Kamis, 08 Januari 2009
Benefit Breakfast for Health Conditions

Rabu, 07 Januari 2009
Tanda-tanda Umum dan Dapatkah Kondom Mencegah Penyakit Infeksi Menular Seksual, Siapa Saja Yang Beresiko serta Tips Pencegahan
- Rasa gatal di sekitar vagina dan atau keluarnya kotoran dari vagina pada wanita.
- Keluarnya cairan atu kotoran dari penis pada laki-laki.
- Nyeri selama hubungan seksual atu pada saat buang air kecil.
- Kerongkongan terasa sakit atau ada luka kerongkongan pada orang-orang dengan oral sex.
- Nyeri pada daerah sekitar anus pada orang-orang dengan anal sex.
- Luka memerah tanpa rasa sakit pada daerah kelamin, anus, kerongkongan dan atau lidah.
- Bintik merah pada kulit dan bersisik pada telapak tangan dan telapak kaki.
- Urine atau air kencing berwarna gelap, feses berwarna terang, mata dan kulit berwarna kuning.
- Timbul lepuh kecil pada daerah kelamin yang berubah menjadi koreng (kerak kering pd luka).
- Pembengkakan pada kelenjar limfe, demam dan nyeri atau rasa sakit pada seluruh tubuh.
- Gejala infeksi yang aneh, lelah yang tidak dapat dijelaskan mengapa, keringat malam, berat badan menurun.
- Kutil yang tidak jelas dan berwarna cerah/segar pada daerah kelamin.
Anda sebaiknya selalu menggunakan kondom saat berhubungan sex, termasuk hubungan seksual secara oral ataupun anal.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL
Kumpulan Askep
Asuhan Keperawatan
Askep
GAGAL GINJAL
Gagal ginjal kronis atau penyakit renal tahap akhir (ESRD) merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversibel dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit. Gagal ginjal kronis terjadi dengan lambat selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, dengan penurunan bertahap dengan fungsi ginjal dan peningkatan bertahap dalam gejala-gejala, menyebabkan penyakit ginjal tahap akhir (PGTA). Gagal ginjal kronis biasanya akibat akhir dari kehilangan fungsi ginjal lanjut secara bertahap. Gangguan fungsi ginjal adalah penurunan laju filtrasi glomerulus yang dapat digolongkan ringan, sedang dan berat. Azotemia adalah peningkatan nitrogen urea darah (BUN) dan ditegakkan bila konsentrasi ureum plasma meningkat.
Gagal ginjal kronik merupakan suatu keadaan klinis kerusakan ginjal yang progresif dan irreversible dari berbagai penyebab. Sebab-sebab gagal ginjal kronik yang sering ditemukan dapat dibagi menjadi delapan kelas.
Klasifikasi sebab-sebab gagal ginjal kronik :
- Infeksi : Pielonefritis kronik
- Penyakit peradangan : Glomerulonefritis
- Penyakit vascular hipertensi : Nefrosklerosis benigna, nefrosklerosis maligna, stenosis arteria renalis.
- Gangguan jaringan penyambung : Lupus eritematosus sistemik, Poliarteritis nodosa, sklerosis sistemik progresif.
- Gangguan kongerital dan hereditas : Penyakit ginjal polikistik, asidosis tubulus ginjal.
- Penyakit metabolic : Diabetes militus, gout, hiperpara tiroidisme, amiloidosis.
- Nefropati toksik : Penyalahgunaan analgesik, nefropati timbale
- Nefropati obstruktif : Saluran kemih bagian atas kalkuli , neoplasma, fibrosisretroperitoneal. Saluran kemih bagian bawah: hipertropi prostate, struktur urea, anomaly kongetal pada leher kandung kemih dan uretra.
Penurunan fungsi ginjal akan mengakibatkan berbagai manifestasi klinik mengenai dihampir semua sistem tubuh manusia, seperti:
- Gangguan pada Gastrointestinal
Dapat berupa anoreksia, nausea, muntah yang dihubungkan dengan terbentuknya zat toksik (amoniak, metal guanidin) akibat metabolisme protein yang terganggu oleh bakteri usus sering pula faktor uremikum akibat bau amoniak dari mulut. Disamping itu sering timbul stomatitis, cegukan juga sering yang belum jelas penyebabnya. Gastritis erosif hampir dijumpai pada 90 % kasus Gagal Ginjal Kronik, bahkan kemungkinan terjadi ulkus peptikum dan kolitis uremik. - Kulit
Kulit berwarna pucat, mudah lecet, rapuh, kering, timbul bintik-bintik hitam dan gatal akibat uremik atau pengendapan kalsium pada kulit. - Hematologi
Anemia merupakan gejala yang hampr selalu ada pada Gagal Ginjal Kronik. Apabila terdapat penurunan fungsi ginjal tanpa disertai anemia perlu dipikirkan apakah suatu Gagal Ginjal Akut atau Gagal Ginjal Kronik dengan penyebab polikistik ginjal yang disertai polistemi. Hemolisis merupakan sering timbul anemi, selain anemi pada Gagal Ginjal Kronik sering disertai pendarahan akibat gangguan fungsi trombosit atau dapat pula disertai trombositopeni. Fungsi leukosit maupun limposit dapat pula terganggu sehingga pertahanan seluler terganggu, sehingga pada penderita Gagal Ginjal Kronik mudah terinfeksi, oleh karena imunitas yang menurun. - Sistem Saraf Otot
Penderita sering mengeluh tungkai bawah selalu bergerak-gerak (restlesslessleg syndrome), kadang tersa terbakar pada kaki, gangguan syaraf dapat pula berupa kelemahan, gangguan tidur, gangguan konsentrasi, tremor, kejang sampai penurunan kesadaran atau koma. - Sistem Kardiovaskuler
Pada gagal ginjal kronik hampir selalu disertai hipertensi, mekanisme terjadinya hipertensi pada Gagal Ginjal Kronik oleh karena penimbunan garam dan air, atau sistem renin angiostensin aldosteron (RAA). Sesak nafas merupakan gejala yang sering dijumpai akibat kelebihan cairan tubuh, dapat pula terjadi perikarditis yang disertai efusi perikardial. Gangguan irama jantung sering dijmpai akibat gangguan elektrolit. - Sistem Endokrin
Gangguan seksual seperti penurunan libido, ion fertilitas sering dijumpai pada Gagal Ginjal Kronik, pada wanita dapat pula terjadi gangguan menstruasi sampai aminore. Toleransi glukosa sering tergangu paa Gagal Ginjal Kronik, juga gangguan metabolik vitamin D. - Gangguan lain
Akibat hipertiroid sering terjadi osteoporosis, osteitis, fibrasi, gangguan elektrolit dan asam basa hampir selalu dijumpai, seperti asidosis metabolik, hiperkalemia, hiperforfatemi, hipokalsemia.
Volume : Biasanya kurang dari 400 ml/24 jam (oliguria) atau urine tak keluar (anuria)
Warna : Secara abnormal urine keruh mungkin disebabkan oleh pus bakteri, lemak, partikel koloid, forfat atau urat. Sedimen kotor, kecoklatan menunjukan adanya darah, HB, mioglobin.
Berat jenis : Kurang dari 1,015 (menetap pada 1,010 menunjukan kerusakan ginjal berat).
Osmolalitas : Kurang dari 350 mosm/kg menunjukan kerusakan tubular, dan rasio urine/serum sering 1:1
Klirens keratin : Mungkin agak menurun
Natrium : Lebih besar dari 40 m Eq/L karena ginjal tidak mampu mereabsorbsi natrium.
Protein : Derajat tinggi proteinuria (3-4+) secara kuat menunjukan kerusakan glomerulus bila SDM dan fragmen juga ada.
BUN / Kreatin : Meningkat, biasanya meningkat dalam proporsi kadar kreatinin 16 mg/dL diduga tahap akhir (mungkin rendah yaitu 5)
Hitung darah lengkap : Ht : Menurun pada adanya anemia Hb:biasanya kurang ari 78 g/dL
SDM : Waktu hidup menurun pada defisiensi aritropoetin seperti pada azotemia.
GDA : pH : Penurunan asidosis metabolik (kurang dari 7,2) terjadi karena kehilangan kemampuan ginjal untuk mengeksresi hydrogen dan amonia atau hasil akhir katabolisme protein. Bikarbonat menurun, PCO2 menurun .
Natrium Serum : Mungkin rendah (bila ginjal “kehabisan Natrium” atas normal (menunjukan status dilusi hipernatremia).
Kalium : Peningkatan sehubungan dengan retensi sesuai dengan perpindahan seluler (asidosis) atau pengeluaran jaringan. Pada tahap akhir, perubahan EKG mungkin tidak terjadi sampai kalium 6,5 MPq atau lebih besar.
Magnesium/Fosfat : Meningkat
Kalsium : Menurun
Protein (khususnya Albumin) : Kadar serum menurun dapat menunjukkan kehilangan protein melalui urine, perpindahan cairan, penurunan pemasukan, atau penurunan sintesis karena kurang asam amino esensial.
Osmolalitas Serum : Lebih besar dari 285 mOsm/kg, sering sama dengan urine.
KUB fota : Menunujukkan ukuran ginjal / ureter / kandung kemih dan adanya obstruksi (batu)
Piolegram Retrograd : Menunujukkan abnormallitas pelvis ginjal dan ureter.
Arteriogram Ginjal : Mengkaji sirkulasi ginjal dan mengidentifikasi ekstravaskular massa.
Sistouretrogram Berkemih : Menunjukan ukuran kandung kemih, refluks ke dalam ureter, terensi.
Ultrasono Ginjal : Menentukan ukuran ginjal dan adanya massa, kista, obstruksi pada saluran perkemihan bagian atas.
Biopsi Ginjal : Mungkin dilakukan secara endoskopik untuk menentukan sel jaringan untuk diagnosis histoligis.
Endoskopi Ginjal, Nefroskopi : Dilakukan untuk menentukan pelvis ginjal, keluar batu, hematuria dan pengangkatan tumor selektif.
EKG : Mungkin abnormal menunjukan ketidakseimbangan elektrolit dan asam/basa.
Foto Kaki, Tengkorak, Kolmna Spiral dan Tangan : Dapat menunjukan demineralisasi.
(Rencana Askep, Marilyn E Doenges dkk)
Tujuan penatalaksaan adalah untuk mempertahankan fungsi ginjal dan homeostasis selama mungkin. Adapun penatalaksaannya sebagai berikut :
- Diet tinggi kalori dan rendah protein
Diet rendah protein (20-40 g/hari) dan tinggi kalori menghilangkan gejala anoreksia dan nausea dari uremia, menyebabkan penurunan ureum dan perbaikan gejala. Hindari masukan berlebihan dari kalium dan garam. - Optimalisasi dan pertahankan keseimbangan cairan dan garam.
Biasanya diusahakan hingga tekanan vena juga harus sedikit meningkat dan terdapat edema betis ringan. Pada beberapa pasien, furosemid dosis besar (250-1000 mg/hari) atau diuretic 100p (bumetanid, asam etakrinat) diperlukan untuk mencegah kelebihan cairan, sementara pasien lain mungkin memerlukan suplemen natrium klorida atau natrium bikarbonat oral. Pengawasan dilakukan melalui berat badan, urine, dan pencatatan keseimbangan cairan (masukan melebihi keluaran sekitar 500 ml). - Kontrol hipertensi
Bila tidak terkontrol dapat terakselerasi dengan hasil akhir gagal kiri pada pasien hipertensi dengan penyakit ginjal, keseimbangan garam dan cairan diatur tersendiri tanpa tergantung tekanan darah, sering diperlukan diuretik loop, selain obat anti hipertensi. - Kontrol ketidaksemibangan elektrolit
Yang sering ditemukan adalah hiperkalemia dan asidosis berat. Untuk mencegah hiperkalemia, dihindari masukan kalium yang besar (batasi hingga 60 mmol/hari), diuretik hemat kalium, obat-obatan yang berhubungan dengan eksresi kalium (misalnya penghambat ACE dan obat anti inflamasi non steroid), asidosis berat, atau kekurangan garam yang menyebabkan pelepasan kalium dari sel dan ikut dalam kaliuresis. Deteksi melalui kadar kalium plasma dan EKG.
Gejala-gejala asidosis baru jelas bila bikarbonat plasma kurang dari 15 mmol/liter biasanya terjadi pada pasien yang sangat kekurangan garam dan dapat diperbaiki secara spontan dengan dehidrasi. Namun perbaikan yang cepat dapat berbahaya. - Mencegah dan tatalaksana penyakit tulang ginjal
Hiperfosfatemia dikontrol dengan obat yang mengikat fosfat seperti alumunium hidroksida (300-1800 mg) atau kalsium karbonat (500-3000mg) pada setiap makan. Namun hati-hati dengan toksisitas obat tertentu. Diberikan supplemen vitamin D dan dilakukan paratiroidektomi atas indikasi. - Deteksi dini dan terapi infeksi
Pasien uremia harus diterapi sebagai pasien imuosupresif dan diterapi lebih ketat. - Modifikasi terapi obat dengan fungsi ginjal
Banyak obat-obatan yang harus diturunkan dosisnya karena metabolitnya toksik dan dikeluarkan oleh ginjal. Misalnya digoksin, aminoglikosid, analgesic opiat, amfoterisin dan alupurinol. Juga obat-obatan yang meningkatkan katabolisme dan ureum darah, misalnya tetrasiklin, kortikosteroid dan sitostatik. - Deteksi dan terapi komplikasi
Awasi denagn ketat kemungkinan ensefelopati uremia, perikarditis, neurepati perifer, hiperkalemia yang meningkat, kelebihan cairan yang meningkat, infeksi yang mengancam jiwa, kegagalan untuk bertahan, sehingga diperlukan dialysis. - Persiapan dialysis dan program transplantasi
Segera dipersiapkan setelah gagal ginjal kronik dideteksi. Indikasi dilakukan dialysis biasanya adalah gagal ginjal dengan klinis yang jelas meski telah dilakukan terapi konservatif atau terjadi komplikasi.
Download Askep Gagal Ginjal di sini dan di sini
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GAGAL GINJAL1. Pengkajian
- Riwayat Kesehatan Pasien dan Pengobatan sebelumnya
Berapa lama klien sakit, bagaimana penanganannya, mendapat terapi apa, bagaimana cara minum obatnya apakah teratur atau tidak, apa saja yang dilakukan klien untuk menanggulangi penyakitnya. - Aktifitas / istirahat :
Kelelahan ekstrem, kelemahan, malaise
Gangguan tidur (insomnia / gelisah atau somnolen)
Kelemahan otot, kehilangan tonus, penurunan rentang gerak - SirkulasiAdanya riwayat hipertensi lama atau berat, palpatasi, nyeri dada (angina)
Hipertensi, DUJ, nadi kuat, edema jaringan umum dan pitting pada kaki, telapak tangan.
Nadi lemah, hipotensi ortostatikmenunjukkan hipovolemia, yang jarang pada penyakit tahap akhir.
Pucat, kulit coklat kehijauan, kuning.
Kecenderungan perdarahan - Integritas Ego :
Faktor stress, perasaan tak berdaya, tak ada harapan, tak ada kekuatan.
Menolak, ansietas, takut, marah, mudah terangsang, perubahan kepribadian. - Eliminasi :Penurunan frekuensi urine, oliguria, anuria (pada gagal ginjal tahap lanjut)
Abdomen kembung, diare, atau konstipasi
Perubahan warna urine, contoh kuning pekat, merah, coklat, oliguria. - Makanan / cairan :
Peningkatan berat badan cepat (oedema), penurunan berat badan (malnutrisi).
Anoreksia, nyeri ulu hati, mual/muntah, rasa metalik tak sedap pada mulut (pernapasan amonia)
Penggunaan diuretik
Distensi abdomen/asites, pembesaran hati (tahap akhir)
Perubahan turgor kulit/kelembaban.
Ulserasi gusi, pendarahan gusi/lidah. - Neurosensori
Sakit kepala, penglihatan kabur.
Kram otot / kejang, syndrome “kaki gelisah”, rasa terbakar pada telapak kaki, kesemutan dan kelemahan, khususnya ekstremiras bawah.
Gangguan status mental, contah penurunan lapang perhatian, ketidakmampuan berkonsentrasi, kehilangan memori, kacau, penurunan tingkat kesadaran, stupor.
Kejang, fasikulasi otot, aktivitas kejang.
Rambut tipis, kuku rapuh dan tipis. - Nyeri / kenyamanan
Nyeri panggul, sakit kepala, kram otot/ nyeri kaki.
Perilaku berhati-hati / distraksi, gelisah. - PernapasanNapas pendek, dispnea, batuk dengan / tanpa sputum kental dan banyak.
Takipnea, dispnea, peningkatan frekuensi / kedalaman.
Batuk dengan sputum encer (edema paru). - Keamanan
Kulit gatal
Ada / berulangnya infeksi
Pruritis
Demam (sepsis, dehidrasi), normotermia dapat secara aktual terjadi peningkatan pada pasien yang mengalami suhu tubuh lebih rendah dari normal.
Ptekie, area ekimosis pada kulit
Fraktur tulang, keterbatasan gerak sendi - Seksualitas
Penurunan libido, amenorea, infertilitas - Interaksi sosial
Kesulitan menentukan kondisi, contoh tak mampu bekerja, mempertahankan fungsi peran biasanya dalam keluarga. - Penyuluhan / Pembelajaran
Riwayat DM (resiko tinggi untuk gagal ginjal), penyakit polikistik, nefritis heredeter, kalkulus urenaria, maliganansi.
Riwayat terpejan pada toksin, contoh obat, racun lingkungan.
Penggunaan antibiotic nefrotoksik saat ini / berulang.
2. Diagnosa Keperawatan
- Kelebihan volume cairan berhubungan dengan penurunan haluaran urine, diet berlebih dan retensi cairan serta natrium.
- Perubahan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia, mual dan muntah, pembatasan diet, dan perubahan membrane mukosa mulut.
- Intoleran aktivitas berhubungan dengan keletihan, anemia, retensi, produk sampah.
- Ansietas berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang kondisi, pemeriksaan diagnostik, dan rencana tindakan.
3. Intervensi
Diagnosa I
Tujuan : mempertahankan berat tubuh ideal tanpa kelebihan cairan.
Kriteria hasil :
- Menunjukkan pemasukan dan pengeluaran mendekati seimbang
- Turgor kulit baik
- Membran mukosa lembab
- Berat badan dan tanda vital stabil
- Elektrolit dalam batas normal
Intervensi
- Kaji status cairan :
- Timbang berat badan harian
- Keseimbangan masukan dan haluaran
- Turgor kulit dan adanya oedema
- Distensi vena leher
- Tekanan darah, denyut dan irama nadi
Keperawatan Medikal Bedah edisi 8 vol 2, Brunner & Suddart, hal 1452). - Timbang berat badan harian
- Batasi masukan cairan :
Pembatasan cairan akan menentukan berat badan ideal, haluaran urine dan respons terhadap terapi. (Keperawatan Medikal Bedah edisi 8 vol 2, Brunner & Suddart, hal 1452).
Sumber kelebihan cairan yang tidak diketahui dapat diidentifikasi. (Keperawatan Medikal Bedah edisi 8 vol 2, Brunner & Suddart, hal 1452). - Jelaskan pada pasien dan keluarga rasional pembatasan
Pemahaman meningkatkan kerjasama pasien dan keluarga dalam pembatasan cairan (Keperawatan Medikal Bedah edisi 8 vol 2, Brunner & Suddart, hal 1452). - Pantau kreatinin dan BUN serum
Perubahan ini menunjukkan kebutuhan dialisa segera. (Rencana Asuhan Keperawatan Medikal Bedah, vol 1, Barbara Ensram, hal 156).
Diagnosa II
Perubahan nutrisi : Kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia, mual dan muntah, pembatasan diet perubahan membran mukosa mulut.
Tujuan : Mempertahankan masukan nutrisi yang adekuat
Kriteria hasil :
- Mempertahankan/meningkatkan berat badan seperti yang diindikasikan oleh situasi individu.
- Bebas oedema
Intervensi
- Kaji / catat pemasukan diet
Membantu dalam mengidentifikasi defisiensi dan kebutuhan diet. Kondisi fisik umum gejala uremik dan pembatasan diet multiple mempengaruhi pemasukan makanan. (Rencana Asuhan Keperawatan, Marylinn E. Doenges, hal 620). - Kaji pola diet nutrisi pasien
- Riwayat diet
- Makanan kesukaan
- Hitung kalori
- Riwayat diet
- Kaji faktor yang berperan dalam merubah masukan nutrisi
- Anoreksia, mual dan muntah
- Diet yang tidak menyenangkan bagi pasien
- Depresi
- Kurang memahami pembatasan diet
- Anoreksia, mual dan muntah
- Berikan makan sedikit tapi sering
Meminimalkan anoreksia dan mual sehubungan dengan status uremik/menurunnya peristaltik. (Rencana Asuhan Keperawatan, Marylinn E. Doenges, hal 620). - Berikan pasien / orang terdekat daftar makanan / cairan yang diizinkan dan dorong terlibat dalam pilihan menu.
Memberikan pasien tindakan kontrol dalam pembatasan diet. Makanan dan rumah dapat meningkatkan nafsu makan. (Rencana Asuhan Keperawatan, Marylinn E. Doenges, hal 620). - Menyediakan makanan kesukaan pasien dalam batas-batas diet
Mendorong peningkatan masukan diet - Tinggikan masukan protein yang mengandung nilai biologis tinggi : telur, susu, daging.
Protein lengkap diberikan untuk mencapai keseimbangan nitrogen yang diperlukan untuk pertumbuhan dan penyembuhan. (Keperawatan Medikal Bedah edisi 8 vol 2, Brunner & Suddart, hal 1452). - Timbang berat badan harian.
Untuk memantau status cairan dan nutrisi.
Diagnosa III
Intoleran aktifitas berhubungan dengan kelelahan, anemia dan retensi produk sampah
Tujuan : Berpartisipasi dalam aktifitas yang dapat ditoleransi
Kriteria hasil :
- Berkurangnya keluhan lelah
- Peningkatan keterlibatan pada aktifitas social
- Laporan perasaan lebih berenergi
- Frekuensi pernapasan dan frekuensi jantung kembali dalam rentang normal setelah penghentian aktifitas.
- Kaji faktor yang menimbulkan keletihan
- Anemia
- Ketidakseimbangan cairan dan elektrolit
- Retensi produk sampah
- Depresi
(Keperawatan Medikal Bedah edisi 8 vol 2, Brunner & Suddart, hal 1454). - Anemia
- Tingkatkan kemandirian dalam aktivitas perawatan diri yang dapat ditoleransi, bantu jika keletihan terjadi.
Meningkatkan aktivitas ringan/sedang dan memperbaiki harga diri. - Anjurkan aktivitas alternatif sambil istirahat.
Mendorong latihan dan aktivitas dalam batas-batas yang dapat ditoleransi dan istirahat yang adekuat. (Keperawatan Medikal Bedah edisi 8 vol 2, Brunner & Suddart, hal 1454). - Anjurkan untuk beristirahat setelah dialisis
Istirahat yang adekuat dianjurkan setelah dialisis, yang bagi banyak pasien sangat melelahkan. (Keperawatan Medikal Bedah edisi 8 vol 2, Brunner & Suddart, hal 1454).
Diagnosa IV
Ansietas berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang kondis, pemeriksaan diagnostic, rencana tindakan dan prognosis.
Tujuan : Ansietas berkurang dengan adanya peningkatan pengetahuan tentang penykit dan pengobatan.
Kriteria hasil :
- Mengungkapkan pemahaman tentangkondisi, pemeriksaan diagnostic dan rencana tindakan.
- Sedikit melaporkan perasaan gugup atau takut.
Intervensi
- Bila mungkin atur untuk kunjungan dari individu yang mendapat terapi.
Indiviodu yang berhasil dalam koping dapat pengaruh positif untuk membantu pasien yang baru didiagnosa mempertahankan harapan dan mulai menilai perubahan gaya hidup yang akan diterima. (Rencana Asuhan Keperawatan vol 1, Barbara Engram hal 159). - Berikan informasi tentang :
- Sifat gagal ginjal. Jamin pasien memahami bahwa gagal ginjal kronis adalah tak dapat pulih dan bahwa lama tindakan diperlukan untuk mempertahankan fungsi tubuh normal.
- Pemeriksaan diagnostic termasuk :
- Tujuan
- Diskripsi singkat
- Persiapan yang diperlukan sebelum tes
- Hasil tes dan kemaknaan hasil tes.
- Tujuan
- Sediakan waktu untuk pasien dan orng terdekat untuk membicarakan tentang masalah dan perasaan tentang perubahan gaya hidup yang akan diperlukan untuk memiliki terapi.
Pengekspresian perasaan membantu mengurangi ansietas. Tindakan untuk gagal ginjal berdampak pada seluruh keluarga. (Rencana Asuhan Keperawatan vol 1, Barbara Engram hal 160). - Jelaskan fungsi renal dan konsekuensi gagal ginjal sesuai dengan tingkat pemahaman dan kesiapan pasien untuk belajar.
Pasien dapat belajar tentang gagal ginjal dan penanganan setelah mereka siap untuk memahami dan menerima diagnosis dan konsekuensinya. - Bantu pasien untuk mengidentifikasi cara-cara untuk memahami berbagai perubahan akibat penyakit dan penanganan yang mempengaruhi hidupnya.
Pasien dapat melihat bahwa kehidupannya tidak harus berubah akibat penyakit.
- Sifat gagal ginjal. Jamin pasien memahami bahwa gagal ginjal kronis adalah tak dapat pulih dan bahwa lama tindakan diperlukan untuk mempertahankan fungsi tubuh normal.
4. Implementasi
Asuhan Keperawatan pada klien dengan kegagalan ginjal kronis.
- Membantu Meraih Tujuan Terapi
- Mengusahakan agar orang tetap menekuni pantangan air yang sudah dipesankan.
- Mengusahakan agar orang menekuni diet tinggi karbohidrat disertai pantangan sodium, potassium, phosphorus dan protein.
- Tenekuni makanan bahan yang mengikat fosfat.
- Memberikan pelunak tinja bila klien mendapat aluminium antacid.
- Memberikan suplemen vitamin dan mineral menurut yang dipesankan.
- Melindungi pasien dari infeksi.
- Mengkaji lingkungan klien dan melindungi dari cedera dengan cara yang seksama.
- Mencegah perdarahan saluran cerna yang lebih hebat dengan menggunakan sikat gigi yang berbulu halus dan pemberian antacid.
- Mengusahakan Kenyamanan
- Mengusahakan mengurangi gatal, memberi obat anti pruritis menurut kebutuhan.
- Mengusahakan hangat dan message otot yang kejang dari tangan dan kaki bawah.
- Menyiapkan air matol buatan untuk iritasi okuler.
- Mengusahakan istirahat bila kecapaian.
- Mengusahakan agar klien dapat tidur dengan cara yang bijaksana.
- Konsultasi dan Penyuluhan
- Menyiapkan orang yang bisa memberi kesempatan untuk membahas berbagai perasaan tentang kronisitas dari penyakit.
- Mengusahakan konsultasi bila terjadi penolakan yang mengganggu terapi.
- Membesarkan harapan orang dengan memberikan bantuan bagaimana caranya mengelola cara hidup baru.
- Memberi penyuluhan tentang sifat dari CRF, rasional terapi, aturan obat-obatan dan keperluan melanjutkan pengobatan. (Keperawatan Medikal Bedah, Barbara C. Long).
5. Evaluasi
Pertanyaan-pertanyaan yang umum yang harus diajukan pada evaluasi orang dengan kegagalan ginjal kronis terdiri dari yang berikut.
- Apakah terdapat gejala-gejala bertambahnya retensi cairan?
- Apakah orang menekuni pesan diet dan cairan yang diperlukan?
- Apakah terdapat gejala-gejala terlalu kecapaian?
- Apakah orang tidur nyenyak pada malam hari?
- Apakah orang dapat menguraikan tentang sifat CRF, rasional dan terapi, peraturan obat-obatan dan gejala-gejalayang harus dilaporkan?
Lihat Juga :
http://www.komisiGRATIS.com
http://KlubPulsa.com
http://www.mlmku.com
http://www.galesus.com
http://5fcc.com/?ref=11130
http://www.reviews16.com
http://cbclickbank.com
Bathroom, Make Fresh and Healthy!

The phenomenon Masturbasi

Masturbasi term comes from the Latin word "manasturbo" which means feeling or friction with the hand (manu). Masturbasi general didefenisikan as a deliberate provocation on the genital organs in order to obtain sexual pleasure and satisfaction. But in fact, many ways to get self-satisfaction (self-Gratification) without practice hands (frictionless masturbation), so that the term be less masturbasi hit. Therefore, the term "autoerotism" is a term that describes more hit for this phenomenon.
There are some terms masturbasi known in the community, among others, masturbation, or masturbation, which means that a stimulus to their own sex organ with the friction-grit hand or object to the genital organs until we remove sperm and achieve orgasme. In the teachings of Islam, known by the name masturbasi; al-istimna ', al-istima'bilkaff, marriage al-yad, al-I'timar, or' adtus sirriyah. While masturbasi done by women is called al-ilthaf.
In the community more familiar term masturbation. This designation, according to various reviews written Prof. Dr. Dr. Wimpie Pangkahila Sp, And, Chairman of the Center for Studies and Andrology Seksologi Udayana University Faculty of Medicine, comes from the name of a man, Onan, as dikisahkan in the Old Testament have in the Book of Genesis chapter 38, Onan ordered his father, Judah, wife of the deceased spouse brother sister that have offspring. Onan objections, because the children born are considered to be the offspring of brother. But Onan shed outside the body spermanya widow that each related sexual (coitus interruptus). In a way that is now called sexual lost, the widow is not pregnant sister. However chilling consequences. God's wrath and Onan dead.
Masturbation or masturbasi in now is not as Onan. Masturbasi means the search for sexual satisfaction with the stimulus by itself (autoerotism), and can also receive and provide a means sexual excitement in sex for sexual satisfaction to reach each other (mutual masturbation). That does not happen on masturbasi sexual relationship, but can be achieved orgasme. Freud (1957) says there are 3 phases of masturbasi, namely (1) on the baby, (2) in the development phase of the most high infantile sexual development in the age range of 4 years, and (3) on the phase pubertas. According to Freud, sexual instinct is there at the beginning of life and develop progressif until the age of 4 years. After this stop it is no longer the development of the next (latent period) was time to bloom in the age range of 11 years.
Based on the way to do so, masturbasi can be divided into 3 types, namely:
1. Masturbasi own (auto masturbation); genital stimulation using hands, fingers, or rub-on gesekkannya an object
2. Masturbasi together (mutual masturbation); genital stimulation is done in a group that is usually based on a sense together, meet frequently and sometimes extend their activities to the theft (stealing) and destruction (Vandalism)
3. Masturbasi psychological; achievement orgasme fantasy and through audio-visual stimulus.
Meanwhile, other psychology experts, Caprio (1973), masturbasi to categorize activities in the 2 large groups, namely:
1. Masturbasi normal, including the exemption psikologik sexual tension in the young people of normal; not be excessive; masturbasi made by someone who has not marry; masturbasi the inter-paired husband-wife pairs sebgai intercourse distraction from the conventional
2. Masturbasi a neurotic, including masturbasi made too many and konvulsif; masturbasi pair of pair-like way more than intercourse, masturbasi with symptoms of fear, a sense / sin is a very, masturbasi pemuasan related to sexual abuse and misuse that can be threatened answerable by law.
Many Myths
Many people probably still have not quite understand masturbasi. In fact, many people do. That also, a lot of information circulating in the community about the masturbasi. Indeed, a lot of information about the wrong masturbasi, for example, can cause many bad consequences. Presumably one of this information are the myths about sex, which continues to circulate in the community so far.
In the XVIII century published a book written by Tissot of France, entitled Onana. It described several kinds of diseases that arise as a result masturbasi. In fact with the development of knowledge, that opinion is wrong Tissot.
Not true masturbasi can cause bad consequences for health, including sperm. So, there is no interference quantity and quality of sperm due to masturbasi. Indeed, the masturbasi done in haste in order to quickly achieve ejakulasi feared melatarbelakangi can occur early in the ejakulasi men. In the meantime, if you do it too often, of course, you will feel the pains masturbasi. The same as sexual, masturbation also requires energy.
Masturbasi expression of sexuality is a natural and not harmful to the men and women, and a very good way to experience sexual pleasure. In fact, some experts argued that the masturbasi can improve sexual health because it will increase the understanding of parts of the body and the way how memuaskannya, build the confidence and attitude can understand yourself.
Impact of mentality
Impulse-impulse autoerotic (masturbasi) there is in all men. The difference only lies in how we finish, encouragement is encouraged. Some of us merepresikan encouraged to satisfy themselves, while others express desires to have sexual pemuasan.
One man who encouraged people often get the personal and social difficulties are encouraged sexual abuse, which in reality is often the human face to a situation that is very urgent and blandish to obtain sexual pemuasan immediately. There is an issue of sexual abuse on the individual can cause individuals who are often concerned that the situation seems to have a tendency to fall to a level that infantil or immature, and every effort to behave sexual Matur therefore hampered.
What happens is, the source of sexual satisfaction is an important by some people still feel guilty ditanggapi with the ignorance and fear that their activities masturbasi is a safe, also because of religious teaching for centuries the activities that are considered as a sin. Moreover, many of us have received negative messages from our parents, or been punished when caught masturbasi time to wet a child.
The cumulative effect of these events are often substantial confusion and sense of sin, which is also often difficult dipilah. When where masturbasi be so dangerous when he is already possess people (kompulsif). Masturbasi kompulsif - as the other psychiatric behavior - is a sign of psychiatric problems and need to get a doctor's handling of the soul.
Phase masturbasi konfulsif end if not completed correctly phenomenon is the emergence of sexual addicted, an addiction will sexual activities. Physically, masturbasi can cause damage to kelecetan or mukosa network and other organs of the genitalia, whether as a result of the tools masturbasi or just using the hand and finger.
Kinsey research in the United States show that almost all men and three-quarters of all women do masturbasi at a time in their lives. Investigations Orebio get that 83% of boys and 38% of children do masturbasi women. Other investigations showed that the number is different at each age level of respondents, for example, the children (infantile sex play), adolescent, middle age and other categories.
Most of the men who do masturbasi tend to do so more often than women, and they tend to represent 'always' or' usually 'experience orgasme when bermasturbasi (80: 60). This is the sexual behavior of the most common number two (after coitus), even for those who already have a pair sexual remain.
According to the research, which they usually do masturbasi aged between thirteen to twenty years. In general, that they do masturbasi is a single, menjanda, menduda or those who are lonely or in exile. Boys do more than masturbasi daughter. The causes, among others,
The first, child sexual appetite of women do not come and shoot eksplosit.
Second, the child's attention specifically to women, not a problem because the dream sexual coitus and remove sperm (ihtilam) more experienced men. Erotic dreams that cause orgasme occur if the woman has the feeling that the situation in dialaminya awake.
Payudara cancer. Understanding and healing

Sporting 1
At this stadium, benjolan cancer no more than 2 cm and can not be detected from outside. A very systematic treatment will be given to the stadium this cancer, the aim is that cancer cells do not spread and can not continue on the next stages. At this stadium, possibly on the patient's total recovery is 70%.
Stadium 2
At the stadium, the possibility of recovery is 30 - 40% depending on the extent of the spread of cancer cells. Benjolan the size of the cancer usually has more than 2 can even up to 5 cm high and has been spreading to the armpit. Or the size of cancer can also reach 5 cm but has not spread to go everywhere. Usually conducted the operation to lift the cancer cells have a whole section on the distribution, and after the operation is done to ensure that radiation does not have more cancer cells are left behind.
Stadium 3A
According to data from the MOH, 87% breast cancer is found in the stadium. Benjolan cancer is larger than 5 cm and has spread to limfa gland.
3B Stadium
Cancer has spread to the entire breast, and even reach the skin, chest wall, rib and chest muscles. It also has also been spreading the kalenjar limfa completely. If you do not already have such an alternative other than lifting breast.
Stadium 4
Cancer cells have spread attack other body parts, usually the bones, lungs, liver or brain. Or can also attack the skin, limfa gland in the neck in the trunk. Similar to the stadium 3, the action must be done is lifting breast.
Here are some terms of the medical doctor to stop the growth of cancer cells:
Lumpectomy
Awamnya term is' nomination benjolan '. This designation is usually accompanied by a little (very minimal) network is healthy. In this way, it is expected that the remaining network is still healthy and will be re-established breast naturally.
Radical Mastectomy
Appointment of part or the whole breast, including under the chest muscle to prevent the spread of breast cancer are more knowledgeable. Now, this method is rarely used because medical technology is more advanced.
Chemotherapy
Therapy is given in form of drugs that are very strong effect (anti-cancer). This therapy can be given through the mouth or injection form of the blood vessel. This treatment must be provided in a repeated cycle that began with between 3 to 6 months.
Hormone therapy
Method of hormones that act as a barricade rapid growth of cancer cells.
Radiation therapy
This treatment is usually given along with a lumpectomy or masectomy, the therapy is to destroy cancer cells that do not spread to other parts of the body.
Vonis breast cancer is not the end of everything, the doctor is a man who can say anything. However, keep God determines everything, including human age!
Factors That Determine the Baby Gender

Below are some factors that can determine the sex of the candidates for your heart, including:
1. The food If women want a baby Husbands should be eating foods that contain a lot of alkaline, mineral calcium and magnesium, while the wife of a lot of eating foods that contain acids, minerals potassium and natrium.
* If you want a male baby
Husbands should be a lot of foods that contain lots of acid, mineral, and magnesium. Meanwhile, the wife must be a lot of foods that contain more alkaline, mineral calcium and magnesium (see above types of food).
2. The factor of time (when connected) If women want a baby Make coitus (intercourse / coitus) 2-3 days before ovulasi (fertile period). Thus, only the X chromosome are more enduring long wait until the egg cells irrespective of ovarium. Ovulasi is a time terlepasnya egg cells from the ovary in the womb.
* If you want a male baby
Time-related do ovulasi with as close as possible, preferably on ovulasi, ranged from 12 hours earlier.
How do I know the period? At the time of the temperature or body temperature increases. You can use the body's temperature gauge and record a record and the appliance can be purchased at pharmacies, pharmacy.
3. The penetration If women want a baby The husband must avoid penetration too in touch at the time. So that the expected X chromosome sperm cells are still alive and had continued to swim toward egg cells.
* If you want a male baby
Husbands are encouraged to make a penetration in touch at the time, so most of the Y sperm directly into the womb.
4. Factors Orgasme If women want a baby Wife does not try to achieve during orgasme related. Secresi the liquid out of the vulva will become alkaline (basa) if inflame, this will encourage the activity spematozoa Y.
* If you want a male baby
Strive wife can orgasme early from husband or at the same time.
5. The preparation of the wife If women want a baby Before coitus, basuh vagina with 2 tablespoon white vinegar solution / vinegar that has been mixed in 1 liter of clean water. This is done so that the condition became so sour spermatozoon Y activity decreased.
* If you want a baby male
Wash the solution of the vagina with two spoons of baking soda is mixed in one liter of clean water, so the atmosphere becomes basa.
6. The position If women want a baby Suggested position is that the related classic / opposite, namely, the position of his wife on the husband's sperm so tertampung around the mouth of the womb.
* If you want a male baby
Husband's position at the touch on the wife. This is the nature of the spermatozoon Y will quickly toward the target (egg cells).
Blog Archive
-
2015
(10)
- 10/11 - 10/18 (1)
- 09/13 - 09/20 (1)
- 09/06 - 09/13 (1)
- 07/05 - 07/12 (1)
- 05/17 - 05/24 (6)
-
2014
(1)
- 04/13 - 04/20 (1)
-
2012
(770)
- 02/19 - 02/26 (5)
- 02/12 - 02/19 (10)
- 02/05 - 02/12 (4)
- 01/29 - 02/05 (27)
- 01/22 - 01/29 (88)
- 01/15 - 01/22 (101)
- 01/08 - 01/15 (169)
- 01/01 - 01/08 (366)
-
2011
(4477)
- 12/25 - 01/01 (336)
- 12/18 - 12/25 (62)
- 12/11 - 12/18 (70)
- 12/04 - 12/11 (77)
- 11/27 - 12/04 (40)
- 11/20 - 11/27 (67)
- 11/13 - 11/20 (198)
- 11/06 - 11/13 (187)
- 10/30 - 11/06 (340)
- 10/23 - 10/30 (32)
- 10/16 - 10/23 (109)
- 10/09 - 10/16 (80)
- 08/14 - 08/21 (75)
- 08/07 - 08/14 (81)
- 07/31 - 08/07 (82)
- 07/24 - 07/31 (65)
- 07/17 - 07/24 (91)
- 07/10 - 07/17 (47)
- 07/03 - 07/10 (44)
- 06/26 - 07/03 (53)
- 06/19 - 06/26 (59)
- 06/12 - 06/19 (47)
- 06/05 - 06/12 (65)
- 05/29 - 06/05 (63)
- 05/22 - 05/29 (77)
- 05/15 - 05/22 (115)
- 05/08 - 05/15 (65)
- 05/01 - 05/08 (104)
- 04/24 - 05/01 (45)
- 04/17 - 04/24 (70)
- 04/10 - 04/17 (134)
- 04/03 - 04/10 (72)
- 03/27 - 04/03 (18)
- 03/20 - 03/27 (47)
- 03/13 - 03/20 (68)
- 03/06 - 03/13 (40)
- 02/27 - 03/06 (56)
- 02/20 - 02/27 (77)
- 02/13 - 02/20 (76)
- 02/06 - 02/13 (198)
- 01/30 - 02/06 (194)
- 01/23 - 01/30 (132)
- 01/16 - 01/23 (196)
- 01/09 - 01/16 (202)
- 01/02 - 01/09 (121)
-
2010
(2535)
- 12/26 - 01/02 (156)
- 12/19 - 12/26 (65)
- 12/12 - 12/19 (73)
- 12/05 - 12/12 (84)
- 11/28 - 12/05 (80)
- 11/21 - 11/28 (68)
- 11/14 - 11/21 (63)
- 11/07 - 11/14 (50)
- 10/31 - 11/07 (50)
- 10/24 - 10/31 (36)
- 10/17 - 10/24 (58)
- 10/10 - 10/17 (35)
- 10/03 - 10/10 (31)
- 09/26 - 10/03 (21)
- 09/19 - 09/26 (26)
- 09/12 - 09/19 (55)
- 09/05 - 09/12 (65)
- 08/29 - 09/05 (33)
- 08/22 - 08/29 (70)
- 08/15 - 08/22 (45)
- 08/08 - 08/15 (35)
- 08/01 - 08/08 (37)
- 07/25 - 08/01 (27)
- 07/18 - 07/25 (19)
- 07/11 - 07/18 (30)
- 07/04 - 07/11 (56)
- 06/27 - 07/04 (28)
- 06/20 - 06/27 (22)
- 06/13 - 06/20 (30)
- 06/06 - 06/13 (21)
- 05/30 - 06/06 (5)
- 05/16 - 05/23 (6)
- 05/09 - 05/16 (29)
- 05/02 - 05/09 (59)
- 04/25 - 05/02 (28)
- 04/18 - 04/25 (38)
- 04/11 - 04/18 (70)
- 04/04 - 04/11 (59)
- 03/28 - 04/04 (65)
- 03/21 - 03/28 (89)
- 03/14 - 03/21 (218)
- 03/07 - 03/14 (95)
- 02/28 - 03/07 (135)
- 02/21 - 02/28 (102)
- 01/03 - 01/10 (68)
-
2009
(1652)
- 12/27 - 01/03 (36)
- 12/20 - 12/27 (22)
- 12/13 - 12/20 (100)
- 12/06 - 12/13 (45)
- 11/29 - 12/06 (24)
- 11/22 - 11/29 (22)
- 11/15 - 11/22 (19)
- 11/08 - 11/15 (28)
- 11/01 - 11/08 (11)
- 10/25 - 11/01 (17)
- 10/18 - 10/25 (38)
- 10/11 - 10/18 (33)
- 10/04 - 10/11 (15)
- 09/27 - 10/04 (21)
- 09/20 - 09/27 (7)
- 09/13 - 09/20 (84)
- 09/06 - 09/13 (35)
- 08/30 - 09/06 (48)
- 08/23 - 08/30 (118)
- 08/16 - 08/23 (26)
- 08/09 - 08/16 (34)
- 08/02 - 08/09 (35)
- 07/26 - 08/02 (31)
- 07/19 - 07/26 (14)
- 07/12 - 07/19 (16)
- 07/05 - 07/12 (28)
- 06/28 - 07/05 (26)
- 06/21 - 06/28 (76)
- 06/14 - 06/21 (26)
- 06/07 - 06/14 (21)
- 05/31 - 06/07 (43)
- 05/24 - 05/31 (38)
- 05/17 - 05/24 (26)
- 05/10 - 05/17 (52)
- 05/03 - 05/10 (15)
- 04/26 - 05/03 (38)
- 04/19 - 04/26 (32)
- 04/12 - 04/19 (22)
- 04/05 - 04/12 (20)
- 03/29 - 04/05 (40)
- 03/22 - 03/29 (43)
- 03/15 - 03/22 (18)
- 03/08 - 03/15 (14)
- 03/01 - 03/08 (22)
- 02/22 - 03/01 (12)
- 02/15 - 02/22 (9)
- 02/08 - 02/15 (11)
- 02/01 - 02/08 (19)
- 01/25 - 02/01 (37)
- 01/18 - 01/25 (21)
- 01/11 - 01/18 (33)
- 01/04 - 01/11 (31)
-
2008
(700)
- 12/28 - 01/04 (13)
- 12/21 - 12/28 (9)
- 12/14 - 12/21 (57)
- 12/07 - 12/14 (5)
- 11/30 - 12/07 (18)
- 11/23 - 11/30 (33)
- 11/16 - 11/23 (31)
- 11/09 - 11/16 (23)
- 11/02 - 11/09 (18)
- 10/26 - 11/02 (11)
- 10/19 - 10/26 (15)
- 10/12 - 10/19 (13)
- 10/05 - 10/12 (25)
- 09/28 - 10/05 (2)
- 09/21 - 09/28 (14)
- 09/14 - 09/21 (19)
- 09/07 - 09/14 (43)
- 08/31 - 09/07 (3)
- 08/24 - 08/31 (33)
- 08/17 - 08/24 (65)
- 08/10 - 08/17 (4)
- 08/03 - 08/10 (26)
- 07/27 - 08/03 (6)
- 07/20 - 07/27 (19)
- 07/13 - 07/20 (18)
- 07/06 - 07/13 (60)
- 06/29 - 07/06 (53)
- 06/22 - 06/29 (49)
- 06/15 - 06/22 (11)
- 06/08 - 06/15 (4)
Popular Posts
-
Olahraga teratur sangat penting untuk kesehatan tubuh, mencegah dan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit mulai dari osteoporosis hin...
-
Konsep Teori Transkultural dalam Keperawatan APLIKASI TEORI TRANSCULTURAL NURSING DALAM PROSES KEPERAWATAN Rahayu Iskandar, Ners, M.Kep PEND...
-
KTI KEBIDANAN HUBUNGAN USIA TERHADAP PERDARAHAN POSTPARTUM DI RSUD BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan wanita merupakan hal yang s...
-
Malu banget kan kalo nafas kita bau alias bau mulut apa lagi kalo kita ngomong dengan orang lain lalu tiba-tiba orang tersebut menjauh wah...
-
Konsep Dasar Diagnosa Keperawatan Aktual BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sebagai suatu aspek yang terpenting dalam proses kepera...
-
Ketika, pasangan atau seseorang yang dekat dengan Anda mengalami depresi, ada langkah yang dapat Anda lakukan untuk menolongnya: # Memberi ...
-
Menurut Joyce Engel (1999), yang dikatakan anak usia pra sekolah adalah anak-anak yang berusia berkisar 3-6 tahun. Ada beberapa aspek yang...
-
Prelevansi penyakit kulit di Indonesia cukup tinggi baik oleh bakteri, virus atau jamur. Selain itu bergantung pada lingkungan dan kondisi...
-
Bayi saya saat ini berusia 6 bulan lebih. Dia sudah saya beri makanan padat seperti sereal dan bubur instan encer sejak berusia 4 bulan. M...
-
Tiap orang memiliki sistem imun atau kekebalan tubuh yang berbeda-beda. Semuanya tergantung dari genetik, pola hidup maupun lingkung...
© ASUHAN KEPERAWATAN 2013 . Powered by Bootstrap , Blogger templates and RWD Testing Tool Published..Gooyaabi Templates
