header12

Bagaimana Cara cepat menyelesaikan Tugas Asuhan Keperawatan hanya dalam waktu kurang dari 10 menit, dengan hanya duduk didepan komputer melakukan editing file askep dari saya.

 

 
Fotoku

Dari Meja Kerja: Fauzan Adde Z. AM.Kep.

Subjek: Dapatkan DVD Eksklusif Kumpulan Contoh Asuhan Keperawatan

Pemesanan DVD Keperawatan:

pesan

 
Isi DVD Keperawatan tersebut adalah...
 
Kumpulan 800 an Contoh Asuhan Keperawatan
Kumpulan 400 an Materi Keperawatan
Kumpulan Leaflet Keperawatan
Kumpulan Pathways Keperawatan
Kumpulan 596 Gambar Anatomi
Kumpulan 100 Ebook Keperawatan
bullet Kumpulan 178 Video Keperawatan
bullet Dll...

PREVIEW VIDEO ISI DVD KEPERAWATAN

DOWNLOAD DAFTAR ISI:

download

FILE SUDAH DALAM BENTUK
MICROSOFT WORD

Manfaat memesan paket DVD Keperawatan...

bullet Memudahkan anda dalam belajar ilmu keperawatan...
bullet Membantu menemukan askep dan materi yang anda cari...
bullet Sebagai koleksi perpustakaan elektronik anda..
bullet File Asuhan Keperawatan disimpan dalam format doc atau microsoft word document, jadi anda bisa mengcopy, memindahkan ke komputer anda dan mengedit file yang ada sesuai kebutuhan anda..
bullet Bonus berupa Kumpulan Materi Keperawatan, Kumpulan Leaflet Keperawatan, 596 Gambar Anatomi, 178 Video Keperawatan dan lainnya...
bullet Gratis ongkos kirim menggunakan jasa pengiriman pos indonesia, jadi cukup sekali bayar dan paket DVD Keperawatan akan dikirim ke alamat rumah anda...
bullet Banyak waktu luang untuk belajar lainnya jika ada tugas askep, karena anda bisa lebih cepat dalam mengerjakannya...
bullet Menambah wawasan anda karena ada bonus 178 video keperawatan yang bisa anda saksikan..
bullet dan masih banyak lagi

5 Alasan kenapa anda harus memesan paket DVD Keperawatan dari kami...

bullet Menghemat waktu anda dibandingkan dengan harus mencari kesana kemari yang belum tentu ketemu...
bullet Menghemat uang anda dibandingkan jika anda mengetik dirental pengetikan atau yang lainnya..
bullet Lebih aman dan terjamin karena saya menggaransi paket DVD Keperawatan tersebut hingga sampai ke rumah anda..
bullet Saya sudah berpengalaman selama 3 tahun dalam menjual paket CD Keperawatan yang dimulai tahun 2009...
bullet Gratis ongkos kirim ke seluruh wilayah indonesia dari sabang sampai merauke menggunakan jasa pengiriman pos indonesia, karena salah satu tujuan saya adalah membantu dan membagi ilmu kepada anda...
   

Testimonial/ Kesaksian

dokter

Isi kumpulan asuhan keperawatan dan materi yang disediakan oleh Fauzan Adde Z. AmKep., sudah sangat bagus untuk menambah pengetahuan para tenaga kesehatan agar lebih profesional... Saya sangat merekomendasikan kepada anda agar anda segera memiliki paket DVD Keperawatan ini...

Segera pesan paket DVD Keperawatan ini...

Salam Sejawat....

Testimonial Dari:
Prastyawan SKep. Ns. - Purwokerto, Jateng

Segera pesan DVD Keperawatan sekarang juga...

Dengan hanya Rp. 200.000,-

Dan saya akan berikan penawaran terbatas pada harga Rp. 100.000,- saja jika Anda membayar selambat-lambatnya sebelum hari : , Pukul 24.00 WIB

Sekarang Adalah Hari . Jadi Itu Berarti 2 Hari Lagi,
Kemungkinan Harga Akan Naik 2x Lipat

Untuk Sekarang...
Ya...!!! Anda hanya perlu membayar Rp.100.000,- saja..

Dan Bukan Rp.200.000,- atau Rp.1.000.000,-

Tapi ingat! Hanya dengan Rp 100.000,- anda sudah dapat memiliki semua produk kami yang ada di website ini berupa paket Eksklusif DVD Keperawatan dan Gratis Ongkos Kirim...

 

pesan

ATAU

Segera hubungi nomor HP saya di

pesan

 

Alhamdulillah Sudah Lebih Dari Cukup

Atas nama pribadi, kami sampaikan banyak terimakasih atas kesediaan situs yang mempermudah teman-teman sejawat perawat guna menambah ilmu dan wawasan pengetahuan dibidang keperawatan yang nantinya berguna dilapangan praktek maupun tempat kerja. Materi yang disediakan, alhamdulillah sudah lebih dari cukup. Untuk itu kami sampaikan banyak terimakasih...

Testimonial Dari:
Muhamad Fahmi - Kab. Loteng, NTB

 
 

Tadinya saya ragu memesan

Tadinya saya ragu memesan, karena banyaknya penipuan di Internet. Tapi setelah melihat bukti pengiriman dan sms dengan mas fauzan, saya memberanikan diri untuk memesannya. Terimakasih mas fauzan, askep dan videonya sangat membantu untuk menambah pengetahuan saya... Salam sukses...

Testimonial Dari:

Elsa - Surabaya

 
 

klik tombol PESAN

pesan

ATAU

Segera hubungi nomor HP saya di

pesan

*) FOTO & Bukti Pengiriman

dvdaskepgambr

Ingat, segera lakukan pemesanan karena saya akan memberikan bonus khusus senilai lebih dari 1.000.000 rupiah bagi Anda.....

100 Ebook Keperawatan
596 Gambar Anatomi
Rp. 100.000,-

100 ebook

Rp. 90.000,-

anatomi

Kumpulan Materi Keperawatan
Kumpulan 178 Video Keperawatan
Rp. 150.000,-

materi

Rp. 250.000,-

video

Kumpulan Leaflet Keperawatan
Materi Keperawatan Anak
Rp. 80.000,-

leaflet

Rp. 65.000,-

anak

Materi Keperawatan Gawat Darurat
Materi Keperawatan Medikal Bedah
Rp. 100.000,-

kgd

Rp. 100.000,-

kmb

Materi Keperawatan Maternitas
Kumpulan Materi Keperawatan
Rp. 100.000,-

maternitas

Rp. 100.000,-

keperawatan

Dan bonus-bonus lainnya yang disertakan dalam paket DVD Keperawatan yang akan dikirim ke rumah anda...

Segera pesan sekarang juga...

Untuk Sekarang...
Ya...!!! Anda hanya perlu membayar Rp.100.000,- saja..

Dan Bukan Rp.200.000,- atau Rp.1.000.000,-

Tapi ingat! Hanya dengan Rp 100.000,- anda sudah dapat memiliki semua produk kami yang ada di website ini berupa paket Eksklusif DVD Keperawatan dan Gratis Ongkos Kirim...

pesan

ATAU

Segera hubungi nomor HP saya di

pesan

 

 

Garansi 30 Hari
100% Pengiriman Sampai

garansi

 

Saya memberikan Anda garansi selama 30 hari untuk...

Paket DVD Keperawatan yang tidak sampai ke rumah anda, maka akan dikirim ulang...

Paket rusak sehingga belum sempat anda gunakan, maka akan saya kirim ulang...

Isi paket DVD Keperawatan tidak sesuai dengan yang saya katakan diatas, maka uang anda akan saya kembalikan...

 

Bukti Pengiriman

bukti3

DVD

foto4

foto5

 

pesan

scam spam

Home | Pesan

www.kumpulanasuhankeperawatan.com
2013

 
 

ASUHAN KEPERAWATAN JIWA
GANGGUAN HUBUNGAN SOSIAL : MENARIK DIRI

TUJUAN PEMBELAJARAN :

Setelah menyelesaikan topik ini mahasiswa diharapkan mampu :
1. Menjelaskan konsep dan definisi hubungan sosial & menarik diri
2. Menganalisa faktor predisposisi dan presipitasi gangguan hubungan sosial : menarik diri
3. Mengkaji gangguan hubungan sosial : menarik diri
4. Mendiagnosa keperawatan
5. Merencanakan intervensi keperawatan
6. Melaksanakan intervensi keperawatan
7. Mengevaluasi keberhasilan asuhan keperawatan.


A. PENDAHULUAN

Setiap individu mempunyai potensi untuk terlibat dalam hubungan sosial pada berbagai tingkat hubungan, yaitu dari hubungan intim biasa sampai hubungan saling ketergantungan. Keintiman dan saling ketergantungan dalam menghadapi dan mengatasi berbagai kebutuhan setiap hari. Individu tidak akan mampu memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa adanya hubungan dengan lingkungan sosial. Oleh karena itu individu perlu membina hubungan interpersonal yang memuaskan.
Kepuasan hubungan dapat dicapai jika individu sebagai makluk sosial terlibat secara aktif dalam proses berhubungan. Peran serta yang tinggi dalam berhubungan disertai respons lingkungan yang positif akan meningkatkan rasa memiliki, kerjasama, hubungan timbal balik yang sinkron ( Stuart dan Sundeen, 1995, hal.518 ). Peran serta dalam proses hubungan dapat berfluktuasi sepanjang rentang tergantung (dependen) dan mandiri (indenpenden), artinya suatu saat individu tergantung pada orang lain dan suatu saat orang lain tergantung pada individu.
Pemutusan proses hubungan terkait erat dengan ketidakpuasan individu terhadap proses hubungan yang disebabkan oleh kurangnya peran serta, respons lingkungan yang negatif. Kondisi ini dapat mengembangkan rasa tidak percaya diri dan keinginan untuk menghindar dari orang lain ( tidak percaya pada orang lain ).
  

B. PERKEMBANGAN HUBUNGAN SOSIAL 

Pada dasarnya kemampuan hubungan sosial berkembang sesuai dengan proses tumbuh kembang individu mulai dari bayi sampai dengan dewasa lanjut. Untuk mengembangkan hubungan sosial yang positif, setiap tugas perkembangan sepanjang daur kehidupan diharapkan dilalui dengan sukses. Kemampuan berperan serta dalam

proses hubungan diawali dengan kemampuan saling tergantung (tergantung dan mandiri). 
Gambar  1. Rentang respons sosial



RESPONS ADAPTIF            RESPONS MALADAPTIF
Solitut
Otonomi
Kebersamaan
Saling  ketergantungan Kesepian
Menarik diri
Ketergantungan Manipulasi
Impulsif
Narkisisme

Tugas perkembangan berhubungan dengan pertumbuhan interpersonal dimulai dari :
1. Masa bayi
Pada masa bayi ini penting untuk menetapkan landasan rasa percaya diri, terlihat pada bayi sangat tergantung pada orang lain dalam pemenuhan kebutuhan biologis dan psikologisnya. Komunikasi sederhana dalam menyampaikan kebutuhannya, misalnya : menangis. Menurut Ericson bahwa respon lingkungan (ibu atau pengasuh) terhadap kebutuhan bayi harus sesuai agar berkembang rasa percaya diri bayi akan respons/perilakunya dan rasa percaya bayi terhadap orang lain. Dan menurut haber, dkk. (1987) bahwa kegagalan pemenuhan kebutuhan bayi melalui ketergantungan pada orang lain akan mengakibatkan rasa tidak percaya pada diri sendiri dan orang lain, serta menarik diri.

2. Masa pra sekolah
Anak pra sekolah akan belajar menunjukan inisiatif, rasa tanggung jawab dan hati nurani. Ini terlihat dalam memperluas hubungan sosialnya diluar lingkungan keluarga khususnya ibu (pengasuh). Anak akan menggunakan kemampuan berhubungan yang telah dimiliki untuk berhubungan dengan lingkungan diluar keluarga. Dalam hal ini anak membutuhkan dukungan dan bantuan dari keluarga khususnya pemberian pengakuan yang positif terhadap perilaku anak yang adaptif. Hal ini merupakan dasar rasa otonomi anak yang berguna untuk mengembangkan kemampuan hubungan interdependen.
Menurut Haber, dkk. (1987) bahwa kegagalan anak dalam berhubungan dengan lingkungan disertai respons keluarga yang negatif akan mengakibatkan anak menjadi tidak mampu mengontrol diri, tidak mandiri (tergantung), ragu, menarik diri dari lingkungan, kurang percaya diri, pesimis, takut perilakunya salah.

3. Masa sekolah
Anak sekolah mulai belajar berkompetisi, bekerja sama dan berkompromi. Ini dimulai dari mengenal hubungan yang lebih luas khususnya lingkungan sekolah. Komflik sering terjadi dengan orang tua karena pembatasan dan dukungan yang tidak konsisten. Teman dengan orang dewasa diluar keluarga (guru, orang tua, teman) merupakan sumber pendukung yang penting bagi anak.

Menurut Haber, dkk. (1987) bahwa kegagalan dalam membina hubungan dengan teman di sekolah, kurangnya dukungan guru dan pembatasan serta dukungan yang tidak konsisten dari orang tua mengakibatkan anak frustasi terhadap kemampuannya, putus asa, merasa tidak mampu dan menarik diri dari lingkungan.

4. Masa remaja
Dimulai dari anak pra remaja dalam hubungannya menjadi intim dengan teman sebaya sesama jenis kelamin, kemudian berkembang menjadi anak remaja dalam hubungannya sudah menjadi intim dengan lawan jenis kelamin dan tidak tergantung pada orang tua. 
Kegagalan dalam membina hubungan dengan teman sebaya dan lawan jenis dan kurangnya dukungan orang tua akan mengakibatkan keraguan akan identitas, ketidakmampuan mengidentifikasi karir dan rasa percaya diri yang kurang.

5. Masa dewasa muda
Pada usia ini menjadi saling tergantung dengan orangtua & teman, menikah, dan mempunyai anak. Individu belajar mengambil keputusan dengan memperhatikan saran dan pendapat orang lain, seperti : memilih pekerjaan, memilih karir, melangsungkan perkawinan.
Kegagalan individu dalam melanjutkan sekolah, pekerjaan akan mengakibatkan individu menghindari hubungan intim, menjauhi orang lain, putus asa akan karir.

6. Masa dewasa tengah
Pada usia dewasa tengah ini mampu belajar menerima. Umumnya sudah pisah tempat tinggal dengan orang tua, khususnya yang telah menikah. Jika individu telah menikah maka peran menjadi orang tua dan mempunyai hubungan antar orang dewasa merupakan situasi tempat menguji kemampuan hubungan interdependen. Perkembangan hubungan yang baik akan mengembangkan hubungan itu sendiri dan mendapat dukungan yang baru.
Kegagalan pisah tempat tinggal dengan orang tua, membina hubungan yang baru, dan mendapatkan dukungan dari orang dewasa lain akan mengakibatkan perhatian hanya tertuju pada diri sendiri, produktivitas dan kreativitas berkurang, perhatian pada orang lain berkurang.

7. Masa dewasa lanjut
Pada usia dewasa tua atau lanjut akan mengalami perasaan berduka karena kehilangan dan mengembangkan perasaan keterikatan dengan budaya. Pada proses kehilangan seperti : fungsi fisik, kegiatan, pekerjaan, teman hidup (teman sebaya dan pasangan), anggota keluarga (kematian orang tua). Usia dewasa lanjut tetap memerlukan hubungan yang memuaskan dengan orang lain, dan mempunyai perkembangan baik dapat menerima kehilangan yang terjadi dalam kehidupannya dan mengakui bahwa dukungan orang lain dapat membantu dalam menghadapi kehilangannya.
Kegagalan di usia ini untuk menerima kehilangan yang terjadi pada kehidupannya serta menolak bantuan yang disediakan untuk membantu, dan terjadi sepanjang daur kehidupan akan mengakibatkan perilaku menarik diri.

C. GANGGUAN HUBUNGAN SOSIAL : MENARIK DIRI

Perilaku menarik diri merupakan percobaan untuk menghindari interaksi dengan orang lain, menghindari hubungan dengan orang lain ( Rawlins, 1993, hal.336 ). Perilaku yang teramati pada respons sosial maladaptif mewakili upaya individu untuk mengatasi ansietas yang berhubungan dengan kesepian, rasa takut, kemarahan, malu, rasa bersalah dan merasa tidak aman. Seringkali respons yang terjadi seperti manipulasi, narkisisme, dan impulsif.
Tabel 1 : Perilaku yang berhubungan dengan respons sosial maladaptif

PERILAKU KARAKTERISTIK
Manipulasi - Orang lain diperlakukan seperti objek
- Hubungan terpusat pada masalah pengendalian
- Individu berorientasi pada diri sendiri atau pada tujuan, bukan berorientasi pada orang lain.
Narkisisme - Harga diri yang rapuh
- Secara terus menerus berusaha mendapatkan penghargaan dan pujian
- Sikap egosentris
- Pencemburu
Impulsif - Tidak mampu merencakan sesuatu
- Tidak mampu belajar dari pengalaman
- Penilaian yang buruk
- Tidak dapat diandalkan


D. FAKTOR PREDISPOSISI

Menarik diri dipengaruhi oleh faktor perkembangan dan sosial budaya. Faktor perkembangan yang terjadi adalah kegagalan individu sehingga menjadi tidak percaya diri, tidak percaya pada orang lain, ragu, takut salah, pesimis, putus asa terhadap hubungan dengan orang lain, menghindar dari orang lain, tidak mampu merumuskan keinginan dan merasa tertekan. Keadaan ini akan dapat menimbulkan perilaku tidak ingin berkomunikasi dengan orang lain, menghindar dari orang lain, lebih menyukai berdiam diri sendiri, kegiatan sehari-hari hampir terabaikan.


E. FAKTOR PRESIPITASI

Berbagai faktor yang bisa menimbulkan respon sosial yang maladaptif. Walaupun banyak penelitian telah dilakukan pada gangguan yang mempengaruhi hubungan interpersonal, tapi belum ada suatu kesimpulan yang spesifik tentang penyebab gangguan ini. Mungkin disebabkan oleh kombinasi berbagai faktor seperti :
1. Faktor perkembangan 
Tiap gangguan dalam pencapaian tugas perkembangan yang diuraikan diatas akan mencetuskan sesorang sehingga mempunyai masalah respons sosial maladaptif. Sistem keluarga yang terganggu, tidak berhasil memisahkan dirinya dari orang tua, norma keluarga tidak mendukung hubungan dengan pihak luar, peran keluarga tidak jelas, orang tua pencandu alkohol dan penganiayaan anak.
2. Faktor Biologik
Faktor genetik dapat menunjang terhadap respons sosial maladaptif. Ada bukti terdahulu tentang terlibat neurotranmiter dalam perkembangan gangguan ini, namun masih tetap diperlukan penelitian lebih lanjut.
3. Faktor sosiokultural
Isolasi sosial merupakan faktor dalam gangguan berhubungan. Ini akibat dari norma yang tidak mendukung pendekatan terhadap orang lain; atau tidak menghargai anggota masyarakat yang tidak produktif, seperti : lansia, orang cacat, dan berpenyakit kronik. Isolasi dapat terjadi karena mengadopsi norma, perilaku dan sistem nilai yang berbeda dari kelompok budaya mayoritas. Harapan yang tidak realistik terhadap hubungan merupakan faktor lain yang berkaitan dengan gangguan ini.

F. PENGKAJIAN

Pada pengkajian klien dengan gangguan hubungan sosial : menarik diri melalui observasi (data objektif) dan komunikasi (data subjektif).  Dalam keadaan klien menolak untuk berkomunikasi, maka akan sukar didapat data subjektif. Mungkin klien akan menjawab pertanyaan kita dengan singkat seperti : tidak, ya , tidak tahu. Pengkajian diarahkan pada perilaku menarik diri, faktor pencetus, stresor pencetus, sumber koping, dan mekanisme koping.
Secara objektif dapat ditemukan data seperti :
1. Apatis, ekspresi sedih, afek tumpul
2. Menghindari dari orang lain (menyendiri). Klien tampak memisahkan diri dari orang lain : pada saat makan.
3. Komunikasi kurang/tidak ada. Klien tidak tampak bercakap-cakap dengan klien lain atau perawat.
4. Tidak ada kontak mata. Klien lebih sering menunduk
5. Berdiam diri di kamar/tempat terpisah. Klien kurang mobilitasnya
6. Menolak berhubungan dengan orang lain. Klien memutuskan percakapan atau pergi jika diajak bercakap-cakap.
7. Tidak melakukan kegiatan sehari-hari. Artinya perawatan diri dan kegiatan rumah tangga sehari-hari tidak dilakukan.
8. Posisi janin pada saat tidur.  


Masalah Keperawatan :

1. Isolasi sosial : menarik diri
2. Gangguan harga diri : harga diri rendah
3.  Risiko perubahan sensori persepsi  

G. POHON MASALAH 



Risiko perubahan sensori persepsi









Gangguan harga diri : harga diri rendah




H. DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Risiko perubahan sensori persepsi berhubungan dengan menarik diri
2. Isolasi sosial : menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah.


I. RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN

1. Diagnosa keperawatan
“ Risiko perubahan sensori persepsi berhubungan dengan menarik diri ”

2. Tujuan umum :
Tidak terjadi perubahan sensori persepsi

3. Tujuan khusus :
(1) membina hubungan saling percaya
(2) menyebutkan penyebab menarik diri
(3) menyebutkan keuntungan berhubungan dengan orang lain
(4) melakukan hubungan sosial secara bertahap : klien-perawat; klien-perawat-klien/perawat; klien-kelompok; klien-keluarga.
(5) Mengungkapkan perasaan setelah berhubungan dengan orang lain
(6) Memberdayakan sistem pendukung
(7) Menggunakan obat dengan benar dan tepat



4. Tindakan keperawatan
(1.1) Bina hubungan saling percaya :
- salam terapeutik
- perkenalkan diri
- jelaskan tujuan interaksi
- ciptakan lingkungan yang tenang
- buat kontrak yang jelas pada tiap pertemuan (topik, tempat, waktu)
(1.2) Berikan perhatian dan perhargaan :
- temani klien walau klien tidak menjawab
- katakan “saya akan duduk disamping anda, jika ingin mengatakan sesuatu saya siap mendengarkan”
- jika klien menatap perawat katakan “ada yang ingin anda katakan”
(1.3) Dengarkan klien dengan empati :
- berikan kesempatan bicara (jangan diburu-buru)
- tunjukan perawat mengikuti pembicaraan klien

(2.1) Bicarakan dengan klien penyebab tidak ingin bergaul dengan orang lain
(2.2) Diskusikan akibat yang dirasakan dari menarik diri

(3.1) Diskusikan keuntungan bergaul dengan orang lain
(3.2) Bantu klien mengidentifikasi kemampuan yang dimiliki klien untuk bergaul

(4.1) Lakukan interaksi sering dan singkat dengan klien (jika mungkin perawat yang sama)
(4.2) Motivasi/temani klien untuk berinteraksi/berkenalan dengan klien/perawat lain. Beri contoh cara berkenalan.
(4.3) Tingkatkan interaksi klien secara bertahap ( satu klien, dua klien, satu perawat, dua perawat, dan seterusnya )
(4.4) Libatkan klien dalam terapi aktifitas kelompok : sosialisasi
(4.5) Bantu klien melaksanakan aktifitas hidup sehari-hari dengan interaksi
(4.6) Fasilitasi hubungan klien dengan keluarga secara terapeutik

(5.1) Diskusikan dengan klien setiap selesai interaksi/kegiatan
(5.2) Beri pujian akan keberhasilan klien

(6.1) Berikan pendidikan kesehatan tentang cara merawat klien melalui pertemuan individu secara rutin dan pertemuan keluarga

(7.1) Bantu klien menggunakan obat dengan prinsip 5 benar (benar obat, dosis, cara, waktu, klien)
(7.2) Anjurkan klien membicarakan efek atau efek samping obat yang dirasakan. 


J. HASIL AKHIR YANG DIHARAPKAN

Pada klien :
1. tidak terjadi perubahan sensori persepsi
2. klien mengetahui penyababnya
3. klien mengetahui keuntungan berinteraksi
4. klien mampu berinteraksi dengan orang lain

Pada keluarga :
1. keluarga mampu berkomunikasi dengan klien secara terapeutik
2. keluarga mampu mengurangi penyebab klien menarik diri



DAFTAR PUSTAKA

1. Shives, L.R. (1998). Basic Concepts of Psychiatrik-Mental Health Nursing. Fourth Edition. Philadelphia : J.B. Lippincott Company.

2. Stuart, G.W., & Sundeen, S.J. (1995). Principles and Practice of Psychiatric Nursing. Fourth edition. St. Louis : Mosby Year Book.

3. Stuart, G.W., & Laraia, M.T. (1998). Principles and Practice of Psychiatric Nursing. Sixth Edition. St. Louis : Mosby Year Book. 

4. Townsend, M.C. (1998). Diagnosa keperawatan pada keperawatan psikiatri : pedoman untuk pembuatan rencana keperawatan. Jakarta : EGC (terjemahan)

Poskan Komentar

Jangan Lupa Tulis Komentarnya Gan: