan dipersiapkan untuk operasi. Dievaluasi tekanan intraokuler (TIO) dan keadaan matanya. Bila TIO tetap tidak turun segera dilakukan operasi. Sebelumnya diberikan infus manitol 20% 300-500 ml, 60 tetes/menit. Bila jelas menurun operasi ditunda sampai mata lebih tenang dengan tetap mematau TIO. Jenis operasi iridektomi atau filtrasi, ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan genioskopi setelah pengobatan medikamentosa. Selain pencegahan juga dilakukan iridektomi pada sebelahnya.
Harus dicari penyebabnya pada bentuk sekunder dan diobati yang sesuai. Dilakukan operasi hanya bila perlu dan jenisnya tergantung penyebab. Misalnya pada hifema dilakukan parasentesis pada kelainan lensa dan pada uveitis dilakukan iridektomi atau operasi iridektomi.
Asuhan Keperawatan Pasien Dengan Glaukoma
1. Pengkajian
Data Subyektif
• Pasien mengeluh sakit kepala
• Pasien mengeluh mual muntah
• Pasien melihat lingkaran seperti pelangi
• Pasien mengatakan nyeri sekitar mata
Data Obyektif:
• Mata merah, bengkak
• Visus/ketajaman penglihatan menurun
• Pada pemeriksaan dengan lampu senter:
  1. Terlihat kornea sembab
  2. Reaksi pupil hilang atau lambat
  3. Kadang pupil midriasis
  4. Kedua bilik mata nampak dangkal pada bentuk primer
  5. Pada bentuk sekunder dijumpai penyakit penyebabnya
  6. Pada perabaan, bola mata teraba lebih keras

Diagnosa Keperawatan
Pre Operatif
  • PK: Peningkatan TIO
  • Nyeri akut b.d agen injury mekanik
  • Gangguan persepsi sensori: penglihatan b.d perubahan persepsi sensori
  • Kurang pengetahuan tentang proses penyakit, pengobatan/penatalaksaan dirumah b. d kurangnya paparan informasi
Post operatif
  • Nyeri akut b.d agen injury fisik
  • Risiko jatuh b.d kesulitan penglihatan
  • Risiko infeksi b.d prosedur invasif, terputusnya kontuinitas jaringan

Read More

Asuhan Keperawatan Pasien Dengan Trauma Tumpul Mata (Hifema)

di 18.19 Label: ASUHAN KEPERAWATAN
Asuhan Keperawatan Pasien Dengan Trauma Tumpul Mata (Hifema).  Hifema adalah darah dalam bilik mata depan sebagai akibat pecahnya pembuluh darah pada iris, akar iris dan badan silia.
Tanda dan Gejala
• Mata merah
• Rasa sakit
• Mual dan muntah karena kenaikan Tekanan Intra Okuler (TIO).
• Penglihatan kabur
• Penurunan visus
• Infeksi konjunctiva
• Pada anak-anak sering terjadi somnolen
Patofisiologi
Trauma tumpul yang mengenai mata dapat menyebabkan robekan pada pembuluh darah iris, akar iris dan badan silier sehingga mengakibatkan perdarahan dalam bilik mata depan. Iris bagian perifer merupakan bagian paling lemah. Suatu trauma yang mengenai mata akan menimbulkan kekuatan hidraulis yang dapat menyebabkan hifema dan iridodialisis, serta merobek lapisan otot spingter sehingga pupil menjadi ovoid dan non reaktif. Tenaga yang timbul dari suatu trauma diperkirakan akan terus ke dalam isi bola mata melalui sumbu anterior posterior sehingga menyebabkan kompresi ke posterior serta menegangkan bola mata ke lateral sesuai dengan garis ekuator. Hifema yang terjadi dalam beberapa hari akan berhenti, oleh karena adanya proses homeostatis. Darah dalam bilik mata depan akan diserap sehingga akan menjadi jernih kembali.
Pemeriksaan Penunjang
- Laboratorium (tes fungsi hati, prothombin, trombosit dan waktu perdarahan)
- Pemeriksaan visus
- Pemeriksaan lampu celah
- Pemeriksaaan goneoskopi (untuk mencari pembuluh darah yang rusak dan resesif sudut)
Manajemen Terapi
Sampai sekarang masih terdapat konsep yang berbeda tapi yang penting dalam penaganan hifema memberi pertolongan dan pengobatan secara cepat dan tepat sehingga dapat mencegah atau mengurangi komplikasi. Istirahat total selama 5 hari untuk melihat terjadinya hifema ulangan.
Posisi berbaring 30-45° akan menyebabkan darah berkumpul di bawah dan akan menurunkan tekanan darah sistemik sehingga mengurangi resiko hifema ulangan.
Pemberian tetes mata:

  1. Xicloplegi (obat parasimpatolitik).
  2. Medriatikum
  3. Miotik lebih baik dihindari karena menyebabkan inflamasi
  4. Tetes mata steroid untuk mengurangi rasa tidak enak akibat evitis dan untuk mencegah terjadinya hifema ulangan.
  5. Pencucian bilik mata depan dianjurkan jika TIO naik lebih dari 24 jam.
  6. Tindakan operatif (untuk mencegah kenaikan TIO).

Asuhan Keperawatan Pasien Dengan Trauma Tumpul Mata (Hifema)
Pengkajian
a. Subjektif

  • Pasien mengatakan matanya terasa sakit (cekot-cekot)
  • Pasien mengatakan penglihatannya kabur

b. Objektif

  • Mata merah (palpebra, sklera, conjunctiva)
  • Peningkatan TIO
  • Penurunan visus
  • COA (Camera Ocula Anterior) pendarahan

Diagnosa Keperawatan

  1. Nyeri akut
  2. Gangguan persepsi sensori: penglihatan .
  3. Cemas 
  4. PK : Peningkatan TIO
  5. PK:Perdarahan
  6. Risiko Infeksi
Read More

Sembilan (9) Rahasia untuk Jantung Lebih Serhat

di 13.53 Label: Kesahatan Jantung
Gangguan kesehatan jantung? Apakah itu terjadi pada saya? Jika itu adalah reaksi anda ketika anda mendengar pesan tentang jantung sehat, inilah waktunya untuk bangun dan berkonsultasi dengan dokter atau orang yang berkompeten. Faktanya adalah, penyakit jantung jauh lebih banyak membunuh wanita tiap tahunnya jika dibandingkan dengan penyakit kanker. pernyataan ini juga betul bahwa pencegahan pada penyakit atau gangguan jantung juga lebih mudah untuk dilakukan. Berikut ini beberapa kumpulan trik dan tips yang semuanya berbasis pada penelitian yang jelas untuk merawat jantung anda agar lebih sehat:

1. Susu rendah lemak

Sebuah penelitian baru yang disponsori oleh National Heart, Lung, dan Blood Institute, menemukan bahwa, diantara orang-orang yang tidak makan banyak lemak dari golongan lemak saturated fat, siapa saja yang mengkonsumsi lebih dari 3 porsi susu setiap harinya, yougurt atau keju mempunyai tekanan darah sistolik hampir 4 titik lebih rendah dari mereka yang makan hanya separuh porsi tiap harinya. Terkanan darah tinggi dapat berakibat pada kerusakan arteri, meningkatkan resiko serangan jantung dan stroke. Para peneliti mengatakan, produk susu rendah lemak adalah pilihan yang cerdas, karena susu tersebut rendah akan lemak jenis lemak saturated fat (lemak jenuh-lemak hewani seperti pada produk: daging, telur, susu, seafood).

2. Olahraga tai-chi

30 menit olahraga tai-chi, yaitu seni olaharaga, gerakan tradisional cina yang lemah lembut memasukkan didalamnya urutan yang lambat, gerakan relaksasi yang bisa menurunkan tekanan darah. Dalam sebuah penelitian, setelah 12 minggu berolahraga tai-chi, para partisipan tai-chi menunjukkan penurunan tekanan darah sistolik hampir 16 titik. Temukan kelas tai-chi di wilayah domisili anda, coba kunjungi Taoist.org.

3. Konsumsi ikan

Seberapa cepat irama detak jantung anda ketika anda beristirahat dapat menjadi sebuah indikasi dari resiko serangan jatung. Pada kenyataannya, makin tinggi irama/detak jantung pada waktu istirahat memiliki kaitan dengan peningkatan resiko kematian mendadak. Kabar baiknya adalah bahwa makan ikan dapat menurunkan irama/detak jantung. Dalam sebuah penelitian terbaru di Harvard Medical School, orang-orang yang makan ikan 5 porsi atau lebih tiap bulan seperti ikan tuna atau salmon (dipanggang atau disate), rata-rata detak jantungnya lebih sedikit 3,2 detakan per menitnya daripada orang-orang yang makan kurang dari 1 porsi per bulan. Para peneliti memberikan kredit/pujian tersendiri pada asam lemak omega-3 yang terdapat pada ikan.

4. Minum juz

Jus buah delima sepertinya berperan dalam memperlambat terjadinya pengerasan arteri-arteri dan bahkan menyerap/mendaur ulangnya. Sebuah studi di sebuah akademi bernama Proceedings of the National Academy of Sciences menemukan bahwa jus buah delima mengurangi angka terbentuknya plak/plaque koleserol pada tikus dengan angka pengurangan sebesar 30 %. Dan sel-sel jantung yang diberi perlakuan dengan jus menunjukkan 50 % terjadi kenaikan dalam memproduksi nitric oxide, suatu bahan/substansi yang membantu melawan terjadinya plaque. Ada banyak cara-cara yang enak, lezat yang dapat anda pilih berhubungan dengan juz buah delima. Ada lebih dari 130 produk buah delima yang sudah dikenalkan pada tahun 2006. Jadi pilih mana yang anda suka.

5. Saus kedelai/kecap

Berdasarkan penelitian dari National University of Singapore, setiap hari memasukkan sedikit kecap hitam (bukan yang warna terang) dalam bumbu masakan, celupan saus (jumlah yang cukup), bumbu selada, dalam sop atau masakan rebus anda dapat membantu melawan kerusakan jantung yang berkatian dengan merokok, kegemukan atau diabetes. Saus mempunyai 10 kali antioksidan dalam minuman anggur/wine, yang juga sehat untuk jantung bila dalam jumlah yang cukup. Tapi berhati-hatilah; saus kedelai/kecap sering mengandung banyak garam, yang dapat menaikkan tekanan darah. Periksa label pada kecap yang anda beli untuk memilih kecap yang rendah garam.

6. Tertawa tiap hari

Berdasarkan sebuah penelitian pada University of Maryland School of Medicine di Baltimore amerika serikat, orang yang menonton film komedi seperti There’s Something About Mary mempunyai aliran darah yang lebih baik, dibandingkan dengan mereka yang menonton fil drama seperti Saving Private Ryan. Pimpinan peneliti Michael Miller, MD, menyarankan agar tertawa selama 15 menit setiap hari.

7. Tidur cukup setiap hari (jangan hemat tidur)

Berdasarkan sebuah studi penelitian dari Brigham and Women’s Hospital di Boston, para wanita yang kurang dari 5 jam tidur setiap malamnya memiliki resiko 30 % lebih tinggi terserang penyakit jantung daripada mereka yang tidurnya 8 jam tiap malam. Waktu tidur yang terlalu sedikit dapat berperan dalam menyebabkan kerusakan/merusak hormon-hormon, gula darah, dan tekanan darah. Oleh sebab itu setelah anda tertawa selama 15 menit, matikan komputer, tv dan pergilah tidur.

8. Nafas dalam-dalam

Penelitian menunjukkan, anda dapat menurunkan tekanan darah anda dengan mengambil 10 kali nafas dalam-dalam (umumnya 16-20) selama 15 menit tiap hari selama 2 bulan. Peneliti bernama David Anderson, PhD, seorang ahli dibidang hipertensi pada sebuah institusi nasional usia lanjut, mengatakan pernafasan dangkal ( lebih dari 1 menit ) dapat memperlambat tubuh dalam mengeluarkan garam, suatu pencetus tekanan darah tinggi.

9. Dengarkan irama musik slow

Sebuah kelompok peneliti dari Oxford university menemukan bahwa irama musik slow, bersifat /meditative/meditasi/renungan dapat menyebabkan penurunan detak jantung, sedangkan irama yang lebih cepat akan mempercepat pernafasan dan sirkulasi. Cobalah musik-musik jaz yang lembut atau musik dansa yang berirama slow.
Read More

Silent

di 12.46 Label: Natural
Sejak semester ini saya lumayan silent daripada semester kemarin.

Saya coba untuk menjadi diam, agar dapat mengembalikan lagi energi insihgt yang mulai pudar. Expressive words dan jokes yang sering saya lontarkan waktu lalu ternyata telah menumpulkan kesadaran lingkungan (darling) ku.

Active memang perlu. Tujuanku sebenarnya untuk menghidupkan diskusi-diskusi. Diskusi hanya dengan satu tema seragam bukanlah hal yang sehat menurutku. Pemahaman ini yang sering mendorong terlontarnya pendapat di luar arus, yang mungkin sangat "menyebalkan".

Diam menghasilkan kesunyian, tapi lagi-lagi kesunnyian memberikan dampak pada ku, semua produktivitasku jadi ikuta silent, diam tak bergerak. Heran, seolah-olah tidak ada pendorong untuk menulis, belajar, diskusi, bahkan jadi sangat pikun dan missed everything. Kacau deh.

Tapi saya bertekad tetap mempelajari silent ini, sampai tidak mempengaruhi hal yang lain. Kadang terlalu banyak bicara tidaklah baik. Mudah menyakiti orang lain, meskipun sebetulnya bukan salah kita juga, salah sendiri mereka pikirin, lha kita aja yang ngomong tidak pernah mikir. Tapi sesuatu yang berlebihan tetap bukanlah hal baik. Too much words will kill you (plesetan dari too much love will kill you).

Facebook, ternyata cukup memberikan variasi silent ini. Penelusuran kembali jejak-jejak masa lalu untuk meghambat de-myelinisasi serabut saraf otak. Teman-teman sma ketemu lagi, dengan segala kelucuan yang masih mereka bawa. Melihat foto lama yang mengingatkan kembali bahwa ternyata aku dulu orangnya usil juga. Bercermin dari mereka seperti melihat perkembangan sendiri.

Jadi jangan kaget jika tahun ini blog saya jadi kurang up to date, saya masih dalam suasana retreat, introspeksi, solitude, semadi, menjelajah diri, atau apa saja lah. I am silent but I am watching you. Waspadalah.... waspadalah....
Read More

Mengatasi Kulit Berminyak dengan Mentimun

di 06.15 Label: Kesehatan , Masalah Kulit
Bahan-Bahan :

- Buah Mentimun 2 buah

- Air hangat 2 rantang



Cara Pembuatan :

Potong buah mentimun menjadi beberapa bagian. Pada saat yang sama, siapkan 2 rantang air panbas dalam wadah yang terbuka.



Aturan Pakai :

- Gosok-gosokan permukaan mentimun yang terpotong pada seluruh bagian wajah dan leher anda hingga merata. Pada waktu menggosokan itu, sebaiknya disertai dengan sedikit tekanan, dan arah penggosokan ke atas.

- Setelah selsai, biarkan kira-kira 15 menit. Kemudian cucilah muka anda dengan menggunakan air hangat yang telah disediakan sebelumnya, hingga benar-benar bersih.
Read More

Minggu, 12 April 2009

Pengertian SALPINGITIS

di 17.28 Label: Asuhan Kebidanan
Salpingitis ialah karena infeksi gonore dapat terjadi dalam trimester pertama kehamilan, akibat migrasi bakteri ke atas dari serviks hingga mencapai endosalping. Begitu terjadi penyatuan korion dengan desidua sehingga menyumbat total kavum uteri alam trimester kedua, lintasan untuk penyebaran bakteri yang asenderen ini melalui mukosa uterus akan terputus. Dengan demikian inflamasi akut primer
Read More

Kesehatan Otak dan Berpikir Positif, Pentingnya Berpikir Positif, Penelitian Terkait

di 15.39 Label: Kesehatan dan Otak
Masih menyinggung hal ihwal tentang tips otak sehat, pada kesempatan kali ini akan di bahas tentang berpikir positif dan otak sehat serta kesehatan tubuh. Pernahkah anda mendengar pepatah ini “ anda adalah apa yang anda makan” Tapi apakah anda tahu bahwa apa yang anda pikirkan juga sama pentingnya?

Pada kenyataannya, pandangan yang positif pada kehidupan adalah salah satu hal yang paling penting yang dapat kita lakukan untuk menjaga kesehatan otak dan selalu siap menggunakannya. Bagaimana kita memandang diri kita sendiri, bagaimana kita merasakan dunia di sekitar kita, dan bagaimana kita berinteraksi dengan orang lain dapat berpengaruh besar pada kesehatan kita secara menyeluruh dan tentu saja otak kita.

Kabar baik adalah bahwa semua hal-hal diatas dapat dengan sempurna dalam kendali kita. Tidak penting apa tantangan yang kita hadapai, kita dapat memilih untuk memulai tiap hari dengan melihat gelas yang terisi setengah penuh, daripada gelas separuh kosong.

Pentingnya berpikir positif.

Penelitian yang berkelanjutan faktor-faktor gaya hidup dari orang-orang yang tajam/baik secara kejiwaan atau mental dalam usia tua menunjukkan bahwa perasaan enak, baik tentang diri kita sendiri dan memiliki rasa harga diri dan kefektifan dalam hidupnya- yang dalam istilah para ahli terkadang disebut dengan self-efficacy (keberhasilan diri), adalah pilar-pilar keberhasilan usia lanjut.

Menurut Marilyn Albert, PhD, anggota dari dana aliansi untuk inisiatif otak dan ahli neuron pada universitas Johns Hopkins, Baltimore, Maryland, mengatakan bahwa Self-efficacy mengharuskan seseorang untuk beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan tantangan hidup yang mereka hadapi. Disamping itu juga mengharuskan bahwa perlu juga menjaga kontrol atas kehidupan kita dan merasa seakan-akan kita berkontribusi dan berperan kepada keluarga dan dalam masyarakat kita.

Penelitian tentang berpikir positif

Peneltian menunjukkan bahwa orang dewasa tua mungkin secara alami menyesuaikan dengan aspek-aspek positif dalam hidupnya. Hal ini mungkin dikarenakan mereka ingin membuat tahun-tahun kedepan dalam menghadapi sisa akhir hidup mereka dan memilih tidak memfokuskan pada hal-hal atau pikiran negatif.

Pada kenyataannya, sebuah penelitian pada universitas Stanford, yang menggunakan teknologi penggambaran otak yang disebut dengan functional magnetic resonance imaging (fMRI) untuk melacak pola aktifitas di dalam orak, menemukan bahwa orang dewasa tua lebih responsif pada gambaran positif daripada hal yang sebaliknya/negatif.

Dibandingkan dengan orang yang lebih muda, orang-orang dengan usia 70-90 tahun menunjukkan aktifitas yang lebih besar Di dalam Amygdala ( daerah pusat otak yang memproses emosional seseorang)-pada saat mereka melihat gambar orang-orang berekspresi dengan emosi positif versi negatif.

Hal ini menyimpulkan suatu demonstrasi psikologis dan sosiologis telah lama diketahui: seperti kita menjadi tua kita cenderung mengalami lebih sedikit emosi negatif, dan kita lebih mungkin mengingat rangsangan emosi positif. Dengan kata lain, orang-orang yang lebih tua sering meninggalkan hal negatif, sembari memfokuskan pada hal positif.
Read More
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan ( Atom )
 photo banner300x250-biru.gif

Blog Archive

  • 2016 (1)
    • 09/18 - 09/25 (1)
      • PENGETAHUAN IBU TENTANG BIANG KERINGAT PADA BAYI 0...
  • 2015 (10)
    • 10/11 - 10/18 (1)
    • 09/13 - 09/20 (1)
    • 09/06 - 09/13 (1)
    • 07/05 - 07/12 (1)
    • 05/17 - 05/24 (6)
  • 2014 (1)
    • 04/13 - 04/20 (1)
  • 2012 (770)
    • 02/19 - 02/26 (5)
    • 02/12 - 02/19 (10)
    • 02/05 - 02/12 (4)
    • 01/29 - 02/05 (27)
    • 01/22 - 01/29 (88)
    • 01/15 - 01/22 (101)
    • 01/08 - 01/15 (169)
    • 01/01 - 01/08 (366)
  • 2011 (4477)
    • 12/25 - 01/01 (336)
    • 12/18 - 12/25 (62)
    • 12/11 - 12/18 (70)
    • 12/04 - 12/11 (77)
    • 11/27 - 12/04 (40)
    • 11/20 - 11/27 (67)
    • 11/13 - 11/20 (198)
    • 11/06 - 11/13 (187)
    • 10/30 - 11/06 (340)
    • 10/23 - 10/30 (32)
    • 10/16 - 10/23 (109)
    • 10/09 - 10/16 (80)
    • 08/14 - 08/21 (75)
    • 08/07 - 08/14 (81)
    • 07/31 - 08/07 (82)
    • 07/24 - 07/31 (65)
    • 07/17 - 07/24 (91)
    • 07/10 - 07/17 (47)
    • 07/03 - 07/10 (44)
    • 06/26 - 07/03 (53)
    • 06/19 - 06/26 (59)
    • 06/12 - 06/19 (47)
    • 06/05 - 06/12 (65)
    • 05/29 - 06/05 (63)
    • 05/22 - 05/29 (77)
    • 05/15 - 05/22 (115)
    • 05/08 - 05/15 (65)
    • 05/01 - 05/08 (104)
    • 04/24 - 05/01 (45)
    • 04/17 - 04/24 (70)
    • 04/10 - 04/17 (134)
    • 04/03 - 04/10 (72)
    • 03/27 - 04/03 (18)
    • 03/20 - 03/27 (47)
    • 03/13 - 03/20 (68)
    • 03/06 - 03/13 (40)
    • 02/27 - 03/06 (56)
    • 02/20 - 02/27 (77)
    • 02/13 - 02/20 (76)
    • 02/06 - 02/13 (198)
    • 01/30 - 02/06 (194)
    • 01/23 - 01/30 (132)
    • 01/16 - 01/23 (196)
    • 01/09 - 01/16 (202)
    • 01/02 - 01/09 (121)
  • 2010 (2535)
    • 12/26 - 01/02 (156)
    • 12/19 - 12/26 (65)
    • 12/12 - 12/19 (73)
    • 12/05 - 12/12 (84)
    • 11/28 - 12/05 (80)
    • 11/21 - 11/28 (68)
    • 11/14 - 11/21 (63)
    • 11/07 - 11/14 (50)
    • 10/31 - 11/07 (50)
    • 10/24 - 10/31 (36)
    • 10/17 - 10/24 (58)
    • 10/10 - 10/17 (35)
    • 10/03 - 10/10 (31)
    • 09/26 - 10/03 (21)
    • 09/19 - 09/26 (26)
    • 09/12 - 09/19 (55)
    • 09/05 - 09/12 (65)
    • 08/29 - 09/05 (33)
    • 08/22 - 08/29 (70)
    • 08/15 - 08/22 (45)
    • 08/08 - 08/15 (35)
    • 08/01 - 08/08 (37)
    • 07/25 - 08/01 (27)
    • 07/18 - 07/25 (19)
    • 07/11 - 07/18 (30)
    • 07/04 - 07/11 (56)
    • 06/27 - 07/04 (28)
    • 06/20 - 06/27 (22)
    • 06/13 - 06/20 (30)
    • 06/06 - 06/13 (21)
    • 05/30 - 06/06 (5)
    • 05/16 - 05/23 (6)
    • 05/09 - 05/16 (29)
    • 05/02 - 05/09 (59)
    • 04/25 - 05/02 (28)
    • 04/18 - 04/25 (38)
    • 04/11 - 04/18 (70)
    • 04/04 - 04/11 (59)
    • 03/28 - 04/04 (65)
    • 03/21 - 03/28 (89)
    • 03/14 - 03/21 (218)
    • 03/07 - 03/14 (95)
    • 02/28 - 03/07 (135)
    • 02/21 - 02/28 (102)
    • 01/03 - 01/10 (68)
  • 2009 (1652)
    • 12/27 - 01/03 (36)
    • 12/20 - 12/27 (22)
    • 12/13 - 12/20 (100)
    • 12/06 - 12/13 (45)
    • 11/29 - 12/06 (24)
    • 11/22 - 11/29 (22)
    • 11/15 - 11/22 (19)
    • 11/08 - 11/15 (28)
    • 11/01 - 11/08 (11)
    • 10/25 - 11/01 (17)
    • 10/18 - 10/25 (38)
    • 10/11 - 10/18 (33)
    • 10/04 - 10/11 (15)
    • 09/27 - 10/04 (21)
    • 09/20 - 09/27 (7)
    • 09/13 - 09/20 (84)
    • 09/06 - 09/13 (35)
    • 08/30 - 09/06 (48)
    • 08/23 - 08/30 (118)
    • 08/16 - 08/23 (26)
    • 08/09 - 08/16 (34)
    • 08/02 - 08/09 (35)
    • 07/26 - 08/02 (31)
    • 07/19 - 07/26 (14)
    • 07/12 - 07/19 (16)
    • 07/05 - 07/12 (28)
    • 06/28 - 07/05 (26)
    • 06/21 - 06/28 (76)
    • 06/14 - 06/21 (26)
    • 06/07 - 06/14 (21)
    • 05/31 - 06/07 (43)
    • 05/24 - 05/31 (38)
    • 05/17 - 05/24 (26)
    • 05/10 - 05/17 (52)
    • 05/03 - 05/10 (15)
    • 04/26 - 05/03 (38)
    • 04/19 - 04/26 (32)
    • 04/12 - 04/19 (22)
    • 04/05 - 04/12 (20)
    • 03/29 - 04/05 (40)
    • 03/22 - 03/29 (43)
    • 03/15 - 03/22 (18)
    • 03/08 - 03/15 (14)
    • 03/01 - 03/08 (22)
    • 02/22 - 03/01 (12)
    • 02/15 - 02/22 (9)
    • 02/08 - 02/15 (11)
    • 02/01 - 02/08 (19)
    • 01/25 - 02/01 (37)
    • 01/18 - 01/25 (21)
    • 01/11 - 01/18 (33)
    • 01/04 - 01/11 (31)
  • 2008 (700)
    • 12/28 - 01/04 (13)
    • 12/21 - 12/28 (9)
    • 12/14 - 12/21 (57)
    • 12/07 - 12/14 (5)
    • 11/30 - 12/07 (18)
    • 11/23 - 11/30 (33)
    • 11/16 - 11/23 (31)
    • 11/09 - 11/16 (23)
    • 11/02 - 11/09 (18)
    • 10/26 - 11/02 (11)
    • 10/19 - 10/26 (15)
    • 10/12 - 10/19 (13)
    • 10/05 - 10/12 (25)
    • 09/28 - 10/05 (2)
    • 09/21 - 09/28 (14)
    • 09/14 - 09/21 (19)
    • 09/07 - 09/14 (43)
    • 08/31 - 09/07 (3)
    • 08/24 - 08/31 (33)
    • 08/17 - 08/24 (65)
    • 08/10 - 08/17 (4)
    • 08/03 - 08/10 (26)
    • 07/27 - 08/03 (6)
    • 07/20 - 07/27 (19)
    • 07/13 - 07/20 (18)
    • 07/06 - 07/13 (60)
    • 06/29 - 07/06 (53)
    • 06/22 - 06/29 (49)
    • 06/15 - 06/22 (11)
    • 06/08 - 06/15 (4)

Popular Posts

  • Olahraga dan Resiko Kanker Payu Dara: Belum Terlambat.
    Olahraga teratur sangat penting untuk kesehatan tubuh, mencegah dan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit mulai dari osteoporosis hin...
  • Transkultural dalam Keperawatan
    Konsep Teori Transkultural dalam Keperawatan APLIKASI TEORI TRANSCULTURAL NURSING DALAM PROSES KEPERAWATAN Rahayu Iskandar, Ners, M.Kep PEND...
  • Review Blog Keperawatan
    Setelah beberapa minggu ini cari materi buat postingan baru, mendadak dapat inspirasi setelah rekan Anton Wijaya menulis di buku tamu Keper...
  • PENGETAHUAN IBU TENTANG BIANG KERINGAT PADA BAYI 0-1 TAHUN DI BPS XXXX
    Prelevansi penyakit kulit di Indonesia cukup tinggi baik oleh bakteri, virus atau jamur. Selain itu bergantung pada lingkungan dan kondisi...
  • Hubungan Usia Terhadap Perdarahan Post Partum Di RSUD
    KTI KEBIDANAN HUBUNGAN USIA TERHADAP PERDARAHAN POSTPARTUM DI RSUD BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan wanita merupakan hal yang s...
  • Bau Mulut
    Malu banget kan kalo nafas kita bau alias bau mulut apa lagi kalo kita ngomong dengan orang lain lalu tiba-tiba orang tersebut menjauh wah...
  • Askep Hematemesis Melena
    Hematemesis, melena, and hematochezia are symptoms of acute gastrointestinal bleeding. Bleeding that brings the patient to the physician is...
  • Contoh KTI Pengetahuan ibu primigravida Mengenai kehamilan di RB XXXX
    Mortalitas dan morbiditas pada wanita hamil dan bersalin adalah masalah besar dinegara berkembang dan dinegara miskin. Sekitar 25 – 50% ke...
  • Diagnosa Keperawatan Aktual
    Konsep Dasar Diagnosa Keperawatan Aktual BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sebagai suatu aspek yang terpenting dalam proses kepera...
  • Konsep Pertumbuhan dan Perkembangan
    Menurut Joyce Engel (1999), yang dikatakan anak usia pra sekolah adalah anak-anak yang berusia berkisar 3-6 tahun. Ada beberapa aspek yang...

Statistik

© ASUHAN KEPERAWATAN 2013 . Powered by Bootstrap , Blogger templates and RWD Testing Tool Published..Gooyaabi Templates