header12

Bagaimana Cara cepat menyelesaikan Tugas Asuhan Keperawatan hanya dalam waktu kurang dari 10 menit, dengan hanya duduk didepan komputer melakukan editing file askep dari saya.

 

 
Fotoku

Dari Meja Kerja: Fauzan Adde Z. AM.Kep.

Subjek: Dapatkan DVD Eksklusif Kumpulan Contoh Asuhan Keperawatan

Pemesanan DVD Keperawatan:

pesan

 
Isi DVD Keperawatan tersebut adalah...
 
Kumpulan 800 an Contoh Asuhan Keperawatan
Kumpulan 400 an Materi Keperawatan
Kumpulan Leaflet Keperawatan
Kumpulan Pathways Keperawatan
Kumpulan 596 Gambar Anatomi
Kumpulan 100 Ebook Keperawatan
bullet Kumpulan 178 Video Keperawatan
bullet Dll...

PREVIEW VIDEO ISI DVD KEPERAWATAN

DOWNLOAD DAFTAR ISI:

download

FILE SUDAH DALAM BENTUK
MICROSOFT WORD

Manfaat memesan paket DVD Keperawatan...

bullet Memudahkan anda dalam belajar ilmu keperawatan...
bullet Membantu menemukan askep dan materi yang anda cari...
bullet Sebagai koleksi perpustakaan elektronik anda..
bullet File Asuhan Keperawatan disimpan dalam format doc atau microsoft word document, jadi anda bisa mengcopy, memindahkan ke komputer anda dan mengedit file yang ada sesuai kebutuhan anda..
bullet Bonus berupa Kumpulan Materi Keperawatan, Kumpulan Leaflet Keperawatan, 596 Gambar Anatomi, 178 Video Keperawatan dan lainnya...
bullet Gratis ongkos kirim menggunakan jasa pengiriman pos indonesia, jadi cukup sekali bayar dan paket DVD Keperawatan akan dikirim ke alamat rumah anda...
bullet Banyak waktu luang untuk belajar lainnya jika ada tugas askep, karena anda bisa lebih cepat dalam mengerjakannya...
bullet Menambah wawasan anda karena ada bonus 178 video keperawatan yang bisa anda saksikan..
bullet dan masih banyak lagi

5 Alasan kenapa anda harus memesan paket DVD Keperawatan dari kami...

bullet Menghemat waktu anda dibandingkan dengan harus mencari kesana kemari yang belum tentu ketemu...
bullet Menghemat uang anda dibandingkan jika anda mengetik dirental pengetikan atau yang lainnya..
bullet Lebih aman dan terjamin karena saya menggaransi paket DVD Keperawatan tersebut hingga sampai ke rumah anda..
bullet Saya sudah berpengalaman selama 3 tahun dalam menjual paket CD Keperawatan yang dimulai tahun 2009...
bullet Gratis ongkos kirim ke seluruh wilayah indonesia dari sabang sampai merauke menggunakan jasa pengiriman pos indonesia, karena salah satu tujuan saya adalah membantu dan membagi ilmu kepada anda...
   

Testimonial/ Kesaksian

dokter

Isi kumpulan asuhan keperawatan dan materi yang disediakan oleh Fauzan Adde Z. AmKep., sudah sangat bagus untuk menambah pengetahuan para tenaga kesehatan agar lebih profesional... Saya sangat merekomendasikan kepada anda agar anda segera memiliki paket DVD Keperawatan ini...

Segera pesan paket DVD Keperawatan ini...

Salam Sejawat....

Testimonial Dari:
Prastyawan SKep. Ns. - Purwokerto, Jateng

Segera pesan DVD Keperawatan sekarang juga...

Dengan hanya Rp. 200.000,-

Dan saya akan berikan penawaran terbatas pada harga Rp. 100.000,- saja jika Anda membayar selambat-lambatnya sebelum hari : , Pukul 24.00 WIB

Sekarang Adalah Hari . Jadi Itu Berarti 2 Hari Lagi,
Kemungkinan Harga Akan Naik 2x Lipat

Untuk Sekarang...
Ya...!!! Anda hanya perlu membayar Rp.100.000,- saja..

Dan Bukan Rp.200.000,- atau Rp.1.000.000,-

Tapi ingat! Hanya dengan Rp 100.000,- anda sudah dapat memiliki semua produk kami yang ada di website ini berupa paket Eksklusif DVD Keperawatan dan Gratis Ongkos Kirim...

 

pesan

ATAU

Segera hubungi nomor HP saya di

pesan

 

Alhamdulillah Sudah Lebih Dari Cukup

Atas nama pribadi, kami sampaikan banyak terimakasih atas kesediaan situs yang mempermudah teman-teman sejawat perawat guna menambah ilmu dan wawasan pengetahuan dibidang keperawatan yang nantinya berguna dilapangan praktek maupun tempat kerja. Materi yang disediakan, alhamdulillah sudah lebih dari cukup. Untuk itu kami sampaikan banyak terimakasih...

Testimonial Dari:
Muhamad Fahmi - Kab. Loteng, NTB

 
 

Tadinya saya ragu memesan

Tadinya saya ragu memesan, karena banyaknya penipuan di Internet. Tapi setelah melihat bukti pengiriman dan sms dengan mas fauzan, saya memberanikan diri untuk memesannya. Terimakasih mas fauzan, askep dan videonya sangat membantu untuk menambah pengetahuan saya... Salam sukses...

Testimonial Dari:

Elsa - Surabaya

 
 

klik tombol PESAN

pesan

ATAU

Segera hubungi nomor HP saya di

pesan

*) FOTO & Bukti Pengiriman

dvdaskepgambr

Ingat, segera lakukan pemesanan karena saya akan memberikan bonus khusus senilai lebih dari 1.000.000 rupiah bagi Anda.....

100 Ebook Keperawatan
596 Gambar Anatomi
Rp. 100.000,-

100 ebook

Rp. 90.000,-

anatomi

Kumpulan Materi Keperawatan
Kumpulan 178 Video Keperawatan
Rp. 150.000,-

materi

Rp. 250.000,-

video

Kumpulan Leaflet Keperawatan
Materi Keperawatan Anak
Rp. 80.000,-

leaflet

Rp. 65.000,-

anak

Materi Keperawatan Gawat Darurat
Materi Keperawatan Medikal Bedah
Rp. 100.000,-

kgd

Rp. 100.000,-

kmb

Materi Keperawatan Maternitas
Kumpulan Materi Keperawatan
Rp. 100.000,-

maternitas

Rp. 100.000,-

keperawatan

Dan bonus-bonus lainnya yang disertakan dalam paket DVD Keperawatan yang akan dikirim ke rumah anda...

Segera pesan sekarang juga...

Untuk Sekarang...
Ya...!!! Anda hanya perlu membayar Rp.100.000,- saja..

Dan Bukan Rp.200.000,- atau Rp.1.000.000,-

Tapi ingat! Hanya dengan Rp 100.000,- anda sudah dapat memiliki semua produk kami yang ada di website ini berupa paket Eksklusif DVD Keperawatan dan Gratis Ongkos Kirim...

pesan

ATAU

Segera hubungi nomor HP saya di

pesan

 

 

Garansi 30 Hari
100% Pengiriman Sampai

garansi

 

Saya memberikan Anda garansi selama 30 hari untuk...

Paket DVD Keperawatan yang tidak sampai ke rumah anda, maka akan dikirim ulang...

Paket rusak sehingga belum sempat anda gunakan, maka akan saya kirim ulang...

Isi paket DVD Keperawatan tidak sesuai dengan yang saya katakan diatas, maka uang anda akan saya kembalikan...

 

Bukti Pengiriman

bukti3

DVD

foto4

foto5

 

pesan

scam spam

Home | Pesan

www.kumpulanasuhankeperawatan.com
2013

 
 

ASUHAN KEPERAWATAN TUBERCULOSIS PARU

A. PENGERTIAN
     Tuberculosis paru adalah : penyakit infeksius terutama menyerang parenchim paru dapat juga ditularkan ke bagian tubuh lain, termasuk meningen, ginjal, tulang, dan nodus limfe.
( Brunner & Suddart . 2002 )
     Tuberculosis paru adalah : penyakit infeksi Mycobacterium Tuberculosa dengan gelajala yang sangat bervariasi.
( Arif Mansjoer. 1999)
B. ETIOLOGI
     Etiologi dari Tuberculosis Paru adalah Mycobacterium Tuberculosa, berbentuk batang, tahan asam.
( Sylvia, A.P. 1995)
C. PATOFISIOLOGI

Basil tuberkel mula-mula memasuki paru atau tempat lain yang belum terinfeksi sebelumnya. Membangkitkan respon peradangan akut tak spesifik yang biasanya disertai sedikit atau tanpa gejala sehingga tidak begitu diperhatikan penderita, disamping juga karena kurangnya pengetahuan penderita. Respon peradangan menimbulkan gejala demam yang menyebabkan terjadinya perubahan suhu tubuh (hipertermia) pada penderita. Peningkatan suhu tubuh menyebabkan peningkatan metabolisme tubuh sehingga akan terjadi peningkatan kebutuhan tubuh terhadap anergi.
Selain demam penderita mengalami gejala batuk, malaise, anoreksia, mual, sedangkan disisi lain penderita mengalami peningkatan kebutuhan tubuh terhadap energi dan hal ini menyebabkan kurangnya intake pada penderita yang akhirnya menimbulkan perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh.
Basil yang menyebabkan peradangan tersebut kemudian mencapai alveolus paru langsung melalui jalan udara dan dapat menjadi aktif keluar dalam bentuk droplet nuklei yang tersebar saat penderita batuk, yang dapat menimbulkan resiko penularan terhadap orang lain. 
Basil dalam alveolus itu menimbulkan peradangan dan dan menjadi lesi primer, basil tersebut kemudian difagosit oleh makrofag, dibawa ke kelenjar limfe regional, lesi pimer tersebut mengalami perkejuan dan membentuk tuberkel yang menyebabkan terjadinya penumpukan sekresi dalam paru sehingga bersihan jalan napas tidak efektif.
Lesi primer dan kelenjar limfe regional ( komplek primer) kemudian mengalami fibrosis lalu menjadi jaringan parut dan mengalami perkapuran, fibrosis pada paru tersebut menyebabkan berkurangnya jaringan paru fungsional sehingga sehingga pengembangan paru kurang   maksimal dan jumlah oksigen yang masuk paru berkurang. Hal ini menyebabkan terjadinya resiko tinggi pertukaran gas serta keletihan karena oksigenasi jaringan tidak adekuat.
Apabila daya tahan tubuh baik / kuat, maka komplek primer tersebut dapat sembuh sempurna, namun bila daya tahan tubuh klien lemah, maka akan timbul fokus reinfeksi endogen yang menyebabkan kembalinya atau aktifnya lesi.
Basil dalam lesi kembali difagosit oleh makrofag, dibawa ke kelenjar limfe dan sampai pembuluh darah, menimbulkan penyebaran yang luas ( tuberkulosis sekunder ). Selain difagosit oleh makrofag, basil tersebut dapat menyebar secara perkontunuitatum ataupun secara bronchogen.
( Soeparman, 1990)














D. PATHWAYS


E. MANIFESTASI KLINIK DAN PEMERIKSAAN PENUNJANG       MANIFESTASI KLINIK
Gejala umum dari Tuberkulosis Paru adalah batuk lebih dari 4 minggu dengan atau tanpa sputum, malaise, gejala flu ringan, nyeri dada, batuk darah (hemoptoe ) .
( Soeparman, 1990 )
Gejala yang dirasakan klien tersebut bermacam – macam atau malah tanpa keluhan sama sekali, gejala yang terbanyak adalah : 
1. Demam
     Bisanya sub febril yang menyerupai influenza, tapi kadang – kadang mencapai 41°- 40o C dipengaruhi daya tahan tubuh dan berat ringannya infeksi kuman.
2. Batuk                  
     Terjadi karena adanya infeksi paru ada setelah penyakit berkembang dalam jaringan paru.
3. Sesak nafas
     Ditemukan padsa penyakit yang sudah lanjut, inflamasi sudah setengah      bagian paru – paru.  
4. Malaise
     Gejala yang sering ditemui berupa anoreksia, badan makin kurus, sakit  kepala, nyeri otot, dan keringat malam.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Anamnesis dan pemeriksaan fisik
2. Laboratorium dan darah rutin ( LED normal / meningkat, limpositosis) 
3. Foto thorax Patologi Anatomi dan lateral 
Gambaran foto torax yang menunjang diagnosa Tuberkulosis paru adalah :
a. Bayangan lesi terletak dilapanagan atas paru / segmen apikal lobus                  bawah.
b. Bayangan berawan / patchy atau berbercak ( modulei )
c. Adanya kelainan kavitas tunggal atau ganda.
d. Kelainan bilateral terutama dilapisan atas paru.
e. Adanya kalsifikasi.
f. Bayangan menetap pada foto ulang beberapa minggu kemudian.
g. Bayangan milier.
4. Pemeriksaan sputum
     Pemeriksaan sputum bakteri tahan asam memastikan diagnosa     tuberkulosis paru, namun pemeriksaan ini sensitif, karena hanya 30 – 70 % diagnosa dapat sitegakkan dengan pemeriksaan ini.
5. Tes PAP ( Peroksaidase Anti Peroksidase )
     Uji serologi Imunoperoksidase Starning untuk menentukan adanya Imunoglobin G spesifik terhadap basil TBC.
6. Tes Mantoux / Tuberkulin test.
7. Teknik Polimerase Chain Reaction.
8. Deteksi DNA kuman secara spesifik melalui amplifikasi dalam berbagai tahap sehingga dapat mendeteksi meskipun hanya ada satu mikroorganisme dalam spesimen, juga dapat mendeteksi adanya resistensi.
9. Becton Dickinson Diagnostic Instrumen System / BACTEC
     Deteksi Growt Indek berdasar CO yang dihasilkan oleh kuman Mycobacterium Tuberkulosa.
10. Enzym Linked Immunosorbent Assay
Deteksi respon humoral, respon antigen, antibodi
11. Mycodot
Deteksi antibodi memakai antigen lipoparabinomanon yang direkatkan pada suatau alat seperti sisir lalau dicelupkan ke serum pasien, bila terdapat antibodi spesifik dalam jumlah memadai maka sisir akan berubah warna.
( Arif Mansjoer, 1999 )
F. PENATALAKSANAAN 
1. Obat Anti Tuberkulosa ( OAT )
       Obat Anti Tuberkulosa harus diberikan dalam kombinasi sedikitnya      dua obat yang bersifat bakterisid dengan atau tanpa obat ketiga.
       Tujuan OAT : 
1. Membuat konversi sputum Bakteri Tahan Asam positif menjadi negatif    secepat mungkin
2. Mencegah kekambuhan dalam tahun pertama setelah pengobatan  dalam kegiatan sterilisasi.
3. Menghilangkan atau mengurangi gejala dan lesi melalui perbaikan daya tahan imunologi.

Obat Anti Tuberkulosa yang biasa diugunakan antara lain :
Rifampisin, Pirazinamid ( PZA ), Isoniazid ( INH ), Streptomisin ( S ), Etambutol ( E ). Penilaian keberhasilan pengobatan tergantung dari hasil pemeriksaan bakteriologi, radiologi klinis, kesembuhan Tuberkulosis Paru yang baik.akan memperlihatkan sputum Bakteri Tahan Asam negatif, adanya perbaikan radiologi dan menghilangnya gejala.
( Arif Mansjoer, 1999 )
Adapun dosis obat yang digunakan adalah :
Rifampisin, dosis : 1 x 1 tablet sehari, diberikan selam 6 – 9 bulan.
INH ( Isoniazid ), dosis : 10 – 20 mg / Kg BB / hari, peroral, diberikan selam 18 – 24 bulan.
Streptomisin, dosis : 30 – 50 Mg / Kg BB / hari diberikan tiap hari maksimum 750 mg / hari selama 1 – 3 bulan secar intramuskuler dan dilanjutkan 2 – 3 kali seminggu 1 – 3 bulan lagi.
Pirazinamid, dosis : 30 – 50 mg / Kg BB / hari / oral, 2 kali sehari selama 1 tahun.
Kortikosteroid, diberikan bersama Obat Anti Tuberkulosis.
Pasien dengan penyakit Tuberkulosis Paru yang tidak dirawat dirumah sakit karena jumlahnya cukup banyak dan dapat dirawat dirumah. Pasien dapat sembuh benar asalkan berobat secara teratur dan mematuhi pengobatan.
( Sylvia, A. P. 1995 )


G. FOKUS KEPERAWATAN TUBERKULOSIS PARU
1. PENGKAJIAN
I. POLA PERSEPSI KESEHATAN– MANAJEMEN KESEHATAN
   Kaji adanya riwayat Tuberkulosiskulosis Paru pada pasien, penggunaan obat-obatan tertentu, tinggal serumah dengan penderita Tuberkulosis Paru, sesak nafas.
II. POLA NUTRISI METABOLIK
Kehilangan nafsu makan, kesulitan mencerna, penurunan berat badan, turgor kulit buruk, / kering, bersisik, kehilangan otot / lemak subkutan, demam.
III. POLA ELIMINASI CAIRAN
Kaji adanya diaporesis, muntah
IV. POLA AKTIVITAS LATIHAN
Kaji adanya kelelahan umum dan kelemahan, dispnoe saat bekerja, kelemahan otot, sesak nafas, batuk produktif, atau tidak produktif, peningkatan frekwensi pernafasan, tidak simetris, karakteristik sputum hijau, kuning, atau berbercak darah.
V. POLA ISTIRAHAT TIDUR 
Kaji adanya kesulitan tidur pada malam hari atau demam malam hari, menggigil, berkeringat, sesak nafas.
VI. PERSEPSI  KOGNITIF
Adanya faktor ( stress ) lama, perasaan tidak berdaya, ketakutan, ansietas, iritabel.
VII. POLA PERSEPSI KONSEP DIRI
Penyangkalan tehadap penyakitnya, pandangan terhadap tubuhnya,harapan akan kesembuhan, perubahan pola biasa dan tanggung jjawab / perubahan kapasitas fisik untuk melakukan peran.
VIII. POLA HUBUNGAN SOSIAL
Bagaimana interaksi  dengan masyarakat sekitar, penolakan terhadap masyarakat sekitar,hubungan dengan keluarga.
IX. POLA HUBUNGAN SEKSUAL
Merasa kurang percaya diri terhadap pasangan.
X. POLA KOPING TOLERANSI STRESS
Bercerita tentang penyakitnya, memerlukan bantuan dalam perawatan.
XI. POLA SPIRITUAL 
Kepercayaan terhadap penyakit adalah suatu cobaan dari tuhan, kepercayaan yang dianut oleh pasien, pengobatan dan perawatan yang berhubungan dengan kepercayanan yang dianut oleh pasien.

2. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan peningkatan produksi sekret.
2. Resiko terhadap kerusakan pertukaran gas berhubungan dengan penurunan permukaan efektif paru.
3. Hipertermi , perubahan suhu tubuh berhubungan dengan adanya infeksi dan reaksi inflamasi.
4. Perubahan nuitrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia.
5. Resiko tinggi penyebaran infeksi berhubungan dengan kurang pengetahuan untuk menghindari pemejanan kuman patogen.

3. PERENCANAAN 
1. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan peningkatan      produksi sekret.
 Rencana tujuan : mempertahankan jalan nafas pasien, mengeluarkan sekret tanpa bantuan, menunjukkan perilaku untuk mempertahankan / memperbaiki bersihan jalan nafas.
Rencana tindakan : 
1) Kaji fungsi pernafasan, contoh : bunyi nafas, kecepatan irama, kedalaman dan pengguanan otot asesori.
 Rasional : adanya ronchi, mengi dapat menunjukkan adanya akumulasi sekret / ketidakmampuan membersihakan jalan nafas yuang dapat menimbulkan pengguanan otot asesori pernafasan dan peningakatan kerja pernafasan.
2) Catat kemampuan untuk mengeluarkan mukosa atau batuk efektif, catat karakter, jumlah sputum, adanya hemoptisis.
Rasional : pengeluaran akan sulit bila sekret sangat tebal, adanya sputum atau batuk darah disebabkan oleh kerusakan paru atau brokeal yang memerlukan evaluasi / intervensi lebih lanjut.
3) Berikan posisi semifowler tinggi, bantu pasien untuk batuk dan latihan nafas dalam.
Rasional : nafas dalam akan meningkatkan ekspansi paru dan menurunkan upaya pernafasan dan membantu mengeluarkan sekret.
4) Bersihkan mulut dari sekret  dan trakea sesuai indikasi.
Rasional : mencegah obstruksi / aspirasi.
5) Pertahankan masuknya cairan sedikitnya 2500 cc / hari kecuali kontraindikasi.
Rasional : membantu mengencerkan sekret.
6) Berikan obat – obatan sesuai indikasi : mukolitik, bronkodilator, kortikosteroid.
Rasional : agen mukolitik menurunkan kekentalan sekret, kortikostertoid berperan menurunkan reaksi inflamasi, bronkodilator mengurang tahan aliran udara.
2. Resiko terhadap kerusakan pertukaran gas berhubungan dengan penuruna permukaan efektif paru.
Rencana tujuan : melaporkan tidak ada / penurunan dispnoe, menunjukkan perbaikan ventilasi oksigenasi jaringan adekuat.

Rencana tindakan : 
1) kaji disponoe, takipnoe, tak normal / menurunnya bunyi nafas, peningkatan upaya pernafasan terbatasnya ekspansi dinding dada dan kelemahan.
Rasional : mengkaji lebih jauh efek Tuberkulosis Paru terhadap pernafasan.
2) Evaluasi perubahan pada tingkat kesadaran, sianosis dan perubahan pada warna kulit termasuk membran mukosa dan kuku.
Rasional : pengaruh jalan nafas dapat mengganggu oksigenasi organ    vital dan jaringan.
3) Dorong / tunjukkan bernafas bibir selama ekshalasi.
Rasional : mencegah kolap/ penyempitan jalan nafas, membantu menyebarkan udara dalam paru dan membantu menurunkan nafas pendek
4) Tingkatkan tirah baring / batasi aktivitas dan bantu aktivitas perawatan diri sesuai keperluan.
Rasional : menurunkan konsumsi udara dan menurunkan beratnya gejala.
5) Berikan  oksigen tambahan yang sesuai.
Rasional : dapat memperbaiki hipoksemia akibat penurunan ventilasi.
3. Hipertermi, perubahan suhu tubuh berhubungan dengan adanya infeksi dan reaksi inflamasi.
Rencana tujuan : mempertahankan suhu normal.
Rencana tindakan :
1) Pertahankan masukan cairan yang adekuwat ( sedikitnya 2500 ml Rasional : untuk mengganti cairan yang  hilang akibat peningkatan suhu tubuh.
2) Anjurkan pasien untuk mengenakan pakaian yang tipis dan menyerap keringat.
Rasional : memberikan rasa nyaman pada pasien.
3) Berikan kompres dingin.
Rasional : bisa membantu menurunkan suhu tubuh dengan efek vasokontriksi.
4) Kolaborasi antipiretik
Rasional : menurunkan suhu tubuh dengan agen farmakologi.
4. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia.
Rencana tujuan : menunjukkan berat badan yang meningkat, mau menghabiskan porsi makan.
Rencana tindakan : 
1) Catat status nutrisi klien, turgor kulit, berat badan mual, muntah.
Rasional : berguna dalam menentukan intervensi yang tepat.
2) Awasi masukan dan pengeluaran serta berat badan secara periodik.
Rasional: berguna dalam mengukur keefektifan nutrisi dan dukungan cairan.
3) Dorong pasien untuk makan sedikit tapi sering dengan diit Tinggi kalori tinggi protetin.
Rasional : memaksimalkan masukan nutrisi dengan makanan yang mengurangi iritasi gaster.
4) Lakukan oral higiene.
Rasional : mengurangi rasa tidak enak dimulut.
5. Resiko tinggi penyebaran infeksi berhubungan dengan kurang pengetahuan untuk menghindari pemejanan kuman patogen.
Rencana tujuan : menurunkan resiko penyebaran infeksi, menunjukkan perubahan pola hidup untuk meningkatkan linngkungan yang aman.
Rencana tindakan : 
1) Anjurkan klien untuk batuk / bersin pada tissue dan menghindari meludah.
Rasional : perilaku yang diharapkan untuk mencegah penyebaran infeksi.
2) Identifikasi faktor resiko individu terhadap pengaktivan berulang Tuberkulosis Paru.
Rasional : pengetahuan tentang faktor ini membantu klien untuk mengubah pola hidup dan menghindari / menurunkan insiden eksaserbasi.

4. IMPLEMENTASI
1. Meningkatkan / mempertahankan ventilasi atau oksigenasi yang adekuat.
2. Mencegah penyebaran infeksi.
3. Mendukung perilaku untuk mempertahankan kesehatan.
4. Meningkatkan strategi koping efektif.
5. Memberikan informasi tentang proses penyakit, prognosis dan kebutuhan pengobatan.

5. EVALUASI
1. Fungsi pernafasan adekuwat untuk memenuhi kebutuhan individu.
2. Komplikasi dicegah.
3. Pola hidup berubah untuk mencegah penyebaran infeksi.
4. Proses penyakit atau prognosis dan program pengobatan dipahami.


  


Poskan Komentar

Jangan Lupa Tulis Komentarnya Gan: